• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI - IAIN Repository"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

LatarBelakangMasalah

Bank syariah sebagai lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits. Menurut Sudarsono, bank syariah adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah pemberian pinjaman dan jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah.4 Bank syariah adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga. Kegiatan usaha Bank Syariah pada hakekatnya sama dengan kegiatan Bank Konvensional yaitu berupa penghimpunan dana, penyaluran dana dan penyediaan jasa perbankan.

Dalam rangka melakukan dan mengelola investasi, Bank Syariah memiliki kegiatan penyaluran dana yaitu adanya produk pembiayaan. Dalam akad mudharabah produk pembiayaan, Bank Syariah adalah pemilik dana (shahibul maal) dan nasabah adalah pengelola usahanya.

PertanyaanPenelitian

Untuk pembiayaan mudharabah, manajemen BAS Sekampung telah mengeluarkan kebijakan penggunaan pembiayaan murabahah akad terlebih dahulu bagi nasabah yang ingin melakukan pembiayaan mudharabah. Penggunaan akad murabah dalam proses penyiapan pembiayaan mudharabah dilakukan untuk mengurangi atau mencegah resiko yang akan timbul. Setiap nasabah yang akan melakukan pembiayaan murababah, kami usahakan pembiayaan murababah tiga sampai empat kali terlebih dahulu.

Setelah nasabah melakukan empat pembiayaan murabahah dan tidak ada kredit macet, nasabah dapat melakukan pembiayaan mudharabah. Berkaitan dengan penelitian tersebut maka peneliti mengambil judul “Pembiayaan Murabahah sebagai Syarat Pembiayaan Mudharabah Ditinjau dari Prinsip Pembiayaan Syariah”.

TujuandanManfaatPenelitian

PenelitianRelevan

Mustika Putri Nuansyah berjudul “Pengaruh Produk Mudharabah di BMT Cendrawasih Terhadap Perkembangan Usaha Pedagang di Pasar Cendrawasih Kota Metro”. Alfian berjudul “Implementasi Akad Murabahah Untuk Pembiayaan Modal Usaha (Studi Pada PT. BPRS Margarizki Bahagia Yogyakarta)”. Kajian ini membahas tentang alasan penggunaan akad murabahah untuk pembiayaan modal usaha dan solusi untuk meningkatkan penggunaan akad murabahah agar sesuai dengan syariah.

17 Mustika Putri Nuansah, The Effect of Mudharabah Products at BMT Cendrawasih on the Development of Traders' Business at the Cendrawasih Market in Metro City, (STAIN Metro), 2013. 18 Alfian, Implementation of Murabahah Contracts for Business Capital Financing (Studie aan PT BPRS Margarizki Bahagia Yogyakarta), (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), 2012.

LANDASAN TEORI

AkadMurabahah

  • PengertiandanDasarHukumAkadMurabahah
  • TujuandanManfaatAkadMurabahah
  • MasalahdanPerubahanAkadMurabahah

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa akad murabahah memiliki kelebihan yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh barang. Perubahan akad murabahah sebagaimana tertuang dalam Dewan Syariah Nasional nomor 49/DSN-MUI/II/2005 tentang konversi akad Murabahah meliputi pasal-pasal sebagai berikut. Akad murabahah dapat diakhiri dengan menjual subjek akad kepada lembaga keuangan syariah dengan harga pasar, atau nasabah membayar sisa utangnya kepada lembaga keuangan syariah dari hasil penjualan subjek akad.

Apabila hasil penjualan objek akad murabahah melebihi sisa utang, maka kelebihannya akan digunakan sebagai uang muka akad ijarah atau bagian modal mudharabah dan musyarakah. Perubahan akad murabahah dapat berupa akad ijarah Muntiya bi al-tamlik, mudharabah dan/atau musyarakah.

AkadMudharabah

  • PengertiandanDasarHukumAkadMudharabah
  • Unsur-UnsurAkadMudharabah
  • RisikoAkadMudharabah
  • KelebihanAkadMudharabah

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa Mudharabah adalah kerjasama antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul mal) menyediakan dana dan pihak kedua (mudarib) bertanggung jawab untuk mengelola usaha. Dalam menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah, Hukum Perbankan Syariah memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan akad mudharabah adalah akad persekutuan usaha antara pihak pertama (malik, sahibul mal atau Bank syariah) yang memberikan seluruh modal dan pihak lain (amil, mudharib atau nasabah) yang bertindak sebagai pengelola dana dengan membagi keuntungan perusahaan sesuai kesepakatan dalam akad, dengan menanggung kerugian sepenuhnya. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa pembiayaan dengan akad mudharabah memiliki resiko yang cukup tinggi.

Bagi bank syariah, pembiayaan dengan akad mudharabah merupakan bentuk penyaluran dana dan memperoleh pendapatan berupa bagi hasil sesuai dengan pendapatan usaha yang dikelola nasabah. Sedangkan bagi nasabah pembiayaan mudharabah adalah untuk memenuhi kebutuhan modal usaha melalui sistem kemitraan yang baik.

Pembiayaan

  • PengertiandanTujuanPembiayaan
  • Macam-MacamPembiayaan
  • Prinsip-PrinsipPembiayaan

Murabahah membeli dan menjual barang dengan harga semula dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah. Harga jual sudah termasuk dalam akad jual beli dan setelah disepakati tidak dapat berubah selama akad tersebut masih berlaku. Berdasarkan penjelasan tersebut, pembiayaan jual beli terbagi menjadi tiga, yaitu murabahah, salam dan istishna.

Dalam konteks perbankan, ijarah adalah sewa, dimana bank atau lembaga keuangan menyewakan peralatan kepada salah satu nasabahnya berdasarkan biaya yang telah ditentukan. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa pembiayaan berdasarkan bagi hasil terbagi menjadi dua, yaitu musyarakah dan mudharabah. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa pembiayaan atau penyaluran dana dapat dilakukan melalui empat asas yaitu jual beli, sewa guna usaha, bagi hasil dan akad tambahan.

Prinsip aman dalam pembiayaan adalah dana yang telah dicairkan dapat ditarik kembali sesuai waktu yang telah disepakati. Untuk menciptakan kondisi tersebut, sebelum menyalurkan pembiayaan, lembaga keuangan terlebih dahulu harus melakukan survei usaha untuk memastikan bahwa usaha yang dibiayai layak untuk dijalankan. Semakin besar pendapatan lembaga keuangan maka semakin besar pula bagi hasil yang akan diterima anggota tabungan dan sebaliknya.

Besar kecilnya bagi hasil tentu akan sangat dipengaruhi oleh bagi hasil yang diterima lembaga keuangan dari peminjam. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa pengelolaan lembaga keuangan dalam penyediaan pembiayaan harus memperhatikan beberapa asas yaitu aman, lancar dan menguntungkan. Untuk mewujudkan prinsip tersebut, sebelum memberikannya, lembaga keuangan harus melakukan analisis terhadap nasabah yang akan melakukan pembiayaan.

METODE PENELITIAN

  • JenisdanSifatPenelitian
  • Sumber Data
  • TeknikPengumpulan Data
  • TeknikAnalisa Data

Peneliti dalam penelitian ini akan membahas pembiayaan murabahah sebagai syarat pembiayaan mudharabah di Bank Aman Syariah (BAS) Sekampung dengan melihat sistem dan prosedur yang berlaku pada pembiayaan akad mudharabah di BAS Sekampung kemudian secara umum menarik kesimpulan dari penelitian ini. BPRS Aman Syariah Lampung Timur didirikan berdasarkan Rapat Calon Pemegang Saham pada tanggal 17 Maret 2012 oleh 17 calon pemegang saham PT BPRS Aman Syariah Lampung Timur. PT BPRS Aman Syariah mengakuisisi badan hukum PT berdasarkan Akta Pendirian PT BPRS Aman Syariah Lampung Timur No.

Dalam operasionalnya, PT dikelola. BPRS Aman Syariah Lampung Timur oleh direksi dan pegawai yang disupervisi oleh direksi. PT BPRS Aman Syariah merupakan unit usaha di perbankan syariah yaitu pembiayaan dan tabungan berpola syariah. Saat peneliti melakukan penelitian di PT BPRS Aman Syariah Lampung Timur Provinsi Lampung pada Desember 2018.

Jumlah pengurus PT BPRS Aman Syariah sebanyak 6 (enam) orang, dan pegawai sebanyak 20 (dua puluh) orang, dan nasabah tabungan sebanyak 1.775 orang, dan nasabah pembiayaan sebanyak 375 orang. Lokasi kantor PT BPRS Aman Syariah sangat strategis karena berada di jalan utama yang banyak digunakan masyarakat di desa Sumbergede. Dapat dilihat dari diagram struktur organisasi PT BPRS Aman Syariah di atas bahwa struktur organisasi tertinggi PT BPRS Aman Syariah adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membawahi Dewan Pengawas H.

62 Dokumentasi profil Bank Aman Syariah (BAS) Sekampung, terekam pada 13 Desember 2018. . lainnya, seperti zakat, infaq, shadaqah, SPP, uang infaq bangunan dan amanah lainnya. Pembiayaan murabahah sebagai syarat pembiayaan Mudharabah di Bank Aman Syariah (BAS) Sekampung Bank Aman Syariah (BAS) Sekampung. Informasi pembiayaan murabahah sebagai syarat pembiayaan mudharabah di Bank Aman Syariah (BAS) Sekampung diperoleh melalui wawancara dengan BAS Sekampung yaitu Sdr.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil Bank AmanSyariah (BAS) Sekampung

  • SejarahBerdirinya Bank AmanSyariah (BAS)
  • Perkembangan PT BPRS AmanSyariah Lampung
  • Tujuan PT BPRS AmanSyariah Lampung Timur
  • LetakGeografis PT BPRS AmanSyariah Lampung
  • DenahLokasi PT BPRS AmanSyariah
  • StrukturOrganisasi PT BPRS AmanSyariah
  • ProdukdanJasa PT BPRS AmanSyariah

Sehingga pendirian PT.BPRS Aman Syariah dengan potensi muatan lokal yaitu modal, penggalangan dana, penggalangan dana, pengurus dan pegawai, berasal dari masyarakat Lampung Timur khususnya yang berdomisili di Kecamatan Sekampung. 11/34/DPbS tanggal 23 Desember 2009 tentang Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur dimaksudkan untuk mendirikan PT. BPRS Aman Syariah adalah badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan BPRS adalah singkatan dari Bank Pembiayaan Rakyat Syariah sedangkan Aman Syariah adalah nama badan usahanya.

Kontoret for PT BPRS Aman Syariah er beliggende i Hamlet IV, Sumbergede Village, Sekampung District, East Lampung Regency, Lampung Province.

Pembiayaan Murabahah sebagai Syarat Pembiayaan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kunci terpenting dalam pembiayaan mudharabah adalah kejujuran dan keterbukaan. Kemudian nasabah harus melakukan pembiayaan murabahah dengan jangka waktu minimal 5 tahun selama usaha berjalan. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa persyaratan pengajuan pembiayaan mudharabah sama dengan persyaratan pembiayaan lainnya.

Hal ini dapat diperkirakan melalui pembiayaan murabahah yang telah dilakukan oleh nasabah minimal selama 5 tahun selama usaha berjalan. Menurut peneliti, menawarkan pembiayaan mudharabah kepada nasabah yang telah melakukan pembiayaan murabahah dapat lebih efektif dalam meminimalisir resiko yang akan terjadi. Melalui pembiayaan murabeh yang telah dilakukan akan diketahui seperti apa karakter atau kemampuan nasabah sehingga menjadi salah satu rujukan dalam pemberian pembiayaan mudharab.

Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa jumlah nasabah pembiayaan mudharabah relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah nasabah pembiayaan yang ada. Berdasarkan pemaparan tersebut terlihat bahwa nasabah pembiayaan mudharabah di BAS Sekampung didominasi oleh lembaga koperasi/BMT. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa pembiayaan murabahah di BAS Sekampung dipisahkan dari pembiayaan mudharabah.

Pembiayaan murabahah digunakan sebagai strategi untuk melihat kualitas nasabah existing yang telah melakukan pembiayaan murabahah dan ingin mengajukan pembiayaan mudharabah. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa dalam penyaluran dana mudharabah sangat diperhatikan prinsip keamanan. Dari segi prinsip pembiayaan, pembiayaan murabahah sebagai syarat pembiayaan mudharabah adalah melihat nasabah yang berkualitas sesuai dengan prinsip keamanan.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah sebagai syarat pembiayaan mudharabah di BAS merupakan strategi untuk mengidentifikasi nasabah yang sudah terbukti. Pembiayaan murabahah digunakan sebagai strategi untuk melihat kualitas nasabah eksisting yang telah melakukan pembiayaan murabahah dan ingin mengajukan pembiayaan mudharabah khususnya untuk nasabah perorangan. BAS memiliki empat indikator prinsip keamanan penyaluran dana agar pembiayaan sesuai dengan tujuannya, yaitu karakter, kemampuan/kemampuan membayar angsuran dan jaminan yang diberikan oleh nasabah, dan sesuai dengan hukum Syariah.

Yang kedua adalah kesanggupan/kemampuan nasabah untuk membayar cicilan berdasarkan penghasilan bersih nasabah setiap bulannya. Keempat, menurut syariah berdasarkan jenis dan kegiatan usaha yang dikelola klien tidak melanggar syariat Islam. Prinsip keamanan dilandasi dengan penyaluran dana yang sehat yaitu memahami, memahami, menguasai dan menerapkan prinsip 5C+S (Karakter, Kapasitas, Modal, Kondisi, Keamanan dan Sesuai Syariah).

Saran

Referensi

Dokumen terkait

1) Murabahah adalah akad jual beli antara lembaga keuangan dan nasabah atas suatu jenis barang tertentu dengan harga yang disepakati bersama. Lembaga keuangan akan

Hal ini tidak sesuai dengan konsep murabahah dalam fiqh muamalah yang menyatakan bahwa lembaga keuangan adalah sebagai penyedia barang untuk dijual kepada

Omzet usaha bu Ani Asrofatul setelah mendapatkan KUR menjadi 15 juta, dengan keuntungan bersih 4 Juta .24 Berikut adalah beberapa nasabah KUR di BPD Lampung KC Bandar Jaya: Tabel 4.1

Lembaga keuangan syariah sebagai bagian dari sistem ekonomi syariah, dalam menjalankan bisnis dan usahanya juga tidak terlepas dari jaringan syariah.1 Salah satu tujuan dari pembiayaan

Pada BPR-Syariah Metro Madani dalam menyalurkan pembiayaan mudhharabah hanya diberikan kepada lembaga keuangan syariah mikro seperti BMT atau Koprasi sejumlah 19 unit per desember 2018,

Sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan berfokus pada pelaksanaan Prinsip 5C untuk mengukur kesehatan keuangan nasabah sebagai acuan kelayakan pemberian pembiayaan murabahah

Dalam kaitan ini Bank harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan, Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang

Iwan Ramadhan Sitorus, M.Hi yang mengatakan bahwa: “Sistem setoran hafalan Al-Qur’an di Rumah Tahfiz Al-Markaz yaitu dimulai dari surat pendek juz 30 setelah selesai juz 30 lanjut ke