• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI Oleh - Repository Universitas Perintis Indonesia

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI Oleh - Repository Universitas Perintis Indonesia"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Judul Topik: Pengaruh Perendaman dan Perebusan dengan Penambahan Asam Terhadap Penurunan Kadar Cemaran Pb Pada Pensi (Corbicula javanica). Hak cipta skripsi saya serahkan kepada Fakultas Farmasi Universitas Pelopor Indonesia untuk digunakan dalam kepentingan akademik. Alhamdulillahirobbil alamin, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul "Pengaruh Perendaman dan Perebusan dengan Penambahan Asam Terhadap Penurunan Kadar Pb Pb Pensi (Corbicula javanica)", untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana. Sarjana Farmasi di Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS).

Bapak/Ibu dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis, serta staf/karyawan Universitas Pelopor Padang (UPERTIS). Telah dilakukan penelitian pengaruh perendaman dan perebusan dengan penambahan asam terhadap penurunan kadar cemaran Pb pada pensi (Corbicula javanica). Sampel yang telah terpapar Pb diberi perlakuan perendaman dan pendidihan asam (asam asam dan kapur), sampel dimusnahkan secara basah dan dilakukan uji kuantitatif dengan metode spektrofotometer serapan atom (Varian SPECTRAA 240) pada panjang gelombang 217,0 nm.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perendaman dan perebusan dengan asam yang dapat menurunkan kadar cemaran Pb pada pensi (Corbicula javanica). Artinya penambahan asam berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar cemaran Pb pada pensi (Corbicula javanica).

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sistem rantai makanan menunjukkan bahwa manusia merupakan pengumpul logam berat tertinggi dalam tubuhnya karena berperan sebagai konsumen tingkat tinggi (Hutabarat dan Evans 2008). Adanya permasalahan pencemaran logam berat pada kerang seperti tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk menurunkan kadar Pb sehingga penyebab negatif bagi masyarakat yang mengkonsumsinya dapat dikurangi. Salah satu upaya untuk menguranginya adalah dengan merendam dan memasak dengan larutan yang dapat mengikat logam berat.

Menurut Armanda (2009), sayuran buah jeruk mengandung asam sitrat yang dapat mengikat ion logam dengan membentuk kompleks sehingga ion logam yang terakumulasi pada kulitnya dapat dihilangkan. Larutan asam asetat mengandung asam asetat, yang mudah bercampur dengan pelarut polar atau non-polar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. 3 kehilangan sifat ioniknya dan menyebabkan logam berat kehilangan sebagian besar toksisitasnya, sehingga asam asetat ini dapat digunakan sebagai pelarut logam berat Pb pada kerang atau Corbicula javanica.

Maka berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh perendaman dan perebusan asam terhadap penurunan kadar cemaran Pb pada Pensi (Corbocula javanica) yang diukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS).

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Air jeruk nipis yang rasanya sangat asam mengandung asam sitrat dengan kadar 7-8% dari berat daging buah (Sarwono, 2001). Selain asam sitrat, jeruk nipis juga mengandung flavonoid, asam amino (triptofan, lisin), vitamin A, vitamin C, vitamin B1, kalsium, kalium, fosfor, besi, tembaga dan minyak atsiri (sitral, limonene, phelandrene, terpineol, camphene). .) ( Latief, 2014). Air jeruk nipis diambil sebanyak 12,5 mL, kemudian diencerkan dengan akuades hingga 100 mL hingga menghasilkan larutan kapur konsentrasi 12,5%.

Air jeruk nipis diambil sebanyak 25 ml kemudian diencerkan dengan akuades hingga 100 ml hingga diperoleh larutan kapur dengan konsentrasi 25%. Buah jeruk nipis diperas sebanyak 5 ml untuk setiap perebusan yang dilakukan dengan waktu pemasakan selama 30 menit. Pemasakan dimulai dengan memanaskan air suling hingga mendidih (1000C) kemudian mencampurkan 5ml jeruk nipis dan pensi hingga mendidih dalam air suling selama 10 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit.

Nilai Pb pada pensi yang diberi perlakuan perendaman asam dengan penambahan kapur pada konsentrasi 25% adalah 49,01 mg/kg, dan konsentrasi 12,5% adalah 46,42 mg/kg, dan persentase penurunannya adalah 23,4% dan 21,8 %. Jadi untuk mengurangi kandungan timbal dalam pensi, rendam dan masak dengan asam dengan jeruk nipis dan cuka. Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat mengikat ion logam dengan membentuk kompleks sehingga dapat menghilangkan ion logam yang terakumulasi dalam pensi.

Pada penelitian ini dilakukan perendaman dan perebusan dengan perlakuan yang berbeda, dimana asam yang digunakan adalah kapur dan asam asetat dengan konsentrasi (25% dan 12,5%) pada saat perendaman. Sedangkan asam yang digunakan pada saat pemasakan hanya jeruk nipis sebanyak 5% setiap kali pemasakan, kemudian sampel dimasak dengan waktu pemasakan 10 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit. Setelah dilakukan uji Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), hasil untuk perendaman asam dengan penambahan konsentrasi kapur 25% adalah 56,25 mg/kg dan konsentrasi 12,5% adalah 57,21 mg/kg, sedangkan untuk perendaman dengan penambahan konsentrasi cuka sebesar 25% adalah 54,73 mg/kg dan konsentrasi 12,5% adalah 56,75 mg/kg.

45 Persentase penurunan kadar cemaran Pb diperoleh untuk perendaman dengan penambahan kapur pada konsentrasi 25% adalah 23,4% dan pada konsentrasi 12,5% adalah 21,8%. Hasil penurunan kadar cemaran Pb untuk perebusan penambahan kapur 5% pada perebusan 10 menit sebesar 19,4%, perebusan 20 menit sebesar 26,4%, perebusan 25 menit sebesar 30,6%, dan perebusan 30 menit sebesar 35%. Kadar Pb pada pensi (Corbicula javanica) yang mendapat perlakuan perendaman dengan penambahan kapur konsentrasi 25%.

Kadar Pb pada pensa (Corbicula javanica) yang diberi perlakuan perebusan dan jeruk nipis 5% saat direbus selama 10 menit adalah 58,96 mg/kg, saat direbus selama 20 menit 53,85 mg/kg, saat direbus selama 25 menit 50,81 mg/kg kg dan direbus selama 30 menit adalah 47,55 mg/kg. Kajian pemanfaatan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) sebagai pengkhelat logam Pb dan Cd pada udang windu (Penaeus monodon).

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Tinjauan Biologi Pensi
    • Klasifikasi
    • Manfaat Pensi
    • Kandungan Pensi
  • Tinjauan Kimia Pb
    • Monografi Pb
    • Sumber Pb dalam Lingkungan
    • Identifikasi Pb
    • Penetapan Kadar Pb
  • Tinjauan Farmakologi Pb
    • Toksisitas Pb pada Manusia
    • Mekanisme Keracunan
    • Terapi keracunan Pb
  • Jeruk nipis
  • Asam Cuka
  • Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)
    • Prinsip Kerja Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)
    • Hubungan Absorban dengan Konsentrasi
    • Peralatan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)
    • Keunggulan dan Kelemahan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) .32
  • Waktu dan Tempat Penelitian
  • Alat dan Bahan
    • Alat
    • Bahan
  • Prosedur Penelitian
    • Pengambilan Sampel
    • Identifikasi Sampel
    • Pembuatan Larutan Pereaksi
    • Penyiapan Sampel
    • Susut Pengeringan
    • Destruksi Sampel
    • Pengukuran Kadar Pb pada Sampel dengan SSA
    • Pengolahan Data
  • Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Identifikasi spesimen yang dilakukan di Laboratorium Ekologi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas (UNAND) Padang, Padang menyatakan bahwa jenis spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Corbicula javanica. Kadar Pb pada paparan 20 ppm adalah 73,23 mg/kg, dan batas maksimum konsumsi Pb yang aman adalah 1,5 mg/kg. Kandungan Pb pada pensi yang diberi perlakuan perendaman asam dengan penambahan asam asetat pada konsentrasi 25% sebesar 55,25 mg/kg dan pada konsentrasi 12,5% sebesar 56,25 mg/kg, serta persentase reduksi sebesar 25,2% dan 22,5%.

Pembahasan

Menurut Afiati, (1994) logam berat Pb dapat terserap ke dalam tubuh cangkang karena berkaitan erat dengan habitat dan sifat biologis cangkang yaitu filter feeder. Kurangnya sifon pada pensi dapat menyebabkan cangkang pensi lebih terbuka di bawah air, sehingga pensi relatif tidak mampu mencegah kontak langsung dengan Pb. Reaksi antara bahan pengikat logam (cuka) dengan ion logam menyebabkan ion logam kehilangan sifat ioniknya dan mengakibatkan logam berat kehilangan sebagian besar toksisitasnya (Sarwono, 2001), sehingga asam asetat dan asam sitrat dapat digunakan sebagai pelarut logam berat Pb untuk menurunkan kadar cemaran Pb pada kandang.

Selain itu, sampel yang telah direndam dan direbus dengan asam kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk dijemur, menurut Badan Standardisasi Nasional (2006) tentang tahapan pengeringan produk basah untuk pengujian logam Pb pada produk ikan, tempatkan sampel basahi dalam wadah lalu ratakan dengan sendok plastik dan keringkan dalam oven selama 18 jam dengan suhu 1050C. Hal ini juga bisa dilakukan pada daging banci agar lebih mudah dan cepat saat pencernaan. Selain itu, metode ini sensitif dan waktu yang dibutuhkan relatif singkat dalam pengukuran logam berat dengan konsentrasi kecil (Khopkar, 1990).

Persentase penurunan kadar cemaran Pb untuk perendaman yang ditambah cuka pada konsentrasi 25% adalah 25,2% dan pada konsentrasi 12,5% adalah 22,5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada pengaruh lama perebusan terhadap penurunan kadar cemaran Pb pada kandang. Penurunan terbesar terjadi pada saat perebusan selama 30 menit, hal ini sesuai dengan penelitian Sari (2014) yang menyatakan bahwa semakin lama perebusan menggunakan larutan kapur semakin rendah kandungan logam Pb pada daging moluska.

Kadar Pb pada pensi (Corbicula javanica) dengan perlakuan perendaman ditambah cuka pada konsentrasi 25% adalah 56,25 mg/kg dan pada konsentrasi 12,5% adalah 57,21 mg/kg. Hasil analisis statistik Kruskal-Wallis nilai perendaman dan perebusan dengan penambahan asam terhadap penurunan cemaran Pb pada pensi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (P<0,05). Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti kadar cemaran logam berat lainnya di Pensi dengan menggunakan jenis asam yang berbeda dari penelitian ini.

Keanekaragaman Bivalvia dan Perannya Sebagai Bioindikator Logam Berat Kromium (Cr) di Perairan Kenjeran Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Kualitas air dan kandungan logam berat pada sedimen dan moluska dalam kaitannya dengan aktivitas antropogenik di Danau Maninjau. Hasil pengukuran serapan larutan standar Pb pada panjang gelombang 217,0 nm dengan lampu katoda berongga Pb.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Identifikasi Sampel

42 Pada penelitian ini sampel dipapar Pb selama 10 hari untuk mengetahui berapa banyak pence yang dapat menyerap logam Pb 20 ppm dan hasilnya 72,23 mg/kg, kandungan Pb ini menandakan telah terjadi akumulasi Pb pada pence. karena penyerapan Pb dari lingkungan air. Pengukuran menggunakan panjang gelombang 217,0 nm karena kandungan Pb dalam sampel sangat kecil dan pada panjang gelombang ini lebih sensitif terhadap sampel dengan kadar kecil. Penyusutan pengeringan dilakukan untuk memberikan batas (kisaran) maksimum mengenai jumlah senyawa yang hilang pada proses pengeringan dan diperoleh hasil sebesar 2,42%, logam Pb bersifat tahan panas sehingga tidak ada logam yang hilang selama pemanasan.

Berdasarkan hasil penelitian menggambarkan bahwa pensi dapat menyerap logam Pb dengan sangat baik, sehingga diperoleh kadar Pb yang tinggi, Pb bersifat racun bagi tubuh. Penurunan logam Pb kemungkinan disebabkan oleh lepasnya ikatan kompleks logam-protein, sehingga ion logam keluar dari daging pensi. Menurunkan kadar Pb dan Cd dengan menggunakan asam asetat pada daging asal Kupang Beras (Corbula faba).

Gambar 4. Identifikasi Sampel
Gambar 4. Identifikasi Sampel

Bagan Alur Penelitian

Penyiapan Sampel

Pembuatan Larutan Standar Pb

Destruksi Sampel

Alur Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Gambar Pensi (Corbicula javanica), Jeruk Nipis dan Asam Cuka

Seperangkat Alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Gambar Perlakuan Sampel

Pembuatan Kurva Kalibrasi

Perhitungan Kurva Kalibrasi

Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Pb

Penentuan Kadar Pb pada Pensi (Corbicula javanica)

Perhitungan Persentase Penurunan Kadar Cemaran Pb

Persentase Penurunan Kadar Pb

Hasil Susut Pengeringan

Uji Statistik

Hasil Pengukuran Absorban Larutan Standar Pb

Perhitungan Kalibrasi Larutan Standar Pb

Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Pb

Hasil Pengukuran Kadar Pb pada pensi

Perhitungan Persentase Penurunan Kadar Cemaran Pb

Susut Pengeringan

Perhitungan Statistik Normalitas Anova

Perhitungan Statistik Homogenitas Anova

Perhitungan Statistik Ranks Uji Kruskal-Wallis

Perhitungan Statistik Uji Kruskal-Wallis

Gambar

Gambar 4. Identifikasi Sampel
Gambar 5. Bagan Alur Penelitian Sampel Pensi
Gambar 7. Pembuatan Larutan Standar Pb Pb(NO3) 1000 ppm
Gambar 8. Destruksi Sampel Sampel Kering di
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Dalam Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia S.) Terhadap Kualitas Protein dan Total Mikroba Pada..

Dari hasil penelitian juga diperoleh data bahwa pengolahan talas melalui perendaman menggunakan larutan asam sitrat dan air perasan jeruk nipis mampu menurunkan kadar kalsium

Dari hasil penelitian juga diperoleh data bahwa pengolahan talas melalui perendaman menggunakan larutan asam sitrat dan air perasan jeruk nipis mampu menurunkan kadar kalsium

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Pada Kerang Bulu (Anadara antuquata) Setelah Perendaman dalam Larutan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia

Salah satunya merupakan vitamin C, penelitian ini bertujuan untuk Menentukan kadar vitamin C asam askorbat dalam sampel jeruk buah, jeruk nipis dan vitacimin secara titrasi iodimetri

Pada kelompok III Salep ekstrak etanol daun kirinyuh 15% memperlihatkan sel epitelisasi yang lebih baik dari kelompok kontrol A, serabut kolagen yang lebih padat dibandingkan kontrol

Hubungan penerapan pemantapan mutu internal dengan hasil pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam metode Ziehl-Neelsen pada diagnostik tuberkulosis paru di puskesmas Air Tawar yang

Kerangka Teori Manusia Pola Makan Obesitas Faktor Genetik Bahan Kimia dan Obat-obatan Penyakit dan infeksi pada pankreas Kadar gula dalam darah Pemeriksaan Glukosa Darah