• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Pendidikan Islam di Universiti Islam Negeri Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Skripsi Pendidikan Islam di Universiti Islam Negeri Jember"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana penerapan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al Quran di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Apa saja faktor pendukung penerapan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018? Apa faktor penghambat penerapan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al-Qur'an di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo tahun ajaran 2017/2018?

Tujuan Penelitian

Bagaimana solusi faktor penghambat penerapan metode tajwid Tahsin dalam pembelajaran Al Quran di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018? Untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat penerapan metode tajwid Tahsin dalam pembelajaran Al-Qur'an di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Untuk mendeskripsikan solusi faktor penghambat penerapan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al-Qur'an di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dan masukan bagi instansi terkait untuk meningkatkan dan mengembangkan program kegiatan pengajian Al-Quran, sehingga dapat memberikan perubahan yang lebih baik kepada para santrinya. Bagi pihak instansi yaitu IAIN Jember, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang pendidikan Al-Qur'an, yang terkait dengan metode yang digunakan dalam mempelajari Al-Qur'an, salah satunya adalah metode tahsin tilawah Al-Quran.

Definisi Istilah

Dalam pendidikan agama Islam, Al-Quran tentunya menjadi landasan terpenting dalam transmisi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar membaca Al-Quran sesuai kaidahnya. Sedangkan siswa yang telah mencapai taraf tahfidz akan mengembangkan pemahaman membaca Al-Qur'an melalui metode tafsir tahsin metode Al-Qur'an.

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

Tujuan mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar huruf yang keluar dari mulut lebih sesuai dengan keaslian huruf Al-Qur'an. Ramli, “Belajar dari Media dalam Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits”, Kopertais Jurnal Region dan Metode Penunjang.

Dengan kaedah tunjuk cara, guru atau murid menunjukkan kepada semua ahli kelas cara membaca al-Quran dengan betul. Selain itu, kaedah sokongan yang digunakan dalam pembelajaran Tahsin bacaan al-Quran adalah seperti berikut. Kemudian diterangkan cara membaca baris, titik, tasydid, panjang dan pendek, bagi membaca al-Quran dengan tepat dan betul.

Itu karena metode ini. merupakan metode dasar dalam belajar membaca Al-Qur'an. Berdasarkan tesis yang ditulis oleh Lynda Fitri Ariyanti pada tahun 2016, ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembelajaran membaca Al Quran dengan metode tahsin. Kemampuan membaca Al-Qur’an adalah keterampilan melafalkan setiap huruf dengan menugaskan pada huruf tersebut hak-haknya (sifat-sifat yang menyertainya seperti qolqolah dll) dan mustahaknya (perubahan bunyi suatu huruf jika dikaitkan dengan huruf lain). huruf seperti gunnah, idgham dll).

Maka kemampuan membaca Al-Qur'an sangat penting untuk dikuasai siswa karena hal ini merupakan syarat kelancaran proses belajar tahsin tilawah Al-Qur'an. Jika tidak mempunyai kemampuan membaca Al-Qur'an maka akan menjadi kendala dalam mempelajari Al-Qur'an. Namun tidak semua lembaga mampu menyediakan sarana prasarana yang diperlukan sehingga hal ini dapat menghambat keberhasilan proses pembelajaran Al-Quran.

Subyek Penelitian

Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini karena di Pondok Pesantren Nurul Hikam terdapat kegiatan pengajaran Al-Qur'an dengan menggunakan tehsin pengajian metode Al-Qur'an yang usianya hampir 1 tahun. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan metode pengajian tahsin, faktor pendukung dan faktor penghambat serta solusi dalam metode pengajian tahsin di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo. Dengan adanya informan tersebut peneliti bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keadaan santri selama penerapan metode tafsir tahsin dalam pengajaran Alquran, kemudian juga tentang faktor pendukung dan penghambat penerapan metode tahsin.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna suatu topik tertentu.” 52 Oleh karena itu, wawancara merupakan upaya memperoleh informasi secara lisan melalui interaksi langsung dengan dua orang atau lebih. . . Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti mengetahui secara pasti informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu, pada saat melakukan wawancara pengumpulan data, kami menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis, dan juga menyiapkan alternatif jawaban.

Wawancara jenis ini kami klasifikasikan ke dalam kategori wawancara mendalam, yang pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Dalam melakukan wawancara, peneliti harus mendengarkan baik-baik dan menuliskan apa yang disampaikan informan. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data, yang disusun secara sistematis dan lengkap.

Dengan tujuan ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al Quran di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo. Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memperoleh informasi dari berbagai sumber tertulis atau dokumen yang tersedia bagi informan atau tempat dimana informan tinggal atau melakukan aktivitasnya sehari-hari. Studi dokumen merupakan pelengkap penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.”54 Hal ini bertujuan untuk mencapai hasil penelitian yang lebih kredibel/dapat diandalkan.

Data kegiatan pengajian tahsin saat belajar Al-Qur'an di Pondok Pesantren Nurul Hikam.

Analisis Data

Keabsahan Data

Faktor kedua adalah kurangnya waktu yang diberikan untuk mempelajari bacaan Alquran. Bagaimana penerapan metode tajwid tahsin dalam pengajaran Al-Qur'an di Asrama Islam Nurul Hikam Situbondo. Apa saja faktor pendukung penerapan metode tajwid tahsin dalam pengajaran mengaji di Asrama Nurul Hikam Situbondo?

Apa saja faktor penghambat penerapan metode tajwid tahsin dalam pembelajaran Al Quran di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo? Bagaimana solusi faktor penghambat penerapan metode tajwid tahsin pada pembelajaran Al-Qur'an di Pondok? Materi apa saja yang sering dibahas dan diajarkan pada saat tahsin tilawah?

Tahapan Penelitian

PENYAJIAN DAN ANALISIS

Penyajian Data dan Analisis

Hal ini berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat membaca Al-Quran. Media yang digunakan dalam kegiatan tahsin hanya Al Quran dan kadang papan. Teknik yang biasa digunakan dalam tafsir Tahsin adalah teknik klasikal tatap muka (individu) dan individual.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa teknik dalam tahsin tilawah Al-Qur'an dilakukan dengan menggunakan teknik klasikal individual dan individual. Materi yang diajarkan dalam tahsin tilawah Al-Qur'an berkaitan dengan hukum-hukum tajwid, huruf-huruf Makharijul, hakikat huruf dan fashohahnya. Media yang digunakan dalam penyampaian materi tahsin adalah Al-Qur'an dan papan tulis.

Faktor pendukung dalam penerapan metode tilawah tahsin metode Al-Qur’an adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) dan faktor dari luar siswa (eksternal). Pernyataan di atas menunjukkan bahwa keinginan siswa tersebut muncul karena kondisi lingkungan di rumah yang mengharuskan mereka mampu membaca Al-Quran. Dikatakannya, faktor pendukung siswa dalam belajar mengaji adalah motivasi dari siswa itu sendiri.

Ustadz Maksum juga mengatakan, faktor penghambat pembelajaran Al Quran adalah kemalasan santri.

Gambar 1 : Pelaksanaan metode tahsin tilawah al-Qur’an
Gambar 1 : Pelaksanaan metode tahsin tilawah al-Qur’an

Pembahasan Temuan

Media yang digunakan dalam kegiatan tahsin ini adalah Al Quran dan papan tulis. Teknik membaca tahsin Al-Qur'an pada umumnya merupakan teknik klasikal individual dan individual. Secara keseluruhan dapat dikatakan hasil kegiatan tahsin pembacaan Al-Qur’an telah mencapai tujuan yaitu baik.

Tentu saja keberhasilan tersebut juga mengalami beberapa kendala yang menjadi faktor penghambat dalam kegiatan mengaji tehsin Al-Qur'an. Pembelajaran Al-Qur'an melalui metode tajwid tahsin yang dilakukan di Asrama Islam Nurul Hikam terdiri dari beberapa diskusi. Tujuan tahsin tilawah Al-Qur'an adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an.

Media yang digunakan untuk menyampaikan materi tahsin adalah Al-Qur'an dan tablet. Bagaimana metode pembelajaran tahsin tilawah Al-Qur'an bagi siswa yang belum lancar maupun yang sudah tahfidz. Apa saja faktor pendukung dan penghambat, serta solusi penerapan metode tajwid tahsin dalam Al-Qur'an.

PENUTUP

Saran

  • Pelaksanaan metode tahsin tilawah al-Qur’an
  • Penggunaan media papan tulis dalam kegiatan tahsin
  • Pelaksanaan metode tahsin teknik individual
  • Pelaksanaan metode tahsin teknik klasikal individual
  • Pemberian motivasi generasi Qur’ani
  • Santri lulus seleksi beasiswa tahfidz al-Qur’an

Berdasarkan temuan penelitian tentang “Penggunaan Metode Tahsin Tilawah dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo” dan dari kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang dapat diberikan khususnya bagi institusi yang menjadi subjek penelitian. dari penelitian ini. Pengembangan kegiatan Al-Quran di pesantren hendaknya terus kita tingkatkan, karena masih ada sebagian santri yang belum bisa membaca Al-Quran dengan baik, serta tetap tabah dan sabar dalam mendidik dan membimbing santri menjadi pribadi yang lebih baik. . Ketegasan terhadap siswa yang tidak hadir tanpa alasan harus ditingkatkan, agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam materi bacaan tahsin Alquran.

Santri harus memotivasi diri untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan Al-Quran di pesantren. Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits (Studi Pada Siswa Kelas IV MTs Miftahul Jannah).” Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Pada Attention Deficit Disorder Oleh Al -Metode Barqy berdasarkan analisis perilaku terapan".

Media Pembelajaran dalam Perspektif Al-Qur'an dan Al-Hadits", Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan. "Penerapan Metode Tahsin dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur'an di SMP Negeri 4 Ungaran Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2016/2017". “Upaya peningkatan kemampuan mengaji Al-Qur'an melalui metode Tahsin pada siswa kelas V SD Islam Terpadu Cahaya Ummat Bergas Kabupaten Semarang Tahun 2010."

Penyelenggaraan Kegiatan Tahsin Al-Qur'an untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Mahasiswa di Ma'had Sunan Ampel Al-Aly Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang."

Gambar

Gambar 1 : Pelaksanaan metode tahsin tilawah al-Qur’an
Gambar 2 : Penggunaan media papan tulis dalam kegiatan tahsin
Gambar 3 : Pelaksanaan metode tahsin teknik individual
Gambar 5 : Pemberian motivasi generasi Qur’ani

Referensi

Dokumen terkait

Berikutnya adalah adanya faktor-faktor penghambat dalam penerapan manajemen pendidikan di Perguruan Islam Al-Ulum Terpadu Medan, terutama tentang keberadaan Kepala

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efektivitas metode Iqro‟ dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al- Qur‟an, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam

Faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan metode role playing dalam pembelajaran akidah akhlak di MI Al-Fauziyah Surodadi Kedung Jepara Tahun Pelajaran 2018/2019,

Berdasarkan hasil wawancara dengan ustadz yang mengajarkan program pembelajaran tahsin dan tilawah faktor primer yang sangat dominan adalah motivasi dan keinginan

Implementasi Metode Wafa pada Pembelajaran Tahsin Al- Qur’an Implementasi metode wafa pada pembelajaran tahsin Al- Qur’an di SMAIT Harapan Umat Karawang yang telah dilakukan peneliti

2 Heni Hamdiyah Metode Pembelajaran Menghafal Alquran pada Tunanetra di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ”Yasinat” Kesilir Wuluhan Jember Sama-sama lokasi penelitiann ya di Yasinat

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendorong terjadinya perjanjian perkawinan adalah Faktor ekonomi yang meliputi harta kekayaan

jika para santri Kampung Tilawah meskipun telah meraih beberapa prestasi dalam bidang seni Qur‟ani tilawah Al-Qur‟an, mereka tetap istiqomah melakukan kebiasaan-kebiasaan positif, tidak