• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPO INJEKSI IM klinik pratama

N/A
N/A
Ghea Putri Hendriani

Academic year: 2023

Membagikan "SPO INJEKSI IM klinik pratama"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KLINIK LILY

SOP PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR No. Dokumen :

No. Revisi : 00 Halaman:

1/3 SPO

(Standar Prosedur Operasional)

Tanggal terbit : Ditetapkan Pimpinan,

dr. Agustinus Sutanto

Pengertian Pemberian obat melalui intra muskular merupakan pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot dengan menggunakan spuit.

Tujuan a. Pemberian obat dengan intramuscular bertujuan agar absorpsi obat lebih cepat dibanding dengan pemberian secara subcutan karena lebih banyaknya suplai darah di otot tubuh .

b. Untuk memasukkan dalam jumlah yang lebih besar dibanding obat yang diberikan melalui subcutan.

c. Pemberian dengan cara ini dapat pula mencegah atau mengurangi iritasi obat. Namun perawat harus berhati-hati dalam melakukan injeksi secara intramuscular karena cara ini dapat menyebabkan luka pada kulit dan rasa nyeri dan rasa takut pada pasien.

Kebijakan Kebijakan Direktur nomor : /UN18.RS/DIR/SPO/2019 Tentang pemberian Obat Intramuskular

Prosedur 1. Cuci tangan

2. Letakkan alat dan bahan di meja troli 3. Menggunakan sarung tangan

4. Siapkan obat dari ampul/vial

5. Posisikan pasien: Bantu pasien posisi terlentang, lateral atau telungkup tergantung lokasi yang dipilih. Jika ventrogluteal, posisikan pasien terlentang dengan lutut ditekuk (fleksi) atau posisi lateral dengan

tungkai atas ditekuk atau telungkup dengan posisi jari kaki mengarah ke dalam.

6. Pilih, cari dan bersihkan lokasi :

a. Pilih lokasi jauh dari lesi kulit, nyeri tekan, pembengkakan, kekerasan, inflamsi lokal dan otot yang sering dipakai.

b. Tentukan apakah ukuran otot untuk jumlah obat yang akan disuntikkan

(2)

KLINIK LILY

SOP PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR No. Dokumen :

No. Revisi : 00 Halaman:

2/3 SPO

(Standar Prosedur Operasional)

Tanggal terbit : Ditetapkan Pimpinan,

dr. Agustinus Sutanto c. Cari lokasi yang tepat untuk penyuntikan

d. Bersihkan dengan swab alkohol dengan gerakan melingkar mulai dari bagian tengah ke perifer-mengarah ke luar sampai 5 cm.

e. Pindahkan dan pegang swab diantara jari ketiga dan keempat tangan yang tidak dominan atau letakkan dinampan biarkan area tersebut mengering.

7. Buka tutup jarum tanpa mengkontaminasi jarum dengan cara menariknya dengan cepat.

8. Pastikan obat dan dosis sudah benar

9. Pastikan obat tidak menetes dan mengenai jarum sebelum disuntikkan.

Bila menetes ganti jarum jarumnya.

10. Suntikkan obatnya :

a. Genggam dan cubit area yang mengelilingi lokasi penyuntikan atau renggangkan kulit pada lokasi tersebut sesuai dengan kebutuhan b. Pegang spuit diantara ibu jari dan jari telunjuk seperti memegang

pena dan tusukkan jarum pada kulit dengan sudut 90 derajat

c. Aspirasi dengan menahan spuit dengan tangan tidak dominan dan tarik pendorong spuit dengan tangan dominan Anda

d. Tarik jarum bila muncul darah dalam spuit buang dan siapkan injeksi baru

11. Suntikkan obat secara perlahan-lahan dan stabil jika darah tidak muncul dalam spuit saat aspirasi.

12. Teknik jalur – Z :

a. Tarik kulit ke satu sisi, ke arah bawah atau lateral sekitar 2,5 cmdengan menggunakan tangan yang tidak dominan

b. Suntikkan obat dengan teknik udara pengunci pada sudut 90 derajat

(3)

KLINIK LILY

SOP PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR No. Dokumen :

No. Revisi : 00 Halaman:

3/3 SPO

(Standar Prosedur Operasional)

Tanggal terbit : Ditetapkan Pimpinan,

dr. Agustinus Sutanto c. Tahan jarum pada tempatnya selama 10 detik

d. Tarik jarum dan lepaskan kulit

13. Tarik jarum secara perlahan-lahan dan stabil sambil menahan pada bagian penghubung antara tabung spuit dan jarum. Dengan tangan yang tidak dominan, tahan permukaan kulit dengan kapas usap untuk memberikan tarikan sehingga netral pada lokasi tersebut

14. Tekan lokasi tersebut secara ringan dengan spons kering dan bila ada perdarahan, lanjutklan penekanan sampai perdarahan berhenti. Jangan dipijat.

Buang jarum tanpa tutup dan spuit pada tempat yang seharusnya.

Unit Terkait

Semua Unit Layanan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ranitidin injeksi yang diduga mampu menghambat aktivitas analgetik oleh tramadol injeksi yang diujikan pada mencit

tulisan ini dikaji tentang Injeksi Total Ajaib Pada Graf Hutan F. Kata kunci : injeksi total ajaib (TMI), label terbesar, defisiensi

Kebanyakan graf hanya memiliki injeksi titik ajaib saja atau injeksi sisi

36 SPO-FAR-PRO-36 DOKUMEN PRODUKSI INDUK PEMBUATAN ALKOHOL 50 % 37 SPO-FAR-DPO-37 PELAYANAN OBAT DAN ALKES DI DEPO BEDAH DAN MATA 38 SPO-FAR-PRO-38 DOKUMEN PRODUKSI INDUK

SPO ASESMEN awal

Pedoman pengorganisasian & pelayanan panitia PPI : SPO identifikasi peralatan yang kadaluwarsa MANAJEMEN PENGGUNAAN

Revisi 00 Halaman 1 dari 1 SPO Tanggalterbit 07 Maret 2016 Ditetapkan, Direktur RSUD

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan beberapa parameter laju injeksi qi maka semakin tinggi laju injeksi qi maka akan mempersedikit jumlah CO2 untuk diinjeksikan dan dapat