• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Penjenamaan di Era Digital

N/A
N/A
NA al hafizi

Academic year: 2024

Membagikan "Strategi Penjenamaan di Era Digital"

Copied!
362
0
0

Teks penuh

(1)

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/379311944

BRANDING STRATEGY DI ERA DIGITAL

Book · March 2024

CITATIONS

6

READS

4,107

16 authors, including:

Liza Yuliana

6PUBLICATIONS   12CITATIONS    SEE PROFILE

Acai Sudirman

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung 126PUBLICATIONS   1,342CITATIONS   

SEE PROFILE

Prima Rini

Universitas Mitra Indonesia Bandar Lampung Indonesia 6PUBLICATIONS   9CITATIONS   

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Aditya Wardhana on 27 March 2024.

The user has requested enhancement of the downloaded file.

(2)
(3)
(4)

i

BRANDING STRATEGY DI ERA DIGITAL

Rio Nardo, S.E., M.M.

Liza Yuliana, S. Ds., M.M.

Kania Ratnasari, S.T., M.IB.

Jeffry Nugraha, S.T., M.M.

Anne Lasminingrat, S.E., M.M.

Hero Wirasmara Kusuma, S.E., M.M.

Meydy Fauziridwan, S.M.B., M.M.

Acai Sudirman, S.E., M.M.

Andri Winata, S.E., M.Sc.

Ali Imron, M.Si.

Dr. Agus Nursalim, M.T.

Anggraini Syahputri, S.S.T., M.M.

Ir. Prima Rini Metri Oktavianti, M.M.

Liza Zulbahri, S.E., M.M.

Alfis Yuhendra, S.P., M.Si.

Dr. (Cand). Aditya Wardhana, S.E., M.Si., M.M., CHRMP, CIRP, CHRA, CPP, CHRBP

PENERBIT CV. EUREKA MEDIA AKSARA

(5)

ii

BRANDING STRATEGY DI ERA DIGITAL

Penulis : Rio Nardo, S.E., M.M.│ Liza Yuliana, S. Ds., M.M.

Kania Ratnasari, S.T., M.IB.│ Jeffry Nugraha, S.T., M.M.│ Anne Lasminingrat, S.E., M.M.│ Hero Wirasmara Kusuma, S.E., M.M.│ Meydy Fauziridwan, S.M.B., M.M.│ Acai Sudirman, S.E., M.M.│ Andri Winata, S.E., M.Sc.│ Ali Imron, M.Si.│ Dr. Agus Nursalim, M.T.│ Anggraini Syahputri, S.S.T., M.M.│ Ir. Prima Rini Metri Oktavianti, M.M.│ Liza Zulbahri, S.E., M.M.│

Alfis Yuhendra, S.P., M.Si.│ Dr. (Cand). Aditya Wardhana, S.E., M.Si., M.M., CHRMP, CIRP, CHRA, CPP, CHRBP

Editor : Ash Shadiq Egim, S.E., M.M.

Desain Sampul : Eri Setiawan

Tata Letak : Salsabela Meiliana Wati ISBN : 978-623-120-459-2 No. HKI : EC00202426744

Diterbitkan oleh: EUREKA MEDIA AKSARA, MARET 2024 ANGGOTA IKAPI JAWA TENGAH NO. 225/JTE/2021

Redaksi :

Jalan Banjaran, Desa Banjaran RT 20 RW 10 Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga Telp. 0858-5343-1992

Surel: [email protected] Cetakan Pertama : 2024

Eureka Media Aksara bekerjasama dengan Kolaborasi Buku Eureka

All right reserved

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya tanpa seizin tertulis dari penerbit.

(6)

iii KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat ALLAH SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan buku yang berjudul Branding Strategy Di Era Digital.

Branding strategy di era digital semakin penting untuk membantu proses pengambilan keputusan strategis. Merek dalam era digital memiliki ciri khas dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Dalam konteks digital, merek tidak hanya terbatas pada elemen-elemen fisik seperti logo atau produk, melainkan juga melibatkan interaksi online, keterlibatan di media sosial, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Dengan semakin banyaknya bisnis yang memasuki ranah digital, persaingan online semakin ketat. Merek yang kuat dapat membedakan bisnis dari pesaing dan menarik perhatian konsumen di tengah kebisingan digital. Dengan demikian perlu strategi dalam membangun merek pada era digital.

Pembahasan dalam buku ini meliputi konsep dasar merek, merek di era digital, manajemen branding, strategi pengembangan merek, membangun ekuitas merek (brand equity) pada era digital, merancang value pada merek (brand value), brand awareness, brand trust dan brand attitude, membangun brand image pada era digital, brand performance dan brand loyalty, strategi rebranding, komunikasi dalam branding, membina hubungan pelanggan di era digital, : e- wom, green brand dan digital branding strategy.

Pembahasan materi dalam buku ini telah disusun secara sistematis dengan tujuan memudahkan pembaca. Buku ini dihadirkan sebagai bahan referensi bagi praktisi, akademisi, terkhusus mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah yang berhubungan dengan pemasaran dan merek di erak digital ataupun siapa saja yang ingin mendalami lebih jauh. Terbitnya buku ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para pembaca mengenai konsep Branding Strategy Di Era Digital.

(7)

iv

Penulis merasa bahwa Buku ini jauh dari sempurna, oleh karena itu segala masukan baik berupa saran maupun kritik yang membangun sangat diharapkan. Semoga buku ini dapat memberikan sumbangsih bagi kepustakaan di Indonesia dan bermanfaat bagi kita semua.

Purbalingga, Maret 2024

(8)

v DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

BAB 1 KONSEP DASAR MEREK ... 1

A. Pendahuluan ... 1

B. Pengertian Brand atau Merek ... 2

C. Fungsi Merek ... 3

D. Menentukan Nama Merek ... 5

E. Elemen Merek... 8

F. Jenis-jenis Merek ... 9

G. Branding ... 10

H. Peran Merek dalam Pemasaran ... 12

I. Kesimpulan... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 15

TENTANG PENULIS ... 17

BAB 2 URGENSITAS MEREK DI ERA DIGITAL ... 18

A. Pendahuluan ... 18

B. Pemasaran di Era Digital ... 19

C. Persaingan di Era Digital... 21

D. Pentingnya Merek dalam Era Digital. ... 22

E. Digitalisasi Branding ... 25

F. Tantangan Merek pada Era Digital ... 27

G. Kesimpulan... 29

DAFTAR PUSTAKA ... 31

TENTANG PENULIS ... 32

BAB 3 MANAJEMEN MEREK ... 33

A. Pendahuluan ... 33

B. Merek ... 34

C. Manajemen Merek ... 35

D. Tujuan Manajemen Merek ... 41

E. Fungsi Manajemen Merek ... 41

F. Prinsip Brand Management ... 42

G. Manfaat Manajemen Merek ... 45

H. Strategi Manajemen Merek ... 47

(9)

vi

I. Kesimpulan ... 48

DAFTAR PUSTAKA ... 49

TENTANG PENULIS ... 51

BAB 4 STRATEGI PENGEMBANGAN MEREK ... 52

A. Pendahuluan ... 52

B. Konsep Merek (Brand Concept) ... 54

C. Citra Merek (Brand Image) ... 57

D. Identitas Merek (Brand Identity) ... 61

E. Perbedaan Identitas Merek (Brand Identity) dan Citra Merek (Brand Image) ... 69

F. Proses Mengelola Ekuitas Merek ... 71

G. Strategi Pengembangan Merek ... 77

H. Kesimpulan ... 86

DAFTAR PUSTAKA ... 88

TENTANG PENULIS ... 89

BAB 5 MEMBANGUN EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) PADA ERA DIGITAL ... 90

A. Pendahuluan ... 90

B. Pengertian Ekuitas Merek ... 91

C. Manfaat Dan Fungsi Ekuitas Merek ... 95

D. Elemen-Elemen Ekuitas Merek ... 98

E. Cara Meningkatakan Ekuitas Merek ... 102

F. Platform Digital Sebagai Alat Untuk Meningkatkan Ekuitas Merek ... 103

G. Kesimpulan ... 104

DAFTAR PUSTAKA ... 106

TENTANG PENULIS ... 107

BAB 6 MERANCANG VALUE PADA MEREK (BRAND VALUE) ... 108

A. Pendahuluan ... 108

B. Pengertian Brand Value... 112

C. Memahami Konsep Brand Value ... 115

D. Manfaat Brand Value untuk Bisnis... 118

E. Merancang Brand Value. ... 123

F. Meningkatkan Brand Value ... 126

G. Kesimpulan ... 134

(10)

vii

DAFTAR PUSTAKA ... 137

TENTANG PENULIS ... 140

BAB 7 BRAND AWARENESS ... 141

A. Pendahuluan ... 141

B. Pengertian Brand Awareness ... 141

C. Manfaat Brand Awareness ... 142

D. Indikator Brand Awareness ... 144

E. Cara Brand Awareness Menciptakan Nilai ... 146

F. Elemen Brand Awareness ... 147

G. Cara Melningkatkan Brand Awarelnelss ... 147

H. Tips Melningkatkan Brand Awarelnelss mellaluli Konteln Instagram ... 151

I. Kesimpulan... 155

DAFTAR PUSTAKA ... 156

TENTANG PENULIS ... 157

BAB 8 BRAND TRUST DAN BRAND ATTITUDE ... 158

A. Pendahuluan ... 158

B. Kunci Utama Brand ... 161

C. Langkah-Langkah Meningkatkan Brand Trust ... 164

D. Brand Attitude ... 166

E. Mengelola Brand Attitude ... 168

F. Kesimpulan... 169

DAFTAR PUSTAKA ... 171

TENTANG PENULIS ... 175

BAB 9 MEMBANGUN BRAND IMAGE PADA ERA DIGITAL ... 176

A. Pendahuluan ... 176

B. Perkembangan Konsep Brand Image ... 178

C. Memahami Brand Image dalam Konteks Digital ... 187

D. Strategi Membangun Brand Image yang Efektif ... 188

E. Pentingnya Kehadiran Online untuk Brand image ... 190

F. Menggunakan Media Sosial untuk Membangun Brand Image ... 193

G. Mengukur Keberhasilan Brand Image di Era Digital .. 195

H. Kasus Sukses Peningkatan Brand Image ... 197

I. Tatangan Membangun Brand Image di Era Digital ... 200

(11)

viii

J. Memelihara dan Mengembangkan Brand Image di

Era Digital ... 201

K. Kesimpulan ... 208

DAFTAR PUSTAKA ... 210

TENTANG PENULIS ... 219

BAB 10 BRAND PERFORMANCE & BRAND LOYALTY ... 220

A. Pendahuluan ... 220

B. Pengertian Brand Loyalty ... 221

C. Aspek - aspek Brand Loyalty ... 222

D. Brand Performance ... 227

E. Kesimpulan ... 234

DAFTAR PUSTAKA ... 236

TENTANG PENULIS ... 238

BAB 11 STRATEGI REBRANDING ... 239

A. Pendahuluan ... 239

B. Rebranding ... 241

C. Strategi Rebranding ... 246

D. Strategi Meningkatkan Omzet ... 249

E. Cara Membangun rebranding yang Efektif ... 252

F. Kesimpulan ... 253

DAFTAR PUSTAKA ... 255

TENTANG PENULIS ... 257

BAB 12 KOMUNIKASI DALAM BRANDING ... 258

A. Pendahuluan ... 258

B. Komunikasi Dalam Branding ... 260

C. Implementasi Teori Komunikasi dalam Branding ... 262

D. Teori Komunikasi Media ... 264

E. Komunikasi Lintas Budaya ... 265

F. Brand dan Branding ... 268

G. Praktik Komunikasi Brand ... 269

H. Brand Extension ... 269

I. Kesimpulan ... 270

DAFTAR PUSTAKA ... 272

TENTANG PENULIS ... 273

(12)

ix BAB 13 MEMBINA HUBUNGAN PELANGGAN DI ERA

DIGITAL ... 274

A. Pendahuluan ... 274

B. Membina Hubungan Pelanggan Di Era Digital ... 275

C. Pemasaran Berbasis Lokasi ... 283

D. Kesimpulan... 285

DAFTAR PUSTAKA ... 286

TENTANG PENULIS ... 287

BAB 14 E-WOM ... 288

A. Pendahuluan ... 288

B. Pengertian E-WOM ... 289

C. Perbedaan WOM dan e- WOM ... 292

D. Pentingnya e-WOM di Era Digital ... 293

E. Manfaat e-WOM Dalam Pemasaran ... 295

F. Faktor pendorong e-WOM ... 297

G. Hambatan dalam implementasi E-WOM ... 299

H. E-WOM dalam Branding di Era Digital ... 300

I. Kesimpulan... 301

DAFTAR PUSTAKA ... 303

TENTANG PENULIS ... 304

BAB 15 GREEN BRAND ... 305

A. Pendahuluan ... 305

B. Defenisi dan Konsep Greend Brand ... 306

C. Manfaat dan Keuntungan Green Brand ... 308

D. Pendekatan dan Strategi Green Branding... 312

E. Strategi Membangun dan Mengelola Green Brand ... 316

F. Tantangan dan Hambatan dalam Mengimplementasikan Green brand ... 318

G. Kesimpulan... 320

DAFTAR PUSTAKA ... 322

TENTANG PENULIS ... 324

BAB 16 DIGITAL BRANDING STRATEGY ... 325

A. Pendahuluan ... 325

B. Bentuk-Bentuk Digital Branding Strategy ... 326

C. Membangun Digital Branding Strategy ... 336

D. Kesimpulan. ... 342

(13)

x

DAFTAR PUSTAKA ... 343 TENTANG PENULIS ... 346

(14)

xi DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1. Logo Indomie ... 1

Gambar 3. 1. Piramida Kesadaran Merek (Brand awareness) ... 43

Gambar 4. 1. Fenomena Iceberg kekuatan merek (ekuitas merek) ... 74

Gambar 4. 2. Penerapan Key Visual, Key Word dan Key Sound Merek Ligna ... 75

Gambar 4. 3. Ikatan Emosi Konsumen pada Merk “Harley- Davidson” ... 75

Gambar 4. 4. Produk Komoditas dan Produk dengan Ekuitas Merek ... 76

Gambar 4. 5. Pengukuran Nilai Aset Merek (Sumiati et all., 2016: 19) ... 77

Gambar 4. 6. Proses Pengembangan Merk (Brand Development) ... 79

Gambar 4. 7. Analogi Corong Pengambilan Keputusan Konsumen ... 81

Gambar 4. 8. Perjalanan keputusan konsumen ... 82

Gambar 4. 9. Strategi Merek ... 83

Gambar 4. 10. Strategi Aktivasi Penguatan Merek ... 85

Gambar 7. 1. Pramida Brand Awarenessa ... 144

Gambar 8. 1. The Branding Cycle ... 160

Gambar 9. 1. Periode Perkembangan Konsep Brand Image ... 182

Gambar 9. 2. Elemen Kunci Pembentuk Brand Image... 186

Gambar 9. 3. Strategi Membangun Brand image yang Efektif... 190

Gambar 11. 1. Skema Penurunan Aset Perusahaan ... 246

Gambar 11. 2. Skema Strategi peningkatan omzet ... 249

Gambar 12. 1. Aspek Brand Communication ... 261

Gambar 12. 2. Model Kajian Branding ... 263

Gambar 14. 1. e-WOM ... 290

Gambar 16. 1. Bentuk-Bentuk Digital Branding Strategy ... 335

Gambar 16. 2. Membangun Digital Branding Strategy ... 342

(15)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1. Karakteristik brand dan branding ... 61

Tabel 4. 2. Peran Citra Merek dan Peran Identitas Merek ... 63

Tabel 4. 3. Warna Simbol Perusahaan ... 65

Tabel 4. 4. Perbedaan Slogan dan Tagline ... 67

Tabel 4. 5. Perbedaan Identitas Merek dan Citra Merek ... 69

Tabel 4. 6. Elemen Proses Ekuitas Merek ... 73

Tabel 7. 1. Dampak Positif dan Dampak Negatif ... 143

Tabel 12. 1. Faktor Kredibilitas Komunikator ... 259

(16)

1

BAB

1

KONSEP DASAR MEREK Rio Nardo, S.E., M.M.

Universitas Binawan

A. Pendahuluan

Ada banyak merek yang bermunculan saat ini. Sebagian besar merek bersaing untuk menjadi terkenal di dunia. Ketika suatu merek menjadi terkenal di dunia tentu akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Salah satu merek terkenal di dunia adalah merek asal Indonesia yang diproduksi oleh Indofood CBP, anak perusahaan dari perusahaan Indonesia Indofood. Sebagai brand yang memproduksi mie instan, Indomie sukses memasuki pasar dunia. Perusahaan pemilik merek Indomie, Indofood, berhasil menjadi produsen mie instan terbesar di dunia, dengan 16 pabrik yang memproduksi 15 miliar bungkus Indomie setiap tahunnya. Produk Indomie telah diekspor ke lebih dari 60 negara di dunia. (Fauziyah, 2022).

Gambar 1. 1. Logo Indomie Sumber : (www.indomie.com, 2019)

KONSEP DASAR

MEREK

(17)

2

Merek memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah usaha, dan kepentingannya mencakup berbagai aspek, baik dari perspektif konsumen maupun bisnis.

Merek memberikan identitas unik kepada produk, layanan, atau perusahaan. Ini membantu konsumen mengidentifikasi dan membedakan merek tersebut dari pesaing di pasar yang seringkali ramai. Dengan diferensiasi yang jelas, merek dapat menonjol dan menarik perhatian konsumen. Merek yang kuat membantu membangun kesadaran merek di antara konsumen.

Sebuah merek yang dikenali dengan baik dapat membuat konsumen lebih cenderung memilih produk atau layanan tersebut saat mereka berada di tahap pengambilan keputusan.

Merek sebagai sebuah logo, simbol atau penamaan dari sebuah bisnis atau usaha sangat penting untuk di daftarkan secara resmi, agar si pengusaha atau si pebisnis ini punya dasar hukum ketika brand usahanya di pakai atau di salah gunakan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab (Erniwati, 2023).

Merek yang memiliki reputasi baik cenderung membangun kepercayaan di antara konsumen. Konsumen yang merasa percaya terhadap suatu merek lebih cenderung menjadi pelanggan setia. Kepercayaan dan loyalitas ini dapat membantu mempertahankan basis pelanggan dan meningkatkan retensi.

Dalam lingkungan bisnis yang penuh dengan banyak pilihan, merek dapat memberikan panduan dan memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian bagi konsumen. Merek yang dikenal dengan baik dapat memberikan kepercayaan dan meminimalkan risiko pembelian.

B. Pengertian Brand atau Merek

Menurut Kusuma et al., (2020) merek adalah suatu nama, istilah, desain, simbol atau apapun yang berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi suatu produk, apakah itu barang atau jasa, dan sesuatu yang membedakan penjual yang satu dengan penjual yang lain. Menurut Keller (2013) merek adalah nama, istilah, tanda, symbol atau desain, atau kombinasi dari itu semua, yang di maksudkan untuk mengidentifikasi barang dan

(18)

3 jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakan mereka dari persaingan. Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa (Sekretariat Negara, 2001). Menurut Alma (2021) Merek adalah tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu barang atau jasa tertentu, yang dapat berupa kata-kata, gambar, atau kombinasi keduanya.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, symbol atau desain, atau kombinasi dari itu semua untuk mengidentifikasi barang dan jasa dari satu penjual atau kelompok yang memberikan identitas tertentu untuk membedakan mereka dari persaingan. Menciptakan kesadaran merek dengan meningkatkan keakraban merek melalui paparan berulang dan hubungan yang kuat dengan kategori produk yang sesuai adalah langkah pertama yang penting dalam membangun ekuitas merek. (Kotler, Philip, 2018).

C. Fungsi Merek

Merek menjadi aset yang menciptakan value bagi pelanggan dan meningkatkan kepuasan dengan menjaga kualitas Kartajaya (2010). Menurut Lauren dalam (Guo et al., 2011) enam fungsi merek seperti berikut ini:

1. Penyederhanaan. Merek memungkinkan konsumen untuk mengidentifikasi produk yang berbeda dengan cepat dengan produk yang sama kategori dan membeli langsung yang dibeli secara rutin merek tanpa mengevaluasi kembali alternatif-alternatifnya.

2. Jaminan. Konsumen lebih cenderung membeli merek terkenal, untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.

3. Spesialisasi. Merek tertentu merupakan sinonim dari merek tertentu atribut fisik atau imajinasi dan merupakan sesuatu penawaran “unik” yang tersedia di pasar.

(19)

4

4. Personalisasi. Konsumen mengekspresikan posisi sosialnya melalui pemilihan merek tertentu dan merek tersebut mewakili kepribadian dan sosial mereka.

5. Fungsi afektif. Konsumen merasakan kegembiraan, kegembiraan dan kepuasan melalui aktivitas berbelanja.

6. Diferensiasi. Merek dapat membedakan banyak hal produk dan mampu mengungkapkan hal yang tersirat kualitas layanan.

Selain itu merek memiliki berbagai fungsi yang penting bagi perusahaan dan konsumen. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari merek:

1. Identifikasi: Fungsi utama dari merek adalah memberikan identifikasi unik kepada produk, layanan, atau perusahaan.

Nama merek, logo, dan elemen-elemen merek lainnya membantu konsumen mengenali dan membedakan suatu produk dari produk pesaing.

2. Diferensiasi: Merek membantu dalam diferensiasi, yaitu membuat produk atau layanan tampak berbeda dan lebih menarik dibandingkan dengan produk atau layanan sejenis dari pesaing. Dengan menciptakan citra yang unik, merek dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan dirinya di pasar.

3. Kesadaran Merek: Merek membantu membangun kesadaran di antara konsumen. Merek yang dikenal dengan baik cenderung mendapatkan lebih banyak perhatian dan lebih mudah diingat oleh konsumen, yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian.

4. Penghargaan dan Loyalitas Konsumen: Merek yang kuat dapat membangun penghargaan dan loyalitas dari konsumen. Konsumen yang memiliki pengalaman positif dengan suatu merek cenderung memilih merek tersebut kembali dalam pembelian berikutnya dan bahkan dapat menjadi pelanggan setia.

5. Basis untuk Ekstensi Produk: Merek yang sukses dapat menjadi landasan untuk perluasan lini produk atau layanan.

Konsumen yang telah mempercayai suatu merek lebih

(20)

5 cenderung mencoba produk baru yang diluncurkan di bawah merek yang sama.

6. Pengaruh pada Pengambilan Keputusan: Merek dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan konsumen.

Merek yang memiliki reputasi baik atau citra positif dapat memberikan kepercayaan kepada konsumen dan membantu mereka merasa lebih yakin saat memutuskan untuk membeli.

7. Komunikasi Nilai dan Citra: Merek menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai, citra, dan pesan perusahaan kepada konsumen. Melalui elemen-elemen merek seperti iklan, promosi, dan desain, perusahaan dapat mengkomunikasikan identitas dan nilai mereknya.

8. Perlindungan Hukum: Merek yang terdaftar memberikan perlindungan hukum kepada pemilik merek. Pemegang merek memiliki hak eksklusif untuk menggunakan mereknya dan dapat mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang menyalahgunakan atau meniru merek tersebut.

Secara keseluruhan, merek bukan hanya sekadar nama atau logo melainkan aset strategis yang dapat memengaruhi persepsi konsumen, memotivasi pembelian, dan memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Fungsi-fungsi ini bersama- sama menciptakan fondasi untuk keberhasilan merek di pasar.

D. Menentukan Nama Merek

Menentukan nama merek merupakan langkah penting dalam proses branding karena nama merek akan menjadi identitas yang melekat dan dikenali oleh konsumen. Berikut adalah beberapa panduan dan langkah-langkah yang dapat membantu Anda menentukan nama merek yang efektif:

1. Pahami Tujuan dan Nilai Merek: Pahami dengan jelas tujuan merek Anda dan nilai-nilai yang ingin Anda sampaikan kepada konsumen. Nama merek seharusnya mencerminkan identitas, misi, dan visi perusahaan.

2. Pahami Target Pasar: Ketahui siapa target pasar Anda.

Pertimbangkan preferensi dan ekspektasi konsumen yang

(21)

6

akan menjadi audiens utama merek Anda. Pastikan nama merek dapat resonansi dengan target pasar tersebut.

3. Unik dan Membedakan: Pilih nama yang unik dan dapat membedakan merek Anda dari pesaing. Hindari menggunakan nama yang sudah ada di industri atau yang mirip dengan merek lain untuk menghindari kebingungan konsumen.

4. Mudah Diucapkan dan Diingat: Pilih nama yang mudah diucapkan dan diingat. Nama merek yang sulit dieja atau diucapkan dapat menghambat kemampuan konsumen untuk mencari atau berbicara tentang merek Anda.

5. Relevan dengan Industri atau Produk: Pastikan nama merek relevan dengan industri atau jenis produk atau layanan yang Anda tawarkan. Ini dapat membantu konsumen memahami dengan cepat apa yang Anda tawarkan.

6. Hindari Singkatan yang Tidak Jelas: Hindari penggunaan singkatan atau akronim yang tidak jelas, kecuali jika singkatan tersebut sudah umum dikenal dan terkait dengan merek Anda

7. Cek Ketersediaan dan Hak Kekayaan Intelektual: Sebelum mengonfirmasi nama merek, pastikan bahwa nama tersebut tersedia dan dapat diakses secara hukum. Periksa apakah nama merek telah didaftarkan atau terlindungi oleh hak kekayaan intelektual.

8. Perhatikan Aspek Global dan Budaya: Jika rencana Anda adalah untuk berkembang secara global, pastikan bahwa nama merek tidak memiliki konotasi negatif atau tidak sesuai dengan budaya di pasar target Anda.

9. Periksa Ketersediaan Domain: Jika rencana Anda mencakup kehadiran online, pastikan bahwa domain situs web dengan nama merek tersebut masih tersedia. Ini akan memudahkan konsumen untuk menemukan dan mengakses merek Anda secara online.

10. Uji Respons dan Resonansi: Sebelum memutuskan nama definitif, uji respons dan resonansi nama merek dengan kelompok sasaran atau orang terdekat Anda. Dapatkan

(22)

7 umpan balik untuk memastikan bahwa nama merek memiliki daya tarik dan positif.

11. Evaluasi Potensial Perkembangan Merek: Pertimbangkan kemungkinan perluasan merek di masa depan. Nama merek sebaiknya dapat menampung perkembangan produk atau layanan tambahan tanpa kehilangan relevansi atau daya tarik.

Menurut (Beryl.S, 2022) terdapat empat langkah yang dapat dilakukan ketika hendak menentukan nama brand, diantaranya:

1. Brainstorm For Names.

Melakukan brainstorming dapat memberikan Anda inspirasi untuk menentukan nama. Terdapat berbagai sumber inspirasi kata yang dapat digunakan sebagai ide nama brand Anda. Misalnya, bersumber dari kata dasar dalam kamus, gabungan dua atau lebih kata, kata dasar yang dibuat salah eja, inisial founder hingga kata dari bahasa asing. Ketika melakukan brainstorming, Anda perlu memastikan bahwa nama yang akan dipilih mudah diingat.

Pastikan juga bahwa nama tersebut mudah untuk diucapkan dan tidak memiliki arti yang negatif. Dan yang terpenting, Anda perlu memeriksa kembali apakah nama yang Anda pilih tersedia untuk digunakan sebagai domain dan tidak melanggar hak cipta.

2. Check For Clarity

Periksa kembali kesesuaian nama brand yang akan digunakan dengan apa yang bisnis Anda ingin tawarkan.

Nama dapat menggambarkan tujuan bisnis secara jelas, terselubung, lewat nilai-nila yang ditawarkan atau bahkan secara abstrak. Hal ini dapat berpengaruh terhadap upaya trademarking dan budget yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan bisnis Anda kepada konsumen.

3. Think About The Future.

Perlu dipertimbangkan apakah nama brand yang dipilih dapat bertahan dengan perubahan bisnis yang akan terjadi di masa depan. Pertimbangkan kesesuaian nama yang

(23)

8

dipilih dengan kemungkinan-kemungkinan perkembangan bisnis seperti kehadiran produk baru, lini bisnis baru atau merger.

4. Dont Overthink It.

Memilih nama memang menjadi hal yang krusial, namun jangan takut dan overthinking dalam menentukannya. Setiap nama yang dipakai dalam bisnis tidak akan langsung besar dan terkenal. Strategi yang dilakukan untuk membangun bisnislah yang membuat nama brand Anda dikenal dan familiar di telinga konsumen.

Perlu diingat bahwa menentukan nama merek adalah keputusan strategis yang dapat berdampak jangka panjang.

Lakukan riset dan pertimbangan dengan cermat untuk memastikan bahwa nama merek Anda mencerminkan dengan baik identitas dan tujuan merek Anda.

E. Elemen Merek

Merek terdiri dari beberapa elemen penting, seperti nama, logo, simbol, karakter, kemasan, dan slogan. Elemen merek dimengerti sebagai informasi verbal dan nonverbal yang ada untuk mengidentifikasi dan membedakan produk produk.

Keller (2013 ) menjelaskan bahwa ada enam kriteria dalam pemilihan brand elements, yaitu:

1. Memorability: bentuk elemen merek harus dengan mudah dikenali dan dapat dengan mudah diingat kembali.

2. Meaningfulness: dapat dijabarkan dengan jelas arti dari elemen merek tersebut secara deskriptif dan juga secara persuasif tentang hubungan-nya terhadap sebuah produk.

3. Likable: bentuk, warna atau nama harus dirumuskan secara menarik agar dapat mendapat perhatian konsumen dan juga memiliki nilai estetika yang baik.

4. Transferable: sebuah elemen merek sebaiknya bisa digunakan untuk kepentingan bisnis yang lebih besar lagi, sebagai contoh brand extension atau line extension. Sebuah elemen merek juga harus dapat digunakan lintas geografi.

(24)

9 5. Adaptability: kriteria kelima untuk elemen merek adalah memiliki lintas waktu yang fleksible, atau dapat dengan mudah dilakukan pembaharuan atau update.

6. Protectability: setelah melakukan pemilihan elemen merek, maka hasil pilihan tersebut harus dilindungi secara hukum maupun citra kompetitif secara internasional.

F. Jenis-jenis Merek

Ada beberapa jenis merek yang dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan strategi pemasaran mereka.

Berikut adalah beberapa jenis merek yang umum:

1. Merek Produk: Merek produk adalah merek yang terkait dengan produk spesifik. Contohnya adalah merek smartphone, merek sepatu, atau merek laptop. Merek produk membantu konsumen mengidentifikasi dan memilih produk tertentu di dalam kategori yang lebih besar.

2. Merek Layanan: ermasuk maskapai penerbangan, perusahaan telekomunikasi, atau penyedia layanan keuangan. Merek layanan memfokuskan perhatian pada pengalaman pelanggan dan kualitas layanan.

3. Merek Korporat (Corporate Brand): Merek korporat mencakup identitas merek dari perusahaan secara keseluruhan. Ini dapat mencakup reputasi perusahaan, nilai-nilai, dan citra yang ingin disampaikan perusahaan kepada konsumen dan pemangku kepentingan.

4. Merek Distraktif (Distraction Brand): Merek distraktif adalah merek yang diluncurkan oleh perusahaan untuk menangkap pangsa pasar yang mungkin akan hilang ke pesaing. Ini dapat membantu perusahaan melibatkan konsumen di segmen harga yang lebih rendah tanpa merusak citra merek utama.

5. Merek Premium: Merek premium dikenal dengan kualitas dan harga yang lebih tinggi. Strategi merek ini bertujuan untuk menciptakan citra produk atau layanan yang eksklusif dan mewah, menargetkan segmen pasar yang lebih mampu membayar harga premium.

(25)

10

6. Merek Generik (Generic Brand): Merek generik sering kali tidak fokus pada merek itu sendiri, melainkan lebih pada kategori produk atau layanan secara umum. Ini mungkin mencakup merek produk atau layanan dengan nama yang deskriptif seperti "produk laundry" atau "sepatu olahraga."

7. Merek Bersama (Co-Branding): Merek bersama adalah kolaborasi antara dua atau lebih merek yang bekerja sama untuk menciptakan produk atau layanan baru. Contoh co- branding adalah Nike dan Apple bekerja sama untuk menghasilkan produk seperti Nike+.

G. Branding

Branding adalah serangkaian kegiatan dan strategi yang dilakukan untuk menciptakan, membangun, dan mengelola merek agar mencapai tujuan bisnis tertentu. Ini melibatkan sejumlah elemen, termasuk identitas merek, citra merek, pesan merek, dan interaksi merek dengan konsumen. Branding bukan hanya tentang menciptakan logo atau nama yang menarik, tetapi juga melibatkan upaya untuk membentuk persepsi positif di benak konsumen. Menurut (Neumeier, 2013) branding adalah segala upaya atau program yang dirancang untuk meningkatkan nilai atau menghindari komoditisasi dengan membangun merek yang berbeda. Branding adalah memberi kekuatan brand pada produk dan layanan. Akan tetapi, branding itu sendiri juga tidak sebatas diferensiasi produk, namun juga berkaitan dengan merek dagang, ciri visual, kredibilitas, persepsi, logo, citra, kesan, karakter dan juga anggapan dari konsumen itu sendiri atas produk tersebut (Kotler, Philip, 2018). Berikut adalah beberapa aspek utama yang terkait dengan branding:

1. Identitas Merek: Identitas merek mencakup elemen-elemen visual dan auditif seperti logo, nama merek, tagline, warna, dan desain. Ini membentuk fondasi untuk citra merek dan membantu konsumen mengidentifikasi dan membedakan merek dari pesaing.

(26)

11 2. Citra Merek: Citra merek adalah gambaran mental yang dimiliki konsumen tentang merek tersebut. Citra ini dipengaruhi oleh pengalaman konsumen, iklan, desain merek, dan persepsi publik terhadap merek.

3. Pesan Merek: Pesan merek mencakup pesan atau narasi yang ingin disampaikan oleh merek kepada konsumen. Pesan ini mencerminkan nilai-nilai merek, manfaat produk atau layanan, dan identitas merek secara keseluruhan.

4. Nilai Merek: Nilai merek mencakup nilai-nilai atau prinsip yang diusung oleh merek. Ini dapat mencakup kualitas, keandalan, inovasi, keberlanjutan, atau nilai-nilai lain yang penting bagi konsumen.

5. Pengalaman Pelanggan: Pengalaman pelanggan adalah bagian integral dari branding. Setiap interaksi konsumen dengan merek, mulai dari pembelian hingga layanan pelanggan, dapat mempengaruhi citra merek dan kesetiaan konsumen.

6. Kesinambungan Merek: Branding melibatkan menciptakan kesinambungan merek yang konsisten di seluruh platform dan titik kontak dengan konsumen. Konsistensi membantu membangun kepercayaan dan stabilitas merek.

7. Diferensiasi: Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, branding mencakup usaha untuk membuat merek tampak berbeda dan lebih menarik dibandingkan dengan pesaing.

Diferensiasi dapat berupa fitur produk, nilai unik, atau strategi pemasaran kreatif.

8. Manajemen Merek: Manajemen merek melibatkan pengembangan dan pelaksanaan strategi untuk merawat, melindungi, dan meningkatkan nilai merek. Ini termasuk pengelolaan risiko reputasi dan pengawasan eksekusi merek di berbagai saluran.

9. Inovasi Merek: Branding juga melibatkan kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Merek yang inovatif dapat mempertahankan daya tariknya dan tetap relevan di mata konsumen.

(27)

12

10. Komunikasi Merek: Komunikasi merek melibatkan berbagai saluran, termasuk iklan, media sosial, acara promosi, dan lainnya. Komunikasi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan merek dengan jelas dan membangun keterlibatan konsumen.

Branding bukanlah proses yang statis; ini adalah upaya berkelanjutan untuk membangun dan memelihara hubungan antara merek dan konsumen. Keberhasilan branding tergantung pada konsistensi, pemahaman mendalam tentang target pasar, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.

H. Peran Merek dalam Pemasaran

Merek memainkan peran yang sangat penting dalam strategi pemasaran suatu produk atau layanan. Berikut adalah beberapa peran kunci yang dimainkan merek dalam pemasaran:

1. Identifikasi dan Diferensiasi: Merek membantu mengidentifikasi dan membedakan suatu produk atau layanan dari pesaing di pasar. Ini memberikan cara yang jelas bagi konsumen untuk mengenali dan memilih produk yang diinginkan.

2. Pembentukan Kesadaran dan Pengenalan: Merek membantu membangun kesadaran merek di antara konsumen. Sebuah merek yang dikenali dengan baik akan lebih mudah diingat dan diidentifikasi, membantu meningkatkan pengenalan merek di pasar.

3. Penghargaan dan Loyalitas Pelanggan: Merek yang kuat dapat membangun penghargaan dan loyalitas dari konsumen. Konsumen yang puas dengan merek cenderung tetap setia, membuat merek memiliki pelanggan setia yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

4. Fasilitasi Pengambilan Keputusan: Merek membantu memfasilitasi pengambilan keputusan konsumen. Konsumen yang sudah mengidentifikasi dan mempercayai merek tertentu akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan pembelian.

(28)

13 5. Peningkatan Nilai Produk atau Layanan: Merek yang kuat dapat memberikan nilai tambah kepada produk atau layanan. Konsumen sering bersedia membayar lebih untuk merek yang dianggap memiliki kualitas dan reputasi yang baik.

6. Daya Tarik dan Pembeda: Merek yang menarik dapat menjadi daya tarik utama bagi konsumen. Strategi pemasaran merek mencakup menciptakan elemen-elemen yang membuat merek menonjol dan berbeda dari pesaing.

7. Perluasan Produk dan Peluang Bisnis: Merek yang sukses dapat menjadi landasan untuk perluasan lini produk atau layanan. Konsumen yang telah mempercayai suatu merek lebih cenderung mencoba produk baru yang diluncurkan di bawah merek yang sama.

8. Pengaruh atas Keputusan Pembelian: Merek dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Merek yang memiliki reputasi baik atau citra positif dapat menjadi faktor penentu dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui peran-peran ini, merek membantu perusahaan membangun hubungan positif dengan konsumen, meningkatkan kesadaran merek, dan menciptakan keunggulan kompetitif di pasar. Oleh karena itu, strategi pemasaran harus selaras dengan identitas dan nilai merek agar mencapai hasil yang optimal.

I. Kesimpulan

Merek mempunyai pengaruh yang sangat penting atas keberhasilan sebuah usaha yang mencakup berbagai aspek, baik dari perspektif konsumen maupun bisnis. Merek memberikan identitas unik kepada produk, layanan, atau perusahaan. Ini membuat konsumen terbantu dalam mengidentifikasi dan membedakan merek tersebut dari pesaing di pasar yang seringkali ramai. Dengan diferensiasi yang jelas, merek dapat menonjol dan menarik perhatian konsumen. Merek yang kuat membantu membangun kesadaran merek di antara konsumen.

Sebuah merek yang dikenali dengan baik akan membuat

(29)

14

konsumen lebih cenderung memilih produk atau layanan tersebut saat mereka berada di tahap pengambilan keputusan.

Merek membuat diferensiasi yaitu membuat produk atau layanan tampak berbeda dan lebih menarik dari produk atau layanan pesaing. Dengan menciptakan citra yang unik, merek dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan dirinya di pasar. Selain itu merek membantu membangun kesadaran di antara konsumen. Menentukan nama merek sebuah langkah penting dalam proses branding karena akan menjadi identitas yang melekat dan dikenali oleh konsumen.

(30)

15 DAFTAR PUSTAKA

Alma, B. (2021) Manajemen Pemasaran dan Pemasaran jasa. Bandung:

Alfabeta.

Beryl.S, M. (2022) Strategi Memilih Nama Brand Agar Melekat di Hati

Konsumen. Available at:

https://www.marketeers.com/strategi-memilih-nama- brand-agar-melekat-di-hati-konsumen/.

Erniwati (2023) Haruskah Daftar Merek? Simak Pentingnya Pendaftaran Merek Untuk Melindungi Brand Usaha Anda. Available at:

https://ntb.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita- utama/5539-haruskah-daftar-merek-simak-pentingnya- pendaftaran-merek-untuk-melindungi-brand-usaha-

anda#:~:text=Merek sebagai sebuah logo%2C simbol,pihak yang tidak bertanggung jawab.

Fauziyah, R.N. (2022) Daftar Brand Terkenal di Dunia, Salah Satunya

dari Indonesia, Lho! Available at:

https://www.gramedia.com/best-seller/brand-terkenal-di- dunia/.

Guo, X. et al. (2011) ‘Consumer perceptions of brand functions: An empirical study in China’, Journal of Consumer Marketing, 28(4), pp. 269–279. Available at:

https://doi.org/10.1108/07363761111143169.

Kartajaya, H. (2010) Brand Operation. Jakarta: Erlangga.

Keller, K.L. (2013) Strategic Brand Management ; Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Fourth Edition Harlow. English:

Pearson Education Inc.

Kotler, Philip, K.L.K. (2018) Manajemen Pemasaran edisi 12 Jilid 1& 2.

12th edn. Jakarta: PT. Indeks.

Kusuma, A.H.P. et al. (2020) Brand Management: Esensi, Posisi dan Strategi. Medan: Yayasan Kita Menulis.

(31)

16

Neumeier, M. (2013) The Dictionary of Brand. USA: Almaden Press.

Available at: https://www.uc.ac.id/branding-adalah- pengertian-dan-fungsinya/#:~:text=Branding adalah aktivitas yang dilakukan,nama%2C desain%2C maupun simbol.

Sekretariat Negara (2001) ‘Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001’, in. Jakarta.

Www.indomie.com (2019) About Indomie. Available at:

https://www.indomie.com/homepage.

(32)

17 TENTANG PENULIS

Rio Nardo, S.E., M.M.

Universitas Binawan

Lahir di Padang, 29 Desember 1990. Penulis menyelesaikan S1 pada tahun 2012 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbankan Indonesia, Program Studi Manajemen. Pada tahun 2013 penulis terpilih menjadi relawan guru program Sekolah Guru Indonesia dan ditugaskan di daerah 3T yaitu Ujung Kulon, Desa Batuhideung dan Desa Cisiih, Pandeglang – Banten dan selesai akhir tahun 2014. Setelah mengabdi menjadi relawan guru, penulis melanjutkan pendidikan Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Program Studi Magister Manajemen.

Penulis pernah mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbankan Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP dan akftif sebagain dosen LB di Universitas Terbuka tetapi saat ini penulis merupakan salah satu dosen tetap pada program studi manajemen Universitas Binawan. Penulis merupakan salah satu pemenang hibah penelitian yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2021. Penulis sudah menerbitkan beberapa buku di antaranya: Perilaku Inovatif SDM dalam Organisasi (Kajian Teoritis dan Praktis), Human Capital Management, Manajemen Risiko, Transformasi Sumber Daya Manusia dalam Era Digital dan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Selain aktif menulis, penulis juga aktif menjadi pembicara tingkat Nasional.

(33)

18

BAB

2

URGENSITAS MEREK DI ERA DIGITAL Liza Yuliana, S. Ds., M.M.

Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat

A. Pendahuluan

Perkembangan digitalisasi sangat pesat dan memiliki dampak besar di berbagai sektor kehidupan. Beberapa tren utama yang terkait dengan perkembangan digitalisasi saat ini melibatkan teknologi terkini, transformasi digital, dan perubahan dalam cara kita bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Banyak perusahaan yang sedang atau telah menjalani transformasi digital. Ini melibatkan adopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, dan merespons lebih cepat terhadap perubahan pasar. Pengguna semakin terlibat dengan teknologi digital melalui platform media sosial, aplikasi mobile, dan pengalaman online yang ditingkatkan. Ini menciptakan tantangan baru sekaligus peluang untuk perusahaan dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Perkembangan teknologi membantu kita memperoleh informasi dengan cepat. Teknologi membantu manusia mengembangkan kreativitas dalam pemasaran dan penjualan. Pemasaran produk mengalami peningkatan dengan menggunakan teknologi terkini. Manusia menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dengan keterlibatan teknologi (Ayesha et al., 2022).

Merek dalam era digital memiliki ciri khas dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Dalam konteks digital, merek tidak hanya terbatas pada elemen-elemen

URGENSITAS MEREK DI ERA

DIGITAL

(34)

19 fisik seperti logo atau produk, melainkan juga melibatkan interaksi online, keterlibatan di media sosial, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Dengan semakin banyaknya bisnis yang memasuki ranah digital, persaingan online semakin ketat. Merek yang kuat dapat membedakan bisnis dari pesaing dan menarik perhatian konsumen di tengah kebisingan digital. Media sosial memainkan peran penting dalam keterlibatan konsumen. Merek yang aktif dan responsif di platform-media sosial memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen, mendengarkan umpan balik, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik.

B. Pemasaran di Era Digital

Terdapat beberapa pengertian pemasaran di era digital atau dikenal juga dengan digital marketing, menurut Ayesha et al. (2022) digital marketing merupakan suatu kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk dengan menggunakan media digital atau internet. Digital marketing adalah aktivitas mempromosikan dan menawarkan pasar melalui media digital secara online dengan menggunakan berbagai sarana seperti jejaring sosial (Purwana et al., 2017).

Menurut Sanjaya and Tarigan (2016) kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords ataupun jejaring sosial.

Pemasaran di era digital melibatkan penggunaan teknologi digital dan platform online untuk mencapai tujuan pemasaran. Dalam konteks ini, digitalisasi telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen, mempromosikan produk atau layanan, dan mengukur efektivitas kampanye pemasaran. Berikut adalah beberapa aspek kunci pemasaran di era digital:

1. Pemasaran Konten: Konten digital menjadi pusat dari strategi pemasaran di era digital. Ini mencakup pembuatan

(35)

20

dan distribusi konten seperti artikel, blog, video, infografis, dan podcast untuk menarik dan mengedukasi audiens target.

2. Media Sosial: Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan lainnya menjadi saluran penting untuk berinteraksi dengan konsumen. Merek menggunakan media sosial untuk membangun hubungan, mempromosikan merek, dan mendengarkan umpan balik konsumen.

3. SEO (Search Engine Optimization): SEO adalah praktik untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat suatu situs web di hasil mesin pencari. Merek menggunakan SEO untuk memastikan kontennya mudah ditemukan oleh calon pelanggan di mesin pencari seperti Google.

4. SEM (Search Engine Marketing): SEM mencakup penggunaan iklan berbayar di mesin pencari, seperti Google Ads. Iklan ini muncul di bagian atas atau samping hasil pencarian organik dan dapat membantu merek mendapatkan eksposur lebih cepat.

5. Email Marketing: Email marketing tetap menjadi strategi pemasaran yang efektif. Merek menggunakan email untuk mengirim promosi, informasi produk, dan konten yang disesuaikan kepada pelanggan mereka.

6. Pemasaran Influencer: Pemasaran influencer melibatkan kolaborasi dengan individu atau tokoh yang memiliki pengaruh di media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan. Ini dapat membantu merek mencapai audiens yang lebih besar dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

7. Chatbot dan Kecerdasan Buatan: Penggunaan chatbot dan kecerdasan buatan di situs web dan aplikasi membantu dalam memberikan layanan pelanggan yang lebih baik dan responsif. Merek dapat menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan rekomendasi, dan memberikan dukungan melalui otomatisasi.

(36)

21 8. Pemasaran Berbasis Lokasi: Dengan menggunakan teknologi GPS, merek dapat menyajikan konten atau promosi yang relevan berdasarkan lokasi geografis pelanggan. Ini dapat meningkatkan relevansi dan respons konsumen.

9. Pemasaran Video: Video telah menjadi elemen penting dalam strategi pemasaran digital. Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram menawarkan peluang untuk menciptakan konten video yang menarik dan berbagi cerita merek.

10. E-commerce dan Pemasaran Online: E-commerce dan pemasaran online menjadi pusat strategi pemasaran.

Platform e-commerce, iklan produk online, dan strategi penjualan digital membantu merek mencapai target pasar mereka secara global.

11. Keterlibatan Pelanggan: Pemasaran digital berfokus pada keterlibatan pelanggan. Merek berupaya membangun komunitas online, merespons umpan balik pelanggan, dan menciptakan pengalaman yang positif untuk mempertahankan dan menarik pelanggan baru.

Perlu diingat bahwa pemasaran di era digital bukanlah tugas yang statis; itu melibatkan penyesuaian dan evolusi seiring perkembangan teknologi dan perubahan tren konsumen. Merek yang berhasil di era digital adalah yang dapat berinovasi, berkomunikasi secara efektif, dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan di dunia digital.

C. Persaingan di Era Digital

Kondisi persaingan usaha di era digitalisasi sangat dinamis dan cenderung lebih intensif dibandingkan dengan era sebelumnya. Perkembangan teknologi dan akses luas ke internet telah mengubah lanskap bisnis, menciptakan peluang baru sekaligus meningkatkan tingkat persaingan di berbagai sektor.

Digitalisasi membuka pintu bagi bisnis untuk bersaing secara global. Perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar dalam mencapai pasar global melalui platform online. Ini menghasilkan persaingan yang lebih luas dan beragam.

(37)

22

Konsumen memiliki akses mudah ke informasi melalui internet.

Mereka dapat membandingkan produk, harga, dan ulasan pelanggan dengan cepat. Oleh karena itu, bisnis harus memberikan nilai tambah dan berfokus pada diferensiasi untuk menonjol di tengah informasi yang melimpah.

Pertumbuhan e-commerce telah meningkatkan persaingan di sektor ritel. Perusahaan tradisional bersaing dengan e-commerce, dan banyak bisnis yang beralih ke model penjualan online untuk memanfaatkan pasar yang lebih luas.

Selain itu teknologi mempercepat laju inovasi produk dan layanan. Perusahaan yang dapat terus berinovasi memiliki keunggulan dalam persaingan. Pelanggan seringkali tertarik pada produk atau layanan yang menghadirkan solusi baru atau pengalaman yang lebih baik. Kemudahan akses ke sumber daya teknologi telah memunculkan banyak startup dan bisnis digital baru. Mereka dapat bersaing dengan perusahaan tradisional dengan model bisnis yang lebih fleksibel dan inovatif.

Perhatian terhadap keamanan dan privasi data konsumen semakin meningkat. Bisnis yang dapat memberikan jaminan keamanan data dan mengelola privasi konsumen dengan baik memiliki keunggulan kompetitif. Pengalaman pelanggan menjadi faktor kunci dalam persaingan. Perusahaan yang dapat memberikan pengalaman pelanggan yang menyenangkan, mulai dari pencarian produk hingga layanan pelanggan, memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan dan menarik pelanggan. Dengan kondisi persaingan yang terus berubah di era digitalisasi, bisnis harus fleksibel, responsif, dan fokus pada pengembangan strategi yang relevan dengan lingkungan bisnis yang dinamis. Pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen dan tren pasar adalah kunci untuk meraih keunggulan kompetitif.

D. Pentingnya Merek dalam Era Digital.

Menurut Wibowo (2021) manfaat yang didapat dalam membangun sebuah digital branding diantaranya menjalin interaksi yang baik antar pengguna/pelanggan, mempermudah

(38)

23 pengguna dalam mengingat suatu brand, memperluas koneksi brand, yang paling terpenting adalah mem-Viralkan bisnis anda.

Dengan demikian pebisnis akan sangat mudah menjangkau seluruh pelosok tujuan pemasaran. Dikutip dari Wisnu (2021) brand awareness sebagai salah satu elemen penting dari merek dapat dilakukan dengan proses yang lebih cepat melalui platform digital. Dengan kondisi tersebut, sebuah brand yang sudah cukup dikenal selama puluhan tahun di ranah offline, barangkali menjadi tidak dikenal di ranah online atau setidaknya kalah bersaing dengan yang baru tetapi lebih dulu eksis di ranah digital. Karena itu penting bagi suatu merek untuk hadir secara online dengan memanfaatkan berbagai platform yang tersedia, mulai dari website, marketplace, bahkan media sosial untuk mempertahankan merek yang sudah dikenal oleh masyarakat. Hadirnya platform e-commerce atau marketplace pun menjadi kanal yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai fitur yang disajikan, seperti pencarian serta pemberian rating dan review, memberikan nilai yang sangat penting bagi merek.

Perilaku konsumen ketika mencari produk atau merek, yakni melakukan penelusuran di mesin pencari atau melakukan marketplace. Penelusuran yang dilakukan alih-alih untuk membeli barang ketika ingin bertransaksi secara offline, konsumen juga mencari referensi produk yang dicari. Dengan demikian, saat datang ke toko, konsumen telah mendapatkan informasi dan langsung menuju produk atau brand yang dipilih.

Merek sangat penting, bahkan semakin mendesak di era digital ini. Berikut adalah beberapa urgensi merek yang tinggi dalam konteks era digital:

1. Peningkatan Persaingan Online: Dengan semakin banyaknya bisnis yang memasuki ranah digital, persaingan online semakin ketat. Merek yang kuat dapat membedakan bisnis dari pesaing dan menarik perhatian konsumen di tengah kebisingan digital.

2. Keterlibatan Konsumen Melalui Media Sosial: Media sosial memainkan peran penting dalam keterlibatan konsumen.

Merek yang aktif dan responsif di platform-media sosial

(39)

24

memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen, mendengarkan umpan balik, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik.

3. Kepercayaan dan Reputasi Online: Kepercayaan konsumen sangat penting dalam lingkungan digital. Merek yang dapat membangun reputasi positif online lebih cenderung menarik dan mempertahankan pelanggan. Kepercayaan ini dapat berdampak langsung pada keputusan pembelian konsumen.

4. Kenyamanan dan Aksesibilitas: Merek yang hadir secara online memberikan kenyamanan dan aksesibilitas bagi konsumen. Dengan kehadiran digital, konsumen dapat mengakses informasi, melakukan pembelian, dan berinteraksi dengan merek kapan saja dan di mana saja.

5. Analisis Data dan Pengambilan Keputusan yang Diberdayakan: Era digital memungkinkan merek untuk mengumpulkan data konsumen yang signifikan. Merek yang memahami cara menggunakan data ini untuk menginformasikan keputusan pemasaran dan bisnis dapat menciptakan strategi yang lebih efektif dan responsif.

6. Pemasaran Digital yang Terukur: Merek dapat menggunakan strategi pemasaran digital yang terukur untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Analisis data dapat memberikan wawasan tentang kinerja kampanye, perilaku konsumen, dan ROI pemasaran secara keseluruhan.

7. Eksplorasi Pemasaran Baru: Era digital membuka pintu bagi berbagai platform dan teknik pemasaran baru. Merek yang inovatif dapat menjelajahi pemasaran influencer, pemasaran konten, dan strategi pemasaran online lainnya untuk mencapai audiens yang lebih luas.

8. Pemahaman Konsumen yang Lebih Mendalam: Melalui data dan analisis, merek dapat memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam. Pemahaman ini memungkinkan merek untuk menyesuaikan strategi pemasaran, menyediakan konten yang lebih relevan, dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik.

(40)

25 Dengan demikian, merek di era digital tidak hanya menjadi alat untuk membedakan diri dari pesaing, tetapi juga menjadi kunci untuk membangun keterlibatan konsumen, kepercayaan, dan keberlanjutan bisnis. Merek yang memahami dinamika digital dan meresponsnya dengan baik dapat mendapatkan keuntungan kompetitif yang signifikan.

E. Digitalisasi Branding

Merek-merek terkemuka seperti Apple, Nike, dan Coca- Cola telah menunjukkan bahwa digitalisasi branding adalah kunci untuk mengikuti jejak kesuksesan merek. Menurut Andrew Davies, ia menyatakan bahwa digital branding adalah proses menciptakan, membuat, mengelola, dan mempromosikan merek tertentu melalui platform digital.

Sedangkan, pakar lain, Erika Napoletano, menyebutkan jika digital branding adalah proses penyatuan identitas merek di seluruh platform digital yang ada untuk menciptakan sinergi dan konsistensi (Pamungkas, 2023). Menurut DeLane (2017) digital branding adalah kegiatan membangun cerita brand dan presence ke konsumen secara online. Dalam kegiatan ini, biasanya terdapat konten yang konsisten di beberapa platform digital. Kegiatan branding ini membantumu membangun hubungan yang penuh makna dengan target audiensmu.

Jadi digitalisasi branding mengacu pada penggunaan teknologi digital dan platform online untuk membangun, mengelola, dan memperkuat identitas merek secara keseluruhan. Ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan merek, mulai dari strategi pemasaran hingga interaksi pelanggan. Berikut adalah beberapa aspek utama dari digitalisasi branding:

1. Pembangunan Identitas Digital: Identitas merek tidak hanya mencakup elemen-elemen tradisional seperti logo, warna, dan slogan, tetapi juga aspek-aspek digital seperti desain situs web, tata letak aplikasi, dan estetika media sosial.

Membangun identitas digital yang konsisten dan menarik adalah kunci dalam digitalisasi branding.

(41)

26

2. Prisensi Online: Digitalisasi branding melibatkan kehadiran merek secara online melalui situs web resmi, akun media sosial, dan platform online lainnya. Merek harus memastikan bahwa identitas dan pesan merek termanifestasi dengan baik di seluruh platform digital yang digunakan.

3. Pemasaran Konten Digital: Merek dapat menggunakan pemasaran konten digital untuk menyampaikan pesan merek, menceritakan cerita merek, dan membangun hubungan dengan audiens. Ini mencakup pembuatan dan distribusi konten yang relevan, informatif, dan menarik melalui berbagai kanal online.

4. Interaksi Media Sosial: Media sosial adalah platform kunci dalam digitalisasi branding. Merek dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, merespons pertanyaan, dan mendengarkan umpan balik. Pemberdayaan media sosial untuk menciptakan komunitas yang aktif dan terlibat adalah bagian integral dari strategi branding.

Digitalisasi branding bukan hanya tentang berpindah ke dunia online, tetapi juga tentang memahami bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk memperkuat identitas merek dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif dalam lingkungan digital yang terus berkembang. Keterlibatan Sosial juga berkontribusi pada kredibilitas merek. Dalam pencitraan merek digital, harus mempertimbangkan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan fokus pada transparansi dan kepercayaan. Jika Anda memperhatikan pengikut Anda dan merespons secara autentik, secara alami Anda akan meningkatkan kredibilitas Anda.

Manfaat digital branding bagi organisasi yaitu menempatkan merek sebagai yang terdepan. Memahami bagaimana teknologi saat ini bersatu untuk mengembangkan pengalaman luar biasa bagi pelanggan, klien, prospek, pasien, dan konsumen Anda adalah langkah pertama untuk membangun merek digital yang kuat. Menggabungkan teknologi-teknologi ini untuk membangun hubungan dengan audiens target Anda sangat penting untuk pelaksanaan

(42)

27 branding digital Anda. Karena konsumen saat ini menggunakan platform digital (yaitu pencarian online, media sosial, aplikasi seluler, dll.) untuk membantu keputusan pembelian mereka, membangun merek digital yang kuat akan meningkatkan akuisisi pelanggan, perolehan prospek, konsumsi konten, dan kesadaran merek. Contoh saat membeli mobil. Selama proses ini, Anda dapat melakukan banyak riset untuk membuat keputusan sebelum berbicara dengan dealer mobil. Saat Anda memutuskan untuk memasuki gedung tersebut, Anda kini memiliki lebih banyak informasi dan persepsi Anda terhadap merek akan memandu Anda melalui proses ini. Inilah alasan mengapa digital branding sangat penting bagi bisnis Anda. Pelanggan akan mendapat lebih banyak informasi tentang merek (DeLane, 2017).

Memasukkan teknologi baru, seperti branding digital, telah memberikan manfaat yang signifikan bagi bisnis dengan meningkatkan jangkauan dan visibilitas mereka. Startup di berbagai sektor semakin banyak yang mengadopsi digital branding karena hemat biaya dan lebih luas jangkauan audiens.

Pencitraan merek digital memungkinkan pelanggan untuk mengidentifikasi dan memilih produk tertentu dibandingkan pesaing dengan memberikan isyarat visual (Sharma et al., 2023).

F. Tantangan Merek pada Era Digital

Membangun merek di era digital membawa sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar dapat sukses dan terkoneksi secara efektif dengan audiens yang semakin terhubung secara online. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam membangun merek di era digital:

1. Ketidakpastian Perubahan Teknologi: Teknologi terus berkembang, dan merek harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut. Kemajuan dalam kecerdasan buatan, algoritma pencarian, dan platform media sosial dapat memengaruhi cara merek berinteraksi dengan audiens dan memerlukan strategi yang terus diperbarui

(43)

28

2. Kepastian Privasi dan Keamanan: Tantangan privasi dan keamanan data menjadi semakin signifikan. Kebijakan privasi yang berubah, peraturan baru (seperti GDPR), dan kekhawatiran konsumen terkait keamanan data dapat mempengaruhi cara merek mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan informasi pelanggan.

3. Fluktuasi Algoritma Media Sosial: Algoritma platform media sosial sering berubah, mempengaruhi distribusi konten dan visibilitas merek. Merek harus terus memahami dan beradaptasi dengan perubahan ini untuk mempertahankan keterlibatan dan jangkauan yang optimal.

4. Keterlibatan Pelanggan yang Berubah: Perubahan perilaku dan preferensi konsumen online dapat memengaruhi keterlibatan merek. Merek harus terus memahami perilaku pelanggan, mengidentifikasi tren konsumen, dan menyajikan konten yang relevan.

5. Kelebihan Informasi dan Kebisingan Digital: Kelebihan informasi di era digital dapat membuat merek sulit untuk menonjol di tengah kebisingan digital. Merek perlu menciptakan konten yang menarik dan memiliki nilai tambah untuk menarik perhatian pelanggan di tengah informasi yang melimpah.

6. Krisis Reputasi Online: Dalam era digital, berita buruk atau komentar negatif dapat dengan cepat menyebar dan berdampak pada reputasi merek. Merek harus memiliki strategi kesiapan krisis dan manajemen reputasi online untuk mengatasi situasi yang tidak diinginkan.

7. Kecepatan Perubahan Tren dan Selera Konsumen: Tren dan selera konsumen dapat berubah dengan cepat dalam lingkungan digital. Merek harus dapat merespons dengan cepat terhadap perubahan ini agar tetap relevan dan menarik bagi audiens.

8. Persaingan Global: Dengan akses global yang memungkinkan oleh internet, merek harus bersaing di pasar yang semakin luas dan beragam. Merek perlu

(44)

29 mengidentifikasi dan memahami kebutuhan konsumen di berbagai wilayah dan budaya.

9. Pengelolaan dan Analisis Data: Sumber daya yang diperlukan untuk mengelola dan menganalisis data pelanggan dapat menjadi tantangan. Merek perlu memiliki sistem yang efisien untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengambil tindakan berdasarkan data pelanggan.

10. Tantangan Keaslian dan Trustworthiness: Dalam lingkungan digital yang penuh dengan informasi palsu atau manipulatif, menciptakan kepercayaan dan keaslian menjadi tantangan.

Merek perlu fokus pada integritas dan transparansi untuk membangun kepercayaan konsumen.

11. Integrasi Pengalaman Pelanggan: Pengalaman pelanggan yang terintegrasi dan konsisten melibatkan banyak saluran digital. Merek perlu mengelola pengalaman pelanggan di seluruh perjalanan pembelian, dari situs web hingga media sosial dan layanan pelanggan online.

12. Kemampuan untuk Berinovasi: Kemampuan merek untuk berinovasi dan mengadopsi teknologi baru dapat menjadi tantangan. Merek perlu tetap terbuka terhadap perubahan dan mengintegrasikan inovasi digital ke dalam strategi branding mereka.

Mengatasi tantangan-tantangan ini membutuhkan strategi yang kokoh, pemahaman yang mendalam tentang perilaku konsumen, dan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan di lingkungan digital yang dinamis. Merek yang berhasil adalah yang dapat menggabungkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai merek yang kuat, memberikan pengalaman yang unik dan memuaskan bagi konsumen.

G. Kesimpulan

Perkembangan digitalisasi sangat pesat dan memiliki dampak besar di berbagai sektor kehidupan. Beberapa tren utama yang terkait dengan perkembangan digitalisasi saat ini melibatkan teknologi terkini, transformasi digital, dan perubahan dalam cara kita bekerja, berkomunikasi, dan

(45)

30

menjalani kehidupan sehari-hari. Merek dalam era digital memiliki ciri khas dan tantangan tersendiri yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Dalam konteks digital, merek tidak hanya terbatas pada elemen-elemen fisik seperti logo atau produk, melainkan juga melibatkan interaksi online, keterlibatan di media sosial, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Brand yang sudah cukup dikenal selama puluhan tahun di ranah offline, barangkali menjadi tidak dikenal di ranah online atau setidaknya kalah bersaing dengan yang baru tetapi lebih dulu eksis di ranah digital. Karena itu penting bagi suatu merek untuk hadir secara online dengan memanfaatkan berbagai platform yang tersedia, mulai dari website, marketplace, bahkan media sosial untuk mempertahankan merek yang sudah dikenal oleh masyarakat.

Hadirnya platform e-commerce atau marketplace pun menjadi kanal yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai fitur yang disajikan, seperti pencarian serta pemberian rating dan review, memberikan nilai yang sangat penting bagi merek. Dengan semakin banyaknya bisnis yang memasuki ranah digital, persaingan online semakin ketat. Merek yang kuat dapat membedakan bisnis dari pesaing dan menarik perhatian konsumen di tengah kebisingan digital.

Gambar

Gambar 1. 1. Logo Indomie  Sumber : (www.indomie.com, 2019)
Gambar 3. 1. Piramida Kesadaran Merek (Brand  awareness)
Tabel 4. 1. Karakteristik brand dan branding  Karakteristik Brand  Karakteristik Branding
Tabel 4. 2. Peran Citra Merek dan Peran Identitas Merek  Peran Citra Merek  Peran Identitas Merek
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pandangan yang positif tentang era digital di atas maka katekese kelurga di era digital tak dapat tidak harus memanfaatkan media digital secara baik dan mau

Fasilitator memberikan beberapa pertanyaan terkait: revolusi digi- tal; kegiatan yang dimudahkan di era digital; dampak era digital bagi pendidikan dan pengasuhan anak; cara orang

Era digital menjadikan pecahan baru strategi dakwah yang membuat para pelakunya untuk merubah arah dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, santri merupakan

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pemasaran karya musik yang digunakan oleh oleh grup band Sendau Gurau di era digital adalah memakai dan memaksimalkan

Agar bisnis Anda bisa bersaing di era digital sekarang ini, Anda juga harus menggunakan strategi digital marketing.. Era digital membuat Anda mau tidak mau harus menggunakan media

Naskah ini membahas tentang model manajemen strategi dakwah di era kontemporer yang kompleks dan serba

Dokumen ini membahas tentang strategi kompetitif yang diterapkan PT Telkom Indonesia untuk menghadapi persaingan di industri telekomunikasi

Artikel ini mengkaji tantangan, peluang, strategi, dan dampak manajemen produksi dan operasi di era