• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA GEMPA TAHUN 2010 DI DESA SAUMANGANYA KECAMATAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "STUDI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA GEMPA TAHUN 2010 DI DESA SAUMANGANYA KECAMATAN "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

STUDI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA GEMPA TAHUN 2010 DI DESA SAUMANGANYA KECAMATAN

PAGAI UTARA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

Afnita Lily

*

, Drs. Dasrizal

**

, Rozana Eka Putri

**

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi serta menganalisis tentang Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa Tahun 2010 di Desa Saumanganya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Kondisi Lingkungan Masyarakat Pasca Gempa Tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, 2) Kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, 3) Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 282 KK. Dan sampel responden menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 70 KK. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuisioner atau angket. Analisis data menggunakan rumus persentase dan skala likert.

Hasil penelitian ini menemukan : 1) Kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya kecamatan pagai utara yang pada umumnya bersih (60%), keamanan lingkungan kurang aman (41,4%), dan ketertiban lingkungan kurang tertib(41,4%). 2) Kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya kecamatan pagai utara terlihat bahwa pada umumnya jenis penyakit yang pernah di derita masyarakat adalah batuk dan flu (38,5%), tempat berobat yang sering di kunjungi apabila masyarakat sakit adalah puskesmas (58,5%), dan sumber biaya berobat masyarakat adalah pemerintah/jamkesmas (52,8%). 3) Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa di desa Saumanganya kecamatan pagai utara pada umumnya pendapatan pokok masyarakat selama satu bulan adalah Rp.1.000.000 (60%) berada dibawah standar upah minimum regional (UMR) tahun 2013 Provinsi Sumatera Barat.

Kata kunci : sosial ekonomi, masyarakat pasca gempa

(3)

Socio-Economic Studies Society Post-Earthquake of 2010 in Desa Saumanganya Kecamatan

Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai

Afnita Lily*, Drs. Dasrizal**, Rozana Eka Putri**

Geography Education College Student of STKIP PGRI Western Sumatra*

Geography Education Lecturers of STKIP PGRI Western Sumatra**

This study aims to get the data, and analyze information about the Social Studies Post- Earthquake Economic Community in 2010 in the village of Saumanganya. The problems examined in this study are: 1) Environmental Conditions Society Post-Earthquake of 2010 in the village of Saumanganya District of North Pagai Mentawai Islands, 2) public health conditions after the earthquake in 2010 in the village of Saumanganya District of North Pagai Mentawai Islands, 3) Level of income community after the earthquake in 2010 in the village of Saumanganya District of North Pagai Mentawai Islands.

This type of research is descriptive. The population in this study amounted to 282 households. And the sample of respondents using proportional random sampling technique.

Sample size was 70 households. The instrument used in this study was a questionnaire or questionnaire. Analysis of the data using the formula percentage and Likert scale.

The results of this study found: 1) The condition of society after the earthquake of 2010 in the Village District of North Pagai Saumanganya generally clean (60%), the security environment is less secure (41.4%), and the order of less orderly environment (41.4% ). 2) public health conditions after the earthquake of 2010 in the Village District of North Pagai Saumanganya seen that in general the type of disease ever suffered society is cough and cold (38.5%), a treatment that is often visited when society is ill health centers (58 , 5%), and a source of community medical expenses are government / health card (52.8%). 3) The level of income of the people in the village after the earthquake Saumanganya District of North Pagai general public basic income for a month is Rp.1.000.000 (60%) is below the regional minimum wage (UMR) 2013 West Sumatra Province.

Key words : social economic, society Post-Earthquake

(4)

PENDAHULUAN

Kepulauan Mentawai mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, peladang, tukang kebun, dengan tanaman olahan seperti kakao, kelapa, nilam, sebagian nelayan selam, sebelum Tsunami penduduk mudah mengakses kebun / tanaman mereka. Setelah bencana Tsunami dan relokasi ke hunian sementara, masyarakat mengalami gangguan mengakses kebun dan tanaman untuk diolah selain jaraknya yang bertambah jauh, masyarakat juga masih trauma (takut mendekati pantai).

Gempa yang terjadi melemahkan sendi- sendi kehidupan masyarakat baik dari segi ekonomi, pendapatan, pendidikan dan aspek kehidupan lain. Sebelum terjadi bencana masyarakat desa saumanganya bekerja sebagai petani dan nelayan. Kehidupan masyarakat kebanyakan memanfaatkan SDA yang ada disekitar mereka, sehingga mereka memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dengan alam sekitarnya.

Kondisi lingkungan pasca gempa di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada saat sekarang ini tidak teratur dan banyak mengalami perubahan setelah gempa dan tsunami, dimana masyarakat dipindahkan ketempat baru yang jauh dari bibir pantai yang mengakibatkan masyarakat kehilangan mata pencaharian dan tidak tersedianya lahan ditempat baru yang membuat sebagian masyarakat kembali ke tempat yang lama.

Kondisi kesehatan masyarakat saat ini masih memprihatinkan dilihat dari kurangnya tenaga perawat, obat-obatan yang tidak mencukupi, juga kurangnya dukungan dan partispasi dari pemerintah sehingga kesehatan masyarakat sampai saat ini belum membaik

Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa di desa saumanganya masih tergolong rendah disebabkan tidak adanya yang akan dikerjakan oleh masyarakat karena di pemukiman baru masyarakat tidak mempunyai lahan yang akan diolah sehingga masyarakat tidak memiliki pendapatan yang

tetap dan masih mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Melihat kenyataan di atas maka penulis ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca gempa sehingga penulis ingin meneliti tentang “Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa Tahun 2010 Di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai”.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas maka masalah yang ditemukan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

2. Kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

3. Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

4. Kondisi transportasi masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai?

2. Bagaimana kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya

(5)

Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai?

3. Bagaimana tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan di capai melalui penelitian ini adalah untuk mendapatkan data, informasi serta menganalisis tentang :

1. Kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

2. Kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

3. Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan variabel- variabel penelitian. Menurut Mardani (2013:

4), penelitian deskriptif lebih mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan interpretasi atau analisis. Hasil penelitiannya adalah difokuskan untuk memberikan gambaran keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel-variabel penelitian adalah sosial ekonomi masyarakat pasca gempa tahun

2010 di desa saumanganya kecamatan pagai utara kabupaten kepulauan mentawai di lihat dari kondisi lingkungan, kondisi kesehatan, dan tingkat pendapatan.

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Penelitian

Menurut Arikunto (2006:130) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di kecamatan pagai utara yang berjumlah 282 KK yang terbagi dalam 3 (tiga) Dusun.

Sampel Penelitian

Menurut Arikunto (2006:131) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti, Pengambilan sampel responden dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling.

HASIL PENELITIAN

Bentuk morfologi wilayah Kecamatan Pagai Utara menunjukkan adanya keragaman pada permukaan tanah, seperti;

berbentuk landai pada sebagian daerah pesisir pantai, datar, lembah dan berbukit, sehingga menimbulkan berbagai keragaman baik pada kondisi kemiringan lahan maupun ketinggian daerah. Kemiringan lahan di Kecamatan Pagai Utara bervariasi mulai dari datar (0-2%), landai (2-8%), bergelombang (8-15%), berbukit (15-25%) dan terjal (di atas 25%). Ketinggian wilayah yang dimiliki Kecamatan Pagai Utara berada pada ketinggian antara 0–30 m di atas permukaan laut. (BPS Dalam Angka Kecamatan Pagai Utara Tahun 2013).

Jumlah rumah tangga dikecamatan pagai utara 1.001 KK dengan populasi penduduk 3.779 jiwa terdiri dari 1.965 jiwa laki-laki, 1.814 jiwa perempuan. Sedangkan jumlah rumah tangga yang tinggal di desa Saumanganya 282 KK dengan populasi penduduk 1.027 jiwa yang terdiri dari laki- laki 521 jiwa, perempuan 506 jiwa.

(6)

PEMBAHASAN

Pada pembahasan ini akan di bahas hasil penelitian tentang Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa Tahun 2010 di Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara yang meliputi kondisi lingkungan, kondisi kesehatan.

Pertama, hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa Saumanganya kecamatan pagai utara yang pada umumnya bersih (60%), keamanan lingkungan kurang aman (41,4%), dan ketertiban lingkungan kurang tertib (41,4%).

Menurut Mardani (2013) Kebersihan lingkungan adalah keadaan dan lokasi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran sehingga menampilkan kebersihan, kerapian dan sehat di semua tempat yang menjadi tempat kegiatan manusia.

Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan berhubungan dengan kejahatan, segala bentuk kecelakaan dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa keamanan di sini aman dari segala hal seperti ancaman kejahatan dari orang lain atau penataan dari lokasi berdagang bagi pedagang tersebut.

Ketertiban lingkungan adalah aturan yang mengharuskan segala sesuatu supaya berjalan sejalan agar tidak berantakan dan teratur. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketertiban merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama, berasal dari diri sendiri atau individu dan secara bersama- sama yaitu masyarakat pada umumnya.

Kedua, kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa Saumanganya kecamatan pagai utara terlihat bahwa pada umumnya jenis penyakit yang pernah di derita masyarakat adalah batuk dan flu (38,6%), tempat berobat yang sering di kunjungi apabila masyarakat sakit adalah puskesmas (58,5%), dan sumber biaya berobat masyarakat adalah pemerintah /jamkesmas (53%).

Menurut Ristawarni (2013) Kesehatan adalah keadaan jasmani dan rohani serta sosial yang baik tanpa sering dapat keluhan sehingga ia dapat lebih banyak menggunakan pikiran dan tenaganya untuk mencapai suatu prestasi yang lebih baik bagi kesejahteraan hidupnya.

Ketiga, berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di lapangan bahwa tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa di desa Saumanganya kecamatan pagai utara pada umumnya pendapatan pokok masyarakat selama satu bulan adalah Rp.1.000.000 (60%), dibawah standar upah minimum regional (UMR) tahun 2013 Provinsi Sumatera Barat. Maka pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa Saumanganya kecamatan pagai utara belum bisa memenuhi kehidupan yang lebih baik.

Menurut Sheraden (2006) Pendapatan adalah gambaran yang lebih tepat tentang posisi ekonomi keluarga yang merupakan jumlah keseluruhan pendapatan atau kekayaan keluarga termasuk semua barang atau hewan peliharaan dipakai dan membagi pendapatan menjadi tiga kelompok yaitu pendapatan tinggi, sedang dan rendah, dinyatakan bahwa pendapatan seseorang diartikan sebagai jumlah uang atau barang yang diterima sebagai hasil kerja atau usaha yang dilakukannya juga disebut pendapatan.

PENUTUP Kesimpulan

1. Kondisi lingkungan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa saumanganya kecamatan pagai utara pada umumnya bersih (60%).

2. Kondisi kesehatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa saumanganya kecamatan pagai utara cukup baik dilihat dari jenis penyakit yang pernah di derita oleh masyarakat pasca gempa pada umumnya yaitu batuk dan flu (38,6%), tempat berobat yang sering dikunjungi apabila masyarakat sakit adalah puskesmas (58,5%), dan biaya berobat

(7)

masyarakat adalah pemerintah/

jamkesmas (53%).

3. Tingkat pendapatan masyarakat pasca gempa tahun 2010 di desa saumanganya kecamatan pagai utara yaitu Rp.1.000.000 (60%) dan berada dibawah standar upah minimum regional (UMR) tahun 2013 Provinsi Sumatera Barat.

Saran

Beberapa saran yang dapat diajukan berdasarkan hasil penelitian ini adalah:

1. Di harapkan bagi pemerintah hendaknya membangun kerja sama antar masyarakat dalam menjaga dan memelihara kebersihan, keamanan serta ketertiban lingkungan.

2. Di harapkan sebaiknya, dukungan dari pemerintah dan kesadaran dari masyarakat harus lebih di tingkatkan supaya tercipta derajat kesehatan masyarakat yang sebaik- baiknya dan setinggi-tingginya.

3. Dalam upaya menstabilkan konsumsi sektor rumah tangga

(masyarakat) hendaknya pemerintah menentukan langkah- langkah yang terfokus pada pemerataan pendapatan masyarakat karena walau bagaimanapun pendapatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi konsumsi masyarakat.

4. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini bisa dijadikan bahan rujukan dan pedoman yang bermanfaat dan menambah wawasan pembaca dan peneliti sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian.

Jakarta : Rineka Cipta.

BPS.(2013). Kepulauan Mentawai Dalam Angka 2013: Kepulauan Mentawai In Figures.

Riduwan (2012). Pengantar Statistika Sosial. Bandung: Alfabeta.

Sheraden. (2006). Pengukuran Tingkat Pendapatan. Jakarta : CV Raja.

Sudijono, Anas. (2010). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:

Rajawali Pers.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi stres dan mekanisme koping remaja pasca gempa di desa Cang Duri kecamatan Ketol kabupaten

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Perkembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Ratna Daya Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur.dilihat

Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Kata Kunci: Kehidupan Sosial Ekonomi, Pra dan Pasca Panen Padi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ada dua

Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat Purourogat mengalami perubahan setelah gempa dan tsunami, dimana masyarakat dipindahkan

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi stres dan mekanisme koping remaja pasca gempa di desa Cang Duri kecamatan Ketol kabupaten

Pelaksanaan penelitian hubungan stress dengan hipertensi pasca gempa dan tsunami di lokasi pengungsian di kelurahan Mamboro Kecamatan palu Utara.. Reaksi stres yang muncul

Judul Tesis : Analisis Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dampak bencana pasca meletusnya Gunung Sinabung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman