TEKNIK
LABORATORIUM
Anis Asmediana, S.T.P., M.Sc.
LARUTAN
Larutan merupakan
campuran yang homogen, yaitu campuran yang
memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. Suatu larutan mengandung dua komponen atau lebih yang disebut zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent).
Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak.
Konsentrasi Larutan
✓ Larutan dengan konsentrasi tinggi berarti memerlukan lebih banyak zat terlarut daripada larutan dengan
konsentrasi rendah.
✓ Dalam pembuatan larutan di laboratorium, kita kenal istilah
“konsentrasi”.
✓ Bila larutan pekat berarti konsentrasinya tinggi.
✓ Bila larutan encer berarti larutan tersebut mempunyai
konsentrasi rendah.
KONSENTRASI LARUTAN
[Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut]
FRAKSI MOL (X)
PERSEN
KONSENTRASI (%b/b; %v/v; %b/v)
MOLARITAS (M)
NORMALITAS (N)
MOLALITAS (m)
ppm
1. FRAKSI MOL (X)
Fraksi mol adalah perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan.
Contoh:
Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A dan 7 mol zat terlarut B. maka:
XA = nA / (nA + nB)
= 3 / (3 + 7) = 0.3 XB = nB /(nA + nB)
= 7 / (3 + 7) = 0.7 XA + XB = 1
Fraksi mol zat terlarut + Fraksi mol zat pelarut = 1
2. PERSEN KONSENTRASI
Contoh:
Larutan gula 5% dalam air
artinya: dalam 100 gram larutan terdapat - gula = 5/100 x 100 = 5 gram
- air = 100 - 5 = 95 gram
3. PARTS PER MILLION (ppm) dan PARTS PER BILLION (ppb)
Bila larutan sangat encer digunakan satuan konsentrasi parts per
million, ppm (bagian persejuta = 10-6), dan parts per billion, ppb (bagian per milliar = 10-9).
1 ppm = 1 mg/kg atau 1 ml/L
Contoh:
1 kg sample kacang tanah dianalisa untuk mengetahui kandungan cemaran logam berat Pb. Dari hasil analisa contoh sampel mengandung 5,0 g Pb.
Berapa konsentrasi logam Pb dalam ppm?
Jawab:
[Pb] = 5 g / 1 kg
= 5000 mg / 1 kg
= 5000 ppm
4. MOLARITAS (M)
Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.
Contoh:
Berapakah molaritas 9.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam 250 ml larutan ?
Jawab:
molaritas H2SO4 = (9.8/98) mol / 0.25 liter
= 0.1 mol / 0.25 liter
= 0.4 M
M = 𝑚𝑜𝑙 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
4. NORMALITAS (N)
Normalitas menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan.
Untuk asam, valensi adalah jumlah mol ion H+. Untuk basa, valensi adalah jumlah mol ion OH-.
Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan :
N = M x valensi
5. MOLALITAS (m)
Molalitas menyatakan mol zat terlarut dalam 1 kg (1000 g) pelarut
Contoh:
Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air !
Jawab:
molalitas NaOH = (4/40) / 0,5 kg air
= 0,2 m
Molalitas = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑜𝑙 𝑧𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡 𝐾𝑔 𝑧𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡
PENGENCERAN LARUTAN
V1 x M1 = V2 x M2
V1 x N1 = V2 x N2
Di mana:
V1 = Volume larutan awal V2 = Volume larutan akhir M1 = Molaritas larutan awal M2 = Molaritas larutan akhir N1 = Normalitas larutan awal N2 = Normalitas larutan akhir
PEMBUATAN LARUTAN
Contoh: Pembuatan larutan Nikel Klorida (NiCl)
a. Menimbang sejumlah padatan NaCl b. Memindahkan ke labu volumetrik
c. Melarutkan dengan sedikit air terlebih dahulu, kemudian diencerkan sampai volume total yang diinginkan
Contoh kasus
Kasus I
Uraikan bagaimana cara menyiapkan 0,5 L larutan Kalium Hidrogen Karbonat (KHCO3) 0,1 M
Penyelesaian:
Mol zat terlarut = (0,5 L) x (0,1 mol/L)
= 0,05 mol
Gram zat terlarut = (0,05 mol) x (100,12 g/mol)
= 5,01 g
di mana 100,12 adalah massa molar KHCO3.
Dengan demikian kita dapat melarutkan 5,01 g KHCO3 dalam sedikit air dan kemudian mengencerkannya sampai 0,5 L
Kasus 2
Uraikan bagaimana mengencerkan larutan KHCO3 pada contoh kasus 1 ke konsentrasi akhir KHCO3 0,04 M
Penyelesaian:
Contoh kasus
V1 x M1 = V2 x M2
Dengan menyusun ulang persamaan di atas V2 = (V1 x M1) / M2
= (0,5 L x 0,1 M) / 0,04 M
= 1,25 L
Jadi untuk memperoleh larutan dengan konsentrasi akhir 0,04 M adalah dengan mengencerkan larutan pada kasus 1 menjadi volume total 1,25 L dengan menambahkan air