• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SD

N/A
N/A
Anchil lis

Academic year: 2024

Membagikan "Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SD"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok dalam menempuh

Mata Kuliah: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dosen :Dr. Titin Nurhayatin, M.Pd. / Feby Inggriyani, M.Pd.

Disusun oleh, Kelompok VIII Kelas 5A:

Ananda Nur Azizah (205060028) Callista salsabila (205060027) Ulfa Nuraeni (205060041) Weldi martadika (205060010)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PASUNDAN 2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Semoga sholawat dan salam selalu terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabatnya, dan kita semua sebagai umat yang ta’at dan turut terhadap ajaran yang dibawanya.

Atas Rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang di beri judul tentang “TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Saya harap semoga makalah ini bermanfaat dan memenuhi harapan berbagai pihak.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada bapak dan Ibu selaku dosen Mata Kuliah Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini

Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bandung, November 2022

(3)

Penyusun,

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1. 2 Rumusan Masalah...1

1.3 Tujuan...2

BAB II PEMBAHASAN...3

2.1 Pengertian TIK dalam Pembelajaran...3

2.2 Pengertian Media Pembelajaran...4

2.3 Peran Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21...5

2.4 Integrasi Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21...7

2.5 Pemanfaatan Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21...9

2.6 TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia...12

BAB III PENUTUP...17

3.1 Kesimpulan...17

3.2 Saran...18

DAFTAR PUSTAKA...19

(4)
(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Media pembelajaran merupakan salah satu sarana penyalur pesan dan informasi belajar.

Media pembelajaran yang dirancang secara baik, sangat membantu peserta didik dalam mencerna dan memahami materi pelajaran. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi dan informasi saat ini, memacu perkembangan media pembelajaran semakin maju pula.

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TIK memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari dan ditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TIK dapat berupa internet, intranet, mobile phone,dan CD Room/Flash Disk. Kemajuan Teknologi Informasi telah mendorong terjadinya banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan yang melahirkan konsep e-learning. Dengan e-learning ini pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. E-learning memungkinkan peserta didik untuk aktif dan kreatif.

Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan-tantangan dalam pembelajaran, baik itu tantangan internal dan tantangan eksternal. Pembelajaran abad 21 ini membatu Pendidikan anak SD agar bisa menjadi kreatif dalam mengembangkan potensi siswa dalam proses belajar. Pembelajaran abad 21 ini juga di butuhkan bagi seorang Guru agar bisa membimbing siswa dengan baik dan benara sesuai dengan Progem(program Pendidikan). Dalam hal ini juga siswa harus berniat dalam mengembangkan potensinya sendiri dalam mengembnagkan belajarnya.

1. 2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimana pengertian TIK dalam pembelajaran ?

2. Bagaimana pengertian media pembelajaran ?

3. Bagaimana peran teknologi dan media dalam pembelajaran abad 21?

4. Bagaimana Integrasi teknologi dan media dalam pembelajaran abad 21 ?

(6)

5. Bagaimana pemanfaatan teknologi dan media dalam pembelajaran abad 21 ? 6. Bagaimana TPACK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penyusunan makalah ini ialah:

1. Untuk mengetahui tentang TIK dalam pembelajaran 2. Untuk mengetahui tentang media pembelajaran

3. Untuk mengetahui peran teknologi dan media dalam pembelajaran abad 21 4. Untuk mengetahui integrasi teknologi dan media pembelajaran abad 21

5. Untuk mengetahui pemanfaatan teknologi dan media dalam pembelajaran abad 21 6. Untuk mengetahui apa itu TPACK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

(7)

BAB II PEMBAHASAN

2.1Pengertian TIK dalam Pembelajaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau ilmi pengetahuan terapan. Dapat juga diartikan sebagai keseluruhan dan kenyamanan hidup manusia. Pengertian informasi menurut KBBI yaitu penerangan, pemberitahuan, kabar, atau berita tentang sesuatu. Sedangkan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan. Dapat diartikan sebagai berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Kesimpulannya, pengertian TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpangan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatau padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:

a. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya.

b. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika, manajemen informasi, ilmu komputer. dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasi siswa semua kompetensinya.

(8)

c. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.

2.2Pengertian Media Pembelajaran

Kata “media” berasal dari bahasa Latin “medium” yang berarti “perantara” atau

“pengantar”. Lebih lanjut, media merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.

Penggunaan media pengajaran dapat membantu pencapaian keberhasilan belajar.

Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantarkan informasi antara sumber dan penerima. Jadi televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan- bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media tersebut membawa informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud pengajaran maka media tersebut disebut media pengajaran. Pendapat lainnya, yaitu Yusuf Hadi Miarso membatasi pengertian media dengan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar. Selain pengertian yang telah disebutkan di atas, terdapat pengertian media yang lebih luas.

Sebagaimana dikemukakan oleh Gerlach dan Ely media adalah “ A medium, conceived is any person, material or event that establishs condition which enable the lerner to acquire knowledge, skill, and attitude.” Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi dalam pengertian ini media bukan hanya perantara seperti TV, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain sebagainya yang

(9)

dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan.

Dari beberapa pengertian yang telah di sebutkan di atas dapat dipahami bahwa; Pertama, para ahli membatasi pengertian media dengan; orang, bahan, tekhnologi, sarana, alat, dan saluran atau berupa kegitan yang dirancang untuk terjadinya proses belajar. Kedua, para ahli membatasi pengertian media dengan; Pesan atau informasi, yang dibawa atau disampaikan melalui hardware sebagaimana tersebut di atas. Batasan ketiga, bahwa pesan yang dibawa diperuntukan sebagai perangsang terjadinya proses belajar (bahan ajar).

Penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat dipahami mengingat proses belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal hidup di masa sekarang dan masa akan datang. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah bagaimana menciptakan situasi belajar yang memungkinkan terjadinya proses pengalaman belajar pada diri siswa dengan menggerakkan segala sumber belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien. Dalam hal ini, media pengajaran merupakan salah satu pendukung yang efektif dalam membantu terjadinya proses belajar.

Pada proses pembelajaran, media pengajaran merupakan wadah dan penyalur pesan dari sumber pesan, dalam hal ini guru, kepada penerima pesan, dalam hal ini siswa. Dalam batasan yang lebih luas, Yusufhadi Miarso memberikan batasan media pengajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.

Apabila dilihat dari manfaatnya Ely dalam Danim menyebutkan manfaat media dalam pengajaran adalah sebagai berikut:

a) Meningkatkan mutu pendidikan dengan cara meningkatkan kecepatan belajar (rate of learning),

b) Memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, c) Memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah,

d) Pengajaran dapat dilakukan secara mantap,

e) Meningkatkan terwujudnya kedekatan belajar (immediacy learning), dan

(10)

f) Memberikan penyajian pendidikan lebih luas

2.3Peran Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21

Teknologi dan media memiliki peranan yang penting dalam belajar. Ketika pembelajaran terpusat pada guru, teknologi dan media berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran.

Disisi lain, ketika pembelajaran yang terpusat pada siswa, siswa akan sebagai pengguna media dan pemanfaat teknologi dan media untuk menyajikan hasil pemikiran, hasil penelitian dan lain sebagainya. Namun pada umumnya, peranan penting teknologi dan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat pada guru.Salah satu peranan dari teknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran. Teknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran.

Secara garis besar, peran teknologi dan media dalam belajar antara lain : 1. Sebagai Peran Tambahan

Teknologi dan media pembelajaran dalam proses belajar baik di sekolah maupun dirumah memiliki peran yang trategis, salah satunya yaitu berperan sebagai tambahan. Peran tambahan yang dimaksud yaitu menjadi alat pengajaran disamping dari metode ceramah yang dilakukan oleh guru. Teknologi dan media tidak harus setiap saat ada dalam proses pembelajaran, namun pemanfaatannya sangat ditunggu oleh siswa. Teknologi seperti IT atau internet tidak mutlak digunakan sebagai sumber belajar, namun hanya sebagai tambahan refrensi materi diluar media buku dan materi yang diberikan oleh guru. Sama halnya dengan media, media berperan sebagai tambahan apabila guru memerlukan suatu alat bantu untuk mentrasfer materi kepada siswa.

2. Sebagai Pelengkap

Teknologi dan media dikatakan berperan sebagai pelengkap dalam artian teknologi sebagai pelengkap yang mendukung penggunaan media dalam proses pembelajaran. Media dikatakan pelengkap dalam hal melengkapi materi yang disampaikan oleh guru dikelas. Teknologi seperti IT dan Internet dapat berperan dalam pencarian materi tambahan untuk melengkapi materi yang disampaikan oleh guru, begitu pula dengan media akan melengkapi materi-materi yang dikiranya kurang dalam buku.

(11)

3. Sebagai Pengganti

Teknologi dan media dikatakan perperan sebagai pengganti dalam artian, teknologi dan media sebagai pengganti dalam kegiatan belajar jarak jauh.Dewasa ini pemanfaatan teknologi dalam mempermudah kerja manusia mulai digalakkan. Dibeberapa sekolah internasional dan Perguruan Tinggi menerapkan beberapa kegiatan pembelajaran yang bisa dipilih oleh peserta didik antara lain belajar secara konvensional atau tatap muka, belajar dengan tatap muka yang diselingi lagi melalui internet bahkan ada yang menerapkan belajar jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi dan media yang ada. Dalam hal ini, teknologi dan media berperan sebagai pengganti keberadaan guru di dalam kelas. Guru dan peserta didik dapat melakukan proses pembelajaran di tempat yang berbeda atau terpisah jarak yang jauh dengan memanfaatkan teknologi internet atau skype.

Peran pengganti juga dapat dilihat pada saat guru menayangkan hasil wawancaranya, atau hasil rekaman argument seorang tokoh atau ahli yang secara fisik tidak dapat hadir di kelas pada saat proses pembelajaran. Teknologi dan media berperan sebagai pengganti fisik seseorang yang diharapkan hadir dalam proses pembelajaran.

Peran dan fungsi teknologi informasi dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam manajemen dunia pendidikan, berdasar studi tentang tujuan pemanfaatan TI di dunia pendidikan terkemuka di Amerika, Alavi dan Gallupe (2003) menemukan beberapa tujuan pemanfaatan TI, yaitu:

(1) memperbaiki competitive positioning;

(2) meningkatkan brand image;

(3) meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran;

(4) meningkatkan kepuasan siswa;

(5) meningkatkan pendapatan;

(6) memperluas basis siswa;

(7) meningkatkan kualitas pelayanan;

(8) mengurangi biaya operasi; dan

(9) mengembangkan produk dan layanan baru.

Karenanya, tidak mengherankan jika saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia yang berlomba lomba berinvestasi dalam bidang TI untuk memenangkan persaingan yang semakin

(12)

ketat. Maka dari itu untuk memenangkan pendidikan yang bermutu maka disolusikan untuk memposisikan institusi pendidikan pada sel satu yaitu lingkungan peluang yang menguntungkan dan kekuatan internal yang kuat.

2.4 Integrasi Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21

Dijelaskan oleh Smaldino, S. E., dkk(2015: 7-11) bahwa kegiatan pembelajaran di era digital dilakukan didalam atau di luar kelas dimana teknologi berbasis computer merupakan komponen pembelajaran yang mudah diakses dan dapat dipakai untuk menemukan sumber belajar.

Perangkat dan koneksi digital memperluas kemampuan siswa yang datang dari berbagai arah. Ada dua bentuk kegiatan belajar yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan media digital berbasis komputer diantaranya interactive tools dan interacting with others.

Interactive tools atau media peralatan interaktif. Peserta didik di era digital menggunakan perangkat nirkabel bergerak (internet) dengan berbagai cara di dalam dan di luar aturan sekolah yaitu dengan memanfaatkan teknologi dan media informasi internet kapanpun dan dimanapun saat diperlukan. Misalnya, siswa membaca menemukan sumber belajar melalui sambungan internet di perpustakaan yang menyediakan jaringan nirkabel wifi untuk membuat catatan dari artikel Koran atau sumber belajar lain yang diarsipkan.

Perangkat nirkabel ini memperluas dan memberikan pengalaman belajar lebih kepada siswa di luar metode non digital.

Interacting with others (berinteraksi dengan orang lain). Penggunaan media komputer berbasis internet memudahkan siswa untuk mencari sumber belajar dengan mudah dan cepat dimanapun dan kapanpun. Ponsel pintar (android),tablet, dan laptop yang terhubung dengan saluran internet dapat digunakan untuk mengirim pesan berupa video, pesan suara, dan animasi.

Selain itu juga dapat dimanfaatkan siswauntuk mendengarkan dan melihat video terkait pelajaran, mendengarkan musik, mencari informasi berita dan olahraga, serta untuk menonton video dan film musik terbaru yang diminati siswa.

Peserta didik juga dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan perangkat digital yang mereka miliki melalui perintah suara, catatan tertulis, menggunakan layar sentuh atau keyboard mini. Selain itu dokumen dengan komentar dan penyuntingan yang dituliskan dalam

(13)

media digital dapat dipertukarkan secara instant antara peserta didik dengan guru, antar peserta didik, atau dengan para ahli melalui pengiriman pesan email dan media chating lain yang tersedia. Komunitas belajar peserta didik semacam ini tersebar di seluruh penjuru dunia melalui alat komunikasi interaktif berbasis web dan situs media sosial seperti blog (jurnal pribadi yang dapat diakses publik), wiki (informasi web yang dapat dieditoleh pengguna yang terdaftar), dan podcast (file multi media berbasis internet yang diformat untuk dapat diunduh langsung ke perangkat seluler).

Dijelaskan oleh Saripudin (2015:3) bahwa teknologi informasi web mengalami perkembangan sangat pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya web 1.0 yang bersifat statis dan searah. Kemudian digantikan web 2.0 yang mengedepankan prinsip kolaborasi antar komponen maupun manusia. Proses dan teknologinya pun menjadi fleksibel guna mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan pengguna dan tanpa batas. Penggunaan web sebagai media interaktif manusia sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi di era digital abad 21 ini. Hal ini dikarenakan penggunaannya yang mudah dan fleksibel sesuai kebutuhan.

Contoh pemanfaatan media dan informasi digital dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik adalah pembuatanblog tentang pemanasan global dimana mereka secara teratur bertukar komentar dan tautan terkait materi pemanasan global dengan peserta didik lainyang berada di seluruh penjuru dunia. Siswa tingkat sekolah menengah menggunakan wiki untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang menanggapi kegiatan menulis mereka. Sementara peserta didiksekolah menengah kelas sastra di Amerika mengunggah podcast wawancara dengan penulis terkemuka ke situs web kelas (Smaldino,S. E., dkk,2015:11).

2.5Pemanfaatan Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21

Media digital mengembangkan dan meningkatkan kapabilitas guru untuk memenuhi berbagai peran dan tanggung jawabnya yang berhubungan dengan menjadi seorang pendidik.

Media digital tersebut sebaiknya memberikan ruang gerak guru pada era digital untuk merencanakan dan menyediakan pembelajaran interaktif ketika berpartisipasi di dalam komunitas atau kelompok kerja guru dan praktik secara umum dengan sesama rekan pendidik.

(14)

Smaldino, S. E., dkk (2012:7-9) mengemukakan beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan guru untuk menunjukkan potensinya terkait tugas dan perannya di era digital yaitu sebagai berikut:

a. Interactive Instruction (Pembelajaran Interaktif)

Pembelajaran ini menunjukkan bahwa kegiatan seorang guru di era digital berisi presentasi yang kaya akan media interaktif. Sebagai contoh kegiatan konferensi video digital secara langsung yang mendatangkan narasumber seorang sejarawan, novelis, dan pakar di dalam pembelajaran kelas. Catatan dan peta konsep dari sesi brain storming terekam dalam media digital berupa laptop atau note book dan secara instant langsung dapat dikirim melalui email kepada peserta didik. Presentasi aturan pembelajaran terintegrasi secara baik melalui streaming video dan audio digital dari file berbasis internet.

Tampilan media ini berkisar dari klip video pendek yang mendemonstrasikan konsep spesifik hingga video documenter berdurasi panjang. Penyajian media bentuk ini biasa berupa PowerPoint atau Prezi Presentation yang mengintegrasikan animasi, suara, dan hyperlinks dengan informasi digital.

b. Personal Response System (PRS)

Flyn & Russell mengemukakan bahwa guru dalam pembelajaran berbasis digital menggunakan perangkat digital handle hand, seperti personal response system (PRS) atau biasa disebut sebagai “Clicker.” PRS merupakan sebuah keypad wireless (tanpa kabel) seperti remot TV yang mentransmisikan respon dari siswa. Karena setiap PRS diperuntukkan pada siswa yang ditunjuk, maka sistem PRS dapat digunakan untuk mengecek kehadiran.

Manfaat utama PRS adalah untuk mengetahuisetiap respon dari siswa dalam berbagai macam keadaan. Penggunaan PRS selama pembelajaran mampu meningkatkan interaksi antara peserta didik dan guru di kelas guna menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih baik. Penggunaan PRS pada dunia pendidikan diantaranyauntukmengukur pemahaman siswa terhadap konsep, membandingkan sikap siswa terhadap ide-ide yang berbeda,memprediksi situasi dengan perumpamaan kondisi “Bagaimana

(15)

jika...”(“What if”), dan memfasilitasi drill dan praktik skill (keterampilan) dasar. PRS juga dapat digunakan sebagai media umpan balik bagi guru dan siswa. Guru dapat menggunakan informasi ini untuk membimbing jalannya diskusigunamembuat keputusan pembelajaran yang dibutuhkan siswa.

c. Mobile Assessment Tools

Weinstein mengemukakan sumber komputasi seluler (mobile computing resources) memungkinkan guru untuk merekam data assessmen siswa secara langsung dalam perangkat seluler (mobile Device) yang mentransfer data ke komputer untuk membuat laporan. Sebagai contoh, perangkat digital seluler digunakan untuk membuat catatan operasional kemampuan membaca siswa SD atau data kinerja siswa yang diobservasi dalam presentasi, eksperimen di laboratorium, atau tugas tulisan tangan siswa.

Perangkat seluler tidak hanya menghemat waktu guru tetapi juga menyediakan pengaturan waktu dan penilaian otomatis hasil belajar siswa. Guru dapat terus melakukan instruksi secara individual karena ketersediaan hasil belajar langsung dapat diketahui. Data penilaian mudah diunduh ke situs web yang aman dan dilindungi kata sandi yang menawarkan berbagai opsi laporan dari seluruh siswa di kelas hingga siswa secara perorangan.

d. Community of Practice (Komunitas Praktik)

Guru di era digital juga berpartisipasi dalam kegiatan community of practice (COP), dimana kelompok guru atau pendidik yang mempunyai tujuan sama dari seluruh penjuru dunia saling berbagi ide dan sumber daya. Interaksi berbasis internet ini memungkinkan guru untuk berkolaborasi maupun bertukar gagasan dan materi. Komunitas guru dapat mencakup pendidik yang mengajar dengan subjek pelajaran sama, atau guru yang mengajar pada tingkat kelas yang sama. Guru yang tertarik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam instruksi dapat memanfaatkan sumber daya dan jaringan ahli, mentor, dan rekan-rekan baru yang didukung oleh berbagai komunitas web.

Penggunaan teknologi dan media yang efektif menuntut agar para guru lebih terorganisir di dalam menjalankan tugas pembelajarannya. Diawali memikirkan tujuan pembelajaran,

(16)

kemudian mengubah rutinitas kelas sehari-hari sesuai kebutuhan, dan akhirnya mengevaluasi untuk menentukan dampak dari instruksi yang digunakan pada kemampuan mental, perasaan, nilai, interpersonal skill, dan keterampilan motoric siswa. Terdapat Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational Technology Standards for Teacher/NETS-T) yang memberikan lima pedoman dasar untuk menjadi guru digital. Seperti yang terlihat pada Tabel NETS-T di bawah ini menjelaskan praktik kelas, pengembangan pelajaran, dan harapan professional.

Standar Deskripsi

Memfasilitasi dan Menginspirasi Pembelajaran dan Kreativitas Siswa.

Guru menggunakan pengetahuan mereka tentang materi pelajaran, pengajaran dan pembelajaran, dan teknologiuntuk memfasilitasi pengalaman yang memajukan pembelajaran siswa, kreativitas, dan inovasi baik dilingkungan tatap muka dan virtual

Merancang dan Mengembangkan Pengalaman dan Penilaian Pembelajaran Digital-Age

Guru merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi pengalaman belajar otentik dan penilaian yangmenggabungkan alat dan sumber daya kontemporer untuk memaksimalkan pembelajaran konten dalam kontak danmengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diidentifikasi dalam NETS-S

Model Kerja dan Belajar Digital- Age

Guru menunjukkan pengetahuan, keterampilan, danproses kerja yang mewakili profesional inovatif dalam masyarakat global dan digital

Mempromosikan dan Model Digital Citizenship dan Tanggung Jawab

Guru memahami masalah dan tanggung jawab sosiallokal dan global dalam budaya digital yang berkembang dan menunjukkan perilaku hukum dan etika dalam praktik profesional mereka

Terlibat dalam Pertumbuhan Profesional dan Kepemimpinan.

Guru secara terus-menerus meningkatkan praktik profesional mereka, memodelkan pembelajaran seumur hidup, dan memamerkan para pemimpin dalamkomunitas sekolah dan profesional mereka dengan mempromosikan dan mendemonstrasikan

(17)

penggunaan alat-alat digital dan sumber daya secara efektif.

2.6TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

TPACK merupakan singkatan dari Technological Pedagogical Content Knowledge. TPACK adalah pengetahuan tentang pentingnya integrasi antara teknologi dan pedagogik dalam pengembangan konten di dunia pendidikan.

TPACK dalam pembelajaran merupakan pengetahuan tentang integrasi antara teknologi dan pedagogik dalam pengembangan konten di dunia pendidikan. Integrasi antara teknologi dan ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu membawa perubahan di dunia pendidikan. TPACK penting diterapkan dalam pembelajaran, hal itu karena pendekatan ini diharapkan mampu memberikan arahan baru bagi pendidik tentang bagaimana menerapkan teknologi di dalam pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Jika ditinjau dari namanya, yaitu Technological Pedagogical Content Knowledge, TPACK terdiri dari tiga komponen berikut:

1) Teknologi 2) Pedagogik

3) Konten pengetahuan

Ketiga komponen ini tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Bagaimana tidak, kehadiran teknologi diharapkan mampu berkolaborasi dengan ranah pedagogik guru untuk menghasilkan konten pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Hal itu sejalan dengan konsep pendidikan yang ditekankan di abad 21 di mana guru dituntut untuk mahir dalam mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran.

Koehler dan Mishra merumuskan TPACK ke dalam tujuh unsur. Unsur tersebut biasa disebut sebagai tujuh domain pengetahuan seperti berikut ini :

1. Pedagogical Knowledge (PK)

(18)

PK berisi pengetahuan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, misalnya metode mengajar, pengelolaan kelas, merencanakan pembelajaran, penilaian kegiatan siswa, dan sebagainya. Bapak/Ibu biasa mengenal PK dengan istilah pengetahuan pedagogik.

2. Content Knowledge (CK)

Jika PK terkait serangkaian proses yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran, maka CK terkait dengan substansi materi yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran.

Penguasaan materi seorang pendidik akan berpengaruh pada pemahaman peserta didik pada materi yang diajarkan. Oleh sebab itu, Bapak/Ibu harus memahami dengan baik kedudukan CK dalam pembelajaran.

3. Technology Knowledge (TK)

TK merupakan pengetahuan tentang pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Teknologi bisa dimanfaatkan dalam proses komunikasi, pengolahan data peserta didik, serta penunjang produktivitas guru.

Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini, teknologi sudah menjadi faktor penting yang harus dikuasai oleh semua kalangan, baik guru maupun siswa.

4. Pedagogical Content Knowledge (PCK)

PCK lebih fokus pada proses pembelajaran yang nantinya akan dipilih guru pada materi yang sedang diajarkan. PCK memuat pemilihan metode mengajar, rencana pembelajaran, sampai fasilitas pendukung pembelajaran.

5. Technological Content Knowledge (TCK)

TCK merupakan pengetahuan tentang pengaruh teknologi pada suatu disiplin ilmu pengetahuan. Artinya, seberapa besar pengaruh teknologi pada perkembangan suatu disiplin ilmu pengetahuan.

6. Technological Pedagogical Knowledge (TPK)

(19)

TPK merupakan pengetahuan yang memuat hubungan antara teknologi dan proses pembelajaran. Melalui TPK inilah guru bisa memahami kelebihan serta kekurangan teknologi dalam pembelajaran untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi.

7. Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)

TPACK merupakan integrasi antara ketiga komponen, yaitu teknologi, pedagogik, dan konten pembelajaran. Di era serba teknologi seperti sekarang ini, guru dituntut untuk mahir dalam mengintegrasikan ketiganya. Terlebih lagi, sudah banyak bermunculan platform penunjang pembelajaran (e-learning).

Adapun kelebihan TPACK dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Meningkatkan pemahaman siswa melalui keterlibatan teknologi

2) Meningkatkan keterampilan guru dalam mengolaborasikan teknologi dalam pembelajaran.

3) Peserta didik mendapatkan tantangan baru dalam proses belajarnya.

4) Konten pembelajaran yang rumit bisa disederhanakan dengan bantuan teknologi.

5) Bisa membantu guru dalam mencapai tujuan pengembangan kompetensi.

Sementara itu, kekurangan TPACK adalah sebagai berikut:

1) Membutuhkan infrastruktur tambahan, berupa penyediaan perangkat teknologi.

2) Jika guru tidak bisa mengawasi peserta didiknya dengan cermat, teknologi rentan disalahgunakan.

3) Bagi peserta didik yang masih gagap teknologi, bisa tertinggal dengan temannya yang mahir teknologi.

4) Akses internet yang belum merata bisa meningkatkan kesenjangan kualitas pendidikan.

(20)

5) Jika guru belum begitu mahir menggunakan teknologi, maka waktu guru tersebut bisa tersita hanya untuk fokus pada pemahaman teknologinya.

Selain itu, siswa akan terlatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memberikan pendapatnya baik tulisan maupun lisan. Sintak dalam pendekatan TPACK yaitu observasi, menanya, eksperimen, pengolahan informasi, dan verifikasi.

Penerapan pendekatan pembelajaran TPACK ini salah satunya melalui pengajaran pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Misalnya pada pembelajaran yang berfokus meningkatkan kemampuan siswa mendeskripsikan dan menulis teks eksplanasi. Sebelum pembelajaran penulis berkoordinasi dengan orang tua siswa melalui grup whatsapp kelas untuk menjelaskan akan adanya pembelajaran daring dengan memanfaatkan aplikasi zoom meeting. Kemudian penulis juga memerintahkan siswa untuk mendowload aplikasi kemudian mengajari penggunaan aplikasi tersebut.

Pada tahap observasi, penulis membagikan LKPD dan bahan ajar dalam bentuk foto kopian sehari sebelum pelaksanaan pembelajaran sehingga dapat dipelajari terlebih dahulu. Selanjutnya tahap menanya, penulis bertanya jawab tentang materi/bahan ajar yang sudah dibagikan.

Sedangkan pada tahap eksperimen, siswa mengakses portal rumah belajar atau sumber belajar lain untuk mengumpulkan data untuk menjawab permasalahan.

Pada tahap pengolahan informasi, siswa mencoba untuk menjawab permasalahan yang ada dalam materi pembelajaran. Pada tahap verifikasi, penulis melihat masalah dan jawaban yang diberikan oleh siswa dan memberi masukan atas jawaban siswa. Pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dengan pemanfaatan teknologi mulai dari pemanfaatan zoom meeting sebagai media pembelajaran virtual, google form sebagai sarana presensi, penggunaan PPT dalam penyampaian materi dan adanya penambahan penggunaan video materi pembelajaran saat menjelaskan materi dan google form untuk evaluasi.

Dengan penerapan pendekatan pembelajaran TPACK ini, penulis menyimpulkan bahwa siswa merasa lebih bersemangat serta memudahkan siswa dalam memahami teks eksplanasi. Hal ini dikarenakan siswa mempunyai pengalaman baru dalam belajar. Sebelumnya, siswa tidak pernah belajar secara online. Selain itu, siswa dapat mengikuti alur materi secara berurutan, hal

(21)

ini membuka pola pikir siswa sesuai dengan arah konsep materi sehingga siswa mudah mendeskripsikan dan menulis teks eksplanasi.

(22)

BAB III PENUTUP

3.1Kesimpulan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis atau ilmi pengetahuan terapan. Dapat juga diartikan sebagai keseluruhan dan kenyamanan hidup manusia. Pengertian informasi menurut KBBI yaitu penerangan, pemberitahuan, kabar, atau berita tentang sesuatu. Sedangkan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan. Dapat diartikan sebagai berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Kesimpulannya, pengertian TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpangan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Kata “media” berasal dari bahasa Latin “medium” yang berarti “perantara” atau

“pengantar”. Lebih lanjut, media merupakan sarana penyalur pesan atau informasi belajar yang hendak disampaikan oleh sumber pesan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.

Penggunaan media pengajaran dapat membantu pencapaian keberhasilan belajar. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Teknologi dan media memiliki peranan yang penting dalam belajar. Ketika pembelajaran terpusat pada guru, teknologi dan media berperan dalam mendukung penyajian pembelajaran.

Namun pada umumnya, peranan penting teknologi dan media terjadi pada saat pembelajaran terpusat pada guru.Salah satu peranan dari teknologi dan media adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran. Teknologi akan membantu dalam penyajian media pembelajaran

Dijelaskan oleh Smaldino, S. E., dkk(2015: 7-11) bahwa kegiatan pembelajaran di era digital dilakukan didalam atau di luar kelas dimana teknologi berbasis computer merupakan komponen pembelajaran yang mudah diakses dan dapat dipakai untuk menemukan sumber belajar.

(23)

Perangkat dan koneksi digital memperluas kemampuan siswa yang datang dari berbagai arah.

Media digital mengembangkan dan meningkatkan kapabilitas guru untuk memenuhi berbagai peran dan tanggung jawabnya yang berhubungan dengan menjadi seorang pendidik.

Media digital tersebut sebaiknya memberikan ruang gerak guru pada era digital untuk merencanakan dan menyediakan pembelajaran interaktif ketika berpartisipasi di dalam komunitas atau kelompok kerja guru dan praktik secara umum dengan sesama rekan pendidik.

Dengan penerapan pendekatan pembelajaran TPACK ini, penulis menyimpulkan bahwa siswa merasa lebih bersemangat serta memudahkan siswa dalam memahami teks eksplanasi. Hal ini dikarenakan siswa mempunyai pengalaman baru dalam belajar. Sebelumnya, siswa tidak pernah belajar secara online. Selain itu, siswa dapat mengikuti alur materi secara berurutan, hal ini membuka pola pikir siswa sesuai dengan arah konsep materi sehingga siswa mudah mendeskripsikan dan menulis teks eksplanasi.

3.2Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber -sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat di pertanggung jawabkan. Keterbatasan informasi dan ketelitian penulis dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya keurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Untuk itu, saran dan kritikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita terutama mengenai Permainan Bahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD.

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Eni Kusrini. (2021). Pendekatan TPACK dalam Pembelajaran Teks Eksplanasi. Jawa Pos.

radarsemarang.id. melalui https://radarsemarang.jawapos.com/artikel/untukmu- guruku/2021/08/23/pendekatan-tpack-dalam-pembelajaran-teks-eksplanasi/ diakses pada 25 November 2022.

Farichatul Ilmiah. Fungsi dan Peran TIK dalam Pembelajaran MI. Sidoarjo. Melalui http://eprints.umsida.ac.id/8573/2/6948896.pdf diakses pada 25 November 2022.

Ida Agusalim. (2018). Kegiatan Belajar 2 Peran Teknologi dan Media dalam Pembelajaran Abad 21.

I Putu Eka P. dkk. (2017). Peran Teknologi dan Media dalam Belajar. Denpasar: Teknologi Pendidikan. Melalui http://kajianteknologipendidikan.blogspot.com/2017/05/peran- teknologi-dan-media-dalam-belajar.html diakses pada 21 November 2022.

Nunu Mahnun. (2012). Media Pembelajaran (Kajian terhadap Langkah-Langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran). Riau: Jurnal Pemikiran Islam; Vol.37, No.1. melalui https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/%20Anida/article/viewFile/310/293 diakses pada 25 November 2022.

Sereliciouz. (2022). TPACK: Pengertian, Komponen, Unsur Lengkap dengan Contoh. Quipper Blog. Melalui https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/tpack/ diakses pada 22 November 2022.

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan pedagogik guru di Kecamatan Koja, Jakarta Utara dalam mengelola pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar yaitu guru memiliki kompetensi pedagogik yang

Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar.. Jurnal Cakrawala Pendas,

Makalah ini membahas tentang pengertian dan sejarah ejaan bahasa

Makalah ini membahas tentang perbedaan dalam bahasa

Nim : 1842028 Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Judul : Kualitas Modul Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD Indriasana Palembang Menyetujui Untuk Diajukan Pada

Makalah ini membahas tentang perkembangan teknologi otomotif di

Dokumen ini membahas tentang penggunaan teknologi dan media dalam pembelajaran, termasuk eksplorasi konsep, jenis-jenis media, literasi informasi, teknologi digital, dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran di