• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Belajar Sosial Kelompok 3

N/A
N/A
Nafisah Icah

Academic year: 2025

Membagikan "Teori Belajar Sosial Kelompok 3"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN TUGAS KELOMPOK

‘TEORI BELAJAR SOSIAL’

Dosen Pengampu

Akhmad Munaya Rahman,M.Pd

Disusun Oleh:

Lusi Marsela Purwaningsih Nur Hadhirah Nafisah

Raissa Maharani Riska Amanda

Minda Yasari Wina Rosalia

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan limpahan-Nya lah Saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang TEORI BELAJAR SOSIAL dalam memenuhi tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran.

Saya menyadari ssepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan Saya untuk itu kritik dan saran yang membangun dari Bapak sangat saya Harapkan.

Akhir kata Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk Saya, tetapi juga untuk kita semua.

Banjarmasin, 28 Februari 2022

Nur Hadhirah Nafisah

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ...

BAB I PENDAHULUAN ...

A. Latar Belakang ...

B. Rumusan Masalah ...

C. Tujuan Penulisan ...

BAB II PEMBAHASAN ...

A. Pengertian ...

B. Prinsip ...

C. Fase-Fase ...

D. Eksperimen ... ...

BAB III PENUTUP ……...

A. Kesimpulan ...……...

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pesatnya perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya gaya hidup sebagian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin bergesernya nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru. Menghadapi tantangan ini, sebagian masyarakat yang sangat peduli terhadap perubahan tersebut tidak ingin ketinggalan dan akan berusaha mengimbangi perubahan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan belajar. Masyarakat perlu belajar tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia agar dapat mengaplikasikan dirinya dengan baik di dalam kehidupan. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan lainnya. Salah satu psikolog yang terkenal dengan teori pembelajaran adalah Albert Bandura.

Teori Bandura yang sangat terkenal adalah Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) yang menekankan pada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman, dan evaluasi. Dan berdasarkan teori inilah, kami membuat makalah ini sebagai pembelajaran bagaimana teori belajar sosial itu dan pengimplikasiaannya dalam pendidikan.

(5)

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Belajar Sosial?

2. Apa saja primsip dari Belajar Sosial?

3. Sebutkan Fase-Fase dalam Belajar Sosial!

4. Uraikan mengenai Eksperimen Albert Bandura!

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar sosial 2. Untuk mengetahui Prinsip dari belajar sosial

3. Untuk mengetahui Fase-fase yang ada pada belajar sosial 4. Untuk mengetahui bagaimana eksperimen dari Albert Bandura

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian

Belajar

Hamalik berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku berkat pelatihan dan pengalaman. Belajar merupakan suatu proses dan bukan semata-mata hasil yang hendak dicapai.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia ditulis bahwa “ belajar:

“berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu” Dari arti atau defenisi maka belajar merupakan suatu kegiatan atau aktivitas.

Menurut Wikipedia bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.

Berdasarkan definisi diatas maka belajar adalah suatu proses tingkah laku yang dari awalnya tidak tahu menjadi tahu.

Sosial

Menurut Lewis sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.

Menurut Peter Herman Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.

Jadi sosial arti sempitnya berarti kemasyarakatan, dimana sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap anda bertemu orang meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu juga ketika anda sedang menelpon, atau chatting (ngobrol) melalui internet.

(7)

Belajar Sosial

Teori belajar sosial adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku melalui proses pengamatan. Teori ini menganggap bahwa harus ada pemodelan yang nantinya bisa dijadikan pengamatan oleh individu yang sedang belajar.

Sebenarnya, teori belajar ini merupakan bentuk pengembangan dari teori belajar behavioristik, di mana tujuan utamanya menekankan pada perubahan perilaku.

Di antara beberapa teori belajar lain, teori ini tergolong masih baru, yaitu dikembangkan pada tahun 1986 oleh Albert Bandura, sehingga biasa disebut teori belajar sosial Bandura.

Gambar Albert Bandura

(8)

B. Prinsip

1. Determinis resiprokal

Maksud determinis resiprokal adalah konsep keterkaitan secara bolak- balik antara lingkungan dan perilaku. Menurut Bandura, perilaku seseorang bisa dibentuk oleh lingkungan.

2. Tanpa penguatan (reinforcement)

Bandura menekankan bahwa penguatan bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku seseorang. Seseorang bisa belajar hanya dari melihat dan meniru hal yang dilihat.

3. Kognisi dan regulasi diri

Menurut Bandura, manusia bisa menjadi pengamat atas perilakunya sendiri, memberi penguatan, dan hukuman atas kesalahan sendiri.

C. Fase-Fase

Adapun fase-fase yang harus dilalui untuk menerapkan teori pembelajaran sosial adalah sebagai berikut.

1) Fase perhatian

Pada fase ini, peserta didik akan memperhatikan model atau sesuatu yang mereka observasi. Hal yang akan diperhatikan biasanya hal-hal menarik, unik, terkenal, dan sesuai dengan minat mereka. Agar guru bisa menjadi pusat perhatian peserta didik, Bapak/Ibu harus mampu memberikan isyarat-isyarat yang jelas dan mudah dipahami.

2) Fase retensi

Fase retensi ini merupakan fase di mana peserta didik harus mampu mengingat hal-hal yang sudah mereka amati. Melalui pengamatan itulah diharapkan mereka mampu belajar dan mendapatkan hasil yang baik.

(9)

3) Fase reproduksi

Pada fase reproduksi ini terjadi umpan balik yang nantinya bisa mengarahkan peserta didik pada perilaku yang diinginkan. Umpan balik ini tidak hanya ditujukan bagi hal-hal yang sudah benar, melainkan juga hal-hal yang tidak benar.

4) Fase motivasi

Fase motivasi merupakan fase terakhir yang menandai keberhasilan teori pembelajaran sosial. Pada fase ini, peserta didik akan meniru hal- hal berkesan dari pengamatan yang mereka lakukan. Mereka beranggapan bahwa setelah meniru, akan muncul penguatan (reinforcement) dari dalam diri masing-masing.

D. Eksperimen

Untuk mengimplementasikan ini, Bandura pernah membuat eksperimen menggunakan boneka yang diberi nama Bobo. Pada eksperimen tersebut, anak- anak diminta mengamati perilaku kasar dan agresif orang dewasa terhadap boneka tersebut.

Nah, saat anak-anak tersebut diminta untuk bermain bersama Bobo, mereka meniru tindakan agresif orang dewasa yang dilihatnya. Itulah contoh yang menunjukkan bahwa teori ini  mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

(10)

Seperti pada pembahasan sebelumnya, Bandura menyatakan bahwa untuk belajar seseorang tidak harus selalu memperoleh reinforcement, bahkan hanya dengan melihat ia sudah bisa belajar.

Gambar Eksperimen Boneka Bobo

(11)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Teori belajar sosial adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku melalui proses pengamatan. Teori ini menganggap bahwa harus ada pemodelan yang nantinya bisa dijadikan pengamatan oleh individu yang sedang belajar.

Sebenarnya, teori belajar ini merupakan bentuk pengembangan dari teori belajar behavioristik, di mana tujuan utamanya menekankan pada perubahan perilaku.

Di antara beberapa teori belajar lain, teori ini tergolong masih baru, yaitu dikembangkan pada tahun 1986 oleh Albert Bandura, sehingga biasa disebut teori belajar sosial Bandura.

Prinsip Teori Belajar Sosial Terdiri dari;

 Determinis resiprokal

 Tanpa penguatan (reinforcement)

 Kognisi dan regulasi diri

Adapun fase-fase yang harus dilalui untuk menerapkan teori pembelajaran sosial adalah sebagai berikut.

1) Fase perhatian 2) Fase retensi 3) Fase reproduksi 4) Fase motivasi

Untuk mengimplementasikan ini, Bandura pernah membuat eksperimen menggunakan boneka yang diberi nama Bobo. Pada eksperimen tersebut, anak- anak diminta mengamati perilaku kasar dan agresif orang dewasa terhadap boneka tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Proses Belajar adalah proses untuk mengubah dari tidak tahu menjadi tahu. Maka di dalam belajar terdapat informasi atau pengetahuan yang harus diberikan kepada

lingkungan dan merupakan suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti

Prinsip belajar menurut teori behaviorisme adalah proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila siswa ikut terlibat secara aktif di dalamnya, materi pelajaran

Belajar bermakna adalah suatu proses yang dikaitkan dengan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat pada struktur kognitif seseorang3. “Belajar dan Mengajar ”

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, belajar sosial (juga dikenal sebagai belajar observasional atau belajar vicarious atau belajar dari model) adalah proses belajar

Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap

Proses ini tidak, terpisah-pisah, tapi melalui proses yang mengalir, bersambung dan menyeluruh ( Siregar & Hartini, 2010). Menurut psikologi kognitif, belajar

Menurut Rogers, dalam proses pembelajaran, penting bagi guru untuk menerapkan prinsip pendidikan yang menekankan bahwa siswa hanya akan belajar dengan baik jika materi yang dipelajari