BELAJAR DAN PEMBELAJARAN TUGAS KELOMPOK
‘TEORI BELAJAR SOSIAL’
Dosen Pengampu
Akhmad Munaya Rahman,M.Pd
Disusun Oleh:
Lusi Marsela Purwaningsih Nur Hadhirah Nafisah
Raissa Maharani Riska Amanda
Minda Yasari Wina Rosalia
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN
2022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan limpahan-Nya lah Saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang TEORI BELAJAR SOSIAL dalam memenuhi tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran.
Saya menyadari ssepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan Saya untuk itu kritik dan saran yang membangun dari Bapak sangat saya Harapkan.
Akhir kata Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk Saya, tetapi juga untuk kita semua.
Banjarmasin, 28 Februari 2022
Nur Hadhirah Nafisah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
BAB I PENDAHULUAN ...
A. Latar Belakang ...
B. Rumusan Masalah ...
C. Tujuan Penulisan ...
BAB II PEMBAHASAN ...
A. Pengertian ...
B. Prinsip ...
C. Fase-Fase ...
D. Eksperimen ... ...
BAB III PENUTUP ……...
A. Kesimpulan ...……...
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pesatnya perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya gaya hidup sebagian masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin bergesernya nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru. Menghadapi tantangan ini, sebagian masyarakat yang sangat peduli terhadap perubahan tersebut tidak ingin ketinggalan dan akan berusaha mengimbangi perubahan tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan belajar. Masyarakat perlu belajar tentang pertumbuhan dan perkembangan manusia agar dapat mengaplikasikan dirinya dengan baik di dalam kehidupan. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan lainnya. Salah satu psikolog yang terkenal dengan teori pembelajaran adalah Albert Bandura.
Teori Bandura yang sangat terkenal adalah Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory) yang menekankan pada komponen kognitif dari pikiran, pemahaman, dan evaluasi. Dan berdasarkan teori inilah, kami membuat makalah ini sebagai pembelajaran bagaimana teori belajar sosial itu dan pengimplikasiaannya dalam pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Belajar Sosial?
2. Apa saja primsip dari Belajar Sosial?
3. Sebutkan Fase-Fase dalam Belajar Sosial!
4. Uraikan mengenai Eksperimen Albert Bandura!
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar sosial 2. Untuk mengetahui Prinsip dari belajar sosial
3. Untuk mengetahui Fase-fase yang ada pada belajar sosial 4. Untuk mengetahui bagaimana eksperimen dari Albert Bandura
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian
Belajar
Hamalik berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku berkat pelatihan dan pengalaman. Belajar merupakan suatu proses dan bukan semata-mata hasil yang hendak dicapai.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia ditulis bahwa “ belajar:
“berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu” Dari arti atau defenisi maka belajar merupakan suatu kegiatan atau aktivitas.
Menurut Wikipedia bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.
Berdasarkan definisi diatas maka belajar adalah suatu proses tingkah laku yang dari awalnya tidak tahu menjadi tahu.
Sosial
Menurut Lewis sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.
Menurut Peter Herman Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.
Jadi sosial arti sempitnya berarti kemasyarakatan, dimana sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap anda bertemu orang meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu juga ketika anda sedang menelpon, atau chatting (ngobrol) melalui internet.
Belajar Sosial
Teori belajar sosial adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku melalui proses pengamatan. Teori ini menganggap bahwa harus ada pemodelan yang nantinya bisa dijadikan pengamatan oleh individu yang sedang belajar.
Sebenarnya, teori belajar ini merupakan bentuk pengembangan dari teori belajar behavioristik, di mana tujuan utamanya menekankan pada perubahan perilaku.
Di antara beberapa teori belajar lain, teori ini tergolong masih baru, yaitu dikembangkan pada tahun 1986 oleh Albert Bandura, sehingga biasa disebut teori belajar sosial Bandura.
Gambar Albert Bandura
B. Prinsip
1. Determinis resiprokal
Maksud determinis resiprokal adalah konsep keterkaitan secara bolak- balik antara lingkungan dan perilaku. Menurut Bandura, perilaku seseorang bisa dibentuk oleh lingkungan.
2. Tanpa penguatan (reinforcement)
Bandura menekankan bahwa penguatan bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku seseorang. Seseorang bisa belajar hanya dari melihat dan meniru hal yang dilihat.
3. Kognisi dan regulasi diri
Menurut Bandura, manusia bisa menjadi pengamat atas perilakunya sendiri, memberi penguatan, dan hukuman atas kesalahan sendiri.
C. Fase-Fase
Adapun fase-fase yang harus dilalui untuk menerapkan teori pembelajaran sosial adalah sebagai berikut.
1) Fase perhatian
Pada fase ini, peserta didik akan memperhatikan model atau sesuatu yang mereka observasi. Hal yang akan diperhatikan biasanya hal-hal menarik, unik, terkenal, dan sesuai dengan minat mereka. Agar guru bisa menjadi pusat perhatian peserta didik, Bapak/Ibu harus mampu memberikan isyarat-isyarat yang jelas dan mudah dipahami.
2) Fase retensi
Fase retensi ini merupakan fase di mana peserta didik harus mampu mengingat hal-hal yang sudah mereka amati. Melalui pengamatan itulah diharapkan mereka mampu belajar dan mendapatkan hasil yang baik.
3) Fase reproduksi
Pada fase reproduksi ini terjadi umpan balik yang nantinya bisa mengarahkan peserta didik pada perilaku yang diinginkan. Umpan balik ini tidak hanya ditujukan bagi hal-hal yang sudah benar, melainkan juga hal-hal yang tidak benar.
4) Fase motivasi
Fase motivasi merupakan fase terakhir yang menandai keberhasilan teori pembelajaran sosial. Pada fase ini, peserta didik akan meniru hal- hal berkesan dari pengamatan yang mereka lakukan. Mereka beranggapan bahwa setelah meniru, akan muncul penguatan (reinforcement) dari dalam diri masing-masing.
D. Eksperimen
Untuk mengimplementasikan ini, Bandura pernah membuat eksperimen menggunakan boneka yang diberi nama Bobo. Pada eksperimen tersebut, anak- anak diminta mengamati perilaku kasar dan agresif orang dewasa terhadap boneka tersebut.
Nah, saat anak-anak tersebut diminta untuk bermain bersama Bobo, mereka meniru tindakan agresif orang dewasa yang dilihatnya. Itulah contoh yang menunjukkan bahwa teori ini mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti pada pembahasan sebelumnya, Bandura menyatakan bahwa untuk belajar seseorang tidak harus selalu memperoleh reinforcement, bahkan hanya dengan melihat ia sudah bisa belajar.
Gambar Eksperimen Boneka Bobo
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Teori belajar sosial adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku melalui proses pengamatan. Teori ini menganggap bahwa harus ada pemodelan yang nantinya bisa dijadikan pengamatan oleh individu yang sedang belajar.
Sebenarnya, teori belajar ini merupakan bentuk pengembangan dari teori belajar behavioristik, di mana tujuan utamanya menekankan pada perubahan perilaku.
Di antara beberapa teori belajar lain, teori ini tergolong masih baru, yaitu dikembangkan pada tahun 1986 oleh Albert Bandura, sehingga biasa disebut teori belajar sosial Bandura.
Prinsip Teori Belajar Sosial Terdiri dari;
Determinis resiprokal
Tanpa penguatan (reinforcement)
Kognisi dan regulasi diri
Adapun fase-fase yang harus dilalui untuk menerapkan teori pembelajaran sosial adalah sebagai berikut.
1) Fase perhatian 2) Fase retensi 3) Fase reproduksi 4) Fase motivasi
Untuk mengimplementasikan ini, Bandura pernah membuat eksperimen menggunakan boneka yang diberi nama Bobo. Pada eksperimen tersebut, anak- anak diminta mengamati perilaku kasar dan agresif orang dewasa terhadap boneka tersebut.