• Tidak ada hasil yang ditemukan

terhadap kinerja karyawan pada PT.Pertani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "terhadap kinerja karyawan pada PT.Pertani "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERTANI (PERSERO) MAKASSAR

Ryan1, Ahmad Musseng2, Nurhani3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research aims to find out the effect of training on employee performance at PT. Pertani (Persero) Makassar. The research approach was based on quantitative with an associative approach. The data analysis technique used the validation test and the rehabilitation test, the simple linner regression test, t test, f test, and the coefficient of correlation and determination. The results of this study indicated that simultaneously the training variable (X) has a significant effect on performance (Y) at PT. Pertani (Persero) Makassar.

Keywords: Training, Performance.

PENDAHULUAN

Membangun manusia baru merupakan kebutuhan yang mendesak di Indonesia untuk saat ini. Kesulitan untuk bangkit dari krisis dengan SDM lama, yang serba terkungkung, tergantung, takut salah, dan tak berani mencoba meupakan sebuah fenomena yang dihadapi pada saat ini. SDM semacam ini hanya akan membuat kita gagap mengahadapi milenium baru, dimana globalisasi segala bidang menjadi kata kunci.

Kemampuan (ability) baik pengetahuan atau keterampilan merupakan komponen penting dalam mencapai kinerja.

Untuk mencapai kinerja yang memuaskan diperlukan kemampuan profesional dan untuk mencapainya harus melalui beberapa tahapan atau kondisi. Pendidikan formal masih belum memadai untuk mencapai kemampuan yang profesional. Untuk itu kemampuan SDM karyawan harus diberdayakan melalui pelatihan, pendidikan dan pengembangan.

Dengan kemampuan kerja yang memadai diharapkan memberikan implikasi terhadap peningkatan kinerja karyawan sehingg mendukung pelaksanaan tugas secara efektif, efisien, dan profesional.

PT. Pertani (Persero) Makassar, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Perberasan dan Perbenihan. Untuk menjalankan kegiatan operasionalnya PT.

Pertani (Persero) membutuhkan Karyawan yang memiliki keterampilan dan kemampuan

secara baik dan tepat. Selain itu setiap hari jum’at semua Karyawan PT. Pertani (Persero) Makassar juga melakukan kegiatan yang namanya jum’at ibadah dimana pada hari itu semua karyawan mendengarkan ceramah dan melakukan kegiatan seperti mengaji. Jika karyawan memiliki keterampilan serta kemampuan yang baik dan sesuai dengan operasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Maka,akan berpengaruh terhadap kualitas beras yang dihasilkan oleh perusahaan.

Pelatihan akan memberikan berbagai manfaat karier jangka panjang yang membantu karyawan untuk mengerjakan tanggung jawab lebih besar yang diberikan pada waktu yang akan datang Dari uraian di atas maka penulis ingin mengetahui secara mendalam tentang bagaimana hasil pengaruh untuk kualitas beras yang dihasilkan atas kemampuan dan kinerja yang dimiliki oleh para karyawan Hal inilah yang mendorong penulis untuk menyusun Tugas Akhir dengan judul Analisis Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Pertani (Persero) Makassar”

Rumuskan masalah dalam penelitian ini adalah “

Apakah Analisis pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT.Pertani (Persero) Makassar ?”

Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

pelatihan

terhadap kinerja karyawan pada PT.Pertani

(Persero) Makassar.

(2)

Manfaat penelitian

1. Manfaat Teoritis Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas pengetahuan tentang analisis pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pertani (Persero) Makassar. 2. Manfaat Praktis Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai penulis adalah sebagai berikut: a. Bagi Penulis. Untuk menambah dan meningkatkan wawasan serta pemahaman tentang kemampuan kinerja karyawan yang dalam perusahaan a. Bagi Akademik b. Diharapkan bisa menambah informasi dan referensi perpustakaan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa lain dalam penelitian lebih lanjut. c. Bagi Perusahaan Dapat dijadikan pertimbangan sebagai informasi dan sarana perbaikan yang diperlukan ke depannya sehubungan dengan Apakah pengaruh pelatihan keterampilan terhadap kemampuan kinerja karyawan pada PT.Pertani (Persero) Makassar.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut Gary Dessler (2015), mengemukakan bahwa : Pelatihan merupakan proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka. Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Karyawan baik yang baru atau pun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan. Menurut Widodo (2015), pelatihan merupakan serangkaian aktivitas individu dalam meningkatkan keahlian dan pengetahuan secara sistematis sehingga mampu memiliki kinerja yang profesional di bidangnya. Pelatihan adalah proses pembelajaran yang memungkinkan karyawan melaksanakan pekerjaan yang sekarang sesuai dengan standar.

Munurut Dr. Benny A. Pribadi, M.A.

(2016) Pelatihan merupakan salah satu kompenen penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada sebuah institusi. Penyelenggaraan program pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif SDM merupakan asset penting dalam institusi.

Menurut Ratnasari (2017) Kinerja Karyawan adaah hasil kerja berupa kuantitas maupun kualitas setiap periode tertentu.

Sedangkan Menurut Bangun (2015) Menyatakan, Kinerja (performance) adalah

hasil pekerjaan yang dicapai seseorang berdasarkan persyaratan persyaratan (job requirement).

Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2015).

Kinerja akan selalu menjadi isu acktual dalam organisasi karena apapun organisasinya kinerja merupakan kunci terhadap efektivitas keberhasilan organisasi.

Menurut Dr. H. A. Hussen (2017) Kinerja yang dikemukakan sebelumnya memberi indikasi bahwa kinerja berhubungan dengan aspek perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas organisasi sesuai dengan wewenang yang telah ditetapkan.

Menurut Ir. M. Budihardjo (2015), Penilaian kinerja karyawan menjadi kunci utama dalam pengembangan perusahaan.

Tabel 1. Penelitian Terdahulu

Sumber : Data Diolah (2021).

Peningkatan pengetahuan, keterampian, dan sikap akibat pelaksanaan program pelatihan di harapkan dapat meningkatkan kinerja institusi dalam menghadapi perubahan dan persaingan eksterlnal.

Menurut Ali C (2019) Pelatihan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja.

Menurut Ajabar (2016) Pelatihan (training) adalah proses yang di desain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis ataupun meningkatkan kinerja seseorang.

(3)

Pelatihan (X) Kinerja

Karyawan (Y) Pelatihan merupakan serangkaian

keahlian dan pengetahuan secara sistematis sehingga mampu memiliki kinerja yang professional dibidangnya (Widodo, 2015).

Sedangkan menurut Suparyadi (2015) tujuan pelatihan yaitu:

Meningkatkan produktivitas karyawan yang menguasai pengetahuan dan memiliki keterampilan di bidang pekerjaannya akan mampu bekerja dengan lebih baik daripada karyawan yang kurang menguasai pengetahuan dan tidak memiliki keterampilan dibidang pekerjaannya, Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penguasaan pengetahuan dan meningkatnya keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya yang diperoleh karyawan dari suatu program pelatihan akan membuat mereka mampu bekerja secara lebih efektif dan efisien, Meningkatnya daya saing karyawan yang terlatih dengan baik tidak hanya berpeluang mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga akan mampu bekerja semakin efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Menurut Dr. Mamik (2016) Pelatihan adalah salah satu jenis proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem Pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek dan teori.

Program pelatihan pada dasarnya berisi aktivitas pembalajaran yang sengaja di desain dan di kembangkan untuk menciptakan proses belajar dalam diri peserta. Melalui proses belajar peserta program pelatihan akan memiliki kemampuan yang mencakup pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitudwe) yang di perlukan untuk dapat melaksanakan suatu tugas dan pekerjaan. Ada 4 (empat jenis) pelatihan yang berbeda pelatihan-pelatihan itu adalah sebagai berikut : Pelatihan induksi 1. Bertujuan mengenalkan organisasi kepada karyawan yang baru diangkat, ini merupakan pelatihan yang singkat dan informatif yang diberikan segera setelah bergabung dengan organisasi tersebut, tujuannya memberikan infromasi.

“selayan pandang” kepada karyawan. 2.

Pelatihan pekerjaan. Berkaitan dengan pekerjaan khusus dan tujuannya adalah memberikan informasi dan petunjuk yang sesuai kepada karyawan sehingga memungkinkan mereka melaksanakan pekerjaan secara sistematis, tepat efisien, dan

akhirinya kepercayaan diri. 3. Pelatihan untuk promosi Adalah pelatihan yang diberikan setelah promosi tetapi sebelum bergabung pada posisi yang lebih tinggi, tujuannya untuk memberi kesempatan pada karyawan melakukan penyesuaian diri dengan tugas pekerjan di level tinggi.

Menurut Larasati S (2018) Pelatihan biasa nya diperuntukkan karyawan non manajerial/non pimpinan untuk tujuan tertentu dimana pelatihan merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia melalui perubahan aspek kognitif, afektif, dan psikometrik karyawan yang sesuai dengan pekerjaan.

Berdasarkan rumusan masalah, maka dapat dirumuskan hipotesis yaitu. H = Pelatihan terhadap kinerja karyawan pada PT.Pertani (Persero) Makassar.

Untuk lebih memperjelas arah dari penelitian yang menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pelatihan terhadap kinerja karyawan maka dalam penelitian ini dapat diambil suatu jalur pemikiran yang diterjemahkan dalam tabel 1.

Gambar 1. Model Penelitian

Sumber : Ryan (2020).

METODE PENELITIAN

Desain penelitian diperlukan memfasilitasi kelancaran proses itian, dan membuat penelitian semakin efisien dalam rangka menghasilkan informasi dengan maksimal. Mengacu ke permasalahan yang ada,penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research), karena penelitian ini menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa.

Lokasi penelitian dilakukan pada PT.

Pertani (Persero) Makassar, yang beralamat Jl.

Jendral Sudirman No.29, Kota Makassar.

Waktu penelitian berkisar selama dua bulan.

Data Penelitian 1. Jenis Data Adapun jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah: a. Data Kualitatif b. Data Kuantitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk gambaran tabel dan angka- angka. Sumber Data 2. Sumber data yang digunakan dalam

(4)

penulisan ini adalah: a. Data Primer adalah data yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara dengan pimpinan dan karyawan perusahaan yang berwenang. b. Data Sekunder dadalah data yang bersumber dari tulisan serta laporan-laporan yang dianggap relavan dengan tulisan ini.

Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan atau memperoleh data melalui:

1. Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung pada perusahaan PT. Pertani (Persero) Makassar yang menjadi tempat objek penelitian. 2. Wawancara, yaitu penulis melakukan serangkaian tanya jawab secara langsung dengan pihak perusahaan yang berwenang. 3. Kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yang dijadikan sampel dalam penelitian

Populasi dan sampel. Populasi ialah wilayah generilisasi yang teridiri berdasarkan:

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Menurut V. Wiratna (2016), Populasi adalah jumlah total objek atau item yang peneliti nilai karakteristik dan atributnya kemudian menarik kesimpulan. Dalam hal ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah jumlah populasi berdasarkan database PT.Pertani (Persero) Makassar adalah 75 karyawan.

Sampel ialah sebahagian jumlah dan karakteristik populasi. Menurut V. Wiratna (2016), Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi pengujian. Karena ada populasi besar yang terbatas pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara memilih di acak. Maka dari itu jumlah sampel yang di ambil sebanyak 75 orang sebagai responden.

Variabel penelitian. 1. Variabel dependen atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan, karena Pelatihan keterampilan adalah variabel independen. Variabel Tergantung pada Penelitian ini Kemampuan Kinerja (Y).

Variabel Independen 2. Variabel independen atau variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau merupakan penyebab perubahan atau penampilan dari variabel dependen. Variabel Independen dalam Penelitian ini adalah Pelatihan Keterampilan (X). Teknik analisis data Analisis 1. Deskirptif adalah penelitan dilakukan untuk mengetahui

nilai dari setiap variabel, dalam satu atau lebih variabel independen untuk mendapatkan gambaran tentang variabel ini. 2. Analisis Linier Sederhana Biasanya, berikut ini dapat diringkas sebagai regresi sederhana (dengan satu prediktor):

Y=Kinerja Karyawan a= Konstanta

b= Koefisien regresi X= Pelatihan

Defenisi operasional 1. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. 2.

Pelatihan adalah suatu proses dimana orang- orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. 3.

Kemampuan Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu

HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun Gambaran umum responden dapat dilihat dari karakteristik responden yang terdiri dari jenis kelamin, umur, dan Pendidikan terakhir. Dalam hal ini peneliti bermaksud untuk menjelaskan latar belakang dari responden yang menjadi sampel dari penelitian ini. Untuk mengetahui gambaran umum responden dapat dijelaskan sebagai berikut.

Peneliti bermaksud untuk menjelaskan latar belakang dari responden yang menjadi sampel dari penelitian ini. Untuk mengetahui gambaran umum responden dapat dijelaskan sebagai berikut.

Teknik analisis data dingunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Uji validitas, Uji validitas item merupakan tes instrumen data untuk mengetahui seberapa akurat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas digunakan untuk menguji apakah data kuesioner yang digunakan dalam penelitian valid atau tidak valid. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas kontruksi. Validitas kontruksi dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment.

Kriteria pengujiannya adalah jika rhitung lebih besar dari rtabel (rhitung> rtabel), maka

(5)

instrumen penelitian dinyatakan valid, dan sebaliknya apabila rhitung lebih kecil dari rtabel (rhitung<rtabel) maka instrumen penelitian dinyatakan tidak valid.

Uji Reliabilitas. Pengujian reliabilitas dari semya pernyataan yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan rumus Cronbach alpha (koefisein alpha Cronbach). Yang secara umum dianggap sebagai reliabel jika nilai alpha cronbachnya >0,6.

Analisis regresi linear berganda Maqdalena (2019), Analisis regresi linear berganda bertujuan mengetahui dua atau lebih variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

Definisi operasional variabel penelitian adalah penjelasan dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian terhadap indikator-indikator yang menyusunnya.

Definisi operasional penelitian berikut; a) Kompensasi (X1), segala sesuatu yang diperoleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Indikatornya ialah, insetif, program perlindungan, fasilitas dan lainnya. b) Motivasi Kerja (X2), segala sesuatu yang meningkatkan semangat kerja karyawan sehingga menjadi landasan seseorang karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

Indikatornya ialah, persepsi tantangan pekerjaan, persepsi kemampuan karyawan untuk mengatasi kesulitan, dan persepsi tentang motif berbasis uang. c) Kinerja Karyawan, hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Indikatornya ialah, Kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, keterampilan dan tingkat pengetahuan.

Tabel 2. Responden berdasarkan jenis kelamin

n No

Jenis

Kelamin Responden Persentase (%)

1 Pria 70 93,3%

2 Wanita 5 6,7%

Jumlah 75 100%

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 3. Responden berdasarkan umur

N No

Usia

(tahun) Responden Presentase (%) 1 20-30 Thn 13 17%

2 31-40 Thn 40 53,3%

3 41-50 Thn 20 26%

4 >50 Thn 2 26%

Jumlah 75 100%

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 4. Responden berdasarkan pendidikan terakhir

N No

Pendidikan

Terakhir Responden Presentase

%

1 SMA - -

2 DIPLOMA 5 6,7%

3 S1 61 81,3%

4 S2 9 12%

5 S3 - -

Jumlah 75 100%

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 5. Uji Validitas Pelatihan

Indikator r. Hitung r.Tabel Keterangan X1 0,673 0,2272 Valid X2 0,813 0,2272 Valid X3 0,809 0,2272 Valid X4 0,809 0,2272 Valid

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 6. Responden berdasarkan pendidikan terakhir

N no

Pendidikan

Terakhir Responden Persentase

%

1 SMA - -

2 DIPLOMA 5 6,7%

3 S1 61 81,3%

4 S2 9 12%

5 S3 - -

(6)

Jumlah 75 100%

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 7. Uji Validitas Pelatihan

Indikator r.Hitung r.Tabel Keterangan

X1 0,673 0,2272 Valid

X2 0,813 0,2272 Valid

X3 0,809 0,2272 Valid

X4 0,809 0,2272 Valid

Sumber : data diolah (2021).

Tabel 8. Uji Validitas Kinerja Karyawan

Indikator r. Hitung r. Tabel Keterangan Y1 0,275 0,2272 Valid Y2 0,364 0,2272 Valid Y3 0,306 0,2272 Valid Y4 0,430 0,2272 Valid Y5 0,478 0,2272 Valid Sumber : data diolah (2021).

Dari Uraian uji variabel di atas dapat diketahui bahwa semua pertanyaan yang diajukan valid karena r – hitung > r – tabel maka dalam penelitian ini semua pertanyaan kuesioner dapat di gunakan untuk mengumpulkan data.

Tabel 9. Uji Reabilitas Variabel Cronbach’s

Alpha Kriteria Keterangan Pelatihan

0,935 0,6 Reliabel Kinerja

Karyawan 0,747 0,6 Reliabel Sumber : data diolah (2021).

Tabel 11. Uji Regresi sederhana Coefficientsa

Model

Unstandard ized Coefficient s

Standardize d

Coefficients

t S ig.

B S td.

Error Beta

1

(Constant) 1 2,71 2

,

934 -

1 3,60 4

, 000 PELATIHA

N

,161 ,052 ,343 3,12 3

,003 a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN

Sumber : data diolah (2021).

Berdasarkan Hasil olah data, maka dapat disusun hasil analisis regresi linier sederhana sebagai berikut:

Y=12,712+0,161X

Dalam persamaan regresi linier sederhana di atas dapat diinterprestasikan beberapa hal antara lain :

1. Nilai kontasta persamaan diatas sebesar 12,712, jika nilai pelatihan (X) adalah 0 atau tidak ada, maka kinerja karyawan (Y) sebesar 12,712.

2. Variabel pelatihan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,161 menunjukkan variabel pelatihan (X) berpengaruh positif terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dengan kata lain jika variabel pelatihan meningkat sebesar 1satuan maka kinerja karyawan akan bertambah sebesar 0,161.

Berdasarkan tabel 10 tentang output pengolahan data dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana diatas dapat diperoleh hasil uji parsial atau persamaan regresi dari hasil penelitian ini.

1. Uji t (Uji Parsial)

Uji t (parsial) dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau secara parsial variabel independen yaitu pelatihan (X) terhadap variabel dependen kinerja karyawan (Y).

Sementara itu secara parsial pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan ditunjukkan pada tabel 10 diatas.

Berdasarkan hasil output SPSS 25 diatas kita dapat melihat bahwa antara variabel X dan Y menunjukkan nilai thitung sebesar 3,123

> nilai ttabel yaitu sebesar 1,993 dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini berarti variabel pelatihan ada pengaruh terhadap kinerja karyawan.

2. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi (R2) ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat atau dengan kata lain sebesar besar variabel x dapat memberikan kontribusi terhadap variabel Y. Nilai koefisien

(7)

determinasu (R2) yang digunkana dalam penelitian ini adalah nilai R square.

Tabel 12. Uji Koefisien Determinasi R2 Model Summary

Model R

R Square

Adjusted R Square

Std.Error of the Estimate

1 ,6

62a

,4 39

,106 ,878 a. Predictors: (Constant), PELATIHAN

Sumber : data diolah (2021).

Dari hasil pengaruh variabel pelatihan (X) terhadap kinerja karyawan (Y) pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,439. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel bebas pelatihan mempunyai kontribusi atau pengaruh terhadap variabel terikat kinerja karyawan sebesar 43,9% sedangkan sisanya sebesar 56,1%

karena lebih banyak indikator yang tidak diteliti yang mempengaruhi pelatihan terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian uji parsial (uji t) menunjukkan nilai thitung sebesar 3,123 >

nilai ttabel yaitu sebesar 1,993 dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini berarti variabel pelatihan ada pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian nesarnya pengaruh dari variabel bebas secara bersama- sama dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0,439 hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel pelatihan (X )secara bersama-sama berpengaruh atau memeberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan (Y).

PENUTUP

Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan yang sudah di uraikan, dapat di tarik kesimpulan : bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pertani (persero) Makassar.

Saran–saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang dapat diperoleh sebagai berikut : 1. Penelitian ini di harapkan sebagai referensi bagi penelitian yang akan datang, sehingga akan menyempurnakan kekurangan–

kekurangan dalam hasil penelitian yang berhubungan dengan kinerja karyawan dengan

menambakanh variabel-variabel untuk melengkapinya. 2. Diharapkan Perusahaan dapat mememperhatikan Pelatihan guna meningkatkan Kinerja Karyawan di PT Pertani (Persero) Cabang Sulawesi Selatan di Makassar.

DAFTAR PUSTAKA

Ali C. (2019). Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia.

Sukabumi : CV.Jejak.

Ajabar. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia. Sleman: Deepublish.

Andi N. (2016). Pengaruh Pelatihan terhadap kemampuan Kayawan dan Dampaknya terhadap kinerja Karywan (Studi Pada Karyawan PT. Gatra Mapan Malang) Universitas Kanjuruhan Malang.

Bangun (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.

Dessler, G (2015). Manajemen Suber Daya Manusia. Jakarta : Salemba Empat.

Mamik. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia, Sidoarjo : Zifatama Jawara.

Benny A. Pribadi. (2016). Desain Dan Pengembangan Pelatihan Berbasis Kompetisi; Implementasi Model Addie.

Jakarta: Prenada Media Group.

Meithiana Indrasari. (2017). Kepuasan Kinerja Dan Kinerja Karyawan. Sidoarjo:

Indomedia Pustaka.

H. A. Hussen Fattah. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Yogyakarta:

Elmatera (Anggota IKAPI)

Harsuko Riniwati. (2016). Penilaian Kerja SDM. Malang: UB Press.

Novianto Eko Nugroho. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Eriza ,V.E (2019). Pengaruh Pelatihan terhadap Kemampuan Kerja dan kinerja Karyawan (Studi pada karyawan AUTO 2000 Malang-Sutoyo bagian divisi service) Universitas Brawijaya Malang.

M. Budihardjo. (2015). Penilaian Kinerja Karyawan. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Marihot , E (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta : Grasindo

Mangkunegara (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Mosdakarya.

Rozalena, Agustin dan Sri Komala Dewi.

(2016). panduan praktis menyusun

(8)

pemgembangan karier dan pelatihan karyawan. Jakarta : Raih Asa Sukses.

Ratnasari, (2017). perencanaan sumber daya manusia. Surabaya: Unggul Pangestu Nirmana.

Sri ,L (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Sleman : Deepublish.

V. Wiratna. (2016). Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi Pendekatan Kuantitatif. Yogyakarta:Pustaka baru press.

Widodo, S. (2015). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Kinerja Karyawan (Y) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam kemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab

Hasil dari peristiwa ini adalah sesuatu yang saya rasa: 1 Bukan tanggung jawab saya sama sekali 2 Jarang menjadi tanggung jawab saya 3 Kadang bukan tanggung jawab saya, kadang

Indikator ketiga dari Kinerja Karyawan , yaitu Karyawan selalu hadir dalam bekerja dan tidak pernah meninggalkan tanggung jawab yang telah diberikan oleh perusahaan

yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang oleh suatu perusahaan. sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab

yang berlaku pada organisasi. Pegawai mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan. harapan organisasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

1) Sastrohadiwiryo mengemukakan mutasi adalah kegiatan ketenaga kerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab, dan status ketenagakerjaan

Menurut David (2009), strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang hendak dicapai. Strategi akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan

2 Saya merasa tanggung jawab pekerjaan dengan jabatan yang saya duduki sudah sesuai.. 3 Kejelasan tugas dan tanggung jawab yang harus saya lakukan