LEGISLASI VETERINER LABORATORIES
Oleh:
Mohammad Abel Junjunan Hidayat 20820103
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA SURABAYA
2023
1. PENDAHULUAN a) Latar Belakang
Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan.
Laboratorium sebagai unit pelayanan penunjang medis, diharapkan dapat memberikan informasi yang teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap spesimen atau sampel yang pengujiannya dilakukan di laboratorium. Masyarakat menghendaki mutu hasil pengujian laboratorium terus ditingkatkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan penyakit. Ahli teknologi laboratorium kesehatan yang terdiri dari para analis kesehatan dan praktisi laboratorium lainnya harus senantiasa mengembangkan diri dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya jaminan mutu terhadap hasil pengujian laboratorium dan tuntutan diberikan pelayanan yang prima (Kepmenkes, 2007).
Mutu pelayanan di laboratorium berkaitan dengan hasil uji analisa laboratorium. Mutu pelayanan didasari penilaian hasil pelayanan laboratorium secara keseluruhan.
Laboratorium dikatakan bermutu tinggi apabila hasil uji laboratorium dapat memuaskan pelanggan dengan memperhatikan aspek teknis seperti ketelitian dan ketepatan yang tinggi (Mulyono dkk, 2010).
b) Rumusan Masalah
1) Apa saja jenis pekerjaan yang termasuk dalam bidang laboratorium 2) Seperti apa ruang lingkup dokter hewan di bidang laboratorium
3) Mengapa dokter hewan dikatakan kompeten bekerja dibidang laboratorium 4) Bagaimana peran dokter hewan pada bidang laboratorium
5) Dasar hukum (PPU) apa saja yang harus dikuasai ketika bekerja pada bidang tersebut 6) Dimana orang bisa mendapatkan pengetahuan maupun keterampilan jenis pekerjaan
dilaboratorium
7) Sejauh mana manfaat dokter hewan dalam bidang laboratorium
c) Maksud Dan Tujuan
1) Pembuatan makalah ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk menambah ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan laboratorium dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat.
2) Untuk mengenalkan mahasiswa tentang manfaat laboratorium bagi masyarakat.
3) Mengenalkan peranan laboratorium terhadap kesehatan masyarakat.
d) Manfaat Bagi Pembaca
Mahasiswa dapat lebih memahami dan mengetahui secara lebih luas dan mendalam tentang manfaat dan peranan laboratorium bagi kesehatan masyarakat , sehingga terciptanya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya pada masyarakat sesuai dengan harapan.
2. PEMBAHASAN
1) Jenis pekerjaan dokter hewan yang termasuk dalam bidang laboratorium
Menurut, peraturan menteri Kesehatan republik indonesia Nomor 411/menkes/per/111/2010 pada bab II tentang jenis dan klasifikasi Laboratorium berdasarkan jenis terbagi menjadi:
A. Laboratorium klinik umum
Laboratorium klinik umum merupakan laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, dan imunologi klinik. Laboratorium klinik umum diklasifikasikan menjadi:
a. laboratorium klinik umum pratama
Laboratorium klinik umum pratama sebagaimana dimaksud merupakan laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan terbatas dengan teknik sederhana.
b. laboratorium klinik umum madya
Laboratorium klinik um urn madya sebagaimana dimaksud pada yaitu laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan tingkat laboratorium klinik umum pratama dan pemeriksaan imunologi dengan teknik sederhana.
c. laboratorium klinik umum utama.
Laboratorium klinik um urn utama sebagaimana dimaksud merupakan laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan lebih lengkap dari laboratorium klinik umum madya dengan teknik automatik.
B. Laboratorium klinik khusus
Laboratorium klinik khusus merupakan laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik pada 1 (satu) bidang pemeriksaan khusus dengan kemampuan tertentu. Laboratorium klinik khusus terdiri atas:
a. laboratorium mikrobiologi klinik;
Laboratorium mikrobiologi klinik melaksanakan pemeriksaan mikroskopis, biakan, identifikasi bakteri, jamur, virus, dan uji kepekaan.
b. laboratorium parasitologi klinik
Laboratorium parasitologi klinik melaksanakan identifikasi parasit atau stadium dari parasit baik secara mikroskopis dengan atau tanpa pulasan, biakan atau imunoesai.
c. laboratorium patologi anatomik.
Laboratorium patologi anatomik melaksanakan pembuatan preparat histopatologi, pulasan khusus sederhana, pembuatan preparat sitologi, dan pembuatan preparat dengan teknik potong beku.
2) Ruang Lingkup Dokter Hewan Di Bidang Laboratorium Menurut pasal 16, Bagian Keempat Tentang ketenagaan
Pasal 1. Penanggung jawab teknis laboratorium klinik mempunyai tugas dan tanggung jawab:
a. menyusun rencana kerja dan kebijaksanaan teknis laboratorium;
b. menentukan pola dan tata cara kerja;
c. memimpin pelaksanaan kegiatan teknis laboratorium;
d. melaksanakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan laboratorium;
e. merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan pemantapan mutu;
f. memberikan pendapat terhadap hasil pemeriksaan laboratorium;
g. memberikan konsultasi atas dasar hasil pemeriksaan laboratorium; dan
h. memberikan masukan kepada manajemen laboratorium mengenai pelaksanaan kegiatan laboratorium.
Pasal 2. Apabila penanggung jawab teknis laboratorium klinik tidak berada di tempat secara terus menerus lebih dari 1 (satu) bulan tapi kurang dari 1 (satu) tahun, maka laboratorium klinik bersangkutan harus memiliki penanggung jawab teknis sementara yang memenuhi persyaratan dan melaporkan kepada instansi pemberi izin.
Pasal 3. Apabila penanggung jawab teknis tidak berada di tempat secara terus menerus lebih dari 1 (satu) tahun, maka laboratorium yang bersangkutan harus mengganti penanggung jawab teknis yang memenuhi persyaratan.
3) Seberapa kompeten dokter hewan di bidang laboratorium
Pentingnya dokter hewan dalam penelitian tidak bisa dilebih-lebihkan. Hewan sangat penting dalam pengembangan setiap penemuan medis utama, dan sistem alternatif yang efektif untuk sepenuhnya menghilangkan kebutuhan hewan dalam penelitian belum ditetapkan. Sebagai dokter hewan laboratorium, kami memahami bahwa penggunaan hewan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman kami tentang penyakit, namun kami juga percaya bahwa itu adalah hak istimewa yang harus dilakukan secara manusiawi. Penelitian hewan telah memberi kita insulin, antibiotik, vaksin, transplantasi
organ, kemoterapi, dan sejumlah teknologi penyelamat hidup lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Posisi saya memungkinkan saya untuk mendukung terobosan ini sambil memastikan perawatan etis dan penggunaan hewan penelitian.
Bagi pecinta hewan di antara kita, penting untuk dicatat bahwa penemuan ini tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga bagi hewan lain. Penggantian sendi, perawatan kanker, terapi penyakit neurodegeneratif, dan banyak prosedur darurat sekarang dimungkinkan pada hewan karena konsep awalnya dipelajari pada hewan untuk digunakan pada manusia. Sebagai seorang dokter hewan di kedokteran hewan laboratorium, saya memiliki hak istimewa untuk berkontribusi pada inisiatif “One Health” yang telah diadopsi oleh AMA dan AVMA di Amerika Serikat. Dalam lingkungan ini, dokter dan dokter hewan berkolaborasi dan berbagi informasi baru yang dapat menerjemahkan antara pengobatan manusia dan hewan, menghasilkan hidup yang lebih lama dan lebih sehat untuk semua pasien kami.
4) Peran Dokter Hewan Pada Bidang Laboratorium.
Dokter hewan berperan penting dalam arah program perawatan hewan laboratorium, dan bertanggung jawab untuk mengembangkan praktik untuk memenuhi semua kebutuhan lingkungan, nutrisi, dan sosial hewan kita. Kami menerapkan kebijakan dan memberikan pelatihan dan pengawasan untuk memastikan bahwa kebijakan ini diikuti, dan menetapkan sistem untuk pelaporan dan pengelolaan masalah terkait hewan yang tepat waktu. Selain itu, dokter hewan laboratorium sering melakukan studi mereka sendiri yang menyelidiki metode baru untuk meningkatkan kesejahteraan hewan dalam latar penelitian. Kesejahteraan hewan laboratorium sangat bergantung pada keberadaan dokter hewan yang semata-mata berdedikasi untuk peningkatan kualitas hidup mereka secara terus-menerus.
5) Dasar hukum (PPU) apa saja yang harus dikuasai Ketika bekerja pada bidang tersebut.
Menurut bagain keempat tentang ketenaggan pada pasal 14 Laboratorium klinik harus memenuhi ketentuan ketenagaan meliputi:
a. laboratorium klinik umum pratama:
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter dengan sertifikat pelatihan teknis dan manajemen laboratorium kesehatan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan, yang dilaksanakan oleh organisasi profesi patologi klinik dan institusi pendidikan kesehatan bekerjasama dengan kementerian kesehatan
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 2 (dua) orang analis kesehatan serta 1 (satu) orang tenaga administrasi.
b. laboratorium klinik umum madya :
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter spesialis patologi klinik.
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 4 (empat) orang analis kesehatan dan 1 (satu) orang perawat serta 2 (dua) orang tenaga administrasi.
c. laboratorium klinik umum utama :
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter spesialis patologi klinik.
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dokter spesialis patologi klinik, 6 (enam) orang tenaga analis kesehatan dan 2 (dua) orang diantaranya memiliki sertifikat pelatihan khusus mikrobiologi, 1 (satu) orang perawat, dan 3 (tiga) orang tenaga administrasi.
d. laboratorium mikrobiologi klinik:
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter spesialis mikrobiologi klinik.
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dokter spesialis mikrobiologi klinik, 2 (dua) orang analis kesehatan yang telah mendapat sertifikasi pelatihan di bidang mikrobiologi klinik, 1 (satu) orang perawat, dan 1 (satu) orang tenaga administrasi.
e. laboratorium parasitologi klinik:
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter spesialis parasitologi klinik.
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dokter spesialis parasitologi klinik, 2 (dua) orang analis kesehatan yang telah mendapat sertifikasi pelatihan di bidang parasitologi klinik, 1 (satu) orang perawat ,dan 1 (satu) orang tenaga administrasi.
f. laboratorium patologi anatomik:
1) penanggung jawab teknis sekurang-kurangnya seorang dokter spesialis patologi anatomi.
2) tenaga teknis dan administrasi, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang teknisi patologi anatomi/analis/sarjana biologi, dan 1 (satu) orang tenaga administrasi.
6) Dimana orang bisa mendapatkan pengetahuan maupun keterampilan jenis pekerjaan dilaboratorium
Seseorang dapat mendapatkan keterampilan dalam menjalani jenis perkerjaan tersebut melalui sekolah Pendidikan dokter hewan serta pendidikan profesi dokter hewan (coas)
7) Sejauh mana manfaat dokter hewan dalam bidang laboratorium
Manfaat yang diperoleh adalah adanya pemahaman dalam ruang lingkup penitingnyaa observasi di dalam laboratorim. Dengan adanya undang-undang dokter hewan sebagai penyedia jasa lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Dan adanya rasa kepercayaan dari komsumen terhadap dokter hewan karena adanya undang-undang yang mendasari.
A. PENUTUP
a) Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan
pemeriksaan spesimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan.
2. Sebagai dokter hewan laboratorium, memahami bahwa penggunaan hewan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit, namun juga percaya bahwa itu adalah hak istimewa yang harus dilakukan secara manusiawi. Penelitian hewan telah memberi kita insulin, antibiotik, vaksin, transplantasi organ, kemoterapi, dan sejumlah teknologi penyelamat hidup lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
b) Saran-Saran
Laboratorium kesehatan perlu memperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada kosumen dalam hal ini adalah masyarakat yang akan menggunakan jasa laboratorium, sehingga masyarakat merasakan kepuasan dan loyal terhadap kualitas yang ditawarkan, hal ini juga bertujuan agar terselenggaranya pelayanan laboratorium kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
DAFTAR PUSTAKA
“Mengapa Saya Menjadi Dokter Hewan Laboratorium”. (2023, April 20). Retrieved from Rpeaking of Research: https://speakingofresearch.com/2013/01/21/why-i-am-a-laboratory-animal- veterinarian/