Nama: Maulana Daffa A.P NIM: 2205026147
Kelas: Ekonomi Islam D-4 Matkul: Perekonomian Indonesia
A. Ringkasan Materi
Ekonomi dapat diibaratkan sebagai mesin sederhana yang terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain pertumbuhan produktivitas, siklus hutang jangka pendek, dan siklus hutang jangka panjang. Transaksi ekonomi yang melibatkan pemerintah, bisnis, bank, dan individu menjadi kekuatan penggerak utama dalam memperkuat dinamika perekonomian. Meskipun kredit memiliki peran vital dalam memacu pertumbuhan dengan meningkatkan pengeluaran, perlu diingat bahwa penggunaan kredit yang berlebihan dapat mengundang risiko siklus hutang yang merugikan bagi stabilitas ekonomi.
Pemerintah, bisnis, bank, dan individu terlibat dalam transaksi ini. Pemerintah mengumpulkan pajak dan mengeluarkan uang untuk kebutuhan nasional, seperti infrastruktur. Bank sentral mengendalikan jumlah uang dan kredit dalam perekonomian melalui suku bunga dan kebijakan moneter. Kredit memainkan peran penting dalam ekonomi, memungkinkan peminjam untuk meningkatkan pengeluaran mereka. Suku bunga yang rendah mendorong pinjaman, sementara suku bunga tinggi dapat menghambatnya. Kredit membantu menciptakan pengeluaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bank sentral berperan mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi membuat orang lebih berhati-hati dalam berutang, mengurangi pengeluaran, dan mendorong penurunan harga barang. Sebaliknya, ketika orang berhemat dan pengeluaran turun, sedangkan pendapatan tetap atau meningkat, itu disebut deflasi. Jika deflasi berlanjut, ini bisa menyebabkan resesi. Bank sentral dapat merespons dengan menurunkan suku bunga untuk mendorong utang dan pengeluaran.
Ini membantu mengatasi resesi dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Orang- orang sering merasa percaya diri selama ekspansi ekonomi. Namun, saat euforia terjadi, banyak yang cenderung menambah utang. Ini dapat dilihat dari rasio utang terhadap pendapatan, yang bisa menjadi beban saat mencapai puncaknya. Saat euforia mencapai puncak, dan beban utang maksimal, terjadi resesi.
Pada kondisi ini, pemerintah dapat mencetak uang untuk membiayai kebutuhan rakyatnya dan memberikan stimulus ekonomi, namun hal ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan inflasi berlebihan. Di saat krisis keuangan yang dahsyat orang-orang tidak mampu membayar beban utang yang terlampau besar. Saat itu pendapatan jatuh, kredit menghilang, harga aset turun, bank bank ambruk, pasar saham ambruk, ketegangan sosial meningkat.
B. Contoh Fenomena
Penggunaan shopee paylater saat pembelian produk/barang di shopee, contohnya pada saat kita membeli produk/barang di shopee yang seharusnya kita bisa beli 6 bulan lagi,tapi kita bisa mendapatkan barang lebih awal ketika kita meyicil barang tersebut menggunakan shopee pay later selama 6 bulan.