• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Enzim Katalase pada Hati Ayam dan Tumbuhan

N/A
N/A
Brigita Jenna Aleta Rasendrya

Academic year: 2025

Membagikan " Uji Enzim Katalase pada Hati Ayam dan Tumbuhan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PRAKTIKUM UJI ENZIM KATALASE PADA HATI AYAM DAN TUMBUHAN Hari, Tanggal : Selasa, 6 Agustus 2024

Anggota :

● Rachel Gitamulya Pratama/XIIF

● Brigita Jenna Aleta R/XIIG

● Gabriella Viane Pratiwi/XIIH

● Jonathan Andrew Mannuel/XIIH

● Marcello Bryan Hartanto/XIIH

● Tiara Anjel Solin/XIIH Tujuan Praktikum :

● Mengidentifikasi dan menjelaskan cara kerja dan fungsi enzim katalase dengan mengamati reaksi ekstrak hati ayam dan berbagai ekstrak daun terhadap hidrogen peroksida (H₂O₂)

● Mengetahui suhu optimal dalam proses kerja enzim katalase.

Landasan Teori :

Hidrogen peroksida dipecah menjadi air dan oksigen oleh enzim katalase, yang merupakan protein kuartener, menurut Encyclopaedia Britannica. Enzim ini terdiri dari empat rantai polipeptida panjang, masing-masing memiliki sekitar 500 asam amino. Banyak sel hati dan jantung pada berbagai makhluk yang terpapar oksigen mengandung enzim katalase, yang sangat penting dalam mencegah kerusakan sel akibat kehadiran hidrogen peroksida. Enzim katalase sangat penting untuk melindungi sel-sel hidup dari kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif yang disebabkan oleh zat-zat seperti hidrogen peroksida, yang dapat merusaknya, produk limbah dari proses metabolisme dan fisiologis tubuh. Menurut Science American, enzim berfungsi melawan hidrogen peroksida yang jika dibiarkan dapat menjadi senyawa beracun dan berbahaya bagi tubuh. Hidrogen peroksida dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit, dan cedera pada berbagai organ tubuh, sehingga penumpukannya akibat proses seluler sangat tidak diinginkan.

(2)

Untuk mengatasi hal ini, tubuh secara otomatis memproduksi enzim katalase yang bertugas memecah hidrogen peroksida yang berbahaya melalui reaksi kimia berikut:

Enzim sendiri adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis dalam reaksi kimia, yaitu senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa ikut berubah atau habis dalam proses tersebut.

Kehadiran enzim sangat penting, karena tanpa enzim, aktivitas biologis dalam tubuh bisa terhambat. Selain itu, enzim dikenal sebagai biokatalisator yang mempercepat reaksi-reaksi biologi sambil mempertahankan struktur kimianya tetap stabil.

Hati, atau liver, adalah organ padat terbesar dan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia.

Terletak di bawah diafragma di sisi kanan-atas tubuh, hati memainkan sejumlah peran vital dalam sistem pencernaan. Fungsi utama hati mencakup detoksifikasi, sintesis protein, dan produksi bahan kimia penting untuk pencernaan

GGT (gamma-glutamyl transferase) merupakan enzim yang diproduksi oleh hati, tetapi juga dapat ditemukan pada organ lain, seperti ginjal, pankreas, jantung, dan otak. Pemeriksaan GGT bersamaan dengan komponen uji fungsi hati lain dilakukan untuk menilai apakah terdapat gangguan pada saluran empedu atau hati.

Alat dan Bahan : Alat :

● Gelas Beker

● Pipet tetes

● Termometer

● Bunsen (alat bakar spiritus)

● Tabung feaksi

● Penjepit tabung reaksi

Bahan :

● Hati ayam segar

● Bayam

● Daun sirih

● Daun kelor

(3)

● Brokoli

● Daun pepaya

● Tomat

● Daun seledri

● Daun katuk

● Daun salam

● Daun jeruk

● Selada

● H2O2 15%

Cara Kerja/ Prosedur Kerja :

1. Buatlah ekstrak hati ayam segar dengan cara menghaluskan hati ayam segar dengan menggunakan blender atau mortal ambil ekstraknya

2. Masukkan ekstrak hati seberat ( setinggi 1-2 cm di dalam tabung reaksi )ke dalam tabung reaksi yang telah di beri label kemudian lakukan langkah dibawah ini :

a. Tambahkan 1 Cm tetes H202 kedalam tabung reaksi A, segera tutup tabung reaksi dan amati apa yang terjadi. Setelah kurang lebih 2 menit bukalah penutup tabung reaksi dan segera masukan lidi yang ada bara apinya. Amati dengan seksama dan catatlah di hasil pengamatan.

b. Letakkan tabung reaksi D ke dalam gelas beker yang berisi air hangat dengan suhu sehingga mencapai suhu 55oC selama 2 menit. Tambahkan 1cm H202kedalam tabung reaksi D dan segera tutup mulut tabung reaksi diamkan 2 menit, dengan hati-hati masukkan bara api secara perlahan . Amati reaksinya dan catatlah dihasil pengamatan 3. Lakukan percobaan pada tabung reaksi 1 sampai 8 dengan memasukkan ekstrak

tumbuhan setinggi 2 cm kedalam tabung reaksi secara terpisah kemudian masukkan 1 cm H202.

Hasil Pengamatan Ekstrak hati ayam Tabung

Reaksi

Gelembung Nyala Api Keterangan

A ++++ ++ Suhu 65°C

B +++++ +++ Suhu Ruang

Hasil Pengamatan Ekstrak Daun

(4)

Tabung Reaksi

Gelembung Nyala Api Keterangan

1 ++ + Kelor

2 +++ ++ Bayam

3 + - Jeruk

4 +++ +++ Seledri

5 +++ +++ Selada

6 ++ +++ Salam

7 ++ +++ Sirih

8 ++ + Katuk

9 ++ +++ Pepaya

10 +++ + Brokoli

11 - - Tomat

Pembahasaan

● Pada percobaan ini terdapat 2 hal yang menjadi objek pengamatan, yaitu banyaknya gelembung yang timbul dan keadaan bara api. Banyaknya gelembung merupakan tanda dari berlangsungnya proses penguraian H2O2 oleh enzim katalase menjadi air (H2O) dan oksigen(O2). Adapun bara api yang digunakan untuk menguji larutan merupakan alat yang digunakan untuk mencari tahu kadar oksigen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut.

Api akan menyala apabila terkena oksigen, maka pada reaksi ini bara api bisa menyala karena dia terkena oksigen dari hasil penguraian H2O2.

● Enzim katalase ini dapat dipengaruhi oleh suhu. Suatu kerja enzim bisa dipengaruhi oleh suhu. Ketika berada pada suhu rendah enzim tidak akan bekerja karena energi aktivitas enzim menjadi kecil sedangkan pada suhu tinggi enzim akan pecah membuatnya tidak dapat bekerja kembali. Maka pada percobaan ini juga kami lihat bagaimana pengaruh enzim dengan suhu.

● Pada percobaan ini tak hanya dihasilkan gelembung dan nyala api, dihasilkan pula tekanan yang dapat teramati. Kami mengamati tekanan itu dari ketika kami mencampurkan ekstrak dengan H2O2, kami menutup tabung reaksi dengan jari. Dari situ

(5)

kami merasakan tekanan yang kuat dari dalam tabung reaksi. Adanya tekanan tersebut disebabkan karena gas oksigen yang dihasilkan oleh reaksi enzimatis sebelumnya.

Tekanan tersebut membuat adanya cipratan air dari tabung reaksi.

● Pada tabel pertama ditunjukan hasil dari percobaan pada 2 tabung reaksi yang berisi ekstrak hati ayam masing-masing setinggi 2 cm. Pada tabung A suhunya dinaikan hingga 65°C sedangkan tabung B tetap pada suhu ruang. Ketika ditambahkan larutan H2O2, tabung A menghasilkan gelembung (busa) yang sangat banyak dengan tekanan yang kuat pula, tidak sebanyak reaksi pada tabung B. Lalu ketika ditambahkan bara api ke dalam kedua tabung, kedua apinya membesar namun tabung B menghasilkan api yang jauh lebih besar dibandingkan tabung A. Artinya enzim katalase pada tabung A sudah pecah karena terpapar suhu tinggi yang mengakibatkan reaksinya tidak sebesar tabung B yang berada di suhu ruang.

● Pada tabel kedua ditunjukan hasil dari percobaan pada 11 tabung yang berisi berbagai jenis daun ditambah tomat. Dengan suhu ruang dan mendapat perlakuan yang sama, kesebelas tabung itu mengalami perbedaan reaksi yang signifikan. Pada tomat, tidak terjadi apa-apa. Pada daun jeruk tercipta gelembung namun tidak menghasilkan nyala api.

Yang menghasilkan reaksi paling besar adalah daun seledri dan selada yang menghasilkan gelembung maksimal dan nyala api yang besar. Artinya enzim katalase sama sekali tidak ditemukan pada tomat karena tidak adanya kandungan kloroplas. Daun jeruk mampu dipecah menjadi uap air yang diindikasikan dengan masih timbulnya gelembung, namun gas oksigen tidak dihasilkan terbukti dengan tidak menyalanya api.

Sehingga daun jeruk hanya memiliki sedikit enzim katalase. Dari percobaan ini, enzim katalase pada daun paling banyak ditemukan pada daun seledri dan selada.

Kesimpulan

Kesimpulan dari percobaan ini menunjukkan bahwa enzim katalase pada berbagai jenis bahan menunjukkan reaktivitas yang berbeda terhadap suhu dan jenis bahan. Suhu tinggi, seperti pada tabung A yang dipanaskan hingga 65°C, dapat merusak enzim katalase sehingga mengurangi pembentukan gelembung dan nyala api dibandingkan dengan suhu ruang, seperti yang terlihat pada tabung B. Selain itu, hasil percobaan pada berbagai jenis daun menunjukkan bahwa daun tomat tidak menghasilkan reaksi karena

(6)

tidak mengandung enzim katalase, sedangkan daun jeruk menghasilkan gelembung tetapi tidak menyalakan api, menandakan enzim katalase yang sangat sedikit. Sebaliknya, daun seledri dan selada menghasilkan gelembung maksimal dan nyala api yang besar, menunjukkan kandungan enzim katalase yang tinggi.

Daftar Pustaka

● https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/18/155854669/enzim-katalase-pengertian-d an-fungsinya

● https://www.alodokter.com/fungsi-hati-begitu-penting-maka-sayangi-dia#:~:text=GGT%

20(gamma%2Dglutamyl%20transferase),pada%20saluran%20empedu%20atau%20hati.

● https://rsudpariaman.sumbarprov.go.id/read-post/Mengenal-Lebih-Jauh-Tentang-Hati-dan -Perannya.html

● Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, Vol. 17, No. 2, Tahun 2022

DOKUMENTASI PRAKTIKUM

● Dokumentasi Saat Melakukan Percobaan

(7)

Sebelum dan Sesudah Percobaan

.

(8)

Beberapa Dokumentasi Adanya Reaksi Setelah dilakukan Percobaan

Perbedaan Hasil Percobaan Hati Ayam yang Dipanaskan di Suhu 65°C dan Tidak Dipanaskan.

Referensi

Dokumen terkait

aktivitas antihiperurisemia pada tikus putih jantan yang diinduksi kafein. dan

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, gambaran hati tikus yang diberi air rebusan tanaman cakar ayam selama 3 hari setelah induksi CCl 4 menunjukkan banyak regenerasi sel

3.Setelah dipanaskan dan diberi H2O2 tidak menghasilkan gelembung gas,hal ini membuktikan bahwa reaksi berjalan sangat lambat karena hati ayam dipanaskan terlebih dahulu,sehinggga

Berdasarkan pengujian residu antibiotik pada 10 sampel hati ayam broiler dengan menggunakan metode Uji Tapis (Screening Test) yang berasal dari pasar tradisional

Selanjutnya dilakukan perhitungan kadar timbal dan kadmium dengan cara yang sama terhadap semua sampel.. Contoh Perhitungan Kadar Timbal dan Kadmium dalam Hati Ayam

Kemudian berdasarkan hasil analisis dari 2 LKS enzim katalase pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dapat diambil kesimpulan bahwa dari segi analisis

Pada penelitian ini dilakukan pengujian toksisitas akut untuk melihat LD 50 dan subakut untuk melihat gambaran histopatologi hati serta aktivitas enzim

Hasil percobaan menunjukkan bahwa Enzim amilase yang diekstraksi dari kecambah kacang hijau dan biji jagung segar dan kering menunjukkan aktivitas dalam memecah pati dengan suhu