UNIT
ANALYSIS, POPULASI,
DAN SAMPEL
Team Presentation
Putri Fajar Aprilianti 2019101603113
Ide Bagus Pinaringan 20191016031140
Amanda 20191016031141
3
Muhammad Ali A.
20191016031137
“UNIT ANALYSIS”
Unit analisis adalah seluruh hal yang kita teliti untuk mendapatkan penjelasan ringkasan mengenai
keseluruhan unit dan untuk menjelaskan berbagai perbedaan diantara unit analisis tersebut.
Perbedaan yang sama antara unit analisis dan agregat terjadi pada penelitian eksplanatif. Unit analisis dalam suatu penelitian biasanya juga menjadi unit observasi.
Dalam hal ini unit observasinya adalah individu suami dan istri, tetapi unit analisisnya (hal yang kita ingin teliti) adalah pasangan.. Penting bagi peneliti untuk
menentukan unit analisisnya secara jelas dan tegas, ketidakjelasan unit analisis akan mengakibatkan peneliti tidak dapat menentukan siapa atau apa yang akan di amatinya. Dalam kasus ini, unit analisis dikelompokan kedalam variabel seperti tingkat ekonomi, lokasi
peristiwa dan tingkat bunuh diri.
33
“Penting bagi peneliti untuk menentukan unit analisisnya secara
jelas dan tegas, ketidakjelasan unit analisis akan mengakibatkan peneliti
tidak dapat menentukan siapa atau apa yang akan di amatinya. Dalam kasus ini, unit analisis dikelompokan
kedalam variabel seperti tingkat ekonomi, lokasi peristiwa dan tingkat
bunuh diri.”
1. PEMBAGIAN UNIT ANALYSIS
* Individu
* Kelompok
* Organisasi
* Interaksi Sosial
* Artefak Sosial
2. KESALAHAN UNIT ANALYSIS
╸ Kesalahan Ekologis
Kesalahan ekologis mengacu pada kelompok atau perangkat atau sistem yaitu sesuatu yang lebih besar dari suatu individu.
╸ Kesalahan Reduksi
Kesalahan reduksi atau reduksionisme
(reductionsm) mencakup upaya untuk
menjelaskan suatu fenomena tersebut
berdasarkan konsep terbatas atau aturan
tingkat rendah.
o Konsep dan Konstruk
• Kelompok pertama adalah objek yang bersifat direct
observables yaitu hal-hal yang dapat diamati, secara
langsung oleh panca indra.
• Kelompok kedua adalah objek yang bersifat indirect
observables yaitu hal-hal yang dapat diamati secara tidak langsung.
• Kelompok ketiga adalah konstruk yaitu hal-hal yang tidak diamati secara tidak langsung lebih-lebih secara langsung.
77
3. KONSEPTUALISASI DAN PENGUKURAN
o Indikator dan Dimensi
• Tingkat kecemasan menjadi korban kejahatan
• Perkiraan kemungkinan menjadi korban pada setiap peristiwa kejahatan dilingkungan terdekat
• Persepsi untuk melakukan kontrol terhadap kemungkinan menjadi korban pada setiap peristiwa kejahatan dilingkungan terdekat.
• Persepsi mengenai tingkat keseriusan setiap kejahatan
• Kepercayaan peristiwa kejahatan dapat terjadi dilingkungan terdekat
• Persepsi seberapa besar sikap paling menghargai dilingkungan tetangga
• Persepsi terhadap kejahatan
komunitas, termasuk kontrak sosial informasi dan model kepercayaan
Variabel dan Atribut
Variabel dan atribut merupakan fondasi bagi penelitian hubungan sebab akibat dalam penelitian ilmu sosial.
4. VARIABEL
Variabel dan Kontinus
Suatu variabel adalah kontinus jika data yang diperoleh berasal dari perhitungan (count) sedangkan data variabel diskrit berasal dari
pengukuran (measurement).
DEFINISI POPULASI
Suatu himpunan
individu degan sifat-sifat
yang
ditentukan atau dipilih oleh si
penelitisedemi kian rupa
sehingga
setiap individu dapat
menyatakan dengan tepat apkan individu tersebut
menjadi anggota
populasi atau tidak.
Berkaitan dengan variabel,
maka populasi dapat
didefinisikan sebagai
himpunan semua
vasiabel, baik univariat
maupun
multivariate, yang mungkin ditinjau oleh seorang peneliti.
Berkaitan dengan data, baik data kuantitatif maupun kualitatif, maka populasi dapat didefinisikan
sebagai himpunan semua data yang mungkin
diobservasi atau dicacah/dicatat oleh seorang peneliti. Dengan kata lain, populasi adalah himpunan semua individu yang dapat ( atau yang mungkin akan ) memberikan data dan informasi
untuk suatu penelitian.
99
Bagian populasi yang diambil
untuk di teliti atas sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi
DEFINISI SAMPEL
Sebagian yang di ambil dari
keseluruhan objek
yang diteliti dan
dianggap mewakili
seluruh populasi.
POPULASI SAMPEL
1111 o Populasi Target
Populasi target merupakan populasi
yang jauh lebih luas dari populasi sampel, untuk hasilgeneralisasi berdasarkan sebuah sampel
diharapkan akan berlaku atau dapat
diterima secara teoritis, tetapi bukanlah secara statisktika
o Populasi Hipotesis
Dalam praktik, cukup banyak data
sampel atau objek penelitian diperoleh tanpa mulai dengan mengidetifikasi populasi yang akan ditinjau, tetapi mulai dengan kelompok individu yang yang kebetulan atau terpaksa menjadi objek atau reponden suatu penelitian,
karena beberapa faktor.
KEGUNAAN SAMPEL
1. Menghemat Biaya
2. Mempercepat Pelaksanaan Penelitian
3. Menghemat Tenaga
PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL
1.
Menentukan tujuan penelitian
2.
Menentukan populasi penelitian
3.
Menentukan jenis data yang diperlukan
1313
4.
Menentukan teknik sampling
5.
Menentukan besarnya sampel [sampel size]
6.
Penentuan unit sampel yang diperlukan
7.
Memilih sampel
TEKNIK
SAMPLING
Random Sampling
1515 Sample Acak
Sederhana
(random sampling)
Sample Acak Sistematis (Sytematic Sampling)
Sample Acak Stratifikasi (stratified sampling atau stratified random sampling)
Sample Gusgus Bertahap (Multistage sampling)
1 2
3 4
Non Random Sampling
1. Purposive Sampling
Pengambilan sampel secara purposive didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan cirri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketehui sebelumnya.
3. Accidental Sampling
Pengambilan sampel secara aksidental ( accidental ) ini dilakukan dengan mengambil kasus atau responden 2. Quota Sampling
Pengambilan sampel secara Quata dilakukan dengan cara menetabkan sejumblah anggota sampel secara quota atau jatah.
THANK YOU
FOR YOUR ATTENTION
1717