• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG "

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kabupaten Bintan merupakan Kabupaten pertama di Provinsi Kepulauan Riau yang menerapkan kebijakan pengobatan gratis dengan menggunakan KK-KTP. Program pengobatan gratis di Puskesmas dengan menunjukkan identitas kependudukan atau KK-KTP bagi masyarakat Kabupaten Bintan pada tahun 2017, telah mendaftarkan sekitar 51.264 orang yang merasakan manfaatnya di seluruh Puskesmas di Kabupaten Bintan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Tinjauan Pustaka

Perbedaan: Tuhumury (2012) meneliti tentang implementasi yang belum tercapai dan tidak berjalan dengan baik, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap program ini, sedangkan penulis juga fokus pada implementasinya, namun pada implementasi kebijakan yang sedang berjalan. Perbedaan : Ardianty (2012) Implementasi program JAMKESDA di RS PMI Bogor belum maksimal dan banyak kekurangannya, sedangkan penulis mengkaji implementasi yang sedang atau sedang berjalan hanya dengan berobat menggunakan KK-KTP Kabupaten Bintan.

Kerangka Teori

  • Kebijakan Publik
  • Implementasi Kebijakan

Kebijakan makro pemerintahan merupakan kebijakan pemerintah yang bersifat umum atau bisa disebut juga dengan kebijakan fundamental. Kebijakan pemerintah yang bersifat meso dapat dianggap sebagai kebijakan yang bersifat perantara, atau yang lebih dikenal dengan pernyataan implementasi.

Kerangka Pemikiran

Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis pada Puskesmas Daerah dan Rawat Inap Kelas III. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Definisi Konsep

Karena politisasi merupakan ciri mendasar dari sistem kita, dapat dikatakan bahwa penerapannya paling tidak berhasil jika politik konfliktual dianggap masuk akal. Mewujudkan Dampak Implementasi artinya implementasi yang dilakukan oleh RSUD Bintan dan Pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak bagi masyarakat Bintan.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan Penelitian
  • Objek dan Lokasi Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Analisis Data
  • Jadwal Penelitian

Peraturan Bupati Bintan Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis di Puskesmas dan Pasien Kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bintan didasarkan pada. Tujuan Peraturan Bupati Bintan Nomor 35 Tahun 2016 tentang “Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis di Puskesmas dan Pasien Kelas III di Rumah Sakit Umum Kabupaten Bintan”. Tujuan Peraturan Bupati Bintan Nomor 35 Tahun 2016 tentang “pelayanan kesehatan dasar gratis di puskesmas dan pengobatan rawat inap kelas III di RSUD Kabupaten Bintan”.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Badriyah selaku Manajer Keuangan RSUD Kabupaten Bintan dengan pertanyaan “Bagaimana menurut anda tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No. Kemudian penulis melakukan wawancara kepada kepala perawat RSUD Bintan yang bernama Ibu Eva dengan pertanyaan “Menurut anda bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan?” di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No. Selanjutnya penulis melakukan wawancara terhadap informan warga Bintan yang datang berobat ke RSUD Kabupaten Bintan bernama Ny. pelayanan kesehatan di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No.

Penulis kemudian melakukan wawancara kepada informan warga Bintan yang datang berobat ke RSUD Kabupaten Bintan bernama Ibu Hartutik dengan menanyakan: “Menurut bapak, sebagai penerima program kesehatan gratis, selama menjalani rutinitas Program ini, prosesnya cepat atau lama. Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis di Puskesmas dan Rawat Inap Kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Bintan.

Tabel 3. 1 Data Informan
Tabel 3. 1 Data Informan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Objek Peneliti

  • Gambaran umum Kabupaten Bintan
  • Gambaran Umum RSUD Kabupaten Bintan
  • Tugas Pokok dan Fungsi
  • Struktur Organisasi
  • Sumber Daya Manusia
  • Visi dan Misi RSUD Kabupaten Bintan

Dengan adanya pemekaran wilayah maka jumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bintan bertambah dari 6 (enam) kecamatan menjadi 10 (sepuluh) kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Bintan Kecamatan Sri Kuala Lobam -Daerah. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bintan terletak di Jalan Kesehatan Nomor 1, Kelurahan Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Priponsi, Kepulauan Riau. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bintan No. 7 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bintan dan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bintan diresmikan oleh Bupati Bintan pada tanggal 26 Januari 2012 yang berbunyi: Uraian tentang tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bintan.

Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bintan bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan efektif dengan mengutamakan upaya penyembuhan (kuratif) dan rehabilitatif (rehabilitatif), dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif dan preventif serta pelayanan rujukan kesehatan. seperti penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, kesehatan. RSUD Kabupaten Bintan mempunyai tenaga medis sebanyak 23 orang, termasuk 12 orang dokter spesialis. RSUD Bintan mempunyai tenaga perawat sebanyak 87 orang yang terdiri dari 66 perawat dan 21 bidan.

RSUD Kabupaten Bintan mempunyai tenaga penunjang medis sebanyak 28 orang yaitu; Apoteker 8 orang, kemudian analisa laboratorium 3 orang, kemudian radiologi 2 orang, rekam medis 5 orang, elektromedik 1 orang, ahli gizi 2 orang, fisioterapi 2 orang, kesehatan masyarakat 2 orang dan terakhir kesehatan lingkungan 3 orang. Tata laksana RSUD atau tenaga non medis RSUD Kabupaten Bintan berjumlah 75 orang, termasuk 6 orang staf.

Gambar 4. 1 Peta RSUD Kabupaten Bintan
Gambar 4. 1 Peta RSUD Kabupaten Bintan

Hasil Penelitian

  • Identitas Informan
  • Analisis Tingkat kepatuhan pada ketentuan yang berlaku
  • Analisis Lancarnya Pelaksanaan Rutinitas Fungsi
  • Analisis Terwujudnya dampak yang dikehendaki

Demikianlah Peraturan Bupati Bintan Nomor 35 Tahun 2016 tentang “pelayanan kesehatan dasar gratis di puskesmas. Dasar Hukum Peraturan Bupati Bintan Nomor 35 Tahun 2016 tentang “pelayanan kesehatan dasar gratis di puskesmas dan perawatan rumah sakit kelas III di Kabupaten Bintan Rumah Sakit Daerah”, yaitu pasal 34 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kemudian Undang-undang nomor 12 Tahun 1956 tentang. Penulis kemudian melakukan wawancara dengan informan sebagai pasien bernama Ibu Sulastri dengan pertanyaan “Menurut anda, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati.

Penulis selanjutnya melakukan wawancara kepada informan atas nama Ibu Asmah dengan pertanyaan “Menurut anda, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No. Kemudian penulis melakukan wawancara kepada informan bernama Bapak M. Amin dengan pertanyaan “Menurut anda, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati di Bintan . Peraturan Bupati No. Penulis kemudian melakukan wawancara kepada informan bernama Pak Khenedi dengan pertanyaan “Menurut anda, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan di RSUD Bintan yang mengacu pada kebijakan Bupati di Kabupaten Bintan? Peraturan. TIDAK.

Dari hasil wawancara peneliti melihat RSUD Bintan menjadi sasaran politik Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan dasar gratis ditinjau dari kecepatan proses pelayanan, berjalan baik, dan pelayanan dapat berjalan dengan baik. juga dikatakan. menjadi standar tanpa bertele-tele. Dari hasil wawancara tersebut, peneliti melihat bahwa tujuan politik dari Keputusan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 adalah tentang pelayanan kesehatan dasar gratis.

Gambar 4. 5 Kunjungan di RSUD Kabupaten Bintan
Gambar 4. 5 Kunjungan di RSUD Kabupaten Bintan

Pembahasan

Pihak rumah sakit juga menyediakan sumber daya pendukung dan bahan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kebijakan bupati ini. Rumah sakit juga melayani pasien sesuai kebutuhan pasien tanpa membeda-bedakan cara pengobatannya. KESDA di RS PMI Bogor 2012 Safitri, Dian Prima, Fitri Kurnianingsih, dan Edison, (2016) Teori Kebijakan.

Pertanyaannya adalah; pertanyaan “Menurut Bapak, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit selaku pemberi pelayanan kesehatan di RSUD Bintan mengacu pada kebijakan bupati dalam Peraturan Bupati Bintan Nomor. Dan apakah pelayanan yang diberikan rumah sakit kepada masyarakat sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Pertanyaannya adalah; pertanyaan “Menurut Bapak, bagaimana tingkat kepatuhan rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan di RSUD Bintan, mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No.

Pertanyaannya adalah; pertanyaan “Menurut ibu, bagaimana tingkat kepatuhan pasien dalam menerima pelayanan kesehatan di RSUD Bintan mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No. Pertanyaannya adalah; pertanyaan “Menurut ibu, bagaimana tingkat kepatuhan pasiennya?” kepatuhan dalam penerimaan pelayanan kesehatan di RSUD Bintan mengacu pada kebijakan Bupati dalam Peraturan Bupati Bintan No.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan gratis di RSUD Kabupaten Bintan telah berjalan dengan baik dan sesuai harapan, namun tidak menutup kemungkinan terdapat kendala juga. terjadi, namun dapat diselesaikan dengan cepat. Masyarakat Bintan sangat antusias dengan program ini, selain memudahkan mereka dalam berobat juga meringankan beban masyarakat ketika sakit. Pemerintah dan tenaga medis juga berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan apa yang terjadi.

Tingkat kepatuhan yang berlaku adalah Kebijakan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis sehubungan dengan pemenuhan persyaratan telah dilaksanakan sesuai dengan persyaratan tersebut, begitu pula dengan kepatuhan pelaporan klaim oleh pihak yang terkena dampak. telah disesuaikan. terhadap apa yang dapat diterapkan. Pengenalan efek yang diinginkan dari tingkat kepuasan pasien sudah baik, namun saat pasien menjalani pengobatan, hanya sedikit masalah yang muncul. Dampak positif dari penerapan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Bintan adalah tidak ada alasan untuk menolak pasien yang datang berobat ke RSUD dengan alasan tidak mempunyai biaya.

Walaupun terkadang banyak masyarakat yang datang ke rumah sakit untuk berobat, namun selain memberikan dampak positif, terdapat juga dampak negatifnya yaitu terkadang masyarakat terlalu malas untuk menunggu dan memilih pulang karena terjadi peningkatan pengunjung RSUD Bintan selama ini. beberapa tahun terakhir. Namun dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengunjung rumah sakit mengalami penurunan karena situasi yang saat ini rentan terhadap penyebaran virus, dan rumah sakit juga melakukan pembatasan pengunjung serta tidak lupa memperhatikan protokol kesehatan bagi pengunjung dan tenaga medis.

Saran

Pertanyaannya adalah; Sebagai pemberi pelayanan medis kepada pasien, menurut Anda prosesnya cepat atau lama? Pertanyaannya adalah; Menurut Pak. Pertanyaannya: Menurut Anda, selama berjalan, apakah program ini sudah mencapai tingkat dampak yang diinginkan atau bagaimana tingkat kepuasan pasien selama menjalani perawatan di RSUD Bintan.

Pertanyaannya adalah; Menurut ibu, sebagai pemberi pelayanan pengobatan kepada pasien, apakah prosesnya cepat atau lama? Pertanyaannya adalah; Menurut ibu, sebagai pemberi layanan pengobatan kepada pasien, apakah pelaksanaan program ini sudah lancar dan sesuai dengan fungsinya, serta apakah ada kendala tertentu selama rutin menjalankan program ini? Pertanyaannya, menurut ibu tersebut, selama berjalan, apakah program ini sudah mencapai tingkat dampak yang diinginkan atau bagaimana tingkat kepuasan pasien selama berobat di RSUD Bintan.

Pertanyaannya adalah; Menurut Anda, sebagai penerima pelayanan kesehatan dari rumah sakit, apakah prosesnya cepat atau lama? Pertanyaannya adalah; Menurut Pak. Pertanyaannya adalah; Menurut sang ibu, sebagai penerima pelayanan medis dari rumah sakit, apakah prosesnya cepat atau lama?

Pertanyaannya adalah; Menurut ibu tersebut, sebagai penerima pelayanan kesehatan, pelaksanaan program ini selama rutin dijalankan berjalan lancar dan sesuai fungsinya serta ada kendala tertentu.

1 Kerangka Berpikir

Gambar

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
Tabel 3. 1 Data Informan
Tabel 3. 2 Identitas Informan
Gambar 4. 1 Peta RSUD Kabupaten Bintan
+7

Referensi

Dokumen terkait

ENGLISH LANGUAGE EDUCATION STUDY PROGRAM FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG 2022 AN ANALYSIS OF STUDENTS’ PERCEPTION

DEVELOPING BLOG FOR TEACHING WRITING SKILL AT GRADE NINTH IN SMPN 10 TANJUNGPINANG Skripsi Submitted as a Partial Fulfilment for the Undergraduate Degree in English Language

DEVELOPING OF PICTURE PAPER BOX LEARNING MEDIA FOR 9th GRADE SKRIPSI Submitted as a Partial Fulfilment For the Undergraduate Degree in English Language Education DENSIAH

THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ READING INTEREST TOWARDS VOCABULARY MASTERY AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 16 TANJUNGPINANG SKRIPSI Submitted as a Partial Fulfillment For

180563201003 PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI TANJUNGPINANG COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM

2 DEVELOPING A CUE CARDS FOR TEACHING SPEAKING SKILL AT GRADE 11 Skripsi Submitted as a Partial Fulfilment for the Undergraduate Degree in English Language Education Nadia

IMPROVING STUDENTS' WRITING SKILL ON RECOUNT TEXT BY USING YOUTUBE MEDIA AT THE EIGHTH GRADE OF SMPN 18 BINTAN SKRIPSI Submitted as a Partial Fulfillment for Undergraduate

viii PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini, sebagai sivitas akademika Universitas Maritim Raja Ali Haji: Nama : Baiq Naulina