Bifidobacterium longum

Top PDF Bifidobacterium longum:

JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT, AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN pH FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM DENGAN PENGGUNAAN BAKTERI STARTER Bifidobacterium longum.

JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT, AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN pH FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM DENGAN PENGGUNAAN BAKTERI STARTER Bifidobacterium longum.

Alhamdulillahi Robbil Alamin, Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wataala, atas berkat Rahmat, Hidayah, serta Nikmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi mengenai “ Jumlah Bakteri Asam Laktat, Aktivitas Antimikroba, dan pH Flavored Yogurt Kolostrum Dengan Penggunaan Bakteri Starter Bifidobacterium longum ”.

11 Baca lebih lajut

Ketahanan Bakteri Probiotik Bifidobacterium Longum Bf-1 Yang Dienkapsulasi Nano Alginat Terhadap Cairan Lambung Dan Usus Halus Simulasi.

Ketahanan Bakteri Probiotik Bifidobacterium Longum Bf-1 Yang Dienkapsulasi Nano Alginat Terhadap Cairan Lambung Dan Usus Halus Simulasi.

Gaya hidup sehat saat ini banyak ditekankan melalui konsumsi makanan yang mengandung bahan fungsional, salah satunya adalah produk yang mengandung probiotik. Penambahan probiotik bertujuan untuk menyeimbangkan jumlah antara bakteri merugikan dan bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan manusia. Suatu bakteri dapat dikatakan probiotik apabila memenuhi beberapa kriteria, yaitu 1) bersifat nonpatogenik dan aktif pada kondisi asam lambung dan konsentrasi garam empedu yang tinggi dalam usus halus, 2) mampu tumbuh dan melakukan metabolisme dengan cepat dan terdapat dalam jumlah yang banyak dalam usus, 3) dapat mengkolonisasi di dalam usus besar, 4) dapat memproduksi asam-asam organik secara efisien dan memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri merugikan, serta 5) mudah diproduksi skala besar dan hidup selama kondisi penyimpanan (Salminen et al. 2004). Salah satu kelompok bakteri yang sudah teruji sebagai probiotik adalah Bifidobacterium longum.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

FORMULASI PRODUK SUSU FERMENTASI KERING DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus casei DAN Bifidobacterium longum

FORMULASI PRODUK SUSU FERMENTASI KERING DENGAN PENAMBAHAN BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus casei DAN Bifidobacterium longum

Produk A4 merupakan produk dengan meng- gunakan BAL S. lactis dan Bifidobacterium longum. Uji mikrobiologi yang dilakukan yaitu TPC, selek- tif S. lactis, selektif enumerasi dan differensial B. longum. Rata-rata jumlah total bakteri pada produk A4 sebesar 9.06 unit log cfu/ml dan S. lactis sebe- sar 8.87 unit log cfu/ml. Hasil rata-rata uji selektif differensial B. longum sebesar 7.33 unit log cfu/ml dan selektif enumerasi sebesar 7.42 unit log cfu/ml. Berdasarkan standar Codex: 243 (2003), jum- lah minimum mikroba hidup yang diinginkan untuk label spesifik produk susu fermentasi yaitu sebanyak 106 cfu/ml atau sebesar 6 unit log cfu/ml. Karna et al. (2007) dalam laporan penelitiannya menjelas- kan bahwa jumlah minimum bakteri asam laktat dari produk susu fermentasi yang layak dikonsumsi dan memberikan manfaat kesehatan adalah seba-
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SEBAGAI BAKTERI STARTER TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT, PEROMBAKAN LAKTOSA, DAN VISKOSITAS FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM.

PENGARUH PENGGUNAAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SEBAGAI BAKTERI STARTER TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT, PEROMBAKAN LAKTOSA, DAN VISKOSITAS FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Bifidobacterium longum sebagai bakteri starter terhadap kadar protein terlarut, perombakan laktosa, dan viskositas flavored yogurt kolostrum, serta menentukan jumlah penggunaan Bifidobacterium longum dalam bakteri starter yang menghasilkan produk flavored yogurt kolostrum dengan kadar protein terlarut, perombakan laktosa, dan viskositas flavored yang dikehendaki. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu bakteri starter dengan penggunaan L. bulgaricus dan S.thermophilus, tanpa penggunaan Bifidobacterium longum 1:4 (P1 = tanpa penggunaan B.longum); 1:4:1 (P2); 1:4:2 (P3), 1:4:3 (P4), dan 1:4:4 (P5) masing - masing perlakuan dilakukan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri starter L. bulgaricus, S. thermophilus, dan B. longum pada perlakuan 1:4:4 menghasilkan flavored yogurt kolostrum yang dikehendaki, dengan kadar protein terlarut 50,40%, perombakan laktosa 37,34%, dan viskositas 35.213,25 cP.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK DADIH PROBIOTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI LACTOBACILLUS CASEI, LACTOBACILLUS PLANTARUM, DAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SELAMA PENYIMPANAN

KARAKTERISTIK DADIH PROBIOTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI LACTOBACILLUS CASEI, LACTOBACILLUS PLANTARUM, DAN BIFIDOBACTERIUM LONGUM SELAMA PENYIMPANAN

Some test results hedonic by ordinary people who consume the dadih in West Sumatra in 2009 on dadih made from cow's milk using Lactobacillus casei culture couldn’t be accepted because it was still too acidic than dadih from buffalo milk. One solution to reduce the sour taste is to combine the bacterial culture L. casei with other lactic acid bacteria that produce flavor relatively low acidity. The study aimed to determine the characteristics of probiotic dadih using a combination starter L. casei, L. plantarum and B. longum during storage at room temperature (ambient) and cold temperature. The study was designed using randomized block design with 6x3 factorial patterns of three groups as replication. Treatment A (combination of probiotic bacteria) that L. casei (A1), B. longum (A2), L. plantarum (A3), L. casei: L. plantarum 1:5 (A4), L. casei: B. longum 1:5 (A5) and L. casei: L. plantarum: B. longum 1:4:1 (A6), and factor B (storage conditions), namely: (B1) room temperature (27 o C), and (B2) cold temperature (4-10 o C). The results showed that viability and the total lactic acid bacteria in all formulas of cow's milk dadih during storage at room temperature and cold temperature of more than 10 6 cfu/ml which could be categorized as a probiotic products. The combination of C1L5 (L.casei: B.longum 1: 5) has the lowest acidity value and excellence in character color, flavor, and was generally preferred by the panelists. In terms of flavor and texture characteristics of cow's milk dadih with a combination of C1L5 had a level of hedonic as with other formulas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Formulasi Produk Susu Fermentasi Kering dengan Penambahan Bakteri Probiotik Lactobacillus casei dan Bifidobacterium longum

Formulasi Produk Susu Fermentasi Kering dengan Penambahan Bakteri Probiotik Lactobacillus casei dan Bifidobacterium longum

Fermented milk is healthy product that has many benefits especially for human digestive tract. Manufacturing of probiotic fermented milk products with a viable long shelf life needs to be developed as a functional food. The purpose of this study was to formulate dried fermented milk products using probiotic bacteria. The experimental design study was complete random design with 4 treatments using different lactic acid bacteria (LAB): A1 (Streptococcus lactis: 0,5%); A2 (Streptococcus lactis: 0,25% and Lactobacillus casei: 0,25%); A3 (Streptococcus lactis: 0,25%, Lactobacillus bulgaricus: 0,125%, Streptococcus thermophiles: 0,125%); and A4 (Streptococcus lactis: 0,25% and Bifidobacterium longum: 0,25%). Analysist were include in the physical analysis (hardness, tenderness, pH, and total acid), chemical analysis, and microbiological analysis. The highest level of hardness was A2 product, the highest level of tenderness was A1 product, and the lowest pH level was A1 product. Results of proximate analysis showed that dried fermented milk products have high levels of the protein, calcium, and phosphorus. Microbiological test results showed that the amount of lactic acid bacteria (BAL) and probiotic bacteria in dried fermented milk products were eligible based on CODEX: 243 (2003).
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

Identifikasi Enzim Dengan Aktivitas Karbon-Sulfur Liase Pada Bifidobacterium Longum

Identifikasi Enzim Dengan Aktivitas Karbon-Sulfur Liase Pada Bifidobacterium Longum

Penelitian ini diawali dengan perbanyakan gen target yang dilakukan dengan cara overekspresi gen pada E. coli. Protein BL105A_1451 dan BL105A_1761 pada B. longum 105-A menunjukkan kemiripan dengan enzim C-S liase dari bakteri lainnya berdasarkan hasil BLAST. Kedua protein ini diambil dengan metode PCR dari genom B. longum 105-A menggunakan primer spesifik. Primer yang digunakan terdiri atas 20 basa situs spesifik dari gen target, 6 basa situs restriksi, dan 7-13 basa sebagai ekor. Sebelum gen diambil, dilakukan gradient PCR untuk menentukan suhu annealing optimum dan melihat kecocokan kit polimerase dengan primer (Gambar 4). Pada awalnya, BL105A_1451 dan BL105A_1761 diamplifikasi menggunakan PCR Kit yang sama, yaitu PrimeSTAR®HS DNA PCR Kit. Amplifikasi pada gen BL105A_1451 berhasil dilakukan dengan baik, namun pada gen BL105A_1761 tidak baik. Hal ini dikarenakan BL105A_1761 memiliki kandungan GC yang lebih tinggi pada primer (52%) dibandingkan dengan BL105A_1451 (41%). Kandungan GC berfungsi untuk menstabilkan primer dengan batas antara 40-60%, namun terlalu tingginya kandungan GC menyebabkan kegagalan amplifikasi. Kandungan GC pada BL105A_1761 masih didalam ambang batas, akan tetapi penggunaan polimerase yang tidak tepat menyebabkan smear pada elektroforesis. PrimeSTAR®HS DNA PCR Kit menggunakan DNA polimerase KOD yang memiliki aktivitas amplifikasi lebih baik daripada DNA polimerase Taq (Sato et al. 2010), namun DNA polimerase Taq masih lebih unggul dalam mengamplifikasi primer dan template DNA yang kaya kandungan GC (McDowell et al. 1998; Mammedov et al. 2008). Oleh karena itu, gen BL105A_1761 diamplifikasi oleh KAPATaq EXTRA PCR Kit. Hasilnya menunjukkan polimerisasi gen BL105A_1451 baik untuk dilakukan dengan PrimeSTAR®HS DNA PCR Kit pada suhu annealing 58,8 0 C, sedangkan BL105A_1761 menggunakan KAPATaq EXTRA PCR Kit pada suhu annealing 65 0 C.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan interaksi antara Lactobacillus casei, Bifidobacterium longum dengan Escherichia coli pada sumber karbon yang berbeda

Pertumbuhan dan interaksi antara Lactobacillus casei, Bifidobacterium longum dengan Escherichia coli pada sumber karbon yang berbeda

Exponential phase of L. casei and B. longum were between second until 6 t h hour. The amount of L. casei and B. longum during exponential phase are 1. 99x10 13 CFU/ml and 1.27x10 13 CFU/ml. Escherichia coli bacteria had it exponential phase between third untill 6 th hour, growth acceleration of E. coli on exponential phase is quite high the value is 1.01x10 14 CFU/ml.

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN Bifidobacterium longum DALAM BAKTERI STARTER TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT, ASETALDEHID, DAN AKSEPTABILITAS FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM.

PENGARUH PENGGUNAAN Bifidobacterium longum DALAM BAKTERI STARTER TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT, ASETALDEHID, DAN AKSEPTABILITAS FLAVORED YOGURT KOLOSTRUM.

1:4:4 (P 5 ), dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bifidobacterium longum dalam bakteri starter berpengaruh meningkatkan kadar asam laktat, asetaldehid dan akseptabilitas flavored yogurt kolostrum. Penggunaan bakteri starter L. bulgaricus, S.thermophillus dengan B. longum pada perlakuan 1:4:4 menghasilkan flavored yogurt kolostrum yang dikehendaki, dengan kadar asam laktat 0,84%, asetaldehid 19,64 ppm dan akseptabilitas dengan total penerimaan yang paling disukai.

2 Baca lebih lajut

Karakteristik bakteri asam laktat indigenus dadiah Susu kerbau sebagai kandidat probiotik pada kondisi Saluran pencernaan secara in vitro

Karakteristik bakteri asam laktat indigenus dadiah Susu kerbau sebagai kandidat probiotik pada kondisi Saluran pencernaan secara in vitro

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat Bakteri Asam Laktat (BAL) yang diuji Lactobacillus plantarum-D01, Lactococcus lactis- D01, Lactobacillus acidophilus-Y01 dan Bifidobacterium longum-Y01memiliki ketahanan yang baik dan dapat bertahan hidup pada kondisi keasaman lambung yang berbeda, adanya garam empedu dan antibiotik. Lactobacillus acidophilus-Y01 dan Bifidobacterium longum-Y01memiliki ketahanan yang lebih baik yaitu mampu mempertahankan jumlah populasinya pada kondisi keasaman lambung yang berbeda, adanya garam empedu dan antibiotik. Lactobacillus plantarum- D01,Lactococcus lactis- D01, mengalami penurunan jumlah populasi sebesar 1-2 log pada kondisi keasaman lambung berbeda (pH 2; 2,5 dan 3,2), adanya garam empedu serta antibiotik amoksisilin. Keempat BAL yang diujikan lebih tahan terhadap antibiotik kloramfenikol daripada antibiotik amoksisilin, serta menunjukkan aktivitas antagonistik terhadap bakteri patogen indikator yang diujikan yaitu Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Salmonella Typhimurium ATCC 14028. Keempat BAL yang diuji Lactobacillus plantarum-D01, Lactococcus lactis-D01, Lactobacillus acidophilus-Y01 dan Bifidobacterium longum-Y01 memenuhi kriteria sebagai syarat probiotik yaitu dapat bertahan pada kondisi asam lambung, adanya garam empedu dan menghasilkan aktivitas antagonistik terhadap bakteri patogen, sehingga akan mendatangkan manfaat kesehatan pada saluran pencernaan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Bifidobacterium dalam Susu terhadap Perkembangan Mikroflora Saluran Cerna Anak Usia 12-24 Bulan

Pengaruh Penambahan Bifidobacterium dalam Susu terhadap Perkembangan Mikroflora Saluran Cerna Anak Usia 12-24 Bulan

Kesimpulan. Penambahan Bifidobacterium longum BB536, B. breve M16V, dan B. infantis M63 pada susu formula untuk anak usia di atas 1 tahun dapat meningkatkan mikroflora saluran cerna Bifidobacteria dan Lactobacillus serta menekan pertumbuhan bakteri merugikan, Coliform. Pemberian Bifidobacteria dalam susu formula meningkatkan beberapa komponen sistem imun ( Sari Pediatri 2007; 9(2):87-92).

6 Baca lebih lajut

B1J010181 10.

B1J010181 10.

temperature at 36° - 37° C and the incubation time ranges from 1-2 days. LAB is known able to produce bacteriocins that can inhibit pathogenic bacteria in the digestive tract such as Bacillus cereus. The purpose of this study was to determine the ratio of LAB on soyghurt on inhibition of B. cereus, determine the length of incubation soyghurt with the addition of Bifidobacterium sp. on the growth of B. cereus, and determine the effect of LAB concentrations and longer incubation at soyghurt on the growth of B. cereus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Laktulosa dan Sinbiotik dengan Laktulosa dan Plasebo dalam Pengobatan Konstipasi Fungsional pada Anak

Perbandingan Efek Laktulosa dan Sinbiotik dengan Laktulosa dan Plasebo dalam Pengobatan Konstipasi Fungsional pada Anak

Penelitian kami adalah uji klinis acak tersamar ganda pada anak dengan konstipasi fungsional. Penelitian kami menggunakan sinbiotik yang terdiri dari 2 jenis probiotik yaitu Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longumdan prebiotik FOS 15% yang diberikan selama satu minggu sebagai terapi tambahan pada terapi rumatan konstipasi fungsional anak untuk meningkatkan efek laksatif dimana diperoleh hasil adanya perbedaan yang signifikan pada frekuensi BAB, konsistensi feses, dan nyeri perut pada tiap pengamatan di minggu kedua antara kelompok sinbiotik dan kelompok kontrol. Belum ada penelitian yang membandingkan jumlah jenis probiotik dalam penanganan konstipasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SUKMAWAN WAHYU WIBOWO S5907003

SUKMAWAN WAHYU WIBOWO S5907003

1. Probiotik adalah mikroorganisme yang bila dikonsumsi per oral dalam jumlah tertentu (10 7 - 10 9 cfu/ mL) akan memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Pada penelitian ini probiotik diberikan tiga kali sehari selama 7 hari sesuai jumlah tertentu yang akan memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia. Pada penelitian-penelitian sebelumnya mengenai efek pemberian probiotik terhadap alergi, probiotik yang digunakan pada umumnya adalah dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium, karena kolonisasi yang berkurang dari kedua genus probiotik ini pada saluran pencernaan anak merupakan salah satu penyebab timbulnya reaksi alergi sehingga pada penelitian ini juga menggunakan probiotik dari genus yang sama dengan penelitian- penelitian sebelumnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

View of KAJIAN SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK YOGURT JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS INOKULUM 71 1 10 20170318

View of KAJIAN SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK YOGURT JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS INOKULUM 71 1 10 20170318

Uji skoring terhadap rasa yogurt jagung manis dengan penambahan inokulum Streptococcus termophilus memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan penambahan inokulum Bifidobakterium longum tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap penambahan inokulum Lactobacillus casei, dan Lactobacillus bulgaricus hal ini disebabkan karena bakteri Streptococcus termophilus lebih berperan dalam pembentukan cita rasa (Prasetyo, 2010). Sedangkan Bifidobakterium longum memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan penambahan inokulum Streptococcus termophilus namun tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap penambahan inokum Lactobacillus casei dan Lactobacillus bulgaricus hal ini disebabkan karena bakteri Bifidobakterium longum selain menghasilkan asam laktat juga menghasilkan komponen flavor lain seperti asetaldehid, asam asetat, asam format, asam suksinat, aseton, asetoin, dan diasetil (Saloff-cost, 1994 dalam Balia, dkk., 2011). Hasil analisis oraganoleptik (rasa) yogurt jagung manis dapat dilihat pada Gambar 5.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karakteristik Ketahanan Bakteri Asam Laktat Indigenous Kefir Sebagai Kandidat Bakteri Probiotik Pada Kondisi Saluran Pencernaan in vitro

Karakteristik Ketahanan Bakteri Asam Laktat Indigenous Kefir Sebagai Kandidat Bakteri Probiotik Pada Kondisi Saluran Pencernaan in vitro

Untuk dapat bertahan dan tumbuh pada saluran pencernaan, BAL selanjutnya akan memasuki bagian atas saluran usus dimana empedu disekresikan ke dalam usus. Cairan empedu merupakan campuran dari asam empedu, kolesterol dan asam lemak fospolipid. Asam empedu mengandung padatan seperti garam empedu. Garam empedu merupakan larutan iso-osmotik ekstraseluler yang mengandung kation Na + dan anion anorganik seperti Cl - sehingga kondisi usus cenderung basa. Selain itu, garam empedu mengandung senyawa racun lainnya serta mengandung sejumlah lipid seperti fosfolipid dan kolesterol (Surono, 2004). Garam-garam empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap lemak, fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein. Ketahanan terhadap garam empedu dianggap salah satu syarat agar bakteri agar mampu tumbuh dan beraktivitas dalam usus kecil karena dinding sel bakteri terdiri dari lemak sehingga berpeluang akan terjadinya lisis (Mourad dan Eddine, 2006). Garam empedu bersifat sebagai senyawa aktif pada permukaan sel sehingga dapat menembus dan bereaksi dengan sisi membran sitoplasma yang bersifat lipofilik dan menyebabkan perubahan dan kerusakan struktur membran (Hill, 1995). Oleh karena itu, dalam menentukan potensi BAL Indigenous kefir sebagai probiotik dilakukan pengujian BAL kefir, B. longum Y-01 dan L. acidophilus Y-01 untuk melawan efek dari garam empedu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

B1J010181 14.

B1J010181 14.

Haschke, F., Wang, W., Ping, G., Varavithya, W., Podhipatr , A., Rochat, F., Link- Amster, H.,Pfeifer, A., Diallo-Ginstl, E., Steenhout, P., 1998. Clinical Trials Prove the Safety and Efficacy of the Probiotic Strain Bifidobacterium Bb12 in Follow up Formula and Growing up milks. Mona tsschrift für Kinderheilkunde 146.

Baca lebih lajut

VIABILITY OF BIFIDOBACTERIUM BIFIDUM, LACTOSE VALUE AND TASTE OF SYMBIOTIC ICE CREAM ON THE DIFFERENT FROZEN STORAGE PERIOD - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

VIABILITY OF BIFIDOBACTERIUM BIFIDUM, LACTOSE VALUE AND TASTE OF SYMBIOTIC ICE CREAM ON THE DIFFERENT FROZEN STORAGE PERIOD - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kemampuan hidup probiotik dalam es krim sinbiotik selain ditunjukkan dengan viabilitas selama penyimpanan juga da pat diketahui dari kemampuannya mencerna laktosa dalam es krim. Akibat kemampuan mencerna laktosa dari probiotik akan menyebabkan turunnya kadar laktosa yang diharapkan dapat mengurangi efek sandiness pada es krim dan turunnya pH sebagai akibat diproduksinya asam laktat. Penurunan nilai pH diduga dapat menyebabkan timbulnya rasa asam yang dapat mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap es krim sinbiotik. Berdasarkan kenyataan tersebut dilakukan penelitian tentang pengkayaan es krim dengan sinbiotik terhadap viabilitas Bifidobacterium bifidum, kadar laktosa dan rasa asam es krim.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Aktifitas Lactobacillus acidophilus Dan Bifidobacterium.

Aktifitas Lactobacillus acidophilus Dan Bifidobacterium.

The purpose of the research was to study activity of L. Acidophilus and Bifidobacterium of yoghurt quality and effect of inhibitory growth on Helicobacter pylori. Experimental method was used in this research, divided into three phases first fase was research preparation for producing probiotic yoghurt with mixture inoculums bacteria, those are Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium. The second phase was determined to activity protease and lipase of the product. The third phase was determined inhibitory zone of yoghurt on bacteria pathogen Helicobacter pylori. The results of these research indicated that yoghurt with all treatments give a good implementation, the pH between 4.00 until 4.40, this was appropriate with Standar Nasional Indonesia (SNI, 1992). The organoleptic test for all treatments gave a good result, except for the aroma, yoghurt contain Lactobacillus. acidophilus and Bifidobacterium were given the best aroma. All treatments gave the population of bacteria about 4.8 – 7.2 x10 11 cfu/mL. Protease and lipase
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya.

PENDAHULUAN Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Etanol Buah Piper retrofractum Vahl. Terhadap Larva Nyamuk Anopheles aconitus Dan Aedes aegypti Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya.

buah Piper longum dan Piper nigrum (Kumar et al., 2011), dan ekstrak air buah Piper retrofractum (Chansang et al., 2005) memiliki aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Adapun senyawa Piperaceae yang aktif sebagai larvasida antara lain alkaloid piperidin, isobutilamid, pipernonalin, pellitorin, guineensin, pipercid, piperin, dan retrofraktamid A (Park et al., 2000; Lee, 2005). Berdasarkan hal tersebut ada kemungkinan bahwa ekstrak etanol buah Piper retrofractum Vahl. juga memiliki aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Anopheles aconitus dan Aedes aegypti.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 86 documents...