Bola karet

Top PDF Bola karet:

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BOLA VOLI MINI MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 106185 TANJUNG GARBUS KECAMATAN PAGAR MERBAU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2012/2013.

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BOLA VOLI MINI MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 106185 TANJUNG GARBUS KECAMATAN PAGAR MERBAU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2012/2013.

(81,2%) siswa yang tuntas dalam belajar, dan (18,7%) siswa yang tidak tuntas, hasil belajar servis bawah bola voli mini melalui media bola karet yaitu (87,5%) siswa yang tuntas dalam belajar dan (12,5%) siswa yang belum tuntas.Dalam hal ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar passing bawah bola voli mini menggunakan media bola karet siswa dari siklus I ke siklus II yaitu peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 40,6%, passing atas bola voli mini menggunakan media bola karet siswa dari siklus I ke siklus II yaitu peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 31,2%, dan servis bawah bola voli mini melalui media bola karet siswa dari siklus I ke siklus II yaitu peningkatan ketuntas klasikal sebesar 28,1%.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASILBELAJAR SHOOTING BOLA BASKET DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWAKELAS VIII SMP MULIAPRATAMA MEDAN TAHUNAJARAN 2014/2015.

UPAYA MENINGKATKAN HASILBELAJAR SHOOTING BOLA BASKET DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWAKELAS VIII SMP MULIAPRATAMA MEDAN TAHUNAJARAN 2014/2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar shooting bola basket denganmenggunakan media bola karetpada siswa kelas KelasVIII SMP Mulia Pratama Medan Tahun Ajaran 2014/2015.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang yang akan diberikan tindakan berupa pembelajaran melalui Penerapan Modifikasi Alat Memakai Bola Karet terhadap hasil belajar shooting bola basket. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH ROM EXERCISE BOLA KARET TERHADA (3)

PENGARUH ROM EXERCISE BOLA KARET TERHADA (3)

Latihan untuk menstimulasi motorik pada tangan dapat berupa latihan fungsi menggenggam. Gerakan mengepalkan atau menggenggam tangan rapat-rapat akan menggerakkan otot-otot untuk membantu membangkitkan kembali kendali otak terhadap otot-otot tersebut (Levine, 2009). Menurut Irdawati (2008), latihan meng-genggam akan merangsang serat-serat otot untuk berkontraksi, hanya dengan sedikit kontraksi kuat setiap harinya dengan karak-teristik latihan yang menggunakan bola karet dengan tekstur lentur dan halus akan melatih reseptor sensorik dan motorik. Korteks yang menuju ke otot lain juga membesar ukurannya jika pembelajaran motorik melibatkan otot-otot ini (Irfan, 2012).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEKUATAN MOTORIK PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN LATIHAN MENGGENGGAM BOLA KARET (Studi di Ruang Flamboyan RSUD Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

PENINGKATAN KEKUATAN MOTORIK PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN LATIHAN MENGGENGGAM BOLA KARET (Studi di Ruang Flamboyan RSUD Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

penelitian dari 16 responden hampir seluruh responden kekuatan motoriknya mengalami peningkatan atau dikategorikan cukup baik setelah mendapatkan intervensi latihan menggenggam bola karet dengan persentase 81,25 % atau 13 responden. Menurut peneliti latihan menggenggam bola karet merupakan salah satu bentuk latihan neuromotor yang dapat menstimulasi kembali kekuatan motorik ekstremitas atas, dengan cara menghasilkan tekanan pada saat menggenggam dimana bila diulang secara terus menerus akan membangkitkan kembali kendali otak terhadap otot yang mengalami kelemahan. Latihan menggenggam bola karet yang dilakukan secara teratur dan konsisten akan mencegah otot mengalami atrofi.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR CHEST PASS BOLA BASKET MINI MELALUI MEDIA BOLA KARET DI SDN 01 RAWAK HULU

HASIL BELAJAR CHEST PASS BOLA BASKET MINI MELALUI MEDIA BOLA KARET DI SDN 01 RAWAK HULU

Hasil refleksi dari guru penjasorkes dan teman sejawat terhadap penelitian yang dilakukan yaitu: (1) Pemahaman siswa terhadap teknik dasarpassing mendatar (chest pass) dengan media bola karet. (2) Saat melakukan tes passing mendatar (chest pass)masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan, sehingga pembelajaranpembelajaran dengan menggunakanmedia bola karet. (3) Kelebihan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti yaitu, 1) setiap teknik yang diberikan oleh peneliti selalu diberikan simulasi sehingga mempermudah siswa untuk menirukan gerakannya, 2) materi yang disampaikan dalam pembelajaran dari yang mudah ke sukar sehingga siswa bersemangat dan aktif untuk mengikuti pelajaranpassing mendatar (chest pass)3) pembelajaran yang telah dilakukan peneliti sudah baik, karena pembelajaran yang diberikan belum pernah diterapkan dari pembelajaran yang sebelumnya hanya berupa ceramah tanpa mensimulasikan dan hanya berupa pemberian tugas (bermain sendiri dengan media bola karet).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MINI MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 101742 KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2015/2016.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MINI MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA BOLA KARET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 101742 KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2015/2016.

Metode penelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas dan lokasi penelitian di laksanakan di SD negeri 101742 Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak. Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 9 s/d 16 Januari 2016. Subjek penelitian ini adalah kelas IV yang terdiri dari 32 siswa-siswi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian secara proses dengan portofolio dan hasil kemampuan passing bawah bola voli mini. Analisis data yang di lakukan terdiri dari reduksi data dan paparan data .Pada data awal (sebelum siklus) diperoleh nilai rata-rata yang belum tuntas adalah sebesar 84,4 % dimana dari 32 orang siswa terdapat 5 siswa yang telah tuntas atau mendapatkan nilai diatas batas ketuntasan minimal. Hal ini berarti hanya 15,6% siswa yang mencapai ketuntasan secara klasikal dari keseluruhan jumlah siswa. Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan beberapa perbaikan dalam pembelajaran. Hal ini diwujudkan penulis melalui pembelajaran menggunakan media bola karet untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli mini.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PERMAINAN (BOLA KARET) PADA SISWA KELAS. VIII.A DI SMPN. 22 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PERMAINAN (BOLA KARET) PADA SISWA KELAS. VIII.A DI SMPN. 22 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

pembelajaran Penjaskes siswa kelas VIII. SMP Negeri 22 Bandar Lampung Penelitian ini merupakan salah satu bentuk model pembelajaran Penjas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kaji tindak (Action Research), yaitu putaran bersepiral (Self Reflective Spiral) yang dirancang secara : (a) Rencana tindakan, (b) Pelaksanaan tindakan, (c) Observasi, (d) Refleksi. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus, di setiap siklusnya dilakukan tindakan yang berbeda. Tindakan siklus yang pertama adalah siswa melakukan latihan menyundul bola dengan bola karet secara berpasangan untuk membantu melempar dan menangkap hasil sundulan rekannya, tindakan siklus kedua adalah siswa melakukan latihan dengan menggunakan bola karet mengarahkan hasil sundulan ke depan atas dinding dilakukan dengan jarak 2 meter, tindakan siklus ketiga adalah siswa melakukan latihan saling menyundul bola dengan bola karet secara berulang dengan pasangan berlatih. Dalam proses pembelajaran penulis menggunakan metode demonstrasi, metode Resource-based Learning, pendekatan belajar tuntas (Mastery Learning).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PENERAPAN VARIASI MODIFIKASI BOLA KARET (1)

PENERAPAN VARIASI MODIFIKASI BOLA KARET (1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan variasi modifikasi bola karet untuk meningkatkan keterampilan servis bawah sepak takraw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan jumlah subjek adalah 35 orang siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) Penerapan variasi modifikasi bola karet dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas X MA AL-Kariim Kabupaten Bengkulu Tengah dalam melakukan servis bawah sepak takraw. Pada Pra siklus menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 45,4 dengan persentase ketuntasan 28,5% dan jumlah siswa tuntas 10. Selanjutnya pada siklus 1 nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 61,4 dengan persentase ketuntasan 60% dan jumlah siswa yang tuntas 21. Kemudian pada siklus 2 nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 78 dengan persentase ketuntasan 85,7% dan jumlah siswa yang tuntas 30. (2) Penerapan variasi modifikasi bola karet dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas X MA AL-Kariim Kabupaten Bengkulu Tengah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HEADING DENGAN BOLA KARET DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DI SDN 14 SUNGAI PUTAT

MENINGKATKAN HEADING DENGAN BOLA KARET DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DI SDN 14 SUNGAI PUTAT

Dari tindakan yang dilakukan dimana melalui media bola karet dapat membantu untuk menyelesaikan dan membantu dalam proses pembelajaran yang sesuai, sehingga siswa merasa nyaman dalam mengikuti proses belajar. Walaupun dalam hasil akhirnya pada siklus I ini masih terdapat siswa yang nilainya belum memenuhi dari ketercapaian hasil tes yaitu 75 maka akan dilanjutkan dengan tindakan siklus II agar diperoleh hasil belajar yang maksimal.

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI MEDIA BOLA KARET DI SDN 09 SINGKAM

PENINGKATAN PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI MEDIA BOLA KARET DI SDN 09 SINGKAM

Jadi keseluruhan dari siswa yang mengikuti pembelajaran Passing atas bola voli tuntas sebesar 100%, berarti tidak terdapat siswa yang tidak tuntas. Hasil ini sudah mencapai ratarata standar ketuntasan (KKM) yang telah dibuat yaitu sebesar 75% dari jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Peningkatan hasil belajar Passing atas bola voli siswa dari Siklus I dan Siklus II ditandai dengan tidak adanya peningkatan nilai siswa. Hal ini menunjukan bahwa siswa bisa memahami dan mudah melakukan gerakan-gerakan Passing atas bola voli dengan media bola karet meningkatkan semangat belajar, melibatkan siswa secara aktif dan meningkatkan kemampuan siswa khususnya pada pembelajaran Passing atas bola voly pada siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENGGIRING BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT BOLA KERTAS, BOLA PLASTIK DAN BOLA KARET PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUMUR PUTRI BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENGGIRING BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT BOLA KERTAS, BOLA PLASTIK DAN BOLA KARET PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SUMUR PUTRI BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012

Sebagai seorang guru sering kali dihadapkan beragamnya karakteristik siswa dalam suatu kelas. Karakteristik siswa itu antara lain adalah jenis kelamin, postur tubuh, hobi, sifat, motivasi. Hal ini yang terjadi pada pembelajaran teknik dasar menggiring bola pada siswa kelas V (Lima) SD Negeri 2 Sumur Putri ketika menggunakan alat permainan dengan menggunakan bola yang standar untuk pemain sepak bola. Akibatnya hasil belajar siswa di SD tersebut belum mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan. Dengan melihat setiap hasil belajar teknik dasar menggiring bola di sekolah tersebut masih rendah, adapun siswa yang mendapatkan nilai kurang dari rata-rata 65 sebanyak 75%, sedangkan siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 65 sebanyak 25%.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN LATIHAN MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK DAN BOLA KARET TERHADAP HASIL DRIBBLING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA UNTUK ANAK 10-11 TAHUN.

PERBANDINGAN LATIHAN MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK DAN BOLA KARET TERHADAP HASIL DRIBBLING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA UNTUK ANAK 10-11 TAHUN.

Sepakbola dimainkan diatas lapangan rumput yang rata, berbentuk persegi panjang, dimana panjang lapang menurut PSSI (2010:6) minimal 100 m (110 yard), maksimal 110 m (120 yard), lebar lapang minimal 64 m (70 yard), dan maksimal 75 m (80 yard). Pada kedua garis batas lebar lapangan di tengah- tengahnya masing masing didirikan sebuah gawang yang saling berhadap- hadapan. Dalam permainan digunakan sebuah bola yang bagian luarnya dibuat dari kulit. Masing-masing regu menempati separuh lapangan yang berdiri saling berhadap-hadapan. Permainan dipimpin oleh seorang wasit yang dibantu oleh seorang penjaga garis. Adapun tujuan dari masing-masing regu atau kesebelasan adalah berusaha menguasai bola dan memasukkan kedalam gawang lawannya sebanyak mungkin dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Pengaruh Latihan Gerak Aktif Menggenggam

Pengaruh Latihan Gerak Aktif Menggenggam

disalurkan dalam korteks motorik. Impuls yang terbentuk di neuron motorik kedua pada nuclei nervi kranialis dan kornu anterius medulla spinalis berjalan melewati radiks anterior, pleksus saraf (di region servikal dan lumbosakral), serta saraf perifer dalam perjalanannya ke otot-otot rangka. Impuls dihantarkan ke sel-sel otot melalui motor end plate taut neuromuscular (Baehr, 2010) kemudian akan terjadi gerakan otot pada ekstremitas atas. Mekanisme ini dinamakan feed- forward control sebagai respon terhadap rangsang tekanan dan sentuhan halus bola karet pada tangan (Kandel, 2000).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA MODIFIKASI BOLA TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA DALAM SEPAK TAKRAW SMA

PENGARUH MEDIA MODIFIKASI BOLA TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA DALAM SEPAK TAKRAW SMA

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar yang dimiliki siswa yaitu materi sepak mula bawah (servis) dalam pembelajaran sepak takraw dengan menggunakan proses pembelajaran media modifikasi yang dilakukan pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 6 Pontianak. Media modifikasi yang dimaksud adalah dengan menggunakan bola karet yang dilapisi dengan tali strapping band, kemudian dianyam seperti pola pada bola takraw. Media modifikasi sangat diperlukan dalam pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik memperoleh kepuasan dalam mengikuti pembelajaran, meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi dan peserta didik dapat melakukan pola gerak secara benar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar sepak mula bawah (service) pada pembelajaran sepak takraw.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KARAKTERISTIK JENIS KARET BET DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECEPATAN BOLA PADA TEKNIK PUKULAN SMASH DALAM PERMAINAN TENIS MEJA: Studi deskriptif terhadap penggunaan karet bet inverted, pimpled out dan hard rubber.

ANALISIS KARAKTERISTIK JENIS KARET BET DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECEPATAN BOLA PADA TEKNIK PUKULAN SMASH DALAM PERMAINAN TENIS MEJA: Studi deskriptif terhadap penggunaan karet bet inverted, pimpled out dan hard rubber.

Pada dasarnya sebuah bet terdiri dari gagang kayu, spons dan karet. Kombinasi dari ketiga komponen tersebut sangat menentukan kualitas bet. Oleh karena itu perlu ditemukan kombinasi terbaik antara ketiga komponen tersebut dan tipe permainan untuk menghasilkan permainan yang baik. Karet bet merupakan komponen yang paling mempengaruhi kualitas bet karena komponen ini yang mengalami kontak langsung dengan bola.Karet bet yang digunakan dalam permainan tenis meja memiliki karakteristik yang berbeda. Korelasinya secara langsung mempengaruhi keadaan bola setelah dipukul. Keadaan yang dimaksud adalah kecepatan linear, kecepatan sudut dan impuls
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Benediktus Dedi, Wiwik Yunitaningrum, Mimi Haetami Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNTAN e-mail: Benediktus Dedi yahoo.com Abstract: The purpose of this study was to determine the increase in the service capability

Benediktus Dedi, Wiwik Yunitaningrum, Mimi Haetami Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNTAN e-mail: Benediktus Dedi yahoo.com Abstract: The purpose of this study was to determine the increase in the service capability

menyulitkan saat melakukan servis bawah. Dalam mengajarkan suatu pokok bahasan (materi) tertentu harus di pilih model pembeljaran yang sesuai dengan tujuan yang akan di capai. Oleh karena itu dalam memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan- pertimbangan. Misalnya materi pelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa, sarana atau fasilitas yang tersedia, sehingga tujuan pembelajaran yang sudah di tetapkan dapat tercapai dengan maksimal. Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti mencoba untuk menerapkan suatu model pembelajaran dalam pendidikan jasmani dengan memodifikasi media bolavoli dengan menggunakan bola karet, adapun sampel yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 09 Sijau Kabupaten Melawi, karena proses pembelajaran yang sudah saya lakukan di sekolah tersebut khususnya di kelas V belum adanya peningkatan dalam pembelajaran teknik dasar servis bawah dalam bolavoli.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 SUMBEREJO, KEC. SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P. 2011/2012

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR DRIBBLING BOLA BASKET DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 SUMBEREJO, KEC. SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS T.P. 2011/2012

Bertitik tolak dari permasalahan yang terjadi, maka untuk memperbaiki hasil pembelajaran keterampilan gerak dasar dribbling pada siswa kelas VI di sekolah tersebut, penulis akan mencoba memperbaiki proses pembelajarannya melalui penggunaan modifikasi alat pembelajaran. Alat modifikasi yang akan digunakan penulis dalam penelitian ini adalah bola plastik yang digantung dengan menggunakan tali karet dan bola karet. Dengan penggunaan alat pembelajaran yang dimodifikasi ke dalam bentuk yang sederhana dan menyenangkan diharapkan akan mempermudah siswa dalam melakukan gerak dasar dribbling, sehingga siswa dapat melakukan rangkaian gerak dasar dribbling dengan baik dan benar serta dapat memperbaiki sekaligus
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGOPER BOLA (PASSING) MELALUI MODIFIKASI ALAT PADA SISWA X D DI SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGOPER BOLA (PASSING) MELALUI MODIFIKASI ALAT PADA SISWA X D DI SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH

Penggunaan pembelajaran yang kontekstual merupakan implementasi dari penyusunan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar sekolah. Dalam menentukan sebuah alat penunjang keberhasilan terhadap tugas gerak yang diberikan, kita harus memilih alat-alat yang mengarah pada pembentukan gerakan yang kita harapkan tersebut. Yaitu dengan alat yang sederhana dan fleksibel tetapi disenangi oleh anak didik. Khusus untuk anak-anak terutama pemula, untuk pelajaran dapat menggunakan bola yang terbuat dari karet, karena bola karet bersifat elastis mudah sekali memantul, hal ini akan mendorong kepekaan anak dalam mengendalikan bola (Sukatamsi 2004:1.58)
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN GERAK DASAR GULING DEPAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BANTU SEDERHANA DI KELAS IV SDN KARAPYAK I KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG.

MENINGKATKAN GERAK DASAR GULING DEPAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BANTU SEDERHANA DI KELAS IV SDN KARAPYAK I KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG.

Media bantu sederhana yang digunakan adalah media yang ditinjau dari cara penggunaannya yang tidak sulit. Dalam pelaksanaan pembelajaran guling depan, penulis menggunakan tiga media bantu sederhana, seperti ban dalam sepeda, spon, dan bola karet. Ban dalam sepeda digunakan pada posisi awal melakukan gerakan guling depan, fungsinya adalah untuk membantu tubuh tetap melingkar bulat ketika melakukan gulingan. Sementara spon, fungsinya untuk membantu dagu tetap menempel pada dada. Sedangkan bola karet, fungsinya supaya posisi kaki tetap rapat ketika melakukan gerakan guling depan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

[mawan.or.id] Blog of Mawan A. Nugroho :: My Students

[mawan.or.id] Blog of Mawan A. Nugroho :: My Students

Meskipun benda rigid atau benda relistis (seperti manusia) tampak tidak mengalami pelenturan, prinsip ini tetap saja digunakan. Pada saat melompat ke bawah badan kita akan tertekuk sedikit, gerakan ini yang merupakan gerakan sekunder mirip dengan peristiwa ”penyek” yang terjadi pada bola karet yang dilempar ke lantai.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...