Film superhero

Top PDF Film superhero:

Penggambaran sosok musuh dalam film superhero : kritik ideologi atas Batman Begins, The Dark Knight, dan Madame X.

Penggambaran sosok musuh dalam film superhero : kritik ideologi atas Batman Begins, The Dark Knight, dan Madame X.

Pertanyaan utama film-film superhero adalah: apakah superhero dapat mengembalikan dunia yang kacau (chaotic) ke keadaan yang stabil? Kekacauan disebabkan oleh pihak yang mengganggu kedamaian, atau musuh dalam narasi. Musuh adalah penggerak utama dalam plot film-film superhero. Bahkan musuh juga berperan sebagai pengirim yang memotivasi hero, atau penolong yang bisa mengatasi lack.Tanpa ada musuh, seorang pahlawan tidak akan terbentuk. Hal itu masih ditambah dengan ketidakmampuan pihak lain dalam mengatasi masalah. Pihak lain itu dalam Batman Begins, The Dark Knight, dan Madame X, ialah hukum atau negara. Hukum digambarkan sebagai sesuatu yang lemah, mudah disusupi koruptor dan mafia, mudah dimanipulasi, dan bahkan ikut menjadi musuh dalam narasi. Karena itulah dibutuhkan sosok yang mampu melebihi hukum, yaitu superhero. Superhero menjadi pihak yang menempati ruang liminal, menjembatani antara masyarakat dan hukum. Status spesial itu menurut Todd McGowan adalah karena kemampuan super mereka: "According to the logic of the superhero film, superheroes earn their exceptional status by dint of some extra-human ability or special skill that others lack" (McGowan, 2012: 123).
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Representasi Superhero dalam Film X-Men: The Days of The Future Past | Santoso | Jurnal DKV Adiwarna 5538 10460 1 SM

Representasi Superhero dalam Film X-Men: The Days of The Future Past | Santoso | Jurnal DKV Adiwarna 5538 10460 1 SM

film superhero dapat berarti: karya seni budaya yang merupakan media komunikasi massa audio-visual mengenai orang yang menonjol karena memiliki kekuatan luar biasa untuk melakukan tindakan hebat, berkorban dan membela kebenaran. Film superhero adalah kisah perseteruan antara sisi baik (hero) dan sisi jahat (villain). Film superhero juga biasanya penuh dengan aksi dan efek visual hingga menghabiskan biaya produksi cukup besar namun hal itu memang sangat ampuh untuk menarik perhatian banyak penonton dari kalangan manapun. Dari genre-genre yang tadi sudah dijabarkan oleh penulis maka film supehero bisa ditempatkan di beberapa genre yang berbeda misalnya Superman atau Spider Man yang bergenre Action. Batman dan bisa dimasukkan ke genre Thriller dan Misteri. Constantine dan Ghost Rider bisa dimasukkan ke genre Horror karena mengandung banyak hal supernatural. Begitupula dengan Fantastic four dan X-men yang memiliki genre Science Fiction. Film superhero Amerika sebagian besar merupakan adaptasi dari komik yang sudah pernah dibuat namun banyak sekali tambahan-tambahan adegan atau karakter yang dimunculkan di film.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penggambaran superhero pada tokoh Deadpool dalam film Deadpool - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Penggambaran superhero pada tokoh Deadpool dalam film Deadpool - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Deadpool merupakan film superhero yang diproduksi oleh Marvel Studio pada tahun 2016. Film ini menceritakan sosok superhero yang memiliki sisi lain dari superhero pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tanda-tanda penggambaran superhero pada tokoh Deadpool dalam film Deadpool. Superhero merupakan sosok yang memiliki kekuatan diluar nalar manusia dan mereka selalu menutupi identitasnya. Metode analisis semiotika Charles Sanders Pierce digunakan untuk meneliti tanda penggambaran pada tokoh Deadpool dalam film Deadpool.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Male Gender Role Pada Karakter Superhero Dalam Film Produksi Marvel Studios | Ridwan | Jurnal e-Komunikasi 3793 7460 1 PB

Male Gender Role Pada Karakter Superhero Dalam Film Produksi Marvel Studios | Ridwan | Jurnal e-Komunikasi 3793 7460 1 PB

Sebagai salah satu bagian dari media massa, film memiliki fungsi seperti yang dikatakan oleh Charles R. Wright (Wiryanto, 2000, p.11-12), yaitu: surveillance (penyebaran informasi), correlation (fungsi editorial atau propaganda), transmission (fungsi pendidikan), dan entertainment (memberikan hiburan). Ada beberapa jenis film, di antaranya yang populer adalah film feature, film animasi, film dokumenter, film eksperimen, film industri, dan film pendidikan (Tanis, 2012). Film feature adalah film yang umum ditayangkan di bioskop-bioskop, biasanya memiliki durasi kurang lebih satu atau satu setengah jam dan menceritakan kisah fiksi (khayalan) atau kisah yang berdasar pada hal nyata tetapi dimainkan / diperankan oleh seorang aktor. Salah satu contoh film feature adalah film superhero.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Konstruksi Genre dalam Film “The Lego Movie” | Natalia | Jurnal e-Komunikasi 3783 7455 1 PB

Konstruksi Genre dalam Film “The Lego Movie” | Natalia | Jurnal e-Komunikasi 3783 7455 1 PB

Selain itu, adanya pergeseran dari karakteristik sosok pahlawan memperlihatkan bahwa saat ini berbagai produsen film mulai berlomba untuk keluar dari kebiasaannya yang selalu membuat cerita yang monotone atau menampilkan karakter yang hampir sama. Adanya standarisasi sosok pahlawan yang selama ini kita ketahui hanyalah hasil perilaku industri perfilman untuk menjual produk mereka demi mendapatkan keuntungan karena terus memberikan karakter yang selalu dianggap bagus dan sudah diminati oleh banyak orang. Standarisasi yang muncul adalah salah satu strategi dari produsen film dengan menampilkan sebuah genre. Dengan cara inilah industri perfilman mengurangi resiko kegagalan. Sebab genre memiliki fungsi sebagai label, yang memberi gambaran atas kesenangan penonton dan macam apa yang dapat mereka rasakan ketika menikmati produk tersebut (Hesmondhalgh, 2009, p.23). Dalam film “The Lego Movie” menunjukkan adanya perubahan standarisasi namun tetap dikemas untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasaan yang sama. Penampilan sosok Emmet yang awalnya selalu dikucilkan dan tidak dianggap namun diakhir cerita ia muncul sebagai superhero yang bisa menjadi penyelesai masalah dan penggagal misi Lord Bussines. Alur cerita tersebut mengajak penonton untuk tetap menikmati kesenangan yang sama ketika ia menonton film superhero yang memang dari awal sudah ditunjukkan kehebatannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Diskursus Superhero Film Kamen Rider yang membentuk Cosplayer.

Diskursus Superhero Film Kamen Rider yang membentuk Cosplayer.

Pada era 90-an merupakan masa kejayaan film superhero dari jepang yang tayang di Indonesia. Film spesial efek yang lebih dikenal dengan istilah tokusatsu mulai tayang di televisi Indonesia tahun 1994, seperti ksatria baja hitam (Kamen Rider Black), serial tersebut merupakan sebuah fenomena fantastis pada masanya dimana hampir tidak ada satupun anak yang pada zaman itu yang tidak mengenal tokoh ksatria baja hitam sebagai tokoh superhero. Pada masa itu persepsi anak-anak terhadap superhero lebih condong kearah timur, yaitu henshin hero atau pahlawan yang menggunakan kemampuan untuk berubah wujud dan menjadi sesosok kesatria dengan kekuatan super yang membasmi kejahatan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

sinematek dan sinepleks do yogyakarta

sinematek dan sinepleks do yogyakarta

Dalam perkembangannya film (jenis, gaya dan bentuk film, antara lain : film documenter, film cerita dan film eksperimental) telah banyak mengalami perubahan pada gaya, teknik, maupun media serta tampilan yang mengemas film itu sendiri. Berkembang tidaknya film, sarat denga muatan dalam film tersebut, berupa pengertian-pengertian atau symbol-simbol dan bersosiasikan suatu pengertian serta mempunyai konteks dengan lingkungan yang menerimanya. Penerimaan suatu film dapat dilihat pada pernyataan Istvan Szabo, sutradara Hongaria, sewaktu menjadi anggota juri Festifal Film Berlin, February 1985 (marsell, 1985) “Film itu seumpama buah- buahan, ada yang suka apel, ada yang suka pisang, dengan begitu sebenarnya susah menentukan film yang satu lebih baik dari film yang lain”. Oleh karena itu film yang merupakan produk budaya, seni, teknologi, ppendidikan, penggambaran secara hidup keadaan masyarakat serta suatu kondisi keberadaan seni dan gambaran hidup dalam frame dengan cara yang beragam pengungkapannya, berhak untuk hidup apapun bentuknya dan publik yang akan menilainya di masyarakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER MORAL PADA FILM “CATATAN AKHIR SEKOLAH” DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN   Konstruksi Pendidikan Karakter Moral Pada Film “Catatan Akhir Sekolah” Dalam Perspektif Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Analisis Semiotika).

KONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER MORAL PADA FILM “CATATAN AKHIR SEKOLAH” DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN Konstruksi Pendidikan Karakter Moral Pada Film “Catatan Akhir Sekolah” Dalam Perspektif Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Analisis Semiotika).

sehari-harinya yang berguna untuk peserta didik sebagai bangsa dan Negara Indonesia. Film tergambar dengan perilaku anak SMA yang jiwanya masih labil dan temperamental, film yang mudah dipahami dengan kesan karakter moral yang baik diperankan Agni, Alde, dan Arian.

9 Baca lebih lajut

S PSR 1000570 Chapter1

S PSR 1000570 Chapter1

Diawali dari maraknya fenomena tersebut, penulis kemudian merasa tertarik dan kemudian bertujuan untuk membuat figur superhero modern berlatar belakang Indonesia yang divisualisasikan lewat lukisan. Tidak terbayangkan apabila masyarakat Indonesia semakin hari semakin cinta akan kebudayaan luar lewat figur-figur superhero luar negeri dan semakin meninggalkan kebudayaan Indonesia yang dinilai ketinggalan, terlebih dengan era global yang kian hari kian menggerus kebudayaan kita. Berangkat dari kekhawatiran itu, penulis berusaha memunculkan gagasannya mengenai figur superhero ciptaan yang diwujudkan ke dalam lukisan yang dikemas dengan kostum superhero moderen sebagai salah satu strategi untuk memunculkan rasa kagum, mengidolakan, dan memunculkan rasa kecintaan terhadap sosok superhero idola yang diadaptasi dari kebudayaan dan kearifan asli negaranya. Penulis membuat tiga lukisan dengan tiga karakter yang diadaptasi dari tiga tokoh Jagoning Dewa dalam cerita pewayangan yaitu Gatotkaca, Hanoman, dan Arjuna dengan tujuan untuk mengenalkan tiga karakter ini secara satu persatu dengan bentuk dan ukuran kanvas yang sama sehingga menimbulkan kesan dan tema yang sama antar tokoh.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TA : Pembuatan Buku Referensi Superhero Indonesia Sebagai Upaya Mengenalkan Produk Budaya Lokal.

TA : Pembuatan Buku Referensi Superhero Indonesia Sebagai Upaya Mengenalkan Produk Budaya Lokal.

Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif. Menurut Marshal dalam Sarwono (2006:193), kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses yang mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas yang ada dalam interaksi manusia. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengurai variabel-variabel yang ada dalam penelitian. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menggambarkan realitas yang kompleks, memperoleh pemahaman makna, dan menemukan teori. Dalam penelitian ini kasus superhero Indonesia merupakan salah satu contoh dari realitas yang kompleks. Dengan pendekatan kasus dan kualitatif, diharapkan data yang didapatkan dapat sesuai, terperinci, dan menunjang kelanjutan perancangan buku referensi superhero Indonesia ini.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING EKLEKTIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SUPERHERO PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 35 MEDAN T. A. 2015/2016.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING EKLEKTIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SUPERHERO PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 35 MEDAN T. A. 2015/2016.

Melalui konseling eklektik maka dalam memberikan layanan bimbingan konseling media Superhero dapat digunakan sebagai media atau alat untuk membantu konseli dalam pemecahan masalahnya. Superhero mempunyai kekuatan dan mentransformasikan keyakinan untuk memecahkan masalah, maka dengan usaha dan keyakinan yang dimilikinya konseli dapat memecahkan masalahnya dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya. Media Superhero didalam konseling ini digunakan sebgai perantara untuk mengetahui kekuatan- kekuatan yang dimiliki konseli dalam memecahkan masalah. Dengan demikian konseli dapat memahami kekuatan yang ada didalam dirinya, sehingga konseli mampu untuk memecahkan masalahnya dalam meningkatkan motivasi belajarnya dan mmencapai hasil belajar yang optimal. Superhero dapat menyelidiki dan mengubah situasi yang dihadapinya. Dengan begitu konseli dapat menghubungankan masalahnya dengan situasi itu, untuk mengembangkan daya juang dan penafsiran dalam menghadapi persoalan. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap pengalaman mentransfomasikan diri ini didasarkan pada perjuangan dan kerja keras untuk menghadapi persoalan. Meskipun konseli tidak memiliki kekuatan seperti superhero, tetapi kekuatan fisik dan kekuatan moral superhero dapat ditransformasikan untuk mengubah dan membantu konseli
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Analisis Wacana Heroisme White Anglo Saxon Protestant dalam Film Captain America: Civil War

Analisis Wacana Heroisme White Anglo Saxon Protestant dalam Film Captain America: Civil War

Kejadian ini menjadi sorotan dunia dan mengundang kecaman para pemimpin negara yang sebelumnya para Avegers dianggap bertanggung jawab menimbulkan korban jiwa dalam film terdahulu The Avengers, The Avengers: Age of Ultron dan Captain America: Winter Soldier. Perserikatan Bangsa- Bangsa atau PBB lalu melakukan sidang dengan para Avengers di Jenewa. Mereka bersidang dengan menentukan sebuah konvensi yang mengatur wewenang para superhero dalam menggunakan kekuatannya. Mereka beranggap bahwa superhero sebuah aset atau senjata yang perlu diakusisi agar tidak bertindak sebagai penjahat. Dan lebih menyakitkan lagi ketika adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh Blac Widow dengan notabennya sangat bertentangan dengan pemerintah, namun pada film ini memperlihatkan bahwa Black Widow setuju dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga dalam pertemuan internal tersebut terjadilah perpecahan menjadi dua kubu antara Tony Stark dan Steve Rogers.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Analisis Semiotika Kepedulian Terhadap Anak Jalanan Dalam Film Rumah Tanpa Jendela

Analisis Semiotika Kepedulian Terhadap Anak Jalanan Dalam Film Rumah Tanpa Jendela

Indonesia pertama kali memutar film bisu pada tahun 1926 dengan judul Lady Van Java yang diproduksi di Bandung. Dan pada tahun 1930, masyarakat disuguhi film Lutung Kasarung, Si Conat dan Pareh. Film-film terebut merupakan film bisu yang diusahakan oleh orang-orang Belanda dan Cina.Film bicara yang pertama berjudul Terang Bulan.Pada saat perang Asia Timur Raya di penghujung tahun 1941, perusahaan perfilman yang diusahakan oleh orang Belanda dan Cina itu berpindah tangan kepada pemerintah Jepang diubah namanya dari NV. Multi Film menjadi Nippon Eiga Sha, namun ketika Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, maka pada tanggal 6 Oktober 1945 Nippon Eiga Sha diserahkan secara resmi kepada pemerintah Indonesia. Sejak saat itu, lahirlah Berita Film Indonesia
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Double Degree in Media Production

Double Degree in Media Production

This double degree program is designed to provide students with knowledge and practical skills in media production. The students have the opportunity to broaden their horizons and experience by studying abroad at Northumbria University in England. The students who take the double degree program will receive S.Sn. and BA degrees at the end of the program. Students who would like to pursue careers in Film and media industry in general are the ideal candidates for this program.

5 Baca lebih lajut

Pembuatan film pendek Aku Jadi Wartawan 2.BAB 1

Pembuatan film pendek Aku Jadi Wartawan 2.BAB 1

Untuk mendukung suksesnya produksi film pendek ini,melalui Desain Komunikasi Visual adalah media yang dipakai untuk melakukan promosi, promosi yang dipakai melalui poster film, stiker, leaflet. Melalui film kita melalukan komunikasi secara audio visual. Dengan desain pada media promosi juga akan mendukung kesuksesan sebuah produksi film.

6 Baca lebih lajut

Film Nagabonar Karya Asrul Sani Dan Film Nagabonar Jadi 2 Karya Musfar Yasin: Analisis Resepsi

Film Nagabonar Karya Asrul Sani Dan Film Nagabonar Jadi 2 Karya Musfar Yasin: Analisis Resepsi

Itulah Asrul Sani, yang pada hari Minggu, 11 Januari 2004 tepat pukul 22.15 WIB dengan tenang tepat di pelukan Mutiara Sani (56 tahun) istrinya meninggal dunia pada usia 76 tahun karena usia tua. Dia meninggal setelah digantikan popoknya oleh Mutiara, diberikan obat, dan dibaringkan. Sebagaimana kematian orang percaya, Asrul Sani menjelang menit dan detik kematiannya, usai dibaringkan tiba-tiba dia seperti cegukan, lalu kepalanya terangkat, dan sebelum mengkatupkan mata untuk selamanya terpejam dia masih sempat mencium pipi Mutiara Sani, yang juga aktris film layar lebar dan sinetron.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Cerpen anak shannon dan fathi

Cerpen anak shannon dan fathi

Kini Zairul sudah merasa seperti superhero sungguhan ya walaupun bukan superhero seperti Captain American, Thor, ataupun Batman dan lain sebagainya. Zairul sudah merasa bangga dirinya superhero penolong masyarakat! Walau tak ada kekuatan tapi kita masih punya tenaga untuk saling membantu sesama.

2 Baca lebih lajut

S PSR 1000570 Abstract

S PSR 1000570 Abstract

This art work made one based on phenomenon that happen in children circle even adult much love to foreign superhero. This phenomenon make writer feel awakened and then take up in creating concept to create the new superhero character that adapt from archipelago knight charater that’s from puppet art as sourch idea do work paint art with use wet sweep technique with media acrylic on canvas. Formulation of problem describe theme of art work describe of making process of art work, describe visual analize of art work. Creating method started with idea of do work, contemplation, stimulation, art working process. Making process of arta work started with making process of sketch on paper, transferring sketch on canvas, colouring base part with use acrylic colour, colouring or depictory main object, depictory background, and finishing art work with give outline, name art, and fixative. This visual analize of art work describe or depictory new superhero characters creation of writer that adapt from world puppet figures, in paint art work on canvas with use acrylic colour. Aesthetics this painting there are in applying figure of puppet into new figure and with new Naturalism make this art work beautiful to see because there are some element of nature inside it.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pembangunan aplikasi game superhero pasta gigi vs tooth germs

Pembangunan aplikasi game superhero pasta gigi vs tooth germs

Segala puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan skripsi dapat terselesaikan dengan judul “ Pembangunan aplikasi game superhero pasta gigi vs tooth germs ”. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memenuhi mata kuliah wajib dan syarat kelulusan akademik pada program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia. Dengan selesainya penyusunan laporan tugas akhir ini penulis banyak memperoleh dukungan moril, masukan dan bimbingan yang sangat bermanfaat dari berbagai pihak selama penulisan laporan tugas akhir ini, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Show all 6328 documents...