Flakes NdFeB

Top PDF Flakes NdFeB:

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena BerkatNya yang luar biasa, sehingga penulis dapat menyelesaikan studi selama perkuliahan dan dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul: “EFEK WAKTU WET MILLING DAN SUHU ANNEALING TERHADAP SIFAT FISIS, MIKROSTRUKTUR, DAN MAGNET DARI FLAKES NdFeB”. Skripsi ini disusun sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan studi program sarjana (S1) Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan.

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Telah dilakukan penelitian pembuatan bonded magnet flakes NdFeB dari proses wet milling HEM (High Energy Milling) dengan ditambahkan toulene pada saat penggilingan terhadap sifat fisis, mikrostruktur dan sifat magnetnya dengan variasi waktu milling yaitu 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Serbuk hasil wet milling kemudian dianalisa ukuran diamer partikel menggunakan PSA, dan struktur fasa kristalin dengan menggunakan XRD. Kemudian dilakukan pembuatan sampel uji berupa pelet dengan proses kompaksi dengan tekanan 80 kgf/cm 2 . Setelah didapatkan sampel pelet dilakukan pengeringan pada suhu 100 0 C selama 1 jam. Kemudian dilakukan karakterisasi sampel pelet dengan Optik Mikroskop untuk mengetahui grain size, bulk density, dam sifat magnet dengan meggunakan Gaussmeter dan VSM. Dari hasil penelitian diameter rata-rata partikel optimum pada waktu milling 60 menit, yaitu 40,30 µm. Hasil analisa XRD menunjukkan 2 fasa yang muncul, yaitu Nd 2 Fe 14 B sebagai fasa dominan dan Fe sebagai fasa minor.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Research about manufacturing of Flakes NdFeB magnet bonded from wet milling process HEM with toluene addition at milling time to the physical properties, microstructure and magnetic properties with milling time (15 minute, 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes) has been done. Product powder of wet milling is used to analysis particle diameter size using PSA and crystaline phase structure using XRD. Then it compacted with a pressure of 80 kgf/cm2 to form pellet samples. And sample are dried at curing temperature of 100 0 C for an hour. And then sample pellets are characterizated using Optical Mikroskopy to analysis grain sizes, bulk density and magnetic properties using Gaussmeter and VSM. From the research known that the optimum average diameter particle are at milling time of 60 min, 40,30 um. XRD analysis shows there two phase formed, yaitu Nd 2 Fe 14 B as fasa dominant phase dan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet Chapter III V

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet Chapter III V

Analisa densitas fluks magnetik sampel pelet magnet NdFeB dalam penelitian ini menggunakan Gaussmeter (Model GM-2 AlpaLab, Inc). Analisa ini dilakukan dengan cara mengambil sampel yang telah dimagnetisasi dengan Magnet-Physic Dr.Steingroever GmbH Impulse Magnetizer K-Series menggunakan pinset dan sampel diletakkan di atas sebuah wadah kertas atau tisu kemudian ujung pendeteksi Gaussmeter diletakkan pada permukaan sampel pelet NdFeB, selanjutnya ujung sensor pendeteksi digerak – gerakkan pada permukaan sampel pelet. Kemudian nilai densitas fluks magnetik yang dihasilkan dapat dilihat pada display Gaussmeter tersebut, dan untuk mendapatkan nilai fluks terbaik dilakukan scan keseluruh permukaan sampel baik di kutub positif dan negatif. Penghitungan nilai densitas tersebut akan diambil nilai peak tertinggi yang ditampilkan pada Gaussmeter.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Perkembangan yang dramatis di bidang magnet ini terjadi sejak ditemukannya bahan magnet permanen berbasis logam tanah jarang (rare earth permanent magnets) seperti NdFeB, RECo, dan REFeB. Saat ini bahan magnet permanen digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau sebaliknya. Tiga sifat penting yang menggambarkan kinerja magnet permanen adalah induksi magnetik remanens (Br), koersivitas (Hc), dan produk energi maksimum(BHmax). (E.Yuliati,2005).

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

LAMPIRAN 3 HASIL PENGUJIAN UKURAN PARTIKEL SERBUK NDFEB DENGAN PSA PARTICLE SIZE ANALYZER MILLING 15 MENIT MILLING 30 MENIT Mean diameter : 50.84... LAMPIRAN 4 FOTO PENGUJIAN [r]

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Metode Pembelajaran Bahan Magnet dan Identifikasi Kandungan Senyawa Pasir Alam Menggunakan Prinsip Dasar Fisika.. Jurnal Cakrawala Pendidikan FMIPA Universitas Negeri Jakarta No.[r]

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Pengaruh Waktu Wet Milling Flakes Ndfeb Untuk Pembuatan Bonded Magnet Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur, Sifat Magnet

Fungsi bola gilling dalam proses penggilingan adalah sebgai penghancur serbuk atau digunakan sebagai pengecil ukuran partikel serbuk NdFeB. Oleh karena itu, material pembentuk bola giling harus memiliki kekerasan yang tinggi agar tidak terjadi kontaminasi saat terjadi benturan dan gesekan antara serbuk , bola dan wadah penggilingan. Ukuran bola yang dapat digunakan dalam prose milling ini bermacam – macam. Pemilihan ukuran bola bergantung pada ukuran serbuk yang akan dipadu. Bola yang akan digunakan harus memilki diameter yang lebih besar dibandingkan dengan diameter serbuknya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

LAMPIRAN 2 Densitas Dari Dimensi Sampel Berbentuk Pelet Data Dimensi Dari Setiap Waktu Milling Menghitung Densitas dari setiap waktu Milling dengan persamaan : 1.Sampel pelet milli[r]

5 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing      Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet      dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai densitas dari bulk magnet NdFeB tersebut semakin besar dengan bertambahnya waktu milling. Hal ini disebabkan jika ukuran dimaeter partikel semakin kecil maka nilai bulk density akan semakin membesar. Selain itu korelasi antara bulk density dengan ukuran partikel juga berbanding terbalik. Semakin kecil ukuran serbuk magnet maka nilai bulk density cenderung naik. Hal ini disebabkan karena semakin kecil ukuran serbuk maka kepadatan pelet juga semakin tinggi (Ayu Yuswita,2012). Namun nilai densitas pada waktu milling 72 jam menurun dikarenakan ukuran serbuk yang lebih besar dari serbuk magnet pada waktu milling 48 jam. Selain ukuran serbuk, nilai densitas bulk magnet permanen ada kemungkinan dipengaruhi kehomogenan dalam matriks, sifat mekanik dan sifat kemagnetan bahan.sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan ukuran dan bentuk serbuk yang optimal (Suharpiyu, 2000). Hasil Densitas dapat ditunjukkan dengan grafik dibawah ini:
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

dan Muljadi, 2012, “Aplikasi Magnet Permanen di Indonesia Data Pasar dan Pengembangan Material Magnet, Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan Teknik, 1-5... Departemen Fisika Fakultas Mate-[r]

3 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

permanen menarik yang memiliki kualitas magnet terbaik saat ini, dengan energy produk maksimum (BHmax) mencapai 50 MGOe (D.W. Scott,1996), dan memiliki karakteristik magnet yang tinggi, dalam aplikasinya magnet NdFeB dapat berukuran nanometer. Magnet ini juga dapat menggantikan penggunaan magnet samarium cobalt pada beberapa aplikasi khususnya penggunaan pada temperatur kurang dari 80 ˚C. (Novrita,2006).

4 Baca lebih lajut

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Efek Waktu Wet Milling dan Suhu Annealing Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Magnet dari Flakes NdFeB

Feromagnetik merupakan bahan yang memiliki nilai suseptibilitas magnetic χm Positif yang sangat tinggi.Dalam bahan ini sejumlah kecil medan magnetic luar dapat menyebabkan derajat peny[r]

23 Baca lebih lajut

FLAKES BERBASIS TEPUNG BEKATUL DENGAN FORTIFIKASI SENG UNTUK KELOMPOK WANITA USIA SUBUR Formulation of Flakes Bran Flour Substitution with Fortified Zinc for Fertile-Age Women Atikah Ulfa1 , Avliya Quratul Marjan1 , Taufik Maryusman1

FLAKES BERBASIS TEPUNG BEKATUL DENGAN FORTIFIKASI SENG UNTUK KELOMPOK WANITA USIA SUBUR Formulation of Flakes Bran Flour Substitution with Fortified Zinc for Fertile-Age Women Atikah Ulfa1 , Avliya Quratul Marjan1 , Taufik Maryusman1

Antioksidan merupakan molekul stabil yang cukup untuk mendonorkan elektron dan berguna menetralisir radikal bebas (Elkhateeb 2017). Antioksidan dibentuk didalam tubuh dengan bantuan zat gizi seperti mangan, seng, dan tembaga. Sebagai salah satu kofaktor dalam pembentukan antioksidan, penyerapan seng terbilang sangat buruk, dalam sehari seng dikonsumsi sekitar 4 – 14 mg/hari, tapi yang diserap hanya 10 – 40% (Darawati 2017). Seng dapat difortifikasi kedalam bahan pangan. Fortifikasi merupakan penambahan satu atau lebih mikronutrien pada pangan tertentu, untuk meningkatkannya dalam upaya mencegah defisiensi dan meningkatkan taraf kesehatan. Fortifikasi seng dapat dilakukan pada pangan kudapan seperti cookies, flakes, dan snack bar (Winarno 2008). Flakes dapat menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat, salah satu kembangan flakes berupa flakes dengan substitusi tepung bekatul yang difortifikasi suplemen seng.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PEMBUATAN FLAKES DENGAN VARIASI TEPUNG GANDUM DAN TEPUNG KELAPA DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU FLAKES

PEMBUATAN FLAKES DENGAN VARIASI TEPUNG GANDUM DAN TEPUNG KELAPA DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU FLAKES

Flakes coconut is a food fiber made from wheat flour with variations of coconut flour (30%, 40%, and 50%). Methods of making coconut flakes are, mixing, forming, sheeting, printing and baking. The best coconut flakes with 70% wheat flour formulations and 30% coconut flour, 2.273% moisture content, 0.79% ash content, 16.36% fat content, 76.672% carbohydrate content, 0.299 fiber content and 3.905 protein content. Based on the scoring test and hedonic flakes test the coconut panelists are accepted with 70%, 30% formulation with coconut flakes flavored with coconut taste, cream color, crispy texture and coconut color. The average of coconut flakes produced has fulfilled SNI cereals no. 01-4270-1996 on the parameters of water content, ash content, fat content, carbohydrate levels, coarse fiber content and protein content
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Efek Variasi Waktu Rotary Ball Mill Pada Serbuk NdFeB terhadap Mikrostruktur, Densitas, dan Sifat Magnetnya

Efek Variasi Waktu Rotary Ball Mill Pada Serbuk NdFeB terhadap Mikrostruktur, Densitas, dan Sifat Magnetnya

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan anugerahNya penulis dapat menyelesaikan studi selama perkuliahan dan dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul : “ EFEK VARIASI WAKTU ROTARY BALL MILL PADA SERBUK NdFeB TERHADAP MIKROSTRUKTUR, DENSITAS, dan SIFAT MAGNETNYA”. Yang dilaksanakan di Laboratorium Keramik dan Gelas P2F LIPI Serpong Tangerang Selatan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Skripsi ini disusun sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan studi program sarjana (S1) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, Medan.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

PROSES PRODUKSI FLAKES BEKATUL.

PROSES PRODUKSI FLAKES BEKATUL.

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan tugas akhir ini dengan lancar. Laporan tugas akhir ini merupakan salah satu laporan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Ahli Madya Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan judul “ Proses Produksi Flakes Bekatul ” .

7 Baca lebih lajut

FORMULASI FLAKES BERBASIS PATI GARUT DENGAN FORTIFIKASI ZAT BESI (Fe) UNTUK PERBAIKAN STATUS BESI REMAJA PUTRI (Formulation Flakes of Arrowroot Starch with Fortification of Iron [Fe]

FORMULASI FLAKES BERBASIS PATI GARUT DENGAN FORTIFIKASI ZAT BESI (Fe) UNTUK PERBAIKAN STATUS BESI REMAJA PUTRI (Formulation Flakes of Arrowroot Starch with Fortification of Iron [Fe]

Alat yang digunakan untuk membuat flakes antara lain, mixer, steam cattle jacket, alat pemi- pih (noodle-maker), loyang, timbangan, oven, dan kompor. Alat-alat yang digunakan dalam analisis kandungan gizi diantaranya adalah cawan alumu- nium, cawan porselin, oven, tanur, desikator, kon- densor, soxhlet, labu Kjedahl, alat destilasi, labu erlenmayer, labu takar, gelas ukur, hotplate, buret, pipet, kertas saring, dan penjepit. Selain itu, untuk uji organoleptik dan penerimaan flakes pati garut menggunakan kuesioner dan piring.

8 Baca lebih lajut

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Karakteristik Sifat Fisik, Kimia, Dan Sensori Flakes Breakfast Cereal Dari Tepung Komposit (Tepung Mocaf, Tepung Jagung Dan Tepung Kacang Merah)

Data pengamatan, daftar sidik ragam, dan uji LSRnilai uji ketahanan kerenyahan flakes dalam susu Data pengamatan uji ketahanan kerenyahan flakes dalam susu detik Perlakuan Ulangan Tota[r]

33 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS UBI KAYU ... 4112 10696 1 SM

TAP.COM - PENGEMBANGAN PRODUK PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS UBI KAYU ... 4112 10696 1 SM

Dalam penelitian ini juga dilakukan tahap perbaikan proses pembuatan tepung dengan melakukan heat shock sebelum penyawutan dan tahap selanjutnya analisis nilai gizi dari produk flakes yang dihasilkan antara lain protein, air, lemak, karbohidrat, serat kasar, vitamin A, vitamin E, dan vitamin C dan dilakukan uji DPPH untuk mengetahui aktivitas antioksidan serta dilakukan uji organoleptik yaitu uji hedonik untuk mengetahui kadar kesukaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

7 Baca lebih lajut

Show all 178 documents...