Haruki Murakami

Top PDF Haruki Murakami:

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Cuplikan diatas merupakan pernyataan sang tokoh utama Watanabe kepada teman dekatnya Naoko. Didalam kalimat cuplikan diatas, terdapat sebuah kalimat “seharian aku terus membuatmu menemaniku” , dari suatu pernyataan bisa digambarkan bahwa sang tokoh utama dan tokoh Naoko sering melakukan pertemuan langsung. Pertemuan langsung sendiri merupakan suatu syarat dalam terbentuknya hubungan baik suatu interaksi sosial. Hubungan mereka di dalam novel “Norwegian Wood” karya Haruki Murakami cukup dekat. Mereka berdua sering bertemu. Seperti konsep interaksi sosial sendiri menurut Soekanto, interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yakni kontak langsung serta komunikasi. Analisis:
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGGUNAAN FUKUSHI DAITAI DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI KARYA HARUKI MURAKAMI.

ANALISIS PENGGUNAAN FUKUSHI DAITAI DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI KARYA HARUKI MURAKAMI.

This research is descriptive research type that has a qualitative disposition. The data collecting step used scrutinize method with tapping technique. Then, the researcher continued to do free scrutinize of statement involvement technique and note technique. The data analyzing step is used a distributive method with direct element shared technique and modified element technique. Next, the result of data presenting step is used informal and formal method. The data was gained from Noruwei No Mori that worked by Haruki Murakami. The researcher used Yoshifumi Hida theory.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Skripsi yang berjudul “Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami” ini penulis susun sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Sastrapada Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan.

8 Baca lebih lajut

Kepribadian Tokoh Utama Novel 'Norwegian Wood'(ノル ウェイの森)Karya Haruki Murakami (Melalui Tinjauan Psikoanalisis).

Kepribadian Tokoh Utama Novel 'Norwegian Wood'(ノル ウェイの森)Karya Haruki Murakami (Melalui Tinjauan Psikoanalisis).

Metode karaketrisasi telaah fiksi pun akan penulis gunakan untuk mengetahui bagaimana Haruki Murakami menggambarkan karakter tokoh. Metode karakterisasi telaah fiksi merupakan metode untuk menelaah karakter para tokoh yang terdapat dalam karya fiksi seperti novel, drama dan cerita pendek. Penjelasan lebih jauh mengenai metode karakterisasi telaah fiksi akan penulis tulis dalam bab Tinjauan Pustaka.

24 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Sastrawan biasanya mengungkapkan kehidupan manusia dan masyarakat melalui emosi, subjektif, dan evaluatif. Sastra juga memanfaatkan pikiran, intelektualitas, tetapi tetap didominasi oleh emosional. Begitu juga dengan novel “NORWEGIAN WOOD”KARYA HARUKI MURAKAMI. Di dalam novel ini banyak menunjukkan kehidupan sosiologi masyarakat Jepang pada zaman itu, yaitu mengenai interaksi-interaksi atau hubungan antara orang-orang peorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam suatu masyarakat. Jika dihubungkan dengan kenyataan yang pernah terjadi, ada banyak perbedaan hubungan interaksi antar pelaku dalam masyarakat tersebut. Maka, masalah-masalah tersebut akan diuraikan dalam pertanyaan :
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Penulis membahas novel yang berjudul “Norwegian Wood” karya Haruki Murakami menggunakan sudut pandang pragmatik. Menurut Pradopo (dalam Wiyatmi, 2006: 85) pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Dalam hal ini tujuan tersebut dapat berupa tujuan politik, pendidikan, moral, agama, maupun tujuan yang lain. Dalam praktiknya, pendekatan ini cenderung menilai karya sastra menurut keberhasilannya dalam mencapai tujuan tertentu bagi pembacany

1 Baca lebih lajut

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Analisis Nilai Pragmatik Dalam Novel “Norwegian Wood” Karya Haruki Murakami Haruki Murakami No Sakuhin “Noruwei No Mori” To Iu Shousetsu Ni Okeru Puragumatikku Kachi No Bunseki

Norwegian Wood merupakan salah satu novel terlaris karangan Haruki Murakami. Toru Watanabe adalah narrator sekaligus tokoh utama dalam novel ini. Ia menceritakan tentang kehidupannya dan hubungan yang ia bangun dengan orang disekitarnya. Watanabe berteman baik dengan sepasang kekasih yaitu Kizuki dan Naoko. Ketiganya sering menghabiskan waktu bersama, namun Kizuki selalu membuat suasana menjadi lebih ceria dan seimbang antara sahabat dan pacarnya. Bagi Watanabe, Kizuki merupakan satu-satunya sahabat yang ia dimilikinya, begitu juga dengan Kizuki. Suatu hari tanpa pesan apapun Kizuki memilih mengakhiri hidupnya sendiri,. setelah lulus dari SMA, Watanabe memilih untuk melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas swasta yang ada di kota Tokyo. Hal ini dilakukanya, karena tak ingin mengingat lagi tentang kematian sahabatnya itu.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami Chapter III IV

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami Chapter III IV

Cuplikan diatas merupakan pernyataan sang tokoh utama Watanabe kepada teman dekatnya Naoko. Didalam kalimat cuplikan diatas, terdapat sebuah kalimat “seharian aku terus membuatmu menemaniku” , dari suatu pernyataan bisa digambarkan bahwa sang tokoh utama dan tokoh Naoko sering melakukan pertemuan langsung. Pertemuan langsung sendiri merupakan suatu syarat dalam terbentuknya hubungan baik suatu interaksi sosial. Hubungan mereka di dalam novel “Norwegian Wood” karya Haruki Murakami cukup dekat. Mereka berdua sering bertemu. Seperti konsep interaksi sosial sendiri menurut Soekanto, interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yakni kontak langsung serta komunikasi. Analisis:
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Kehidupan Sosial Tokoh Utama Watanabe Dalam Novel Norwegian Wood Karya Haruki Murakami

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa menyertai penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini guna memperoleh gelar Sarjana Sastra di Separtemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Adapun yang menjadi judul skripsi ini adalah “ANALISIS SOSIOLOGIS KEHIDUPAN SOSIAL TOKOH WATANABE DALAM NOVEL NORWEGIAN WOOD KARYA HARUKI MURAKAMI

5 Baca lebih lajut

PENGALURAN DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL UMIBE NO KAFUKA KARYA HARUKI MURAKAMI (KAJIAN STRUKTURAL) 村上春樹が創作した海辺のカフカという小説の筋立てと性格描写 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) Skripsi Full PDF

PENGALURAN DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL UMIBE NO KAFUKA KARYA HARUKI MURAKAMI (KAJIAN STRUKTURAL) 村上春樹が創作した海辺のカフカという小説の筋立てと性格描写 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) Skripsi Full PDF

“Itulah,” kata Oshima. Dia mengetuk -ngetuk pelipisnya dengan penghapus yang terdapat pada ujung p ensil. “Tapi ada hal yang aku ingin agar kau ingat, Kafka. Orang-orang seperti itu adalah orang yang membunuh kekasih masa kecil Nona Saeki. Orang-orang berpikiran sempit yang tidak memiliki imajinasi. Tidak toleran, teori yang terputus dari kenyataan, terminologi kosong, cita-cita yang terampas, sistem yang tidak fleksibel. Semua itu adalah hal-hal yang sangat menakutkan bagiku. Yang paling aku takutkan dan aku benci. Tentu saja penting mengetahui apa yang benar dan apa yang salah. Kesalahan individu dalam menghakimi biasanya dapat diperbaiki. Sepanjang kau memiliki keberanian mengakui kesalahan, maka apa pun dapat diperbaiki. Tapi sikap tidak toleran, pikiran sempit tanpa imajinasi seperti parasit yang mengubah manusia, mengubah bentuk, dan terus tumbuh. Mereka adalah kesia-siaan, dan aku tidak mau manusia seperti itu datang ke sini.” (Murakami, 2005: 231)
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

BIBLIOGRAPHY  Prostitution Phenomena Reflected At Haruki Murakami’s After Dark Novel (2007): A Feminist Approach.

BIBLIOGRAPHY Prostitution Phenomena Reflected At Haruki Murakami’s After Dark Novel (2007): A Feminist Approach.

Desiningtyas, Tutut Dwi. 2013. Reaksi Tokoh Mari Dan Takahashi Terhadap Modernisme Dalam Novel After Dark Karya Haruki Murakami. (http://jimbastrafib.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jimbastrafib/article/view/ 90 accessed on May 11, 2013 at 02.00 p.m).

4 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Puji dan syukur penulis panjatkankan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karuniaNya sehinga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ANALISIS SOSIOLOGIS TOKOH UTAMA AOMAME DALAM NOVEL “1Q84” KARYA HARUKI MURAKAMI. Meskipun proses pengerjaan skripsi

9 Baca lebih lajut

A proposito di 'Kafka sulla spiaggia' di Haruki Murakami

A proposito di 'Kafka sulla spiaggia' di Haruki Murakami

imbastire intrecci interpretativi senza soluzioni onnicomprensive gerarchizzanti, guidati però da parole-spia: esse sono veri e propri rompicapi per chi abbia la voglia e la pazienza d’avventurarsi in più letture del romanzo e rintracciare elementi fuori del romanzo stesso. Il procedimento è tipico del romanzo modernista e postmoderno, sebbene l’uso che ne fa Murakami assuma un carattere proprio, che mira a ridicolizzare la veridicità delle narrazioni argute e dotte, ma, anche, ad insinuare che la complessità delle informazioni pubbliche e dei luoghi comuni merita un supplemento d’indagine che faccia luce quanto possibile sulle contraddizioni e dissimulazioni che essa comporta. L’episodio dei bambini svenuti nel bosco nel 1944, se da un lato evoca il negazionismo americano riguardo alle atrocità commesse sui civili dall’esercito giapponese, dall’altro allude, neppure troppo velatamente, ai membri del culto Aum Shinriky ō , i quali nel 1995 sprigionarono il gas sarin nei treni di tre linee della metropolitana di Tokyo: l’episodio dei bambini svenuti raccontato in Kafka sulla spiaggia, benché totalmente diversa sia l’epoca, è ambientato nella zona montuosa della Prefettura di Yamanashi dove veniva preparato il sarin dai membri del culto Aum; i sintomi riportati da Nakata e dagli altri suoi coetanei sono gli stessi delle vittime dell’attentato di Tokyo.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Tahun 1974 Murakami bersama istrinya Yoko Takahashi membuka club jazz bersama Kokubunji di Tokyo yang mereka kelola hingga tahun 1981. Antara tahun 1986 hingga tahun 1989 Murakami tinggal di Yunani. Penulis produktif ini sempat mengajar di Universitas Princeton dan Universitas William Howard Taft. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, Murakami kembali ke Jepang tahun 1995. Murakami mulai menulis pada tahun 1970-an. Novel pertamanya Kaze no Uta o Kike (Dengarlah Nyanyian Angin). Hingga ini ia telah banyak mendapat penghargaan, diantaranya fraz Kafka dan Kiriyama Prize. Haruki Murakami merupakan salah satu kandidat penerima nobel kesusasteraan 2008. Karya- karyanya telah diterjemahkan dalam 36 bahasa di dunia dan membuahkan berbagai penghargaan prestius. Kini penulis yang hobi berlari marathon ini tinggal di Tokyo.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Dalam novel 1Q84 ini pengarang yaitu Haruki Murakami menyebutkan tokoh utama yaitu Aomame. Tokoh utama mengalami kondisi sosial yang berbeda dalam menjalani kehidupan kesehariannya maupun di lingkungan masyarakat. Tokoh Aomame adalah seo rang penganut sekte keagamaan “Jemaat Saksi” . Aomame sering melakukan kebiasaan-kebiasaan aneh di sekolah yang membuat teman-teman sekelasnya merasa ketakutan. Misalnya, melantunkan doa khusus sebelum makan siang di sekolah.

11 Baca lebih lajut

Penggunaan Tenka no Setsuzokushi dalam Novel Norwei no Mori Karya Haruki Murakami.

Penggunaan Tenka no Setsuzokushi dalam Novel Norwei no Mori Karya Haruki Murakami.

Penelitian ini memfokuskan pada penelitian mengenai tenka no setsuzokushi. Tenka no setsuzokushi merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menyatakan bahwa tindakan atau keadaan yang dinyatakan sebelum setsuzokushi tersebut dilanjutkan dengan tindakan atau keadaan yang dinyatakan dalam kalimat berikutnya, dan penjelasan yang terdapat dalam kalimat setelah setsuzokushi tersebut memperkuat pernyataan yang telah disebutkan sebelum setsuzokushi tersebut (Nagayama dan Murakami dalam Sudjianto, 1996;102). Kelas kata yang termasuk dalam tenka no setsuzokushi adalah omakeni, shikamo, soshite, sonoue, sorekara, soreni, nao, dan mata.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Analisis Sosiologis Tokoh Utama Aomame Dalam Novel “ 1q84 “ Karya Haruki Murakami

Tahun 1974 Murakami bersama istrinya Yoko Takahashi membuka club jazz bersama Kokubunji di Tokyo yang mereka kelola hingga tahun 1981. Antara tahun 1986 hingga tahun 1989 Murakami tinggal di Yunani. Penulis produktif ini sempat mengajar di Universitas Princeton dan Universitas William Howard Taft. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, Murakami kembali ke Jepang tahun 1995. Murakami mulai menulis pada tahun 1970-an. Novel pertamanya Kaze no Uta o Kike (Dengarlah Nyanyian Angin). Hingga ini ia telah banyak mendapat penghargaan, diantaranya fraz Kafka dan Kiriyama Prize. Haruki Murakami merupakan salah satu kandidat penerima nobel kesusasteraan 2008. Karya- karyanya telah diterjemahkan dalam 36 bahasa di dunia dan membuahkan berbagai penghargaan prestius. Kini penulis yang hobi berlari marathon ini tinggal di Tokyo.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

MITOS KUTUKAN DALAM CERPEN PANYA SAISHUUGEKI KARYA MURAKAMI HARUKI (Pendekatan Mitopoik).

MITOS KUTUKAN DALAM CERPEN PANYA SAISHUUGEKI KARYA MURAKAMI HARUKI (Pendekatan Mitopoik).

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas kekuasaan, pertolongan, limpahan karunia dan ridha-Nya penulis dapat memulai menulis dan menyelesaikan skripsi yang berjudul “MITOS KUTUKAN DALAM CERPEN PANYA SAISHUUGEKI KARYA MURAKAMI HARUKI (Pendekatan Mitopoik)”. Skripsi ini mendeskripsikan tentang mitos kutukan , latar belakang munculnya kutukan , pesan dalam mitos kutukan , dan upaya tokoh utama dalam mengatasi kutukan .

4 Baca lebih lajut

Show all 96 documents...