Intellectual Capital

Top PDF Intellectual Capital:

INTELLECTUaL CapITaL, DAN ORIENTASI

INTELLECTUaL CapITaL, DAN ORIENTASI

mana beberapa faktor tersebut mampu menciptakan nilai perusahaan. Menurut McElroy (2002), intellectual capital sebagai alat manajer untuk menggambarkan, mengukur, dan mengelola intangible assets yang dimiliki dengan menekankan pada keuntungan perusahaan. Sedangkan Sudarsanam et al. (2006) berpendapat bahwa intellectual capital represents a collection of intangible assets also known as knowledge asset. Definisi Sudarsanam et al. (2006), sangat sederhana karena lebih berfokus dari pada sisi sekumpulan aset yang tidak tampak saja. Definisi ini belum mengaitkan aspek dampaknya pada perusahaan. Menurut Cohen and Kaimenakis (2007), Intellectual capital as the combination of knowledge-bearing intangible resources that the firm has at its disposal and whole effective management can provide the firm with a sustainable competitive advantage. Dari berbagai pendapat di atas disintesiskan bahwa Intellectual Capital adalah kumpulan pengetahuan dan sumber daya tidak tampak (intangible) lainnya yang dimiliki perusahaan. Praktik di lapangan menunjukkan banyak sekali pengetahuan (knowledge) yang tercecer di berbagai departemen/bagian di dalam perusahaan. Padahal jika semua knowledge tersebut dikumpulkan dan dikelola dengan baik dapat meningkatkan inovasi baru dan menghasilkan produk baru yang diinginkan konsumen. Tidak terkelolanya Intellectual Capital ini juga disebabkan karena adanya “bureaucratic gap” yaitu terhambatnya ide- ide yang muncul dari karyawan di level bawah ke level lebih atas sampai ke top management.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PASAR PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING.

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PASAR PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING.

Dari total 10 perusahaan yang terdapat didalam tabel di atas, masing- masing 5 perusahaan farmasi dan 5 perusahaan perhotelan yang diambil sebagai sampel, bisa dilihat bahwa perusahaan farmasi secara umum memiliki selisih perbedaan nilai buku dan nilai pasar yang lebih besar dibandingkan perusahaan perhotelan. Karakteristik industri farmasi lebih menekankan kepada pengembangan R&D dalam pengembangan suatu produknya. Berbagai inovasi dalam pengembangan suatu produk kesehatan sangat diperlukan dengan tujuan untuk mencapai keunggulan bersaing dengan para kompetitornya. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan farmasi merupakan salah satu jenis industri dengan intensitas intellectual capital yang tinggi.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

The intellectual capital effect on financial performances at islamic insurance

The intellectual capital effect on financial performances at islamic insurance

Indonesian insurance have no identify yet intellectual capital seriously as important factor. Till know, several companies in Indonesia have tend to use conventional based in forming their business. So that, products were produced meritless technology touching. Some instances are human capital, structure capital and customer capital. hose are indicated by many cases of fraud agent, claim matter. hose are diicult to break out and technology use have not maximized yet. hose matters come up a research challenge of intellectual capital problematic. Based on problems above, in this research will be elucidated: irst, How to do treating, measuring and exposing intellectual capital of insurance company in Indonesia? Second, How to report intellectual capital which is able to afect for inance performance of Islamic insurance company?
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN - Pengaruh Intellectual Capital dan Corporate Social Responsibility serta Komisaris Independen Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Public Manufaktur di Indonesia - UNS Institutional Repository

BAB 1 PENDAHULUAN - Pengaruh Intellectual Capital dan Corporate Social Responsibility serta Komisaris Independen Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Public Manufaktur di Indonesia - UNS Institutional Repository

laporan keuangan dan yang dicatat oleh perusahaan hanyalah berdasarkan nilai buku saja. Pada dasarnya nilai buku hanyalah puncak gunung es dari sebuah kekayaan, nilai riilnya ada pada Intellectual Capital (Knight, 1999). Brown (2002) menjelaskan nilai Intellectual Capital dibagi dengan nilai buku hasilnya adalah nilai perusahaan diluar aset fisik. Hal ini dipertegas oleh Genuske (2001) dengan memberikan contoh Bill Gates sebagai orang terkaya hanya memiliki sedikit aset riil, sedangkan yang terbesar adalah Intellectual Capital.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL  PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL.

PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL.

Sutanto dan Supatmi (2010) meneliti pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tingkat pengungkapan informasi intellectual capital pada laporan tahunan untuk perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menemukan rata-rata tingkat pengungkapan informasi intellectual capital oleh perusahaan manufaktur tahun 2009 sebesar 40,87%. Pengungkapan intellectual capital dalam laporan tahunan di Indonesia dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Sutanti dan Supatmi (2010) berpendapat bahwa perusahaan besar memiliki biaya keagenan yang lebih besar daripada perusahaan kecil, sehingga konsekuensinya perusahaan besar didorong untuk mengungkapkan lebih banyak informasi voluntary seperti informasi intellectual capital untuk mengurangi biaya keagenan. Perusahaan dengan skala kecil umumnya berada di tingkat persaingan yang ketat karena posisinya di pasar belum kuat. Perusahaan dengan skala kecil cenderung untuk tidak mengungkapkan informasi intellectual capital karena menganggap informasi ini merupakan informasi rahasia dan merupakan competitive advantage mereka. Hasil lain penelitian Sutanto dan Supatmi (2010) adalah struktur kepemilikan, basis perusahaan, profitabilitas, leverage, dan umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan intellectual capital.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital Dan Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.

Pengaruh Intellectual Capital Dan Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.

Penilaian kinerja dalam penelitian ini menggunakan ROA karena salah satu indikator kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam kegiatan operasi merupakan fokus utama dalam penilaian prestasi perusahaan. Laba menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada kreditur dan investor, serta merupakan bagian dalam proses penciptaan nilai perusahaan berkaitan dengan prospek perusahaan di masa depan. Return on asset (ROA) lebih dipilih daripada return on equity (ROE) karena total ekuitas yang merupakan denominator ROE adalah salah satu komponen dari Value added of Capital Employed (VACA). Jika menggunakan ROE, maka akan terjadi double counting atas akun yang sama (yaitu ekuitas), dimana VACA (yang dibangun dari akun ekuitas dan laba bersih) sebagai variabel independen dan ROE (yang juga dibangun dari akun ekuitas dan laba bersih) menjadi variabel dependen (Ulum dkk. 2008). Dewi (dalam Hadiwijaya, 2013) menjelaskan bahwa ROA mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total asset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya, baik aset fisik maupun aset non-fisik (intellectual capital) akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital dan Struktur Kepemilikan terhadap Maket Value Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Intellectual Capital dan Struktur Kepemilikan terhadap Maket Value Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

VA dipengaruhi oleh efisiensi dari human capital (HC) dan structural capital (SC). Hubungan lainnya dari VA adalah capital employed (CE), yang dalam hal ini diberi label dengan VACA. VACA adalah indikator untuk VA yang diciptakan oleh satu unit dari physical capital. Pulic (1998) mengasumsikan bahwa jika 1 unit dari CE menghasilkan return yang lebih besar daripada perusahaan yang lain, maka berarti perusahaan tersebut lebih dalam memanfaatkan capital employed-nya. Dengan demikian, pemanfaatan capital employed yang lebih baik merupakan bagian dari intellectual capital perusahaan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Bohdanowicz dan Urbanek (2013) yang menunjukkan hasil kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kinerja intellectual capital. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Supradnya, dkk (2016), Mahardika, dkk (2014), Purwanto (2011), Putriani (2010), Novitasari dan Januarti (2009) dan Saleh, et al (2009) yang menunjukkan hasil kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja intellectual capital. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Intellectual Capital Menurut teori keagenan konflik kepentingan antara agen dengan prinsipal dapat diminimalisasi melalui mekanisme pengendalian oleh investor institusi untuk mengarahkan, mengendalikan, keterlibatan penciptaan nilai dan mengawasi manajer selaku agen agar bertindak sesuai kepentingan pemegang saham. Investor institusi lebih memilih kebijakan untuk meningkatkan keuntungan jangka panjang perusahaan, salah satunya adalah pengelolaan intellectual capital. Pengelolaan intellectual capital yang optimal akan menghasilkan kinerja intellectual capital yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP  PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL.

PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PENGARUH PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL.

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan kasih-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Pengungkapan Intellectual Capital Terhadap Cost of Equity Capital”. Penulisan Skripsi ini merupakan salah satu pra-syarat untuk menyelesaikan program strata satu (S1).

14 Baca lebih lajut

recognizing intellectual capital

recognizing intellectual capital

Financial professionals are increasingly apprehensive over the traditional accounting model. Financial statements, the main product of the traditional accounting model, are extremely inadequate for reporting the valuations behind a business. Real values, not book values, are the focus of attention within financial management. According to New York University , a typical set of financial statements will only disclose about 15% of the market value of a business. In order to bridge the gap between market values and book values, we need to recognize something called intellectual capital.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS INTELLECTUAL CAPITAL STATEMENT PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI SURABAYA

ANALISIS INTELLECTUAL CAPITAL STATEMENT PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI SURABAYA

Tujuan dari dari analisis Intellectual Capital Statement (ICS) adalah untuk mengetahui kekayaan intellectual sebuah organisasi, dalam hal ini adalah universitas. Hal ini dilakukan agar universitas tetap dapat mempertahankan eksistensinya. Pada penelitian ini dilakukan analisis untuk mengetahui variabel kritis ICS Universitas, yaitu Human Capital¸Streuctural Capital dan Relational Capital dapat mengevaluasi Intellectual Capital Statement pada perguruan tinggi negeri yang ada di Surabaya. Namun pada penelitian ini ada beberapa batasan penelitian yang digunakan yaitu penelitian hanya dilakukan pada ruang lingkup perguruan tinggi negeri yang ada di Surabaya, dan pengukurannya hanya berdasarkan indikator dari ICS universitas.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh intellectual capital terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di JII periode 2010-2013

Analisis pengaruh intellectual capital terhadap nilai perusahaan yang terdaftar di JII periode 2010-2013

Tujuan utama dalam ekonomi yang berbasis pengetahuan adalah untuk menciptakan value added. Sedangkan untuk dapat menciptakan value added dibutuhkan ukuran yang tepat tentang physical capital (yaitu dana-dana keuangan) dan intellectual potencial (direpresentasikan oleh karyawan dengan segala potensi dan kemampuan yang melekat pada mereka). Perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk dapat bersaing dipasaran. Pada prinsipnya, sustainable dan kapabilitas suatu perusahaan didasarkan pada Intellectual Capital (IC), sehingga seluruh sumber daya yang dimiliki dapat menciptakan value added (nilai tambah) bagi perusahaan. 8
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN AUTOMOTIVE AND ALLIED PRODUCT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2007-2011

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN AUTOMOTIVE AND ALLIED PRODUCT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2007-2011

Intellectual capital yang dimiliki tiap perusahaan diyakini memiliki perbedaan, hal ini disebabkan oleh sektor industri yang mempunyai perbedaan di bidang operasinya. Beberapa peneliti menggunakan beberapa standar yang ada untuk melihat sektor-sektor idustri yang memiliki nilai intellectual capital yang tinggi. Salah satu standar yang cukup dipercaya untuk membedakan nilai intellectual capital (IC) yang dimiliki oleh perusahaan ialah klasifikasi Woodcock dan Whiting. Standar ini membedakan perusahaan yang memiliki nilai intellectual capital yang tinggi dan juga perusahaan dengan intellectual capital yang rendah. Perusahaan dengan kontribusi intellectual capital yang tinggi disebut juga perusahaan padat IC (High-IC intensive industries), sedangkan untuk perusahaan dengan kontribusi intellectual capital yang rendah disebut juga perusahaan tidak padat IC (Low-IC intensive industries). Dalam penelitian ini, penulis memilih sektor Automotive and Allied Product dikarenakan sektor tersebut merupakan sektor yang memiliki intellectual capital paling tinggi menurut klasifikasi Woodcock dan Whiting (2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, DAN INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN DALAM INDEKS LQ45 YANG TERDAFTAR DI BEI PADA PERIODE 2012-2015.

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, DAN INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN DALAM INDEKS LQ45 YANG TERDAFTAR DI BEI PADA PERIODE 2012-2015.

Intellectual Capital merupakan aset tidak berwujud, termasuk informasi dan pengetahuan yang dimiliki badan usaha yang harus dikelola dengan baik untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Dari elemen human capital, structural capital dan capital employed yang dapat memberikan nilai lebih atau keuntungan bagi perusahaan serta pengetahuan yang dikelola oleh perusahaan dengan baik akan memberikan keunggulan kompetitif. Intellectual Capital mencakup semua pengetahuan karyawan, organisasi dan kemampuan mereka untuk menciptakan nilai tambah dan menyebabkan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Modal intelektual telah di identifikasi sebagai seperangkat tak berwujud (sumber daya, kemampuan, dan kompetensi) yang menggerakkan kinerja organisasi dan penciptaan nilai (Pangestika, 2010). Beberapa perusahaan menginvestasikan dalam pelatihan karyawan, penelitian dan pengembangan, hubungan pelanggan, sistem komputer dan administrasi, dan lain-lain. Investasi ini sering disebut sebagai intellectual capital yang bertumbuh dan bersaing dengan investasi modal fisik dan keuangan (Zéghal dan Maaloul, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian terdahulu - Pengaruh intellectual capital disclosure, Asimetri informasi dan ukuran perusahaan Terhadap cost of equity capital dengan Kepemilikan manajerial sebagai Variabel moderating - Perbanas Institutional Reposi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian terdahulu - Pengaruh intellectual capital disclosure, Asimetri informasi dan ukuran perusahaan Terhadap cost of equity capital dengan Kepemilikan manajerial sebagai Variabel moderating - Perbanas Institutional Reposi

Menurut Basyar (2009) resource based theory memandang perusahaan sebagai kumpulan sumber daya dan kemampuan. Perbedaan sumber daya dan kemampuan perusahaan dengan perusahaan pesaing akan memberikan keuntungan positif. Sebuah perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif jika memilki sumber daya yang superior, dimana sumber daya dapat membantu strategi bisnis suatu perusahaan (Suhermin, 2014). Dapat disimpulkan bahwa resource based theory merupakan pemikiran dalam manajemen serta keunggulan kompetitif perusahaan agar mencapai keunggulan apabila memiliki sumber daya unggul. Sumber daya yang dimiliki perusahaan salah satunya adalah dari aset tidak berwujud yang diungkapkan yaitu intellectual capital.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

INTELLECTUAL CAPITAL DAN PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

INTELLECTUAL CAPITAL DAN PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

This research aimed to examine the positive effects of managerial ownership , intellectual capital, and disclosure intellectual capital toward firm value. The independent variabels used were managerial ownership, intellectual capital and disclosure intellectual. This research populations were manufacturing companies registered in Indonesian Stock Exchange by 2010 to 2012. The research sampling used purposive sampling method by using samples criteria which had complete data (managerial ownership , intellectual capital, disclosure intellectual capital and firm value). The hypothesis test in this research used t- test. The result of t-test showed that managerial ownership and intellectual capital didn’t affect partially toward firm value as the value of t hitung ≤ t tabel .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2009-2011 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2009-2011 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Organisational (structural) capital mengacu pada hal-hal seperti sistem software, jaringan distribusi, dan rantai pasokan. Human capital meliputi sumber daya manusia di dalam organisasi (yaitu sumber daya tenaga kerja/karyawan) dan sumber daya eksternal yang berkaitan dengan organisasi, seperti konsumen dan supplier. Seringkali, istilah intellectual capital (IC) diperlakukan sebagai sinonim dari aktiva tidak berwujud. Definisi yang diajukan oleh OECD menyajikan cukup perbedaan dengan meletakkan intellectual capital (IC) sebagai bagian terpisah dari intangible asset yang secara logika tidak membentuk bagian dari intellectual capital (IC) suatu perusahaan. Salah satunya adalah reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan mungkin merupakan hasil atau suatu akibat dari penggunaan intellectual capital (IC) secara bijak dalam perusahaan, tetapi itu bukan bagian dari intellectual capital (IC) (Ulum et al, 2008).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Intellectual Capital Perusahaan Manufaktur di Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Intellectual Capital Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Variabel penelitian yang digunakan adalah ukuran, umur dan kinerja keuangan perusahaan. Variabel independennya yaitu kinerja keuangan perusahaan, ukuran perusahaan dan umur perusahaan. Sedangkan variabel dependennya adalah intellectual capital secara agregat (value added intellectual capital) atau VAIC. Kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan proksi return on assets (ROA), yaitu ukuran profitabilitas perusahaan, earning per shares (EPS) yaitu ukuran pendapatan per lembar saham employee productivity (EP), yaitu ukuran produktivitas karyawan dalam perusahaan. Intellectual capital diukur dengan model value added intellectual capital secara agregat (VAIC). Adapun komponen VAIC meliputi value added capital employee (VACA), yaitu kalkulasi dari kemampuan mengelola modal perusahaan, value added human capital (VAHU), yaitu kalkulasi dari kemampuan SDM perusahaan, dan structural capital value added (STVA), yaitu kalkulasi untuk kemampuan organisasi dalam perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP INTELLECTUAL CAPITAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2013-2015

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP INTELLECTUAL CAPITAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2013-2015

Penelitian ini akan menguji pengaruh intellectual capital terhadap Earning per Share dan Return on Assets. Penelitian ini menganalisis hubungan antara dependent variable dan independent variable. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2013-2015. Hipotesis penelitian ini menggunakan uji 339ariable339 regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah perusahaan yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan laporan keuangan tahunan (annual report) selama 3 tahun berturut-turut dari tahun 2013, 2014, 2015 serta mempunyai data yang dibutuhkan dalam penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 28 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan 3 tahun penelitian, sehingga total 84 sampel.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Intellectual Capital terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Chapter III VI

Pengaruh Intellectual Capital terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Perbankan di Indonesia Chapter III VI

Pada dasarnya working capital merupakan selisih antara aset lancar terhadap hutang lancar, namun menurut Damodaran (1994) dalam kepentingan valuasi (penilaian), maka komponen Kas yang seharusnya merupakan bagian dari aset lancar, harus dikeluarkan, menurut Damodaran (1994) kas merupakan wasting assets, yang berarti, bahwa kas tidak dapat menghasilkan return yang sebanding dengan return pasar, sehingga keberadaannya di dalam aset lancar akan menyebabkan perhitungan menjadi tidak akurat, sehingga oleh Damodaran (1994) working capital disebut juga non-cash working capital. Tabel 5.6 merupakan contoh perhitungan non-cash working capital dalam penelitian ini, sedangkan perhitungan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 13.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 4815 documents...