kecemasan menghadapi kematian

Top PDF kecemasan menghadapi kematian:

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Inakaka Ambon

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Inakaka Ambon

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi kematian pada lansia di Panti Inakaka Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis metode kuantitatif survei. Dari penelitian yang dari 37 responden sebanyak 19 responden mengatakan bahwa dukungan sosial keluarga sangat kurang dan 14 responden mengatakan bahwa kecemasan dalam menghadapi kematian sangat tinggi. Dari nilai korelasi sebesar 0,605 dengan nilai signifikan= 0,000 (p<0,005) dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ada hubungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi kematian pada lansia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia 1. Pengertian Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia - BAB II SKRIPSI DANIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia 1. Pengertian Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Lansia - BAB II SKRIPSI DANIA

Dukungan sosial yang meliputi dukungan persahabatanaspek ini mengarah kepada kesediaan orang lain untuk menghabiskan waktu bersama sehingga menjadikan individu memiliki perasaan bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok dan kegiatan sosial. Lansia yang mengalami kecemasan menghadapi kematian memiliki ciri kognitif dimana lansia menjadi merasa khawatir tentang sesuatu yang sepele, khawatir akan ditinggal sendiri dan perasaan takut dengan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Ketika lansia memunculkan perilaku tersebut maka dukungan sosial seperti menghabiskan waktu bersama-sama sangat dibutuhkan oleh lansia. Menurut Andrew (dalam Larasati & Saifudin, 2014) dengan adanya keluarga menghibur seperti mengajak lansia jalan-jalandengan cara kumpul bersama-sama keluarga. Hal ini agar dapat memperkuat mental, psikis dan ketenangan bagi lansia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANSIA UMUR DI ATAS 60 TAHUN DI DUSUN TANGGULANGIN, PANDEAN, NGABLAK, MAGELANG, JAWA TENGAH

HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANSIA UMUR DI ATAS 60 TAHUN DI DUSUN TANGGULANGIN, PANDEAN, NGABLAK, MAGELANG, JAWA TENGAH

Sedangkan sebanyak 12 orang (26,1%) dikategorikan mengalami tingkat kecemasan menghadapi kematian sedang. Lansia yang kecemasan menghadapi kematian sedang dikarenakan bisa memaknai dan memahami siapa dirinya di dunia dan apa arti dari kematian (Hidayat, 2006). Selain itu yang menyebabkan lansia memiliki kecemasan yang sedang adalah keyakinan atau kepercayaan yang dianut, yaitu kepercayaan yang mengajarkan atau membuat tidak takut menghadapi kematian. Searah dengan teori Ilyas (2004) yang berpendapat bahwa semakin tua seseorang semakin mendekatkan diri pada Tuhan, melalui shalat dan beramal shaleh. Serta semakin baik dalam mengendalikan diri dan pikiran yang menyangkut tentang proses datangnya kematian yang datang sewaktu-waktu (Hawari, 2006). Dalam Islam sudah diajarkan tentang kematian, karena tidur merupakan kematian sementara. Selama tidur ruh yang ada dalam tubuh manusia dipegang oleh Allah SWT, bisa saja ruh tersebut tidak dikembalikan ke dalam tubuh manusia oleh Tuhan YME, oleh karena itu tidur dianggap pembelajaran bagi umat Islam mengalami kematian (Hidayat, 2006).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA PASIEN PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SEHAT GRIYA BALUR MURIA KUDUS SKRIPSI

KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA PASIEN PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SEHAT GRIYA BALUR MURIA KUDUS SKRIPSI

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab kecemasan menghadapi kematian pada penderita kanker serviks adalah kecemasan terhadap proses kematian yang meliputi: kecemasan terhadap penderitaan fisik, kecemasan terhadap proses sakaratul maut, dan kecemasan akan hilangnya harga diri karena terlalu bergantung dengan orang lain. Penyebab kecemasan berikutnya adalah kecemasan terhadap kehidupan setelah kematian, kecemasan terhadap kemusnahan diri dan yang terakhir adalah kecemasan akan dampak kematian terhadap kesejahteraan orang – orang terdekat subjek. Reaksi psikologis informan kecemasan menghadapi kematian yaitu, akan melakukan koping terhadap penyakitnya, manajemen stres lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, hal – hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kehidupan mereka. Namun terkadang ada pula yang mengalami penolakan dan penghindaran terhadap hal – hal yang menyangkut kematian.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANSIA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA LANSIA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

Safrilsyah, Rizka, Jasmadi, & Barmawi. (2011). Hubungan religusitas dan kecemasan menghadapi kematian pada kelompok lanjut usia di panti jompo meuligoe jroh naguna banda aceh. Aceh development international conference 2011 (ADIC 2011), 26-28 March 2011.

9 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Inakaka Ambon T1 462010005 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Inakaka Ambon T1 462010005 BAB IV

Berdasarkan pada tabelanalisa korelasi, diperoleh koefisien korelasi antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi kematian sebesar 0,605 dengan signifikan = 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi kematian pada lansia.

12 Baca lebih lajut

Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia Ditinjau dari Tipe Kepribadian

Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia Ditinjau dari Tipe Kepribadian

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecemasan menghadapi kematian pada lansia ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Kecemasan menghadapi kematian adalah suatu ketakutan yang dialami individu saat akan menghadapi kematian yang ditandai dengan adanya gangguan psikologis yang dicirikan dengan ketegangan motorik (gelisah, gemetar dan ketidakmampuan untuk rileks, hiperaktivitas (pusing, jantung berdebar-debar atau berkeringat), perasaan campuran berisikan ketakutan, kekhawatiran dan keprihatinan mengenai masa-masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut. Tipe kepribadaian ekstrovert adalah satu kecenderungan untuk mengarahkan kepribadian lebih banyak ke luar daripada ke dalam diri sendiri. Tipe kepribadian introvert adalah salah satu kecenderungan kepribadian untuk menarik diri dari kontak sosial dan minatnya lebih mengarah ke dalam pikiran-pikiran dan pengalamannya sendiri.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

BAB I SKRIPSI DANIA

BAB I SKRIPSI DANIA

ketika ditanya mengenai kematian subyek hanya menjawab setiap manusia pasti akan meninggal hanya saja kapan dan dimana manusia tidak mengetahuinya, sehingga ketika membahas mengenai kematian subyek tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil dari wawancara yang diperoleh, peneliti menyatakan bahwa adanya subyek yang mengalami kecemasan menghadapi kematian.

9 Baca lebih lajut

T1 462010005 Daftar Pustaka

T1 462010005 Daftar Pustaka

Laporan “persepsi terhadap kematian dan Kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia”.. Fakultas Ilmu Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.[r]

3 Baca lebih lajut

Kecemasan dalam menghadapi kematian ditinjau dari religiositas pada lansia - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Kecemasan dalam menghadapi kematian ditinjau dari religiositas pada lansia - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dalam menghadapi kematian dengan religiositas pada lansia. Penelitian ini dilakukan dengan lansia berusia 60 tahun ke atas (N=90), sehat secara fisik, dan memiliki kegiatan keagamaan. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kecemasan dalam Menghadapi Kematian dan Skala Religiositas. Data dianalisis dengan teknik analisis statistika non-parametrik Kendall’s tau_b. Hasil pengolahan data diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,247 dengan nilai sig 0,001 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif antara kecemasan dalam menghadapi kematian dengan religiositas pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian ini, religiositas terbukti memberikan sumbangan efektif sebesar 6,1%. Diperoleh hasil bahwa sebagian besar subjek memiliki religiositas sangat tinggi dan tinggi (47,8%), kecemasan menghadapi kematian rendah (53,3%) dan sedang (33,3%). %). Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk mencari subjek penelitian yang lebih variatif antara lain subjek yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Hermawan Subiantoro BAB II

Hermawan Subiantoro BAB II

Menurut Blackburn dan Davidson (1994), kecemasan menghadapi kematian merupakan gejala fisik maupun psikologis yang tidak menyenangkan sebagai reaksi terhadap adanya perasaan takut yang subjektif, kabur, dan tidak jelas terhadap datangnya kematian itu, yang ditandai dengan munculnya perubahan suasana hati, motivasi, dan gejala biologis seperti jantung berdebar - debar, maupun tampak pada perilaku berupa gugup, gelisah, dan kewaspadaan yang berlebihan. Pada peneitian ini, teori kecemasan menghadapi kematian mengacu pada pendapat Blackburn dan Davidson.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

KECEMASAN LANSIA MENGHADAPI KEMATIAN

KECEMASAN LANSIA MENGHADAPI KEMATIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dekriptif, dengan sampel penelitian sebanyak 63 orang lanjut dengan umur 65 sampai 81 tahun, yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Dimana, penelitian dilakukan pada anggota Karang Werda Ikhlas, Desa Pabian, Kecematan Kota, Kabupaten Sumenep. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala kecemasan menghadapi kematian untuk mengetahui tingkat kecemasan dan angket terbuka untuk mengetahui

2 Baca lebih lajut

gunadarma 10599226 skripsi fpsi

gunadarma 10599226 skripsi fpsi

GAMBARAN PERBEDAAN KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA MANULA YANG MASIH MEMILIKI PASANGAN DENGAN MANULA YANG SUDAH JANDA STUDI KASUS Uni Indriyawati, Anita Zulkaida.. S.Psi M.Psi Skri[r]

2 Baca lebih lajut

Kecemasan Pada Lansia Dalam Menghadapi Kematian Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Lansia (Penelitian Pada anggota Paguyuban Lansia Gusiayu RS Panti Rahayu Purwodadi).

Kecemasan Pada Lansia Dalam Menghadapi Kematian Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Lansia (Penelitian Pada anggota Paguyuban Lansia Gusiayu RS Panti Rahayu Purwodadi).

untuk dapat sampai kepada keadaan yang lebih baik. Terkadang orang harus melalui peristiwa yang menyakitkan dan membutuhkan banyak pengorbanan. Kecemasan lanjut usia menghadapi kematiannya dapat terjadi karena adanya trauma atau hal-hal lain yang berhubungan dengan rangkaian proses tersebut. Melihat kenyataan yang terjadi, kecemasan menghadapi kematian memang pernah dirasakan oleh para lansia, namun bagaimana proses munculnya kecemasan tersebut belum dapat diketahui. Apakah kecemasan tersebut sangat mengganggu atau justru dapat menjadikan kekuatan dalam diri lanjut usia untuk mempertinggi kesadaran dirinya. Ada begitu banyak alasan yang mengakibatkan tidak tenang dalam menghadapi kematian. Satu fakta yang paling penting adalah bahwa mati, belakangan ini menjadi lebih mangerikan dalam berbagai hal, yaitu lebih kesepian, bersifat mekanis, dan menjadi tidak manusiawi; disaat yang sama bahkan sulit untuk menentukan kapan saat kematian terjadi (Ross, 1998:10). Seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Elizabeth Kubler-Ross pada pasien saat menjelang ajal di rumah sakit yang ditulis dalam bukunya On Death And Dying dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menghadapi kematian kebanyakan dari pasien rumah sakit yang diteliti mengalami proses yang dimulai dari tahap pertama yaitu penyangkalan dan pengasingan diri, tahap kedua marah, tahap ketiga menawar, tahap keempat depresi, dan tahap kelima menerima.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

T1 462011029 Daftar Pustaka

T1 462011029 Daftar Pustaka

Hubungan Antara Kecerdasan Rohaniah dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lanjut Usia.. Indigenous Jurnal Berkala Ilmiah Psikologi.[r]

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara Tingkat Spiritualitas dengan Kesiapan Lanjut Usia dalam Menghadapi Kematian Di Desa Pucangan Kecamatan Kartasura.

PENDAHULUAN Hubungan antara Tingkat Spiritualitas dengan Kesiapan Lanjut Usia dalam Menghadapi Kematian Di Desa Pucangan Kecamatan Kartasura.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kematian dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kematian dengan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia.

8 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DALAM MENGHADAPI KEMATIAN DI DESA TRIBUANA BANJARNEGARA TAHUN 2017

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DALAM MENGHADAPI KEMATIAN DI DESA TRIBUANA BANJARNEGARA TAHUN 2017

Latar belakang Masalah: Seseorang yang telah lanjut usianya akan mengalami berbagai perubahan dalam dirinya, yang ditandai dengan kemunduran fisik dan mental yang terjadi secara perlahan dan bertahap. kondisi fisik yang semakin menurun dan jika lanjut usia tidak dapat menyesuaikan diri, maka lansia akan merasa tidak siap dalam menghadapi kematian. Adanya peristiwa-peristiwa atau pengalaman-pengalaman kehidupan yang mengancam keberadaan dan ketahanan hidup para lanjut usia dapat mengakibatkan mereka mengalami perasaan takut atau kecemasan menghadapi kematian. Setiap lansia memiliki tingkat kecemasan berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: dukungan keluarga, tingkat spiritualitas dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN  Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Pernikahan.

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Pernikahan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa variabel kecemasan dapat dipengaruhi oleh variabel-variabel sebagai berikut: pengalaman negatif masa lalu, pikiran yang tidak rasional, unsur psikologis, unsur keturunan, unsur fisiologis, unsur sosiologis, unsur teologis, faktor fisik, trauma dan konflik, conditioning , emosi-emosi, konstitusi, hereditas, dan lingkungan awal yang tidak baik, kematangan emosi dan religiusitas. Dari sekian banyak variabel yang mempengaruhi kecemasan, hanya variabel religiusitas yang akan dibahas dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN  DENGAN PERILAKU PENGAMBILAN RESIKO   HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN DENGAN PERILAKU PENGAMBILAN RESIKO DALAM BERKENDARAAN.

HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN DENGAN PERILAKU PENGAMBILAN RESIKO HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN DENGAN PERILAKU PENGAMBILAN RESIKO DALAM BERKENDARAAN.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang yang berjumlah 80 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan sebagai pengumpulan data yaitu skala kecemasan terhadap kematian dan skala pengambilan resiko dalam berkendara.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN  Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Pernikahan.

HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN Hubungan Antara Religiusitas Dengan Kecemasan Menghadapi Pernikahan.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecemasan menghadapi pernikahan ditinjau dari religiusitas. Populasi penelitian ini adalah orang dewasa laki-laki dan perempuan yang melajang, berumur 19 tahun sampai 40 tahun, beragama islam dan berkerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat- sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya. Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 100. Metode pengumpulan data yaitu skala kecemasan dan religiusitas.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...