Keterlambatan Proses Produksi

Top PDF Keterlambatan Proses Produksi:

Upaya Mengurangi Keterlambatan Proses Produksi PT. Aweco Indosteel Perkasa | Yanuar | Jurnal Titra 4052 7732 1 SM

Upaya Mengurangi Keterlambatan Proses Produksi PT. Aweco Indosteel Perkasa | Yanuar | Jurnal Titra 4052 7732 1 SM

Keterlambatan proses produksi disebabkan oleh ketidaksesusaian antara estimasi waktu peng- erjaan dengan realisasinya. Upaya yang dilaku- kan untuk menanggulangi keterlambatan ada- lah membuat standart estimasi perhitungan wa- ktu pengerjaan poles, hal ini dikarenakan pada proses ini merupakan pekerjaan kritis atau pekerjaan yang mempunyai dampak ke- terlambatan jika pekerjaan itu terlambat. Estimasi awal untuk penyelesaian proses poles bagian shell adalah 8 shift dan hasil yang didapatkan dalam estimasi perhitungan mesin poles adalah 11.24 shift. Hasil perhitungan ini belum signifikan dengan penyelesaian proses poles shell pesanan pelanggan yang membu- tuhkan waktu sebesar 17 shift. Perbaikan perhi- tungan diberikan dengan menambahkan waktu setup mesin dan waktu yang dibutuhkan untuk pemolesan secara manual. Perbaikan perhitu- ngan belum dapat diterapkan karena pada saat penelitian ini berakhir tidak terdapat order baru sehingga perbaikan perhitungan estimasi waktu di proses poles tidak dapat dilakukan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

T1  Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Produksi Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus: PT. Daya Manunggal Textil, Salatiga)

T1 Abstract Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Produksi Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus: PT. Daya Manunggal Textil, Salatiga)

PT. Daya Manunggal Textil Salatiga dalam menjalankan aktivitas bisnisnya sering mengalami keterlambatan proses produksi yang menyebabkan terhambatnya proses bisnis yang terjadi perusahaan, selain itu, SI yang ada di Departemen Produksi selama ini hanya berfungsi untuk melakukan penjadwalan mesin produksi. COBIT menjadi pedoman yang dapat diandalkan untuk mengelola SI/TI sekaligus mengevaluasi SI dalam rangka menunjang kinerja dan proses bisnis perusahaan, selain itu juga membantu auditor, pengguna dan manajemen untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan teknis SI/TI. Tingkat kematangan proses TI yang ada di perusahaan menunjukkan nilai yang masih rendah, hal ini dikarenakan setiap SI yang ada di perusahaan khususnya di Departemen Produksi, dibangun berdasarkan kebutuhan bukan merupakan perencanaan strategis perusahaan jangka panjang .
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERAMALAN PERMINTAAN UNTUK MENENTUKAN VOLUME PRODUKSI SUSU PASTEURISASI MERK SAE PADA KOPERASI SAE PUJON

PERAMALAN PERMINTAAN UNTUK MENENTUKAN VOLUME PRODUKSI SUSU PASTEURISASI MERK SAE PADA KOPERASI SAE PUJON

Dalam melaksanakan kegiatan produksi kegiatan terpenting yang dilakukan perusahaan adalah melakukan sebuah perencanaan yang baik dan terperinci. Kegiatan perencanaan yang berkaitan dengan perencanaan jumlah produksi yang berfungsi untuk mengatasi perubahan permintaan akan suatu produk agar tidak terjadi keterlambatan proses produksi dengan mempertimbangkan kendala kendala selama operasi seperti: kapasitas produksi, kapasitas gudang dan sumber sumber lain, sehingga diperoleh nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

19 Baca lebih lajut

BAB 1PENDAHULUAN ANALISIS KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PRODUK DENGAN VALUE STREAM MAPPING DI PT YPTI.

BAB 1PENDAHULUAN ANALISIS KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PRODUK DENGAN VALUE STREAM MAPPING DI PT YPTI.

PT YPTI merupakan perusahaan yang memproduksi spare part dan mold. Produk dibuat berdasarkan pesanan atau make to order. Dari peninjauan yang dilakukan di PT YPTI selama satu bulan, terlihat ada beberapa produk yang waktu penyelesaiannya melampaui due date. Perusahaan juga sering melakukan lembur dan subkontrak ke perusahaan lain. Keterlambatan penyelesaian produk dapat disebabkan berbagai faktor. Setelah dilakukan observasi, penyebab utama keterlambatan penyelesaian produk berada di lantai produksi.

7 Baca lebih lajut

Proses produksi II proses pembuata

Proses produksi II proses pembuata

Kode produksi dicetak bi bagian ban (sisi ban) lihat pada gambar, dengan penandaan unik seperti peneng. Setiap pabrik ban (Seperti PT gajah Tunggal) memiliki jumlah kode digit tersendiri untuk menandai ban hasil produksinya, ada yang 5 digit, ada pula yang 7 digit. Akan tetapi kode 4 Digitdari belakang adalah sebuah standard  international yang menunjukkan dari Produksi pada Minggu (Week) dan Tahun (YEAR) ban tersebut

22 Baca lebih lajut

1 tki mm c3 silb xi desain multimedia

1 tki mm c3 silb xi desain multimedia

 Proses pra produksi pre production multimedia  Proses produksi production multimedia  Proses purna produksi post production multimedia Mengamati Diagram alir proses produksi mult[r]

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - ANALISIS KELAYAKAN USAHA PRODUK GULA MERAH PADA UKM KARANGRANDU DI KECAMATAN NALUMSARI KABUPATEN JEPARA DALAM PERSPEKTIF SYARIAH - STAIN Kudus Repository

BAB I PENDAHULUAN - ANALISIS KELAYAKAN USAHA PRODUK GULA MERAH PADA UKM KARANGRANDU DI KECAMATAN NALUMSARI KABUPATEN JEPARA DALAM PERSPEKTIF SYARIAH - STAIN Kudus Repository

Analisis break event point ini sering dipergunakan oleh para analis studi kelayakan untuk memperhitungkan pada saat kapan waktu breakevent tersebut akan diketahui. Menurut Boone dan Kurtz, (2000:75) sebagaimana dikutip oleh Arman Hakim Nasution berpendapat bahwa Breakevent point adalah tingkat penjualan yang menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup seluruh biaya tetap dan biaya variabel dari perusahaan. Total cost atau biaya total adalah terdiri dari dua jenis biaya dalam proses produksi, yakni biaya tetap total dan biaya variabel total. Sedangkan biaya variabel total adalah tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan (Q), artinya bila jumlah produk yang dihasilkan berubah maka biaya variabel total akan berubah. (Menurut Josep Bintang Kalangi, 2002:68). 5 Tingkat kelayakan bisa dilihat dari beberapa aspek kelayakan dan menghitung C/R ratio, apabila R/C > 1, berarti usaha gula merah menguntungkan, R/C = 1, berarti usaha gula merah tersebut mencapai break event point tidak mengalami rugi/untung, R/C < 1, berarti gula merah menderita kerugian atau tidak menguntungkan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN PADA LINI PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA DAN OUTPUT PRODUKSI (Studi Kasus UD Kuda Terbang Malang)

PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN PADA LINI PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA DAN OUTPUT PRODUKSI (Studi Kasus UD Kuda Terbang Malang)

Dengan adanya line balancing pada proses produksi tersebut diharapakan dapat membantu proses produksi yang lancar sehingga proses produksi berjalan dengan baik Dari perhitungan yang dip[r]

1 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PRODUKSI FILM Pengantar pdf

MANAJEMEN PRODUKSI FILM Pengantar pdf

Merupakan aktifitas dengan pemrosesan hasil shooting pada paska produksi. Istilah lain kalau dalam film adalah cutting. Pada intinya editing adalah merangkai hasil shooting menjadi rangkaian gambar dan suara yang bercerita dan berkesinambungan sehingg didapat film yang sesuai dengan tuntutan naskah. Dalam film proses ini adalah rough cut/edited atau susuan kasar dan akhirnya fine cut/final edited atau susunan halus (sempurna). Seorang editor dan sound cutter juga menyiapakan jalur/track untuk suara agar memudahkan saat mixing atau dubbing nanti.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Manajemen Risiko Proyek Modernisasi Kontrol Proses Tahap II PT. Krakatau Tirta Industri, Cilegon, Banten.

Analisis Manajemen Risiko Proyek Modernisasi Kontrol Proses Tahap II PT. Krakatau Tirta Industri, Cilegon, Banten.

Integrasi ke Scada dan SIKTI telah dilakukan pada tahap awal. Data dan informasi telah tersedia di Scada sistem dengan SQL databasenya yang di tragger-kan ke SIKTI, sehingga dapat dijadikan alat monitoring akuisisi data dan informasi yang secara langsung atau realonline di monitor, dikontrol dan dikoreksi secara langsung di SIKTI. Pengelompokan equipment, device atau field instrument (double link), yang mengkoneksikan seluruh motor- motor sebanyak 30 unit, 15 motor besar (soft staker interface), twido 13 pompa dosing dengan prioritas identifikasi motor yang dikoneksikan dengan memasang modul Horner ke lokasi yang ideal (diruang panel control room), untuk penggantian switch terdapat 5 motor pada (Pump Station) PS2, impelar alum, impelar kapur, 2 motor pompa kapur, 1 motor PS4 (61M1), 4 pompa booster, 6 motor accelator (impelar dan bridge). Parameter proses peralatan yang ada diproduksi antara lain; controller UMC Twido, memograph, power meter, dimana pada UMC800 AI Card yang terpasang terdiri atas 26 level Control IO yaitu greenleaf filter (20 level), tower (1 level), reservoir (2 level), waduk (1 level), bak kapur (1 level), dan bak alum (1 level). PH Control terdiri dari 6 I/O; accelator I, II, III (1 level), PH air bersih (1 level), PH air baku (1 level), dan PH depolec (1 level). Seluruh I/O tersebut telah wirring ke interface (otomatisasi proses). Parameter interface antara lain; ampere, Kwh, PH, debit, totalizer, level, preasure, flow airbaku, PS4-tower). Peralatan level kapur (2 buah) dan meter kecil-PDAM belum tersedia sehingga belum dapat dikoneksikan. Cara untuk menghubungkan ke interface mesin memograph UMC800 adalah dengan menggunakan converter ke Ethernet dengan ADAM 4570, modebus UMC Horner menggunakan ADAM 4572. Converter pada ADAM Etnernet menggunakan IP static address pada range class IP yang akan disesuaikan. interkoneksi wirring dari selector switch ke motor menggunakan relay Horner Smart Relay. Identifikasi (libraryan wirring cable), penamaan atau tagging ditentukan dengan menggunakan lokasi devices number PS1 MTR 001.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “

ANALISIS PENERAPAN METODE PROJECT MANAGEMENT PADA BAGIAN PERENCANAAN “ PT X “

 Aktivitas kegiatan J memiliki durasi selama 10 bulan. Aktivitas Kegiatan J ini berada pada warna merah yang berarti aktivitas ini berada pada jalur kritis (Critical Path). Jika aktivitas yang berada pada jalur kritis (Critical Path) maka proses pengerjaannya tidak boleh tertunda karena apabila proses pengerjaannya tertunda maka akan mengalami keterlambatan proyek. Ketika aktivitas J ini mengalami keterlambatan maka bisa saja menyebabkan proyek tersebut mengalami keterlambatan secara keseluruhan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Proses Produksi “CASUJAHE” BAB 0

Proses Produksi “CASUJAHE” BAB 0

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini dengan baik. tugas akhir praktek produksi ini disusun sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar Ahli Madya.

13 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro - Pengaruh Modal, Biaya, Dan Harga Jual Terhadap Laba Usaha Mikro Di Pasar Tradisional Pringgan Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro - Pengaruh Modal, Biaya, Dan Harga Jual Terhadap Laba Usaha Mikro Di Pasar Tradisional Pringgan Medan

Biaya bahan baku merupakan salah satu elemen yang paling penting dari biaya produksi. Masalah yang dihadapi manajemen berhubungan dengan bahan yaitu keterlambatan tersedianya bahan akan mempengaruhi kelancaran kegiatan produksi, sedangkan persediaan bahan yang terlalu berlebihan berarti suatu pemborosan modal kerja yang tertanam di dalam persediaan bahan baku yang ada alam perusahaan. Menurut Polimeni (1985:28), “Bahan baku adalah bahan mentah dasar yang akan diolah menjadi barang jadi. Biaya bahan baku ada yang bersifat langsung ataupun tidak langsung.

18 Baca lebih lajut

Proses produksi dan analisis mutu proses

Proses produksi dan analisis mutu proses

Sanitasi lingkungan produksi meliputi pembersihan lantai pada ruang produksi serta saluran pembuangan. Pembersihan lantai dilakukan setiap hari karena unit produksi mi telor lebih banyak menggunakan air dalam proses produksi, sehingga sering dilakukan pembersihan lantai demi menjaga kebersihan pada proses produksi. Pada area lingkungan pabrik ruas jalan telah di aspal, dengan demikian bisa memperkecil terjadinya kontaminasi produk. Disediakan pula area parkir sepeda motor bagi karyawan PT. Jakarana Tama untuk tiap unitnya. Pada saat penurunan bahan baku dari truk menuju gudang kadang tercecer. Kemudian dilakukan pembersihan dengan menggunakan sapu demi menjaga kebersihan serta memperkecil kontaminasi produk.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

ASPEK PRODUKSI Proses Produksi docx

ASPEK PRODUKSI Proses Produksi docx

Dengan luas pabrik 500 m 2 , perusahaan mengatur layout sedemikian rupa untuk melakukan proses produksi. Menjaga kebersihan makanan adalah hal yang penting untuk menjaga kualitas produk. Untuk itu pada proses produksi olahan bayam dan tuna, sebelum dan sesudah karyawan masuk ruangan produksi diharuskan menstelirkan dirinya terlebih dahulu, ini merupakan upaya dari perusahaan kami untuk menjaga kualitas produk. Seperti yang tertera dalam layout perusahaan diatas, proses input menuju output telah diatur sedemikian rupa melalui beberapa proses.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Tinjauan Kegiatan Tim Asisten Produksi dalam Program Masterpiece di RCTI.

Tinjauan Kegiatan Tim Asisten Produksi dalam Program Masterpiece di RCTI.

Sheila Martina Fitri, 210103100016, 2013. Tinjauan Kegiatan Asisten Produksi Dalam Program “ Masterpiece ” di RCTI . Dibawah bimbingan Drs. Dian Wardiana S., M.Si, Pendidikan Ahli Komunikasi Terapan, Program Diploma III Sub Program Studi Penyiaran, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

2 Baca lebih lajut

PROSES PRODUKSI PROGRAM SANDIWARA RADIO DI PROGRAMMA 4 RADIO REPUBLIK INDONESIA.

PROSES PRODUKSI PROGRAM SANDIWARA RADIO DI PROGRAMMA 4 RADIO REPUBLIK INDONESIA.

Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa proses produksi program Sandiwara Radio melalui tahap pra produksi, yaitu pencarian dan pengumpulan materi berupa penemuan ide, pembuatan naskah dan pencarian para pengisi suara. Tahap produksi, yaitu proses rekaman program Sandiwara Radio, serta tahap pasca produksi yaitu proses editing. Hambatan yang dihadapi berasal dari masalah teknis dan non teknis.

2 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR PROSES PRODUKSI KERUPUK WORTEL

LAPORAN TUGAS AKHIR PROSES PRODUKSI KERUPUK WORTEL

Serat mempunyai peran yang penting bagi kesehatan tubuh. Almatsier (2009) menyatakan bahwa serat sangat penting dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh. Kekurangan serat dapat menyebabkan konstipasi, apenaistis, alverculity, hemoroid, diabetes melitus, penyakit jantung koroner dan batu ginjal. Kekurangan serat juga dihubungkan dengan berbagai penyakit gastrointestinal. Wirjatmadi et al (2002) menambahkan kebutuhan serat untuk manusia sangatlah bervariasi menurut pola makan dan tidak ada anjuran kebutuhan sehari secara khusus untuk serat makanan. Konsumsi serat rata-rata 25 g/hari dapat dianggap cukup untuk memelihara kesehatan tubuh.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Manajemen proyek adalah aplikasi pengetahuan (knowledges), ketrampilan (skills), alat (tools) dan teknik (techniques) dalam aktifitas- aktifitas proyek untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan proyek (PMBOK,2004). Manajemen proyek dilaksanakan melalui aplikasi dan integrasi tahapan proses manajemen proyek yaitu initiating, planning, executing, monitoring dan controlling serta akhirnya closing keseluruhan proses proyek tersebut. Dalam pelaksanaannya, setiap proyek selalu dibatasi kendala-kendala yang sifatnya mempengaruhi dan biasa disebut sebagai segitiga project constraint yaitu lingkup pekerjaan (scope), waktu dan biaya. Dimana keseimbangan ketiga konstrain tersebut akan menentukan kualitas suatu proyek. Perubahan salah satu atau lebih, faktor tersebut akan mempengaruhi setidaknya satu faktor lainnya. (PMBOK,2004)
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

pasar tenaga kerja dan dampak upah

pasar tenaga kerja dan dampak upah

Penanganan bahan secara otomatis dapat berbentuk rel tunggal, ban berjalan, robot, atau automated guided vehicles. Automated Guided Vehicles (AGV) adalah kereta yang dipandu dan dikendalikan secara elektronik yang digunakan dalam proses manufaktur untuk memindahkan komponen dan peralatan. AGV juga digunakan di perkantoran untuk memindahkan surat, juga di rumah sakit dan penjara untuk mengantar makanan.

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...