layanan bimbingan kelompok teknik homeroom

Top PDF layanan bimbingan kelompok teknik homeroom:

PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM TOPIK KESPRO TERHADAP SIKAP SEKS PRANIKAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013.

PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM TOPIK KESPRO TERHADAP SIKAP SEKS PRANIKAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN TAHUN AJARAN 2012/2013.

Masalah seks pra-nikah sangat luas untuk dikaji karena keterbatasan waktu bagi penulis,maka penulis akan membatasi penelitian ini hanya membahas “pengaru h pemberian layanan bimbingan kelompok teknik homeroom dengan topik kesehatan reproduksi remaja, dan sikap seks pra-nikah siswa di SMP Negeri 18 Medan 2012/2013 ”.

24 Baca lebih lajut

MEMINIMALISIR KELOMPOK IN-GROUP VS OUT-GROUP DI DALAM KELAS MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM PADA KELAS X SMA NEGERI 1 PEGAJAHAN TAHUN AJARAN 2013-2014.

MEMINIMALISIR KELOMPOK IN-GROUP VS OUT-GROUP DI DALAM KELAS MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM PADA KELAS X SMA NEGERI 1 PEGAJAHAN TAHUN AJARAN 2013-2014.

Dari hasil pengamatan peneliti saat melakukan PPLT (Program Pelaksanaan Lapangan Terpadu) di SMAN 1 Pegajahan terdapat cukup banyak permasalahan yang dialami siswa terutama pada masalah sosialnya dengan teman sekelas. Di dalam kelas peneliti melihat adanya batasan-batasan interaksi sosial yang dilakukan siswa, yaitu dengan membuat beberapa kelompok in-group di dalamnya. Dari hasil pengamatan selama observasi di lapangan, peneliti mengamati bahwa di sekolah tersebut terdapat beberapa kelas yang siswanya memiliki kelompok in-group vs out-group, diantaranya yakni kelas XII IPS-2 dan X.5. Namun berdasakan pertimbangan mengingat siswa kelas XII akan segera melaksanakan UN maka guru bidang kurikulum merekomendasikan kelas X.5 untuk di teliti.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA.

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010: 118). Jadi dapat dikatakan sampel merupakan wakil populasi yang diteliti. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling karena subjek yang dipilih adalah siswa yang memiliki masalah dengan motivasi belajarnya. Berdasarkan wawancara dengan guru pembimbing dan observasi langsung dilapangan didapatkan bahwa kelas VIII yang memiliki motivasi belajar rendah. Hal ini dilihat dari hasil need assesment yang dilakukan Guru BK yang menunjukan 12 siswa kelas VIII ini mempunyai motivasi belajar yang rendah. 12 siswa tersebut ditentukan dengan beberapa karakteristik, diantaranya yaitu siswa kelas VIII yang kurang memperhatikan guru saat jam pelajaran, tidak mempunyai orientasi masa depan, sering membolos sekolah, tidak semangat dalam belajar dan siswa yang hasil belajarnya rendah atau dibawah rata-rata. Dengan didapatnya 12 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, sehingga 6 siswa dijadikan sebagai kelompok kontrol dan 6 siswa lagi dijadikan kelompok eksperimen.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Kata kunci : Kepercayaan diri, layanan bimbingan kelompok teknik homeroom Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya kepercayaan diri siswa kelas XI IPS 4 . Ada 8 siswa yang kepercayaan dirinya kurang dan 2 orang yang kepercayaan dirinya cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan sikap siswa yang cenderung mudah cemas, terkadang berbicara gagap, sulit menetralisasi timbulnya ketegangan didalam suatu situasi, mudah putus asa, diam didalam kelas, asyik sendiri. Kondisi tersebut diatas menurut peneliti dapat diatasi melalui layanan bimbingan kelompok. Permasalahan yang akan diteliti adalah “ Bagaimana Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Homeroom Mampu Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI IPS 4 SMA N 1 Mejobo Tahun 2013/2014 ”.Tujuan penelitian ini adalah: diperolehnya peningkatan kepercayaan diri melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom siswa kelas XI IPS 4 SMA N 1 Mejobo Tahun 2013/2014.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

MENGATASI KEJENUHAN SISWA DALAM BELAJAR PADA JAM TERAKHIR MATA PELAJARAN BERLANGSUNG MELALUI TEKNIK LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM DI SMP AMPERA BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2013/ 2014.

MENGATASI KEJENUHAN SISWA DALAM BELAJAR PADA JAM TERAKHIR MATA PELAJARAN BERLANGSUNG MELALUI TEKNIK LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM DI SMP AMPERA BATANG KUIS TAHUN AJARAN 2013/ 2014.

Bismillahirrahmanirrahim. Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, dan shalawat beriring salam kepada nabi Muhammad SAW. Berkat rahmat dan karunianya, sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi dengan judul mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar pada waktu jam terakhir mata pelajaran berlangsung melalui layanan bimbingan kelompok dengan tekhik homeroom di SMP AMPERA batatang kuis tahun ajaran 2013/2014. Dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar sarjana pendidikan strata-1

18 Baca lebih lajut

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM TERHADAP SIKAP KONFORMITAS PADA SISWA KELAS X SMA RK DELI MURNI DELI TUA T.A 2012/2013.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM TERHADAP SIKAP KONFORMITAS PADA SISWA KELAS X SMA RK DELI MURNI DELI TUA T.A 2012/2013.

Masalah dalam penelitian ini adalah: Adakah pengaruh layanan bimbingan kel ompok dengan teknik homeroom terhadap sikap konformitas pada siswa kelas X SMA RK Deli Murni Delitua Ta.2012/2013 ”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah Pengaruh Layanan BimbinganKelompok Dengan Teknik Homeroom Terhadap Sikap Konformitas Pada SiswaKelas X SMA RK Deli Mur ni Delitua TA. 2012/2013”. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-2 yang terdiri dari 32 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket Sikap Konformitas siswa yang berfungsi untuk mengumpulkan data tentang tingkat Sikap Konformitas siswa yang diberikan layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Homeroom. Teknik analisis data menggunakan uji beda (uji t).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM KONSEP DIRI SISWA DI SMP NEGERI 1 AIR JOMAN T.A 2015/2016.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM KONSEP DIRI SISWA DI SMP NEGERI 1 AIR JOMAN T.A 2015/2016.

Hasil penjelasan di atas menggambarkan bahwa konsep diri perlu ditingkatkan, agar siswa mempunyai konsep diri yang positif maka perlu adanya bimbingan yang tepat. Salah satu alternatifnya adalah dengan model bimbingan kelompok. “Bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu melalui kegiatan kelompok. Dalam layanan bimbingan kelompok, aktivitas, dan dinamika kelompok harus diwujudkan untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan atau pemecahan masalah individu” (Tohirin, 2013:164). Akan tetapi, di sekolah SMP Negeri 1 Air Joman belum efektif dalam melakukan bimbingan kelompok karena keterbatasan guru BK serta banyaknya siswa yang harus ditangani sehingga pelaksanaan seluruh layanan bimbingan konseling kurang efektif.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG SEKS BEBAS PADA PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 20172018 Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG SEKS BEBAS PADA PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 20172018 Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi

dapat meningkatkan pengetahuan perilaku seks yaitu : tidak berduaan dengam lawan jenis dikantin sekolah, tidak berani mengumbar kemesraaan didalam kelas saat jam istirahat, tidak berudaan dengan lawan jenis didalam perpustaaan dengan berpegangan tangan, dan tidak ditemukan foto berciuman dengan lawan jenis pada saat razia handphone peserta didik kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Bandar Lampung diharapkan dapat membantu peserta didik, untuk memahami dampak dari perilaku seks dan mencapai perubahan yang positif setelah mengikuti bimbingan kelompok. Apabila peserta didik memahami dampak dari perilaku seks bebas maka peserta didik akan menjadi generasi muda yang memiliki batasan dalam berperilaku dan berhubungan dengan lawan jenisnya, memiliki kemampuan unuk merasionalkan fikiran-fikiran negatif yang dapat menghantarkan peserta didik dalam melakukan prilaku seks bebas, dan peserta didik tidak akan melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan mayarakat. Berikut adalah kerangka berfikir dalam penelitian ini:
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulan hasil penelitian ini layanan konseling kelompok dengan teknik homeroom telah berhasil mencapai peningkatan 41% dari kondisi pra siklus. Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyampaikan saran kepada: a. Kepala Sekolah, hendaknya dengan penelitian ini diharapkan kepala sekolah dapat memberikan kebijakan terhadap pelaksanaan BK disekolah dalam membantu siswa siswi dalam mengatasi kecemasan dalam menentukan karier. b. Guru BK, dengan penelitian ini hendaknya dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan koseling layanan konseling kelompok dalam membantu siswa dalam mengatasi kecemasan siswa dalam menentukan karier sehingga siswa tersebut tidak cemas setelah lulus nanti. c. Siswa, hendaknya melalui penelitian ini diharapkan agar siswa dapat mengatasi dan memecahkan permasalahannya dengan memanfaatkan layanan dalam bimbingan dan konseling disekolah. d. Peneliti Selanjutnya, dalam penelitian ini, peneliti menyadari masih ada kekuranagan-kekurangan pada beberapa bagian dalam menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik homeroom untuk membantu siswa. Oleh karena itu diharapkan para peneliti selanjutnya melanjutkan pengembangan dan pemberian tindakan dalam upaya mengatasi kecemasan menentukan karir yang dialami para siswa, agar para siswa tidak merasa cemas, bingung lagi dalam menentukan karirnya dimasa depan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM UNTUK MENGURANGI SIKAP PROJECTION PADA SISWA KELAS II SMP NEGERI 15 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM UNTUK MENGURANGI SIKAP PROJECTION PADA SISWA KELAS II SMP NEGERI 15 MEDAN TAHUN AJARAN 2013/2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom terhadap mengurangi sikap projection siswa pada siswa kelas II SMP Negeri 15 Medan Tahun Ajaran 2013/2014. Hal ini tergambar dengan hasil pre-test yang mempunyai rata-rata (M)= 87,0 dan Standard Deviasi (SD)= 16,01, sedangkan post-test rata-rata (M)= 76,76 dan Standard Deviasi (SD)= 19,71 sehingga uji t yang dilakukan dengan hasil t hitung > t tabel (5,49 > 1,71) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sikap siswa yang kurang bekerjasama dalam kelompok, kurangnya menghargai pendapat antar siswa dan komunikasi yang tidak saling terbuka antar anggota kelompok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaiman alayanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom dapat meningkatkan kerjasama siswa dalam kelompok belajar pada siswa kelas XI IPS 3 SMA 1 Mejobo Kudus Tahun Ajaran 2013/2014?”.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kerjasama siswa dalam kelompok belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom pada siswa kelas XI IPS 3 SMA 1 Mejobo Kudus Tahun Ajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOHESIVITAS KELOMPOK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM PADA SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA.

PENINGKATAN KOHESIVITAS KELOMPOK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM PADA SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA.

Observasi dilakukan selama proses tindakan berlangsung, kegiatan observasi dilakukan pada saat pemberian layanan. Pada siklus I dilaksanakan dua tindakan yaitu tindakan ke-I dan tindakan ke-II. Hasil observasi pada tindakan ke-I, masih terdapat siswa yang sibuk sendiri dan bicara dengan teman sebelahnya membahas topik lain. Namun setelah ditegur siswa kembali mendengarkan guru. Siswa aktif berpendapat, walaupun ada 2 siswa yang masih cenderung diam dan harus di pancing oleh pembimbing. Perilaku siswa saat layanan berlangsung rileks, terbuka dan terlihat gembira. Sesekali ada yang mengolok-olok teman yang sedang berpendapat, karena pendapatnya tidak sesuai dengan perilaku sehati-hari dalam kelas.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus cover   daftar isi

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus cover daftar isi

Berdasarkan hasil pra siklus menunjukkan dari 10 subjek terdapat 8 subjek persentase 80% kategori kategori sangat kurang, dan 2 subjek persentase 20% kategori kurang. Rata-rata skor 9,6 rata-rata persentase 32% kategori sangat kurang. Siklus I diperoleh peningkatan dalam meningkatkan kesadaran dalam menanggulangi bencana pada masyarakat Desa Ketileng Welahan Jepara dapat diketahui pada pertemuan 1 mendapat jumlah rata-rata 13 persentase 43% kategori kurang, pada pertemuan 2 terjadi peningkatan skor rata-rata 17 persentase 57% kategori cukup, pada pertemuan 3 terjadi peningkatan skor rata-rata 18 pesentase 60% kategori cukup. Siklus II dapat diperoleh, pada pertemuan 1 skor rata-rata 19 persentase 63% kategori cukup, pada pertemuan 2 skor rata-rata 21 persentase 71% kategori baik, pada pertemuan 3 skor rata-rata 23 pesentase 77% kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bimbingan dan konseling dapat disimpulkan bahwa penggunaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kesadaran dalam menanggulangi bencana pada masyarakat Desa Ketileng Welahan Jepara tahun 2016, menunujukan hasil yang sudah mencapai keberhasilan sesuai dengan harapan peneliti.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGK

PERANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGK

Adapun jenis disiplin yang ditegak-kan diMts Negeri tanjung morawa adalah : (1) Hadir 15 menit sebelum pelajaran di mulai; (2) Minta izin kepada guru apabila akan meninggalkan kelas; (3) berpakaian seragam yang bersih dan rapi; (4) mengikuti upacara bendera pada hari senin dan hari-hari basar Nasional; (5) Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru berupa PR, tugas kelompok, dan tugas ekstra kurikuler; (6) tidak boleh merokok, tidak boleh minum-minuman keras. Tidak boleh mencoret-coret dinding dan tembok baik di dalam maupun di laur sekolah; (7) memberitahu orang tua pada waktu pergi dan pulang sekolah, dan (8) tidak bolos. Semua ini penting utntuk di biasakan kepada seluruh masyarakat sekolah khususnya siswa sehingga apa yang menjadi tujuan sekolah dan tujuan pendidian akan tercapai.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Meningkatkan Harga Diri Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok Peserta Didik SMP Negeri 2 Patebon Kendal

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Meningkatkan Harga Diri Melalui Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi Kelompok Peserta Didik SMP Negeri 2 Patebon Kendal

berdampak pada prestasi yang tidak maksimal. Maka tugas tersebut bukan hanya tugas kepala sekolah tetapi juga guru bimbingan konseling untuk perlu memahami dirinya sendiri maupun peserta didik. Pemahaman yang mendalam terhadap peserta didik dengan baik akan meningkatkan harga diri peserta didik. Kebutuhan harga diri merupakan suatu kebutuhan untuk dihormati, dihargai oleh orang lain (Nasrudin, 2010: 236).

8 Baca lebih lajut

Latihan Soal Bimbingan dan Konseling - BAB 3 Uraian

Latihan Soal Bimbingan dan Konseling - BAB 3 Uraian

Rencanakan layanan bimbingan kelompok kepada kelas XII SMK dengan ketentuan sebagai berikut: a tentukan tujuan yang akan dicapai, b tetapkan topik layanan, c tentapkan teknik bimbingan [r]

1 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA

UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa dari kelas X-A sebanyak 8 siswa yang yang memiliki interaksi sosial terhadap teman sebaya masih rendah. Penelitian dilakukan 2 siklus (siklus I dan siklus II). Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan setiap satu pertemuan membagassatu materi dengan alokasi waktu 45 menit.

31 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MONITORING PADA KARYAWAN

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MONITORING PADA KARYAWAN

Berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap Sekretaris Bidang Diklat RS „Aisyiyah Kud us tanggal 28 November 2014 jam 09.00 sampai dengan 09.30 WIB dan hasil observasi peneliti terhadap karyawan RS „Aisyiyah Kudus tanggal 01 Desember 2014 jam 09.00 sampai dengan 10.30 WIB, peneliti menemukan tampilan kerja karyawan terkesan biasa, tanpa memperhatikan motivasi yang ada dalam dirinya. Karyawan dalam bekerja tidak sesuai dengan motto rumah sakit yang Islamic, Smile, and Care, sering terlambat masuk kerja, dan tidak mengenakan atribut lengkap. Rumusan masalah yang diteliti: 1. Bagaimanakah tindakan layanan bimbingan kelompok teknik self monitoring dalam upaya meningkatkan motivasi kerja karyawan RS „Aisyiyah Kudus? 2. Adakah peningkatan motivasi kerja karyawan RS „Aisyiyah Kudus setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik self monitoring? Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan tindakan peneliti dan aktivitas karyawan dalam layanan bimbingan kelompok teknik self monitoring. 2. Diperolehnya peningkatan motivasi kerja sesudah mendapat layanan bimbingan kelompok dengan self monitoring pada karyawan RS „Aisyiyah Kudus tahun 2015.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MENINGKATKAN KEPEMIMPINAN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 SEMARANG

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MENINGKATKAN KEPEMIMPINAN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 11 SEMARANG

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 11 Semarang yang menunjukkan bahwa siswa kelas VIII kurang menunjukkan kepemimpinan siswa, dimana siswa memiliki kemampuan yang tinggi namun yang kelihatan hanya dari luarnya saja, siswa belum bisa menunjukkan potensi yang dimiliki sebagai seorang pemimpin. Data ini diperkuat dengan hasil angket yang diberikan kepada siswa dimana siswa kurang menjadi pemimpin yang tegas, disiplin, belum bisa memberikan contoh agar dipatuhi adik-adik peserta pramuka sehingga dengan adanya masalah tersebut dewan galang sering disepelekan kurang dihargai oleh bawahan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self talk untuk meningkatkan kepemimpinan siswa.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

T1 132009047 BAB III

T1 132009047 BAB III

Teknik sosiodrama dalam penelitian ini secara operasional diartikan sebagai pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama yaitu mendramakan suatu situasi sosial dimana terdapat remaja dengan perilaku menyimpang yang dilakukannya lalu terdapat remaja/ individu yang berperan sebagai orang tua, masyarakat, guru dan teman sebaya, lalu secara bersama-sama mendiskusikan dan memecahkan suatu permasalahan yang ada dalam drama tersebut.

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...