Lingkungan kerja

Top PDF Lingkungan kerja:

292012825 Jurnal pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan

292012825 Jurnal pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan

Pihak perusahaan harus dapat memahami perilaku karyawannya agar kebutuhan-kebutuhan karyawannya dapat terpenuhi, sehingga kepuasan kerja karyawan dapat terpelihara. Dengan terpelihara dan terjaganya kepuasan kerja karyawan, maka akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan semangat kerja yang tinggi dan pada akhirnya akan membantu secara efektif dan efisien pihak perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan itu sendiri. Karyawan akan merasa puas jika apa yang mereka lakukan sesuai dengan apa yang diterima. Kepuasan kerja dilatarbelakangi oleh faktor-faktor seperti: imbalan jasa, rasa aman, pengaruh antar pribadi, kondisi lingkungan kerja, kesempatan untuk pengembangan dan peningkatan diri. Faktor tersebut akan mempengaruhi kepuasan kerja dimana karyawan jika merasa faktor yang tersebut terpenuhi dengan baik, karyawan akan betah dalam bekerja, sebaliknya apabila faktor yang
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

1. Adanya pengaruh positif lingkungan kerja fisik (kebersihan, peralatan kerja, pertukaran udara, penerangan, dan keamanan) terhadap kepuasan kerja para karyawan menyebabkan Rumah Sakit harus dapat memberikan lingkungan kerja fisik yang nyaman dan aman maka karyawan akan terdorong untuk bekerja lebih giat dan lebih serius lagi dari sebelumnya sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan lebih teliti. Dari hasil penelitian penulis mengambil kesimpulan bahwa lingkungan kerja fisik yang ada pada Rumah Sakit Juanda menurut karyawan sudah baik. Perusahaan diharapkan tetap mempertahankan kondisi yang ada sekaligus berusaha untuk lebih meningkatkan kenyaman tersebut, misalnya dengan penambahan fasilitas ruang kerja seperti AC pada setiap ruangan, dan menambah peralatan kerja yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU  DI LINGKUNGAN KERJA  Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU DI LINGKUNGAN KERJA Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

Kesimpulan hasil penelitian: (1) Cara penyesuaian diri tunarungu : Subjek dalam melakukan penyesuaian diri diawali instrospeksi diri. Subjek sudah memahami kelemhan fisik yang dimiliki. Untuk memahami pekerjaan, subjek mampu melakukan komunikasi dengan rekan kerja dan pembeli. Setelah subjek memahami kelemahan fisik dan menerima kelemahan tersebut, cara selanjutnya yang dilakukan subjek yaitu mampu melakukan feedback, subjek mau menerima masukan dan saran dari rekan kerja dan pimpinan tempat subjek bekerja melalui komunikasi verbal. (2) Bentuk penyesuaian diri tunarungu di lingkungan kerja : Cara subjek dengan introspeksi diri (pengukuran individual) dan feedback dari teman dekat membentuk penyesuaian diri positif, karena tanda-tanda yang terdapat pada subjek yaitu tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi, memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri, mampu dalam belajar, menghargai pengalaman, dan bersikap realistik dan obyektif.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA  Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

Di dalam suatu organisasi kinerja karyawan adalah hal yang terpenting yang harus di kembangkan agar suatu perusahaan dapat mencapai tujuan dengan maksimal, kinerja karyawan dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya disiplin kerja dan lingkungan kerja. Hal ini di perkuat oleh beberapa penelitian diantaranya sebagai berikut:

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA  Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling. Sehingga populasi dalam penelitian ini adalah karyawan CV. Sindunata. Jumlah karyawan keseluruhan yaitu sebanyak 117, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 62 karyawan bagian Redaksi. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, alat analisis dalam penelitian ini digunakan validitas, reabilitas, uji hipotesis, dan alat analisis dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik yang digunakan dengan menggunakan uji instrumen progam SPSS 16.00. Dari hasil uji t pada penelitian ini diperoleh bahwa semua variabel tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan masing- masing nilai < (1,796 < 2,001) untuk faktor kedisiplinan dan variabel lingkungan kerja juga tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai < (1,992 < 2,001). Berdasarkan uji F diperoleh hasil bahwa faktor kedisiplinan dan lingkungan kerja secara parsial maupun mau bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan CV. Sindunata, dengan nilai > (4,137 > 3,15).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STANDAR OP

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STANDAR OP

Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama karyawan dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja. Lingkungan Kerja adalah “Keseluruhan alat pekakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitar di mana ia bekerja, metode kerjanya baik perorangan maupun kelompok”. Sedarmayanti (2009:21).

10 Baca lebih lajut

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU  DI LINGKUNGAN KERJA  Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU DI LINGKUNGAN KERJA Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian Yusuf (2008) menunjukkan bahwa individu dengan tingkat inteligensi tinggi akan menunjukkan penyesuaian sosial yang lebih baik tanpa melihat perbedaan jenis kelaminnya. Sependapat dengan pernyataan di atas, Schneiders (dalam Wasito, 2010) menyatakan bahwa individu dengan tingkat inteligensi tinggi cenderung akan bereaksi secara tepat terhadap situasi sosial yang dihadapi (lingkungan kerja), sebab inteligensi berhubungan dengan pengaturan diri ( self-regulation ) dan realisasi diri ( self- realization ). Pengaturan diri adalah kemampuan untuk mengatur diri dan mengarahkan diri dalam menghadapi situasi sulit, konflik, dan frustrasi, sehingga dapat mencari jalan keluar secara tepat, efektif, dan efisien.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PRODUKSI

HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN PRODUKSI

Selain penggunaan mesin-mesin produksi, hambatan lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja adalah jenis usaha yang dijalankan oleh unit usaha atau perusahaan tersebut. Terdapat jenis usaha tertentu yang tidak memungkinkan untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang layak dan nyaman bagi pekerjanya karena pelaksanaan kegiatan produksinya. Pelaksanaan kegiatan produksi yang berlangsung dapat menimbulkan suara-suara bising bagi pekerja dan lingkungan sekitar. Jenis usaha tersebut misalnya perusahaan pengolahan tembakau atau pabrik rokok. Dimana perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan tembakau yang menggunakan mesin-mesin besar untuk memprosesnya dan dapat menimbulkan suara maupun bau-bauan yang timbul dari tembakau tersebut yang bias mencemari udara disekitar lingkungan kerja yang bisa berdampak negatif bagi karyawan didalam perusahaan tersebut.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. ATAG (ANUGERAH  PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. ATAG (ANUGERAH TERANG ABADI GASINDO) SUKOHARJO.

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. ATAG (ANUGERAH PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA PT. ATAG (ANUGERAH TERANG ABADI GASINDO) SUKOHARJO.

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja dengan semangat kerja karyawan, berarti lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap semangat kerja secara signifikan. Sedangkan tunjangan kerja diperoleh ada pengaruh yang signifikan antara tunjangan dengan semangat kerja, berarti tunjangan berpengaruh terhadap semangat kerja secara signifikan.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP  LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN  Hubungan Antara Persepsi Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Persepsi Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan.

Teknik analisis data yang digunakan adalah product moment dan analisis regresi stepwise untuk mengetahui aspek persepsi terhadap lingkungan kerja yang lebih dominan terhadap motivasi kerja. Berdasarkan hasil analisis diketahui r sebesar 0,483 dengan p<0,01. Rerata empirik persepsi terhadap lingkungan kerja sebesar 99,420 dan rerata hipotetik sebesar 115 yang menunjukkan bahwa persepsi terhadap lingkungan kerja pada karyawan Balai Yasa golongan perencanaan tergolong sedang, demikian juga dengan tingkat motivasi kerjanya termasuk dalam kategori sedang dengan rerata empirik sebesar 131,200 dan rerata hipotetik 122,5. Sumbangan efektif persepsi terhadap lingkungan kerja terhadap motivasi kerja sebesar 23,4% yang berarti masih terdapat 76,6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi kerja diluar variabel persepsi erhadap lingkungan kerja. Aspek persepsi terhadap lingkungan kerja yang dominan terhadap motivasi kerja adalah aspek kerjasama kelompok kerja dengan sumbangan efektif sebesar 16,375%
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Disiplin Kerja Lingkungan Kerja (1)

Pengaruh Disiplin Kerja Lingkungan Kerja (1)

T Hani Handoko (1999: 192) menga- takan “Penciptaan lingkungan kerja yang sehat untuk menjaga kesehatan para kar- yawan dari gangguan-gangguan pengli- hatan, pendengaran, kelelahan dan lain- lain“. Pengaturan penerangan yang baik disesuaikan dengan keperluan, sebab sinar yang terang dengan lampu yang ba- nyak dan gemerlap belum tentu menjamin efektivitas kerja tetapi justru sebaliknya akan terjadi panas, menyilaukan dan ru- angan menjadi gerah, sehingga menye- babkan karyawan tidak senang, oleh kare- na itu penerangan hendaknya secukup- nya sesuai dengan kebutuhan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN.

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN.

Suasana lingkungan kerja yang menyenangkan akan dapat mempengaruhi karyawan dalam pekerjaannya. Bekerja dalam lingkungan kerja yang menyenangkan merupakan harapan sekaligus impian dari setiap pekerja. Menurut Nitisemito (1996) lingkungan kerja dapat berpengaruh terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai. Sehingga setiap organisasi atau perusahaan harus mengusahakan agar lingkungan kerja dimana pegawai berada selalu dalam kondisi yang baik.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Menurut Sedarmayanti (2011), lingkungan kerja secara fisik dalam arti semua keadaan yang terdapat di sekitar tempat kerja, akan mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Sunyoto (2012:43) mendefinisikan Lingkungan kerja merupakan bagian komponen yang sangat penting di dalam karyawan melakukan aktivitas bekerja. Menurut Wijayanto (2012:41) mengartikan lingkungan kerja adalah internal stakeholders merupakan kelompok atau individu yang tidak secara tegas menjadi bagian dari lingkungan organisasi karena sebenarnya internal stakeholders adalah anggota dari organisasi, di mana para manajer memiliki tanggung jawab atas kepentingan mereka.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung

Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung

1. Persepsi karyawan mengenai lingkungan kerja fisik maupun psikis sangat mempengaruhi semangat kerja karyawan yang akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih giat. Maka dari itu rumah sakit diharapkan mempertahankan persepsi karyawan pada lingkungan fisik yang sudah baik, diantaranya dari segi kebersihan, penerangan, keamanan fisik, pertukaran udara dan kebisingan. Sedangkan persepsi karyawan pada lingkungan psikis terciptanya suasana akrab antara para karyawan dengan atasan, memiliki kerjasama dan interaksi dengan rekan sekerja, serta memiliki keberanian untuk meminta bantuan pada rekan sekerja
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA (1)

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA (1)

Hal yang panting dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah mengenai kinerja Pegawai. Kinerja pegawai menurut Mangkunegara (2003) adalah sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seorang Pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Agar kinerja Pegawai selalu konsisten maka setidak tidaknya organisasi selalu memperhatikan lingkungan kerja, motivasi kerja dan disiplin kerja. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan (Nitisemito, 2002). Sedangkan lingkungan non fisik adalah struktur kerja, tanggung jawab kerja, perhatian dan dukungan pimpinan, kerja sama antar kelompok dan kelancaran komunikasi. Motivasi kerja pegawai sangat dibutuhkan dalam peningkatan kinerjanya. Veithzal Rivai (2005), mengatakan bahwa pengertian motivasi kerja adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, sehingga kuat atau lemahnya motivasi kerja pegawai ikut menentukan kinerja karena kinerja seseorangtergantung pada kekuatan motifnya. Motif yang dimaksud disini adalah keinginan dan dorongan atau gerak yang ada dalam diri setiap individu untuk mencapai suatu sasaran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM POLRI BHAYANGKARA MEDAN

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM POLRI BHAYANGKARA MEDAN

Informasi yang diperoleh atas partisipasi Bapak/Ibu merupakan faktor kunci untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi Finansial, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada Rumah Sakit Umum POLRI Bhayangkara Medan.

25 Baca lebih lajut

4 rpp x genap mengikuti aturan kerja sesuai dengan lingkungan kerja

4 rpp x genap mengikuti aturan kerja sesuai dengan lingkungan kerja

INDIKATOR : • Prosedur kerja beserta instruksi kerja sesuai lingkungan kerja dipahami serta dipatuhi jika tidak mengerti melakukan klarifikasi • Bahaya terhadap lingkungan kerja diken[r]

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Dan Presensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Che’es Resto Solo.

PENDAHULUAN Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Dan Presensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Che’es Resto Solo.

Dalam konteks yang ada, istilah kebutuhan hendaknya jangan dikaitkan dengan kondisi yang mendesak atau setiap keinginan yang mendesak untuk melakukan sesuatu hal. Banyak orang yang termotivasi mengerjakan sesuatu karena uangnya banyak meskipun pekerjaan tersebut secara hukum tidak benar. Ada juga yang termotivasi karena rasa aman atau keselamatan, serta keadaan lingkungan kerja yang mendukung dapat memberikan kenyamanan dalam proses bekerja, meskipun bekerja dengan jarak yang jauh. Ada bahkan orang yang termotivasi bekerja hanya karena pekerjaan tersebut memberikan kebanggaan yang tinggi walaupun gajinya sangat kecil (Arep, 2002).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TOKO INDOMARET  Hubungan Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan Toko Indomaret.

HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TOKO INDOMARET Hubungan Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan Toko Indomaret.

Skala lingkungan kerja dalam penelitian ini merupakan skala yang sebelumnya digunakan oleh Irfan Efendi (2013 ) dalam penelitinnya yang berjudul “ Hubungan Antara Persepsi Lingkungan Kerja dengan Proktanisasi Kerja Karyawan PT. Solo Murni Kiky Surakarta ”. Skala lingkungan kerja ini oleh peneliti dilakukan uji validitas isi dengan menggunakan validitas isi Aiken’s V. Azwar (2012) formula Aiken’s V untuk menghitung content validity coefficient yang didasarkan pada hasil expert judgement. Kemudian hasil dari penilaian masing-masing ahli akan dihitung menggunakan formula aiken untuk masing-masing aitem. Hasil validitas bergerak dari angka 0,6 sampai 0,81, dan hasil reliabilitas yaitu 0,865. Hasilnya secara keseluruhan tersebut berjumlah 37 yang terdiri dari 21 aitem favorable dan 16 aitem unfavorable. Dengan aspek lingkungan fisik meliputi penerangan, pewarnaan, ruang gerak, udara, suara bising, keberihan, keamanan. Dan lingkungan non fisik meliputi persepsi kebersamaan, penyesuaian tenaga kerja, kebebasan mengambil keputusan, dan dukungan dari pimpinan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Stres Kerja Karyawan CV Raysa Properti Medan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Stres Kerja Karyawan CV Raysa Properti Medan

Ada berbagai penyebab yang memungkinkan karyawan menjadi stres sebagaimana dinyatakan menurut Nitisemito (2001:195) antara lain lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan keinginan karyawan. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas – tugas yang dibebankan, misalnya kebersihan, musik dan sebagainya. Lingkungan kerja fisik dalam suatu perusahaan merupakan suatu kondisi pekerjaan untuk memberikan suasana dan situasi kerja karyawan yang nyaman dalam pencapaian tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan. Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab karyawan mudah jatuh sakit, mudah stres, sulit berkonsentrasi dan menurunnya produktivitas kerja. Bayangkan saja, jika ruangan kerja tidak nyaman, panas, sirkulasi udara kurang memadai, ruangan kerja terlalu padat, lingkungan kerja kurang bersih, berisik, tentu besar pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...