Lingkungan kerja

Top PDF Lingkungan kerja:

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP  LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN  Hubungan Antara Persepsi Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Persepsi Lingkungan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan motivasi kerja pada karyawan Balai Yasa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan motivasi kerja karyawan, artinya semakin positif persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja, maka semakin tinggi pula tingkat motivasi kerja karyawan. Sampel pada penelitian ini adalah karyawan Balai Yasa Yogyakarta yang berjumlah 50 karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, sedang alat pengumpulan datanya adalah skala yang terdiri dari skala persepsi terhadap lingkungan kerja dan skala motivasi kerja.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HUMAN RELATION DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN ETOS KERJA KARYAWAN DI PT MITRA KERINCI SOLOK SELATAN

HUBUNGAN HUMAN RELATION DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN ETOS KERJA KARYAWAN DI PT MITRA KERINCI SOLOK SELATAN

Dilihat dari hasil produksi PT Mitra Kerinci dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, ini dapat disimpulkan bahwa karyawan PT Mitra kerinci telah memiliki etos kerja yang tinggi, etos kerja karyawan yang tinggi akan mendapatkan hasil produksi yang maksimal sesuai dengan tujuan perusahaan. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya etos kerja antara lain adalah hubungan yang terjalin dengan baik antar karyawan (human relation), situasi dan kondisi lingkungan kerja itu sendiri, keamanan dan keselamatan kerja yang baik bagi karyawan, keadaan sosial lingkungan kerja, perhatian kepada kebutuhan rohani, jasmani maupun harga diri dilingkungan kerja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU  DI LINGKUNGAN KERJA  Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU DI LINGKUNGAN KERJA Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

Penyesuaian diri merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia untuk mencapai kesuksesan baik dalam dunia akademis maupun pekerjaan, termasuk penyandang tunarungu. Penyandang tuna rungu sebagai bagian dari masyarakat pada kenyataannya masih ada yang kurang mampu dalam menyesuaikan diri di lingkungan kerja, karena keterbatasan fisiknya. Di sisi lain penyandang tunarungu perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh sebab itu, penyandang tunarungu perlu memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana cara dan bentuk-bentuk penyesuaian diri pada penyandang tunarungu di lingkungan kerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Kary

Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Kary

Lingkungan kerja merupakan tempat dimana karyawan melakukan aktivitas pekerjaan sehari- hari. Kepuasan kerja merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan produktivitas kerja. Perlu diketahui apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik maupun non fisik baik terhadap kepuasan kerja karyawan. Studi dilakukan terhadap karyawan di pabrik minyak sawit mentah (CPO). Jumlah sampel sebanyak 43 orang karyawan bagian produksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda melalui uji pengaruh simultan (uji-F) dan uji pengaruh parsial (uji-t). Hasil pengujian reliabilitas dan validitas menunjukkan kuesioner yang digunakan adalah reliabel dan valid. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan lingkungan kerja fisik dan non fisik secara signifikan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan baik secara simultan maupun secara parsial. Beberapa aspek lingkungan kerja yang perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan oleh pihak manajemen pabrik CPO juga diberikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA PDAM TIRTA MUSI UNIT PELAYANAN KM. IV PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA PDAM TIRTA MUSI UNIT PELAYANAN KM. IV PALEMBANG - POLSRI REPOSITORY

Laporan ini merupakan laporan penelitian yang dilakukan pada PDAM Tirta Musi Unit Pelayanan KM. IV Palembang, untuk mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. Laporan akhir ini membahas mengenai tingkat kepuasan kerja karyawan di lingkungan kerja baik lingkungan kerja fisik maupun lingkungan kerja non fisik yang diberikan oleh pimpinan atau pihak PDAM Tirta Musi Unit Pelayanan KM. IV Palembang, dimana penelitan ini menggunakan 5 indikator lingkungan kerja fisik yaitu keadaan udara, kebisingan, getaran, pencahayaan, dan penataan ruangan. Serta 7 indikator lingkungan kerja non fisik yaitu pengawasan, suasana kerja, sistem pemberian imbalan, perlakuan baik, rasa aman, hubungan dengan karyawan lain, adil dan objektif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA  Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling. Sehingga populasi dalam penelitian ini adalah karyawan CV. Sindunata. Jumlah karyawan keseluruhan yaitu sebanyak 117, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 62 karyawan bagian Redaksi. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, uji instrumen dalam penelitian ini digunakan analisis validitas, reabilitas, uji hipotesis, dan alat analisis dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, regresi, uji t, iji f dan r square yang digunakan dengan menggunakan progan SPSS 16.00. Dari hasil uji t pada penelitian ini diperoleh bahwa semua variabel tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan masing-masing nilai < (1,796 < 2,001) untuk faktor kedisiplinan dan variabel lingkungan kerja juga tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai < (1,992 < 2,001). Berdasarkan uji F diperoleh hasil bahwa faktor kedisiplinan dan lingkungan kerja secara parsial maupun mau bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan CV. Sindunata, dengan nilai > (4,137 > 3,15).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA  Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA Pengaruh Kedisiplinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random Sampling. Sehingga populasi dalam penelitian ini adalah karyawan CV. Sindunata. Jumlah karyawan keseluruhan yaitu sebanyak 117, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 62 karyawan bagian Redaksi. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, alat analisis dalam penelitian ini digunakan validitas, reabilitas, uji hipotesis, dan alat analisis dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik yang digunakan dengan menggunakan uji instrumen progam SPSS 16.00. Dari hasil uji t pada penelitian ini diperoleh bahwa semua variabel tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan masing- masing nilai < (1,796 < 2,001) untuk faktor kedisiplinan dan variabel lingkungan kerja juga tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai < (1,992 < 2,001). Berdasarkan uji F diperoleh hasil bahwa faktor kedisiplinan dan lingkungan kerja secara parsial maupun mau bersama-sama memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan CV. Sindunata, dengan nilai > (4,137 > 3,15).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU  DI LINGKUNGAN KERJA  Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

PENYESUAIAN DIRI PENYANDANG TUNARUNGU DI LINGKUNGAN KERJA Penyesuaian Diri Penyandang Tunarungu Di Lingkungan Kerja.

Akan tetapi pada kenyataannya, tidak semua penyandang tuna runggu yang bekerja mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal ini juga terjadi pada sujek penelitian yang kurang mampu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Dari hasil wawancara diketahui bahwa individu mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi dengan teman kerja, individu menarik diri dari pergaulan dengan teman kerja, dan individu merasa rendah diri saat bekerja. Akibat dari sikap dan perilaku tersebut berdampak pada subjek kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, sehingga subjek hanya memiliki sedikit teman di tempat kerja. Dari kenyataan tersebut dapat ditarik suatu pemahaman bahwa secara nyata penyandang tunarungu perlu bersosialisasi dengan lingkungan, khususnya di lingkungan kerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STANDAR OP

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STANDAR OP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitasi, pengaruh standar operasional prosedur terhadap terhadap produktivitas pada pengawas urusan gerbongsukacinta(PUG SCT) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kabupaten Lahat. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, Deskriptif, Uji Instrumen (validitas dan reliabilitas), Asumsi Klasik dan Analisis Statistik Intrensial (Uji Kesesuaian Model/Regresi Berganda, Koefisien determinasi, koefisien korelasi, uji T dan Uji F).Dan analisis Kualitatif yang memberikan penjelasan yang berhubungan dengan permasalahan yang didasarkan pada teori-teori manajemen Sumber Daya Manusia. Dari hasil perhitungan analisa regresi berganda pada penelitian ini didapat nilai persamaan : Y = 1.715 + 0.854 X1+ 0.135 X2 berarti bahwa lingkungan kerja dan standar operasional prosedur berpengaruh positif dalam produktivitas, besarnya koefisien determinasi (KD) = 84,3% dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan standar operasional prosedur dan sisa nya 15,7 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini, hasil dari perhitungan analisa koefisien korelasi didapat nilai r sebesar 0.921 (mendekati 1), artinya lingkungan kerja dan standar operasional prosedur mempunyai pengaruh yang positif dan sangat kuat terhadap produktivitas, hasil pengujian uji Tmenerangkan bahwa variabel X 1 (lingkungan kerja) dan X 2 (standar
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

292012825 Jurnal pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan

292012825 Jurnal pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan

Faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja PT. SumatraSarana Sekar Sakti adalah lingkungan kerja fisik. Apabila kondisi lingkungan kerja baik, maka hal tersebut dapat memacu timbulnya rasa puas dalam diri karyawan yang pada akhirnya dapat memberi pengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, begitu juga sebaliknya apabila kondisi lingkungan kerja buruk, maka karyawan tidak akan mempunyai kepuasan dalam bekerja. Lingkungan kerja yang baik yaitu lingkungan kerja yang menyenangkan dan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman yang diinginkan oleh karyawan. Keadaan lingkungan kerja pada PT. SumatraSarana Sekar Sakti cenderung tidak nyaman, penerangan yang sudah cukup bagi perusahaan namun karyawan merasa penerangannya masih belum baik sehingga karyawan harus berhati-hati dalam bekerja, kondisi udara dengan ventilasi yang sedikit, ketidakbersihan lingkungan kerja hal ini disebabkan karena keluar masuknya truk-truk besar sehingga udara yang dihirup tidak begitu baik dan juga menimbulkan lingkungan yang tidak bersih. Oleh karena itu pihak perusahaan perlu menciptakan dan memelihara lingkungan yang baik, karena lingkungan kerja yang baik akan dapat membuat karyawan bekerja lebih giat dan secara otomatis dapat meningkatkan kinerja karyawan yang berdampak langsung terhadap kepuasan kerja.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA MOTIVASI KERJA

Yang bertanda tangan dibawah ini saya, Resa Almustofa, menyatakan bahwa skripsi dengan judul PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI(Studi Pada Pegawai Perum Bulog Divisi Regional Jakarta)adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan oranglain tanpa memberikan pengakuan penulisan aslinya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Stres Kerja Karyawan CV Raysa Properti Medan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik Terhadap Stres Kerja Karyawan CV Raysa Properti Medan

Ada berbagai penyebab yang memungkinkan karyawan menjadi stres sebagaimana dinyatakan menurut Nitisemito (2001:195) antara lain lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan keinginan karyawan. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas – tugas yang dibebankan, misalnya kebersihan, musik dan sebagainya. Lingkungan kerja fisik dalam suatu perusahaan merupakan suatu kondisi pekerjaan untuk memberikan suasana dan situasi kerja karyawan yang nyaman dalam pencapaian tujuan yang diinginkan oleh suatu perusahaan. Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi penyebab karyawan mudah jatuh sakit, mudah stres, sulit berkonsentrasi dan menurunnya produktivitas kerja. Bayangkan saja, jika ruangan kerja tidak nyaman, panas, sirkulasi udara kurang memadai, ruangan kerja terlalu padat, lingkungan kerja kurang bersih, berisik, tentu besar pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Dan Presensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Che’es Resto Solo.

PENDAHULUAN Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Dan Presensi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Che’es Resto Solo.

Mangkunegara (2002), motivasi adalah “kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja”. Banyak faktor yang mendukung seseorang termotivasi untuk bekerja. Faktor-faktor tersebut dinyatakan sebagai kebutuhan, keinginan atau dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang.

7 Baca lebih lajut

Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung

Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan studi kasus pada Rumah Sakit Secanti Gisting, Lampung

1. Persepsi karyawan mengenai lingkungan kerja fisik maupun psikis sangat mempengaruhi semangat kerja karyawan yang akan mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih giat. Maka dari itu rumah sakit diharapkan mempertahankan persepsi karyawan pada lingkungan fisik yang sudah baik, diantaranya dari segi kebersihan, penerangan, keamanan fisik, pertukaran udara dan kebisingan. Sedangkan persepsi karyawan pada lingkungan psikis terciptanya suasana akrab antara para karyawan dengan atasan, memiliki kerjasama dan interaksi dengan rekan sekerja, serta memiliki keberanian untuk meminta bantuan pada rekan sekerja
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

Tentang Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja

Tentang Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja

(2) Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknik ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur,jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alat perlindungan, pengujian dan pengesyahan, pengepakan atau pembungkusan, pemberian tanda- tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.

Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM POLRI BHAYANGKARA MEDAN

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT UMUM POLRI BHAYANGKARA MEDAN

Informasi yang diperoleh atas partisipasi Bapak/Ibu merupakan faktor kunci untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi Finansial, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada Rumah Sakit Umum POLRI Bhayangkara Medan.

25 Baca lebih lajut

 this  file 1266 5044 1 PB

this file 1266 5044 1 PB

Salah satu faktor lainnya yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan dalam melaksanakan aktivitas organisasi,adalah kondisi lingkungan kerja, baik lingkungan kerja fisik maupun lingkungan kerja non fisik. Karena apabila karyawan tersebut bekerja di lingkungan yang baik maka menimbulkan rasa nyaman di dalam bekerja, sehingga akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Menurut Sedarmayanti (2009:28), suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Berdasarkan definisi tersebut dapat dinyatakan lingkungan kerja fisik adalah kondisi fisik ,atau asset fisik yang ada disekitar karyawan yang mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan beban tugasnya. Sedarmayanti (2009:31), “Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan”. Lingkungan kerja non fisik ini merupakan kelompok lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan. Manajemen perusahaan hendaknya membangun suatu iklim dan suasana kerja yang bisa,membangkitkan rasa kekeluargaan untuk mencapai tujuan bersama.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LAPORAN TENTANG KEPUASAN KERJA KARYAWAN

LAPORAN TENTANG KEPUASAN KERJA KARYAWAN

Menurut pengutipan dari pernyataan Mardiana (2005) Bahwa “Lingkungan kerja ialah lingkungan dimana seorang pegawai melakukan pekerjaannya”. Suatu Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan bahkan memungkinkan para pegawai agar dapat bekerja secara optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi keadaan emosi seorang pegawai. Jika pegawai menyukai lingkungan kerja tempat dimana ia bekerja, maka pegawai tersebut akan merasa betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas-aktivitas sehingga waktu kerja yang ada dipergunakan secara efektif dan efisien serta optimis prestasi atau nilai terbaik dari kinerja seorang itu pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja itu saling berhubungan dengan hubungan-hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar pimpinan dan bawahan serta lingkungan fisik tempat pegawai tersebut bekerja. Menurut Nitisemito (2001) menyatakan bahwa ”Lingkungan kerja adalah suatu situasi yang ada di seliling para pekerja yang bisa mempengaruhi dirinya untuk mengerjakan segala tugas-tugas yang menjadi tugasnya .” Menurut Maryati (2008) bahwa sangat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja, salah satunya dapat diwujudkan melalui suatu perencanaan lingkungan fisik kantor yang baik, sebab lingkungan fisik kantor akan secara langsung connect dengan tubuh kita, melalui panca indra kemudian menjulur ke dalam hati. Kalau Menurut Robbins dan Coulter (2004) menyatakan bahwa lingkungan kerja merupakan lingkungan kerja yang merujuk pada lembaga atau kekuatan yang berada di luar organisasi atau perusahaan tersebut dan secara potensial akan mempengaruhi kinerja organisasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN FISIK DAN NON FISIK

PENGARUH LINGKUNGAN FISIK DAN NON FISIK

Menurut pengutipan dari pernyataan Mardiana (2005) Bahwa “Lingkungan kerja ialah lingkungan dimana seorang pegawai melakukan pekerjaannya”. Suatu Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan bahkan memungkinkan para pegawai agar dapat bekerja secara optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi keadaan emosi seorang pegawai. Jika pegawai menyukai lingkungan kerja tempat dimana ia bekerja, maka pegawai tersebut akan merasa betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas-aktivitas sehingga waktu kerja yang ada dipergunakan secara efektif dan efisien serta optimis prestasi atau nilai terbaik dari kinerja seorang itu pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja itu saling berhubungan dengan hubungan-hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar pimpinan dan bawahan serta lingkungan fisik tempat pegawai tersebut bekerja. Menurut Nitisemito (2001) menyatakan bahwa ”Lingkungan kerja adalah suatu situasi yang ada di seliling para pekerja yang bisa mempengaruhi dirinya untuk mengerjakan segala tugas-tugas yang menjadi tugasnya .” Menurut Maryati (2008) bahwa sangat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja, salah satunya dapat diwujudkan melalui suatu perencanaan lingkungan fisik kantor yang baik, sebab lingkungan fisik kantor akan secara langsung connect dengan tubuh kita, melalui panca indra kemudian menjulur ke dalam hati. Kalau Menurut Robbins dan Coulter (2004) menyatakan bahwa lingkungan kerja merupakan lingkungan kerja yang merujuk pada lembaga atau kekuatan yang berada di luar organisasi atau perusahaan tersebut dan secara potensial akan mempengaruhi kinerja organisasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...