Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning

Top PDF Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTs N 1 PRINGSEWU - Raden Intan Repository

pembelajaran yang efektif dan efisien, antara lain dengan memilih strategi dan model pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik serta dapat menciptakan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan. Salah satu alternatif pembelajaran yang memungkinkan dapat meningkatkan pemahaman konsep yaitu dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis lesson study. Menurut Blanchard (Trianto) model pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep pembelajaran yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi yang terjadi di dunia nyata peserta didik. Untuk dapat memotivasi peserta didik yaitu membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dalam kehidupan para peserta didik sebagai anggota keluarga, masyarakat dan tenaga kerja. 8 Pengajaran matematika mempunyai tujuan yang sangat luas, salah satu tujuannya adalah agar peserta didik memiliki ketrampilan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari dan menerapkannya dalam soal-soal. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) perlu diberikan oleh guru dalam proses belajar, agar dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG.

Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa dapat dapat diperluas penggunaannya. Oleh karena itu hendaknya model pembelajaran ini terus dikembangkan di lapangan yang membuat siswa terlatih dalam menyelesaikan masalah melalui proses komunikasi dan disposisi matematis. Peran guru sebagai fasilitator perlu didukung oleh sejumlah kemampuan antara lain kemampuan memandu diskusi di kelas, serta kemampuan dalam menyimpulkan. Disamping itu kemampuan menguasai bahan ajar sebagai syarat yang harus dimiliki guru. Untuk menunjang keberhasilan implementasi model model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diperlukan bahan ajar yang lebih menarik. Selain itu LAS dan tes yang dirancang oleh guru harus menarik agar siswa dapat menguasai bahan ajar oleh karena itu hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru dalam membuat LAS dan tes. 2. Kepada lembaga terkait
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AK DI SMK NEGERI 1 MEDAN T.P 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AK DI SMK NEGERI 1 MEDAN T.P 2016/2017.

Puji dan syukur penulis panjatkan yang tiada henti-hentinya akan kehadhirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah memberikan kesempatan penulis untuk dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “ Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi di SMK N 1 Medan T.P 2016/2017 ” .

26 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN KUNIR WONODADI BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN KUNIR WONODADI BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Diharapkan dapat mengembangkan hasil penelitian ini dalam lingkup yang lebih luas, dan dapat mengembangkan penelitian ini untuk variabel-variabel lain yang lebih inovatif. Sehingga dapat menambah wawasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya pada pembelajaran matematika.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MATERI HIMPUNAN KELAS VII MTs SWASTA SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MATERI HIMPUNAN KELAS VII MTs SWASTA SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Koneksi matematika ( mathematical connection ) merupakan salah satu dari kemampuan standar yang harus dimiliki siswa dalam belajar matematika yang ditetapkan dalam NTCM, yaitu: kemampuan pemecahan masalah ( problem solving ), kemampuan penalaran ( reasoning ), kemampuan komunikasi ( communication ), kemampuan membuat koneksi ( connection ), dan kemampuan representasi ( representation ). Koneksi matematika juga merupakan salah satu dari lima ketrampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Amerika pada tahun 1989. Lima ketrampilan itu adalah sebagai berikut: Communication (komunikasi matematika), Reasoning (Berfikir secara matematika), Connection (Koneksi matematika), Problem Solving (Pemecahan masalah), Understanding (Pemahaman matematika). 26 Sehingga dapat disimpulkan bahwa koneksi matematika merupakan salah satu kompenen dari kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa dalam belajar matematika.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN QUANTUM LEARNING (QL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM KELAS XI MIA SMA NEGERI 3 SURAKARTA | Primastuti

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN QUANTUM LEARNING (QL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM KELAS XI MIA SMA NEGERI 3 SURAKARTA | Primastuti

Salah satu materi pokok dalam mata pelajaran Kimia adalah hidrolisis garam. Karakteristik materi hidrolisis garam yang memerlukan pengetahuan dasar mengenai persamaan reaksi ionisasi serta stoikiometri larutan, menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis yang memadai. Berpikir kritis merupakan pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang harus dipercaya atau dilakukan [2]. Dengan adanya kemampuan berpikir kritis, siswa belajar beragam keterampilan yang dapat meningkatkan prestasi belajar mereka [3], sehingga kemampuan berpikir kritis perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Kemampuan berpikir kritis dapat diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan melalui aspek dan indikator berpikir kritis [4]. Instrumen berpikir kritis dapat bertujuan untuk mengukur satu aspek berpikir kritis atau lebih [5]. Dalam penelitian ini, penyusunan indikator untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa dikembangkan berdasarkan pendapat Ennis, dengan meninjau beberapa indikator yaitu: menganalisis argumen, mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, mengidentifikasikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi, serta menentukan suatu tindakan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I  PENDAHULUAN - MOCHAMAD FATONI   BAB I rev LUKMAN

BAB I PENDAHULUAN - MOCHAMAD FATONI BAB I rev LUKMAN

Model pembelajaran yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menggugah minat belajar siswa dan keaktifan siswa sehingga prestasi belajar siswa meningkat adalah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diartikan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN SISWA KELAS VII SMPN 2 NGUNUT TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN SISWA KELAS VII SMPN 2 NGUNUT TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2016 2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Pemodelan artinya dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Pemodelan pada dasarnya membahasakan gagasan yang dipikirkan, mendemonstrasikan bagaimana guru menginginkan para siswanya untuk belajar, dan melakukan apa yang diinginkan guru agar siswa-siswanya melakukan. Pemodelan dapat berbentuk demonstrasi, pemberian contoh tentang konsep atau aktivitas belajar. Dalam pembelajaran

24 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD 1 Pasuruhan Kidul Kudus. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan model pembelajaran langsung, belum melaksanakan pembelajaran secara berkelompok, belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menemukan konsep sendiri, dan guru menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Model CTL diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar Matematika siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah melalui model CTL dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi balok dan kubus pada siswa kelas IV SD 1 Pasuruhan Kidul Kecamatan Jati Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014?. Tujuan dilaksanakan penelitian ini ialah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika materi balok dan kubus melalui model CTL pada siswa kelas IV SD 1 Pasuruhan Kidul Kecamatan Jati Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI EKOSISTEM DI KELAS X IPA SMA NEGERI 3 MEDAN TAHUN.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA MATERI EKOSISTEM DI KELAS X IPA SMA NEGERI 3 MEDAN TAHUN.

Skripsi yang berjudul “ Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam Penerapan Kurikulum 2013 pada Materi Ekosistem di Kelas X IPA SMA Negeri 3 Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014 ”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.

14 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1204139 chapter1

s pgsd kelas 1204139 chapter1

Salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah model pembelajaran kontekstual ( contextual teaching and learning ), karena dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa dapat mengaitkan materi yang diberikan dengan kehidupan nyata siswa, sehingga dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dengan kehidupan mereka sehari-hari. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) akan lebih meningkatkan hasil belajar yang optimal dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1204139 chapter5

s pgsd kelas 1204139 chapter5

Berdasarkan rumusan masalah yang terdapat pada BAB I, pembahasan, serta pengolahan data hasil dari penelitian di BAB IV dapat disimpulkan bahwa mengenai pembelajaran IPA dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah sebagai berikut.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 6 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2006/2007.

PENDAHULUAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 6 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2006/2007.

Bertolak belakang dari permasalahan itu penerapkan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif yaitu melalui model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan tujuan agar siswa (1) terlibat secara aktif dalam pembelajaran, (2) mampu berfikir kritis dan mengembangkan daya khayalnya memvisualialisasikan konsep biologi, (4) semakin banyak yang berminat belajar, (5) meningkatkan suasana kelas yang lebih kondusif (Tarmo,2004).

5 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORI - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD di Ahmad Yani Gugus Ahmad Yani Kota Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 201

BAB II KAJIAN TEORI - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model CTL (Contextual Teaching and Learning) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD di Ahmad Yani Gugus Ahmad Yani Kota Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 201

Hasil belajar didefinisikan sebagai suatu hasil yang diharapkan dari pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rumusan perilaku tertentu sebagai akibat dari proses belajarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hasil adalah sesuatu yang diadakan, diciptakan, dibuat, dijadikan dengan usaha pikiran. Hasil belajar merupakan wujud dari keberhasilan belajar yang menunjukkan kecakapan dalam penguasaan materi pelajaran, apabila hasil belajar yang diperoleh siswa sesuai yang diharapkan maka siswa akan merasakan kepuasan. Menurut aliran psikologi kognitif memandang hasil belajar adalah mengembangkan berbagai strategi untuk mencatat dan memperoleh informasi, siswa harus aktif menemukan informasi-informasi tersebut dan guru menjadi partner siswa dalam proses penemuan berbagai informasi dan makna-makna dari informasi yang diperolehnya dalam pelajaran yang dibahas dan dikaji bersama. Dari pengertian hasil belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli maka intinya adalah "perubahan". Oleh karena itu seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan memperoleh perubahan dalam dirinya dengan memperoleh pengalaman baru, maka individu itu dikatakan telah belajar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Randuagung 02 dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui Metode Variasi pada Materi Lingkaran | Sumarni | Jurnal PTK dan Pendidikan 1569 5038 1 PB

Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN Randuagung 02 dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui Metode Variasi pada Materi Lingkaran | Sumarni | Jurnal PTK dan Pendidikan 1569 5038 1 PB

Harapan yang selalu menjadi tuntutan guru adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa secara menyeluruh dan tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit bagi guru. Kesulitan ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan kurang memperhatikan kemampuan dan kebutuhan siswa. Siswa dalam pembelajaran tidak hanya sebagai subjek dan objek, namun perlu disadari bahwa mereka individu dengan latar belakang yang berbeda. Perbedaan bisa terjadi dari lingkungan tempat tinggal, aspek intelektualnya, latar belakang ekonomi, maupun secara psikologi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1306136 chapter1

s pgsd kelas 1306136 chapter1

Model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru dalam mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka baik sebagai anggota keluarga maupun masyarakat.” D epdiknas (dalam Sadia, 2014, hlm. 102). Selanjutnya Nurhadi (dalam Sutardi dan Sudirjo, 2007, hlm. 95) mengemukakan “Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning Siswa Kelas IV SD

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar 2.1.1.1 Pengertian Belajar - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning Siswa Kelas IV SD

Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata, sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata. Dalam pembelajaran kontekstual, belajar bukan hanya sekadar mendengarkan dan mencatat, tetapi belajar adalah proses mengalami secara langsung. Dalam pembelajaran kontekstual, belajar bukanlah menghafal, akan tetapi proses mengkonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki (Hamruni, 2012;173). Pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut US. Departement of Education the National School to Work Office yang dikutip oleh Blanchard (2001) (dalam Trianto, 2011;101)merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

Dari hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran tematik. Secara umum, silabus ini diartikan sebagai garis-garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran tematik. Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi, kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok materi yang perlu dipelajari siswa. Dalam menyusun silabus perlu didasarkan pada matriks/bagan keterhubungan yang telah dikembangkan. Kompetensi dasar setiap matapelajaran yang tidak bisa dikaitkan dalam pembelajaran tematik disusun dalam silabus tersendiri. Format silabus disusun dalam bentuk matriks dan memuat tentang mata pelajaran yang akan dipadukan, kompetensi dasar dan indikatornya yang akan dicapai, materi pokok, strategi atau langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan, alokasi waktu yang dibutuhkan, dan sumber bahan pustaka yang dijadikan rujukan. Contoh format dan pedoman penyusunan silabus pembelajaran tematik dapat dilihat pada matriks terlampir.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA KONSEP ENERGI DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA SISWA KELAS IV MI MAARIF ARROSYIDIN KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA KONSEP ENERGI DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA SISWA KELAS IV MI MAARIF ARROSYIDIN KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Pertemuan kedua pada siklus I dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15 Januari 2014 pada jam ke 3-4 sesuai dengan jadwal mata pelajaran IPA. Materi yang diajarkan dalam pertemuan ini masih membahas tentang sumber energi panas melanjutkan pertemuan pertama pada tanggal 13 Januari 2014 . Sebelum memulai pelajaran seperti biasa siswa diminta untuk melakukan pembiasaan yaitu berdoa dan membaca asmaul husna setelah selesai pembiasaan guru mengabsen siswa dan memberikan motivasi belajar. Siswa diajak belajar secara nyata, siswa diajak keluar ruangan untuk membuktikan sinar matahari merupakan sumber energi yang utama dan perambatan panas yang diterima pada tubuh merupakan bukti perambatan tanpa melalui perantara atau yang disebut radiasi. Untuk mendorong kegiatan pembelajaran maka guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Interactive Handout Berbasis Contextual Teaching and Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Islam Panggul Tahun Pelajaran 2011 2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Interactive Handout Berbasis Contextual Teaching and Learning Pada Siswa Kelas VII SMP Islam Panggul Tahun Pelajaran 2011 2012 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penyebab utama kesulitan belajar (learning disabilities) adalah faktor internal, yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis, sedangkan penyebab utama problema belajar (learning problem) adalah faktor eksternal, yaitu antara lain berupa strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tidak tepat. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan disfungsi neurologis yang pada gilirannya dapat menyebabkan kesulitan belajar antara lain adalah: (1) faktor genetik, (2) luka pada otak karena trauma fisik atau karena kekurangan oksigen, (3) biokimia yang hilang, (4) biokimia yang dapat merusak otak, (5) pencemaran lingkungan, (6) gizi yang tidak memadai, (7) pengaruh – pengaruh psikologis dan sosial yang merugikan perkembangan anak. 28
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...