Pengetahuan Tradisional

Top PDF Pengetahuan Tradisional:

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

c. Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa aturan dalam WIPO/GRTKF/IC/9/5, CBD, TRIPs, dan RUU PTEBT tentang pengetahuan tradisional melalui pendekatan terhadap rasa keadilan atas hak ekonomi dan rasa keadilan atas hak milik pengetahuan tradisional masyarakat adat masih jauh dari sebuah aturan yang dapat dikatakan ideal bagi perlindungan pengetahuan tradisional. Upaya-upaya yang dapat ditempuh Pemerintah Indonesia untuk mendorong perlindungan internasional terhadap pengetahuan tradisional secara keseluruhan adalah melalui lembaga internasional yang memiliki komitmen dalam hal perlindungan pengetahuan tradisional yaitu: WIPO, ICTSD, SC, dan LMCM-GRTKF.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Peran Kustodian Pengetahuan Tradisional pdf

Peran Kustodian Pengetahuan Tradisional pdf

Pengetahuan tradisional adalah karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu. Sedangkan pengertian ekspresi budaya tradisional dari terminologi WIPO memberikan definisi tentang Traditional Cultural Expresions sebagai berikut “...bentuk apapun, kasat mata maupun tak kasat mata, dimana pengetahuan dan budaya tradisional diekspresikan, tampil atau dimanifestasikan dan mencakup bentuk-bentuk ekspresi atau kombinasi berikut ini....” . Hal ini meliputi ekspersi lisan, seperti misalnya kisah, efik, legenda, puisi, teka-teki dan bentuk narasi lainnya; kata, lambang, nama dan simbol; ekspresi dalam bentuk gerak, seperti drama, upacara, ritual. Selain pemerintah masyarakat adat atau komunitas masyarakat lokal mempunyai peranan yang penting dalam memelihara, melindungi dan mengembangkan PTEBT. Masyarakat adat atau komunitas masyarakat lokal ini disebut dengan Kustodian PTEBT. Pengertian kustodian PTEBT adalah komunitas masyarakat lokal atau masyarakat adat yang memelihara dan mengembangkan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional tersebut secara tradisional dan komunal. Pengertian lain Kustodian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional adalah komunitas yang tinggal dalam suatu teritorial tertentu, yang memiliki persamaan nilai dan kohesi sosial, yang menjaga dan memelihara Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional secara tradisional dan komunal.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM KONSEP HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL

PERLINDUNGAN HUKUM PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM KONSEP HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL

Dalam rangka menganalisi mengenai system perlindungan atas hak kekayaan intelektual yang dipanang dapat lebih sesuai dengan yang diharapkan/dibutuhkan oleh masyarakat asli/setempat (indigenious people) dan selaras dengan perkembangan terakhir d bidag sosial budaya, dan ekonomi. Ada 2 hal pokok yang dipandang perlu untuk secara seksama ditelaah yaiu agar pengetahuan tradisional dapat dipertimbangkan sebagai prior art, dan agar perolehan hak kekayaan intelektual (missalnya paten) secara tidak sepantasnya dapat dicegah dan dapat lebih mempercepat terealisasinya harapan masyarakat luas yaitu agar pemanfaatan sumber daya genetic, pengetahuan tradisional dan ekspresi folklore dapat dilakukan secara optimal, serta agar tersedianya adanya sui generis intellectual property system yang memadai di bidang-bidang tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN SUMBER DAYA GENETIK, PENGETAHUAN TRADISIONAL, DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM DOHA DEVELOPMENT AGENDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPENTINGAN INDONESIA.

PERLINDUNGAN SUMBER DAYA GENETIK, PENGETAHUAN TRADISIONAL, DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM DOHA DEVELOPMENT AGENDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPENTINGAN INDONESIA.

Permasalahan hukum mengenai Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT) telah menjadi isu global dan lebih dari satu dekade menjadi fokus diskursus pada setiap forum diskusi di tingkat nasional dan internasional. CBD merupakan salah satu konvensi internasional yang mengatur tentang keberadaan Sumber Daya Genetik. Nagoya Protocol memperkuat keberadaan CBD terkait pembagian keuntungan terhadap akses dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional yang terkait. Akan tetapi, kedua instrumen Hukum Internasional tersebut belum mampu menjadi landasan yuridis yang kokoh untuk melindungi Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT). Kehadiran TRIPS Agreement yang tidak mengatur tentang Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT) pada gilirannya menjadi benturan terhadap CBD. Tumpang tindihnya pengaturan antara TRIPS dan CBD menjadi permasalahan yang tidak bertepi dan cenderung dilematis.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Dilihat dari bentuk-bentuk perlindungan hukum yang diberikan dalam Protokol Nagoya dalam kaitannya dengan akses dan pemanfaatan SDG dan pengetahuan tradisional, bila terjadi pelanggaran tidak ada sanksi yang jelas yang dapat dikenakan terhadap terjadinya pelanggaran-pelanggaran oleh kedua belah pihak. Dalam Pasal 18 dijelaskan bahwa akses pemanfaatan SDG dan pengetahuan tradisional mensyaratkan Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA), maka setiap akses terhadap SDG dan pengetahuan tradisional tanpa melalui persetujuan informasi awal ini dinyatakan sebagai pelanggaran. Hal yang menjadi kelemahannnya adalah bahwa dalam Protokol Nagoya tidak dijelaskan secara detail mengenai sanksi yang dapat dikenakan kepada pihak yang melanggar. Sehubungan dengan itu, sanksi yang dikenakan adalah seperti yang sudah banyak terjadi selama ini dengan cara melakukan gugatan kepada pihak-pihak terkait. Sanksi tersebut misalnya pengajuan gugatan terhadap pihak-pihak bersangkutan seperti membatalkan hak paten yang telah didaftarkan.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pengetahuan Tradisional untuk menentukan jenis

Pengetahuan Tradisional untuk menentukan jenis

Pimpinan petani merupakan aktor penting karena mereka adalah para penghubung sekaligus agen yang dapat menjadi corong maupun simpul kelompok-kelompok tani. Sedangkan para petani yang masih memegang pengetahuan tradisional merupakan kelompok yang menurut masyarakat tani paling jarang mengalami gagal panen atau gagal tanam karena mengikuti secara utuh tanda-tanda alam yang biasa digunakan untuk menduga awal musim hujan, karakteristik musim hujan, dan pilihan jenis tanaman. Total jumlah petani yang terlibat sekitar 40 orang dari 8 desa di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT SENTANI DAN PELUANGNYA UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT SENTANI DAN PELUANGNYA UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA

Pengetahuan tradisional masyarakat Sentani tentang matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai dewa pemberi hidup dan bulan dewa pemberi terang di malam hari. Daryanto (2007), sumber energi utama untuk semua makhluk hidup di bumi ini adalah matahari. Matahari memancarkan sinar terus menerus ke bumi, karena itu sinar matahari merupakan arus energi yang dipancarkan bagi kehidupan.Sebagai contoh fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan memerlukan bantuan sinar matahari. Bulan sebagai pemberi terang di malam hari. Pengetahuan tradisional masyarakat Sentani memandang bahwa bulan memancarkan cahayanya sendiri diwaktu malam hari. Menurut ilmu fisika bulan adalah benda langit yang tidak memancarkan cahaya. Bulan memantulkan cahaya matahari yang sampai ke bumi di waktu malam hari. Pengetahuan tradisional masyarakat Sentani tentang bintang adalah bahwa bintang yang tua akan jatuh ke bumi yang disebut delo imobohoe atau sekarang dikenal dengan meteor. Pengetahuan tentang bintang jatuh dapat dijelaskan secara ilmiah. Menurut Tjasyono (2006), meteor adalah fenomena emisi cahaya dalam atmosfir bumi. Meteor menukik ke dalam atmosfir dengan kecepatan antara 11 km/detik sampai dengan 72 km/detik, kemudian terbakar pada ketinggian sekitar 100 km. Meteor sering disebut dengan bintang jatuh (Tjasyono, 2006); VanCleave, 2002). Benda langit yang beterbangan secara tidak teratur dengan orbit tidak tetap dan tidak bercahaya disebut meteorid. Meteorit yang jatuh karena gaya tarik bumi akan berpijar akibat gaya gesekan atmosfir bumi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Pada zaman dahulu Indonesia terkenal dengan keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat, dan budayanya. Meskipun saat ini telah terjadi globalisasi dan banyak budaya luar yang masuk di Indonesia, tetapi budaya yang berasal dari setiap daerah di Indonesia tetap lestari. Salah satu pulau yang sangat terkenal keanekaragaman budayanya yaitu Pulau Bali, mempunyai segala jenis pengetahuan tradisional mulai dari keseniannya yaitu seni tari, seni tabuh, upacara agama yang ritual, minuman dan makanan yang khas dari setiap daerah. Salah satu karya pengetahuan tradisional yang merupakan minuman tradisional yakni Loloh. Loloh merupakan minuman tradisional yang merupakan minuman khas Bali yang berasal dari daerah Bangli. Loloh sebagai obat alternatif tradisional. Loloh adalah ramuan daun-daunan yang diperas lalu di cari airnya. Loloh adalah ramuan herbal khas tradisional Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis terhadap Pengakuan Negara Indonesia atas Pengetahuan Tradisional Mengenai Metode Pengobatan Tradisional Melalui Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Tinjauan Yuridis terhadap Pengakuan Negara Indonesia atas Pengetahuan Tradisional Mengenai Metode Pengobatan Tradisional Melalui Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Adapun disamping ketujuh rezim HKI tersebut, terdapat rezim HKI yang belum dilindungi dalam kerangka TRIPs secara tegas. Rezim HKI ini mengatur masalah hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh komunal atau masyarakat yaitu Genetic Resources, Traditional Knowledge and Folklore (kemudian disingkat menjadi GRTKF) 6 . GRTKF ini merupakan bagian dari identitas negara yang memiliki nilai-nilai moral yang mengandung dimensi budaya, sosial, dan spiritual. GRTKF tidak hanya menjadi identitas semata, tetapi juga menjadi aset potensial yang memiliki manfaat ekonomi dan budaya yang besar. Masalah GRTKF ini telah menarik perhatian masyarakat internasional selama dekade terakhir. Indonesia sebagai negara mega biodiversity dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadat sangat berkepentingan terhadap upaya perlindungan terhadap GRTKF. Istilah GRTKF ini dikenal di Indonesia dengan sebutan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional, yang selanjutnya disebut dengan SDGPTEBT.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pemeliharaan dan Pelestarian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia: Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan non-Hak Kekayaan Intelektual

Pemeliharaan dan Pelestarian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia: Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan non-Hak Kekayaan Intelektual

RUU PTEBT juga akan kehilangan relevansi dan legitimasinya apabila masyarakat tidak tahu apa yang akan dilindungi oleh RUU tersebut. Sejauh ini belum ada dokumentasi dan data-base yang dibuat negara yang mengkompilasikan karya atau pengetahuan yang dikategorikan sebagai PTEBT Indonesia. Hal ini jelas akan menimbulkan pertanyaan apa sesungguhnya yang nanti akan dilindungi oleh RUU PTEBT ini. Untuk menunjukkan keseriusannya dalam melindungi PTEBT, pemerintah harusnya telah mengundangkan Rancangan Peraturan Presiden 2009 tentang Daftar Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Indonesia yang Dilindungi oleh Negara, tanpa menunggu disahkannya RUU PTEBT oleh DPR. Hal ini juga telah lama dimandatkan oleh UU Hak Cipta 1982 dan 2002 yang memberikan hak cipta atas warisan budaya Indonesia kepada negara dan juga telah dimandatkan oleh Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2007 tentang the Ratification of Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. 11 Sudah barang tentu,
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN. pdf

PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN. pdf

(HaKI) dan permasalahan produk-produk HaKI di Bali, banyak mengundang kon- troversial masyarakat, khusunya pengerajin dan desainer perak Bali, bisa ditarik suatu kesimpulan bahwa masyarakat (perajin) masih sangat awam mengenai arti penting hak cipta sebuah desain. Lembaga terkait dalam hal ini mungkin lembaga HaKI, Perdagangan, Kebudayaan, Perindustrian perlu membentuk suatu sistem jaringan sehingga proses percepatan pemahaman masyarakat tentang HaKI, bisa terealisasi. Perlu adanya penjabaran lebih konkrit dan pembuatan peraturan daerah (Perda) yang berkaitan dengan materi yang termuat pada pasal-pasal yang mengatur tentang pengetahuan tradisional. Permasalahan hak cipta ini muncul karena akibat dari penerbitan sertiikat hak cipta yang kurang transparan. Dampak dari kasus-kasus pelanggaran hak cipta sangat meresahkan dan menakutkan masyarakat pengerajin perak Bali, yang pada ujungnya produktivitas kerajinan perak Bali menjadi terganggu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Puji dan syukur kepada Allah Tritunggal Maha Kudus yang selama ini melimpahkan berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Humaniora pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap  Pengetahuan Tradisional (Kajian Terhadap Motif Ulos Batak Toba)

Perlindungan Hukum Terhadap Pengetahuan Tradisional (Kajian Terhadap Motif Ulos Batak Toba)

Pengaturan mengenai Ulos Batak Toba dalam Undang-Undang Nomor. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta adalah terdapat pada Pasal 12 ayat 1 huruf i yaitu dalam ruang lingkup seni batik. Disamakan dengan pengertian seni batik karena Ulos adalah kain tenun khas Batak yang dibuat secara konvensional dilindungi dalam undang-undang ini sebagai bentuk ciptaan tersendiri. Karya-karya seperti itu memperoleh perlindungan karena mempunyai nilai seni, baik pada ciptaan motif atau gambar maupun komposisi warnanya. Ulos adalah pengetahuan tradisional yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang berada didaerah Sumatera Utara, dan dapat disamakan dengan seni songket, ikat dan lain-lain yang dewasa ini terus dikembangkan.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Integrasi Pengetahuan Tradisional dengan Pengetahuan Ilmiah untuk Pengelolaan Hutan Lestari

Integrasi Pengetahuan Tradisional dengan Pengetahuan Ilmiah untuk Pengelolaan Hutan Lestari

Gambar 5. Jaringan komponen yang merepresentasikan kriteria dan indikator Pengetahuan dibagi menjadi beberapa komponen. Setiap komponen merepresentasi- kan sebuah konsep tentang kelestarian diberbagai tingkatan. Sebagai contoh, lihat Tabel 2, Prinsip pertama dari pengetahuan generik adalah Integritas ekosistem terpelihara mempunyai beberapa kriteria, yang diikuti beberapa indikator. Verifier dan sub verifier dibutuhkan ketika indikatornya tidak dapat merepresentasikan pengukuran atau penilaian tunggal.

24 Baca lebih lajut

ANALISIS	TENTANG	PERLINDUNGAN	HUKUM	TERHADAP INDIKASI	GEOGRAFIS	DALAM	BIDANG	OBAT-OBATAN TRADISIONAL	DIKAITKAN	DENGAN	ASAS	KEADILAN MELALUI	SUI	GENERIS	INTELLECTUAL PROPERTY	SYSTEM

ANALISIS TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS DALAM BIDANG OBAT-OBATAN TRADISIONAL DIKAITKAN DENGAN ASAS KEADILAN MELALUI SUI GENERIS INTELLECTUAL PROPERTY SYSTEM

Pengakuan terhadap pengetahuan tradisional ( traditional knowledge ) sebenarnya telah diakomodir dalam Pasal 27.3(b) TRIPS Agreement, yaitu sepanjang yang berkenaan dengan hal-hal yang dapat dipatenkan maupun tidak, baik berupa penemuan (invensi) tanaman maupun hewan, serta perlindungan varietas tanaman. Pada Paragraf 19 Deklarasi Doha Tahun 2001 telah diperluas cakupan pembahasan tentang pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya. Deklarasi tersebut menyatakan bahwa Dewan TRIPS juga harus memperhatikan hubungan antara Perjanjian TRIPS ( TRIPS Agreement) dan Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati, Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Folklor ( The Relationship Between TRIPS And The Convention On Biological Diversity; And The Protection Of Traditional Knowledge And Folklore).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Te (2)

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Te (2)

Konsep HKI dewasa ini menimbulkan berbagai isu strategis yang bermuara pada kepentingan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. 5 Salah satu isu yang pernah terjadi di Indonesia adalah kasus klaim pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional Indonesia oleh Malaysia. Dalam sebuah iklan di Discovery Channel dalam Enigmatic Malaysia, ditayangkan tari Pendet, Wayang, dan Reog Ponorogo diklaim merupakan kekayaan tradisional Malaysia. Padahal sejatinya ketiganya merupakan ekspresi budaya tradisional Indonesia. 6 Hal ini menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi Pemerintah Indonesia untuk segera menentukan sikap dan membuat kebijakan untuk melindungi berbagai karya warisan budaya Indonesia. Pengaturan mengenai kekayaan-kekayaan intelektual berupa pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional juga telah menjadi isu hukum di dunia internasional.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HAK CIPTA TERHADAP WARISAN BUDAYA BATIK DALAM MENINGKATKAN KEMAJUAN DAERAH (Studi Kasus Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PERLINDUNGAN HAK CIPTA TERHADAP WARISAN BUDAYA BATIK DALAM MENINGKATKAN KEMAJUAN DAERAH (Studi Kasus Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dahulu. Batik sebagai warisan budaya bangsa dilihat sebagai bentuk pengetahuan tradisional (traditional knowledge) dan ekspresi kebudayaan tradisional (traditional culture expression) dari masyarakat lokal Indonesia, baik dalam teknologi berbasis tradisi maupun ekspresi kebudayaan seperti seni lukis, tari, seni musik, arsitektur, tenun, batik, cerita dan legenda. 2 Indonesia sebagai salah satu Negara yang terdiri dari berbagai macam suku dan sangat kaya akan keragaman tradisi dan budaya, Indonesia tentunya memiliki kepentingan tersendiri dalam perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual masyarakat asli tradisional.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA FOLKLOR ATAS TARI-TARIAN RAKYAT INDONESIA.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA FOLKLOR ATAS TARI-TARIAN RAKYAT INDONESIA.

terakhir yang muncul adalah kasus klaim Malaysia terhadap tari tor-tor dan alat musik gondang sembilan. Pemerintah Malaysia melalui Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Sri Rais seperti yang tertera pada website www.bernama.com mengatakan bahwa akan mendaftarkan tari tor-tor dan alat musik gondang sembilan menjadi 67 warisan kebudayaan kebangsaan Malaysia. 6 Suatu hal yang memprihatinkan karena tari tor-tor dan gondang sembilan adalah salah satu tarian dan alat musik dari suku Batak (daerah Sumatera Utara). Tarian tor-tor ini diperagakan dengan diiringi musik gondang sembilan tersebut. Contoh lain beberapa kebudayaan Indonesia yang diklaim Malaysia, antara lain : Batik, Tari Pendet, Wayang Kulit, Angklung, Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Lagu Rasa Sayange, Keris, dll. Kasus-kasus klaim yang sering dilakukan oleh negara Malaysia terhadap Indonesia, membuktikan bahwa persoalan perlindungan folklor adalah persoalan lintas negara. Perlindungan folklor tidak bisa hanya dikaitkan dengan produk hukum nasional saja namun juga harus dikaitkan dengan produk hukum internasional karena permasalahan klaim folklor bisa terjadi antara 2 negara (lintas negara) sehingga penyelesaian sengketa secara hukum internasional menajadi solusi yang tepat apabila produk hukum tidak bisa menyelesaikannya. Masyarakat internasional dengan pelbagai usaha mencoba melindungi pengetahuan tradisional atau karya-karya tradisional yang mencakup istilah folklor dan harapannya bisa menjadi landasan/pola pikir bagi negara-negara dalam membuat peraturan perundang-undangan tentang folklor.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

JENIS-JENIS TUMBUHAN YANG DIMANFAATKAN UNTUK PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL OLEH NELAYAN PUGER KABUPATEN JEMBER

JENIS-JENIS TUMBUHAN YANG DIMANFAATKAN UNTUK PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL OLEH NELAYAN PUGER KABUPATEN JEMBER

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis lmiah yang berjudul “Jenis$ Jenis Tumbuhan yang Dimanfaatkan untuk Pembuatan Perahu Tradisional oleh Nelayan Puger Kabupaten Jember” adalah benar$benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...