Pengetahuan Tradisional

Top PDF Pengetahuan Tradisional:

PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN. pdf

PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DAN. pdf

pasal 10, ayat (1) dan (2) (Riswandi, 2005). Untuk meminimalisir permasalahan HaKI, sangat segera dibutuhkan formulasinya, mengingat dari sedikit rekap data tentang kajian konsep desain kerajinan perak Bali, tampaknya tidak sedikit yang masuk dalam wilayah pelanggaran Hak Cipta. Dengan demikian pada tahun- tahun mendatang nampaknya kasus gugat-menggugat masih berpotensi mewar- nai kehidupan masyarakat pengerajin perak di Bali. Jika permasalahan HaKI ini dibiarkan terjun bebas baik oleh pemerintah, lembaga terkait, maupun masyarakat Bali itu sendiri, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi marjinalisasi pengerajin- pengerajin Bali. Meskipun sudah ada Udang-undang Nomor 19 tahun 2002 ten- tang Hak Cipta, untuk menghindari perlakuan yang sama terhadap pengetahuan tradisional Bali, lembaga-lembaga terkait perlu mencarikan solusi atau alternatif perlindungan pengetahuan tradisional.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemeliharaan dan Pelestarian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia: Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan non-Hak Kekayaan Intelektual

Pemeliharaan dan Pelestarian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia: Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dan non-Hak Kekayaan Intelektual

RUU PTEBT juga akan kehilangan relevansi dan legitimasinya apabila masyarakat tidak tahu apa yang akan dilindungi oleh RUU tersebut. Sejauh ini belum ada dokumentasi dan data-base yang dibuat negara yang mengkompilasikan karya atau pengetahuan yang dikategorikan sebagai PTEBT Indonesia. Hal ini jelas akan menimbulkan pertanyaan apa sesungguhnya yang nanti akan dilindungi oleh RUU PTEBT ini. Untuk menunjukkan keseriusannya dalam melindungi PTEBT, pemerintah harusnya telah mengundangkan Rancangan Peraturan Presiden 2009 tentang Daftar Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Indonesia yang Dilindungi oleh Negara, tanpa menunggu disahkannya RUU PTEBT oleh DPR. Hal ini juga telah lama dimandatkan oleh UU Hak Cipta 1982 dan 2002 yang memberikan hak cipta atas warisan budaya Indonesia kepada negara dan juga telah dimandatkan oleh Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2007 tentang the Ratification of Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. 11 Sudah barang tentu,
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM KONSEP HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL

PERLINDUNGAN HUKUM PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM KONSEP HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL

Adanya kasus-kasus pencurian terhadap pengetahuan tradisional negara-negara berkembang oleh negara maju tidak bisa serta merta diarahkan pada adanya celah dalam system Hukum HKI yang ada. Pemerintah sebagai pengatur (regulator) harus menjalankan fungsinya dalam memberikan perlindungan terhadap pengetahuan tradisional di Indonesia. Peran pemerintah dalam pemahaman ini merupakan wujud pengembaanan fungsi dan peran pemerintah yang telah digariskan dalam Peraturan Perundang- undangan negara. Pemerintah dipahami sebagai organ yang menjalankan pemerintahan negara. Peran dan fungsi pemerintah ini timbul dari adanya wewenang yang melekat pada lembaga pemerintah sebagai alat negara. Wewenang ini timbul karena secara tributif diberi wewenang oleh Undang-undang atau merupakan wewenang delegatif.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengetahuan Tradisional untuk menentukan jenis

Pengetahuan Tradisional untuk menentukan jenis

Melalui kegiatan forum iklim lintas aktor (FILA) yang merupakan forum diskusi iklim antara petani, Badan Meteorologi Klimat dan Geofisika, Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan Perikanan dan Kehutanan (BP4K), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 8 desa di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan, ditemukan bahwa pengetahuan tradisional petani Timor dalam menentukan awal musim hujan maupun intensitas hujan diyakini masih bermanfaat bahkan ketika sedang terjadi perubahan iklim. Kegiatan FILA sendiri baru berlangsung selama 1 tahun, dan menemukan hal-hal menarik terkait dengan pengetahuan tradisional dan iklim.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN SUMBER DAYA GENETIK, PENGETAHUAN TRADISIONAL, DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM DOHA DEVELOPMENT AGENDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPENTINGAN INDONESIA.

PERLINDUNGAN SUMBER DAYA GENETIK, PENGETAHUAN TRADISIONAL, DAN EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL DALAM DOHA DEVELOPMENT AGENDA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPENTINGAN INDONESIA.

Permasalahan hukum mengenai Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT) telah menjadi isu global dan lebih dari satu dekade menjadi fokus diskursus pada setiap forum diskusi di tingkat nasional dan internasional. CBD merupakan salah satu konvensi internasional yang mengatur tentang keberadaan Sumber Daya Genetik. Nagoya Protocol memperkuat keberadaan CBD terkait pembagian keuntungan terhadap akses dari Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional yang terkait. Akan tetapi, kedua instrumen Hukum Internasional tersebut belum mampu menjadi landasan yuridis yang kokoh untuk melindungi Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT). Kehadiran TRIPS Agreement yang tidak mengatur tentang Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional (SDG-PT-EBT) pada gilirannya menjadi benturan terhadap CBD. Tumpang tindihnya pengaturan antara TRIPS dan CBD menjadi permasalahan yang tidak bertepi dan cenderung dilematis.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Dilihat dari bentuk-bentuk perlindungan hukum yang diberikan dalam Protokol Nagoya dalam kaitannya dengan akses dan pemanfaatan SDG dan pengetahuan tradisional, bila terjadi pelanggaran tidak ada sanksi yang jelas yang dapat dikenakan terhadap terjadinya pelanggaran-pelanggaran oleh kedua belah pihak. Dalam Pasal 18 dijelaskan bahwa akses pemanfaatan SDG dan pengetahuan tradisional mensyaratkan Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal (PADIA), maka setiap akses terhadap SDG dan pengetahuan tradisional tanpa melalui persetujuan informasi awal ini dinyatakan sebagai pelanggaran. Hal yang menjadi kelemahannnya adalah bahwa dalam Protokol Nagoya tidak dijelaskan secara detail mengenai sanksi yang dapat dikenakan kepada pihak yang melanggar. Sehubungan dengan itu, sanksi yang dikenakan adalah seperti yang sudah banyak terjadi selama ini dengan cara melakukan gugatan kepada pihak-pihak terkait. Sanksi tersebut misalnya pengajuan gugatan terhadap pihak-pihak bersangkutan seperti membatalkan hak paten yang telah didaftarkan.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MINUMAN TRADISIONAL LOLOH SEBAGAI BAGIAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Pada zaman dahulu Indonesia terkenal dengan keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat, dan budayanya. Meskipun saat ini telah terjadi globalisasi dan banyak budaya luar yang masuk di Indonesia, tetapi budaya yang berasal dari setiap daerah di Indonesia tetap lestari. Salah satu pulau yang sangat terkenal keanekaragaman budayanya yaitu Pulau Bali, mempunyai segala jenis pengetahuan tradisional mulai dari keseniannya yaitu seni tari, seni tabuh, upacara agama yang ritual, minuman dan makanan yang khas dari setiap daerah. Salah satu karya pengetahuan tradisional yang merupakan minuman tradisional yakni Loloh. Loloh merupakan minuman tradisional yang merupakan minuman khas Bali yang berasal dari daerah Bangli. Loloh sebagai obat alternatif tradisional. Loloh adalah ramuan daun-daunan yang diperas lalu di cari airnya. Loloh adalah ramuan herbal khas tradisional Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peran Kustodian Pengetahuan Tradisional pdf

Peran Kustodian Pengetahuan Tradisional pdf

Pengetahuan tradisional adalah karya intelektual di bidang pengetahuan dan teknologi yang mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat tertentu. Sedangkan pengertian ekspresi budaya tradisional dari terminologi WIPO memberikan definisi tentang Traditional Cultural Expresions sebagai berikut “...bentuk apapun, kasat mata maupun tak kasat mata, dimana pengetahuan dan budaya tradisional diekspresikan, tampil atau dimanifestasikan dan mencakup bentuk-bentuk ekspresi atau kombinasi berikut ini....” . Hal ini meliputi ekspersi lisan, seperti misalnya kisah, efik, legenda, puisi, teka-teki dan bentuk narasi lainnya; kata, lambang, nama dan simbol; ekspresi dalam bentuk gerak, seperti drama, upacara, ritual. Selain pemerintah masyarakat adat atau komunitas masyarakat lokal mempunyai peranan yang penting dalam memelihara, melindungi dan mengembangkan PTEBT. Masyarakat adat atau komunitas masyarakat lokal ini disebut dengan Kustodian PTEBT. Pengertian kustodian PTEBT adalah komunitas masyarakat lokal atau masyarakat adat yang memelihara dan mengembangkan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional tersebut secara tradisional dan komunal. Pengertian lain Kustodian Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional adalah komunitas yang tinggal dalam suatu teritorial tertentu, yang memiliki persamaan nilai dan kohesi sosial, yang menjaga dan memelihara Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional secara tradisional dan komunal.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis terhadap Pengakuan Negara Indonesia atas Pengetahuan Tradisional Mengenai Metode Pengobatan Tradisional Melalui Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Tinjauan Yuridis terhadap Pengakuan Negara Indonesia atas Pengetahuan Tradisional Mengenai Metode Pengobatan Tradisional Melalui Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

yang tersimpan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. 13 Di Keraton Surakarta, informasi tersebut dapat dijumpai melalui naskah kuno Serat Kawruh (khususnya bab tentang Jampi-jampi) yang terdapat di perpustakaan keraton tersebut. Di dalam naskah ini konon dijumpai 1.734 formula obat yang terbuat dari berbagai komponen yang berasal dari alam (natural ingredients), termasuk informasi menyangkut kegunaannya. 14 Di Indonesia terdapat banyak sekali obat-obatan tradisional, apabila dibandingkan dengan Negara Tiongkok, Negara Indonesia memiliki paling banyak jenis tumbuhan herbal. Potensi tersebut tidak seluruhnya dimiliki oleh setiap negara. Hanya negara-negara tertentu yang memiliki potensi yang khas atau unik di dalam negara tersebut. Sebagai contoh, di Indonesia dikenal secara tradisional atas pembuatan jamu. Di negara India, terdapat metode pengobatan diabetes melalui obat-obatan yang dibuat dari terong dan pare.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT SENTANI DAN PELUANGNYA UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT SENTANI DAN PELUANGNYA UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA

Proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah, selain menggunakan teori psikologi yang berakar pada filsafat konstruktivisme dan perspektif sosiologi, para peneliti dan ahli pendidikan saat ini mencoba untuk menggunakan kajian teori anthropologi. Pandangan anthropologi ini mencoba melihat proses pembelajaran IPA di sekolah pada seting budaya masyarakat lokal (Wahyudi, 2007). Pembelajaran akan lebih bermakna bagi anak apabila materi yang dipelajari terkait dengan kehidupan keseharian anak. Pengaruh latar belakang budaya yang dimiliki siswa terhadap proses pembelajaran IPA ada dua macam. Pertama, pengaruh posistif akan muncul jika materi pada pembelajaran IPA di sekolah yang dipelajari selaras dengan budaya siswa sehari- hari. Kedua, proses pembelajaran IPA di kelas menjadi pengganggu ketika materi pelajaran IPA tidak selaras dengan latar belakang budaya siswa (Cobern dan Aikenheid, 1998;Aikenheid dan Jegede 1999 dalam Wahyudi,1990)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Integrasi Pengetahuan Tradisional dengan Pengetahuan Ilmiah untuk Pengelolaan Hutan Lestari

Integrasi Pengetahuan Tradisional dengan Pengetahuan Ilmiah untuk Pengelolaan Hutan Lestari

Gambar 5. Jaringan komponen yang merepresentasikan kriteria dan indikator Pengetahuan dibagi menjadi beberapa komponen. Setiap komponen merepresentasi- kan sebuah konsep tentang kelestarian diberbagai tingkatan. Sebagai contoh, lihat Tabel 2, Prinsip pertama dari pengetahuan generik adalah Integritas ekosistem terpelihara mempunyai beberapa kriteria, yang diikuti beberapa indikator. Verifier dan sub verifier dibutuhkan ketika indikatornya tidak dapat merepresentasikan pengukuran atau penilaian tunggal.

24 Baca lebih lajut

ANALISIS	TENTANG	PERLINDUNGAN	HUKUM	TERHADAP INDIKASI	GEOGRAFIS	DALAM	BIDANG	OBAT-OBATAN TRADISIONAL	DIKAITKAN	DENGAN	ASAS	KEADILAN MELALUI	SUI	GENERIS	INTELLECTUAL PROPERTY	SYSTEM

ANALISIS TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS DALAM BIDANG OBAT-OBATAN TRADISIONAL DIKAITKAN DENGAN ASAS KEADILAN MELALUI SUI GENERIS INTELLECTUAL PROPERTY SYSTEM

a. Perlindungan pengetahuan tradisional serta kepemilikan sumber daya oleh masyarakat terhadap obat-obatan tradisional, diperlukan perangkat untuk mengatur akses agar ada pembagian keuntungan yang adil dan memadai bagi masyarakat yang secara de facto telah mempraktekkan hal tersebut. Untuk adanya manfaat di bidang ekonomi Pengetahuan tradisional tentang obat-obatan tradisional di Indonesia, Pemerintah dapat mempertimbangkan penyusunan perundang-undangan sui generis yang di dalamnya mengatur mengenai masalah akses orang asing terhadap sumber daya hayati dan pengetahuan tradisional yang terkait, serta pembagian manfaat yang terjadi karena akses tersebut. Perundang- undangan yang sama dapat pula mencantumkan pengaturan mengenai contractual practices and clause yang terkait dengan pemberian akses dan pembagian manfaat terhadap pengetahuan obat-obatan tradisional. b. Perlindungan terhadap pengetahuan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA FOLKLOR ATAS TARI-TARIAN RAKYAT INDONESIA.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA FOLKLOR ATAS TARI-TARIAN RAKYAT INDONESIA.

terakhir yang muncul adalah kasus klaim Malaysia terhadap tari tor-tor dan alat musik gondang sembilan. Pemerintah Malaysia melalui Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Sri Rais seperti yang tertera pada website www.bernama.com mengatakan bahwa akan mendaftarkan tari tor-tor dan alat musik gondang sembilan menjadi 67 warisan kebudayaan kebangsaan Malaysia. 6 Suatu hal yang memprihatinkan karena tari tor-tor dan gondang sembilan adalah salah satu tarian dan alat musik dari suku Batak (daerah Sumatera Utara). Tarian tor-tor ini diperagakan dengan diiringi musik gondang sembilan tersebut. Contoh lain beberapa kebudayaan Indonesia yang diklaim Malaysia, antara lain : Batik, Tari Pendet, Wayang Kulit, Angklung, Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Lagu Rasa Sayange, Keris, dll. Kasus-kasus klaim yang sering dilakukan oleh negara Malaysia terhadap Indonesia, membuktikan bahwa persoalan perlindungan folklor adalah persoalan lintas negara. Perlindungan folklor tidak bisa hanya dikaitkan dengan produk hukum nasional saja namun juga harus dikaitkan dengan produk hukum internasional karena permasalahan klaim folklor bisa terjadi antara 2 negara (lintas negara) sehingga penyelesaian sengketa secara hukum internasional menajadi solusi yang tepat apabila produk hukum tidak bisa menyelesaikannya. Masyarakat internasional dengan pelbagai usaha mencoba melindungi pengetahuan tradisional atau karya-karya tradisional yang mencakup istilah folklor dan harapannya bisa menjadi landasan/pola pikir bagi negara-negara dalam membuat peraturan perundang-undangan tentang folklor.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Te (2)

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Te (2)

Berdasarkan hal-hal yang telah disebutkan diatas maka Kesenian Gendang Beleq masyarakat Suku Sasak dapat dikategorikan sebagai suatu obyek perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (Traditional Knowledge and Traditional Cultural Expression). Kesenian Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian tradisional yang dihasilkan dan dilestarikan oleh Masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok secara turun temurun dari generasi ke generasi yang diakui menurut kebiasaan yang hidup dalam komunitas masyarakat Suku Sasak. Kesenian Gendang Beleq ini telah hidup sebagai pelengkap kebudayaan serta menjadi salah satu sarana pengungkap makna-makna luhur kebudayaan. Kesenian Gendang Beleq ini awalnya hanyalah alat musik yang mengiringi prajurit saat akan berjuang ke medan perang. Suara yang dihasilkan dipercaya membuat para prajurit menjadi lebih berani untuk berkorban membela kerajaan. Tapi seiring berjalannya waktu, Gendang Beleq digunakan sebagai hiburan yang dipertunjukan pada acara kebudayaan, kesenian, atau perayaan pernikahan adat Suku Sasak di Pulau Lombok.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HAK CIPTA TERHADAP WARISAN BUDAYA BATIK DALAM MENINGKATKAN KEMAJUAN DAERAH (Studi Kasus Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PERLINDUNGAN HAK CIPTA TERHADAP WARISAN BUDAYA BATIK DALAM MENINGKATKAN KEMAJUAN DAERAH (Studi Kasus Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Sebetulnya batik tradisional di Cirebon cukup banyak dan bervariasi, seperti Mega Mendung, Wadasan, 5 Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbang Menjangan, Simbar Kendo, dan lain-lain. Lahirnya motif-motif batik tradisional tidak lepas dari rangkaian sejarah lahirnya perbatikan di daerah Cirebon itu sendiri. Pada waktu itu, kegiatan membatik hanya dilakukan di daerah keraton karena batik menjadi simbol status bagi keluarga sultan dan para bangsawan Cirebon. Namun, akibat terjadi peperangan dan perpecahan kekuasaan, pengrajin batik keraton pun akhirnya dipulangan ke daerah masing-masing. Para pengrajin batik tradisional di Cirebon hingga kini tersebar dibeberapa titik, yaitu disekitar Desa Trusmi, seperti Desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Ruang Untuk Masyarakat Lokal Tradisional

Ruang Untuk Masyarakat Lokal Tradisional

Di samping pengetahuan lokal (indigenenous knowledge), faktor lain yang menyebabkan keberhasilan sistem Subak ini adalah karena kebijakan Pemerintah Daerah pada bidang administrasi publik. Pemda berhasil mengintegrasikan sistem pemerintahan tradisional (non-formal) ke dalam sistem pemerintahan fomal. Adanya pengakuan Pemda terhadap eksistensi non-formal leader sangat penting di dalam sistem kemasyarakatan tradsional (masyarakat adat). Kepatuhan kepada non-formal leader lebih bersifat kepatuhan yang tulus (genuine compliance) yang dibangun atas kesadaran, sedangkan kepada pemimpin formal biasanya hanya kepatuhan formal, atau kepatuhan dengan enggan (grudding compliance), tidak mematuhi, atau mungkin apatis. (apathy). Salah satu akibat langsung dari adanya dualisme antara budaya ecocentrism dengan budaya anthro-pocentrism adalah yang menyangkut aspek pemanfaatan ruang dan pengelolaan sumberdaya alam di mana terjadi pula sifat dualistik dalam kebijakan pembangunan di mana terjadi ulur- tarik antara pemanfaatan kawasan budidaya dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan sosial ekonomi versus perlindungan kawasan dan lingkungan (sumberdaya alam) untuk ekologi (kelestarian lingkungan). Sejalan dengan konsep/ pendekatan pembangunan berkelanjutan (economically viable, socially acceptable, dan environmentally sound), hendaknya Pemerintah berhati-hati dalam merumuskan kebijakan pembangunan agar dualisme antara budaya anthropocentrisme dengan budaya ecocentrism tidak bersifat kontroversial dan antagonistist, melainkan bersifat simbiosis, complementary, dan interdependency.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pembangunan aplikasi game permainan tradisional galah

Pembangunan aplikasi game permainan tradisional galah

Program konvensional hanya dapat menyelesaikan persoalan yang deprogram secara spesifik. Jika ada informasi baru, sebuah program konvensional harus di ubah untuk menyesuaikan diri dengan informasi baru tersebut. Hal ini tidak hanya menyebabkan boros waktu, namun juga dapat menyebabkan terjadinya error. Sebaliknya, kecerdasan buatan memungkinkan komputer untuk berpikir atau menalar dan menirukan proses belajar manusia sehingga informasi baru dapat diserap sebagai pengetahuan, pengalaman, dan proses pembelajaran serta dapat digunakan sebagai acuan di masa-masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kajian profil pemakaian dan pemahaman terhadap khasiat dan efek samping obat tradisional pada sekelompok wanita di desa Maguwoharjo - USD Repository

Kajian profil pemakaian dan pemahaman terhadap khasiat dan efek samping obat tradisional pada sekelompok wanita di desa Maguwoharjo - USD Repository

Pemahaman responden terhadap efek samping obat tradisional dalam penelitian ini (tabel IV) rendah. Karena responden sebagian besar (72,2%) setuju dengan pernyataan bahwa obat tradisional tidak memiliki efek samping/efek yang merugikan. Hal tersebut juga didukung oleh jawaban responden yang sebagian besar (90,7%) tidak setuju bahwa mereka pernah merasakan kondisi tubuh menjadi semakin buruk setelah menggunakan obat tradisional. Sebenarnya efek samping obat tradisional sudah diketahui sejak berabad-abad silam. Tetapi jika dibandingkan dengan obat modern, angka efek samping obat tradisional relatif lebih kecil dari obat modern. Sehingga obat tradisional dinyatakan tetap memiliki efek samping walaupun dalam jumlah yang kecil (Agoes, 1993).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengetahuan Pengobat Tradisional Tentang Penyakit Dan Cara Pembuatan Obat Tradisional

Pengetahuan Pengobat Tradisional Tentang Penyakit Dan Cara Pembuatan Obat Tradisional

Dalam Metodological rule yang diajarkan oleh Vayda, yang mencari tahu sebab-musabab munculnya sesuatu tindakan, dengan tidak langsung menghubungkan tindakan itu dengan ‘sebab-jauh’nya, tetapi lebih dulu mencari ‘sebab-dekat’nya hingga terakhir mencapai ‘sebab-jauh’nya (Vayda 1996: 18 dalam Zuska 2008: 56). Metode ini membantu saya dalam menganalisis atas satu tindakan dengan tindakan lainnya, contohnya ketika dalam benak saya muncul pertanyaan, “alasan apa yang membuat “profesi” sebagai pengobat tradisional diminati tanpa memandang usia dan latar belakang pendidikan?”, sementara saya tidak memiliki data untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jawaban yang dapat saya berikan adalah dengan mencari ‘sebab- jauh’nya, yaitu atas dasar pengalaman dari orang tua dan atau kerabat yang melakukan praktik-praktik pengobatan tradisional dengan baik. Hingga mengetahui ‘sebab-dekat’nya bahwa praktik-praktik pengobatan tradisional dapat menopang perekonomian mereka bila dilakukan dengan pengelolaan yang baik dan secara “profesional”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA SUKU SEKO DI DESA TANAH HARAPAN, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH | Tapundu | Biocelebes 5125 16735 1 PB

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT PADA SUKU SEKO DI DESA TANAH HARAPAN, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH | Tapundu | Biocelebes 5125 16735 1 PB

Berdasarkan hasil wawancara kepada masyarakat suku Seko melalui pembagian lembar kuesioner dapat disimpulkan bahwa pengetahuan akan jenis-jenis dan pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional oleh masyarakat suku Seko di desa Tanah Harapan lebih banyak diketahui oleh ahli pengobatan kampung dibandingkan masyarakat umumnya, dikarenakan hal ini sesuai dengan adat istiadat yang berkembang didalam masyarakat suku Seko bahwa pengobatan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang telah diwariskan oleh leluhur sebelumnya yang tidak menutup kemungkinan harus memiliki hubungan darah. Selain itu, adat istiadat yang paling berkembang pada masyarakat suku Seko mengenai pengobatan tradisional yaitu pengobatan yang dilakukan tidak boleh mengharapkan imbalan dari pasien, karena kepercayaan masyarakat suku Seko yaitu apabila obat tersebut diperjual-belikan, maka khasiat obat tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian terdapat suatu proses lain yang harus dilakukan oleh pasien setelah menerima pengobatan kepada sang ahli pengobatan kampung yang disebut dengan “Mangulu”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...