Perlindungan Konsumen

Top PDF Perlindungan Konsumen:

Perlindungan Konsumen Terhadap Makanan Yang Mengandung Zat Berbahaya Dikaitkan Dengan Undang – Undang Perlindungan Konsumen (Studi di BPOM)

Perlindungan Konsumen Terhadap Makanan Yang Mengandung Zat Berbahaya Dikaitkan Dengan Undang – Undang Perlindungan Konsumen (Studi di BPOM)

YLKI bersama dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN)membentuk Rancangan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Namun Rancangan Undang-Undang ini ternyata belum dapat memberi hasil, sebab pemerintah mengkhawatirkan bahwa dengan lahirnya Undang- UndangPerlindungan Konsumen akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi.Setelah dua puluh tahun diperjuangkan, DPR akhirnya melalui sidangparipurna pada tanggal 30 Maret 1999 menyepakati Rancangan Undang- Undang(RUU) tentang perlindungan konsumen. Atas keaktifan YLKI dalam melindungi konsumen baik secara nasional maupun internasional dan desakan masyarakat Indonesia akhirnya dapat menghasilkan sebuah Undang-undang mengenaiperlindungan konsumen yaitu Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UU Perlindungan konsumen (1) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

UU Perlindungan konsumen (1) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

(1) Selain Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan instansi pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang perlindungan konsumen juga diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Hukum Acara Pidana yang berlaku.

21 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN perlindungan konsumen perlindungan konsumen perlindungan konsumen (1)

PERLINDUNGAN KONSUMEN perlindungan konsumen perlindungan konsumen perlindungan konsumen (1)

Hukum Perlindungan Konsumen | 4 profesional. Menurut Prof. Tan Kamello, SH. MS, importir juga termasuk dalam pengertian produsen. Jadi, pembuat, grosir, leveransir, importir dan pengecer barang adalah orang- orang yang terlibat penyerdiaan barang dan jasa sampai ketangan konsumen. Menurut hukum, mereka ini dapat diminta pertanggungjawaban atas kerugian yang diderita konsumen. (Tan Kame llo, makalah “Praktek Perlindungan Bagi Konsumen Di Indonesia Sebagai Akibat Produk Asing Di Pasar Nasional, Disampaikan Pada Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Hukum Perdagangan, (Medan: Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, 1998), hal. 7.)
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Pertanggung jawaban pelaku usaha terhadap keterlambatan penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di tinjau dari pasal 4 huruf (h) undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen di Pangkalpinang - Repository Univ

BAB I PENDAHULUAN - Pertanggung jawaban pelaku usaha terhadap keterlambatan penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di tinjau dari pasal 4 huruf (h) undang-undang nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen di Pangkalpinang - Repository Univ

Oleh Hoge Raad dalam putusannya pada tahun 1916, dan diterapkan selanjutnya oleh pengadilan. Hal ini dilakukan dengan analogi bahwa dalam perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 B.W., dapat dilakukan oleh beberapa orang, dan kewajiban mengganti kerugian diukur dari kesalahan tiap orang yang secara bersama-sama mengakibatkan kerugian. Sehingga pihak yang dirugikan disamakan dengan salah seorang dari mereka. Usaha yuridis perlindungan konsumen di indonesia, apabila dicermati, maka walaupun belum memadai, namun sebelum lahirnya UUPK, sudah terdapat berbagai ketentuan perlindungan konsumen yang tersebar dalam berbagai Peraturan Perundang-Undangan, yang secara garis besar dapat dibagi atas Peraturan Perundang-Undangan bidang hukum privat dan Peraturan Perundang-Undangan dalam bidang publik, namun pembedaan tersebut tidaklah dilakukan secara kaku, karena dalam banyak Undang- Undang terdapat aspek hukum privat dan hukum publik sekaligus. 23
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen Perumahan Terhadap Developer Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen  (Study Kasus : Zona Property Medan)

Perlindungan Konsumen Perumahan Terhadap Developer Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Study Kasus : Zona Property Medan)

Seperti halnya hukum pidana, hukum admministrasi Negara adalah instrument hukum publik yang penting dalam perlindungan konsumen. Sanksi- sanksi hukum secara pidana seringkali kurang efektif jika tidak disertai sanksi administrative. Sanksi administrative tidak ditunjukan pada konsumen pada umumnya, tetapi justru kepada pengusaha, baik produsen maupun para penyalur hasil-hasil produknya. Sanksi admninistrative berkaitan dengan perizinan yang diberikan pemerintah kepada pengusaha/penyalur tersebut. Jika terjadi pelanggaran, izin-izin tersebut dapat dicabut secara sepihak oleh pemerintah. Pencabutan izin hanya bertujuan menghentikan proses produksi dari produsen/penyalur. Produksi ini diartikan secar luas, dapat berupa barang dan jasa. Dengan demikian, dampaknya secara tidak langsung berarti melindungi konsumen pula, yakni mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Campur tangan administrative Negara idaelnya harus dilatarbelakangi iktikad melindungi masyarakat luas dari bahaya.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN AKIBAT MENGGUNAKAN KOSMETIK TANPA IZIN EDAR ( STUDI PADA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN BANDAR LAMPUNG )

PERLINDUNGAN KONSUMEN AKIBAT MENGGUNAKAN KOSMETIK TANPA IZIN EDAR ( STUDI PADA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN BANDAR LAMPUNG )

Sesuai dengan ketentuan diatas, maka dalam hal perlindungan konsumen kosmetik dari peredaran kosmetik tanpa izin edar, Menteri Kesehatan RI berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 166 tahun 2000 sebagai pelaksana dalam implementasi perlindungan hukum dan upaya hukumnya. BPOM RI atau yang lebih akrab disebut dengan Badan POM atau BPOM saja merupakan pelaksana dari Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk termaksud untuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Adapun kerangka konsep SISPOM sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Hukum PT. Indocare Pacific Cabang Medan Terhadap Konsumen Barang Ecocare yang Memiliki Cacat Produk Ditinjau dari UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Tanggung Jawab Hukum PT. Indocare Pacific Cabang Medan Terhadap Konsumen Barang Ecocare yang Memiliki Cacat Produk Ditinjau dari UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Sesuai dengan Penjelasan Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, kata pemakai merujuk pada konsumen akhir (ultimate consumer). Dalam hal ini penggunaan istilah “pemakai” menunjukkan barang dan/atau jasa yang dipakai tidak serta-merta hasil dari transaksi jual beli. Artinya, konsumen tidak selalu harus memberikan prestasinya dengan cara membayar uang untuk memperoleh barang dan/atau jasa itu. Konsumen memang tidak sekadar pembeli (buyer) tetapi semua orang (perorangan atau badan usaha) yang mengonsumsi jasa dan/atau barang. Jadi, yang paling penting dalam terjadinya suatu transaksi konsumen berupa peralihan barang dan/atau jasa, termasuk peralihan kenikmatan dalam menggunakannya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen Perumahan Terhadap Developer Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Study Kasus : Zona Property Medan)

Perlindungan Konsumen Perumahan Terhadap Developer Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Study Kasus : Zona Property Medan)

Seperti halnya hukum pidana, hukum admministrasi Negara adalah instrument hukum publik yang penting dalam perlindungan konsumen. Sanksi- sanksi hukum secara pidana seringkali kurang efektif jika tidak disertai sanksi administrative. Sanksi administrative tidak ditunjukan pada konsumen pada umumnya, tetapi justru kepada pengusaha, baik produsen maupun para penyalur hasil-hasil produknya. Sanksi admninistrative berkaitan dengan perizinan yang diberikan pemerintah kepada pengusaha/penyalur tersebut. Jika terjadi pelanggaran, izin-izin tersebut dapat dicabut secara sepihak oleh pemerintah. Pencabutan izin hanya bertujuan menghentikan proses produksi dari produsen/penyalur. Produksi ini diartikan secar luas, dapat berupa barang dan jasa. Dengan demikian, dampaknya secara tidak langsung berarti melindungi konsumen pula, yakni mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Campur tangan administrative Negara idaelnya harus dilatarbelakangi iktikad melindungi masyarakat luas dari bahaya.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE PRODUK FASHION BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.

PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE PRODUK FASHION BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK.

Segala puji syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus yang telah melimpahkan berkat dan karunia-Nya sehingga Penulis akhirnya dapat menyelesaikan penulisan hukum (skripsi) yang berjudul “Perlindungan Konsumen dalam Transaksi Jual Beli Online Produk Fashion Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik”.

15 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen (3) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Perlindungan Konsumen (3) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Hukum perlindungan konsumen yang berlaku di Indonesia memiliki dasar hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan adanya dasar hukum yang pasti, perlindungan terhadap hak-hak konsumen bisa dilakukan dengan penuh optimisme. Hukum Perlindungan Konsumen merupakan cabang dari Hukum Ekonomi. Alasannya, permasalahan yang diatur dalam hukum konsumen berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan barang / jasa. Pada tanggal 30 Maret 1999, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati Rancangan Undang- Undang (RUU) tentang perlindungan konsumen untuk disahkan oleh pemerintah setelah selama 20 tahun diperjuangkan. RUU ini sendiri baru disahkan oleh pemerintah pada tanggal 20 april 1999.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN SWADAYA MASYARAKAT (LPKSM)(Studi Kasus Tentang Pola-Pola Perlindungan Konsumen Pada LKY Yogyakarta).

PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN SWADAYA MASYARAKAT (LPKSM)(Studi Kasus Tentang Pola-Pola Perlindungan Konsumen Pada LKY Yogyakarta).

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh dan meneliti peran LKY Yogyakarta dalam mewujudkan perlindungan bagi konsumen serta menyusunnya dalam bentuk penulisan hukum dengan judul : “PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN SWADAYA MASYARAKAT (LPKSM)” (studi kasus tentang pola-pola perlindungan konsumen pada LKY Yogyakarta)

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN perlindungan konsumen perlindungan konsumen

PERLINDUNGAN KONSUMEN perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Hukuman Bagi Para Oknum Penyalahgunaan Zat Berbahaya dalam Produk Pangan di Indonesia Hukuman bagi pelaku usahapun masih terlalu ringan, misalnya yang terbukti bersalah hanya divonis penjara 3-6 bulan sedangkan dendanya hanya Rp. 200.000, Dasar hukum yang dipakai oleh hakim dan jaksa hanya KUHP atau peraturan daerah. Sedangkan dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 tahun 1999 pelanggaran terhadap kesehatan konsumen dapat dikenakan hukuman maksimal 5 tahun berikut denda hingga Rp 2 milyar.

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen Terhadap Peredaran Produk Pangan Hasil Teknologi Rekayasa Genetika

Perlindungan Konsumen Terhadap Peredaran Produk Pangan Hasil Teknologi Rekayasa Genetika

ULPK. ULPK akan menanggapi keluhan konsumen dengan cepat. Bila kasus yang diadukan memerlukan analisis yang mendalam, petugas akan menyampaikan keluhan konsumen kepada unit teknis Badan POM terkait yang siap menindaklanjuti dan memberikan jawaban dalam tempo 24 jam. Kalau ternyata hasil analisis menunjukkan bahwa kasus yang dilaporkan konsumen merugikan orang banyak, Badan POM selaku instansi yang berwenang tidak segan untuk memberikan peringatan keras berikut sanksi kepada produsen atau pelaku bisnis yang bersangkutan. Keberadaan unit ini diharapkan juga akan meningkatkan pengawasan dari masyarakat untuk kepentingan mereka sendiri. Masyarakat akan semakin kritis memilih dan mengawasi produk sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang diinginkannya. Hal ini berhubungan dan merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mempersiapkan konsumen untuk bersikap kritis adalah mutlak diperlukan apabila Indonesia tidak mau tergelincir dalam menghadapi pasar bebas. 130
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

perlindungan konsumen perlindungan konsumen perlindungan konsumen(1)

perlindungan konsumen perlindungan konsumen perlindungan konsumen(1)

Perlindungan pasien yang dimaksud disini adalah perlindungan yang didapatkan secara hukum. Hak pasien adalah hak konstitusi, atau lebih mendasarnya disebut hak asasi dalam memperoleh pelayanan kesehatan. UU bagi perlindungan konsumen khususnya pasien merupakan payung hukum perlindungan yang dapat menjamin pelayanan kesehatan yang maksimal dan bervisi kemanusiaan, sehingga tak ada lagi perlakuan yang semena-mena terhadap konsumen kesehatan.

5 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen  Dalam Melakukan Kredit Kendaraan Bermortor Melalui Lembaga Leasing  Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999

Perlindungan Konsumen Dalam Melakukan Kredit Kendaraan Bermortor Melalui Lembaga Leasing Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999

Pada era perdagangan bebas dimana arus barang dan jasa dapat masuk kesemua Negara dengan bebas maka yang seharusnya terjadi adalah persaingan yang jujur persaingan yang jujur adalah suatu persaingan dimana Konsumen dapat memilih barang atau jasa karena jaminan kualitas dengan harga yang wajar. Oleh karena itu pola perlindungan Konsumen perlu diarahkan pada pola kerjasama antar Negara antara semua pihak yang berkepentingan agar terciptanya suatu model perlindungan yang harmonis berdasarkan atas persaingan jujur, hal ini sangat penting tidak hanya bagi konsumen tetapi bagi produsen sendiri diantara keduanya dapat memperoleh keuntungan dengan kesetaraan posisi antara produsen dan kosumen, perlindungan terhadap konsumen sangat menjadi hal yang sangat penting di berbagai Negara bahkan Negara maju misalnya Amerika Serikat yang tercatat sebagai Negara yang banyak memberikan sumbangan dalam masalah perlindungan konsumen.33
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN KONSUMEN

 The Due Care Theory Pelaku usaha harus berhati-hati dalam memasarkan produk, baik barang maupun jasa beban pembuktian berada pada pihak pelaku usaha  Prinsip kontrak bukan [r]

18 Baca lebih lajut

perlindungan konsumen inti sari perlindungan konsumen fitri 150606

perlindungan konsumen inti sari perlindungan konsumen fitri 150606

1 10 • PENGERTIAN: SETIAP DOKUMEN ATAU PERIKATAN YANG DISUSUN SENDIRI OLEH PEMBUATNYA TANPA ISINYA DI BICARAKAN DENGAN PIHAK/PIHAK-PIHAK LAINNYA; • KLAUSULA BAKU BERTENTANGAN DENG[r]

59 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen (4) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Perlindungan Konsumen (4) perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Alasan utamanya adalah konsumen merasa ingin diperlakukan secara adil dan jujur di dalam pasar. Beberapa bisnis tidak mengikuti standar ini sehingga konsumen mungkin dapat dirugikan atas penyalahgunaan yang terjadi seperti munculnya harga yang terlalu tinggi, produk yang tidak aman dan tidak nyata, jumlah yang berlebihan atau memperdayakan tuntutan iklan, dan mempromosikanbeberapa produk yang diketahui dapat membahayakan kesehatan konsumen.

5 Baca lebih lajut

Perlindungan Konsumen 2.ppt perlindungan konsumen perlindungan konsumen

Perlindungan Konsumen 2.ppt perlindungan konsumen perlindungan konsumen

sumber-sumber ekonomi mereka dalam mendapatkan barang atau jasa sumber-sumber ekonomi mereka dalam mendapatkan barang atau jasa kebutuhan hidup mereka. Untuk keperluan itu, tentu saja konsumen kebutuhan hidup mereka. Untuk keperluan itu, tentu saja konsumen harus mendapatkan informasi yang benar dan bertanggungjawab harus mendapatkan informasi yang benar dan bertanggungjawab tentang produk konsumen tersebut, yaitu informasi yang informatif tentang produk konsumen tersebut, yaitu informasi yang informatif tentang segala sesuatu kebutuhan hidup yang diperlukan.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...