politik etis

Top PDF politik etis:

Pendidikan Pada Masa Politik Etis di Hin

Pendidikan Pada Masa Politik Etis di Hin

Politik etis dalah suatu haluan politik baru yang berlaku di tanah jajahan Hindi Belanda sesudah tahun 1901, yakni setelah ratu belanda melontarkan suatu pernyataan bahwa “Negeri Belanda mempunyai suatu kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran serta perkembangan sosial dan otonomi penduduk pribumi” tujaun politik colonial baru ini adalah memperhatikan kemajuan dan perkembangan penduduk serta memeperhatikan pengolahan tanah. Dengan demikian secara teoretis “system eksploitasi diganti dengan system pengajaran yang maju”. Orientasi baru itu dikenal dengan namabermacam-macam seperti Ethis (etika), Politik kemakmuran atau politik asosiasi (Ensiklopedia Nasional Indonesia).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Politik asosiasi politik etis kegagalan

Politik asosiasi politik etis kegagalan

3. Edukasi ,memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan. Pengaruh politik etis dalam bidang pengajaran dan pendidikan sangat berperan dalam pengembangan dan perluasan dunia pendidikan dan pengajaran di Hindia Belanda. Salah seorang dari kelompok etis yang sangat berjasa dalam bidang ini adalah Mr. J.H. Abendanon (1852- 1925), seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan selama lima tahun (1900- 1905). Sejak tahun 1900 inilah berdiri sekolah-sekolah, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah.

8 Baca lebih lajut

Politik Etis dan Pendidikan Islam

Politik Etis dan Pendidikan Islam

Kebijakan Pemerintah Belanda mulai berubah pada awal abad ke-19. Kebijakan ini dinamakan Politik Etis atau “politik balas budi”. Politik Etis diberlakukan setalah Ratu Belanda berkata “kewajiban yang luhur dan tanggung jawab moral untuk rakyat di Hindia Belanda”. Berdasarkan pidato Ratu dilaksanakanlah poltik etis di Hindia Belanda. 1 Ada tiga prinsip dasar kebijakan tersebut:

5 Baca lebih lajut

PPT Sejarah Indonesia

PPT Sejarah Indonesia

POLITIK ETIS MENJADI JAWABAN BELANDA ATAS KONDISI SOSIAL EKONOMI DI INDONESIA POLITIK ETIS AKAN MENJADI LANDASAN BAGI BELANDA UNTUK SUATU POLITIK JAJAHAN YANG BERSIH DARI KESALAHAN TER[r]

10 Baca lebih lajut

T1 152009006 Daftar Pustaka

T1 152009006 Daftar Pustaka

Pengaruh Masuknya Sistem Pendidikan Barat Terhadap Timbulnya Semangat Nasionalisme Golongan Pribumi Pada Masa Politik Etis 1900–1942 di Kota Salatiga.. Skripsi, Program Sudi Pendidikan[r]

2 Baca lebih lajut

silabus sejarah indonesia madya

silabus sejarah indonesia madya

6, 7 dan 8 Mahasiswa mempunyai kompetensi untuk menjelaskan sebab akibat lahirnya politik Etis Kebijakan politik Etis Diskusi Sartono, K Linblad, T 9 UTS 10 dan 11 Mahasiswa mempunya[r]

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kolonialisme dan Misi Kristen di Jawa, Studi Historis Tentang Dukungan Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Penetrasi Misi Kristen Pada 1901—1942.

PENDAHULUAN Kolonialisme dan Misi Kristen di Jawa, Studi Historis Tentang Dukungan Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Penetrasi Misi Kristen Pada 1901—1942.

Islam sebagai agama yang menimbulkan bahaya terbesar bagi keamanan orang Eropa. Pola keempat dan terakhir muncul ketika kekuasaan kolonial telah sangat mapan sehingga rasa khawatir terhadap fanatisme Islam tidak lagi diperlukan. Sejak inilah perasaan superioritas yang nyata menjadi sangat dominan dan muncullah sikap sebagai penguasa. Orang Belanda mulai menganggap dirinya sebagai guru dan bahkan sebagai pengawas bagi bangsa yang masih belum terpelajar. Hal ini dimanifestasikan dalam dua cara: ide-ide pembangunan sekuler, terutama berpusat pada pendidikan, dan misi-misi Kristen. Namun, kedua hal ini akhirnya tidak dapat dipisahkan. Sesuai pembagian Steenbrink, maka periode politik etis terjadi ketika memasuki pola keempat. Pendapat Steenbrink ini sangat bermanfaat untuk membantu analisis mengapa pemerintah kolonial Belanda memberikan bantuan dan perlindungan terhadap misi Kristen.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PERSEPSI AKUNTAN DAN MAHASISWA PROD edit

PERSEPSI AKUNTAN DAN MAHASISWA PROD edit

Dalam kondisi inilah kita bisa mengharapkan bahwa ia akan menjadi seorang pengusaha atau manajer yang bertindak secara etis. Namun,kebebasan saja belum menjamin bahwa orang bisa bertindak secara otonom dan etis. Otonomi mengandaikan juga adanya tanggung jawab. Pengusaha atau manajer dituntut untuk bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya, yaitu :

17 Baca lebih lajut

PENGARUH ORIENTASI ETIS, EQUITY SENSITIVITY, DAN BUDAYA JAWA TERHADAP PERILAKU ETIS AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI YOGYAKARTA.

PENGARUH ORIENTASI ETIS, EQUITY SENSITIVITY, DAN BUDAYA JAWA TERHADAP PERILAKU ETIS AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI YOGYAKARTA.

lebih banyak menuntut haknya daripada memikirkan apa yang dapat diberikan, sehingga individu ini cenderung melakukan tindakan tidak etis bila hasil yang diperoleh lebih kecil dari input yang diberikan. Equity sensitivity menggambarkan keseimbangan antara inputs dan outcomes sehingga berada di tengah-tengah antara benevolents dan entitleds (Ustadi dan Utami, 2005). Beberapa studi telah menilai reliabilitas dan validitas skala diakui untuk mengukur Equity Sensitivity. Bart L. Weathington (2011) menyebutkan saat ini, ada dua langkah umum digunakan untuk mengukur Equity Sensitivity yaitu Equity Sensitivity Instrument (ESI) yang dikembangkan oleh Huseman (1985) dan Equity Preference Questionnaire (EPQ) yang dikembangkan oleh Sauley dan Bedeian (2000).
Baca lebih lanjut

181 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID TENTANG HUBUNGAN ISLAM DENGAN NEGARA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID TENTANG HUBUNGAN ISLAM DENGAN NEGARA - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Formulasi hubungan antara Islam dengan negara, dan kekuasaan dalam konteks politik Indonesia akan terus menjadi bahan perbincangan yang hangat di masa-masa yang akan datang. Salah satu aspek yang penting dicatat dari Abdurrahman Wahid adalah pemikirannya mengenai hubungan Islam dengan negara. Abdurrahman Wahid, menurut saya, telah ikut ‘menuntaskan’ hubungan agama dan negara yang penuh dilema, ketegangan, dan kadang sering saling meniadakan satu sama lain. Ini termanifestasikan dalam sejarah konflik Islam dan negara di negara- negara (berpenduduk) muslim pada masa-masa awal kemerdekaannya, termasuk di Indonesia. Bagi Abdurrahman Wahid, Islam dan negara adalah suatu entitas yang terpisah. Kehadiran negara merupakan suatu hukum, kebutuhan, tetapi manifestasinya bisa mengambil bentuk bermacam-macam, dan tidak mesti ‘formal Islam.’
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PERILAKU ETIS DAN TIDAK ETIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

PERILAKU ETIS DAN TIDAK ETIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Peduli dan Menghargai Orang Lain Peduli merupakan suatu sikap untuk turut serta dalam bertindak dan proaktif dalam melibatkan diri dengan lingkungan atau kondisi yang ada di sekitar [r]

18 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

4 • Kemampuan untuk kesadaran etis • Kemampuan untuk berpikir secara etis • Kemampuan untuk berperilaku secara etis • Kemampuan untuk kepemimpinan yang etis 5 Memiliki good moraland g[r]

2 Baca lebih lajut

POLITIK DALAM ISLAM Perspektif Sejarah d

POLITIK DALAM ISLAM Perspektif Sejarah d

“polis” yakni negara kota, dan juga dari bahasa latin yaiyu politica yang telah digunakan sejak abad ke-5 SM. Berarti hingga kini telah digunakan lebih dari 25 abad. Kota Athen adalah pusat pemerintahan orang-orang Yunani Kuno. Mereka menganggap bahwa dunia ini hanya wilayah mereka saja dan disebuykan sebagai polis. Setelah ia bergabung dengankota Sparta, Thesallia, Corynthe, Mylithos dan Samos, konsep polis semakin luas, ia meliputi kota-kota yang baru bergabung itu. Ahli filsafat Yunani yang pertama kali memperkenalkan istilah ini ialah Plato (427-347 SM) dengan karyanya Politica. Inilah buku yang pertama kali ditulis yang membicarakan tentang poltik dan merupakan peintis bagi kelahiran ilmu politik. Lihat Zainal Abidin Ahmad, Ilmu Politik Islam, Jilid I, (Jakarta Bulan Bintang, 1977), hlm. 20. Dan lihat juga Sukarna, Sistem Politik, (Bandung : Alumni, 1981), h. 13.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Sangat Tidak Etis Etis 1 2 3 4 5

Sangat Tidak Etis Etis 1 2 3 4 5

Kemudian indikasikan tingkat pentingnya masalah itu dengan arti penting bagi Saudara dengan memberi tanda silang sebagai berikut: 1 = Sangat tidak penting 2 = Tidak penting 3 = Netra[r]

29 Baca lebih lajut

KOMPARASI EVALUASI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI

KOMPARASI EVALUASI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI

Shaub (1994) dalam studinya terha- dap 91 mahasiswa akuntansi dan 217 audi- tor profesional, menemukan ada hubungan yang kuat dan konsisten antara gender dan moral development , yaitu perempuan memi- liki level moral development yang lebih tinggi daripada laki-laki. Hasil studi Cohen et al . (1998) menunjukkan bahwa secara konstan perempuan memiliki perbedaan dengan laki- laki dalam hal evaluasi etis , tujuan etis (ethi- cal intentions) dan orientasi etis dan subjek yang berasal dari disiplin ilmu akuntansi memandang beberapa tindakan dari perspe- ktif etis yang berbeda dibandingkan dengan subjek dari disiplin ilmu lain. Mereka juga menemukan bukti bahwa subjek dari di- siplin ilmu akuntansi memandang question- able actions sebagai tindakan kurang etis dan cenderung tidak akan melakukan tin- dakan tersebut. Pada studi ini, perempuan memiliki skor yang lebih tinggi pada bebe- rapa konstruk moral, khususnya perspektif deontological dan justice .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MAKALAH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB

MAKALAH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB

Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntutan dan pedoman berperilaku dalam menjalankan kegiatan perusahaan atau berusaha. Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Sistem bisnis beroperasi dalam suatu lingkungan dimana perilaku etis, tanggungjawab social, peraturan pemerintah dan perundangan saling berkaitan satu sama lain.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN, PENGALAMAN DAN ORIENTASI ETIKA TERHADAP AUDIT JUDGEMENT DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI JAWA TENGAH)

PENGARUH PENGETAHUAN, PENGALAMAN DAN ORIENTASI ETIKA TERHADAP AUDIT JUDGEMENT DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI JAWA TENGAH)

tugasnya, pastinya tidak akan memiliki pandangan yang sama terhadap kasus yang dihadapinya. Hal ini berbeda dengan seorang auditor junior yang belum mempunyai cukup pengalaman. Auditor yang sudah memiliki pengalaman kerja yang lebih akan memungkinkan perkembangan pengambilan keputusan etis yang lebih tinggi karena selama bekerja sebagai auditor seringkali dihadapkan dengan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan perilaku etis sehingga semakin sering seorang auditor mengalami situasi dilema etika maka akan semakin menjadikan auditor tersebut untuk lebih peka akan kejadian akan konflik yang sedang dihadapinya sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas opini dari auditor tersebut. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Larkin (2000) dalam penelitian Budi dkk (2005) yang melakukan penelitian yang melibatkan internal auditor di lembaga keuangan dan menyatakan bahwa internal auditor yang lebih berpengalaman cenderung lebih konservatif dalam menghadapi situasi dilema etika.
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

DAMPAK KODE ETIK PADA PENGARUH FILOSOFI ETIS DAN INTENSITAS ETIS TERHDADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS AKUNTAN PUBLIK Suryadi Winata

DAMPAK KODE ETIK PADA PENGARUH FILOSOFI ETIS DAN INTENSITAS ETIS TERHDADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS AKUNTAN PUBLIK Suryadi Winata

bahwa kode etik memperkuat pengaruh positif intensitas etis–social consensus ter- hadap pertimbangan etis akuntan publik tidak mendapat dukungan secara empirik. Uji tersebut dapat dilihat pada nilai signi- fikansi p-value sebesar 0,069<0,05 (signi- fikansi 5%). Kode etik tersebut tidak mem- perkuat pengaruh positif social consensus pada pertimbangan etis akuntan publik. Namun jika diuji dengan tingkat signi- fikansi 10%, maka kode etik dapat mem- perlemah pengaruh positif social consensus terhadap pertimbangan etis, yang sebelum nya bersifat positif (0,647) menjadi negatif (- 0,352). Kekuatan bersifat negatif tersebut adalah -0,999. Kekuatan yang memper- lemah ini menggambarkan bahwa kode etik dan social consensus adalah faktor-faktor yang mengambil bagian atau saling mengisi dalam mempengaruhi pertimbangan etis akuntan publik. Hasil uji hipotesis H.3d menunjukkan bahwa kode etik memperkuat pengaruh positif intensitas etis–social consen- sus terhadap intensi etis akuntan publik tidak mendapat dukungan secara empirik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Etis dan Tidak Etis dalam Perjanjian Lam (1)

Etis dan Tidak Etis dalam Perjanjian Lam (1)

pertahanan. Kitab Hakim-hakim kebanyakan menggambarkan tentang kisah-kisah peperangan ini. Oleh para ahli, perang yang ditulis dalam kisah ini kebanyakan merupakan perang kudus karena dalam hal ini, Tuhanlah yang berperang bagi Israel. Perang yang dimaksud di sini tidak hanya memiliki arti tindakan penyerangan namun juga memiliki kesamaan arti dengan membinasakan (p.75). Ini juga tidak juga secara keseluruhan, karena jika ditilik, terdapat begitu banyak peristiwa jatuh bangun bangsa Israel sebagai suatu bangsa. Tidak digambarkan sebuah peperangan yang mencakup bangsa Israel secara keseluruhan, hanya berupa suku-suku di Israel. Menurut Tollington sendiri, kitab ini kemungkinan sudah mengalami pengeditan oleh beberapa orang yang berkepentingan agar dapat dipakai menjadi kitab bagi komunitas orang percaya. Hal ini terlihat dari adanya dalam cara menggunakan bahasa dan mempresentasikan semua isu tentang peran Allah dalam dengan perang. Ada juga kemungkinan bahwa penulis kitab ini dengan sengaja telah menyembunyikan opini etisnya dan membiarkan para pembacanya untuk menarik kesimpulan pribadi dari tulisan mereka (p. 73). Yang jelas, dari sudut etis, kejatuhan Israel ke dalam penjajahan dan penderitaan terjadi karena mereka melupakan Tuhan dengan menyembah berhala. Hal ini merupakan tindakan yang dipandang jahat oleh Allah. Kitab Hakim-hakim menghadirkan konsep tentang perang sebagai pengajaran Tuhan kepada Israel dalam konteks mereka sebagai suatu bangsa. Perang digunakan Tuhan untuk menguji apakah Israel taat atau tidak kepada-Nya.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

ETIKA DAN HUKUM KESMAS. docx

ETIKA DAN HUKUM KESMAS. docx

Hubungan moral dan etika sangat erat, mengingat etika membutuhkan moral sebagai landasan atau pijakan di dalam melahirkan sikap tertentu. Moral dan etika secara etimologis tidak ada bedanya yaitu suatu norma atau nilai yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok. Sehingga jika terjadi pelanggaran atas norma tersebut seringkali seseorang dikaatakan bahwa perbuatannya tidak etis atau tingkah lakunya bejat dan tidak bernilai. Etika tidak menentukan benar dan salah, karena hal itu diatur oleh konsep moral. Kebenaran etika ditentukan oleh baik faktor internal maupun eksternal. 3 [3]
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...