sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran

Top PDF sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran:

STUDI SISTEM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA PABRIK PEMBUATAN PESAWAT TERBANG.

STUDI SISTEM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA PABRIK PEMBUATAN PESAWAT TERBANG.

Abstrak: Pembangunan suatu gedung, penting untuk memperhatikan keselamatan jiwa para penghuninya. Pada pabrik pesawat terbang, perencanaan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran sangatlah penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran di pabrik pesawat terbang dengan studi kasus PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung. Sistem pencegahan kebakaran yang dievaluasi adalah hidran, springkler, Pemadam Api Ringan (PAR), detektor kebakaran, alarm kebakaran, dan alat bantu evakuasi. Peraturan yang dipakai adalah SKBI (Standar Konstruksi Bangunan Indonesia), SNI (Standar Nasional Indonesia), dan NFPA (National Fire Protection Association). Bangunan yang dijadikan studi kasus adalah hanggar cat, kantor Sub-Assy, gedung poliklinik, gedung Dharma Wanita, dan gudang Flammable Storage. Sistem penanggulangan kebakaran yang dievaluasi adalah organisasi pemadam kebakaran. Berdasarkan hasil evaluasi sistem pencegahan kebakaran, didapatkan pada beberapa bangunan atau area, ada yang sudah memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA; ada yang belum memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA; dan ada pula yang memenuhi salah satu/ dua dari persyaratan dalam SKBI, SNI, dan NFPA. Maka PTDI disarankan untuk memenuhi jumlah alat pencegah kebakaran sesuai peraturan dan menambah jumlah anggota regu pemadam kebakaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Sistem komunikasi sangat penting dalam situasi darurat bencana, harus dipastikan semua sistem kimunikasi berfungsi dengan baik saat digunakan. Sistem komunikasi darurat terintegrasi dengan sistem alarm yang berfungsi memberikan tanda komunikasi dengan menggunakan peralatan Titik Panggil Manual (Manual Pull Station) yang diteruskan ke alarm kebakaran yang bertujuan memberitahukan kepada penghuni gedung untuk melakukan evakuasi dan tindakan penyelamatan (SNI 03- 1735-2000).

37 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

ICU RSUP H Adam Malik menempati salah satu ruangan pada bangunan di gedung CMU yang sudah berdiri sejak tahun 1993 dan belum mengalami renovasi. Ketersediaan sistem proteksi kebakaran yang cukup dan sesuai dengan standar merupakan salah satu cara pencegahan yang efektif untuk menghindari dan meminimalisir terjadi kebakaran serta mencegah jatuhnya korban jiwa, dimana didukung dengan berbagai macam sarana yang berpotensi terjadinya kebakaran.

4 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Item Yang Dievakuasi Kondisi Terakhir Waktu Keterangan Sesuai Tidak Sesuai 1.. Ada kebijakan/peraturan dari depkes/petugas adam malik  Hanya tentang kesiapan pada saat k[r]

27 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Berdasarkan hasil penelitian, rancangan dan tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran di ICU RSUP H. Adam Malik masih memerlukan banyak perbaikan. Sarana penanggulangan kebakaran yang aktif hanya APAR. Frekuensi pelatihan dan simulasi jarang dilakukan, belum ada peta tapi petunjuk jalur evakuasi sudah ada. Saran penelitian adalah segera diperbaiki dan diadakan system penanggulangan kebakaran juga sosialisasi mengenai proseduir penanggulangan kebakaran kepada seluruh karyawan dan pengunjung rumah sakit. Untuk sarana dan prasarana yang ada perlu diperbaiki dalam pemasangan agar disesuaikan dengan peraturan yang ada. Pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran juga harus lebih sering dilakukan, terutama kepada karyawan baru.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Berdasarkan hasil penelitian, rancangan dan tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran di ICU RSUP H. Adam Malik masih memerlukan banyak perbaikan. Sarana penanggulangan kebakaran yang aktif hanya APAR. Frekuensi pelatihan dan simulasi jarang dilakukan, belum ada peta tapi petunjuk jalur evakuasi sudah ada. Saran penelitian adalah segera diperbaiki dan diadakan system penanggulangan kebakaran juga sosialisasi mengenai proseduir penanggulangan kebakaran kepada seluruh karyawan dan pengunjung rumah sakit. Untuk sarana dan prasarana yang ada perlu diperbaiki dalam pemasangan agar disesuaikan dengan peraturan yang ada. Pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran juga harus lebih sering dilakukan, terutama kepada karyawan baru.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

Analisa Sistem Pencegahan Penanggulangan Kebakaran di Fasilitas Intensive Care Unit RSUP. H. Adam Malik

DAFTAR PUSTAKA Data Kebakaran DKI Jakarta, www.skaifire.com, Oktober 2011.Diakses tanggal 20 Maret 2014 Departemen Pendidikan Nasional 2003, Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran, Bagian[r]

2 Baca lebih lajut

PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TERJADINYA kebakaran

PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TERJADINYA kebakaran

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI PT.INKA (PERSERO) MADIUN JAWA TIMUR

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI PT.INKA (PERSERO) MADIUN JAWA TIMUR

PT.INKA Madiun adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang perhubungan darat, khususnya perkeretaapian. Perusahaan ini mempunyai potensi dan faktor bahaya yang cukup besar terjadinya suatu kecelakaan kerja.seperti halnya terjadinya kebakaran. Oleh karena itu di PT.INKA Madiun perlu menerapkan kselamatan dan kesehatan kerja yang berwawasan lingkungan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, efisien dan produktif. Penerapan Sistem Keselamatan Kerja di PT.INKA antara lain meliputi : Penyediaan APD, Penanganan Kebakaran, Keselamatan Kerja Listrik, Pembentukan Organisasi K3LH, Penerapan inspeksi K3, Emergency Planning, dan sistem pelaporan , penyelidikan, pencatatan dan data kecelakaan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

APLIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI PT. PURA BARUTAMA UNIT OFFSET KUDUS

APLIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI PT. PURA BARUTAMA UNIT OFFSET KUDUS

PT. Pura Barutama, khususnya unit Offset merupakan perusahaan yang bergerak dibidang printing and packaging, yang mana dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja dinyatakan bahwa untuk industri percetakan termasuk kategori industri dengan potensi bahaya sedang 2, yaitu tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan dengan tinggi lebih dari 4 meter, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Implementasi Pre Fire Planning Pada Tank 38t-105 Di Pt Pertamina (Persero) Refinery Unit Iv Cilacap, Jawa Tengah bab 1

Implementasi Pre Fire Planning Pada Tank 38t-105 Di Pt Pertamina (Persero) Refinery Unit Iv Cilacap, Jawa Tengah bab 1

1. Bagaimana pengendalian risiko pada bahaya kebakaran di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap dalam pencegahan dan penanggulangan api yang digunakan untuk sistem proteksi kebakaran. 2. Bagaimana implementasi Pre Fire Planning pada tanki di PT Pertamina

7 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran

Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran

Kebakaran merupakan kejadi yang mengakibatkan kerugian berupa nyawa atau harta benda serta dapat terjadi dimana saja. Salah satu kebakaran yang paling fatal adalah yang terjadi di sektor industri karena hal ini mengganggu kelangsungan kegiatan operasional dan produksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem proteksi kebakaran di PT. PJB Unit Pembangkitan Brantas. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan cross sectional dan jenis penelitian observasional. Observasi lapangan terhadap alat dan sarana proteksi kebakaran menggunakan lembar checklist mengacu pada peraturan nasional dan internasional. Wawancara dilakukan kepada informan penelitian terdiri atas 3 karyawan yaitu Supervisor bidang Sipil dan LK3, Safety Officer dan Ketua Regu Pemadam Kebakaran PT. PJB UP Brantas. Hasil penelitian ini menunjukkan apabila PT. PJB UP Brantas telah membuat identifikasi potensi risiko kebakaran di gedung kantor dan sudah dilakukan pengendalian dalam bentuk sistem proteksi kebakaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN SEBAGAI ANTISIPASI DINI TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN DI PUSDIKLAT MIGAS CEPU

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN SEBAGAI ANTISIPASI DINI TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN DI PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang selanjutnya disebut system manajemen K3 sesuai yang tertuang didalam Permenaker RI No. Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3 merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja untuk mencuiptakan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (Tarwaka, 2008).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

peraturan daerah provinsi daerah khusus ibukota jakarta nomor 8 tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran

peraturan daerah provinsi daerah khusus ibukota jakarta nomor 8 tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran

2 Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a di tingkat RW dan Kelurahan dapat dibentuk Sistem Keselamatan Kebakaran Lingkungan SKKL[r]

39 Baca lebih lajut

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA   Analisis Ketersediaan Sarana Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Sebagai Upaya Mengurangi Kerugian Akibat Terjadinya Kebakaran Di Pt Tyfountex Indonesia.

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA Analisis Ketersediaan Sarana Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Sebagai Upaya Mengurangi Kerugian Akibat Terjadinya Kebakaran Di Pt Tyfountex Indonesia.

Salah satu bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja adalah terjadinya kebakaran. Menurut Tarwaka (2012), bahaya kebakaran dapat terjadi setiap saat, kapan saja dan dimana saja, karena terdapat banyak peluang yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Dengan terbitnya Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 186 Tahun 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 2 Tahun 1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Automatik yang membuktikan bahwa masalah kebakaran adalah masalah yang serius untuk ditanggulangi, terutama untuk pengamanan tenaga kerja, gedung dan lingkungan sekitar terhadap bahaya kebakaran. Dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di PT Tyfountex Indonesia terhadap lingkungan kerja dengan cara observasi dan melakukan wawancara. Dari observasi didapatkan temuan peralatan kerja dan proses kerja yang tidak aman dan dapat menimbulkan risiko terjadinya kebakaran. Pada peralatan ditemukan peralatan dengan sistem kerja mesin yang dioperasikan secara terus menerus selama 24 jam. Akibatnya peralatan mesin menjadi panas dan sangat berisiko terjadinya kebakaran. Pada bagian produksi, terdapat beberapa proses yang diantaranya maintenance (mekanik). Pada bagian ini menggunakan mesin kompresor dan gerenda. Pada bagian selanjutnya adalah cutting (pemotongan), yaitu proses memotong kain dengan menggunakan mesin spreader, katrol kain dan panel listik. Selanjutnya bagian sewing (menjahit), yaitu proses mejahit dengan menggunakan mesin jahit, meja lampu, dan needle detector. Bagian folding (melipat), dengan menggunakan setrika, semprot krebs dan hair dryer. Kemudian bagian polybag (pengemasan), yaitu mengemas dengan menggunakan mesin press. Sedangkan dari hasil wawancara dengan sekuriti, tim tanggap darurat dan ahli K3 perusahaan didapatkan bahwa sering terjadi kebakaran kecil yang diakibatkan oleh panasnya mesin dan menumpuknya kotoran debu sisa pembakaran pada bagian pembuangan. Konsleting listrik juga kadang terjadi dan menimbulkan percikan serta kebakaran kecil. Penggunaan mesin yang terus menerus selama 24 jam juga menjadi salah satu faktor timbulnya masalah kebakaran di perusahaan tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERDA Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

PERDA Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Yang dimaksud dengan proteksi aktif adalah sistim perlindungan terhadap kebakaran yang dilaksanakan dengan mempergunakan peralatan yang dapat bekerja secara otomatis maupun manual, digunakan oleh penghuni atau petugas pemadam kebakaran dalam melaksanakan operasi pemadaman, selain itu sistem itu digunakan dalam melaksanakan penanggulangan awal kebakaran, meliputi sistem pipa tegak dan selang, sprinkler otomatis, pencahayaan darurat, sarana komunikasi darurat, lift kebakaran, sistem deteksi dan alarm kebakaran, alat pengendali asap, ventilasi, pintu tahan api otomatik dan pusat pengendali kebakaran
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA CV PUTRA NUGRAHA.

IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA CV PUTRA NUGRAHA.

Kebakaran merupakan salah satu dari bentuk kecelakaan yang merugikan baik secara material maupun immaterial, karena kecelakaan ini dapat menghilangkan barang, harta, bahkan bisa nyawa manusia yang akan hilang. Kecelakaan seperti kebakaran ini dapat menghentikan proses produksi atau berbagai aktivitas yang menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan terkait. Biasanya apabila terjadi kebakaran orang akan sibuk untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan barang pribadinya, dibanding menghentikan sumber terjadinya kebakaran. Sehingga, perusahaan harus memiliki sistem penanggulangan pemadam kebakaran untuk mencegah, menanggulangi, dan menghentikan kebakaran (Farida, 2009).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pembangunan Multimedia Interaktif Untuk Penyuluhan Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Dinas Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung

Pembangunan Multimedia Interaktif Untuk Penyuluhan Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Dinas Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung

Istilah virtual reality dipakai pertama kali di awal tahun 1990-an pada game video dan komputer, terutama untuk permainan tembak-menembak dari sudut pandang orang pertama. VR ini memberikan realitas buatan yang membawa manusia pada area 3D buatan komputer. Sistem virtual reality ini menggunakan stereoscopic googles (kacamata) yang menyediakan gambar 3D dan perangkat elektronik lain berbasis sensor dipasang pada badan untuk memberikan efek seolah-olah pemain bisa memegang objek-objek yang tampak pada kaca mata 3D. Perkembangan komputer dan perangkat lunaknya memungkinkan semua gambaran ‘nyata’ hadir di semua bidang kehidupan, mulai game, kedokteran, hingga bisnis. Misalnya untuk bagian marketing, teknologi VR memungkinkan penjual mempresentasikan produk langsung ke benak konsumen lebih nyata, sesuatu yang tidak mampu dilakukan media promosi konvensional. Contoh bagi industri wisata, dengan VR calon wisatawan bisa merasakan dahulu tur ’maya’ objek wisata yang hendak dikunjunginya.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

274827711 Sistem Manajemen Penanggulangan Kebakaran Hilmi

274827711 Sistem Manajemen Penanggulangan Kebakaran Hilmi

minimum 2 (dua) tahun sekali bagi karyawan kantor kecuali sakit menurut petunjuk dokter. Selain itu program pencegahan dan penggulangan kecelakaan kerja lainnya yang telah dilakukan oleh team P2K3 diantaranya adalah dengan menyiapkan SOP (Standar Operasional Prosedur), lembar data Keselamatan Bahan (MSDS), dan perlindungan perorangan dengan alat pelindung diri. Pemasangan rambu – rambu keadaaan darurat seperti Hollow Point sudah dilakukan

41 Baca lebih lajut

Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Pusdiklat Migas Cepu ARI SUPRAYITNO

Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Pusdiklat Migas Cepu ARI SUPRAYITNO

Kejadian-kejadian di atas semakin mempertebal keyakinan kita bagaimana api yang telah berkombinasi dengan oksigen dan bahan bakar dalam komposisi yang tepat akan menyebabkan bencana yang dahsyat. Kebakaran dalam hal ini yang menimpa industri minyak dan gas tidak hanya menimbulkan kerugian secara material tetapi juga secara immaterial. Pada kejadian Plumpang saja Pertamina tercatat kehilangan 1500 kilo liter minyaknya. Pun begitu dengan peristiwa di Cilacap, Pertamina terpaksa mengeluarkan 400.000 barel cadangan minyaknya untuk diinjeksi ke kilang minyak Pertamina di Cilacap.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...