Susilo Bambang Yudhoyono

Top PDF Susilo Bambang Yudhoyono:

KEIKUTSERTAAN INDONESIA DI BAWAH PEMERINTAHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DALAM MENGATASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

KEIKUTSERTAAN INDONESIA DI BAWAH PEMERINTAHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DALAM MENGATASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Keikutsertaan Indonesia Di Bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global”. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

15 Baca lebih lajut

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DIBAWAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Tahun 2009-2011

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DIBAWAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Tahun 2009-2011

Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara demokratis sebagai Presiden Indonesia pada tahun 2004, memunculkan sejumlah harapan publik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan domestik akibat krisis 1997. Salah satu tugas berat SBY adalah melakukan revitalisasi peran internasional Indonesia agar dapat kembali berperan aktif dalam berkontribusi terhadap permasalahan internasional maupun pemenuhan kepentingan nasional melalui instrumen politik luar negeri. Peringatan ke-50 Konferensi Asia-Afrika pada April 2005 dengan menawarkan kerja sama New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) merupakan manifestasi awal dari keinginan Indonesia dibawah pemerintahan SBY untuk kembali aktif dalam pergaulan masyarakat internasional. 4 Untuk membahas tentang pola politik luar negeri Indonesia dibawah SBY, maka pembahasan dalam tulisan ini dibagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama membahas tentang kerangka teoritis yang dikaitkan secara langsung dengan isu-isu strategis yang menjadi concern pemerintahan SBY. Bagian kedua membahas tentang pola ataupun grand design politik luar negeri SBY berdasarkan kerangka teori yang penulis gunakan. Dan bagian terakhir adalah kesimpulan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas 					  Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di 					  Harian Kompas

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas

keterpilihan atau elektabilitas Partai Demokrat menyentuh angka 8,3 persen, hal ini terjadi karena pemberitaan yang marak tentang kasus korupsi yang diduga dilakukan oknum-oknum dari partai Demokrat termasuk Anas Urbaningrum yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Umum PD. Sejumlah politisi Demokrat menyampaikan sinyal agar Anas mundur agar elektabilitas partai tidak terus menurun dan meminta Yudhoyono turun tangan, maka pada hari Jumat tanggal 8 Februari 2013 melalui rapat tertutup di Cikeas, Bogor, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengambil alih Partai Demokrat melalui Majelis Tinggi, sehingga seluruh mekanisme partai harus melalui Majelis Tinggi yang dipimpin oleh Yudhoyono, juga ia menyatakan melalui konfrensi press yang diadakan setelah rapat, agar Anas Urbaningrum fokus menghadapi kasus hukum yang ditangani KPK (Sumber : SBY kuasai penuh Demokrat. 9 Februari 2013. Kompas)
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM KERJASAMA PARIWISATA DENGAN TURKI ERA PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM KERJASAMA PARIWISATA DENGAN TURKI ERA PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Mengenai bentuk strategi yang general dan penting untuk dilakukan oleh negara negara di dunia yaitu saling respect antar negara bangsa. Negara Indonesia dengan negara Turki memiliki tingkat saling respect yang tinggi satu sama lain. Hal tersebut dipraktekan dengan dilakukanya kunjungan kenegaraan oleh kedua pemimpin negara. Kunjungan kepresidenan atau kenegagraan tersebut dilakukan selain untuk menjaga keharmonisan hubungan kedua negara, juga digunakan sebagai forum bagi kedua pemimpin negara untuk membahass setiap kerjasama yang telah disepakati serta mengenai prospeknya. Hal ini yang dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengunjungi negara Turki dalam rangka kunjungan kepresidenan. Kunjungan kepresidenan tersebut merupakan pertama kalinya semenjak terakhir kali setelah 25 tahun silam (Kusumaputra 2010). Di dalam kunjungan kepresiden tersebut menjadikan pertemuan yang mempererat hubungan kedua negara sekaligus menjadi forum internasional dan juga memperbincangkan mengenai tindak lanjutan dari beberapa MoU (Nota Kesepahaman) yang telah disepakati dan ditandatangani kedua negara dan termasuk MoU kerjasama bidang pariwisata di dalamnya (Bambang 2010).
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

Keikutsertaan Indonesia Di Bawah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global

Keikutsertaan Indonesia Di Bawah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global

Keikutsertaan Indonesia di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengatasi dampak pemanasan global dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keadaan alam dan lingkungan Indonesia yang semakin mengalami kerusakan yang dikarenakan terjadinya pemanasan global yang menjangkit seluruh negara di dunia. Pemanasan global terjadi karena adanya kerusakan lingkungan yang dikenal dengan nama efek rumah kaca. Dengan adanya kerusakan lingkungan ini, Indonesia tidak dapat melakukan pembangunan secara maksimal, baik pembangunan secara ekonomi, sosial budaya, politik dan lainnya. Selain dari pada itu, dunia internasional pun akan mengalami kesulitan untuk menanggulangi dampak dari pemanasan global jika Indonesia tidak turut serta dalam penanggulangan masalah ini. Hal ini terjadi karena kondisi alam Indonesia memiliki peran yang cukup sentral di dalam penanggulangan dampak pemanasan global. Luasnya hutan dan laut yang dimiliki oleh Indonesia membuat pihak-pihak internasional menyimpan harapan yang besar pada Indonesia dalam keberhasilan penanggulangan masalah ini. Oleh karenanya pihak-pihak internasional tidak akan menutup mata bagi Indonesia dan berusaha untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia. Keberhasilan dalam penyelesaian dampak pemanasan global akan berdampak pada kemajuan pembangunan yang dilakukan Indonesia dan Indonesia akan semakin sukses untuk menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan secara terus menerus.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Langkah-langkah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik Aceh

Langkah-langkah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik Aceh

Walaupun nota kesepahaman sudah ditandatangani bersama, tapi kritik dan tantangan belum hilang sama sekali. Pro dan kontra antara perdamaian melalui meja perundingan dan melanjutkan perang di medan pertempuran selalu timbul dalam memilih cara penyelesaian konflik bersenjata. Di belahan bumi mana saja dan sepanjang sejarah hal itu biasa terjadi, sehingga bukan merupakan masalah istimewa. Sebagai contoh, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih penyelesaian konflik secara damai untuk masalah Aceh, mengandalkan apa yang disebutnya sebagai soft power. Tak urung kritik tetap dilancarkan terhadap berbagai segi musyawarah Helsinki, dari soal isi yang dirundingkan sampai soal sifat dan kedudukan perundingan dengan GAM itu sendiri. Sebenarnya ada inkonsistensi dalam berbagai kritik itu. Jika yang dipermasalahkan
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Retorika Barack Hussein Obama Dan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Menanggapi Isu Isis Di Dunia

Retorika Barack Hussein Obama Dan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Menanggapi Isu Isis Di Dunia

Pada penelitian ini, metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif. Penggunaan metode ini dikarenakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna (Sugiyono, 2011). Penggunaan metodologi penelitian kualitatif ini dikarenakan pada penelitian ini, penulis akan melakukan interpretasi terhadap makna-makna yang ada dibalik bahasa verbal dan nonverbal dalam retorika Barack Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono. Dari judul penelitian yang dilakukan telah jelas terlihat bahwa penelitian ini akan menggunakan metodologi kualitatif karena hasil penelitian yang didapatkan akan berupa uraian penjelasan dan bukan berupa analisis angka-angka. Penelitian ini berdiri pada paradigma kritis, yaitu paradigma yang menggunakan prinsip dasar ilmu sosial interpretif dengan tujuan untuk menginterpretasikan dan memahami pengalaman manusia dalam konteksnya. Paragdima kritis dalam ilmu komunikasi mampu membebaskan dan membangkitkan kesadaran kritis, baik bagi yang mendominasi ataupun yang terdominasi (Yasir, 2012).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas

Setelah sempat menghilang dari media pada bulan September tepatnya tanggal 15 September 2013 Anas Urbaningrum mendirikan PPI (Persatuan Pergerakan Indonesia), menurut juru bicara PPI Ma'mun Murod Al Barbasy, PPI didirikan sebagai gerkan tandingan dari sebuah sistem yang dirasakan semakin diskriminatif, baik dalam hal hukum, politik dan lainnya, maka PPI akan melawan melalui konteks itu menurutnya. Pendirian PPI ini ditanggapi serius oleh Partai Demokrat dengan mencopot Gede Pasek Suardika dari Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR, mereka adalah loyalis Anas yang datang menghadiri deklarasi PPI di rumah Anas, pencopotan ini menurut rumornya adalah bentuk ketidaksukaan Partai Demokrat terhadap PPI dan terhadap Anas, tapi Ketua Harian Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan mengatakan, pencopotan Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa merupakan bentuk penerapan disiplin partai, ia juga menambahkan pencopotan itu telah disetujui oleh Ketua Umun Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Media saat itu mewacanakan kejanggalan dalam pencopotan kedua loyalis Anas ini, mengapa pencopotan terjadi setelah deklarasi PPI, apakah ini sebagai bentuk ancaman dari SBY kepada siapa saja anggota Partai Demokrat yang pro Anas, apakah dengan mendirikan PPI, Anas, ingin kasusnya menjadi perlawanan Politik dan bukan perlawanan Hukum (Sumber: Loyalis Anas Dicopot. 19 September 2014. Kompas)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas

Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum vs Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas

Skripsi ini berjudul “Pertarungan Wacana Dalam Pemberitaan Anas Urbaningrum VS Susilo Bambang Yudhoyono di Harian Kompas”. Penelitian fokus pada penelitian analisis isi teks media ada pun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigma kritis. Alasan peneliti memilih topik ini adalah untuk mengetahui bagaimana teks- teks pertarungan wacana antara Anas vs SBY disajikan dan bagaimana representasi ideologi media dalam teks-teks yang berkaitan dengan konflik ini ditampilkan dalam Harian Kompas.

11 Baca lebih lajut

INTERPERSONAL MEANING IN THE SPEECH OF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO AND TONY ABBOTT IN PHONE-TAPPING CASE (MAKNA INTERPERSONAL DI DALAM PIDATO SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN TONY ABBOTT DALAM KASUS PENYADAPAN TELEPON)

INTERPERSONAL MEANING IN THE SPEECH OF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO AND TONY ABBOTT IN PHONE-TAPPING CASE (MAKNA INTERPERSONAL DI DALAM PIDATO SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN TONY ABBOTT DALAM KASUS PENYADAPAN TELEPON)

Analisa wacana didefinisikan sebagai sebuah investigasi penggunaan bahasa baik di dalam lisan maupun tulisan (Mayr, 2008:2). Pidato merupakan salah satu bentuk wacana tertulis yang dijadikan objek di dalam penelitian ini. Pidato yang berjudul “Pidato Susilo Bambang Yudhoyono dalam Penyadapan Telepon” pada hari Kamis, 21 November 2013 dan “Perdana Menteri Tony Abbott Meresepon Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono” telah menggemparkan pemerintah Indonesia atas kejadian penyadapan telepon tersebut. Untuk menganalisa data tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna menjawab tujuan studi ini, yaitu menjelaskan interaksi antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Tony Abbott, serta menginvestigasi makna di balik pidato Susilo Bambang Yudhoyono maupun Tony Abbott tersebut. Selanjutnya, dengan menganalisa penggunaan 'mood', 'modality', 'personal pronoun', dan juga 'tense shift', penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono dan Tony Abbott menggunakan pola 'mood' dan 'personal pronoun' yang sama, namun mereka memiliki 'modality' dan 'tense shift' yang berbeda. Dalam hal ini, adanya kesamaan maupun perbedaan tersebut membuktikan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono ragu dan kurang menunjukkan kekuatannya dibandingkan dengan Tony Abbott. Hal ini direfleksikan ketika ia ragu menunjuk Australia sebagai satu-satunya pihak yang melakukan tindakan kriminalitas dunia maya, yaitu penyadapan. Sedangkan, Tony Abbott lebih menunjukkan kekuatannya daripada Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini ditunjukkan ketika ia menolak untuk meminta maaf pada pemerintah Indonesia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KEGAGALAN DIPLOMASI PEMERINTAHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TERHADAP PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA TAHUN 2004 – 2009

KEGAGALAN DIPLOMASI PEMERINTAHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TERHADAP PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA TAHUN 2004 – 2009

This research tries to find the diplomation done by President Susilo Bambang Yudhoyono to improve the relationship of both neighbour countries. The concept used in this research is the diplomation concept. This research uses library research of the data collection technique and the descriptic as the data analysis technique.

2 Baca lebih lajut

TAKTIK SELF PRESENTATION PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) MELALUI AKUN TWITTER (SBYUDHOYONO) | Jap | Jurnal e-Komunikasi 1742 3360 1 PB

TAKTIK SELF PRESENTATION PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) MELALUI AKUN TWITTER (SBYUDHOYONO) | Jap | Jurnal e-Komunikasi 1742 3360 1 PB

Pada hari Sabtu, 13 April 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat akun resmi Twitter miliknya @SBYudhoyono yang telah diverifikasi. Hingga hari Rabu, 27 November 2013, akun Twitter Presiden SBY telah diikuti oleh 4,080,610 followers.(https://twitter.com/SBYudhoyono). Dalam hitungan jam sejak akun resmi Twitter miliknya dibuat, follower akun Twitter SBY meningkat dengan sangat drastis. Kehadiran akun Twitter SBY menghadirkan respon yang positif dan negatif. Beberapa berkomentar bahwa SBY hanya mengikuti apa yang dilakukan Obama, dan ada juga yang berkomentar bahwa SBY berusaha terlalu keras dalam memperoleh simpati publik. Tetapi banyak juga yang memberikan pujian dan berharap presiden SBY dapat berdialog secara langsung dengan penduduk Indonesia. Masyarakat juga dapat secara langsung melaporkan kekhawatiran mereka kepada SBY. Secara teori, teknologi digital memperbolehkan para pemimpin untuk terlibat dalam percakapan dalam level yang baru dengan pemilihnya, mentransformasi kegiatan kampanye menjadi sesuatu yang lebih dinamis, lebih berupa dialog, daripada ketika abad 20. (Setiowati, 2013, p.23)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pidato Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perselisihan Kpk Dan Polri (Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Tentang Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perselisihan Kpk Dan Polri).

Pidato Kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perselisihan Kpk Dan Polri (Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Tentang Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perselisihan Kpk Dan Polri).

Perselisihan yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato resmi menyangkut polemik KPK-Polri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis wacana teks pidato kebijakan Presiden SBY terkait perselisihan KPK dan Polri. Metode penelitian yang digunakan dalam metode kualitatif dengan pendekatan Kognisi Sosial yang dikembangkan oleh Teun A.Van Dijk yang melihat wacana bukan hanya dari struktur wacana, tetapi juga menyertakan bagaimana wacana itu diproduksi. Wacana oleh Van Dijk dibentuk oleh tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data pada analisis teks dan studi pustaka.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENUTUP CITRA KEPEMIMPINAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO SEBAGAI PEMIMPIN POLITIK YANG EFEKTIF (Studi Analisis Isi Pemberitaan Surat Kabar Harian Kompas dan Tempo tentang Citra Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Pemimpin Politik yang Efektif dalam P

PENUTUP CITRA KEPEMIMPINAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO SEBAGAI PEMIMPIN POLITIK YANG EFEKTIF (Studi Analisis Isi Pemberitaan Surat Kabar Harian Kompas dan Tempo tentang Citra Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono Sebagai Pemimpin Politik yang Efektif dalam P

Pemberitaan surat kabar harian (SKH) Kompas dan Tempo periode Juli – Desember 2009 menegaskan citra kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin politik yang efektif dalam penanganan kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Citra kepemimpinan ini dapat dilihat dari tiga temuan penelitian berikut:

22 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEBIJAKAN INDONESIA TERHADAP IMF PADA MASA PEMERINTAHAN MEGAWATI SOEKARNO PUTRI HINGGA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

PERUBAHAN KEBIJAKAN INDONESIA TERHADAP IMF PADA MASA PEMERINTAHAN MEGAWATI SOEKARNO PUTRI HINGGA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Permasalahan yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Perubahan kebijakan Indonesia pada masa Pemerintahan Megawati Soekarnoputri- Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan Metode Penelitian yang peneliti gunakan adalah Deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu kebijakan pemerintahan Indonesia pada masa Megawati dan SBY terhadap IMF berbeda memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mensejahterakan rakyat walaupun disisi lain tetap ada persaingan kepentingan kelas-kelas social di Indonesia yang berusaha untuk

1 Baca lebih lajut

Persepsi Masyarakat Terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (Suatu Penelitian Deskriptif Kuantitatif di Desa Sukaraja Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Propinsi Aceh)

Persepsi Masyarakat Terhadap Susilo Bambang Yudhoyono (Suatu Penelitian Deskriptif Kuantitatif di Desa Sukaraja Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Propinsi Aceh)

Sedangkan 11 responden (13%) lainnya yaitu responden yang memiliki rentang skor antara 32-22 memiliki persepsi yang netral terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka menilai pelaksanaan program-program pemerintah belum baik, namun juga tidak buruk. Persepsi mereka dipengaruhi oleh rasa kecewa karena pelaksanaan program-program yang diciptakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono belum memenuhi harapan mereka. Misalnya, dalam menangani masalah-masalah pengangguran dan kemiskinan, angka pengangguran di Indonesia saat ini menurut semakin besar karena tidak terbukanya lapangan pekerjaan yang cukup padahal dipihak lain, bila angka pengangguran kian meningkat maka secara otomatis angka kemiskinan pun akan semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

THE ILLOCUTIONARY ACT IN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TWEET IN TWITTER.

THE ILLOCUTIONARY ACT IN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TWEET IN TWITTER.

This study is focused on analyzing the illocutionary act thatare used in Susilo Bambang Yudhoyono direct tweet in two months. The data will take from 2 nd of February 2014tothe 2 nd of April 2014. According to Searle‟s theory, there are five classification of illocutionary act used in this study, such as Declarative, Representative, Expressive, Directive, and Commissive.

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KAPABILITAS MILITER INDONESIA DI ERA KEPEMIMPINAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.

PENINGKATAN KAPABILITAS MILITER INDONESIA DI ERA KEPEMIMPINAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.

pertahanan keamanan yang telah ditetapkan dalam RPJMN 2010-2014 sesuai Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010. Sedangkan pada Tahun 2009 telah dirumuskan Strategic Defence Review (SDR) dan ditetapkan pokok-pokok pikiran serta direkomendasikan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan suatu kekuatan pokok minimum yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 2 Tahun 2010 sebagai bagian dari postur ideal pertahanan negara. Kepentingan utama kebijakan penyelarasan MEF adalah untuk mengoreksi terhadap faktor perencanaan, mekanisme penyelenggaraan dan anggaran pertahanan dan tidak menyimpang dari sistem manajemen pengambilan keputusan pertahanan negara sesuai dengan tataran kewenangan. Adapun unsur-unsurnya terdiri dari sumber daya manusia, materiil/alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, sarana pangkalan dan daerah latihan, industri pertahanan, organisasi, dan anggaran. Adapun tujuannya agar dapat dijadikan pedoman bagi penyusunan kebijakan-kebijakan terkait pembangunan postur TNI, khususnya MEF Komponen Utama. merupakan istilah yang dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merujuk kepada kekuatan militer Indonesia (TNI) yang masih berada di bawah kekuatan minimal yang seharusnya dimiliki oleh Indonesia untuk menjaga wilayah kedaulatan Indonesia
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perseteruan KPK Dan POLRI   (Analisis Framing Terhadap Pembentukan Citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perseteruan Polri dan KPK Pada Surat Kabar Kompas)

Pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perseteruan KPK Dan POLRI (Analisis Framing Terhadap Pembentukan Citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Terkait Perseteruan Polri dan KPK Pada Surat Kabar Kompas)

KPK dan Polri merupakan institusi yang memiliki otoritas untuk menangani/memeriksa para pelaku kejahatan termasuk tindak korupsi. KPK, meskipun masi baru dari segi usia namun sudah mampu menjadi momok menakutkan bagi para koruptor. Sedangkan Polri adalah institusi penegak hukum yang telah berusia tua dan dikenal masyarakat luas. Kedua lembaga pemerintahan yang diharapkan sebagai lembaga yang menyatukan masyarakat dalam keadilan justru tersandung perseteruan yang alot hingga menyedot perhatian bangsa Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan pun mulai memudar. Untuk itulah peran Susilo Bambang Yudhoyono selaku kepala negara sangat penting dalam menyikapi perseteruan yang ada. Sikap yang ditempuh Presiden pada akhirnya menciptakan citra Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden di kalangan masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis berita tentang pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyikapi perseteruan KPK-Polri di harian Kompas yang terbit selama bulan November 2009.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

REFORMASI BIROKRASI DI ERA PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO 2009-2014

REFORMASI BIROKRASI DI ERA PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO 2009-2014

Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat beberapa upaya atau tindakan yang dilakukan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono melalui reformasi birokrasi 2009-2014 untuk mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN di antaranya meliputi: Instruksi penyusunan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara), Penerapan e- procurement, Penerapan e-government, Penerapan promosi jabatan secara terbuka, Penandatangan pakta integritas, Penerapan anggaran berbasis kinerja, Pemberian remunerasi, Pencanangan zona integritas, Penerapan sistem integritas nasional (SIN), Penerapan strategi nasional pencegahan, dan pemberantasan korupsi (Stranas PPK). Terdapat beberapa capaian yang digunakan sebagai tolak ukur yaitu Peningkatan indeks Persepsi Korupsi (IPK), Peningkatan predikat hasil audit keuangan negara, Peningkatan indeks integritas sektor publik dan Peningkatan hasil penyelamatan kekayaan negara. Berdasarkan indikator yang telah dibuat dan harus dicapai pada tahun 2014 maka indikator tersebut belum tercapai, di samping itu jika dikomparasikan dengan negara- negara lain capaian-capaian yang telah diraih Indonesia selama kurun waktu 2009-2014 masih jauh dari yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Show all 1995 documents...