Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan

Top PDF Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan:

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pilar Lingkungan terdiri dari kegiatan Peduli Lingkungan dan Kemasyarakatan yang terintegrasi dengan pilar lainnya. Program ini menjadi bagian yang terintegrasi dalam upaya membangun kehidupan ekosistem lingkungan dan bisnis yang berkelanjutan. Pilar Sosial terdiri dari Cepat Tanggap Bencana, Kesiapsiagaan Bencana dan Pemulihan Awal. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang dirilis Oktober 2018, telah terjadi 1.999 bencana di Indonesia. Fakta tersebut harus diimbangi dengan inovasi program kebencanaan sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJS

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJS

Pemikiran yang melandasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang sering dianggap inti dari etika bisnis adalah bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban- kewajiban ekonomi dan legal (artinya kepada pemegang saham / shareholders ) tetapi juga kewajiban-kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan ( stakeholders ) yang jangkauannya melebihi kewajiban ekonomi dan legal. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terjadi di antara sebuah perusahaan dengan semua stakeholder , termasuk di dalamnya adalah pelanggan, pegawai, komunitas, investor, pemerintah, supplier bahkan juga kompetitor.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap

Dengan begitu perusahaan harus mempunyai suatu strategi yang mengarah pada pencegahan terhadap polusi tanah. Misalkan, perusahaan merevisi produksi dan pengemasan guna mengurangi jumlah limbah. Perusahaan juga harus menyimpan limbah beracunnya ditempat yang khusus untuk limbah beracun dan perusahaan juga bias mendaur ulang membatasi penggunaan bahan baku yang pada akhirnya akan menjadi limbah padat. Ada banyak perusahaan yang memiliki program lingkungan yang didesain untuk mengurangi kerusakan lingkuperngan. Contoh,

16 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

Pembangunan berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan setiap insan di bumi ini berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. T erlebih bagi pengusaha, dalam aktivitas bisnisnya telah memperoleh banyak keuntungan yang berasal dari pemanfaatan sumber daya yang ada. K onsep C S R akan mendorong pengusaha melakukan aktivitas bisnis dengan lebih mengedepankan aspek etika. Menurut W illiam J .B yron (2010) dalam Prastowo (2011: 50), terdapat empat tingkat tanggung jawab sosial, yaitu ekonomis, legal, etis, dan bebas atau filantropis. Pada tingkat ketiga adalah tanggung jawab etis, yaitu dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap martabat manusia (termasuk didalamnya karyawan, konsumen, rekan kerja, pesaing dan sebagainya). S elain itu tanggung jawab etis juga termasuk sebagai penghormatan atas lingkungan fisik yang telah menjadidampak atas kegiatan perusahaan. D alam implementasi bisnis, pelaku usaha harus menjaga keseimbangan alam melalui sikap menghormati lingkungan dengan memberikan perlindungan terhadap lingkungan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penerapan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan Terhadap Kepentingan Stakeholders

Penerapan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan Terhadap Kepentingan Stakeholders

meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan membantu penerimaan keuangan negara. Adapun bentuk penerapan tanggung jawab sosial perusahaan BUMN adalah dalam bentuk program kemitraan dan program bina lingkungan hidup (PKBL) bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 2%. Besaran dana tersebut telah ditetapkan oleh menteri untuk PERUM dan RUPS untuk perseroan dalam kondisi tertentu dapat ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS. Dana program kemitraan diberikan dalam bentuk pinjaman untuk membiayai modal kerja, pinjaman khusus untuk membiayai kebutuhan dana pelaksanaan kegiatan usaha mitra binaan, beban pembinaan untuk membiayai pendidikan, pelatihan, pemasaran, promosi dan lainnya yang menyangkut peningkatan produktivitas mitra binaan. Sedangkan ruang lingkup bantuan program bina lingkungan BUMN berupa bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan dan atau pelatihan, bantuan peningkatan kesehatan, bantuan prasarana dan atau sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam serta tata cara atau mekanisme penyaluran, kriteria untuk menjadi mitra BUMN dan pelaporan telah diatur dalam peraturan ini.
Baca lebih lanjut

340 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

Berdasarkan konsep triple bottom line (TBL) oleh Elkington tahun 1998, perusahaan harus melaku- kan tanggung jawab perusahaan yang mencakup 3 di- mensi atau dikenal dengan 3P, yaitu mencapai keuntun- gan (proit), memberdayakan masyarakat (people), dan memelihara kelestarian alam (planet) demi tercapainya keberlanjutan perusahaan. Penerapan TJSL merupakan salah satu bentuk implementasi triple bottom line. The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mendeinisikan corporate social responsi- bility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan, melalui kerjasama dengan para karyawan serta perwakilan mereka, keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas ke- hidupan dengan cara yang bermanfaat, baik dari segi bisnis maupun untuk pembangunan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Skema pengolahan dan konversi sampah organik di pasar ini telah dirintis oleh Danamon Peduli di 31 lokasi sejak tahun 2008. Di bawah Program Pasar SEJAHTERA skema ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pelibatan luas pelaku pasar dalam menjaga kesehatan lingkungan pasar. Para pedagang dan pengelola secara kolektif bersama-sama mengurangi penumpukan sampah baik di dalam lingkungan pasar maupun di tempat pembuangan akhir melalui metode daur ulang. Secara khusus Danamon Peduli memberikan dana bantuan untuk kegiatan Reduce, Reuse, Recylce (3R), peningkatan sarana dan prasarana di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Rawasari, Jakarta, meliputi perbaikan fisik bangunan tempat pengolahan sampah, pengadaan alat operasional riset dan pelatihan, serta pengadaan alat pengolahan sampah. Dengan bantuan tersebut, diharapkan tempat pengolahan sampah menjadi lebih baik dan menambah fungsinya menjadi pusat riset persampahan yang mencakup aspek hukum, kelembagaan, pendanaan, sosial budaya dan aspek teknologi. Saat ini, TPST 3R Rawasari Jakarta mengolah sampah 2-4 ton per hari dan menghasilkan kompos sekitar 200-400 kg per hari. Untuk tahun 2014 ditargetkan memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada sekitar 300 orang, pelatihan pengelolaan non organik berbasis 3R (reduce, recycle, reuse) dari bulan Juli hingga Agustus 2014.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Melalui program ini dan dengan dukungan para relawan Danamon di cabang-cabang mass market yang bekerjasama dengan para pedagang pasar, pengelola pasar dan pejabat daerah, kami melaksanakan inisiatif- inisiatif untuk meningkatkan kebersihan dan kualitas pasar tradisional di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi renovasi infrastruktur skala kecil, kampanye kesehatan, konseling dan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma, serta juga sumbangan peralatan kebersihan guna memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan pasar yang sehat. Di tahun 2008, kami telah melaksanakan 1.114 kegiatan di 28 provinsi, yang menjangkau lebih dari 677.000 penerima sumbangan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pengungkapan mengenai pertanggungjawaban sosial perusahaan mencerminkan suatu pendekatan perusahaan dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan bersifat multidimensi. Hubungan antara pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan profitabilitas perusahaan telah diyakini mencerminkan pandangan bahwa reaksi sosial memerlukan gaya manajerial yang sama dengan gaya manajerial yang dilakukan pihak manajemen untuk membuat suatu perusahaan memperoleh keuntungan.[6] Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan cerminan suatu pendekatan manajemen dalam menghadapi lingkungan yang dinamis dan multidimensional serta kemampuan untuk mempertemukan tekanan sosial dengan reaksi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, ketrampilan manajemen perlu dipertimbangkan untuk survive dalam lingkungan perusahaan masa kini
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - REKONTRUKSI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PERKEBUNAN DI INDONESIA BERDASARKAN NILAI KEADILAN - Unissula Repository

BAB I PENDAHULUAN - REKONTRUKSI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) PERKEBUNAN DI INDONESIA BERDASARKAN NILAI KEADILAN - Unissula Repository

Menurut Milton Friedman tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan adalah menjalankan bisnis sesuai dengan keinginan pemilik perusahaan (owners/shareholders), yakni maksimal laba, sementara pada saat yang sama mengindahkan aturan dasar yang digariskan dalam suatu masyarakat sebagaiman diamanatkan oleh hukum dan perundang-undangan 127 . Defenisi dari Corporate Social Responsibility salah satunya juga dikemukakan oleh Maignen &Ferrell yang mendefenisikan Corporate Social Responsibility sebagai“A business acts in socially responsible manner when its decision and actions account for and balance diverse stakeholder interests”. Defenisi ini menekankan perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholder yang beragam dengan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh para pelaku bisnis melalui perilaku yang secara sosial bertanggung jawab 128 .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung jawab perusahaan dan lingkungan

Tanggung jawab perusahaan dan lingkungan

Masalah tanggung jawab telah telah mendorong agenda manajemen; didorong ke tingkat oleh keraguan berkembang masyarakat atas sebelumnya memegang asumsi-asumsi implisit tentang perilaku bisnis yang etis. Respon ini mengakui bahwa cara di mana sebagian besar bisnis sekarang beroperasi menjadikannya mustahil untuk menganggap bahwa mereka yang terlibat di dalamnya secara naluriah tahu cara 'melakukan hal yang benar'. Komunitas bisnis telah perlahan- lahan datang untuk berdamai dengan persepsi ini dan banyak pemimpin bisnis sekarang muncul untuk menerima bahwa manajemen mempunyai luas dan bahwa keputusan harus melibatkan dan transparan untuk berbagai tubuh yang meliputi pemerintah, warga, pemegang saham, pelanggan dan karyawan. Sebagai akibatnya, isu-isu yang perusahaan harus alamat telah memperluas jauh melampaui kinerja keuangan, untuk merangkul perusahaan, etika dan lingkungan pemerintahan. Pandangan ini didukung oleh sebuah survei terhadap perusahaan-perusahaan Eropa yang dilakukan oleh Harris penelitian (1997) yang menunjukkan bahwa 70 persen dari perusahaan melaporkan tanggung-jawab perusahaan untuk menjadi masalah yang sangat penting; bahwa 88 persen dianggap reputasi perusahaan sebagai mengerahkan pengaruh yang besar pada nilai perusahaan; dan bahwa 25 persen melihat harapan yang lebih besar tanggung jawab sosial sebagai alasan utama bahwa 'reputasi manajemen' meningkat dalam pentingnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana penulis mengumpulkan berbagai data dan informasi baik primer ataupun sekunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana penulis memaparkan fenomena mengenai bagaimana pelaksanaan Program Kemitraan Bina Lingkungan di Pabrik Gula Kwala Madu serta bagaimana implikasi Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah dengan mencari informasi dengan cara melakukan wawancara mendalam ( deep interview ) serta membuat dokumentasi berupa foto di lokasi penelitian, Langkah selanjutnya adalah menyusun data- data dalam satuan. Satuan-satuan itu kemudian dikategorisasikan. Berbagai kategori tersebut dilihat kaitannya satu sama lain dan di interpretasikan secara kualitatif
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung jawab sosial lingkungan pereroan

Tanggung jawab sosial lingkungan pereroan

Dari beberapa definisi di atas bila ditilik lebih jauh sebenarnya terkandung inti yang hampir sama, yakni selalu mengacu pada kenyataan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bagian penting dari strategi bisnis yang berkaitan erat dengan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Di samping itu, apa yang dilakukan dalam implementasi dari tanggung jawab sosial tersebut tidak berdasarkan pada tekanan dari masyarakat pemerintah, atau pihak lain, tetapi berasaldari kehendak, komitmen, dan etika moral dunia bisnis sendiri yang tidak dipaksakan. Contohnya adalah : bertanggung jawab terhadap investor untuk memaksimalkan pekerja, konsumen, profit, dan aspek bisnis lainnya
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Alhamdulillah, saya panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena karuniaNya saya telah dapat menyelesaikan skripsi saya dengan judul “ Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan “. Skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan kuliah strata satu di Departemen Antropologi Sosial, FISIP USU.

Baca lebih lajut

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

Dalam definisi tersebut kotler dan Lee memberikan penekanan pada kata discretionary, dalam arti bahwa kegiatan CSR semata-mata merupakan komitmen perusahaan secara sukarela untuk turut meningkatkan kesejahteraan komunitas dan bukan akttivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum dan perundang-undangan seperti kewajiban untuk membayar pajak atau juga memberikan nuansa bahwa perusahaan yang melakukan aktivitas CSR harus menaati hukum dalam pelaksanaan bisnisnya, artinya sangatlah tidak tepat bila kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan yang tidak baik dalam memperlakukan karyawan atau melakukan berbagai kecurangan baik dalam membuat laporan keuangan maupun merusak lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang mungkin dapat ditimbulkan dari proses produksi. Selain itu juga program CSR (corporate social responsibility) yang dialokasikan untuk menangani dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi akibat operasional pabrik gula harus dipandang sebagai bentuk investasi wajib yang dianggarkan. Kegiatan ini juga dapat secara aktif meningkatkan perekonomian warga sekitar, peningkatan ketrampilan warga dalam bidang tertentu bisa membuat mereka mempunyai keahlian dalam menciptakan lapangan kerja baru, didukung dengan pemberian kredit dengan bunga murah serta pembangunan sarana dan prasarana warga, semisal perbaikan masjid, jalan, jembatan atau fasilitas umum lainnya melalui program PKBL juga secara langsung bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat disekitar pabrik gula, hal ini juga merupakan pendorong perekonomian daerah sekitar. selain itu pabrik gula juga mempunyai produk sampingan yang antara lain berupa listrik (co-generation), bioetanol, serta pupuk. Jika produk-produk ini menjadi kesatuan integrasi dengan pabrik gula, tentu akan semakin efisien dan semakin memberdayakan masyarakat daerah. Konsep integrasi tersebut telah dilakukan di India. Pabrik gula disana telah didesain terintegrasi dengan memproduksi gula, listrik, dan etanol. Nilai rendemennya mencapai 10 persen. Listrik yang dihasilkan 30 MW, dan etanol 120 kiloliter per hari (Wibowo, 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pandangan Islam Tentang ilmu CSR

Pandangan Islam Tentang ilmu CSR

Selain dengan masyarakat, perusahaan bertanggung-jawab melindungi konsumen melalui pertimbangan dampak terhadap lingkungan hidup. Hal ini, karena banyak perusahaan yang sering melakukan tindakan kurang seimbang, karena tidak memperdulikan lingkungan dengan memproduksi barang tak bermutu, cukup sekali buang, makanan mengandung beracun, limbah dan lainnya. Kesemuanya itu dapat membunuh (masyarakat) konsumen secara perlahan-lahan. Tanggung jawab sosial dari bisnis ialah pelaksanaan etik bisnis yang mencakup proses produksi, distribusi barang dan jasa sampai penjagaan kelestarian lingkungan hidup dari ancaman polusi dan sebagainya. Pelaku usaha atau perusahaan tidak hanya bertanggung-jawab terhadap pemenuhan kebutuhan sesaat konsumen, tapi perlu mempertimbangkan jangka panjang kelangsungan hidup manusia dan ekologi untuk kemaslahatan umum.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang mungkin dapat ditimbulkan dari proses produksi. Selain itu juga program CSR (corporate social responsibility) yang dialokasikan untuk menangani dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi akibat operasional pabrik gula harus dipandang sebagai bentuk investasi wajib yang dianggarkan. Kegiatan ini juga dapat secara aktif meningkatkan perekonomian warga sekitar, peningkatan ketrampilan warga dalam bidang tertentu bisa membuat mereka mempunyai keahlian dalam menciptakan lapangan kerja baru, didukung dengan pemberian kredit dengan bunga murah serta pembangunan sarana dan prasarana warga, semisal perbaikan masjid, jalan, jembatan atau fasilitas umum lainnya melalui program PKBL juga secara langsung bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat disekitar pabrik gula, hal ini juga merupakan pendorong perekonomian daerah sekitar. selain itu pabrik gula juga mempunyai produk sampingan yang antara lain berupa listrik (co-generation), bioetanol, serta pupuk. Jika produk-produk ini menjadi kesatuan integrasi dengan pabrik gula, tentu akan semakin efisien dan semakin memberdayakan masyarakat daerah. Konsep integrasi tersebut telah dilakukan di India. Pabrik gula disana telah didesain terintegrasi dengan memproduksi gula, listrik, dan etanol. Nilai rendemennya mencapai 10 persen. Listrik yang dihasilkan 30 MW, dan etanol 120 kiloliter per hari (Wibowo, 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang mungkin dapat ditimbulkan dari proses produksi. Selain itu juga program CSR (corporate social responsibility) yang dialokasikan untuk menangani dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi akibat operasional pabrik gula harus dipandang sebagai bentuk investasi wajib yang dianggarkan. Kegiatan ini juga dapat secara aktif meningkatkan perekonomian warga sekitar, peningkatan ketrampilan warga dalam bidang tertentu bisa membuat mereka mempunyai keahlian dalam menciptakan lapangan kerja baru, didukung dengan pemberian kredit dengan bunga murah serta pembangunan sarana dan prasarana warga, semisal perbaikan masjid, jalan, jembatan atau fasilitas umum lainnya melalui program PKBL juga secara langsung bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat disekitar pabrik gula, hal ini juga merupakan pendorong perekonomian daerah sekitar. selain itu pabrik gula juga mempunyai produk sampingan yang antara lain berupa listrik (co-generation), bioetanol, serta pupuk. Jika produk-produk ini menjadi kesatuan integrasi dengan pabrik gula, tentu akan semakin efisien dan semakin memberdayakan masyarakat daerah. Konsep integrasi tersebut telah dilakukan di India. Pabrik gula disana telah didesain terintegrasi dengan memproduksi gula, listrik, dan etanol. Nilai rendemennya mencapai 10 persen. Listrik yang dihasilkan 30 MW, dan etanol 120 kiloliter per hari (Wibowo, 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis

Suatu perusahaan seharusnya tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak mungkin, tetapi juga mempunyai etika dalam bertindak menggunakan sumberdaya manusia dan lingkungan guna turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengukuran kinerja yang semata dicermati dari komponen keuangan dan keuntungan tidak akan mampu membesarkan dan melestarikan, karena seringkali berhadapan dengan konflik pekerja, konflik dengan masyarakat sekitar dan semakin jauh dari prinsip pengelolaan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...