Tukang Bubur Naik Haji The Series

Top PDF Tukang Bubur Naik Haji The Series:

MOTIF PEMIRSA MENONTON SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES DI RCTI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Motif Pemirsa di Surabaya Dalam Menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI).

MOTIF PEMIRSA MENONTON SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES DI RCTI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Motif Pemirsa di Surabaya Dalam Menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI).

Dari analisis data yang diuraikan pada bab sebelumnya, yakni bab IV maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pemirsa dalam penelitian ini tergolong pada kategori tinggi dari setiap motif yaitu motif informasi, motif identitas pribadi,dan motif hiburan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya dalam menonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI pemirsa didasari oleh keinginan yang bervariasi, disisi lain mereka membutuhkan informasi tetapi juga ingin mencari sosok yang dapat dijadikan panutan atau bahkan menghibur diri terkait dengan motif mereka dalam menonton sinetron tersebut. Hal ini disebabkan pemirsa antusias dalam menonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series karena kebutuhan mereka akan informasi hanya sebagian , dan meningkatkan pemahaman mengenai diri dapat terpenuhi setelah menonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441)

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui wacana toleransi pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 439-441. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan menggunakaan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk yang meneliti pada level teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Teknik pengambilan data melalui pemilihan beberapa scene pada sinetron tersebut yang meliputi adegan-adegan yang menggambarkan wacana-wacana toleransi dalam sinetron. Analisis data yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan pengamatan melalui setiap dialog sinetron, visualisasi gambar, dan tokoh yang terdapat pada sinetron yang menggambarkan wacana toleransi pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 439-441.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Produksi Terhadap Program Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series (Episode 402 Dan 403)

Analisis Produksi Terhadap Program Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series (Episode 402 Dan 403)

Islam dalam sinetron ini, dituturkan dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna oleh orang awam sekalipun.Pembawaan atau karakter yang dibuat dalam sinetron ini, digambarkan sedekat mungkin dengan kenyataan. Cerita dalam sinetron ini pun merupakan komodifikasi dari realita.Alur cerita yang diambil dari pengalaman­pengalaman yang terjadi di sekitar masyarakat serta pengembangan cerita menjadi nilai plus tersendiri, yang menjadikan sinetron ini sayang untuk dilewatkan. Tukang Bubur Naik Haji The Series merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI minggu hingga kamis pukul 19:00 s/d 22:30 WIB kecuali jumat yakni pukul 19:00 s/d 21:00 WIB karena ada tayangan X Factor Indonesia. Karena program sinetron Tukang Bubur Naik Haji the series merupakan program yang diunggulkan stasiun televisi RCTI sehingga jam tayang sinetron ini berubah­ubah. Sinetron ini diproduksi oleh Sinemart. Pemainnya antaralain ialah Mat Solar, Uci Bing Slamet, Citra kirana, Aditya Herpavi Rahman dan masih banyak lagi. Sinetron ini juga mengalahkan Kemilau Cinta Karmila yang berjumlah 365 episode pada tangga 8 januari 2013, sehingga membuat sinetron ini menjadi sinetron dengan episode terbanyak urutan ke­lima di Indonesia setelah Cinta Fitri, Putri yang di Tukar, Islam KTP, dan Anugerah. Berikut ini tabel sinetron dengan episode terpanjang di Indonesia: 3
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB IV

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series melalui episode 439-441, memiliki ruang dan kesempatan untuk mengangkat konsep Imlek tentang toleransi antar suku dan agama. Sehingga dalam penyampaian pesannya pun cenderung menggambarkan tentang sikap toleransi ditunjukkan dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan dapat hidup berdampingan, meskipun berbeda etnis dan agama. Dari pihak masyarakat yang beragama Islam misalnya, menunjukkan sikap penerimaan dan dukungan pada perayaan tahun baru Imlek yang dirayakan oleh warga minoritas di kampung mereka, yaitu keluarga Wan Wan yang beretnis Tionghoa. Penerimaan dan dukungan yang ditunjukkan dengan berbagai bentuk seperti membantu persiapan Imlek, menghadiri acara pertunjukkan barongsai yang diselenggarakan, dan memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek serta mendoakan keluarga Wan Wan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB V

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 439-441 merupakan sinetron yang memberikan gambaran realita tentang perayaan Imlek. Diharapkan agar lebih banyak lagi sinetron yang mengangkat tema realitas sosial masyarakat, guna memperlihatkan kepada penonton adanya sisi lain kehidupan. Semoga sinetron-sinetron Indonesia dapat terus memberikan sinetron yang berkualitas tidak hanya menghibur penontonnya, tetapi juga memberikan edukasi bagi penontonnya, bahkan jika perlu dapat memberikan perubahan penonton ke arah kehidupan yang lebih baik. 5.2.2 Bagi penelitian selanjutnya
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Wacana Toleransi Pada Sinetron (Analisis Wacana Kritis Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series Episode 439-441) T1 362009038 BAB I

Tukang Bubur Naik Haji The Series merupakan salah satu sinetron bergenre religi yang tayang setiap hari pukul 19.00 di RCTI. Sinetron ini tayang sejak 28 Mei 2012, mengangkat tema sederhana tentang kehidupan masyarakat sehari-hari. Awalnya sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series hanya dibuat 60 episode untuk bulan Ramadhan, namun dalam perjalanannya sinetron ini sukses merebut hati masyarakat dan mencapai lebih dari 500 episode (Tabloid Nyata Edisi 2179, 11 April 2013).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MOTIF PEMIRSA MENONTON SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES DI RCTI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Motif Pemirsa di Surabaya Dalam Menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI) SKRIPSI

MOTIF PEMIRSA MENONTON SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES DI RCTI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Motif Pemirsa di Surabaya Dalam Menonton Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series di RCTI) SKRIPSI

Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah pemirsah sinetron tukang bubur naik haji the series yakni masyararakat Surabaya yang menonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series berusia 17 tahun ke atas. Dipilihnya pemirsa yang berusia di atas 17 tahun sebagai responden karena dianggap pada usia tersebut para pemirsa bisa bersifat lebih bijak lagi menanggapi suatu permasalahan yang ada di sekitarnya. Dan pada usia ini memiliki kematangan kognitif,kematangan emosional,dan social dan memiliki perilaku komsumtif dalam memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menggambarkan begitu sulit untuk menunda desakan kebutuhan emosinya dengan kata lain membeli dan mencoba seakan menjadi bagian hidup tentang berbagai kebutuhan serta besarnya rasa ingin tahu yang berlebihan yang ditawarkan sehingga menjadikan usia tersebut sebagai sasaran empuk pihak penyedia hiburan. Hal ini juga didukung oleh informasi yang peneliti terima dari AGB Nielsen
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Dalam Mengawasi Tayangan Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Di Rcti

Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Dalam Mengawasi Tayangan Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Di Rcti

“ Sekarang lebih ke Sinetron Tukang Bubur Naik Haji, kalo soal TBNH, KPI belum pernah pernah menegur Sinetron TBNH, belum pernah memanggil, memanggil iya untuk klarifikasi tetapi menegur belum pernah, kenapa? Karena gini kita lihat data aduan dari Januari sampai Agustus 2013 aduan tentang sinetron TBNH ada 142 aduan itu masuk lewat SMS, lewat E-mail, lewat Twitter, terus lewat tatap muka, telepon, surat, ada 142 aduan, apa yang diadukan. Pada saat itu KPI melakukan klarifikasi dan audiency, stasiun televisi, mereka PH nya dipanggil PH nya itu merangkap di TV, dan pengadu itu kita datangkan kita audiency dan pada saat itu juga kan tokoh H.Muhidinnya berubah gitu kan, nah itu bisa saja, tapi begini kalau kita bicara alur KPI engga bisa serta merta masuk begitu saja kita turun tangan di alur cerita atau tema, karena kenapa? Itu kreatifitas ada Undang-Undang yang menjamin itu, apa yang dilakukan, ada kesalahan fatal TBNH ini belum pernah kami menemukan dari pemantauan yang melanggar P3SPS. ” 13
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI KARAKTER KEJUJURAN PADA SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI ANALISIS ISI EPISODE 839-840 DALAM  Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan

KONSTRUKSI KARAKTER KEJUJURAN PADA SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI ANALISIS ISI EPISODE 839-840 DALAM Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji pada episode 839-840 menceritakan tentang kejujuran Robi menjelaskan alasan keterlambatannya pulang dan tidak mengangkat telepon dari Rumana. Robi terus berusaha menjelaskan dan membantah tuduhan Muhidin. Muhidin bersikukuh menuduh Robi sudah berselingkuh dan sudah tidak sayang lagi kepada Rumana dan Habibi. Robi menjelaskan bahwa keterlambatannya pulang malam itu karena dikantor ada rapat penting dengan seluruh jajaran staf. Alasan robi tidak mengangkat telepon dari Rumana karena Robi ingin fokus dalam memimpin jalannya rapat. Robi tidak mengetahui kalau Rumana telepon untuk memberitahukan bahwa Habibi sedang sakit. Kesungguhan dan usaha Robi untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya akhirnya berbuah manis. Rumana akhirnya mau mengerti dan memaafkan Robi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KONTRUKSI PESAN KEHIDUPAN DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI EPISODE 1861-1865 : ANALISIS FRAMING MODEL ZHONGDANG PAN DAN GERALD M.KOSICKI.

KONTRUKSI PESAN KEHIDUPAN DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI EPISODE 1861-1865 : ANALISIS FRAMING MODEL ZHONGDANG PAN DAN GERALD M.KOSICKI.

Sinetron yang di tulis oleh Haji Imam Tantowi ini pada episode 1861-1865 menceritakan tentang berbagai tingkah pola manusia yang ada di kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat mereka harus memecahkan persoalan urusan rumah tangga mereka. Dalam permasalahan di keluarga, membuat seisi keluarga merasa terbebani dan mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dengan do’a, ikhtiar, dan sabar untuk menghadapi permasalahan yang ada di kehidupan rumah tangga. Robby harus sabar atas masalah perusahaannya yang dikabarkan bangkrut, keluarga Togu harus mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya, dan keluarga Laila harus mencari bukti untuk mengungkap perilaku babby sisternya yang mencurigakan. Cerita keseluruhan Tukang Bubur Naik Haji seperti menonton kehidupan masyarakat sehari-hari, yang di dalamnya termasuk perilaku kita sendiri. Kita yang seolah-olah seorang dermawan sejati, padahal sebenarnya kita sangat mengharapkan pujian orang. Sebenarnya ada kecenderungan kita ingin pamer. Bagaimana kita selalu berpenampilan suci, padahal apa yang kita lakukan seringkali keji. Bahkan kepada orang yang pernah menolong kita sekalipun. Kepalsuan-kepalsuan yang hanya kita sendiri yang tahu, selalu membuat kita tersenyum jengah.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

MNC Press Release 9M 2014

MNC Press Release 9M 2014

“During 3Q, our three free -to-air channels have consistently produced new and high-quality programs such as the drama series Catatan Hati Seorang Istri, Kita Nikah Yuk, and Bastian Steel Bukan Cowok Biasa, as well as talent search shows Rising Star and Idol Junior. This past August, RCTI celebrated its 25th anniversary by hosting Mahakarya RCTI 25 th , an event filled with world class performances from both local and international artists.

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Terhadap Pendidikan Akhlak Remaja (Studi Kasus Di Dukuh Pengkol, Kaligawe, Pedan, Klaten).

PENDAHULUAN Pengaruh Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Terhadap Pendidikan Akhlak Remaja (Studi Kasus Di Dukuh Pengkol, Kaligawe, Pedan, Klaten).

1. Aris Suseno (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2007) dalam skripsi yang berjudul Konsep pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Dalam Film The Miracle Worker berkesimpulan bahwa Pertama: pendidikan karakter yang mendasarkan pada kemampuan atau potensi anak didik; kedua tujuan pendidikan karakter, yaitu mewujudkan kepribadian yang baik dan selaras pemahaman atas tindakan yang diperbuat; ketiga nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai kesopanan, tanggung jawab, kedisiplinan, kasih sayang, persahabatan, kemandirian, kerja keras, dan kerja sama; Keempat metode pendidikan karakter meliputi hadiah dan hukuman, nasehat, pembiasaan, dan mengajak; Kelima faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan karakter berbasis potensi diri dalam film The Miracle Worker meliputi faktor internal atau faktor yang terdapat dalam diri anak didik seperti keadaan fisik dan psikologi anak dan faktor eksternal atau faktor yang berada di luar kondisi anak seperti lingkungan pendidikan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Respon Perilaku Jamaah Majelis Ta’lim Nurul Iman Kedaung Ciputat Tangerang Selatan Terhadap Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Di RCTI

Respon Perilaku Jamaah Majelis Ta’lim Nurul Iman Kedaung Ciputat Tangerang Selatan Terhadap Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Di RCTI

Dari tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa mengenai respon afektif terhadap sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang menempati skor tertinggi yaitu 150 responden setuju sinetron itu haruslah memiliki cerita yang berbobot sehingga ketika responden atau orang yang menyaksikan sinetron TBNH dapat menghayati isi sinetron tersebut seperti perasaan bangga melihat sikap Bang Sulam yang selalu sabar dan ikhlas ketika menghadapi masalah, akhirnya berkat kesabaran dan keikhlasannya selama ini Bang Sulam bisa memberangkatkan ibu dan keluarganya ke tanah suci. Tidak hanya itu responden juga senang melihat Badar seorang preman ingin bertaubat menjadi manusia yang lebih baik lagi. Namun, responden juga mempunyai rasa kecewa kepada H.Muhidin yang tidak pernah berhenti mencela Badar yang beru saja bertaubat. H.Muhidin juga tidak pernah berhenti memfitnah keluarga Bang Sulam. Sinetron TBNH ini memberikan pengaruh positif bagi responden tentang sabar itu adalah kunci dari kesuksesan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PERSEPSI MAHASISWA IAIN SYEKH NURJATI TERHADAP PESAN-PESAN DAKWAH DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PERSEPSI MAHASISWA IAIN SYEKH NURJATI TERHADAP PESAN-PESAN DAKWAH DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

karakter yang berbanding terbalik dengan hal tersebut. Adegan yang mereka tampilkan terkesan alamiah. Sinetron tukang bubur naik haji mengangkat tema sederhana dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Konsep sinetron ini tidak melulu membahas soal percintaan dan harta yang dijadikan topik utama. Pesan moral dan agama yang terkandung dalam sinetron ini terasa mengalir dan ringan untuk dinikmati para penonton yang membutuhkan hiburan santai ditengah jam istirahat seusai pulang kerja. Pesan agama yang ditampilkan secara komedi membuat para penontonnya tidak sadar akan pesan yang ingin disampaikan oleh produsen ( sutradara, produsen, penulis skenario).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan Kewarganegaraan.

PENDAHULUAN Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan Kewarganegaraan.

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, hal ini mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tentang Karakter Kejujuran dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Konstruksi Karakter Kejujuran pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila dan Kewarganegaraan”. Alasan penelit i memilih karakter kejujuran karena saat ini karakter kejujuran masih rendah khususnya di kalangan pelajar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KONSTRUKSI KARAKTER KEJUJURAN PADA SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI ANALISIS ISI EPISODE 839-840 DALAM  Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan

KONSTRUKSI KARAKTER KEJUJURAN PADA SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI ANALISIS ISI EPISODE 839-840 DALAM Konstruksi Karakter Kejujuran Pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Analisis Isi Episode 839-840 Dalam Perspektif Pembelajaran Pendididikan Pancasila Dan

Berdasarkan hasil analisis disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Isi cerita pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji pada episode 839-840 yaitu sinetron Tukang Bubur Naik Haji pada episode 839-840 menceritakan tentang kejujuran Robby menjelaskan alasan keterlambatannya pulang dan tidak mengangkat telepon dari Rumana. 2) Gambaran karakter kejujuran pada Tukang Bubur Naik Haji pada episode 839-840, yaitu: a) Jujur pada diri sendiri; b) Jujur pada orang lain; c) Jujur pada pasangan; dan d) Jujur pada Allah, 3) Deskripsi karakter kejujuran pada Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Episode 839-840 dalam Perspektif Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sesuai dengan yang termuat dalam kompetensi dasar 1.2. akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Motif Dan Kepuasan Pemirsa Surabaya Dalam Menonton Sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” | Mooy | Jurnal e-Komunikasi 4935 9407 1 SM

Motif Dan Kepuasan Pemirsa Surabaya Dalam Menonton Sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” | Mooy | Jurnal e-Komunikasi 4935 9407 1 SM

Pada indikator kebiasaan terdapat satu sub-indikator yang memiliki nilai mean GO lebih besar dari nilai mean GS, yaitu sub-indikator sinetron memberi kegiatan saat tidak ada pekerjaan yang dilakukan. Pada wanita usia madya, memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan kegiatan sosial, keagamaan, ataupun lebih banyak waktunya digunakan untuk menonton televisi (Hurlock, 2011, p. 332). Hal ini, menjelaskan bahwa ibu rumah tangga memilih menonton sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” di RCTI karena s inetron memberi kegiatan saat tidak ada pekerjaan yang dilakukan, hal ini terlihat dari nilai mean GO pada kedua indikator tersebut lebih besar dari mean GS.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

T1 362009038 BAB III

T1 362009038 BAB III

Dalam konteks sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series, peneliti menggunakan pendekatan elemen makrostruktur, superstruktur, dan mikrosktruktur. Pendekatan makrostruktur akan diaplikasikan untuk melihat topik umum dari wacana pada sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 439-441. Peneliti akan melihat topik utama dari dialog pada sinetron, gambar visual sinetron, dan tokoh yang ada dalam sinetron. Elemen superstruktur merupakan kerangka suatu teks yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Dari hal tersebut akan muncul kesan yang dibuat sutradara dan penulis skenario dalam benak khalayak. Sedangkan untuk elemen mikrostruktur digunakan untuk melihat makna dari suatu teks yang dapat diamati dari kalimat, dan gaya yang dipakai oleh suatu teks. Hal yang diamati dalam analisis teks sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 439-441 adalah dialog yang diungkapkan para tokoh dalam sinetron tersebut, yang kemudian diungkapkan makna eksplisit dan implisit yang muncul pada sinetron.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Princess : “...yaudah, berarti sekarang lo harus bilang: “Princess, she is so powerfull and beautiful! Princess is the leader and the winner” pake teriak. Dan asal lo tahu, lo gak pernah bisa macam- macam sama gue. Asal lo tahu akibatnya apa!”

12 Baca lebih lajut

Feminism Undone : Stereotipisasi Perempuan dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji, the series (TBNH) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Feminism Undone : Stereotipisasi Perempuan dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji, the series (TBNH) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

System and social structure which applied capitalism patriarchy ideology has resulted in gender differentiation that place women in inferior and subordinate position. This difference was constructed, socialized, and reinforced by various institutions, including television soap operas which known as the women’s genre. This study used Roland Barthes’s semiotic analysis technique under critical paradigm and Marxist Socialist Feminism as the main theoritical framework to reveal the stereotyping against women and the backlash managed by dominat ideology to maintain their dominance and take control over women. The result of this study showed that women depicted stereotypical based on the traditional conventions of femininity, which the main status and role of women are wives and mothers, and domestic area is the major world for women. In addition to patriarchy and capitalism, Islam is another ideology influencing the depiction. Media has become one of the piety-agent to Islamisation that emerged massively after the fall of Soeharto’s era. Backlash techniques used in TBNH Islamic’s soap opera were women depicted capable in various roles and sectors, through fashion, and beauty.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...