Uji Geser Langsung

Top PDF Uji Geser Langsung:

ANALISIS JENIS TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 3D DAN UJI GESER LANGSUNG DI PERUMAHAN ISTANA TIDAR REGENCY KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS JENIS TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 3D DAN UJI GESER LANGSUNG DI PERUMAHAN ISTANA TIDAR REGENCY KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Jenis Tanah dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 3D dan Uji Geser Langsung di Perumahan Istana Tidar Regency Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini telah mendapatkan bimbingan, pengarahan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENGARUH TANAH LEMPUNG BERPLASTISITAS TINGGI DENGAN BAHAN ADDITIVE ZEOLIT PADA UJI CBR DAN UJI GESER LANGSUNG

PENGARUH TANAH LEMPUNG BERPLASTISITAS TINGGI DENGAN BAHAN ADDITIVE ZEOLIT PADA UJI CBR DAN UJI GESER LANGSUNG

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin , puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S ubhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi dengan judul Pengaruh Tanah Lempung Berplatisitas Tinggi Dengan Bahan Additive Zeolit Pada Uji Cbr Dan Uji Geser Langsung dapat terselesaikan. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Teknik pada program reguler Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lampung.

66 Baca lebih lajut

Hubungan Batas Cair dan Plastisitas Indeks Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan ISS 2500 Terhadap Nilai Kohesi pada Uji Geser Langsung dan Uji Tekan Bebas

Hubungan Batas Cair dan Plastisitas Indeks Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan ISS 2500 Terhadap Nilai Kohesi pada Uji Geser Langsung dan Uji Tekan Bebas

Pada penelitian ini digunakan 2 macam sampel yaitu sampel tanah asli dan sampel tanah campuran. Setelah dilakukan uji pemadatan, maka didapatakan nilai KAO tiap tanah. Kadar air optimum inilah yang digunakan sebagai kadar air yang akan dicampurkan dengan larutan ISS 2500. Tanah yang sudah dikeringkan kemudian diayak dengan ayakan No. 40. Tanah ini kemudian diberi air sebesar nilai KAO tanah yang sudah tercampur dengan larutan ISS dan diaduk secara merata. Tanpa pemeraman, tanah ini langsung dipadatkan sesuai modified proctor dan dicetak sampel untuk uji geser langsung dan uji tekan bebas. Adapun campuran , yaitu :
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Prediksi Kedalaman Ketenggelaman Roda Traktor Roda-4 pada Tanah Sawah Berdasarkan Hasil Uji Geser Langsung

Prediksi Kedalaman Ketenggelaman Roda Traktor Roda-4 pada Tanah Sawah Berdasarkan Hasil Uji Geser Langsung

Nilai kadar air pada kondisi di lapangan cenderung berkurang dengan bertambahnya kedalaman pengambilan sampel tanah. Pada kedalaman 0-15 cm nilai kadar air tertinggi yaitu 75.42% di S-14 dan terendah 32.25% di L-18, sedangkan pada kedalaman 15-30 cm kadar air tertinggi 48.62% di SS dan terendah 27.63% di L-18. Kadar air dan tekstur tanah dapat menentukan nilai sifat-sifat mekanik tanah dalam memprediksikan besarnya kedalaman ketenggelaman roda. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya nilai kadar air tanah mengakibatkan menurunnya nilai kohesi tanah yang juga diikuti dengan menurunnya nilai kekuatan geser tanah. Hal tersebut mengakibatkan nilai ketenggelaman roda akan semakin besar. Analisis menggunakan tanah sampel tidak terganggu menghasilkan nilai pendugaan ketenggelaman roda terkecil pada lokasi SS yang didominasi fraksi liat yaitu 0.33 – 5.94 cm dengan kohesi tanah 0.282-0.397 kgf/cm 2 dan terbesar pada lokasi S-14
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

STABILITAS TANAH MENGGUNAKAN SERABUT KELAPA MELALUI UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR TEST) DI LABORATORIUM

STABILITAS TANAH MENGGUNAKAN SERABUT KELAPA MELALUI UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR TEST) DI LABORATORIUM

Berdasarkan tabel 3dan gambar 4 dapat dilihat bahwa serabut kelapa mampu menaikkan kuat geser, walaupun meningkatnya kadar serabut kelapa tidak diikuti dengan meningkatnya kuat geser tanah tersebut, akibat dari persentase serabut kelapa yang didalam cetakan tidak dapat dipastikan dengan perentase serabut kelapa yang ditentukan.

8 Baca lebih lajut

PERILAKU INTERAKSI TANAH-GEOTEKSTIL TERHADAP PARAMETER KUAT GESER

PERILAKU INTERAKSI TANAH-GEOTEKSTIL TERHADAP PARAMETER KUAT GESER

Penentuan parameter kuat geser interface dapat dilakukan dengan uji geser langsung. Beberapa keuntungan penentuan parameter kuat geser dengan uji geser langsung antara lain: pengujian relatif cepat, mudah dalam pelaksanaannya dan persiapan sampel benda uji tidak sulit. Menurut Das (2002) faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kuat geser tanah antara lain: kerapatan dan angka pori tanah, kekasaran, bentuk dan butiran tanah, tegangan yang pernah dialami tanah, kandungan mineral dan distribusi ukuran butiran.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI MODIFIKASI ALAT VANE SHEAR BERDASARKAN VARIASI TINGGI KIPAS

STUDI MODIFIKASI ALAT VANE SHEAR BERDASARKAN VARIASI TINGGI KIPAS

Pengujian geser langsung merupakan salah satu jenis pengujian tertua dan sangat sederhana untuk menentukan paameter kuat geser tanah ( shear strength parameter) kohesi (c) dan sudut geser dalam ( ϕ ) . Dalam pengujian geser langsung ini dapat dilakukan pengukuran secara langsung dan cepat untuk mendapatkan nilai kekuatan geser tanah dengan kondisi tidak terdrainase (undrained). Alat uji dari uji geser langsung lebih mudah dioperasikan dan lebih cepat, serta sampel mudah di buat. Pengujian ini pada awalnya hanya digunakan untuk jenis tanah non-kohesif, namun dalam perkembangannya dapat pula diterapkan pada jenis tanah kohesif.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Analisa Kemantapan Lereng Menggunakan Metode Elemen Hingga Dengan Pendekatan Model Soft Soil

Analisa Kemantapan Lereng Menggunakan Metode Elemen Hingga Dengan Pendekatan Model Soft Soil

Uji geser langsung merupakan pengujian yang sederhana sehingga mudah dilakukan, selain sederhana pengujian ini juga cocok untuk tanah non-kohesif (granular). Tetapi uji geser langsung ini memiliki beberapa kekurangan yaitu bidang keruntuhan contoh tanah sudah diketahui sebab bidang keruntuhan contoh tanah dipaksa terjadi di sepanjang perbatasan antara tanah yang berada di kotak bagian atas dan bagian bawah (Gambar 2.4), bukan pada bidang tanah yang paling lemah. Penyebaran tekanan yang terjadi pada bidang keruntuhan tidak merata
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Perhitungan Tegangan Geser Kolom Beton Bertulang Dengan Menggunakan Artificial Neural Networks (ANNs).

Perhitungan Tegangan Geser Kolom Beton Bertulang Dengan Menggunakan Artificial Neural Networks (ANNs).

Jika suatu kolom sedang berfungsi, maka akan timbul gaya-gaya pada kolom. Salah satu gaya yang bekerja pada kolom struktur adalah gaya geser. Kegagalan akibat geser biasanya terjadi seketika tanpa ada peringatan terlebih dulu. Oleh karena itu, gaya geser kolom dianggap penting. Jika gaya geser tersebut dibagi dengan luas efektif kolom maka hasilnya adalah tegangan geser kolom.

38 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBASAHAN BERULANG TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LONGSORAN RUAS JALAN TAWAELI – TOBOLI | Setiawan | MEKTEK 349 1185 1 PB

PENGARUH PEMBASAHAN BERULANG TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH LONGSORAN RUAS JALAN TAWAELI – TOBOLI | Setiawan | MEKTEK 349 1185 1 PB

Teori kekuatan Mohr menyatakan bahwa keruntuhan akan terjadi dalam massa tanah tidak pada bidang dengan tegangan geser maksimum, tetapi pada suatu bidang di mana terdapat kombinasi yang kritis dari tegangan normal dan tegangan geser yang ditetapkan dengan menggunakan garis selubung kekuatan. Selanjutnya, hubungan fungsi antara tegangan normal dan tegangan geser pada bidang runtuhnya, dinyatakan menurut persamaan :

7 Baca lebih lajut

Perilaku Geser Balok Kayu Kelapa (Suatu Kajian Eksperimental dengan Konsep Energi Fracture) | Oktivina | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 659 2323 1 PB

Perilaku Geser Balok Kayu Kelapa (Suatu Kajian Eksperimental dengan Konsep Energi Fracture) | Oktivina | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 659 2323 1 PB

Gambar 7. Hubungan kerapatan dan MOE Dari Gambar 7 diketahui bahwa hubungan antara kerapatan dan MOE adalah berbanding lurus artinya semakin besar kerapatan maka semakin besar pula ketahanan terhadap perpanjangan atau perpendekan akibat pembebanan dari luar berupa Modulus of Elasticity (MOE). Nilai kekuatan yang berbeda-beda untuk masing–masing ragam pengujian sifat mekanis pada setiap benda uji menunjukkan bahwa kayu kelapa merupakan salah satu materi non homogen yaitu material dengan stuktur penyusun yang berbeda proporsinya pada setiap bagian. Selain itu, sifat-sifat mekanis kayu kelapa berbanding lurus dengan nilai kerapatannya b. Perilaku Geser Balok Kayu Kelapa
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGUJIAN KUAT LENTUR PANEL PELAT BETON RINGAN PRACETAK BERONGGA DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH.

PENDAHULUAN PENGUJIAN KUAT LENTUR PANEL PELAT BETON RINGAN PRACETAK BERONGGA DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH.

Berdasarkan pengamatan, penelitian sebelumnya mengenai pengujian kuat lentur pernah dilakukan pada tugas akhir dengan judul “K uat Lentur Beton Ringan Styrofoam dengan tulangan baja” (Umbara, 2006). “ Pengaruh komposisi batu apung dan batu pecah sebagai agregat kasar terhadap sifat mekanis beton ringan (Asmono, 2015). Penelitian ini tidak menggunakan balok sebagai benda uji tetapi menggunakan pelat pracetak tanpa tulangan geser, penelitian ini sudah pernah di lakukan pada tugas akhir dengan judul “Pengujian Kuat Lentur Terhadap Pelat Beton Pracetak Berongga”
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS HASIL UJI Analisis Hasil Uji Cup Drawing Dan Kemampuan Tarik Tailor Welded Blanks (TWB) Menggunakan Sambungan Las Titik Dengan Variasi Ketebalan Plat.

ANALISIS HASIL UJI Analisis Hasil Uji Cup Drawing Dan Kemampuan Tarik Tailor Welded Blanks (TWB) Menggunakan Sambungan Las Titik Dengan Variasi Ketebalan Plat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tarik dari sebuah plat Tailor Welded Blanks (TWB). Sambungan menggunakan las tipe spot welding dengan variasi ketebalan yang berbeda.Pengujian kekuatan tarik geser juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kegagalan sambungan atau cacat setelah dilakukan proses cup drawing. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah mild steel dengan ketebalan yang berbeda yaitu plat A 0,7 mm dan plat B 1,5 mm.Pembuatan spesimen plat TWB dilakukan dengan beberapa variasi yaitu antara plat A-A, B-B dan A-B. Proses pengelasan menggunakan parameter arus 8 kA, weld time 0,4 detik, dan holding time 5 detik. Pengujian spesimen meliputi uji tarik, uji geser dan uji cup drawing. Pengujian tarik untuk raw material menggunakan standar ASTM E8 dan pengujian geser untuk spesimen sambungan las menggunakan standar AWS 8.9-97. Hasil pengujian menunjukan kekuatan geser pada variasi sambungan pengelasan beda ketebalan plat antara 11,64 N/mm 2 hingga 19,74 N/mm 2 .Pada plat raw, kekuatan tarik
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Rekayasa Dan Manufaktur Komposit Sandwich Berpenguat Serat Kelapa Bermatrik Epoxy Dengan Core Berpenguat Serat Kelapa Bermatrik Gypsum.

PENDAHULUAN Rekayasa Dan Manufaktur Komposit Sandwich Berpenguat Serat Kelapa Bermatrik Epoxy Dengan Core Berpenguat Serat Kelapa Bermatrik Gypsum.

Pengujian meliputi uji bending komposit sandwich dengan standard ASTM C 393, uji impack komposit sandwich dengan standard ASTM D 5942, uji geser dengan komposit sandwich standard A[r]

4 Baca lebih lajut

Rancanglah Sebuah Mesin Screw Press Untuk Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 15 Ton TBS/Jam

Rancanglah Sebuah Mesin Screw Press Untuk Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 15 Ton TBS/Jam

mm Maka tegangan geser yang terjadi pada dasar ulir adalah: 2 b.Tegangan Langsung Besarnya tegangan langsung yang terjadi adalah: 2 4.3 Perencanaan Motor Penggerak Motor digunaka[r]

95 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN TEMPURUNG KELAPASEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN Pemanfaatan Limbah Pecahan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Bahan Baku Batako.

PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN TEMPURUNG KELAPASEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN Pemanfaatan Limbah Pecahan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Bahan Baku Batako.

Pada tahap ini dilakukan pengolahan data hasil yang diperoleh dalam pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, uji geser dan uji jatuh gravitasi. Data-data dari hasil pengujian dianalisa kemudian dari hasil pengujian tersebut apakah sesuai dengan karakteristik batako. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Hasil kuat tekan batako

7 Baca lebih lajut

PENGARUH SIKA CARBODUR PADA KUAT GESER  BALOK BETON TANPA TULANGAN GESER  PENGARUH SIKA CARBODUR PADA KUAT GESER BALOK BETON TANPA TULANGAN GESER.

PENGARUH SIKA CARBODUR PADA KUAT GESER BALOK BETON TANPA TULANGAN GESER PENGARUH SIKA CARBODUR PADA KUAT GESER BALOK BETON TANPA TULANGAN GESER.

Benda uji yang direncanakan sebanyak 8 buah, namun pada pelaksanaannya hanya menggunakan 4 buah benda uji, hal ini dikarenakan faktor biaya. Benda uji berupa balok beton bertulang tanpa tulangan geser dengan ukuran 1200 mm x 150 mm x 80 mm dengan jarak antar tumpuan 1000 mm, dengan variasi satu buah balok beton tanpa perkuatan, satu buah balok beton dengan perkuatan 1/6 L, satu buah balok beton dengan perkuatan 1/3 L dan satu buah balok beton dengan perkuatan L. Balok-balok tersebut ditumpu sendi-rol pada ujung-ujungnya. Beban terpusat masing-masing P/2 dikerjakan pada 1/3 bentang dari kedua tumpuan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU DAN KAPUR TERHADAP KUAT GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

KESIMPULAN DAN SARAN PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU DAN KAPUR TERHADAP KUAT GESER TANAH BERBUTIR HALUS.

2. Pengaruh penambahan kapur dan serat bambu pada pengujian triaksial mampu meningkatkan kuat geser pada tanah lempung dengan persentase 0,6%, 0,7%, 0,8%, 0,9% dan 1% masing-masing sebesar 0,915 kg/cm 2 , 0,951 kg/cm 2 , 0,955 kg/cm 2 , 0,996 kg/cm 2 , dan 1,029 kg/cm 2 .

67 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...