Top PDF AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Alhamdullillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berbentuk skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah membantu perjuangan beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam di muka bumi ini. Sehingga tugas akhir yang berjudul “ AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N- HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI ” dapat diselesaikan. Tugas akhir ini merupakan syarat terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata Satu (S1), pada Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Hasil identifikasi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) membuktikan bahwa fraksi etil asetat daun Jatropha gossypifolia positif mengandung senyawa golongan flavonoid, antrakuinon, terpenoid, dan polifenol. Kemudian dilanjutkan dengan uji bioautografi. Penelitian ini menggunakan metode bioautografi, yakni metode spesifik untuk mendeteksi bercak pada kromatografi hasil KLT (Kromatografi Lapis Tipis) yang memiliki aktivitas antibakteri, sehingga mendekatkan metode separasi dengan uji biologis (Pratiwi, 2008). Pengerjaan uji bioautografi meliputi beberapa variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah komponen senyawa yang terpisahkan dengan metode KLT dari fraksi etil asetat daun Jatropha gossypifolia, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah diagonal zona hambat yang dihasilkan oleh senyawa uji yang ditandai dengan area bening disekitar senyawa uji yang ada pada media agar sebagai parameter untuk menentukan penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, kontrol positif yang digunakan adalah eritromisin.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif antimikroba ekstrak daun Sembukan (Paederia foetida L.) yang memiliki efektifitas terhadap Staphylococcus aureus dengan metode Bioautografi. Bahan uji dari penelitian ini adalah daun sembukan (Paederia foetida L.) dan sampel yang digunakan adalah Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Uji Senyawa Bioaktif Ekstrak Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dapat memberikan efektifitas terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada ekstrak eter daun sembukan dengan nilai Rf 0,85 dengan zona hambat 4,75 mm, nilai Rf 0,82 zona hambat 6,5 mm, nilai Rf 0, 84 zona hambat 6,25 mm dan ekstrak n-Butanol nilai Rf 0,35 dengan zona hambat 5,25 mm, nilai Rf 0,47 zona hambat 6,75 mm, nilai Rf 0,37 zona hambat 9,5 mm.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh Alhamdullillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah membantu perjuangan beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam di muka bumi ini. Sehingga tugas akhir yang berjudul “UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides L. Benth TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI” dapat diselesaikan. Tugas akhir ini merupakan syarat terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata Satu (S1), pada Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Berdasarkan penelitian sebelumya tanaman C. scutellarioides memiliki potensi sebagai antibakteri yang diekstraksi dengan pelarut etanol. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dengan beberapa pelarut berdasarkan kepolarannya untuk memisahkan komponen senyawa yang bersifat polar, semi polar dan non polar yaitu dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol yang kemudian di uji dengan metode bioautografi kontak. Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang dihasilkan oleh fraksi etil asetat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH Cerbera manghas L. TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH Cerbera manghas L. TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Penelitian ini merupakan penelitian bersifat eksperimental untuk menguji aktivitas antibakteri dengan ekstrak etil asetat buah bintaro (Cerbera manghas L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Proses pengujian antibakteri menggunakan metode bioautografi dengan pengamatan dan pengukuran diameter zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dari masing-masing komponen senyawa pada ekstrak etil asetat buah Cerbera manghas yang telah dipisahkan dengan teknik KLT.

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP Escherichia coli

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP Escherichia coli

Serbuk daun jarak merah ditimbang sebanyak 250 g untuk dilakukan maserasi kinetik. Pelarut n-heksan yang digunakan adalah 2500 ml untuk maserasi pertama kemudian maserasi yang kedua hingga keempat digunakan pelarut n-heksan sebanyak 1250 ml dari pelarut yang digunakan pada maserasi pertama. Maserasi kinetik dilakukan dengan pengadukan konstan selama 4 jam lalu disaring. Proses ekstraksi dengan maserasi kinetik ini dilakukan sebanyak 4 kali hingga senyawa kimia dari daun jarak merah tidak terekstraksi dengan pelarut n-heksan, hal ini ditandai dengan noda yang terbentuk semakin pudar dari maserasi pertama hingga keempat. Hasil ekstraksi berupa filtrat diuapkan dengan rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental. Identifikasi senyawa kimia dilakukan dengan fase gerak N-Heksan : Etil Asetat (4 : 1).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Salah satu mikroba yang paling sering terdapat pada luka adalah Staphylococcus aureus.Bakteri tersebut merupakan bakteri patogen yang paling banyak menyerang manusia. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang hidup sebagai saprofit di dalam saluran membran tubuh manusia, permukaan kulit, kelenjar keringat, dan saluran usus. Obat tradisional menjadi pilihan untuk pengobatan secara alami, dikarenakan obat tradisional memiliki beberapa kelebihan antara lain : efek sampingnya relatif lebih kecil bila digunakan secara benar dan tepat baik tepat takaran, cara penggunaan, ketepatan pemilihan bahan dan ketepatan pemilihan obat tradisional untuk indikasi tertentu.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

AKTIVITAS EKSTRAK n-HEKSANA BIJI Cerbera manghas L. TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS EKSTRAK n-HEKSANA BIJI Cerbera manghas L. TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Ilyas, A., Iin, N., dan Irmayanti. 2015. Senyawa Golongan Steroid dari Ekstrak n- Heksana Kulit Batang Kayu Bitti (Vitex cofassus) dan Uji Toksisitas terhadap Artemia salina Leach. Makassar : Chimical et Natura Acta Vol.3 No.3, Desember 2015:119-123

16 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI KONTAK

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI KONTAK

Mikroorganisme adalah kelompok organisme hidup yang ukurannya sangat kecil dan heterogen, seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Beberapamikroorganisme memiliki manfaat atau tidak, tergantung pada efek host terhadap mikroorganisme tersebut. Namun ditemukan beberapa spesies patogen yang sangat berbahaya bagi manusia. Terkait spesies patogen tersebut ada senyawa yang dapat membunuh dan menghambat mikroorganisme patogen, ini yang dikenal sebagai antimikroba. Pencarian atau penemuan zat antimikroba yang memiliki aktivitas selektif terhadap mikroorganisme patogen tertentu, tanpa efek racun pada hewan dan manusia, serta yang dapat menguntungkan adalah dengan melakukan penelitian terhadap produk alam (Narwal, 2009).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI  EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L.)  Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichi

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L.) Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichi

Daun jambu monyet yang diperoleh dari daerah Boyolali diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan penyari etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi padat untuk memperoleh Kadar Hambat Minimum (KHM). Seri konsentrasi yang digunakan untuk Staphylococcus aureus adalah 0,1%; 0,15%; 0,2%; 0,25%; dan 0,3%, sedangkan untuk Escherichia coli adalah 0,025%; 0,05%, 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4%. Analisis kandungan golongan senyawa ekstrak etanol daun jambu monyet dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak butanol:asam asetat glasial:air (4:1:5) dan heksan:etil asetat (3:2), fase diam silika gel GF 254nm , serta metode bioautografi untuk mengetahui senyawa aktif yang
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Staphyloccus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Staphyloccus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Kurang lebih 80% obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia berasal dari tumbuhan. Pada tumbuhan sudah dikenal mengandung berbagai golongan senyawa kimia sebagai bahan obat yang mempunyai efek fisiologis terhadap organisme lain. Senyawa alam hasil isolasi dari tumbuhan juga digunakan sebagai bahan asal untuk sintesis bahan-bahan biologis aktif dan sebagai senyawa untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus (Supardi dan Sukamto, 1994). Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah Moringa oleifera Lam, familia Moringaceae, atau lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan kelor. Setelah mengetahui jenis senyawa metabolit sekunder yang dapat memberikan aktivitas antibakteri, ekstrak daun M. oleifera diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat seperti ekstrak sambiloto dalam Androbiotik® yang digunakan sebagai bahan baku obat antibiotik herbal.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP JAMUR Candida albicans DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM

UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP JAMUR Candida albicans DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM

Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu sayarat memperoleh gelar Sarjana pada Program Study Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang. Judul yang penulis ajukan adalah “Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak N -heksan Daun Jatropha gossypifolia Linn Terhadap Jamur Candida albicans dengan Metode Difusi Cakram”.

19 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN Jatropha gossypifolia dan Persea americana DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM



(Studi terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli)

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN Jatropha gossypifolia dan Persea americana DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM (Studi terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli)

Pewarnaan Gram merupakan metode pewarnaan yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi pada bakteri yang akan digunakan serta mengelompokkan bakteri Gram positif dan Gram negatif. Kaca objek dibersihkan dengan alkohol dan lewatkan beberapa kali pada nyala api bunsen, kemudian diambil isolat bakteri dengan jarum ose secara aseptik dan dioleskan pada kaca objek. Isolat bakteri kemudian ditetesi ungu violet dan dibiarkan selama 1 menit, selanjutnya dicuci dengan air mengalir dan dianginkan hingga kering.Isolat bakteri kemudian ditetesi dengan larutan iodine dan dibiarkan selama 1 menit, kemudian dicuci dengan air mengalir dan dianginkan hingga kering. Selanjutnya isolate bakteri ditetesi dengan alkohol 95% selama 30 detik, kemudian dialiri air dan dianginkan hingga keirng. Isolat bakteri kemudian ditetesi dengan safranin selama 30 detik dan dicuci dengan air mengalir, dikeringkan dengan kertas penghisap dan dikeringkan, kemudian dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Bakteri gram positif ditandai dengan warna ungu yang menunujukkan bahwa bakteri tersebut mengikat warna kristal violet, sedangkan bakteri gram negative ditandai dengan warna merah muda yang menunjukkan bahwa bakteri tersebut tidak mampu mengikat warna Kristal violet dan hanya terwarnai oleh safranin (Hadioetomo, 1993).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

AKTIFITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK FRAKSI n-heksan DAUN SUNGKAI (Peronema canescens. JACK) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI DENGAN METODE KLT-BIOAUTOGRAFI

AKTIFITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK FRAKSI n-heksan DAUN SUNGKAI (Peronema canescens. JACK) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI DENGAN METODE KLT-BIOAUTOGRAFI

Infectious diseases are still a serious problem in Indonesia, as well as the more widespread microbial resistance to antibiotics available. Traditional medicinal plants known potential to be developed as a source of infectious disease treatment is Sungkai Plant (Peronema canescens. Jack). This study aims to determine the antimicrobial activity of leaf extracts of n- hexane Sungkai with KLT-bioautografi method against some microbial testing. Microbial testing is used as much as 3 types of gram-positive bacteria that is Basillus subtillis, Streptococcus mutans and Staphylococcus aureus. The extraction method used to get the n- hexane fraction obtained from liquid-solid partition using n-hexane. Preliminary research conducted by the screening test n-hexane extract of the solid dilution method with DMSO as a negative control. Preliminary results obtained n-hexane extract gave growth inhibition against all the test bacteria at levels of 1 mg / ml. while the antibacterial activity of the test results-bioautografi TLC method showed some active spots with a diameter of clear zone and a different price Rf. Active spot detection using stain apparition UV 254 nm, 366 nm and 10% H 2 SO 4 spray reagent. Active Spot-bioautografi KLT test results obtained by the four active
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN Cayratia trifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Candida albicans

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN Cayratia trifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Candida albicans

Cayratia trifolia merupakan tumbuhan liar yang mudah ditemukan di dataran rendah, daerah tropis maupun subtropis. Cayratia trifolia diketahui mempunyai fungsi farmakologi sebagai antibakteri, antifungi, antiprotozoa, hipoglikemia, antikanker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun Cayratia trifolia memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans dan Staphylococcus aureus dengan metode sumuran, mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KBM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi serta mengetahui golongan senyawa dari ekstrak yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pada penelitian ini pengujian bioautografi dilakukan untuk menentukan golongan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji. Hasil dari pengujian aktivitas terhadap Candida albicans menunjukkan adanya pertumbuhan tetapi berbeda dengan pertumbuhan blanko positif. Nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol terhadap Staphylococcus aureus masing-masing yaitu pada konsentrasi 125 ppm dan 250 ppm. Pengujian bioautografi terhadap Candida albicans tetap dilakukan dengan menggunakan konsentrasi mikroba uji 1,5 x 10 5 cfu/ml dan setelah
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cayratia trifolia terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans

Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cayratia trifolia terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans

Cayratia trifolia merupakan tumbuhan liar yang mudah ditemukan di dataran rendah, daerah tropis maupun subtropis. Cayratia trifolia diketahui dapat berkhasiat sebagai antibakteri, antifungi, antiprotozoa, hipoglikemia, antikanker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun Cayratia trifolia memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans dan Staphylococcus aureus dengan metode sumuran; mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KBM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi; serta mengetahui golongan senyawa dari ekstrak yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pada penelitian ini pengujian bioautografi dilakukan untuk menentukan golongan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji. Ekstrak etanol daun Cayratia trifolia (Galing-galing) tidak memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans. Nilai KHM dari ekstrak etanol daun Cayratia trifolia (Galing-galing) terhadap Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 125 ppm, sementara nilai KBM sendiri yaitu pada konsentrasi 250 ppm. Golongan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada ekstrak etanol daun Cayratia trifolia adalah dari golongan polifenol, sementara golongan senyawa yang memiliki aktivitas terhadap Candida albicans diduga adalah dari golongan flavonoid. Kata kunci: Cayratia trifolia, antimikroba, KHM, KBM, Bioautografi
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas .Linn) TERHADAP JAMUR PENYEBAB KUTU AIR

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas .Linn) TERHADAP JAMUR PENYEBAB KUTU AIR

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antimikroba ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) terhadap jamur penyebab kutu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) dengan menggunakan pelarut n-heksan dan Etanol 70%. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan uji skrining menggunakan mikroba uji terhadap ekstrak n-heksan dan etanol 70% daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn), dengan menggunakan konsentrasi 6%, 8%, 10%, dan 12% (v/v) serta kontrol positif (Ketokonazol) dan kontrol negatif (Air suling steril ). Hasil skrining aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak n-Heksan daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air sedangkan ekstrak etanol 70% daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air. Pengujian lanjutan yaitu uji daya hambat dengan metode difusi agar terhadap jamur penyebab kutu air yang menghambat pada hasil skrining yaitu ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 12%. Hasil uji ini menunjukkan bahwa diameter zona hambatan terbesar terhadap Probandus I, probandus II, dan Probandus III berturut- turut adalah 1,21 mm; 1,35mm; dan 1,20 mm sedangkan dengan konsentrasi optimum 6 %. Hasil uji ini menunjukkan bahwa diameter zona hambatan terkecil terhadap Probandus I, probandus II, dan Probandus III berturut-turut adalah 0,77 mm; 0,74 mm; dan 0,50 mm
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT AKAR JARAK MERAH (Jatropha gossypifolia L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT AKAR JARAK MERAH (Jatropha gossypifolia L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM.

Bioautografi kontak Bioautografi kontak yaitu metode bioautografik dimana lempeng kromatogram yang sudah terbebas dari eluen diletakkan tengkurap diatas meja yang telah diinokulasi dengan mikroba uji. Zat kandungan dibiarkan berdifusi 15-30 menit pada suhu 0-5ºC, lalu plat kromatogram diangkat, media yang telah berisi kandungan zat dan mkroba uji yang telah berdifudi diinkubasi. Pengamatan dilakukan pada bercak yang berisi zat kandungan. Jika tidak ada pertumbuhan pada wilayah bercak itu yang ditandai spot jernih pada sekitar wilayah bercak berarti zat kandungan memiliki bioaktivitas antimikroba. Pengamatan bias dilakukan secara visual biasa atau dengan menggunakan indikator yang berubah warna akibat aktivitas pertumbuhan mikroba uji.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN Jatropha gossypifolia Linn DARI BERBAGAI METODE EKSTRAKSI REMASERASI

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN Jatropha gossypifolia Linn DARI BERBAGAI METODE EKSTRAKSI REMASERASI

Pada pembuatan simplisia daun Jatropha gossypifolia Linn digunakan daun yang masih muda atau berwarna ungu. Daun kemudian dibersihkan, ditiriskan, dan dikeringkan di dalam oven pada suhu 50 ᴼ C selama tiga hari. Kemudian dilakukan penyerbukan dan pengayakan sehingga diperoleh 200,96 gram serbuk simplisia kering. Pada proses ekstraksi masing-masing sebanyak 100 gram serbuk simplisia digunakan untuk remaserasi non kinetik dan kinetik dengan dilarutkan dalam 1000 ml etanol 96% untuk setiap kali maserasi. Untuk remaserasi non kinetik dilakukan maserasi sebanyak tiga kali dengan perendaman dengan penggantian pelarut baru setiap 24 jam. Sedangkan untuk remaserasi kinetik dilakukan pengadukan secara kontinyu selama 4 jam dengan kecepatan 350 rpm. Filtrat dari hasil ekstraksi kedua metode tersebut disaring dan dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator dan diperoleh rendemen ekstrak non kinetik sebesar 12,98% sedangkan rendemen ekstrak kinetik sebesar 9,20%.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...