Top PDF Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Dari Hasil Analisa diperoleh bahwa jika Kanal Masukan (M) = 6 dan Kanal Keluaran (N) = 5 diperoleh crosstalk sebesar -33,29 dB, maka semakin besar jumlah kanal masukan dan kanal keluaran maka crosstalk semakin besar. jika Daya Input (Ps) = -6 dBm diperoleh crosstalk sebesar -31,29 dB, maka cara mengurangi crosstalk, daya input sinyal harus dikecilkan. Untuk Gain =20 dB dengan Bandwidth (B w )= 20 Hz diperoleh crosstalk = -166,7 dB, maka semakin

12 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm) Chapter III V

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm) Chapter III V

merupakan elemen jaringan yang terpenting yang memungkinkan dapat dilakukannya rekonfigurasi jaringan optik, dimana lintasan cahaya dapat dinaikkan dan diturunkan sesuai kebutuhan [10]. Hal ini menawarkan skalabilitas routing, bit rate dan protokol independen dan meningkatkan kapasitas transport pada jaringan DWDM. Propagasi melalui elemen-elemen switching yang merupakan bagian dari OXC menghasilkan degradasi sinyal yang disebabkan rugi-rugi intrinsik perangkat dan ketidaksempurnaan operasi. Ketidaksempurnaan switching menyebabkan kebocoran sinyal, dimana panjang gelombang bisa saja sama atau berbeda dengan panjang gelombang sinyal[10].
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Ketika menghubung-silangkan sinyal dari kanal serat masukan ke kanal serat keluaran, OXC menghasilkan crosstalk. Hal ini dapat berdampak serius pada sinyal untuk rasio kebisingan dan oleh karenanya ini menjadi tingkat kesalahan dari sistem tersebut. Crosstalk dapat terjadi pada hampir semua komponen dalam DWDM, termasuk optical filter, multiplexer, demultiplexer, optical switch,optical amplifier, dan serat itu sendiri

1 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Semakin beragamnya lanyanan informasi, tuntutan jaringan yang memadai dan persaingan antar pemberi layanan telekomunikasi yang semakin ketat berakibat pada meningkatnya tuntutan sistem transmisi yang memiliki kapasitas bandwidth besar dan kualitas tinggi. Teknologi DWDM dalam komunikasi optik sangat diandalkan karena karena bandwidthnya yang besar, fleksibilitasnya dan memungkinkan untuk meng-upgrade jaringan optik yang sudah ada ke jaringan DWDM

4 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Pada perkembangan selanjutnya, jumlah panjang-gelombang yang dapat diakomodasikan oleh sehelai serat optik bertambah mencapai puluhan buah dan kapasitas untuk masing-masing panjang gelombang pun meningkat pada kisaran 10 Gbps, kemampuan ini merujuk pada apa yang disebut DWDM. Teknologi WDM pada dasarnya adalah teknologi transport untuk menyalurkan berbagai jenis trafik (data, suara, dan video) secara transparan, dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda-beda dalam suatu fiber tunggal secara bersamaan. Implementasi WDM dapat diterapkan baik pada jaringan long haul (jarak jauh) maupun untuk aplikasi short haul (jarak dekat)[5].
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Analisis pengaruh crosstalk pada sistem komunikasi Serat optik terhadap jaringan dense wavelength Division multiplexing (dwdm)

Departemen Teknik Elekto Universitas Indonesia http://helpmeups.files.wordpress.com/2012/08/modul-dewa89s-paper-jso-kel6.pdf/ diakses pada Agustus 2013 [6] Hakim, Loe.. [7] Politeknik [r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Perancangan Jaringan Serat Optik Dwdm (Dense Wavelength Division Multiplexing) Untuk Link Medan – Langsa (Studi Kasus di PT. Telkom Medan)

Analisis Perancangan Jaringan Serat Optik Dwdm (Dense Wavelength Division Multiplexing) Untuk Link Medan – Langsa (Studi Kasus di PT. Telkom Medan)

Dalam perancangan jaringan serat optik diperlukan perencanaan awal rute atau jalur serat optik yang merupakan tahap awal dalam pemilihan daerah jalur serat optik. Pada saat perancangan jaringan serat optik ada beberapa hal yang berkaitan yaitu jumlah sambungan kabel atau splice, jumlah terminal, jumlah konektor yang diperlukan antar link , panjang kabel yang diperlukan serta penguat yang akan diperlukan pada jaringan serat optik di terminal kanal. Rute jaringan serat optik mengikuti jalur yang menghubungkan antar kota yang akan dilewati oleh fiber optik. Cara pemilihan rute ini memiliki keuntungan yaitu memudahkan survey di lapangan, memudahkan instalasi serat optik, dan memudahkan pemeliharaan serat optik atau maintenance. Dari data di lapangan jarak antara Kota Medan dengan kota Langsa adalah 182 Km dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Studi Kinerja Transmisi Serat Optik Jaringan Menteng-Bintaro Menggunakan Sistem DWDM

Studi Kinerja Transmisi Serat Optik Jaringan Menteng-Bintaro Menggunakan Sistem DWDM

Abstrak---Semakin meningkatnya kebutuhan manusia untuk berkomunikasi, terutama komunikasi seluler, membuat perusahaan telekomunikasi berlomba-lomba untuk menambah kapasitas jaringan yang telah ada . Kapasitas radio microwave saat ini belum mencukupi kebutuhan yang ada. Salah satu solusinya adalah dengan merubah jalur trafik dengan menggunakan ke serat optik . Serat optik mempunyai bandwidth yang lebar dan dapat menyalurkan informasi dengan kecepatan tinggi . Salah satu teknologi dari teknik transmisi menggunakan serat optik adalah DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing). Bandwidth yang disediakan oleh perangkat DWDM ini sebesar 10GHz . Kapasitas yang telah dipakai pada sistem ini sebesar 270 Gbs , dengan kemampuan kapasitas total hingga 40 x 10 Gbs . Dari hasil pengukuran dengan menggunakan OTDR (optical time-domain reflectometer) daya terima sistem tampak baik yaitu sebesar -8,424dBm masih diatas ambang sensitivitas yaitu sebesar -26 dBm.Hasil pengukuran rise time buget juga masih memenuhi syarat yaitu 51,93 ps batas normal sistem bekerja dengan baik adalah 70 ps. Hasil pengukuran OSNR dengan menggunakan spektrum analyzer didapatkan nilai OSNR berkisar dari 25.9 dB – 38.4 dB. Untuk kondisi yang dilihat dari sisi amplitudo masih kurang optimal karena optical power yang tidak rata .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analysis Comparison Performance Position Optical Amplifier Hybrid SOA – EDFA (Semiconductor Optical Amplifier - Erbium Doped Fiber Amplifier) in A System DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) Based Soliton

Analysis Comparison Performance Position Optical Amplifier Hybrid SOA – EDFA (Semiconductor Optical Amplifier - Erbium Doped Fiber Amplifier) in A System DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) Based Soliton

Permintaan layanan transmisi data dengan kecepatan tinggi dan kapasitas besar semakin meningkat pada sistem komunikasi serat optik. Kondisi ini semakin didukung lagi dengan perkembangan sistem DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) yang menawarkan kemudahan peningkatan kapasitas transmisi pada sistem komunikasi serat optik. DWDM merupakan teknik multiplexing yang dapat mentransmisikan sinyal optik dengan panjang gelombang berbeda kedalam sebuah fiber optik [10] . Pada sistem komunikasi serat optik jarak jauh (long haul) diperlukan penguat optik yang berguna untuk memberikan penguatan yang besar, menghindari crosstalk dan tidak sensitif terhadap polarisasi [11] .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Topologi Jaringan Ring pada Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) di PT. TELKOM MEDAN (Aplikasi Ring 1 (NEC) dan Ring 2 (SIEMENS) JASUKA)

Analisis Kinerja Topologi Jaringan Ring pada Synchronous Digital Hierarchy (SDH) dan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) di PT. TELKOM MEDAN (Aplikasi Ring 1 (NEC) dan Ring 2 (SIEMENS) JASUKA)

Jika OCU dipasang diantara client network dan DWDM network seperti pada SURPASS hiT 7500, maka transponders atau multiplexing transponders akan mengubah client signals dengan format data yang bervariasi (tidak spesifik), uncolored wavelength menjadi line signal dengan colored, specific wavelength yang sesuai untuk aplikasi DWDM. Sebagai tambahan, protection units OCP (Optical Channel Protection) dapat dipasang untuk membentuk sistem proteksi optik 1+1 bagi client signals. Jika di sepanjang link jaringan DWDM dipasang stasiun OER (Optical Electrical Regeneration), maka regeneratornya harus yang 3R (Reamplified, Reshaped dan Retimed) untuk tiap – tiap channel, sehingga dapat memperpanjang jarak transmisi.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Transmisi DWDM Pada Jaringan SDH (Studi Kasus : Penerapan Sistem DWDM dan SDH pada Jaringan Transmisi PT. XL Axiata tbk.)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Transmisi DWDM Pada Jaringan SDH (Studi Kasus : Penerapan Sistem DWDM dan SDH pada Jaringan Transmisi PT. XL Axiata tbk.)

Kebutuhan akan layanan informasi saat ini meningkat cepat, dengan berbagai tipe layanan yang beragam seperti voice, data, dan video. Hal itu mengakibatkan munculnya permintaan pasar yang menuntut penyedia layanan telekomunikasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam sistem transmisinya. Untuk dapat memenuhi permintaan layanan tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem transmisi dengan media yang memiliki kapasitas dan kualitas yang tinggi seperti serat optik. Dalam studi pustaka ini dijelaskan sistem transmisi serat optik dengan menggunakan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada Synchronous Digital Hierarchy (SDH) serta perhitungan power budget-nya dalam jaringan transmisi PT. XL AXIATA Tbk.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PERFORMANSI HYBRID OPTICAL AMPLIFIER PADA SISTEM LONG HAUL ULTRA-DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING Performance Analysis of Hybrid Optical Amplifier in long Laul Ultra-Dense Wavelength Division Multiplexing System

ANALISIS PERFORMANSI HYBRID OPTICAL AMPLIFIER PADA SISTEM LONG HAUL ULTRA-DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING Performance Analysis of Hybrid Optical Amplifier in long Laul Ultra-Dense Wavelength Division Multiplexing System

Dari hasil yang didapat, hal ini mengindikasikan bahwa sistem long haul U-DWDM dengan konfigurasi penguat hybrid (Raman-EDFA) yang disusun secara seri dengan spesifikasi yang tertera pada penelitian ini hanya efektif pada jarak maksimal 205 km. Meskipun masih terdapat nilai Q Factor pada panjang link 255 km, akan tetapi nilai yang didapat sangatlah buruk seperti diagram batang yang ditunjukkan pada gambar 8. Menurunnya nilai Q Factor ini disebabkan salah satunya karena nilai dispersi serat optik yang terakumulasi saat link semakin jauh, dimana nilai dispersi positif yang dimiliki oleh serat optik SMF G655C sebesar 5,5 ps/(nm.km) terakumulasi linear positif seiring dengan bertambahnya panjang link. Semakin besar akumulasi dari nilai dispersi inilah yang mengakibatkan semakin kecilnya delay antar kanal sehingga menimbulkan Inter Symbol Interference (ISI) yang signifikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ART Andreas Ardian Febrianto Dense Wavelength Division Full text

ART Andreas Ardian Febrianto Dense Wavelength Division Full text

WDM (Wavelength Division Multiplexing) merupakan suatu teknik untuk memultiplekskan beberapa isyarat optik melalui sebuah serat optik dalam upaya untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan lebar pita yang disediakan oleh serat optik. Untuk komunikasi jarak jauh ( lebih dari 80 km ) digunakan sistem Dense-WDM ( DWDM ). DWDM menempatkan panjang gelombang yang lebih rapat dibandingkan dengan WDM, sehingga kapasitas informasi yang dikirimkan dapat ditingkatkan.

11 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN SIMULASI EFEK NON LINIER THREE WAVE MIXING PADA LINK DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING (DWDM) SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK ANALYSIS AND SIMULATION OF NON LINEAR EFFECT THREE WAVE MIXING IN DENSE WAVELENGHT DIVISION MULTIPLEXING (DWDM) L

ANALISIS DAN SIMULASI EFEK NON LINIER THREE WAVE MIXING PADA LINK DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING (DWDM) SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK ANALYSIS AND SIMULATION OF NON LINEAR EFFECT THREE WAVE MIXING IN DENSE WAVELENGHT DIVISION MULTIPLEXING (DWDM) L

Seperti yang terlihat pada gambar 6 blok pengirim terdiri dari perangkat demultiplexer, serta perangkat receiver. Blok penerima dalam penelitian ini terdiri dari Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) sebagai demultiplexer, photodetector APD sebagai detektor optik dan BER analyzer sebagai alat ukur pada receiver. Terminal Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) demultiplexer ini merupakan kebalikan dari Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) multiplexer yang sebelumnya telah dijelaskan. Demultiplexer diperlukan karena mampu memisahkan panjang gelombang yang terdapat dalam satu fiber ke dalam fiber yang berbeda-beda, sehingga setelah sinyal melewati demultiplexer maka setiap fiber hanya berisi satu panjang gelombang saja. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) ini dikarenakan perangkat ini memiliki kemampuan untuk menerima panjang gelombang dari jarak yang jauh dan dapat memisahkan panjang gelombang yang tadinya berada dalam satu fiber menjadi terpisah satu sama lain, sehingga penggunaan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) ini merupakan pilihan yang tepat untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini, Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) akan memisahkan delapan buah panjang gelombang dari satu serat optik single mode ke dalam delapan buah serat optik single mode secara bersamaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) Dan CWDM (Coarse Wavelength Division Multiplexing) Pada Sistem Komunikasi Serat Optik

Studi Perbandingan DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) Dan CWDM (Coarse Wavelength Division Multiplexing) Pada Sistem Komunikasi Serat Optik

Pada perkembangan selanjutnya sistem DWDM berusaha untuk menambah kanal yang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas data informasi. Salah satunya adalah dengan memperkecil spasi kanal tanpa adanya suatu interferensi dari pada sinyal pada satu fiber optik tersebut. Dengan demikian, hal ini sangat bergantung pada komponen yang digunakan. Salah satu contohnya adalah pada demultiplekser DWDM yang harus memenuhi beberapa kriterja di antaranya adalah bahwa Demux harus stabil pada setiap waktu dan pada berbagai suhu, harus memiliki penguatan yang relatif besar pada suatu daerah frekuensi tertentu dan dapat tetap memisahkan sinyal informasi, sehingga tidak terjadi interferensi antar sinyal. Sistem yang sebelumnya sudah dijelaskan yaitu FBG (Fiber Bragg Grating) mampu memberikan spasi kanal tertentu seperti pada Gambar 3.9.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM KOMUNIKASI RoF (RADIO OVER FIBER) BERBASIS WDM (WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING) DENGAN OADM (OPTICAL ADD DROP MULTIPLEXING) UNTUK JARAK JAUH ANALYSIS OF ROF (RADIO OVER FIBER )COMMUNICATION SYSTEM BASED ON WDM (WAVELENGTH DIVISION MULTIP

ANALISIS SISTEM KOMUNIKASI RoF (RADIO OVER FIBER) BERBASIS WDM (WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING) DENGAN OADM (OPTICAL ADD DROP MULTIPLEXING) UNTUK JARAK JAUH ANALYSIS OF ROF (RADIO OVER FIBER )COMMUNICATION SYSTEM BASED ON WDM (WAVELENGTH DIVISION MULTIP

yang dilewatkan dalam suatu saluran optik kemudian menyalurkannya ke saluran optik lain. Dalam OADM terdapat beberapa perangkat pasif optik diantaranya FBG (Fiber Bragg Grating) dan circulator. Perangkat ini sangat fundamental dalam perancangan jaringan sistem komunikasi serat optik. Beberapa panjang gelombang akan dikirimkan dari sisi pengirim menggunakan teknologi WDM. Panjang gelombang yang masuk ke OADM diseleksi atau demultiplex mana yang akan di drop oleh OADM dan akan keluar pada port drop, sisanya akan diteruskan. Pada port add akan masuk panjang gelombang baru yang masuk kedalam OADM dimana dilakukan multiplex kembali. Dalam OADM tidak ada proses pengubahan sinyal optik menjadi sinyal elektrik semuanya dilakukan pada spektrum panjang gelombang [6].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Dense Wavelength Division Multiplexing Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Di Arnet Sumbagut (Aplikasi Medan Centrum-Tebing Tinggi Ring II Sumatera)

Analisis Kinerja Dense Wavelength Division Multiplexing Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Di Arnet Sumbagut (Aplikasi Medan Centrum-Tebing Tinggi Ring II Sumatera)

Pertumbuhan aplikasi bandwidth yang beraneka ragam besarnya seperti video phone, teleconference dan still image dibutuhkan media transmisi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Disamping memiliki bandwidth yang besar, serat optic juga memiliki redaman yang sangat kecil saat melewatkan sinyal. Oleh karena itu serat optik saat ini menjadi pilihan utama backbone jaringan telekomunikasi. Untuk dapat melakukan penggabungan kanal-kanal komunikasi yang banyak dengan media serat optik tidak mudah dan untuk mengurangi amplifier di dalam jaringan dibutuhkan suatu cara yang kompleks, dengan demikian jaringan dapat melayani beban tanpa harus banyak memasang amplifier. WDM menjadi salah satu solusi karena dapat memultipleks sinyal ke dalam saluran serat optik tunggal dan dapat mengurangi jumlah amplifier.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

bias cladding. Pola perambatan cahaya dalam serat optik sebagai berikut sinar merambat lurus sepanjang sumbu serat tanpa mengalami refleksi atau refraksi. Sinar datang mengalami refleksi total karena memiliki sudut datang yang lebih besar dari sudut kritis dan akan merambat sepanjang serat melalui pantulan-pantulan. Refraksi (pembiasan cahaya) adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Sinar akan mengalami refraksi dan tidak akan dirambatkan sepanjang serat karena memiliki sudut datang yang lebih kecil dari sudut kritis.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Di Jalan Lotus Perumahan Cemara Asri Medan

Analisis Kinerja Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Di Jalan Lotus Perumahan Cemara Asri Medan

Perkembangan teknologi serat optik saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian serat optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi. Pada prinsipnya serat optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya. Dan wujud dari kabel serat optik dapat dilihat pada Gambar 2.1[1].
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SISTEM KOMUNIKASI YANG MENGGUNAKAN SERAT OPTIK

SISTEM KOMUNIKASI YANG MENGGUNAKAN SERAT OPTIK

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana atas rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penyusun dapat menyelesaikan Kerja Praktek II (KP II) yang berjudul “SISTEM KOMUNIKASI YANG MENGGUNAKAN SERAT OPTIK” yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia.

59 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...