Top PDF Analisis Yuridis Kontrak Olein pada Perdagangan Bursa Berjangka Jakarta

Analisis Yuridis Kontrak Olein pada Perdagangan Bursa Berjangka Jakarta

Analisis Yuridis Kontrak Olein pada Perdagangan Bursa Berjangka Jakarta

The development of the world economy into the modern era, in which various forms of financial business is growing rapidly, futures exchange can be used as a modern institution of agricultural commodity trading, commodity futures or commodity exchange is present in hopes of helping to run the risk of price fluctuations that occur. Indonesia as a country that has a variety of commodities requiring a transaction mechanism that is organized, orderly, fair, effective, and efficient, the Jakarta Futures Exchange (BBJ) was formed to facilitate the means of transaction between buyers and sellers meet in a futures contract with a brokerage firm stock exchange members. The setting of the type-olein contract to be traded and regulated in the Code Jakarta Futures Exchange. Based on the results of research to understand the procedures for futures transactions, the transaction can only be traded on an exchange, and traded by parties who have a license / business from BAPPEBTI, and conducted in accordance with the rules and regulations applicable stock exchange, as well as setting the futures contracts to be traded Regulation and Discipline of the Jakarta Futures Exchange, futures contracts have a standard form contracts based on the specifications that have been established such as the quality, type and clear pricing. Futures contract has a clearinghouse that guarantees fully to completion transksi on futures contracts. The terms of the payment made in the form of futures trading margin. Futures contract has a trading and closing hours every day (daily settlement) and any futures position can be closed at any time.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Peran Bursa Berjangka Jakarta yang sesungguhnya untuk sektor pertanian belum dapat terlihat dan belum dapat dirasakan oleh pelaku sektor ini. Salah satu tujuan awal pendirian Bursa Berjangka Jakarta adalah dapat memajukan dan memodernisasikan sektor pertanian, namun sejauh ini belum terlihat kinerja yang memuaskan dari Bursa Berjangka Jakarta. Bursa ini didirikan sebagai jawaban atas permintaan kalangan pelaku pasar komoditas primer yang mengeluhkan atas nasib komoditas primer Indonesia di pasar internasional yang selalu kalah bersaing kerena belum memiliki mekanisme penentuan harga sendiri. Mengingat fungsi Bursa Berjangka Jakarta, yaitu dapat menjadi sarana pembentuk harga (price discovery mechanism), diharapkan Indonesia dapat menjadi price maker dalam perdagangan global bagi komoditinya sendiri. Tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini penetapan
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Perdagangan Kontrak Berjangka Logam Mulia pada Periode Oktober 2009 - Desember 2009

Analisis Kinerja Perdagangan Kontrak Berjangka Logam Mulia pada Periode Oktober 2009 - Desember 2009

Derivatif terdiri dari efek yang diturunkan dari instrumen efek lain yang disebut underlying. Definisi derivatif menurut Siahaan (2008) adalah kontrak antara dua pihak pembeli dan penjual yang di dalam kontraknya terdapat berbagai hal yang telah disepakati bersama sekarang, tetapi realisasinya atau pelaksanaan hal tersebut adalah nanti pada tanggal tertentu dimasa yang akan datang (dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang). Sementara Siahaan & Manurung (2006) mendefinisikan derivatif adalah semacam kendaraan keuangan (peranti keuangan) yang diturunkan dari induknya. Induknya dapat berupa aktiva keuangan saham atau obligasi, komoditi, atau berbagai indeks seperti IHSG, LQ45, S&P500, Nikkei, Hanseng dan sebagainya. Derivatif juga dapat dikelompokan atas forward contracts, options contracts, swaps contracts. Menurut Bursa Berjangka Jakarta kontrak derivatif adalah suatu kontrak yang memiliki tingkat gejolak harga yang amat tinggi, terkadang lebih bergejolak daripada asset acuan (underlying asset) dan ini dapat menjadikan salah satu pihak menderita kerugian yang sangat besar sehingga tidak mampu menyelesaikan transaksi. Instrumen investasi derivative terdiri dari forward, option, dan swap contracts.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Peraturan Kepala Bappebti Nomor 76/BAP-PEBTI/Per/12/2009 tentang Larangan bagi Pialang Berjangka dengan Modal Asing untuk bertransaksi dalam Sistem Perdagangan Alternatif.. Peraturan P[r]

4 Baca lebih lajut

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

harus dilakukan oleh investor untuk mengetahui tentang keadaan dan latar belakang calon nasabah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, pada Pasal 50 ayat (1) yang berbunyi : Pialang Berjangka wajib mengetahui latar belakang, keadaan keuangan, dan pengetahuan mengenai Perdagangan Berjangka dari Nasabahnya. Hal ini diperlukan oleh Pialang Berjangka untuk memberikan alternatif investasi yang baik bagi nasabah. Perlu diketahui pergerakan harga di bursa berjangka sama dengan pergerakan harga saham di bursa efek, sehingga diperlukan kesiapan dana dari nasabah apabila ternyata investasi yang dilakukan mengalami kerugian. Dana tersebut bisanya telah ada di rekening nasabah, hanya saja jika kerugian terlalu besar maka dapat dimintakan kepada nasabah jika kondisi keuanganya memungkinkan untuk melakukan penambahan dana untuk menutup kerugian yang terjadi. Selain hal tersebut alasan pialang wajib mengetahui tentang nasabahnya adalah untuk menghindari nasabah seperti yang terdapat dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, pada Pasal 50 ayat (3) yang berbunyi: Pialang Berjangka dilarang menerima amanat Nasabah apabila mengetahui Nasabah yang bersangkutan:
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Perkembangan dunia ekonomi memasuki era modern, di mana berbagai bentuk bisnis finansial berkembang pesat, bursa berjangka dapat dijadikan sebagai institusi perdagangan modern komoditi pertanian, bursa Berjangka komoditi atau bursa komoditi hadir dengan harapan dapat membantu dalam menghadapi risiko fluktuasi harga yang terjadi. Indonesia sebagai Negara yang memiliki beragam komoditas memerlukan sebuah mekanisme transaksi yang terorganisir, teratur, wajar, efektif, dan efisien, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dibentuk sebagai fasilitas sarana transaksi bertemu antara pembeli dan penjual dalam sebuah kontrak Berjangka melalui perusahaan pialang anggota bursa. Pengaturan mengenai jenis- kontrak olein yang akan diperdagangkan diatur dalam Peraturan dan Tata Tertib Bursa Berjangka Jakarta.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Analisis Kontrak Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Olein Di Bursa Berjangka Di Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengetahui sajauh mana peraturan-peraturan perdagangan berjangka komoditi di Indonesia, termasuk memahami kontrak transaksi yang digunakan dalam perdagangan Berjangka komoditi olein dan untuk mengetahui bagaimana hak dan kewajiban dari investor atau nasabah dalam perdangan Berjangka komoditi olein. Penelitian bersifat normatif yuridis, yaitu penelitian ilmiah sistematis yang mengembangkan dan menggunakan teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan penelitian. Hal ini digunakan untuk menunjang fakta, konsep atau gagasan dalam analisis, juga untuk membuktikan sesuatu atau menambah kejelasan tentang suatu masalah dan data skunder yaitu studi kepustakaan dengan mengolah data bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PROSEDUR PERIZINAN USAHA BURSA BERJANGKA/LEMBAGA KLIRING BERJANGKA

PROSEDUR PERIZINAN USAHA BURSA BERJANGKA/LEMBAGA KLIRING BERJANGKA

Pemohon mengajukan permohonan Persetujuan Sebagai Peserta Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) ke Bappebti melalui Sekretariat/TU setelah lengkap sesuai Keputusan Kepala Bappebti Nomor : 58/BAPPEBTI/KP/I/2005 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Bappebti Nomor 55/BAPPEBTI/KP/I/2005 tentang Sistem Perdagangan Alternatif, dengan menggunakan Formulir Nomor III PRO. 45 dan dilengkapi dokumen-dokumen sebagaimana dipersyaratkan dalam Formulir Nomor III. PRO.46. Selanjutnya :

25 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN DANA JAMINAN DALAM TRANSAKSI DI BURSA BERJANGKA DIHUBUNGKAN DENGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH.

TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN DANA JAMINAN DALAM TRANSAKSI DI BURSA BERJANGKA DIHUBUNGKAN DENGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penggunaan dana jaminan dalam transaksi di Bursa Berjangka belum memberikan perlindungan yang optimal terhadap nasabah karena dana jaminan hanya diberikan apabila Pialang Berjangka melakukan wanprestasi dan tidak diberikan ketika ada perbuatan melawan hukum, serta tanggung jawab Pialang Berjangka terhadap nasabah dalam hal penjaminan yang tidak optimal tetap dapat dimintakan dalam hal perbuatan melawan hukum karena nasabah, berdasarkan Pasal 61 dan 78 UU 32 Tahun 1997dapat menuntut Pialang Berjangka melalui mekanisme yang disediakan oleh perundang-undangan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Fundamental Dan Teknikal Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Transaksi Emas Di Perdagangan Berjangka

Analisis Fundamental Dan Teknikal Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Transaksi Emas Di Perdagangan Berjangka

Resiko kegagalan ada dalam setiap keputusan, dengan adanya ketidakpastian akan pergerakan harga yang akan terjadi, resiko pengambilan keputusan yang ada dalam setiap transaksi menjadi tinggi. Oleh karena itu diperlukan berbagai informasi atau analisis sebelum keputusan diambil dalam setiap transaksi, hal ini sangatlah penting untuk meminimalkan resiko karena pertumbuhan ekonomi dan perubahan aspek lain yang terjadi sangatlah cepat. Besar-kecilnya resiko tersebut antara lain tergantung pada kelengkapan informasi serta kualitas analisisnya sebelum keputusan diambil.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGATURAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DI ERA DIGITAL

PENGATURAN PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DI ERA DIGITAL

Dewasa ini begitu banyak tawaran ladang investasi yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, salah satu sarana alternatif investasi yang memiliki potensi menghasilkan keuntungan amat besar dalam waktu yang relatif singkat adalah investasi di Perdagangan Berjangka Komoditi yang ditransaksikan di Bursa Berjangka.

22 Baca lebih lajut

PENILAIAN HARGA KONTRAK BERJANGKA INDEKS LQ45

PENILAIAN HARGA KONTRAK BERJANGKA INDEKS LQ45

Kontrak berjangka atau juga dikenal dengan sebutan futures contract merupakan suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan sejumlah asset/komoditi dalam jumlah, harga dan batas waktu tertentu. Dalam Kontrak Berjangka, terdapat terminology penting yang perlu diperhatikan, antara lain tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi atau disebut dengan settlement date atau delivery date. Sedangkan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang berkepentingan untuk melakukan transaksi disebut dengan futures price.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi Atas Perilaku Pialang Berjangka Yang Tidak Mendapat Izin Usaha Dari Bappebti Dikaitkan Dengan UU. Perdagangan Berjangka Komoditi.

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi Atas Perilaku Pialang Berjangka Yang Tidak Mendapat Izin Usaha Dari Bappebti Dikaitkan Dengan UU. Perdagangan Berjangka Komoditi.

Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah Yuridis Normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dan studi lapangan berupa wawancara dengan pihak-pihak terkait yang kemudian dianalisis secara deskriptif analitis.

2 Baca lebih lajut

ASPEK YURIDIS KONTRAK PERDAGANGAN DALAM E-COMMERCE DITINJAU DARI ASAS DAN SYARAT SAH SUATU PERJANJIAN

ASPEK YURIDIS KONTRAK PERDAGANGAN DALAM E-COMMERCE DITINJAU DARI ASAS DAN SYARAT SAH SUATU PERJANJIAN

Internet, yang merupakan akronim popular dari Interconnected Network (jaringan yang saling berhubungan) merupakan generasi pelanjut EDI yang memiliki fasilitas, jangkauan jaringan dan manfaat lebih dari system komunikasi yang pernah ada sebelumnya. Dalam hubungannya dengan dunia perdagangan, situs atau website biasanya digunakan sebagai ajang atau tempat dipostingkannnya iklan atau penawaran, atau undangan untuk melakukan transaksi jual beli. Bahkan dalam perkembangannya selanjutnya situs ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk melakukan sebuah transaksi.

68 Baca lebih lajut

BAB 14 KONTRAK BERJANGKA EMAS (GOLDKU)

BAB 14 KONTRAK BERJANGKA EMAS (GOLDKU)

1. Mutu Emas yang dapat diserahkan untuk pemenuhan penyelesaian kontrak adalah berbentuk batangan dengan kemurnian 9999, yang dibubuhi angka seri, kemurnian dan stempel dari supplier/refineri yang diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA), dilengkapi dengan Sertifikat Mutu yang dikeluarkan oleh Supplier.

7 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Tentang Berlakunya Force Majeur Terhadap Wanprestasi Dalam Kontrak Leasing

Analisis Yuridis Tentang Berlakunya Force Majeur Terhadap Wanprestasi Dalam Kontrak Leasing

Dengan berkembangnya kegiatan ekonomi nasional, maka berkembang jugalah kegiatan masyarakat dalam bidang usaha ekonomi. Kegiatan usaha yang saat ini banyak berkembang di masyarakat adalah sewa guna usaha atau yang biasa disebut dengan leasing. Leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Sewa Guna Usaha dengan hak opsi (Finance Lease) maupun Sewa Guna Usaha tanpa hak opsi (Operating Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha (Lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara angsuran yang disepakati. Pelaksanaan kontrak leasing dalam praktekya tidak dapat dihindari dari terjadinya wanprestasi baik yang terjadi karena kesengajaan atau kelalaian lesse maupun yang terjadi di luar kehendak lesse atau (force majure). Force majure adalah suatu keadaan dimana lesse dalam keadaan tidak dapat memenuhi kewajiban prestasinya tidak dapat diminta pertanggungjawabannya, karena peristiwa yang menyebabkan wanprestasi lesse adalah bukan karena itikad buruk lesse. Dalam kontrak leasing, force majure sangat jarang dicantumkan, dan biasanya para pihak tidak ada memperkirakan akan terjadi hal demikian selama kontrak berjalan. Bentuk penyelesain apabila peristiwa force majure ini terjadi adalah para pihak menyelesaikannya dengan jalan damai atau musyawarah.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Upaya Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Perdagangan Emas Berjangka pada PT. Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru

Upaya Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Perdagangan Emas Berjangka pada PT. Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru

Perdagangan emas berjangka sangat rawan dengan sengketa. Karena itu, pemahaman terhadap upaya penyelesaian sengketa perdagangan berjangka sangat penting untuk diketahui. Penelitian ini dilakukan secara yuridis empiris, sifat penelitian deskriptif analisis dengan analisa data secara kualitatif. Sengketa perdagangan berjangka pada PT. Rifan Financindo Berjangka Pekanbaru disebabkan karena ketidakpahaman nasabah tentang proses dan aspek hukum perdagangan berjangka. Hal itu diperparah lagi dengan tidak maksimalnya edukasi yang dilakukan pialang berjangka serta adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan sales marketing dan wakil pialang berjangka. Penyelesaian sengketa perdagangan emas berjangka hanya dapat dilakukan secara litigasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau secara non-litigasi melalui Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi. Kendala yang ditemui dalam penyelesaian sengketa, adalah; pilihan forum penyelesaian sengketa yang tidak proporsional, kurangnya pemahaman nasabah terhadap aspek hukum dalam penyelesaian sengketa dan pelanggaran Prosedur Operasional Standar penyelesaian sengketa.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Keuangan Dan Saham Perdagangan Jasa Dan Investasi Di Bursa Efek Jakarta.

Analisis Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Keuangan Dan Saham Perdagangan Jasa Dan Investasi Di Bursa Efek Jakarta.

Pada penelitian ini yang menjadi obyek adalah kinerja saham keuangan dan perdagangan jasa dan investasi di bursa efek Jakarta periode Januari 2005 sampai dengan akhir Desember 2005. Untuk menyusun portofolio optimal dengan menggunakan Single Index Model dan evaluasi kinerja portofolio menggunakan teknik analisis excess return to variability measure (Sharpe Measure). Untuk menganalisis perbandingannya kinerja saham keuangan dan saham perdagangan jasa dan investasi digunakan uji statistik beda rata-rata.

2 Baca lebih lajut

TATA CARA PEMERIKSAAN DI BIDANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

TATA CARA PEMERIKSAAN DI BIDANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Dengan ditemukannya bukti permulaan tentang adanya tindak pidana, maka Kepala Bappebti memerintahkan penyidikan yang dimaksudkan untuk mempertahankan kepastian hukum, sehingga semua pihak dapat menghindarkan diri melakukan pelanggaran atau terlibat dalam pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects