Top PDF Hubungan Antara Tinggi Putih Telur Dengan Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Lokal Pada Kualitas yang Sama

Hubungan Antara Tinggi Putih Telur Dengan Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Lokal Pada Kualitas yang Sama

Hubungan Antara Tinggi Putih Telur Dengan Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Lokal Pada Kualitas yang Sama

Kulit telur terdiri atas empat lapisan yaitu: (1) lapisan membran kulit telur, (2) lapisan mamilari, (3) lapisan bunga karang (spongiosa), dan (4) lapisan kutikula (Belitz dan Grosch, 1999). Pada bagian kulit telur banyak terdapat pori-pori yang berguna sebagai saluran pertukaran udara untuk memenuhi kebutuhan embrio di dalamnya. Kulit telur bersifat keras, dilapisi kutikula dengan permukaan halus serta terikat kuat pada bagian luar lapisan membran (Winarno dan Koswara, 2002). Lapisan kulit telur dapat memberikan perlindungan fisik (Charley, 1982). Karakteristik lain dari kulit telur ini adalah pori-pori yang dapat menjadikan jalan keluar masuk air, gas dan bakteri ke dalam telur. Jumlah pori-pori tersebut bervariasi antara 100-200 lubang/cm 3 luas permukaan kulit telur. Pada bagian tumpul, jumlah pori-pori per satuan luas lebih besar jika dibandingkan dengan bagian lain sehingga terjadi rongga udara di daerah ini (Sirait, 1986).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Hubungan antara tinggi putih telur dengan daya dan kestabilan buih telur itik lokal pada kualitas yang sama

Hubungan antara tinggi putih telur dengan daya dan kestabilan buih telur itik lokal pada kualitas yang sama

Kulit telur terdiri atas empat lapisan yaitu: (1) lapisan membran kulit telur, (2) lapisan mamilari, (3) lapisan bunga karang (spongiosa), dan (4) lapisan kutikula (Belitz dan Grosch, 1999). Pada bagian kulit telur banyak terdapat pori-pori yang berguna sebagai saluran pertukaran udara untuk memenuhi kebutuhan embrio di dalamnya. Kulit telur bersifat keras, dilapisi kutikula dengan permukaan halus serta terikat kuat pada bagian luar lapisan membran (Winarno dan Koswara, 2002). Lapisan kulit telur dapat memberikan perlindungan fisik (Charley, 1982). Karakteristik lain dari kulit telur ini adalah pori-pori yang dapat menjadikan jalan keluar masuk air, gas dan bakteri ke dalam telur. Jumlah pori-pori tersebut bervariasi antara 100-200 lubang/cm 3 luas permukaan kulit telur. Pada bagian tumpul, jumlah pori-pori per satuan luas lebih besar jika dibandingkan dengan bagian lain sehingga terjadi rongga udara di daerah ini (Sirait, 1986).
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Hubungan Umur Simpan dengan Penyusutan Bobot, Nilai Haugh Unit, Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Tegal pada Suhu Ruang

Hubungan Umur Simpan dengan Penyusutan Bobot, Nilai Haugh Unit, Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Tegal pada Suhu Ruang

pH telur meningkat. Perubahan ini terjadi setelah telur dikeluarkan dari induknya (Belitz dan Grosch, 1999). Penguapan air melalui kerabang telur, difusi air dari putih telur ke kuning telur akibat perbedaan tekanan osmotik, terjadinya pelepasan gas yang menyebabkan pH naik dan struktur gel putih telur rusak. Semua kejadian tersebut berlangsung terus menerus, sehingga semakin lama telur disimpan isi telur semakin encer (Romanoff dan Romanoff, 1963). Silversides dan Scott (2000) melaporkan bahwa tinggi putih telur maksimum pada saat telur dikeluarkan dan nilai tersebut menurun seiring dengan meningkatnya lama penyimpanan. Kemungkinan penurunan kualitas bukan hanya disebabkan oleh faktor lamanya waktu penyimpanan, tetapi juga disebabkan oleh faktor penanganan dan kondisi lingkungan (Sirait, 1986).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Ayam Ras Pada Umur Simpan dan Level Penambahan Asam Sitrat yang Berbeda

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Ayam Ras Pada Umur Simpan dan Level Penambahan Asam Sitrat yang Berbeda

Telur ayam merupakan bahan pangan asal hewan yang bernilai gizi tinggi yang sangat penting bagi manusia. Telur mengandung protein dengan imbangan asam amino, lemak, vitamin dan mineral yang menguntungkan bagi manusia. Pemanfaatan telur ayam selain untuk dikonsumsi sebagai lauk, juga dimanfaatkan dalam adonan pembuatan kue. Industri pengolahan pangan membutuhkan telur yang memiliki sifat yang baik, seperti sifat daya dan kestabilan buih yang baik. Daya buih telur berpengaruh terhadap pengembangan adonan kue serta dapat mempengaruhi tekstur produk pangan tertentu. Volume dan kestabilan buih yang baik diperlukan agar kue yang dihasilkan mempunyai struktur dan tekstur yang baik. Putih telur ayam mempunyai daya buih yang lebih tinggi dibandingkan telur itik sehingga banyak dipakai sebagai bahan campuran dalam adonan pembuatan kue. Permasalahan yang ada pada telur ayam adalah kestabilan buih yang akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya umur telur sehingga akan berpengaruh terhadap struktur dan kekokohan kue. Oleh karena itu, diperlukan adanya penambahan bahan kimia sebagai stabilisator untuk meningkatkan kestabilan buih telur ayam ras.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Daya dan kestabilan buih putih telur itik tegal pada umur telur dan taraf penambahan asam sitrat yang berbeda

Daya dan kestabilan buih putih telur itik tegal pada umur telur dan taraf penambahan asam sitrat yang berbeda

Penguapan air melalui kerabang telur, difusi air dari putih telur ke kuning telur akibat perbedaan tekanan osmotik, terjadinya pelepasan gas yang menyebabkan pH naik dan struktur gel putih telur rusak. Semua kejadian tersebut berlangsung terus menerus, sehingga semakin lama telur disimpan isi telur semakin encer (Romanoff dan Romanoff, 1963). Kekentalan putih telur yang semakin tinggi dapat ditandai dengan tingginya lapisan putih telur kental. Hal ini menunjukkan bahwa telur masih berada dalam kondisi segar. Dengan bertambahnya lama penyimpanan maka tinggi lapisan kental tersebut akan menurun dengan cepat pada awalnya dan akhirnya penurunan tersebut akan semakin lambat. Penurunan tinggi putih telur bersifat logaritmik negatif (Sirait, 1986). Waktu peyimpanan yang semakin lama menyebabkan pori-pori semakin besar dan rusaknya lapisan mukosa, air, gas dan bakteri lebih mudah melewati kerabang tanpa ada yang menghalangi, sehingga penurunan kualitas dan kesegaran telur semakin cepat terjadi (Muchtadi, 1992).
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Tegal dengan Penambahan Asam Asetat pada Umur Simpan yang Berbeda

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Itik Tegal dengan Penambahan Asam Asetat pada Umur Simpan yang Berbeda

Telur merupakan bahan pangan yang sempurna, karena mengandung zat-zat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan mahluk hidup baru. Protein yang terdapat pada telur sangat diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel dalam tubuh manusia (Davis dan Reeves, 2002). Protein telur mempunyai mutu yang tinggi, karena memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap, sehingga dijadikan patokan untuk menentukan mutu protein dari bahan pangan lain (Winarno dan Koswara, 2002). Bentuk telur itik yang normal umumnya sama dengan telur ayam yaitu oval dengan salah satu ujung meruncing, sedang ujung yang lain tumpul. Bentuk seperti ini berguna untuk meningkatkan daya tahan kulit telur terhadap tekanan mekanis serta mengurangi kemungkinan telur tergelincir pada bidang datar (Medved, 1986).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Saccharomyces cerevisiae pada Pengolahan Tepung Berbagai Jenis Telur Terhadap Mutu Tepung

Pengaruh Penambahan Saccharomyces cerevisiae pada Pengolahan Tepung Berbagai Jenis Telur Terhadap Mutu Tepung

Pengolahan telur dapat dilakukan secara utuh maupun limbah pengolaha telur seperti putih telur dengan cara pengeringan sehingga dihasilkan produk kering berupa tepung putih telur, tepung kuning telur dan campuran keduanya. Tepung putih telur mempunyai beberapa keuntungan seperti bahan penganti putih telur untuk keperluan industri pangan maupun eperluan rumah tangga. Disamping itu tepung putih telur memiliki daya awet yang relatif lama, mengurangi biaya penyimpanan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Jamur Tiram Dan Tapioka Dengan Penambahan Putih Telur Terhadap Mutu Bakso Jamur Tiram

Pengaruh Perbandingan Jamur Tiram Dan Tapioka Dengan Penambahan Putih Telur Terhadap Mutu Bakso Jamur Tiram

sempurna karena ikatan hidrogen yang seharusnya mengikat air telah dipakai untuk interaksi pati dan protein (Manullang, dkk., 1995). Selain itu, tapioka sebagai bahan pengisi dapat meningkatkan daya mengikat air. Menurut Ockerman (1983), bahan pengisi dapat meningkatkan daya mengikat air karena mempunyai kemampuan menahan air selama pengolahan dan pemanasan. Tapioka dapat mengabsorpsi air dua sampai tiga kali lipat dari berat semula sehingga adonan bakso menjadi lebih besar. Meskipun jumlah tapioka yang ditambahkan semakin banyak, tetapi kadar air bakso tetap menurun. Hal ini karena jamur tiram yang digunakan juga semakin sedikit, sehingga kadar air bakso akan semakin rendah.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

KANDUNGAN LEMAK TELUR AYAM LEGHORN DAN TELUR ITIK SETELAH PENAMBAHAN EKSTRAK  BAWANG PUTIH  Kandungan Lemak Telur Ayam Leghorn Dan Telur Itik Setelah Penambahan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Konsentrasi Yang Berbeda.

KANDUNGAN LEMAK TELUR AYAM LEGHORN DAN TELUR ITIK SETELAH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH Kandungan Lemak Telur Ayam Leghorn Dan Telur Itik Setelah Penambahan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Konsentrasi Yang Berbeda.

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi, diantaranya lemak. Kandungan lemak yang cukup tinggi menyebabkan konsumsi telur secara berlebihan sangatlah berbahaya. Bawang putih mengandung saponin dan flavonoid yang dapat menurunkan kandungan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan ekstrak bawang putih dapat menurunkan kandungan lemak pada kuning telur ayam leghorn dan telur itik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu jenis telur (T) dan penambahan ekstrak bawang putih dengan konsentrasi yang berbeda (B), dengan 8 kombinasi perlakuan. Ekstrak bawang putih disuntikkan ke dalam kuning telur kemudian disimpan selama 24 jam. Setelah itu telur direbus selama 15 menit kemudian diuji dengan Soxhlet. Pada telur ayam leghorn dan telur itik dengan jumlah penambahan ekstrak bawang putih 0 (kontrol), 0,5 ml, 1 ml, 1,5 ml, didapatkan hasil kandungan lemak tertinggi pada perlakuan B 0 T 1 (telur itik
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Egg richal : pemanfaatan tepung jeroan teripang (holothuria scabra) sebagai pakan alternatif sumber kalsium pada puyuh (cortunix cortunix japonica)

Egg richal : pemanfaatan tepung jeroan teripang (holothuria scabra) sebagai pakan alternatif sumber kalsium pada puyuh (cortunix cortunix japonica)

Secara garis besar tubuh teripang terbagi atas 4 bagian yaitu daging, kulit, jeroan dan gonad, air dan kotoran. Proporsi antara bagian daging: jeroan dan gonad: kulit: air dan kotoran adalah 4:3:2:1 (Kamila, 2011). Pengolahan teripang masih sangat sederhana, hanya bagian daging (otot melingkar) yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, sedangkan bagian viscera-nya (jeroan dan gonad) dibuang. Jeroan dan gonad merupakan bagian dalam tubuh teripang. Jeroan terdiri dari saluran usus, lambung dan saluran lainnya yang banyak mengandung air dan pasir, sedangkan gonad berwarna kuning untuk teripang betina dan berwarna putih untuk teripang jantan. Limbah jeroan teripang tersebut terdapat usus dan gonad yang memiliki nilai gizi cukup tinggi untuk dijadikan bahan pangan maupun pakan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efek Pemberian Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Difermentasi Rhizopus oligosporus terhadap Kualitas Telur Puyuh

Efek Pemberian Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Difermentasi Rhizopus oligosporus terhadap Kualitas Telur Puyuh

Penelitian dilaksanakan di Blok kandang C, dan pengambilan data kualitas telur puyuh di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Departemen INTP Fapet IPB. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni sampai Agustus 2011. Penelitian ini menggunakan 150 ekor puyuh betina berumur 8 minggu yang dipelihara selama 7 minggu. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan BBJF dalam ransum yaitu BJ0 (0%), BJ3 (3%), BJ6 (6%), BJ9 (9%), BJ12 (12%). Kualitas telur yang diamati meliputi bobot telur, persentase komponen telur (kerabang, yolk, dan albumen), dan kualitas interior telur (Haugh unit, tebal kerabang, dan skor warna yolk). Analisis data menggunakan sidik ragam (Anova) dan uji jarak berganda Duncan (DMRT) dibantu program IBM SPSS Statistics 20. Proses fermentasi dilakukan seperti pembuatan tempe, namun kapang yang digunakan 7 g per 1 kg bungkil biji jarak pagar. Data kualitas telur diperoleh saat puyuh berumur 12, 13 dan 14 minggu.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

DETEKSI KUALITAS DAN KESEGARAN TELUR AYAM BERBASIS DETEKSI OBJEK TRANSPARAN DENGAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT) DENGAN KLASIFIKASI K-NEAREST NEIGHBOR (K-NN) Quality and Freshness Detection of Chicken Egg based Transparent Object Detection by Usi

DETEKSI KUALITAS DAN KESEGARAN TELUR AYAM BERBASIS DETEKSI OBJEK TRANSPARAN DENGAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT) DENGAN KLASIFIKASI K-NEAREST NEIGHBOR (K-NN) Quality and Freshness Detection of Chicken Egg based Transparent Object Detection by Usi

telur yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah telur yang berkualitas baik untuk kesehatan. Selain itu, dalam pembelian telur dengan jumlah yang banyak dari suatu peternakan, maka ditemukan kesukaran penentuan kondisi kualitasnya secara menyeluruh. Guna mengetahui bagaimana telur yang baik untuk dikonsumsi salah satu caranya yaitu memecahkan bebrapa butir dengan memerhatikan ketinggian putih telurnya. Disamping itu dapat perlu diketahui busuk tidaknya, karena melalui penciuman terdeteksi. Dalam Tugas Akhir sebelumnya cara mendeteksi kualitas dan kesegaran telur dengan menggunakan metode Fuzzy Color Histrogram (FCH) dan Klasifikasi K-NN oleh Gita Meirinda pada tahun 2016 memperoleh akurasi sebesar 75% [2] dan penelitian lainnya yang mendeteksi kualitas dan kesegaran telur berdasarkan segmentasi warna dengan metode Fuzzy Color Histrogram (FCH) dan Discrete Cosine Transform dengan Klasifikasi K-NN oleh Yeni Ernita Kusuma Wardani tahun 2016 memperoleh akurasi sebesar 81% [3]. Tugas Akhir ini merupakan pengembangan dari Tugas Akhir sebelumnya. Dalam Tugas Akhir ini penulis memfokuskan mengenai ketinggian putih telur menggunakan deteksi objek transparan dengan metode Discrete Cosine Transform (DCT) dan Klasifikasi dengan K-Nearest Neighbor (KNN). Dari klasifikasi dengan metode DCT berfungsi sebagai mendapatkan representasi waktu dan skala dari sebuah sinyal menggunakan teknik pemfilteran digital. 1.2 Tujuan Penelitian
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KANDUNGAN LEMAK TELUR AYAM LEGHORN DAN TELUR ITIK SETELAH PENAMBAHAN EKSTRAK  BAWANG PUTIH (Allium sativum)  Kandungan Lemak Telur Ayam Leghorn Dan Telur Itik Setelah Penambahan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Konsentrasi Yang Berbeda.

KANDUNGAN LEMAK TELUR AYAM LEGHORN DAN TELUR ITIK SETELAH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) Kandungan Lemak Telur Ayam Leghorn Dan Telur Itik Setelah Penambahan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Konsentrasi Yang Berbeda.

Menurut Rahayu (2003), kandungan gizi yang cukup lengkap menjadikan telur banyak dikonsumsi dan diolah menjadi produk olahan lain. Kandungan protein telur terdapat pada putih telur dan kuning telur. Kandungan gizi telur antara lain : air 73,7 %; protein 12,9 %; lemak 11,2%; Karbohidrat 0,9%; dan lemak pada putih telur hampir tidak ada Komala (2008). Ditambahkan Sudaryani (2003), hampir semua lemak di dalam telur terdapat pada kuning telur, yaitu mencapai 32%, sedangkan pada putih telur kandungan lemaknya sangat sedikit, maka pengamatan lemak dan kolesterol lebih efektif dilakukan pada kuning telur.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Kadar Protein Pada Putih Telur Ayam Ras, Telur Ayam Buras, Telur Itik, Telur Puyuh dan Telur Penyu Secara Titrasi Formol

Studi Perbandingan Kadar Protein Pada Putih Telur Ayam Ras, Telur Ayam Buras, Telur Itik, Telur Puyuh dan Telur Penyu Secara Titrasi Formol

Analisis kuantitatif protein dapat dilakukan secara Spektrofotometri Sinar Tampak, Kjedahl, Lowry dan Titrasi Formol (Sudarmadji, dkk., 1984). Dalam penelitian ini digunakan Titrasi Formol, pemilihan metode ini dikarenakan pada analisis kuantitatif secara Spektrofotometri Sinar Tampak tidak mendapatkan hasil yang maksimal sehingga digunakan Titrasi Formol didasarkan pada penentuan yang sederhana, murah dan mudah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian terhadap perbedaan kandungan protein pada putih telur ayam ras, telur ayam buras, telur itik, telur puyuh dan telur penyu yang terdapat di sekitar kota Medan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

CARA ALAMI MEMUTIHKAN KETIAK AMPUH

CARA ALAMI MEMUTIHKAN KETIAK AMPUH

Kandungan yang ada di dalam lemon dipercaya mampu dan ampuh menyingkirkan noda hitam sehingga ketek tampak lebih putih dari sebelumnya. Cara memutihkan ketiak secara alami yaitu dengan mengambil buah lemon kemudian potong menjadi dua bagian. Gunakan potongan tersebut setelah mandi dan menggosoknya pada permukaan ketek. Setelah 10 menit didiamkan, cucilah dengan air hangat yang bersih.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK LOKAL DI PAYAKUMBUH.

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK LOKAL DI PAYAKUMBUH.

Faktor utama yang mempengaruhi berat telur adalah faktor genetik dan faktor lingkungan, selanjutnya faktor genetik merupakan faktor yang sulit diatasi karna kesanggupan unggas untuk memproduksi secara maksimal dipengaruhi oleh sifat keturunannya, dan faktor luar yang mempengaruhi produksi dan berat telur adalah makanan, kandang, suhu, dan cahaya, berat badan, umur, tingkat produksi, penyakit dan rontoknya bulu (Yasin, 1988).

6 Baca lebih lajut

Laporan tetap 1 asam amino

Laporan tetap 1 asam amino

Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin, fenilalanin dan triptofan. Reaksi Hopkins-Cole

24 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN TELUR YANG DIAWETKAN DENGAN PARAFIN DAN PENGGUNAAN SODIUM BIKARBONAT TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIKAWI, KIMIAWI DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK TELUR The Effect Used at Egg Preservation Using Paraffin and the Use of Sodium Bicarbonate on Physical

PENGARUH PENGGUNAAN TELUR YANG DIAWETKAN DENGAN PARAFIN DAN PENGGUNAAN SODIUM BIKARBONAT TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIKAWI, KIMIAWI DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK TELUR The Effect Used at Egg Preservation Using Paraffin and the Use of Sodium Bicarbonate on Physical

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan analitik, timbangan Triple Beam Balance O'hause, tempat merendam telur (baskom), egg tray, tempat air pencuci telur (ember), tempat memanaskan/merebus parafin (panci), kompor, arloji, tempat meniriskan, telur (keranjang plastik), thermometer- pengaduk, dan penggorengan, mixer kapasitas adonan 1 kg 220 volt, gelas ukur, cawan porselin, muffle furnace, beaker glass, botol timbang, labu destruksi, labu destilasi, alat Brazillian test, pisau dan tempeh untuk menjemur.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Makalah IPA Pembuatan Telur Asin (1)

Makalah IPA Pembuatan Telur Asin (1)

Pengasinan telur umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu perendaman dalam larutan garam dan pemeraman oleh adonan campuran garam, pecahan batu bata, dan abu gosok. Prinsip kedua cara tersebut adalah dehidrasi osmosis, yaitu proses penguranagan air dari bahan dengan cara membenamkan garam dalam suatu larutan berkonstrasi tinggi, larutan tersebut mempunyai tekanan osmosis tinggi. Dehidrasi osmosis (osmotic dehydration) merupakan proses perpindahan masa secara simultan (countercurrent flows) antara keluarnya air dari bahan dan zat terlarut berpindah dari larutan ke dalam bahan. Perpindahan massa osmosis dinyatakan sebagai kehilangan air (WL, Water Loss) dan penambahan padatan (SG, Solid Gain).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...