Top PDF Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Magetan Tahun 2014

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Magetan Tahun 2014

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Magetan Tahun 2014

1. Pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Magetan Tahun 2014 sudah berjalan dengan cukup baik hal ini terlihat dari tingkat kepuasan masyarakat penerima bantuan yang 81,8% menyatakan puas dan 18,2 % menyatakan sangat puas. Selain itu, pelaksanaannya di sebagian besar desa sudah dapat dikategorikan baik karena berhasil memperbaiki beberapa komponen rumah seperti atap, lantai, dinding, dan jamban yang awalnya kurang layak, menjadi layak huni. Namun, masih terdapat beberapa desa yang pada pelaksanaanya hanya berhasil memperbaiki satu komponen saja dikarenakan proses pelaksanaanya hanya berfokus kepada perbaikan satu komponen kerusakan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2014 J U R NAL

IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN 2014 J U R NAL

Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni merupakan Program yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar menempati rumah yang layak huni. Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini pada prakteknya sudah berjalan cukup baik karena pelaksanaan di sebagian besar desa berhasil memperbaiki beberapa komponen rumah seperti atap, lantai, dinding, dan jamban yang awalnya kurang layak menjadi layak huni, Namun, masih terdapat desa yang pada pelaksanaannya hanya berhasil memperbaiki satu komponen saja karena terfokus pada satu komponen kerusakan sehingga komponen lain belum teratasi. Hambatan dari program ini adalah kurang meratanya pembagian anggaran di tiap-tiap desa karena aturan di dalam Peraturan Bupati No. 44 Tahun 2014 tidak mencantumkan batas maksimal bantuan untuk setiap desa sehingga untuk desa yang jumlah pelaksanaan rehabilitasi rumahnya banyak, anggaran yang dikeluarkan juga semakin berkurang. Apabila anggaran semakin sedikit maka komponen yang diperbaiki semakin sedikit pula, sehingga pencapaian tujuan untuk rumah layak huni belum sepenuhnya tercapai. Saran yang direkomendasikan peneliti adalah bantuan untuk setiap desa seharusnya disesuaikan dengan jumlah penduduk miskin di setiap desa, serta pemerintah seharusnya membuat batas maksimal penerima program di setiap desa agar penerimaan anggaran lebih merata.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Puji dan syukur peneliti ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa membimbing dan menyertai peneliti selama proses pengerjaan skripsi ini sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)”.

8 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

3 Mudji Sulistiyo, D.B. Paranoan dan Burhanudin denganjudulI mplementasi Peraturan BupatiKutai Kartanegara Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Kutai Kartanegara (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kabupaten Kutai Kartanegara telah berjalan dengan baik, namun dalam implementasi program masih ditemukan hambatan, yaitu berkaitan dengan bahan atau material bangunan yang cukup mahal harganya apabila rehabilitasi rumah tersebut diluar dari Kecamatan yang berada dalam wilayah Kecamatan Tenggarong, karena aksibilitas yang sulit, kadang kadang hanya dapat dilalui melalui sungai atau udara saja, sehingga penyelesaian tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

3 Mudji Sulistiyo, D.B. Paranoan dan Burhanudin denganjudulI mplementasi Peraturan BupatiKutai Kartanegara Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Kutai Kartanegara (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kabupaten Kutai Kartanegara telah berjalan dengan baik, namun dalam implementasi program masih ditemukan hambatan, yaitu berkaitan dengan bahan atau material bangunan yang cukup mahal harganya apabila rehabilitasi rumah tersebut diluar dari Kecamatan yang berada dalam wilayah Kecamatan Tenggarong, karena aksibilitas yang sulit, kadang kadang hanya dapat dilalui melalui sungai atau udara saja, sehingga penyelesaian tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Dalam pendekatan kualitatif peneliti berusaha mengamati dan mengungkap realitas yang terjadi di lapangan dan ingin mengetahui serta melihat langsung secara mendalam bagaimana implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Maka dari itu penulis akan berusaha menganalisis dan menggambarkan situasi pada objek tersebut sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai penelitian ini.

5 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Demi mengatasi permasalahan kemiskinan ini, maka pemerintahmelalui Kementerian Sosial untuk menciptakan sebuah program rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni. Program ini ditujukan bagi masyarakat miskin yang tinggal di rumah yang tidak layak serta masyarakat miskin yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan olehKementerian Sosial.

1 Baca lebih lajut

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang)

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin Sumber Perundang-Undangan: Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Upaya Penanganan Fakir Miskin[r]

2 Baca lebih lajut

Implementasi Program Pemberdayaan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Pandeglang

Implementasi Program Pemberdayaan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Pandeglang

Dalam penyelenggarapan publik banyak permasalahan yang masih terjadi di Indonesia diantaranya kemiskinan, pemerataan pendapatan, kesempatan kerja, keterbelakangan, masyarakat yang belum sejahtera, banyak masyarakat yang belum mampu memiliki rumah sendiri atau mempunyai rumah namun kualitasnya belum memadai dan lain-lain. Perumahan adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi setiap manusia seperti halnya makanan dan pakaian (Aribigbola, 2006: 53, Fetus 2015: 53, Ajibola 2015: 11). Hal ini sangat mendasar bagi kesejahteraan, kelangsungan hidup dan kesehatan manusia (Fadamiro et al, 2004). Oleh karena itu, perumahan adalah salah satu indikator terbaik dari standar hidup seseorang dan tempatnya di masyarakat. Permasalahan perumahan ini juga adalah masalah universal yang juga terjadi di berbagai negara lain , bagaimanapun keadaan ekonominya. ( Ishaak 2017, Fetus 2015, Ajibola 2015.)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Oleh Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kabupaten Nias Barat

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Oleh Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kabupaten Nias Barat

This research is classified as descriptive type that aims to illustrate the effectiveness of the implementation of the Social Rehabilitation program Houses Not Livable Nias Barat Regency. Total population in this study as many as 50 persons were assisted by the Social Rehabilitation Houses Not Livable West Nias in 2014. Data were collected using a questionnaire and analyzed using descriptive statistics. Indicators used to measure the effectiveness of the program is the understanding of the program, targeting accuracy, timeliness, achievement of goals, and real change. To determine the level of effectiveness of the program, the measurement data is done to make use Likert Scale.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinanmelalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rtlh), di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat

Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinanmelalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rtlh), di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat

38% adalah penerima dari kelompok penduduk miskin, dan 62% adalah penduduk non miskin. Program P2KP digulirkan dalam bentuk 3 kegiatan utama yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Kegiatan ekonomi disalurkan di sektor perdagangan. Kegiatan lingkungan di-wujudkan dalam 16 pembangunan infra- struktur seperti jalan, posyandu, saluran irigasi,perumahan, dan lain-lain. Kegiatan socialdifokuskan pada bidang kesehatan ibu dan anak. Program Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan air Minum dan sanitasi. Sebagaimana terlihat dalam grafik 5 penerima program PANSIMAS mengalami kenaikan seperti sumber air minum pada tahun 2011 mampu memenui kebutuhan 27790 orang dan pada tahun 2012 mampu mememnuhi kebutuhan sumber air minum sekitar 33253 jiwa. Artinya Program PANSEMAS dalam waktu 2 tahun mampu memenuhi kebutuhan sarana air minum, mencapai 201263.701 (0,03% dari keseluruhan penduduk di Kabupaten Garut) yang meliputi 16 desa. Ditinjau dari wilayah yang dapat dipenuhi kebutuhan air minum baru Desa selama 2 tahun hanya mampu menyediakan air minum untuk 3,4 persen dari keseluruhan wilayah desa atau kelurahan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

EVALUASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS RTLH) DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2

EVALUASI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS RTLH) DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2

bagi kehidupan bermasyarakat. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang layak maka harus dipenuhi syarat fisik rumah yaitu aman sebagai tempat berlindung, memenuhi rasa kenyamanan, dan secara sosial dapat menjaga privasi setiap anggota keluarga. Selain itu rumah merupakan media bagi pelaksanaan tumbuh kembangnya anak dalam keluarga. Terpenuhinya salah satu kebutuhan dasar berupa rumah yang layak huni diharapkan tercapai keharmonisan dan ketahanan keluarga. Berdasar pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pada pasal 5 ayat 2 menyatakan bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang salah satunya adalah kemiskinan. Penanggulangan kemiskinan dalam bentuk penyediaan akses pelayanan rumah dan permukiman terdapat dalam pasal 21 huruf f.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Evaluasi Kinerja Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Purbalingga

Evaluasi Kinerja Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Purbalingga

mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, (4) menyinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Melihat hal tersebut, pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berusaha menyejahterahkan masyarakat daerah Purbalingga dengan harapan dapat mengurangi jumlah kemiskinan. Hal ini ditunjukkan dengan diluncurkannya program yaitu Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni adalah program yang ditujukan untuk keluarga miskin yang karena alasan ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan papan dan menempati rumah yang tidak layak huni berdasarkan kriteria tertentu yang alokasinya ditetapkan dengan Keputusan Bupati No 95 tahun 2015. Penerima bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ditetapkan melalui tahapan seleksi dari keluarga miskin yang ada di
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EVALUASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI KABUPATEN TUBAN

EVALUASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI KABUPATEN TUBAN

Salah satu menunjukkan skala kesejahteraan masyarakat yaitu rumah layak huni. Namun kenyataannya di Kabupaten Tuban masih ditemukan permasalahan tentang perumahan yang belum terjangkau untuk masyarakat miskin. Untuk menangani itu, maka Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tuban, mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana. Yaitu Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Tuban, metode yang digunakan kualitatif dengan fokus penelitian menggunakan teori Leo Agustino meliputi sumber daya aparatur, kelembagaan, sarana prasarana dan teknologi, finansial, serta regulasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder, melalui buku-buku, jurnal, skripsi, regulasi, dokumentasi dan wawancara yang ditambahkan untuk mendeskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Tuban sejak 2007 berjalan dengan baik ditunjukkan dengan target realisasi pelaksanaan program tahun 2016 hingga tahun 2020 mencapai 5.276 unit. Namun demikian hasil temuan menunjukkan belum optimal. Terbukti dengan masih terbatasnya sumber daya aparatur untuk tenaga teknis dan tenaga pengawas di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Selanjutnya indikator koordinasi yang dilakukan belum menyeluruh hingga ke 20 kecamatan. Kemudian belum terpenuhinya indikator sarana prasarana teknologi dalam mendukung kinerja program rehabilitasi rumah tidak layak huni di kabupaten tuban.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Miskin  Melalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Oleh Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kabupaten Nias Barat

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Oleh Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kabupaten Nias Barat

Sebuah fenomena yang patut dicermati di Indonesia sejak beberapa dekade terakhir ialah kenyataan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta-merta membawa perbaikan pada sistem penyediaan perumahan bagi mayoritas masyarakat, yang terjadi justru sebaliknya. Di kota-kota yang ekonominya berkembang pesat, seperti Jakarta dan Surabaya, kondisi perumahan bagi mayoritas masyarakat makin memburuk. Harga rumah bagi mereka yang berpenghasilan tetap sekalipun makin tidak terjangkau. Semua itu merupakan indikasi terjadinya krisis perumahan yang melanda Indonesia, khususnya di daerah perkotaan, sejak beberapa dekade terakhir.Ragam tawaran solusi sebenarnya konstitusi negeri ini dengan tegas menyatakan negara berkewajiban membantu mengadakan rumah yang layak bagi rakyat Indonesia (UUD 1945, Pasal 48 H). Begitu pula UU No. 25/2000 tentang Propenas dan UU Bangunan Gedung 2003 (Pasal 43 Ayat [4]) yang mewajibkan pemerintah daerah memberdayakan masyarakat miskin yang belum memiliki akses pada rumah. Semua arahan konstitusional tersebut bertujuan memberikan aksesibilitas rumah bagi rakyat Indonesia, terutama bagi kelompok lemah ekonomi (Lampost.com, 2014).
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN HAK ATAS PERUMAHAN YANG LAYAK BAGI KELUARGA MISKIN MELALUI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI TAHUN 2017 (Studi Kasus di Kecamatan Pengadegan)

STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN HAK ATAS PERUMAHAN YANG LAYAK BAGI KELUARGA MISKIN MELALUI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI TAHUN 2017 (Studi Kasus di Kecamatan Pengadegan)

Considering the result of research, the following conclusions could be drawn: Firstly , the Purbalingga Regency Local Government’s strategy of fulfilling the right to adequate housing for poor family through inadequate house rehabilitation program in 2017 had not maximally because: (1) there is no certainty about program sustainability; otherwise the program lasts for only five years, (2) there is no per year target of house rehabilitation leading to the changing or uncertain number of rehabilitation over years, and (3) the result of rehabilitated house is inconsistent with standard adequate house as specified in Purbalingga Regent’s Regulation Number 13 in 2017 about General Guidelines of Social Grant of Inadequate House Rehabilitation, stating that house rehabilitation should focus on “Aladin” (roof, floor, wall). Secondly, the effect of Inadequate House Rehabilitation program begins to appear are achieved: (1) Improving the quality of beneficiary’s house but it has not been adequate yet corresponding to the specified standard, (2) Relieving inadequate house in Pengadegan Sub District, (3) Mitigating the cost of rehabilitation and (4) Preserving solidarity values in the form of self-help, but it is still very low.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Di Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Di Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

Rehabilitasi adalah proses mengembalikan sesuatu kepada keadaan semula yang tadinya dalam keadaan baik, tetapi karena sesuatu hal kemudian menjadi tidak berfungsi atau rusak. Rehabilitasi bisa juga perbaikan yang ditujukan pada penderita cacat agar mereka dapat memiliki seoptimal mungkin kegunaan jasmani, rohani, sosial, pekerjaan dan ekonomi. Rehabilitasi mengandung makna pemulihan kepada kedudukan (keadaan, nama baik) yang dahulu (semula) atau perbaikan anggota tubuh yang cacat dan sebagainya atas individu supaya menjadi manusia yang berguna dan memiliki tempat di masyarakat (Pengertian Rehabilitasi, 2014.http: //www.kbbi.web.id).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Di Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

Evaluasi Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Di Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar

Pemerintah Kolonial mengambil kesempatan yang besar dari para penghulu dan Raja Pagaruyung yang dijabat oleh Daulat Yang Dipertuan Sutan Alam Bagagrsyah.Pemerintah Kolonial membantu para kaum adat ini tentu dengan syarat yang lebih pula.Kemudian Pemerintah Kolonial membuat perjanjian pada tanggal 10 Februari tahun 1821 yang pada dasarnya berisi tentang penyerahan Alam Minangkabau pada pemerintah Kolonial. Setelah perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, pemerintah Kolonial mulai bergerak dan melakukan perang dengan kaum Paderi tahun 1821 hingga tahun 1838 perang inipun banyak memakan korban jiwa baik di pihak Kolonial Belanda maupun pihak Paderi sendiri. Batusangkar yang dijadikan Ibu kota Kabupaten Tanah Datar memiliki perjalanan tersendiri. Perkembangan dari kota ini walaupun tidak cukup signifikan namum cukup memberikan perubahan dari segi tata kotanya. Selain itu sejarah kota Batusangkar juga tidak terlepas dari situasi administrasi pemerintahannya atau politik pemerintahan serta sosial ekonomi dan budaya masyarakatnya.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

i IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PERBAIKAN RUMAH KURANG LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN TAHUN 2006 DI KELURAHAN WIROLEGI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

i IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PERBAIKAN RUMAH KURANG LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN TAHUN 2006 DI KELURAHAN WIROLEGI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Tipe penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif yang menggunakan wawancara langsung dan mendalam terhadap informan kunci yang digunkan dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Secara Keselurahan ada 7 informan yang dipilih, dari informan ini seorang informan dari unsur Pemerintahan Bapemas Kabupaten Jember, 3 informan dari Pemerintah Kelurahan Wirolegi, 1 Informan dari tukang rehap rumah kurang layak huni dan 2 informan dari penerima program perbaikan rumah kurang layak huni. .
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Termasuk Jamban/ Sanitasi Keluraga oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun di Kecamatan Tebing Tahun 2012

Pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Termasuk Jamban/ Sanitasi Keluraga oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun di Kecamatan Tebing Tahun 2012

Dalam merespon kondisi masyarakat tersebut yang dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota bersama untuk lebih fokus dan lebih meningkatkan koordinasi, singkronisasi dalam percepatan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yaitu melalui Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni termasuk sanitasi keluarga. Namun kenyataan di lapangan kegiatan pembangunan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Tebing dalam pelaksanaannya terkesan lambat dan banyak masyarakat penerima bantuan yang mengeluh dan kecewa karena pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tersebut tidak kunjung selesai, bahkan ada rumah yang belum siap atau masih setengah jadi namun sudah ditempati. Selain itu Ketidak tepatan sasaran penerima dana bantuan kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak setelah dana tersebut dicairkan. Pengelola dana dilakukan oleh pihak lain diluar sasaran penerima. Hal ini tidak sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi RTLH.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects