Top PDF Jual Beli dan Syarat Syaratnya 4

Jual Beli dan Syarat Syaratnya 4

Jual Beli dan Syarat Syaratnya 4

“Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.” (Musnad Imam Ahmad 31/110, dinukil dari Maktabah Asy Syamilah; Hakim berkata: “Sanadnya shahih”, dan beliau disepakati Adz Dzahabi, Al Albani berkata, “Sanad hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua”, lihat Silsilah Ash Shahihah 1/365; dinukil dari Maktabah Asy Syamilah).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

4) Barang tersebut dapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadian tertentu di masa depan Barang yang tidak jelas waktu penyerahannya adalah tidak sah, karena dapatmenimbulkan ketidakpastian (gharar), yang pada gilirannya dapat merugikan salah satu pihak yang bertransaksi dan dapat menimbulkan persengketaan.

9 Baca lebih lajut

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

4. Jual beli pada akad yang pertama bukan barter barang dengan barang ribawi yang tidak boleh ditukar dengan barang sejenis. Barang ribawi menurut ulama Malikiyah adalah makanan yang dapat memberikan energi, menurut Syafi‟iyah adalah semua barang yang dapat dikonsumsi, sementara menurut kalangan Hanafiyah dan Hanbaliyah setiap komoditas yang ditakar dan atau ditimbang. Kalangan ulama dari empat mazhab ini bersepakat bahwa emas dan perak atau barang lain sejenis merupakan barang ribawi. Dengan demikian, barang-barang ribawi tidak dapat diperjualbelikan dengan murabahah, misalnya tukar menukar beras dengan beras atau emas dengan emas di mana jumlah salah satu pihak lebih banyak, baik takaran atau timbangannya maka tidak boleh, dan hal ini bukan jual beli murabahah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HAK KHIYAR KONSUMEN DAN SISTEM RETUR DALAM JUAL BELI FASHION HIJAB SECARA ONLINE DI INSTAGRAM #TASHAPROJECT : STUDI KOMPARATIF.

HAK KHIYAR KONSUMEN DAN SISTEM RETUR DALAM JUAL BELI FASHION HIJAB SECARA ONLINE DI INSTAGRAM #TASHAPROJECT : STUDI KOMPARATIF.

kemudaratan dan hak khiya> r . Perlindungan hak-hak konsumen e- commerce dalam hukum Positif mempunyai tujuan yang sama dengan apa yang ditawarkan dalam Islam, yaitu menciptakan keseimbangan diantara pelaku usaha dan konsumen dan untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak konsumen. Kedua, perbedaan dalam aturan hukum terletak pada pengertian konsumen dan pelaku usaha, dalam Islam tidak dikenal konsumen akhir dan perantara, Islam juga tidak membedakan konsumen perorangan atau berbadan hukum seperti halnya dalam UUPK. Informasi mengenai objek dalam Islam merupakan syarat, sedangkan UUPK merupakan ketentuan dalam bab perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. Islam tidak membatasi waktu pertanggung jawaban yang merugikan konsumen, dalam UU ITE tidak menyatakan batasan itu, namun dalam UUPK dibatasi pertanggung jawabannya dalam jangka waktu 4 tahun setelah pembelian. 8
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

Jual beli yang sesuai dengan Syariat Islam harus memenuhi rukun dan syarat dari jual beli sementara rukun dan syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar jual beli itu dipandang sah. Karena jual beli merupakan suatu akad, maka harus dipenuhi rukun dan syaratnya. Sebagai salah satu bentuk transaksi, dalam jual beli harus ada beberapa hal agar akadnya dianggap sah dan mengikat. Beberapa hal tersebut disebut sebagai rukun. Ulama hanafiah menegaskan bawah rukun jual beli hanya satu, yaitu ijab. Menurut mereka hal yang paling prinsip dalam jual beli adalah saling rela yang diwujudkan dengan kerelaan saling memberikan barang. Maka jika telah terjadi ijab, disitu jual beli telah dianggap berlangsung. Tentunya dengan adanya ijab, pasti ditemukan hal hal yang berkait dengannya, seperti para pihak yang berakad, obyek jual beli dan nilai tukarnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Jual beli batil adalah akad yang salah satu rukun dan syaratnya tidak terpenuhi dengan sempurna, seperti penjual yang bukan berkompeten, barang yang tidak bisa diserahterimakan dan sebagainya. Sedangkan jual beli yang fasid adalah akad yang secara syarat rukun terpenuhi, namun terdapat masalah atas sifat akad tersebut, seperti jual beli majhul yaitu jual beli atas barang yang spesifikasinya tidak jelas. Menurut mayoritas ulama, kedua akad ini dilarang serta tidak diakui adanya perpindahan kepemilikan. 14
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Beton dan syarat syaratnya (1)

Beton dan syarat syaratnya (1)

a d 1 dengan : Vcf = tegangan geser ultimit balok beton bertulang fiber MPa k = tetapan yang mempunyai nilai 2 / 3 d/a = perbandingan tinggi efektif balok bentang geser ft = kuat ta[r]

58 Baca lebih lajut

Analisis hukum Islam terhadap perubahan harga jual beli sapi secara sepihak di Desa Tlogorejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.

Analisis hukum Islam terhadap perubahan harga jual beli sapi secara sepihak di Desa Tlogorejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.

Selain kejujuran, pembeli juga harus memiliki etika pembeli dalam jual beli. Di dalam rukun jual beli terdapat ijab dan kabul dimana masing- masing pihak melepaskan hak dan kewajibannya. Pembeli tidak boleh mengambil sendiri barang (objek) yang diperjualbelikan sebelum diserahterimakan, begitupun penjual (peternak) harus menyerahkan barang (objek) jual beli kepada pembeli. Pada prakteknya, pembeli (blantik) tersebut langsung mengambil objek (sapi) di kandangnya tanpa sepengetahuan peternak. Hal ini membuktikan bahwa pembeli tidak memiliki etika sebagai pembeli dengan mengambil objek jual beli secara paksa dari peternak. Sehingga apabila dalam jual beli terdapat unsur paksaan, maka jual beli tersebut batal demi hukum.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ....................................................... HALAMAN MOTTO ......................................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... HALAMAN TRANSLITERASI ........................................................................ HALAMAN ABSTRAK ..................................................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................................ DAFTAR ISI ....................................................................................................... DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... BAB I : PENDAHULUAN .............................................................................. A. Latar Belakang .............................................................................. B. Rumusan Masalah ......................................................................... C. Tujuan Penelitian .......................................................................... D. Manfaat Penelitian ........................................................................ BAB II : LANDASAN TEORI ......................................................................... A. Tinjauan Pustaka ........................................................................... B. Kerangka Teoritik ......................................................................... 1. Pengertian Jual Beli ................................................................ 2. Hukum Jual Beli menurut Pandangan Islam .......................... 3. Konsep Jual Beli secara Online dalam Islam ......................... BAB III : METODE PENELITIAN .................................................................. A. Jenis Penelitian ............................................................................. B. Pendekatan Penelitian ................................................................... C. Sumber Data ................................................................................. D. Metode Penentuan Subjek ............................................................ E. Metode Pengumpulan Data .......................................................... F. Metode Analisis Data ................................................................... BAB IV : DESKRIPSI DATA ...........................................................................
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN MUSTHOFA AHMAD AZ ZARQO TENTANG JUAL BELI ISTISHNA’.

PEMIKIRAN MUSTHOFA AHMAD AZ ZARQO TENTANG JUAL BELI ISTISHNA’.

Penelitian ini termasuk ke dalam peneltian bibliogarafis, karena penelitian ini dilakukan untuk mencari , menganalisa, membuat interprestasi , serta generalisasi dari fakta-fakta, hasil pemikiran dan ide-ide yang telah ditulis oleh para pemikir dan ahli (M Nasir, 1998:62) yang dalam hal ini adalah pemikiran Musthofa Ahmad Az Zarqo tentang jual beli istishna’. Dan dilihat dari tempatnya , penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) karena yang menjadi sumber data ialah buku-buku atau dokumen yang berkaitan dengan pokok masalah yang dibahas (Subagi, 1991:109)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pelajaran 4 Jual Beli

Pelajaran 4 Jual Beli

Ijab adalah perkataan penjual dalam menawarkan barang dagangan, misalnya: “Saya jual barang ini seharga Rp 50.000,00”. Sedangkan kabul adalah perkataan pembeli dalam menerima jual beli, misalnya: “Saya beli barang itu seharga Rp 50.000,00”. Imam Nawawi berpendapat, bahwa ijab dan kabul tidak harus diucapkan, tetapi menurut adat kebiasaan yang sudah berlaku. Hal ini sangat sesuai dengan transaksi jual beli yang terjadi saat ini di pasar swalayan. Pembeli cukup mengambil barang yang diperlukan kemudian dibawa ke kasir untuk dibayar.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Skripsi Siti Aminah Harahap

Skripsi Siti Aminah Harahap

Dalam menelusuri jual beli tanah di kelompok masyarakat, maka dapat dilihat dalam praktek masyarakat desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan. Menurut hasil pengamatan penulis di daerah desa Panyabungn, kecamatan Panyabungan sebagai berikut: dimana bapak Aripin menjual tanah kepada bapak Amir, kemudian bapak Amir hanya melunasi setengah dari harga penjualan. Sebelum bapak Amir melunasi harga jual tanah secara penuh kepada bapak Aripin, bapak Amir melakukan transaksi jual beli tanah tersebut kepada pihak lain yaitu bapak Daulat sedangkan kepemilikan bapak Amir atas tanah tersebut belum sempurna karena belum ada serah terima dengan pemilik pertama (bapak Aripin).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

IPS SD MI Kelas 3. Tema 7

IPS SD MI Kelas 3. Tema 7

“Anak-anak, ada contoh lainnya lagi. Contohnya pasar hewan. Merupakan tempat jual beli hewan peliharaan. Juga dijual bermacam-macam hewan ternak. Dari kambing, sapi, kerbau, dan kuda. Apakah kalian ingin beternak? Datang saja ke pasar hewan,” jelas Bu Tari.

16 Baca lebih lajut

Tempat Jual Beli Online di Indonesia

Tempat Jual Beli Online di Indonesia

jual beli online jual beli online terpercaya jual beli online indonesia jual beli online baju jual beli online hp jual beli online sepatu jual beli online terpercaya jual beli o[r]

2 Baca lebih lajut

Jual beli dalam islam pengertian hukum

Jual beli dalam islam pengertian hukum

Pertama, yang berkaitan dengan pihak-pihak pelaku, harus memiliki kompetensi untuk melakukan aktivitas ini, yakni dengan kondisi yang sudah akil baligh serta berkemampuan memilih. Dengan demikian, tidak sah jual beli yang dilakukan oleh anak kecil yang belum nalar, orang gila atau orang yang dipaksa.

4 Baca lebih lajut

Syarat Pembayaran dlm Jual Beli Perniagaan

Syarat Pembayaran dlm Jual Beli Perniagaan

17 Pembayaran di Muka Advance Payment • Pembeli membayar terlebih dahulu kepada penjual melalui perintah transfer bank ke rekening penjual, sebelum penjual mengirimkan barang yang d[r]

10 Baca lebih lajut

Rukun dan Syarat Jual Beli

Rukun dan Syarat Jual Beli

Dalil pendapat kedua sangat kuat, karena Allah Azza wa Jalla dalam surat An-Nisa’ hanya mensyaratkan saling ridha antara penjual dan pembeli dan tidak mensyaratkan mengucapkan lafaz ijab-qabul. Dan saling ridha antara penjual dan pembeli sebagaimana diketahui dengan lafaz ijab-qabul juga dapat diketahui dengan adanya qarinah (perbuatan seseorang dengan mengambil barang lalu membayarnya tanpa ada ucapan apa-apa dari kedua belah pihak). Dan tidak ada riwayat dari nabi atau para sahabat yang menjelaskan lafaz ijab-qabul, andaikan lafaz tersebut merupakan syarat tentulah akan diriwayatkan. (lihat Kifayatul akhyar hal.283, Al Mumti’ 8/106).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

JUAL BELI TANAMAN HIAS MENURUT TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Toko ”Eny’s Green” Desa Kadireso Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali).

JUAL BELI TANAMAN HIAS MENURUT TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Toko ”Eny’s Green” Desa Kadireso Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali).

Akan tetapi, apabila jual beli itu menimbulkan ketidakbaikan atau kecurangan dan kebohongan, maka hal itu dikatakan tidak boleh/haram. Jadi unsur suka sama suka adalah pokok dari transaksi jual beli. Akan tetapi apabila ada kesalahan setelah adanya transaksi itu terjadi, maka kesalahan terjadi pada individu itu sendiri. Karena salah satu tidak teliti ataupun kurang memperhatikan proses jual beli itu sendiri, atau bahkan secara syariat Islam. Berarti proses transaksi itu halal, akan tetapi kepuasan salah satu pihak tidak terpenuhi, namun apabila itu terjadi berarti itu kesalahan pada salah satu pihak saja antara penjual dan pembeli.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...