Top PDF Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan

Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan

Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan

langsung atau tidak langsung terhadap proses fisiologi yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup biota air yang dibudidayakan. Tujuan dari penelitian karakteristik suhu perairan ini adalah untuk mengetahui kisaran suhu perairan dan pola perubahannya di kolam budidaya perikanan. Penelitian karakteristik pola perubahan suhu perairan ini akan memberikan informasi tentang kisaran suhu dan pola perubahannya yang dapat menjadi masukan bagi pengelolaan budidaya perikanan. Pendekatan ini dapat menjadi strategi adaptif budidaya perikanan terhadap variasi suhu selama seiklus hidup ikan (Pang et al. 2016), .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 9, Nomor 1, Desember 2014

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 9, Nomor 1, Desember 2014

Berdasarkan hasil pengamatan Ikan Putak (Notopterus notopterus) adalah ikan karnivor yang makanan utama cenderung memakan hewan interbrata jenis serangga air sebagai pakan alami. Karakteristik habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus) di Desa Belanti Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah di rawa banjiran lebak yang berdekatan dengan sungai. Pada saat hujan, rawa banjiran menyatu dengan perairan sekitarnya, namun saat musim kemarau rawa banjiran tersebut mempunyai batasan yang jelas dan ikan akan berkumpul di rawa yang tidak mengalami kekeringan/lebung. Untuk menjaga kelestarian Ikan Putak (Notopterus notopterus) agar berkembang dimasa yang akan datang di rawa banjiran memerlukan kerjasama secara terpadu antara pemerintah dengan masyarakat, seperti mencegah degradasi habitat, menghindari pencemaran perairan, pengaturan musim tangkap serta adanya usaha budidaya Ikan Putak (Notopterus notopterus) diluar habitatnya. Kata kunci : habitat Ikan Putak (Notopterus notopterus), rawa banjiran, makanan ikan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kualitas air pada pemeliharaan ikan nila Oreochromis sp intensif di kolam Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor

Kualitas air pada pemeliharaan ikan nila Oreochromis sp intensif di kolam Departemen Budidaya Perairan Institut Pertanian Bogor

Ikan nila Oreochromis sp. merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Untuk meningkatkan hasil produksi, pengelolaan kualitas air merupakan komponen utama yang harus diperhatikan. Penggunaan paddle wheel pada kegiatan budidaya merupakan upaya yang diharapkan mampu menjaga suplai oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan. Beberapa permasalahan kerap terjadi dalam kegiatan budidaya ikan nila intensif di kolam Departemen Budidaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter kualitas air yang mempengaruhi penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuh dalam budidaya ikan nila intensif. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel air kolam budidaya pada kedalaman 10 - 30 cm dengan jarak yang berbeda serta waktu pengambilan pukul 06.00 WIB dan pukul 14.00 WIB. Parameter kualitas air yang diamati meliputi oksigen terlarut (DO), suhu, pH, kadar amonia dan kandungan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar oksigen terlarut berkisar 5,5 - 7,6 mg/l. Suhu perairan terukur berkisar 26,9 - 28,3 ° C; pH terukur berkisar 6,85 - 7,68; kadar amonia terukur 0,0012 - 0,017 mg/l. Kandungan bahan organik total terukur berkisar 11,16 - 38,44 mg/l KMnO 4 . Nilai-nilai parameter kualitas air yang terukur berada
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

SISTEM MONITORING SUHU DAN PH AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega328

SISTEM MONITORING SUHU DAN PH AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega328

Alat Monitoring Suhu Dan pH air kolam ikan air tawar ini bekerja secara otomatis, dengan menggabungkan kinerja hardware dan software. Sehingga terciptanya alat ini sangat membantu para pembudidaya ikan air tawar dalam menjalakan usahanya, alat ini dapat mendeteksi suhu dan pH air dalam kolam, sehingga pengelola perikanan dapat menggantikan kinerja manusia secara manual dengan mesin.

19 Baca lebih lajut

KONDISI KUALITAS PERAIRAN DAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN BUDIDAYA DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT: KEMUNGKINAN DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

KONDISI KUALITAS PERAIRAN DAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN BUDIDAYA DI WADUK CIRATA, JAWA BARAT: KEMUNGKINAN DAMPAK PEMANASAN GLOBAL

Penelitian dampak pemanasan global terhadap perikanan budidaya masih sangat terbatas. Beberapa pustaka yang ada umum- nya masih bersifat review tentang kemung- kinan dampak yang ditimbulkan baik dampak secara langsung (direct impact) maupun tidak langsung (indirect impact) (Bardach, 1989; Meisner & Shuter, 1992; Harley et al., 2006; Cochrane et al., 2009; Radiarta et al., 2011). Secara global, Handisyde et al. (2006) telah melakukan analisis kemungkinan dampak dari perubahan iklim terhadap perikanan budidaya. Secara umum dampak langsung yang mungkin ditimbulkan dengan perubahan suhu (udara/ air) adalah kelayakan dari suatu jenis ikan untuk dibudidayakan di lokasi tertentu, sedangkan dampak tidak langsung berupa pengaruh terhadap kandungan oksigen, terjadinya penyakit, dan terjadinya kelimpahan alga beracun. Pemanasan global juga dapat berpengaruh terhadap fluktuasi muka air kawasan waduk/danau yang disebabkan perubahan curah hujan dan presipitasi, yang tentunya sangat berpengaruh bagi keber- langsungan kegiatan perikanan di waduk/ danau. Penelitian yang sifatnya lebih spesifik terhadap perikanan budidaya (misalnya produktivitas perikanan air tawar) sangat diperlukan guna dapat memberikan dukungan data dan informasi yang relevan mengenai dampak pemanasan global terhadap tingkat produktivitas perikanan budidaya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Parameter Fisik-kimia Perairan Danau Limboto sebagai Dasar Pengembangan Perikanan Budidaya Air Tawar

Parameter Fisik-kimia Perairan Danau Limboto sebagai Dasar Pengembangan Perikanan Budidaya Air Tawar

Suhu merupakan parameter yang harus diperhatikan pada proses budidaya ikan. Menurut Supratno (2006) secara umum laju pertumbuhan ikan akan meningkat jika sejalan dengan kenaikan suhu pada batas tertentu. Jika kenaikan suhu melebihi batas akan menyebabkan aktivitas metabolisme organisme air/hewan akuatik meningkat, hal ini akan menyebabkan berkurangnya gas-gas terlarut di dalam air yang penting untuk kehidupan ikan atau hewan akuatik lainnya. Walaupun ikan dapat menyesuaikan diri dengan kenaikan suhu, akan tetapi kenaikan suhu melibihi batas toleransi ekstrim (35 °C) waktu yang lama maka akan menimbulkan stress atau kematian ikan. Hasil pengukuran suhu pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Model Jaringan Saraf Tiruan Pendugaan Suhu Air Kolam dengan Tutup Plastik untuk Budidaya Benih Ikan.

Model Jaringan Saraf Tiruan Pendugaan Suhu Air Kolam dengan Tutup Plastik untuk Budidaya Benih Ikan.

Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei Sensus Panel 2009 sebesar 15.39 kg/kapita/tahun. Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), konsumsi ikan tahun 2009 mencapai 30.17 kg/kapita/tahun. Namun demikian patut dicatat hal yang menggembirakan yakni rata-rata dalam empat tahun terakhir konsumsi ikan mengalami kenaikan sebesar 5.96 kg/kapita/tahun sejak 2005. Data tersebut mengambarkan kebutuhan produksi perikanan yang terus meningkat baik untuk konsumsi masyarakat maupun bahan baku industri pengolahan (BPS 2010). Seiring terjadinya peningkatan konsumsi ikan nasional dan ekspor ikan air tawar, kebutuhan benih ikan bermutu akan semakin meningkat. Untuk beberapa jenis ikan air tawar, tempat yang memiliki perbedaan suhu siang hari dan malam hari yang tinggi dapat mengakibatkan tingginya tingkat mortalitas. Terjadinya perubahan suhu ikan yang mendadak dapat mengakibatkan stres dengan berenang melonjak-lonjak, mengapung dan bernapas dipermukaan air. Kisaran suhu optimal agar ikan dapat tumbuh dengan baik adalah 25-30 o C (Susanti 2009).
Baca lebih lanjut

189 Baca lebih lajut

SISTEM MONITORING SUHU DAN PH AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BERBASIS. MIKROKONTROLER ATMega328 SKRIPSI

SISTEM MONITORING SUHU DAN PH AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BERBASIS. MIKROKONTROLER ATMega328 SKRIPSI

Alat Monitoring Suhu Dan pH air kolam ikan air tawar ini bekerja secara otomatis, dengan menggabungkan kinerja hardware dan software. Sehingga terciptanya alat ini sangat membantu para pembudidaya ikan air tawar dalam menjalakan usahanya, alat ini dapat mendeteksi suhu dan pH air dalam kolam, sehingga pengelola perikanan dapat menggantikan kinerja manusia secara manual dengan mesin.

19 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN

ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN

Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat di alam dengan jumlah besar akan tetapi ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi kehidupan ikan relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor.Usaha budidaya perikanan saat ini semakin berkembang, mulai dari keragaman jenis komoditas hingga teknologi budidayanya serta pemanfaatan tempat atau lahan budidaya. Salah satu wilayah perairan Kalimantan Barat yang belum termanfaatkan secara optimal dari segi perikanan yaitu sungai Ambawang yang merupakan anak dari sungai Landak yang bermuara di sungai Kapuas.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Sungai Ambawang Kecamatan Sungai Ambawang Kabupatan Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yang dilakukan dalam 4 titik lokasi pengambilan sampel. Sedangkan analisis sedimen dan plankton dilakukan dilingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung maupun hasil uji laboratorium didapat nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-28 0 C, kecerahan 11-15, kecepatan arus 0,30-0,61 m/det, nilai TSS 60
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Sistem Otomasi Pengendalian Suhu Air Kolam Budidaya Lele Tebar Padat - ITS Repository

Sistem Otomasi Pengendalian Suhu Air Kolam Budidaya Lele Tebar Padat - ITS Repository

Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang memiliki peluang besar yang dikembangkan untuk pemenuhan gizi masyarakat. Budidaya ikan lele dapat menghasilkan penghasilan yang besar, karena saat ini lele sangat digemari oleh masyarakat dan harganya terjangkau oleh semua kalangan. Salah satu metode dalam budidaya lele adalah tebar padat, yaitu beternak lele dengan memanfaatkan media yang relatif sempit dengan menebarkan benih lele dalam jumlah yang sangat banyak. Metode ini dapat dilakukan diperkotaan, karena dapat memangkas biaya distribusi dari penjual ke pembeli, kondisi lele masih segar dan tidak memerlukan tempat yang luas. Dalam budidaya lele sistem tebar padat ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, persiapan kolam yang baik, pemilihan bibit unggul, penyortiran tepat waktu dan pengendalian hama penyakit. Pada budidaya lele sistem tebar padat dapat menampung lele 1000 sampai 3000 ekor/m 3 . Budidaya lele tebar padat ditunjukkan seperti pada Gambar 2.1.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

TEKNIK PEMBESARAN IKAN MAS MAJALAYA PADA KOLAM AIR DERAS DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR SUKABUMI, JAWA BARAT PRAKTEK KERJA LAPANG PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

TEKNIK PEMBESARAN IKAN MAS MAJALAYA PADA KOLAM AIR DERAS DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR SUKABUMI, JAWA BARAT PRAKTEK KERJA LAPANG PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

Ikan mas ( Cyprinus carpio L.) merupakan salah satu ikan yang paling banyak dibudidayakan, baik di kolam pekarangan ataupun kolam air deras. Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau strain. Salah satu ikan mas yang populer di daerah Jawa Barat yaitu ikan mas Majalaya. Strain ikan mas Majalaya dibudidayakan di kolam air deras yaitu kolam yang airnya mengalir secara terus menerus dalam jumlah tertentu. Budidaya pada kolam air deras pada prinsipnya memanfaatkan aliran air yang relatif deras untuk meningkatkan daya dukung kolam guna menunjang pertumbuhan ikan yang dibudidayakan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Parameter Fisika Kimia Perairan Muara Sungai Salo' Tellue Untuk Kepentingan Budidaya Perikanan

Analisis Parameter Fisika Kimia Perairan Muara Sungai Salo' Tellue Untuk Kepentingan Budidaya Perikanan

Suhu yang didapatkan selama penelitian di perairan muara sungai Salo’ Tellue di stasiun A berkisar 27-29°C, stasiun B 27-29°C dan stasiun C berkisar 29-30°C. Stasiun A mempunyai suhu yang sama dengan stasiun B karena stasiun ini mendapatkan masukan dari air tawar dari sungai. Dari hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa variasi suhu antara satu stasiun dengan stasiun lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok. Tinggi rendahnya suhu sangat dipengaruhi oleh interaksi antara suhu udara di permukaan dan suhu perairan tersebut. Hasil tersebut tidak brdbeda denga hasil penguluran suhu air di perairan Wakatobi dan sekitarnya yaitu 29,42 o C – 30,2 o C (Rangka & Paena, 2012). Kisaran perairan yang di dapatkan selama penelitian adalah 27 o C – 30 o C merupakan kisaran suhu yang layak bagi pertumbuhan rumput laut. Fluaktuasi suhu yang tinggi berpengaruh kurang baik bagi pertumbuhan rumput laut yaitu dapat mengakibatkan rumput laut tersebut menjadi stress yang pada khirnya mengakibatkan pertumbuhan terganggu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN DI SUNGAI SAMBAS KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS UNTUK USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN DI SUNGAI SAMBAS KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS UNTUK USAHA BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian ini telah dilaksanakan diperairan sungai Sambas Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas dengan mengambil sampel air sungai Sambas. Waktu pelaksanaannya pada bulan November-Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perairan sungai Sambas dalam pengembangan dan pemanfaatannya untuk usaha budidaya perikanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Parameter kualitas air yang digunakan meliputi fisika, kimia dan biologi perairan. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 4 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil dari beberapa aspek pengukuran dapat disimpulkan bahwa Perairan Sungai Sambas Kecamatan Sebawi cukup sesuai untuk melakukan budidaya. Hasilnya sebagai berikut dengan nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-28,3 0 C, kecerahan 42,3-78, kecepatan arus 0,20-0,63 m/det, nilai TSS 1-37 mg/l,nilai
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

Dalam upaya pengembangan usaha berbasis pemanfaatan potensi sumber daya alam, Kementerian Kelautan dan Perikanan menginisiasi akselerasi pengembangan usaha budidaya perikanan melalui program peningkatan infrastruktur tambak budidaya. Untuk berjalannya kegiatan usaha budidaya tersebut sangat diperlukan prasarana seperti tambak/kolam serta jaringan irigasinya yang memadai sebagai fasilitas utama dalam penyediaan air yang cukup bagi media usaha budidaya ikan tersebut. Oleh karena itu dalam mendukung percepatan peningkatan infrastruktur tambak/kolam budidaya, Satker Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan mempunyai tanggung jawab untuk ikut berperan serta dalam penyediaan prasarana mendukung pengembangan usaha budidaya berupa alat berat.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Budidaya Ikan Sistem Minapadi Tahun Anggaran 2017; Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun

34 Baca lebih lajut

693 Kisi Budidaya Perikanan

693 Kisi Budidaya Perikanan

Menganalisis peserta didik dalam memahami prinsip-prinsip penilaian hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran budidaya perikanan.. Guru menganalisis hasil penilaian unt[r]

12 Baca lebih lajut

01. Lampiran  Budidaya Perikanan

01. Lampiran Budidaya Perikanan

Anton MP Instansi Instruktur Modul 10 : Politeknik Kelautan Perikanan Bone Instruktur Modul Suplemen : Muhammad Syahrir, S.Pi., M.Si Instansi Instruktur Modul Suplemen : Politek[r]

1 Baca lebih lajut

Perikanan Ikan Terbang dan Perikanan Lainnya di Perairan Fakfak

Perikanan Ikan Terbang dan Perikanan Lainnya di Perairan Fakfak

Harga ikan teri di pasar ikan adalah Rp. 100.000 per ember, sedangkan ikan layang kecil dan Selar dapat mencapai Rp. 200.000-400.000 per ember. Untuk tongkol sedang dijual bervariasi antara Rp5.000-15.000 per ekor atau Rp20.000- 50.000 per ikat. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan jaring angkat di Fakfak termasuk biaya investasi, biaya pemeliharaan, SIPI (izin penangkapan ikan) dan SIUP (izin usaha perikanan). Biaya investasi untuk pembelian bagan berkisar dari Rp. 100.000.000-200.000.000. Biaya perawatan berkisar antara Rp 5.000.000-10.000.000. Sementara itu biaya operasional harian untuk bahan bakar dan bahan makanan berkisar antara Rp 500.000-800.000 per hari operasi (trip). Tidak ada biaya retribusi kecuali untuk biaya sewa tempat sebesar Rp. 10.000 / hari yang diberikan kepada pemilik hak komunal. Biaya lainnya termasuk Biaya SIUP Rp. 1.600.000 / tahun dan SIPI Rp. 600.000 / 6 bulan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan

Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan

Metode analisis kesesuaian yang digunakan yaitu skoring dan pembobotan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan perairan terhadap kegiatan budidaya udang vaname. Metode skoring yang dilakukan mengacu pada matriks kesesuaian yang telah disusun sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan. Penentuan nilai/skoring ini dilakukan untuk memberikan nilai/bobot pada setiap variabel karena setiap variabel memiliki peranan serta pengaruh yang berbeda dalam menunjang kehidupan suatu komoditas. Metode perhitungan skor total penentuan kelas kesesuaian mengikuti metode yang telah ditetapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (2002). Tingkat kesesuaian perairan menurut Trisakti (2003) dibagi menjadi empat kelas yaitu sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2), sesuai marginal (S3), dan tidak sesuai (N).
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects