Top PDF KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment) Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment)  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK (Authentic Assesment) Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen dalam menyusun penilaian autentik ( Authentic Assesment ) sebagai evaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non hipotesis dengan menggunakan pendekatan survei, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumenter dan wawancara. Data yang diperoleh berupa instrumen penilaian yang telah disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian prosentase penyusunan instrumen autentik guru biologi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di SMA Negeri 1 Gondang Sragen adalah guru A untuk penilaian observasi (69,6%), penilaian uraian (45%), penilaian tes penugasan (54,2%), penilaian kinerja (70,8%), penilaian proyek (75%), penilaian portofolio (75%), guru B untuk penilaian uraian (55%) dan penilaian proyek (25%), sedangkan untuk guru C penilaian observasasi (50%), penilaian pilihan ganda (39%), penilaian uraian (37%), serta penilaian proyek (33,3%). Prosentase kemampuan kesesuaian penyusunan instrumen autentik dengan kriteria yang telah distandarkan guru Biologi di SMA Negeri 1 Gondang Sragen pada semester gasal tahun ajaran 2013/2014 yaitu penyusunan yang tidak sesuai kriteria yakni guru A (53,5%), guru B (92,03%) dan guru C (80,75%), sedangkan penyusunan yang sesuai kriteria yakni guru A (46,5%), guru B (7,97%) dan guru C (19,25%). Umumnya penyebab ketidak sesuaian penyusunan instrumen penilaian adalah format rubrik penilaian yang digunakan di SMA Negeri 1 Gondang Sragen belum seragam dalam pelaksanaannya serta tidak semua guru mengetahui butir penilaian yang harus digunakan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

PENDAHULUAN Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Pengembangan kurikulum 2013, bertujuan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Kurikulum ini bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan/ mempresentasikan, apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran (Anonim a , 2013).

5 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

“Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMA Negeri 88 Jakarta”[Skripsi].. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syari[r]

4 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK  Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI 1 GONDANG SRAGEN DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK Kemampuan Guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen Dalam Penyusunan Penilaian Autentik (Authentic Assesment) Sebagai Evaluasi Pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gondang Sragen. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah bentuk instrumen penilaian yang dibuat oleh guru sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan guru dalam penyusunan instrumen autentik guru Biologi di SMA Negeri 1 Gondang Sragen semester gasal tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan kriteria yang telah distandarkan.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kreativitas Guru Ipa Dalam Penyusunan Authentic Assessment Berdasarkan Kurikulum 2013 Di SMP NEGERI se-Kabupaten Kudus Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015.

PENDAHULUAN Kreativitas Guru Ipa Dalam Penyusunan Authentic Assessment Berdasarkan Kurikulum 2013 Di SMP NEGERI se-Kabupaten Kudus Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015.

Hasil penelitian Pantiwati (2013) tentang profil sistem penilaian oleh guru menunjukkan bahwa tes tulis bentuk obyektif mendominasi intrumen pengukuran hasil belajar siswa, selain itu respon siswa juga mendukung bentuk tes tertulis dibanding bentuk asesmen yang lain. Siswa juga tidak menyukai asesmen melalui analisis kritis artikel yang menuntut siswa berikir tingkat tinggi. Demikian juga siswa tidak menyukai asesmen bentuk portofolio. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Riani (2014) tentang kemampuan guru Biologi SMA Negeri 1 Gondang Sragen dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) sebagai evaluasi pembelajaran. Dari tiga guru Biologi yang diteliti menunjukkan prosentase kemampuan kesesuaian penyusunan instrumen autentik dengan kriteria yang telah distandarkan guru A (53,5%), guru B (92,03%) dan guru C (80,75%), sedangkan penyusunan yang sesuai kriteria yakni guru A (46,5%), guru B (7,97%) dan guru C (19,25%). Dari prosentase yang ditunjukkan kemampuan guru biologi dalam penyusunan penilaian autentik yang sesuai dengan kurikulum yang ditentukan masih sangat rendah. Guru hanya menerapkan hanya dua atau tiga bentuk penilaian dari penilaian autentik. Dari hasil penelitian, guru rata-rata masih kesulitan dalam pembuatan instrumen penilaian diri dan penilaian portofolio.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN  Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

Yayuk Nur Rohmani Dewi/A510130130. PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN NO. 216 SURAKARTA. Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. April, 2017.

17 Baca lebih lajut

KOMPETENSI GURU PPKN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENILAIAN AUTENTIK BERDASARKAN K-13 DI SMK NEGERI 9 MEDAN.

KOMPETENSI GURU PPKN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENILAIAN AUTENTIK BERDASARKAN K-13 DI SMK NEGERI 9 MEDAN.

guru yang mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajaranya maupun mengetahui siswa-siswa yang belum berhasil menguasai bahan.” Profesionalisme guru dari w aktu ke waktu semakin dituntut seiring dengan kebutuhan pendidikan yang bermutu. Oleh karna itu guru dituntut untuk menguasai dan terampil melakukan hasil belajar peserta didik. Dengan penilaian guru bisa melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kualitas pembelajaran yang telah dilakukan dan sekaligus mendapatkan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP PROFESIONALISME MENGAJAR PADA GURU SMA NEGERI I SRAGEN DAN GURU  PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP PROFESIONALISME MENGAJAR PADA GURU SMA NEGERI I SRAGEN DAN GURU SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN.

PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP PROFESIONALISME MENGAJAR PADA GURU SMA NEGERI I SRAGEN DAN GURU PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP PROFESIONALISME MENGAJAR PADA GURU SMA NEGERI I SRAGEN DAN GURU SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN.

Bantuan dan dorongan dari berbagai pihak mengacu semangat dan keinginan penulis untuk segera menyelesaikan penyusunan skripsi ini, oleh karena itu dengan segenap rasa sayang dan ketulusan hati penulis mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PUJOKUSUMAN I YOGYAKARTA.

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PUJOKUSUMAN I YOGYAKARTA.

Pernyataan guru tersebut didukung dengan dokumen yang dimiliki guru kelas 1 B dan guru kelas 5 B berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, kisi – kisi soal dan soal evaluasi. Kisi – kisi soal penilaian harian yang dibuat oleh guru kelas 1 B dan guru kelas 5 B sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Soal evaluasi yang dibuat guru juga sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator soal pada kisi – kisi soal. Semua indikator pada kisi – kisi soal sudah terwakili dalam soal. Sebagai contoh untuk kelas 1, Bahasa Indonesia kompetensi dasar 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan panca indra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman terdiri dari 4 indikator soal. Indikator soal nomer 1 diwakili oleh soal uraian nomer 1, indikator soal nomer 2 diwakili oleh soal uraian nomer 2, indikator soal nomer 3 diwakili oleh soal uraian nomer 3, indikator soal nomer 4 diwakili oleh soal uraian nomer 4.
Baca lebih lanjut

218 Baca lebih lajut

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN  PADA SISWA KURANG MAMPU  Pelayanan Hak Mendapatkan Pendidikan Pada Siswa Kurang Mampu (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati Di Sma Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen).

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN PADA SISWA KURANG MAMPU Pelayanan Hak Mendapatkan Pendidikan Pada Siswa Kurang Mampu (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati Di Sma Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen).

3. Solusi dalam mengatasi kendala pelayanan hak mendapatkan pendidikan pada siswa kurang mampu di SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen berkaitan dengan angka putus sekolah, dimana warga kurang mampu yang mengetahui tentang adanya Program Sintawati, tentu saja nantinya akan ikut berpartisipasi aktif untuk ikut serta dalam program tersebut, karena secara langsung Program Sintawati dirasa dapat meringankan perekonomian warga yang kurang mampu di Kabupaten Sragen dalam masalah pendidikan. Sehingga solusi untuk mengurangi angka putus sekolah menjadi terwujud.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN ACEH TIMUR.

ANALISIS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN ACEH TIMUR.

memberikan kemudahan kepada penulis dalam pengambilan data Penelitian pada guru biologi di kelas X, dan Penghargaan juga disampaikan kepada Bapak/Ibu Guru bidang studi Biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Aceh Timur yang telah bersedia menjadi responden. Ucapan terimakasih juga buat teman-teman seperjuangan di Program Pasca sarjana Pendidikan Biologi, kepada Ketua Kelas Reza Pranata, Sekretaris: Rosi F. Situmorang dan Bendahara Kelas Dewi Aprianti serta rekan-rekan lain yang telah ikut membantu memberi masukan dan saran terselesainya tesis ini. Teristimewa buat istri saya Hj. Jurniati, S.Pd, SD dan anak-anak saya tercinta H. Taufiq Nurcholisudin dan M. Wahyudi Setiawan yang tiada henti-hentinya memberi motivasi kepada saya dalam penyelesaian tesis ini. Semoga Tuhan berkenan melimpahkan berkat dan karunia-Nya atas segala bantuan dan kemurahan Bapak/Ibu, Saudara/Saudari sekalian, akhir kata penulis mengucapkan terimakasih Semua pihak yang telah membantu saya dalam penyelesaian tesis ini, semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi lembaga pendidikan dan Para Guru Pendidikan Biologi di SMA.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Bentuk, Hasil, Dan Respons Siswa Pada Penilaian Kemampuan Aktif Reseptif Dalam Pembelajaran Sastra Di Kelas X.5 SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Bentuk, Hasil, Dan Respons Siswa Pada Penilaian Kemampuan Aktif Reseptif Dalam Pembelajaran Sastra Di Kelas X.5 SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2012/2013.

Untuk mendukung pembelajaran yang efektif, KTSP memunculkan berbagai inovasi dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari strategi pengajaran hingga bentuk penilaian. Telah muncul berbagai startegi pembelajaran yang inovatif, sehingga muncul istilah PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif, dan Menyenangkan). Begitu pula dalam penilaian dikenal istilah penilaian autentik (authentic assessment). Penilaian autentik merupakan penilaian yang didesain untuk mengembangkan keterampilan siswa yang disesuaikan dengan perkembangan dan karakteristik siswa. Pengetahuan teori dan konseptual diaplikasikan dengan kinerja yang nyata. Penyusunan alat penilaian perlu memperhatikan beberapa hal. Khususnya kesesuaian dengan karakteristik dan perkembangan siswa. Bentuk penilaian tersebut diharapkan mampu memberikan peningkatan mutu pendidikan, karena kegiatannya diorientasikan kepada siswa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MUTU DI SMP NEGERI 1 NGRAMPAL SRAGEN Pengelolaan Pembelajaran Biologi Berbasis Mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MUTU DI SMP NEGERI 1 NGRAMPAL SRAGEN Pengelolaan Pembelajaran Biologi Berbasis Mutu di SMP Negeri 1 Ngrampal Sragen.

Persiapan pembelajaran siswa dalam pelaksanan pembelajaran dengan siswa siap belajar, siswa dan datang kesekolah sebelum pelajaran dimulai. Persiapan kehadiran siswa dalam kelas tepat waktu menunjukkan bahwa guru biologi telah mampu mengelola kelas dengan baik. Adanya persiapan siswa sebelum pembelajaran dimulai, maka guru dapat mengetahui keadaan siswa atau dengan kata lain guru dapat membuat gambaran yang jelas mengenai keadaan siswa yang akan dihadapi selain dari pada faktor intern siswa tersebut (laki-laki dan perempuan) seorang guru harus mengetahui taraf kematangan dan pengetahuan serta khusus dari pada siswa. Tugas dan tanggung jawab utama seorang pengajar adalah mengelola pembelajaran dengan lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif, yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif diantara guru dan peserta didik (Rohani, 2006: 1).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENILAIAN AUTENTIK OLEH GURU MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM KURIKULUM 2013 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KUNIR WONODADI BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENILAIAN AUTENTIK OLEH GURU MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM KURIKULUM 2013 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KUNIR WONODADI BLITAR - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penilaian autentik guru Akidah Akhlak dalam kompetensi aspek di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir menggunakan teknik praktik, proyek dan portofolio. Teknik praktik diwujudkan dengan membaca atau menghafal dalil dari Al-Quran ataupun hadis yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Kemudian, teknik proyek bisa digunakan dengan memberikan tugas untuk membuat peta konsep dan membuat tulisan tentang bukti iman kepada malaikat sesuai kreativitas siswa atau dengan tugas yang diberikan kepada siswa untuk mencari materi tambahan lewat buku yang ada di perpustakaan ataupun lewat internet. Lalu, teknik portofolio bisa digunakan dengan cara siswa membuat karya berupa mading.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI SE-KOTA MEDAN.

ANALISIS KEMAMPUAN GURU BIOLOGI DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI SE-KOTA MEDAN.

This research was conducted using descriptive research. Population of this research was biology teachers in class X and student class XI that was implemented the Curriculum 2013 in ten public senior high school in Medan. They are SMAN 1 Medan, SMAN 2 Medan, SMAN 3 Medan, SMAN 4 Medan, SMAN 5 Medan, SMAN 7 Medan, SMAN 9 Medan, SMAN 16 Medan, SMAN 18 Medan, and SMAN 20 Medan. According to data from Education Departmen of Medan, there were 26 biology teachers in class X. Sample was using by purposive techniques. Base of sampling was the teacher that have RPP Curriculum 2013 and is willing to be a sample. They are, SMAN 2 Medan, SMAN 3 Medan, SMAN 4 Medan, SMAN 5 Medan, SMAN 7 Medan, SMAN 9 Medan, SMAN 16 Medan, SMAN 20 Medan. Total sample were 16 teachers and 256 students. Data research was taken by collected teacher’s RPP for lesson plan. For implementation, data was taken by questionnaire that was given for teachers and student. Confirmation and deepening data of lesson plan and implementation was done by interview teachers and students.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN BUDAYA TERTIB SISWA DI SMA NEGERI GONDANG SRAGEN Pengelolaan Budaya Tertib Siswa di SMA Negeri Gondang Sragen.

PENGELOLAAN BUDAYA TERTIB SISWA DI SMA NEGERI GONDANG SRAGEN Pengelolaan Budaya Tertib Siswa di SMA Negeri Gondang Sragen.

The results of this study are (1) The characteristics of students in follow learning the characteristics: student discipline before participating in the classroom learning, student discipline in the process of learning participation in the class. Discipline of students in the learning participation at the end of the lesson in the class. Discipline of students when learning outside classroom learning activities, student discipline to follow learning at the end of learning activities (2) Cultural characteristics of orderly students in extracurricular activities is indicated by following the discipline of students in the following activities, choose the type of activity, properly discipline in using the equipment before the extracurricular activities, and awareness to report to the teacher for students who arrive late or did not attend in extracurricular activities without explanation (alpha), while carrying out extra-curricular activities the students go home without permission (skipping), students do not bring equipment or supplies of extracurricular activities. (3) Cultural characteristics of discipline students in maintaining cleanliness of the environment has the characteristics: discipline in maintaining the school environment cleanliness maintain classroom cleanliness & orderliness, discipline student to arrange the cleanliness personals in each class by arranging class cleanliness schedule, have awareness not throw garbage at random.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1  Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

KREATIVITAS GURU IPA KELAS VII DAN VIII DALAM PENYUSUNAN PENILAIAN AUTENTIK DI SMP NEGERI 1 Kreativitas Guru IPA Kelas VII Dan VIII Dalam Penyusunan Penilaian Autentik Di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara Semester Gasal Tahun Ajaran 2014/2015.

Penilaian autentik merupakan proses penilaian dari awal hingga akhir dalam proses belajar mengajar dengan sederet beberapa penilaian yang spesifik. Pada pembuatan penilaian autentik diperlukan kreativitas untuk mengolah rubrik yang tersedia menjadi penilaian yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru IPA kelas VII dan VIII dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara semester gasal tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh berupa instrumen penilaian di RPP yang telah disusun guru IPA kelas VII dan VIII. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas penyusunan penilaian autentik adalah kurang baik (49,33%). Hal ini terlihat dari penyusunan penilaian observasi (76,53%), penilaian diri (68,99%), penilaian pilihan ganda (49,66%), penilaian uraian (64,1%), penilaian penugasan (13,34%), penilaian kinerja (76,37%), penilaian proyek 30%) dan penilaian portofolio (15,71%). Pada kesesuaian penyusunan penilaian autentik dengan kriteria yang sudah distandarkan adalah kurang baik (49,24). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan kesesuaian guru IPA kelas VII dan VIII dalam penyusunan penilaian autentik (Authentic Assesment) di SMP Negeri 1 Pecangaan Jepara semester gasal tahun ajaran 2014/2015 kurang baik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESMENT SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA SMA - UNS Institutional Repository

PENYUSUNAN INSTRUMEN AUTHENTIC ASSESMENT SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATERI FLUIDA UNTUK SISWA SMA - UNS Institutional Repository

1 Silabus ......................................................................................................... 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................................ 3 Lembar Kerja Siswa .................................................................................... 4 Kisi-Kisi Penilaian ....................................................................................... 5 Rubrik Penilaian Kognitif ............................................................................ 6 Rubrik Penilaian Psikomotorik ................................................................... 7 Daftar Nilai Peserta Didik Uji Coba Kelompok Kecil ................................ 8 Daftar Nilai Peserta Didik Uji Coba Lapangan ........................................... 9 Perhitungan Analisis Butir Soal Uji Coba Kelompok Kecil ....................... 10 Perhitungan Analisis Butir Soal Uji Coba Lapangan .................................. 11 Surat Pengajuan Judul ................................................................................. 12 Surat Keputusan Dekan ............................................................................... 13 Surat Izin Penelitian .................................................................................... 14 Surat Keterangan Melakukan Penelitian ..................................................... 15 Dokumentasi ................................................................................................
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN  Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI BAYAN Problematika Guru Dalam Menerapkan Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013 Di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta.

Menurut guru di SD Negeri Bayan No. 216 Surakarta penilaian autentik merupakan penilaian yang berdasarkan kondisi sebenarnya atau kenyataan dari peserta didik belum ada nilai tambahan dari portofolio dan hasil ulangan serta belum dilakukannya remidi. Penilaian autentik memiliki 3 aspek yaitu sikap dibagi menjadi 2: spiritual dan sosial, pengetahuan dan keterampilan. Dalam penilaian autentik memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri seperti lebih mendetail dan lebih jelas karena semua kemampuan siswa diukur dan dinilai serta kelebihan dan kekurangan siswa dan lebih beragam juga dalam penilaian karena mengukur 3 aspek dalam diri siswa sehingga penilaiannya lebih komplit dan menjadi pedoman bagi guru dalam melakukan penilaian semua aspek.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...