Top PDF Konflik Partai Persatuan Pembangunan (Ppp) Tahun 2014-2016

Konflik Partai Persatuan Pembangunan (Ppp) Tahun 2014-2016

Konflik Partai Persatuan Pembangunan (Ppp) Tahun 2014-2016

PPP is a big house for Moslem, but then this political parties with V\PEROL]H .D¶EDK RIWHQ DWWDFNHG RI FRQIOLFW DURXQG WKH VHFUHWDULDW DPRQJ WKH conflict between faction on beginning stand, conflict of Djaelani Naro and politicians NU. After reformation PPP obtain the serious problem who influential on gaining vote in General Elections 1999. Declined of gaining vote PPP make the PPP determine coalition on Pilpres 2014. In beginning determine of coalition PPP return obtain conflict, begin with attitude Suryadharma Ali who reputed unilateral by 27 DWP when attend open compaign political parties of Gerindra. Then, the conflict fluctuate when KPK decide SDA as accused of corruption donation of Haji on year 2010-2011 and 2012-2013. PPP doing Mukernas in Bandung and dismissal SDA as chief from position as chief in PPP. However, SDA opposed dismissal herself and claimed Mukernas in Bandung is illegal. Then, SDA dismiss some caretaker daily PPP that is, Romahurmuziy, Emron Pangkapi, Suharso Monoarfa, Lukman Hakim Saifuddin, Reni Marlinawati, Joko Purwanto, Dini Mentari, Emalena Muslim, Aunur, Rusli Effendi, Yusroni Yazid, Hizbiyah Rohim, Siti Maryam, Siti Nurmala, and Mahmud Yunus.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Turunnya Suara Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jepara

Turunnya Suara Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jepara

Selain dari sisrtem multipartai penurunan suara PPP juag di pengaruhi perubahan sistem pemilu yang sering berubah. Sistem pemilu pada 1999 yaitu penetapan calon legislatif didasarkan pada rangking perolehan suara partai daerah pemilihnya, artinya jika caleg A meski berada di urutan terbawah caleg, jika didaerah pemilihannya partainya mendapat kursi maka caleg A akan terpilih menjadi anggota legislatif. Tetapi sejak pemilu 2004 sistem pemilu berubah menjadi proposional terbuka yang dalam surat suara ada nama caleg sehingga partai berlomba-lomba memasang kader terbaik untuk dipasangkan menjadi caleg sesuai nomor urut. Pada pemilu ini ada beberapa kader yanng memiliki banyak pengikut keluar dari PPP sehingga membuat suara PPP menjadi turun. Pada tahun 2009 sistem pemilu berubah lagi yaitu masih sama memilih caleg secara langsung tapi tidak ada nomor urut melainkan dengan suara terbanyak, dari sinilah para caleg harus bekerja keras untuk mendapat dukungan dan suara rakyat maka cara apapun ditempuh sehingga muncullah politik uang (money politik) dan terjadi persaingan yang tidak sehat sesama kader maupun partai lainnya, sehingga berimbas pada turunnya suara PPP sebanyak 15,95%. Pada pemilu 2014 sistem pemilu berubah lagi yaitu dengan suara terbanyak tapi menggunakan nomor urut tanpa menggunakan foto, pada pemilu ini suara PPP nampaknya belajar cukup banyak dari pengalaman pemilu lalu terbukti pada pemilu 2014 ini suara PPP naik 2,99% walaupun perolehan kursinya tetap sama pada tahun 2009 yaitu 9 kursi sama yang didapatkan PDIP waaupun PPP masih menang dalam jumlah suara.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penyelesaian Konflik Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik

Penyelesaian Konflik Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik

Kalla, dan Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. PPP yang dimotori oleh Ketua umum Suryadharma Ali memilih mendukung Prabowo dan Hatta Rajasa. Namun, ditengah perjalan banyak partai-partai yang memanfaatkan keadaan internal PPP yang sedang mengalami konflik. Dampaknya adalah PPP akhirnya terbagi ke dalam dua poros koalisi yang ada. Setiap partai-partai yang melakukan koalisi pasti bertujuan untuk memperoleh tujuan politik. PPP berambisi untuk ikut menduduki kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan rakyat (MPR) bersama KMP. Namun pada akhirnya kader PPP sama sekali tidak masuk dalam formasi pimpinan yang diajukan oleh KMP karena PPP dianggap meragukan. Tentu PPP tidak terima dan sebagian besar membelot dari KMP dan memilih menerima tawaran bergabung dengan KIH. Partai-partai lain sengaja memanfaatkan kondisi PPP yang sedang terpecah untuk meraih tujuan politik mereka. PPP tidak menghiraukan hal tersebut dan bahkan tetap saling keras kepala antar kubu yang bersengketa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Mekanisme Penetapan Nomor Urut Calon Legislatif Dprd Provinsi Riau Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru Tahun 2014 (Studi Kasus pada Partai Persatuan Pembangunan)

Mekanisme Penetapan Nomor Urut Calon Legislatif Dprd Provinsi Riau Daerah Pemilihan Kota Pekanbaru Tahun 2014 (Studi Kasus pada Partai Persatuan Pembangunan)

Partai Politik di zaman sekarang memang dilakukan secara terbuka pada tahapan penjaringan namun pada seleksi dan penetapannya calon legislatif yang dilakukan Partai Politik cenderung tertutup. Partai Politik hanya melibatkan sejumlah pengurus elit tingkat daerah tanpa melibatkan partisipasi masyarakat dalam bentuk pemberian kesempatan pada masyarakat untuk ikut menilai calon legislatif yang akan diusung, seperti diketahui berdasarkan musyawarah mufakat PPP dari Keputusan Ketua DPW PPP Nomor : 074/PPP.IX/NO.URUT/2012 tentang Petunjuk Teknis Penetapan Nomor Urut Calon Anggota DPRD Provinsi Riau PPP maka diketahui dalam pasal 3 dikatakan penetapan Nomor urut caleg di tetapkan berdasarkan kedudukan dan jabatan dalam organisasi partai dan selanjutnya di bahas dalam Musyawarah Partai, selanjutnya dapat dilihat pada table berikut nama Calon Anggota DPRD Kota Pekanbaru berdasarkan Dapil I Kota Pekanbaru. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme penetepan nomor urut oleh Partai Persatuan Pembangunan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

ANALISIS KOMPARATIF MARKETING POLITIK ANTARA PARTAI GERINDRA DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) (STUDI PADA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM TAHUN 2009)

hanya Allah SWT yang Maha Benar. Karena itu sepanjang kebenaran itu masih bersifat manusiawi kebenaran itu bukanlah monopoli siapapun. Sementar itu, prinsip kejujuran atau amanah bersifat sentral dan esensial dalam perjuangan PPP. dengan prinsip kejujuran ini perjuangan dalam bentuk apapun akan menjamin tegaknya saling pengertian, keharmonisan, keserasian dan ketentraman. Prinsip kejujuran merupakan penunaian amanah dan kepercayaan rakyat yang perlu terus dijaga sehingga terhindar dari perbuatan yang mengkhianati amnah rakyat. PPP juga akan terus mempertahankan prinsip keadilan didalam setiap gerak langkah perjuangannya. Tegaknya keadilan (justice) adalah esensial dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara. Dengan prinsip keadilan maka segala aturan dapat terlaksana dan berjalan baik sehingga menimbulkan keharmonisan, keselarasan, ketentraman dan sekaligus akan menghilangkan kedzaliman, kesenjangan, keresahan dan konflik.
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

DINAMIKA PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN PADA ERA ORDE BARU

DINAMIKA PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN PADA ERA ORDE BARU

bahwa Islam dijadikan sebagai asas partai. PPP sebagai partai yang baru berdiri menjadi wadah partai-partai Islam terdahulunya, menciptakan hentakan kuat dalam perpolitikan di Indonesia. Islam yang dijadikan asas utama PPP menjadi acuan program dan visi demi mencapai tujuan partai. Kemelut dengan pemerintah membuat PPP dianggap sebagai oposisi yang terkadang berkehendak lain dengan pemerintah yang didukung penuh oleh Golkar. Berbagai usaha PPP demi menjaga ideologinya menampakkan betapa gigih perjuangan PPP. Namun Keharmonisan dan kekompakan hubungan NU dan PPP mulai mengalami keretakan. Hal tersebut dapat dilihat dalam menghadapi masalah-masalah yang prinsip seperti RUU Pemilu, masalah Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dimana NU dengan tiga unsur PPP lainnya mempunyai pandangan dan sikap berbeda-beda. Timbulnya konflik internal di PPP disebabkan karena Penggabungan empat Partai Politik Islam sebelumnya bukanlah berdasarkan kehendak atau kepentingan Partai-Partai Islam itu sendiri melainkan karena keharusan untuk menyesuaikan dengan undang-undang yang ada yaitu UU No.3/1975 tentang penyederhanaan sistem partai di Indonesia yang baru berlaku tahun 1975 hal tersebut membuat PPP seakan mengalami krisis identitas. Perjalanan PPP dari masa fusi hingga akhir Pemilu 1997 penuh dengan goncangan yang membuat lika-liku PPP dalam menyongsong tiap pemilu. Dinamika yang muncul memberikan pelajaran bagi PPP dalam menghadapi masalah yang muncul baik intern maupun ekstern. Terlihat dalam perjuangan PPP untuk bisa melebarkan sayapnya kembali dalam perpolitikan Indonesia sehingga PPP menjadi partai yang dapat menjadi wadah dan tempat untuk menyampaikan aspirasi rakyat yang memilihnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGELOLAAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK (Studi terhadap Pembekuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan)

STRATEGI PENGELOLAAN KONFLIK INTERNAL PARTAI POLITIK (Studi terhadap Pembekuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Bangkalan)

Konflik dalam tubuh partai politik menjadi fenomena unik di era reformasi ini. Umumnya, partai gagal melakukan konsensus untuk menyelesaikan konflik. Akibatnya interaksi dalam kepentingan politik kerap menggunakan metode konflik. Konflik elite partai ini menjadi bukti tidak adanya konsesnsus bersama para elite partai. Salah satu konflik yang terjadi dalam internal partai politik adalah konflik yang terjadi pada Partai Persatuan Pembangunan di Jawa Timur. Dimana Dewan Perwakilan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur mengeluarkan surat keputusan untuk membekukan kepengurusan partai di Kabupaten Bangkalan yang dianggap tidak berfungsi dengan maksimal dalam pemilu tahun 2009. Bahkan ada indikasi adanya “perlawanan” dari pengurus DPD Kabupaten Bangkalan dalam pemenangan pemilu tahun 2009, sehingga Dewan Perwakilan Wilayah memutuskan untuk membekukan kepengurusannya. Disisi lain, unjuk rasa ratusan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memprotes pembekuan Dewan Pimpinan Daerah PPP Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berakhir ricuh. Massa saling dorong dan baku pukul dengan petugas keamanan. Aksi saling dorong dan saling pukul antara demonstran dan aparat keamanan tidak terhindarkan ketika massa memaksa masuk ke Kantor DPW PPP Jatim. Petugas menghalangi demonstran karena khawatir mereka akan bertindak anarkisme.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Negara Orde Baru Dan Pengendalian Partai Politik (Studi Deskriptif Kebijakan Pemerintahan Orde Baru terhadap Partai Persatuan Pembangunan).

Negara Orde Baru Dan Pengendalian Partai Politik (Studi Deskriptif Kebijakan Pemerintahan Orde Baru terhadap Partai Persatuan Pembangunan).

menjadi salah satu unsur dalam Partai Persatuan Pembangunan. Perubahan bentuk ini dilakukan karena adanya kebijakan politik dari Jenderal Soeharto pada tahun 1971 yang menginginkan agar diadakan pengelompokkan partai politik berdasarkan persamaan ideologi dan platform partai. Tujuan politik dari Orde Baru mengadakan pengelompokkan terutama terhadap kelompok politik Islam adalah untuk memudahkan pengawasan dan mudah memecah dari dalam. Dalam kondisi yang pro dan kontra terhadap ide fusi tersebut Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Nahdhatul Ulama, Partai Syarikat Islam Indonesia dan Partai Tarbiyah Islamiyah sepakat mendeklarasikan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tahun 1973. Sejak tahun 1973-1994, kepemimpinan di PPP dikuasai oleh elite-elite politik dari unsur Muslimin Indonesia.Di bawah pimpinan HMS Mintaredja kondisi partai dalam keadaan yang kompak walaupun terjadi konflik internal partai tetapi berkat adanya kedudukan beberapa ulama kharismatik seperti KH Bisri Syansuri berhasil diredam.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

Suksesi Kepemimpinan dalam Partai Politik: (Studi Atas Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan)

Suksesi Kepemimpinan dalam Partai Politik: (Studi Atas Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan)

Bila diamati secara seksama, munculnya konflik yang terjadi di tubuh PPP juga hampir mirip dengan apa yang terjadi di dalam Partai Golkar yaitu bukan disebabkan oleh tidak jelasnya aturan tentang persyaratan dan mekanisme suksesi kepemimpinan, namun dimulai dari konflik antar pribadi elit. Jika ditelusuri lebih jauh, ada persamaan sekaligus perbedaan pemicu konflik yang terjadi di Golkar dan PPP. Persamaannya setidaknya meliputi dua hal: Pertama, pilihan dukungan dalam pilpres 2014. Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie dan PPP di bawah komando Suryadharma Ali sama-sama mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Keputusan ini memicu pertentangan oleh sebagian elit partai yang menginginkan agar PPP mendukung pasangan calon Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sementara sebagian elit partai golkar menginginkan agar mengusung kader sendiri. Kedua, adanya pemecatan secara sewenang-wenang terhadap para kader yang dianggap tidak sejalan dengan ketua umum.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PERJALANAN POLITIK NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1973-1984 Keluarnya Nahdlatul Ulama dari Partai Persatuan Pembangunan

PERJALANAN POLITIK NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1973-1984 Keluarnya Nahdlatul Ulama dari Partai Persatuan Pembangunan

Berdasarkan penemuan hasil analisis data, dapat dinyatakan bahwa konflik yang mengiringi perkembangan NU dan PPP pada tahun 1973-1984 muncul akibat hegemoni dan korporasi pemerintah, korporasi tersebut berupa pemaksaan fusi terhadap sembilan partai politik yang disederhanakan berdasarkan ideologinya menjadi dua saja. Sedangkan hegemoni pemerintah adalah upaya pengkerdilan partai politik melalui beberapa kebijakan. Beberapa diantaranya yaitu kebijakan fusi partai, ikut campurnya pemerintah dalam urusan internal partai (terutama suksesi kepemimpinan), pemaksaan RUU melalui parlemen meliputi RUU Perkawinan, RUU Parpol dan Golkar, RUU Pemilu, pembahasan aliran kepercayaan dan pelembagaan P4 (meskipun ada bebrapa pasal yang berhasil digagalkan oleh NU) serta kebijakan asas tunggal.Pada saat Muktamar Situbondo tersebut selain membahas tentang penerimaan Pancasila juga menyatakan sikap keluar dari PPP (bahkan politik praktis) setelah mengalami beberapa kali marjinalisasi politik dan puncaknya adalah ketika merasa dicurangi dalam penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) oleh Naro.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pandangan dan Strategi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mengenai Calon Legislatif Perempuan Kabupaten Bekasi Periode 2009-2014

Pandangan dan Strategi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mengenai Calon Legislatif Perempuan Kabupaten Bekasi Periode 2009-2014

Muktamar I PPP tahun 1984 PPP secara resmi menggunakan asas Pancasila dan lembaga Partai berupa bintang dalam segi lima. Setelah tumbang nya Orde Baru yang di tandai dengan lengsernya Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998 dan dia digantikan oleh wakil Presiden B.J Habibie, PPP kembali mengunakan asas Islam dan lambang Ka’bah. Secara resmi itu dilakukan melalui Muktamar IV akhir tahun 1998.Walau PPP kembali menjadikan Islam menjadi asas, PPP tetap berkomitmen untuk mendukung keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila. ADRT PPP yang ditetapkan dalam Muktar VII Bandung 2011 adalah bahwa: “Tujuan PPP adalah terwujudnya masyarakat madani yang adil, makmur, sejahtera lahir batin, dan demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Rebplubik Indonesia yang berdasarkan Pancasila di bawah Ridho Allah. 2
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

DINAMIKA PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN PADA ERA ORDE BARU

DINAMIKA PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN PADA ERA ORDE BARU

bahwa Islam dijadikan sebagai asas partai. PPP sebagai partai yang baru berdiri menjadi wadah partai-partai Islam terdahulunya, menciptakan hentakan kuat dalam perpolitikan di Indonesia. Islam yang dijadikan asas utama PPP menjadi acuan program dan visi demi mencapai tujuan partai. Kemelut dengan pemerintah membuat PPP dianggap sebagai oposisi yang terkadang berkehendak lain dengan pemerintah yang didukung penuh oleh Golkar. Berbagai usaha PPP demi menjaga ideologinya menampakkan betapa gigih perjuangan PPP. Namun Keharmonisan dan kekompakan hubungan NU dan PPP mulai mengalami keretakan. Hal tersebut dapat dilihat dalam menghadapi masalah-masalah yang prinsip seperti RUU Pemilu, masalah Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dimana NU dengan tiga unsur PPP lainnya mempunyai pandangan dan sikap berbeda-beda. Timbulnya konflik internal di PPP disebabkan karena Penggabungan empat Partai Politik Islam sebelumnya bukanlah berdasarkan kehendak atau kepentingan Partai-Partai Islam itu sendiri melainkan karena keharusan untuk menyesuaikan dengan undang-undang yang ada yaitu UU No.3/1975 tentang penyederhanaan sistem partai di Indonesia yang baru berlaku tahun 1975 hal tersebut membuat PPP seakan mengalami krisis identitas. Perjalanan PPP dari masa fusi hingga akhir Pemilu 1997 penuh dengan goncangan yang membuat lika-liku PPP dalam menyongsong tiap pemilu. Dinamika yang muncul memberikan pelajaran bagi PPP dalam menghadapi masalah yang muncul baik intern maupun ekstern. Terlihat dalam perjuangan PPP untuk bisa melebarkan sayapnya kembali dalam perpolitikan Indonesia sehingga PPP menjadi partai yang dapat menjadi wadah dan tempat untuk menyampaikan aspirasi rakyat yang memilihnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Strategi Politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pada Pemilu Legislatif Kabupaten Pemalang Tahun 2014

Strategi Politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pada Pemilu Legislatif Kabupaten Pemalang Tahun 2014

sangat di hormati dan di tuakan di partai dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para Ulama dan Kyai serta politikus lainnya untuk bergabung bersama PPP. Hal tersebut terbukti pada saat Pemilu 2014 banyak kalangan ulama dan kyai yang sebelumnya berada di PKB kini banyak yang pindah haluan ke PPP mengingat juga mereka para loyalis Gus Dur yang tidak sejalan dengan Muhaimin Iskadar Ketua Umum PKB di karenakan Muhaimin dianggap merebut PKB dari Gus Dur, saat itu menggunakan strategi membawa nama besar Mbah Moen untuk menarik mereka. Walaupun tidak semuanya bisa di tarik ke PPP, namun hal ini cukup menjadi modal besar bagi PPP untuk menatap dan mengikuti pemilu 2014. Hal ini
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Sikap Politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dalam Suksesi Kepemimpinan Negara Pada Pemilu 2014

Sikap Politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dalam Suksesi Kepemimpinan Negara Pada Pemilu 2014

Seiringan dengan berjalannya waktu pemilu 2014 telah berlangsung. Sebelumnya partai-partai politik telah mempersiapkan diri untuk bersaing. Survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia tentang nasib dan masa depan partai Islam menarik untuk dicermati. Popularitas dan elektabilitas mereka berada dibawah partai politik yang berhaluan Nasionalis. Hasil survei tersebut menjadi peringatan bagi partai Islam untuk berbenah, survei-survei yang dilansir belakangan ini masih menempatkan partai-partai Islam dibawah partai Nasionalis. Sebagaimana diketahui, survei LSI itu dilakukan pada 1-8 Oktober 2012, melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi, dengan tingkat kesalahan sekitar 2,9 persen. Dari bukti-bukti empiris, memang menjadi trend penurunan perolehan suara partai Islam. Pada pemilu pertama tahun 1955 partai Islam menjadi kampium di Indonesia dengan perolehan suara sebesar 43,7 persen, kemudian menurun pada pemilu tahun 1999 menjadi 35,95 persen, naik sedikit menjadi 37,74 persen pada pemilu tahun 2004, pemilu 2009 kembali menurun menjadi 28,62 persen, dan pemilu 2014 partai Islam kembali meraih suara 31,41 persen. 7
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Eksistensi Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (Studi Putusan Mahkamah Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan No. 49/pip/mp-dpp.ppp/2014)

Eksistensi Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (Studi Putusan Mahkamah Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan No. 49/pip/mp-dpp.ppp/2014)

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka secara prosedural apabila terdapat perselisihan internal dalam partai politik, maka penyelesaiannya diserahkan kepada Mahkamah Partai Politik. Istilah atau sebutan Mahkamah Partai Politik di setiap partai bisa berbeda namun memiliki esensi yang sama yaitu berwenang untuk mengatasi perselisihan partai secara internal sebelum diselesaikan secara eksternal. Susunan atau keanggotaan Mahkamah Partai Politik disampaikan oleh pimpinan partai politik kepada kementerian dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM. Terkait pembentukan Mahkamah Partai Politik itu sendiri tidak ada disebutkan secara spesifik dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, sehingga diharapkan pembentukan Mahkamah Partai Politik menjunjung tinggi netralitas dalam penyelesaian sengketa internal yang terjadi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENSUKSESKAN PEMILU LEGISLATIF 2014 STUDI KASUS DPC PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SERDANG BEDAGAI.

PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENSUKSESKAN PEMILU LEGISLATIF 2014 STUDI KASUS DPC PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SERDANG BEDAGAI.

kepemimpinan daerah maupun negara membuat penulis merasa sangat penting dan sangat tertarik untuk membuat suatu penel itian dengan judul “ Peran partai politik dalam mensukseskan pemilu legislatif tahun 2014 dengan studi kasus DPC partai persatuan pembangunan (PPP) serdang bedagai”.

20 Baca lebih lajut

Analisis framing pemberitaan konflik internal partai persatuan pembangunan dalam menentukan koalisi pada pemilu 2014 oleh harian online republika.com

Analisis framing pemberitaan konflik internal partai persatuan pembangunan dalam menentukan koalisi pada pemilu 2014 oleh harian online republika.com

Kalau ke konstituen ya mungkin tidak bisa tutup mata bahwa seluruh elemen masyarakat menjadi terbagi dua. Pada akhirnya secara politik ia mendukung siapa dan secara pribadi justru mendukung siapa itu adalah pilihan masing-masing. Tetapi dampak terhadap konstituen PPP sendiri akan berdampak jelas apakah arahnya sudah sesuai dengan keinginan konstituen, menjadi kesepakatan bersama di antara seluruh elemen pendukung partai. Namun jika tidak sesuai justru akan menjadikan konflik baru. Seperti sekarang, konfliknya tidak selesai-selesai (mengenai dukungan terhadap Prabowo, bahkan dalam masalah koalis antara KIH dan KMP).Ini dampak dari pimpinan (SDA) yang mengambil keputusan tidak sesuai aturan.Untu masyarakat yang paling terasa adalah ikut menentukan siapa yang paling cocok menjadi presiden berikutnya, akhirnya dengan satu pihak bisa menggerakkan dukungan dari satu golongan tertentu.Pada akhirnya yang merasakan dampaknya bukan hanya orang yang mendukung saja, teteapi yang tidak mendukug ikut merasakan dampaknya.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

2014 09 Putusan No. 06 09 20 Partai Persatuan Pembangunan

2014 09 Putusan No. 06 09 20 Partai Persatuan Pembangunan

4. Bahwa pelaksanaan pemungutan suara ulang di TPS 01 Sungai Sampak dan TPS 03 Batu Badak Kecamatan Menukung pada tanggal 19 April 2014 berjalan baik dan lancar diselenggarakan oleh masing-masing KPPS dibantu oleh PPS, hal ini dibuktikan dengan tidak ada keberatan dari saksi terhadap proses perhitungan suara di TPS tersebut sebagaimana diamanatkan pasal 180 ayat ( 2) Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD yang berbunyi “Peserta Pemilu dan warga Masyarakat melalui saksi peserta Pemilu atau Pengawas Pemilu lapangan/Pengawas Pemilu Luar Negeri yang hadir dapat mengajukan keberatan terhadap jalannya perhitungan suara oleh KPPS/KPPSLN apabila ternyata terdapat hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Analisis Proses Rekruitmen Calon Legislatif Perempuan Dalam Pemilu Legislatif 2014 Kota Semarang (Studi Kasus Pada Partai Persatuan Pembangunan)

Analisis Proses Rekruitmen Calon Legislatif Perempuan Dalam Pemilu Legislatif 2014 Kota Semarang (Studi Kasus Pada Partai Persatuan Pembangunan)

Untuk merealisasikan tuntutan ini pemerintah membuat undang-undang untuk mengatur keterlibatan kaum perempuan untuk menjadi anggota legislatif melalui partai politik yang ada. Undang-undang no. 12 tahun 2003 pasal 65 ayat 1 yang berbunyi “Setiap Partai Politik Peserta Pemilu dapat mengajukan calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk setiap Daerah Pemilihan dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%”. Kemudian dikuatkan oleh Undang-Undang No 8 tahun 2010 pada pasal 53 sampai 58 dimana menyangkut sistem kuota 30% bagi perempuan. Dan yang paling baru pada undang-undang 8 tahun 2012 pasal 55 berbunyi “Daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 memuat paling sedikit 30% (tiga puluh persen) keterwakilan perempuan”. Serta pasal 56 ayat 2 undang-undang 8 tahun 2012 juga menguatkan keberadaan perempuan pada perpolitikan berbunyi “Di dalam daftar bakal calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal calon.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH DUKUNGAN MASSA (Studi Pada Partai Persatuan Pembangunan Kota Malang 2007-2008)

STRATEGI PARTAI POLITIK DALAM MERAIH DUKUNGAN MASSA (Studi Pada Partai Persatuan Pembangunan Kota Malang 2007-2008)

Strategi partai politik dalam meraih dukungan massa merupakan bagian dari proses pembenahan partai secara keseluruhan (baik itu internal partai maupun eksternal partai) yang dipraktekkan dalam partai politik. Strategi yang dilakukan oleh partai politik ialah sebenarnya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya sesuai dengan visi dan misi partai dengan

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects