Top PDF KUNCI DETERMINASI KEANEKARAGAMAN DAN KLA

KUNCI DETERMINASI KEANEKARAGAMAN DAN KLA

KUNCI DETERMINASI KEANEKARAGAMAN DAN KLA

Compositae 266.b Bunga taktersusun dalam bongkol dengan pembalut yang demikian 267 267.a Bunga berjejal dalam karangan bunga yang menyerupai bongkol, pendek, terletak di ujung atau di[r]

24 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Kunci D (4)

Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Kunci D (4)

2.4. Jenis-Jenis Kunci Determinasi Tumbuhan Menurut Rifai (1976), berdasarkan cara penyusunan sifat- sifat yang harus dipilih maka dikenal tiga macam kunci determinasi, yaitu kunci perbandingan, kunci analisis dan sinopsis. Yang akan dibahas di sini adalah kunci analisis. Kunci analisis merupakan kunci yang paling umum digunakan dalam pustaka. Kunci ini sering juga disebut kunci dikotomi sebab terdiri atas sederetan bait atau kuplet. Setiap bait terdiri atas dua (atau adakalanya beberapa) baris yang disebut penuntun dan berisi ciri-ciri yang bertentangan satu sama lain. Untuk memudahkan pemakaian dan pengacuan, maka setiap bait diberi bernomor, sedangkan penuntunnya ditandai dengan huruf. Pemakai kunci analisis harus mengikuti bait-bait secara bertahap sesuai dengan yang ditentukan oleh penuntun. Dengan mempertentangkan ciri-ciri yang tercantum dalam penuntun-penuntun itu akhirnya hanya akan tinggal satu kemungkinan dan kita dituntun langsung pada nama takson yang dicari. Kunci analisis dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara penempatan bait-baitnya yaitu kunci bertakik (kunci indent) dan kunci paralel. Pada kunci bertakik maka penuntun-penuntun yang sebait ditakikkan pada tempat tertentu dari pinggir (menjarak pada jarak tertentu dari pinggir), tapi letaknya berjauhan. Di antara kedua penuntun itu ditempatkan bait-bait takson tumbuhan, dengan ditakikkan lebih ke tengah lagi dari pinggir yang memenuhi ciri penuntun pertama, juga dengan penuntun-penuntun yang dipisah berjauhan. Dengan demikian maka unsure-unsur takson yang mempunyai ciri yang sama jadi bersatu sehingga bisa terlihat sekaligus. Penuntun-penuntun kunci paralel yang sebait ditempatkan secara berurutan dan semua baitnya disusun seperti gurindam atau sajak. Pada akhir setiap penuntun diberikan nomor bait yang harus diikuti, dan demikian seterusnya sehingga akhirnya diperoleh nama takson tumbuhan yang dicari. Kunci paralel lebih menghemat tempat, terutama kalau takson tumbuhan yang dicakupnya besar sekali. Buku Flora of Java yang ditulis oleh Backer dan Backuizen van den Brink semuanya ditulis dalam bentuk kunci paralel.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Laporan Keanekaragaman Organisme dan Kla

Laporan Keanekaragaman Organisme dan Kla

Untuk membuat kunci dikotomi, maka dibuat pernyataan yang berlawanan yang bisa mengidentifikasi suatu makhluk hidup dan mengelompokannya ke hal yang lebih khusus. Pada praktikum kali ini, praktikan menggunakan sepuluh jenis daun. Praktikan memberikan label huruf A-J. Langkah pertama setelah mengelompokkan dalam bentuk tabel adalah membuat skema dan selanjutnya dilanjutkan dengan membuat kunci determinasi untuk pengelompokkan dalam bentuk skema, pengelompokkan awal dibagi berdasarkan bentuk daun, yaitu daun memanjang dan daun tidak memanjang.

28 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Identifikasi, Drosophila sp PENDAHULUAN - Studi Keanekaragaman Drosophila Sp. di Kota Jambi

Kata Kunci: Identifikasi, Drosophila sp PENDAHULUAN - Studi Keanekaragaman Drosophila Sp. di Kota Jambi

Kota Jambi. Penangkapan menggunakan sistem perangkap dan penjaringan, menggunakan bahan perangkap. Drosophila hasil tangkapan dideterminasi dan diidentifikasi di Laboratorium FKIP, Laboratorium UP MIPA dan Laboratorium Bioteknologi Universitas Jambi. Drosophila dibiarkan kawin secara acak dalam medium, hasilnya dijadikan bahan pengamatan siklus hidup Drosophila hasil tangkapan. Induknya dibiarkan melakukan interbreeding, F1-nya dijadikan bahan pengamatan lebih lanjut, determinasi dan identifikasi. Sebelum pengamatan dan identifikasi, dilakukan eterisasi dengan Etil asetat, Dietil eter atau Cloroform. Pengamatan difokuskan pada kaki, alat kelamin, warna ujung abdomen, dan morfologi (Michael, 1994). Disamping itu dilakukan pembuatan sediaan determinasi dengan prosedur: Drosophila jantan yang baru dibius, diamati dengan menggunakan mikroskop stereo. Dengan jarum serangga, dipisahkan hati-hati sayap, sepasang kaki depan lengkap, ujung abdomen (segmen terakhir). Bagian tersebut pada sebuah kaca objek yang sudah diberi 1 tetes larutan Polyvinyl-Lakto-Phenol. Larutan Polyvinyl-lakto-phenol, dibuat dengan komposisi campuran 56 ml Polivinyl alcohol 15% dengan 22 ml asam laktat pekat, dan 22 ml larutan phenol jenuh. Untuk membuat larutan Polyvinyl alkohol, dilarutkan 15 gr polyvinyl alkhohol dalam 100 ml H 2 O, dipanaskan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UJIAN NASIONAL B I O L O G I PANDUAN MAT

UJIAN NASIONAL B I O L O G I PANDUAN MAT

● Materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi tersebut meliputi: - Keanekaragaman hayati, prinsip-prinsip klasifikasi, kunci determinasi sederhana dan tanaman binomial - Konsep kean[r]

33 Baca lebih lajut

Pengembangan Kota Layak Anak di Kota Denpasar.

Pengembangan Kota Layak Anak di Kota Denpasar.

Sebagai upaya untuk lebih memperhatikan dan melindungi anak-anak Indonesia, maka pemerintah melalui Kementerian Negara dengan pengaturan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No 11 Tahun 2011 tentang Kebijakan Pengembangan kabupaten/kota Layak Anak. Kota Denpasar pengaturan tentang Kota Layak Anak diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 2 Tahun 2009 tentang kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak. Isi dari peraturan ini terdiri dari VII Bab yakni: bab 1. Pendahuluan yang terdiri dari 5 sub bab; bab 2. Analisis Situasi yang terdiri dari 8 sub bab; Landasan Kebijakan dan Strategi menjadi bab 3 dengan 3 sub bab; Prinsip, Prasyarat dan Langkah-langkah Kebijakan diatur dalam bab 4 yang meliputi 3 sub bab; Indikator Program KLA dipaparkan pada Bab 5 yang terdiri dari indikator khusus dan indikator umum; Selanjutnya Peran para pihak dijelaskan pada bab 6 yang terdiri dari 8 sub bab; dan terakhir bab 7 menjadi bab penutup.Melalui Peraturan menteri ini diharapkan semua Kabupaten/Kota di Indonesia menyiapkan diri untuk menjadi kota layak anak sesuai dengan peryaratan yang telah ditentukan. Kota Denpasar telah menyiapkan diri mengikuti program menuju Kota layak anak yang saat ini sudah masuk katagori nindya. Untuk bisa memperoleh predikat yang lebih tinggi yakni utama dengan sendirinya harus menyiapkan berbagai persyaratan yang belum terpeuhi.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

UND KLA   DI TAMPING

UND KLA DI TAMPING

ABDI SISWADI, ST Ketua Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan dan diperlihatkan kepada Pokja pada saat klarifikasi dan Pembuktian Kualifikasi adalah sebagai berikut : Apabila pada hari d[r]

1 Baca lebih lajut

UND KLA   DI SIMPANG.xls

UND KLA DI SIMPANG.xls

ABDI SISWADI, ST Ketua Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan dan diperlihatkan kepada Pokja pada saat klarifikasi dan Pembuktian Kualifikasi adalah sebagai berikut : Apabila pada hari d[r]

1 Baca lebih lajut

UND KLA   DI KINCO.xls

UND KLA DI KINCO.xls

ABDI SISWADI, ST Ketua Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan dan diperlihatkan kepada Pokja pada saat klarifikasi dan Pembuktian Kualifikasi adalah sebagai berikut : Apabila pada hari d[r]

1 Baca lebih lajut

Impelementasi Pengembangan Kebijakan Kabupaten Kota Layak Anak di Kabupaten Langkat Chapter III VI

Impelementasi Pengembangan Kebijakan Kabupaten Kota Layak Anak di Kabupaten Langkat Chapter III VI

Kebijakan KLA juga tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya campur tangan dari kelompok elit politik. Adanya peran elit politik memberikan kemudahan dalam menerapkan kebijakan KLA, karena terkait pembuatan peraturan dan penganggaran. Berdasarkan hasil wawancara sebelumnya dikatakan bahwa jumlah anggota DPRD Kabupaten Langkat berjumlah 50 orang, kemudian yang berkomitmen membela kepentingan anak hanya 2 orang. Dari hal tersebut dapat diartikan bahwa pemahaman KLA belum merata di jajaran anggota DPRD Kabupaten Langkat sehingga ketidaktahuan tersebut menjadi ketidakpeduliaan. Pekerjaan rumah Dinas PPKB dan PPA selain mengadvokasi masyarakat, dan dunia usaha juga harus mengadvokasi jajaran legislatif , eksekutif dan yudikatif. Agar pekerjaan tersebut bisa optimal harus adanya kerjasama dengan tim gugus tugas KLA yang sudah menjadi fasilitator KLA .
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

ANALISIS STATUS PENCEMARAN AIR DENGAN GASTROPODA SEBAGAI BIOINDIKATOR DI ALIRAN SUNGAI SUMUR PUTRI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

ANALISIS STATUS PENCEMARAN AIR DENGAN GASTROPODA SEBAGAI BIOINDIKATOR DI ALIRAN SUNGAI SUMUR PUTRI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG - Raden Intan Repository

Tingkat keanekaragaman organisme yang terdapat di lingkungan perairan tertentu merupakan cerminan variasi daripada toleransinya terhadap kisaran- kisaran parameter lingkungan. 111 Dalam penelitian yang dilakukan di Sungai Sumur Putri Teluk Betung, nilai rerata indeks keanekaragaman gastropoda berkisar antara 0,500-1,058 yang tergolong dalam pencemaran berat sampai sedang. rendahnya nilai keanekaragman jenis di daerah penelitian disebabkan karena adanya faktor lingkungan yang tidak mendukung untuk kehidupan gastropoda yang menyebabkan tidak semua gastropoda dapat mentoleri keadaan disekitarnya.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Ardianti   Kritis   Determinasi

Ardianti Kritis Determinasi

tumbuhan tersebut diperoleh, ketiga baca pengantar kunci tersebut dan semua singkatan atau hal-hal lain yang lebih rinci, keempat Perhatikan pilihan yang ada secara hati-hati, kelima hendaknya semua istilah yang ada dipahami artinya. Gunakan glossary atau kamus, keenam bila spesimen tersebut tidak cocok dengan semua kunci dan semua pilihan layaknya tidak kena, mungkin terjadi kesalahan, ulangi ke belakang, ketuju apabila kedua pilihannya mugkin, coba ikuti keduanya, kedelapan konfirmasikan pilihan tersebut dengan membaca deskripsinya, dan kesembilan spesimen yang berhasil dideterminasi sebaiknya diverifikasi dengan ilustrasi atau specimen herbarium yang ada.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S KIM 1100346 Chapter3

S KIM 1100346 Chapter3

TDM-LENON yang telah dikembangkan, diaplikasikan kepada siswa SMA yang telah mempelajari materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Hasil aplikasi TDM-LENON selanjutnya diolah dan dianalisis setiap butir soalnya yang kemudian dideskripsikan sebagai pola respon siswa. Analisis tersebut mengacu pada kunci determinasi miskonsepsi yang telah disusun. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat diketahui siswa yang mengalami miskonsepsi atau tidak. Selain itu, dapat diketahui pula gambaran miskonsepsi apa saja yang dialami siswa pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA | Karya Tulis Ilmiah

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA | Karya Tulis Ilmiah

Di dunia ini, betapa banyak sekali keragaman hayati dari tempat yang paling panas di dunia ini, hingga tempat yang paling dingin sekalipun. Di daratan ada cetah yang dapat berlari cepat, di udara ada elang yang dapat terbang tinggi, di air ada ikan yang dapat berenang di lautan dan masih banyak lagi. Seperti halnya juga dengan tumbuhan, di padang pasir ada pohon kurma, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam banyaknya keanekaragaman dan kekayaan hayati di dunia ini, perlu lah adanya pengklasifikasian atau pembedaannya yang bertujuan memudahkan seseorang ketika menyebutkan atau menjelaskan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA

Dalam membedakan jenis-jenis dari makhluk hidup yang sangat banyak sekali, maka perlulah menemukan cara untuk membedakan berbagai makhluk hidup tersebut, baik itu makhluk hidup yang jauh sekali bedanya hingga makhluk hidup yang memiliki kemiripan yang hampir sama, sebagai bentuk pengidentifikasian berbagai makhluk hidup di muka bumi ini. Maka inilah yang menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi dalam banyaknya keanekaragaman makhluk hidup di dunia ini.

4 Baca lebih lajut

Determinasi Keterbasahan (Wettability) Kayu

Determinasi Keterbasahan (Wettability) Kayu

Keterbasahan diukur dari sudut kontak antara garis terluar perekat dengan permukaan bidang rekat menggunakan Metode Cosinus Sudut Kontak/CSK Cosine-Contact Angle=CCA atau dapat juga di[r]

11 Baca lebih lajut

Analisis Determinasi Faktor Faktor yang

Analisis Determinasi Faktor Faktor yang

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh bahwa variabel independen yaitu ukuran perusahaan, tingkat profitabilitas, rasio solvabilitas dan opini auditor Size, Proft, Debt, O[r]

65 Baca lebih lajut

Determinasi Kualitas Perekat

Determinasi Kualitas Perekat

Karya tulis ini berisi tentang gambaran umum mengenai metode determinasi kualitas perekat sebagai dasar memahami perekat sebagai tulang punggung dalam penmbuatan kayu komposit. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memperkaya khasanah wawasan dan pengetahuan di bidang ilmu dan teknologi kayu.

11 Baca lebih lajut

Kata kunci: Keanekaragaman, iktiofauna,, hutan mangrove, Carocok Tarusan

Kata kunci: Keanekaragaman, iktiofauna,, hutan mangrove, Carocok Tarusan

Menurut MC Manus et all. ,(1981) dalan Genisa(2006), melaporkan bahwa perbedaan keragaman jenis ikan erat hubungan dengan subtract, sedangkan kelimpahan erat hubungan dengan kesuburan perairan . hasil lain menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang tertangkap berada pada stadia fingerling (ikan muda) dan Juvenil (benih). Dibandingkan dengan hasil penelitian tersebut nampak bahwa keanekaragaman di perairan pantai Carocok cukup rendah. Ini menunjukkan indikasi bahwa bahwa hasil tangkapan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan diantaranya adalah, luas lokasi, habitat, musim, kedalamn perairan, subtrat, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

791191620.doc 1.78MB 2015-10-12 00:18:15

791191620.doc 1.78MB 2015-10-12 00:18:15

Dalam taraf sekolah menengah atas, kunci determinasi merupakan salah satu materi yang diajarkan di tingkat kelas X yang bersarana kunci determinasi. Buku yang menjadi pedoman adalah buku Flora untuk Sekolah di Indonesia. Namun buku terbitan tahun 1975 tersebut sulit dijumpai di perpustakaan di sekolah-sekolah menengah atas, sehingga perlu adanya inovasi– khususnya, di era digitalisasi– agar pembelajaran mengenai klasifikasi tumbuhan dengan kunci determinasi tidak terhambat dengan kerterbatasan tersebut. Inovasi yang dapat dilakukan adalah digitalisasi kunci determinasi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...