Top PDF LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK TAMAN KA

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK TAMAN KA

LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK TAMAN KA

Kepala KB – TK Islam Bani Umar Hendayani Lestari, S.Pd * Coret yang tidak perlu LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK Nama Anak Didik : ……… Kelompok : Semester : Tahun Pembelajaran : N[r]

3 Baca lebih lajut

pengembangan karakter anak usia taman ka

pengembangan karakter anak usia taman ka

Mendefinisikan karakter secara mendalam merupakan tugas yang perlu dilakukan sekolah dalam membangun karakter peserta didik. Karakter yang baik mencakup pemahaman, kepedulian, dan tindakan atas dasar nilai-nilai inti etika dan nilai-nlai kinerja. Pemahaman yang mendalan tentang nilai-nilai inti etika dan nilai-nilai kinerja merupakan titik awal terbangunnya kapasitas individu dalam memandang nilai-nilai hakiki yang harus menjadi pijakan dalam setiap mengkaji dan memilih sesuatu. kepedulian juga merupakan sikap terbaik yang harus terefleksikan dala setiap aktifitas, berkeinginan kuat untuk didemonstrasikan, menghargai setiap setiap ada tindakan yang baik yang mencerminkan nilai-nilai hakiki karakter, dan tetap memiliki komitmen yang kuat untuk selalu memelihara dan mengembangkan nilai-nilai karakter yang baik bagi anak. 3
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH REJOSARI LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH REJOSARI LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

perkembangan anak didik. Pelaksanaan pendidikan itu haras terencana, terprogram dan tetap memperhatikan tingkat perkembangan anak. Program kegiatan belajar Taman Kanak-Kanak dipersiapkan dalam rangka pembentukan perilaku dengan melalui pembiasaan dan pengembangan kemampuan dasar yang ada di dalam diri anak didik sesuai dengan tahap perkembangannya. Program kegiatan belajar tersebut dicapai melalui tema- tema yang sesuai dengan lingkungan anak, dan telah disusun sedemikian rupa sehingga semua perilaku dan kemampuan dasar dapat dikembangkan sebaik- baiknya. Oleh karena itu, seorang pendidik Taman Kanak-Kanak hendaknya memahami perkembangan anak agar lebih mengetahui ciri khas yang dimiliki anak dan kemampuan yang dicapai serta dapat memilih bahan dan metode yang tepat, sehingga pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan bermakna dalam kegiatan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MEMUDAHKAN PELAPORAN PERKEMBANGAN ANAK TK MELALUI PROGRAM APLIKASI

MEMUDAHKAN PELAPORAN PERKEMBANGAN ANAK TK MELALUI PROGRAM APLIKASI

Dari hasil hasil wawancara dan obervasi ke beberapa sekolah TK di Ponorogo, penulis menemukan hampir semua jenis laporan penilaian perkembangan anak didik masih ditulis secara manual. Raport yang merupakan laporan perkembangan anak didik biasanya sudah disediakan oleh yayasan. Ada kewajiban bagi setiap sekolah di bawah nauanganya harus menggunakan raport yang formatnya sudah dibakukan. Karena model raport sudah digunakan lama, maka form untuk raport dalam penilaian perkembangan bahasa dan perkembangan fisik tidak sesuai dengan perkembangan terkini. Dengan model isian yang dilakukan secara manual, memungkinkan guru mengisinya raportnya kurang rapi dan kurang menarik untuk dilihat. Hal ini terjadi karena setiap guru memliki gaya menuangkan kalimat dan ketrampilan menulis yang berbeda-beda. Hasil laporannya menjadi sangat beragam.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN  KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B DI TAMAN   Peningkatan Kemampuan Bahasa Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Didik Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Pertiwi 01 Gantiwarno Kecamatan Matesih Kabupaten Ka

PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK DIDIK KELOMPOK B DI TAMAN Peningkatan Kemampuan Bahasa Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Didik Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Pertiwi 01 Gantiwarno Kecamatan Matesih Kabupaten Ka

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak dengan menggunakan metode bermain peran mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini dapat terbukti bahwa terjadi peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus III. Kemampuan anak meningkat dari prasiklus 28% menjadi 59,9%pada siklus I, Siklus II 76,2%, dan pada siklus III manjadi 81,3%. Dengan demikian didapat kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode bermain peran dapat menigkatkan kemampuan bahasa anak keompok B TK Pertiwi 01 Gantiwarno, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar

15 Baca lebih lajut

Buku Induk Anak Didik Administrasi PAUD TK RA Kurikulum 2013

Buku Induk Anak Didik Administrasi PAUD TK RA Kurikulum 2013

JUMLAH KETIDAK HADIRAN Ketidak hadiran Kelompok ………… Kelompok ………… Semester 1 Semester2 Semester1 Semester 2 - Sakit... LAPORAN PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK Nama Anak Didik : …[r]

4 Baca lebih lajut

CONTOH LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK RA PAUD TK KOBER TPA

CONTOH LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK RA PAUD TK KOBER TPA

AISIYAH BANDARAN – TLANAKAN – PAMEKASAN Nama Anak Didik ………... Buku Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik RA.[r]

36 Baca lebih lajut

 File Raport RA atau TK Raport RA baru

File Raport RA atau TK Raport RA baru

AISIYAH BANDARAN – TLANAKAN – PAMEKASAN Nama Anak Didik ………... Buku Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik RA.[r]

36 Baca lebih lajut

Contoh Laporan Perkembangan Anak Didik

Contoh Laporan Perkembangan Anak Didik

PERKEMBANGAN BAHASA Capaian perkembangan pada semester ini yang sesuai harapan adalah:  Mengenal keaksaraan dengan menuliskan nama dirinya secara lancar, walaupun kadang ia menuliskan[r]

2 Baca lebih lajut

CONTOH LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK

CONTOH LAPORAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK

Kolom tanda tangan Orang tua/wali : diisi nama jelas dan tanda tangan orang tua/wali Guru TK : diisi nama jelas, NIP, tanda tangan kepala TK dan stempel/cap TK.. NIP diisi di bawah nam[r]

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS DAN INTERAKSI GURU PADA ANAK DIDIK DENGAN KEEFEKTIFAN BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK.

HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS DAN INTERAKSI GURU PADA ANAK DIDIK DENGAN KEEFEKTIFAN BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK.

Pendidikan dapat berlangsung secara formal di dalam keluarga dan lingkungan masyarakat serta dapat dilakukan secara formal yaitu berstruktur dan berjenjang di sekolah. Pendidikan yang pertama dialami manusia adalah di dalam keluarga, karena keterbatasana kemampuan orang tua dalam mendidik anak kemudian orang tua mempercayakan perkembangan anak pada lembaga pendidikan persekolahan. Pada lembaga pendidikan persekolahan itulah anak mengalami proses pendidikan secara berjenjang dan tersruktur serta berlangsung cukup lama. Dikemukakan Noorsyam (1985), bahwa pendidikan adalah aktivtas dan usaha sadar manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-po-ensi pribadinya rohani dan jasmani, yaitu rokhani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budinurani) dan jasmani (panca indera serta ketrampilan- ketrampilan).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB III

BAB III

Metode encouragement diarahkan untuk : a) menempatkan nilai pada diri anak sebagaimana dirinya sendiri, b) percaya pada dirinya sendiri, c) percaya akan kemampuan diri sendiri dan membangun penghargaan akan dirinya, d) pengakuan untuk bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh, e) memanfaatkan kelompok untuk mempermudah dan meningkatkan perkembangan anak, f) memadukan kelompok sehingga anak merasa memiliki tempat dalam kelompok, g) membantu pengembangan keterampilan secara berurutan dan secara psikologis memungkinkan untuk sukses, h) mengakui dan memfokuskan pada kekuatan dan asset yang dimiliki anak, dan i) memanfaatkan minat anak sebagai energi dalam pengajaran
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran PAUD

U ndang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat dua dimensi kurikulum. Dimensi pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mencakup pengembangan pada aspek struktur kurikulum, proses pembelajaran dengan pendekatan saintifi k, dan penilaian yang bersifat autentik. Kurikulum 2013 mengusung pengembangan pembelajaran konstruktivisme yang lebih bersifat fl eksibel dalam pelaksanaan sehingga memberi ruang pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya. Model pendekatan kurikulum tersebut berlaku dan ditetapkan di seluruh tingkat serta jenjang pendidikan sejak Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah. Keajegan model pendekatan di semua jenjang ditujukan untuk membentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sikap beragama, kreatif, inovatif, dan berdaya saing dalam lingkup yang lebih luas.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

10.Buku Penilaian Pembelajaran  OK 1

10.Buku Penilaian Pembelajaran OK 1

Sebagai jenjang paling dasar, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini diharapkan menjadi fundamen bagi penyiapan peserta didik agar lebih siap dalam memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi. Mengantarkan anak usia dini yang siap melanjutkan pendidikan tidak hanya terbatas pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dalam keseluruhan aspek perkembangan. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama antara pemerintah, pengelola dan pendidikan PAUD, orang tua, serta masyarakat. Untuk menyamakan langkah, khususnya bagi para pelaksana layanan program PAUD, guna perlu diberikan pedoman, pelatihan, dan acuan-acuan yang dapat dijadikan sebagai rujukan para pendidik dalam menerapkan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di satuan pendidikannya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini

Penilaian dilakukan oleh guru karena guru memiliki fungsi sebagai penilai (assessor) selain juga berfungsi sebagai fasilitator dan fungsi- fungsi lainnya.Guru di sini bukan hanya satu guru, tetapi dapat melibatkan guru lain yang biasa bersama anak dalam keseharian anak belajar. Guru juga dapat menggali informasi kepada orang tua agar dapat mengenali perilaku anak selama berada di rumah. Informasi ini penting dalam menambah pengetahuan guru tentang siapa anak itu, dan dapat memberikan informasi yang berharga dalam memaknai perkembangan dan belajar anak. Tidak kalah pentingnya guru melibatkan anak dalam menilai dirinya sendiri. Percakapan guru dengan anak dapat menggali tentang pemahaman anak terhadap dirinya sendiri.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

MORALITAS ANAK TAMAN KANAK .

MORALITAS ANAK TAMAN KANAK .

Seiring dengan perkembangan kognitif yang terjadi pada anak usia Taman Kanak- Kanak, antara lain terlihat dari perkembangan bahasanya, anak usia tersebut di harapkan mulai memahami aturan dan norma yang di kenalkan oleh orang tua melalui penjelasan-penjelasan verbal dan sederhana. Orang tua atau orang dewasa lain di sekitarnya mulai mengenalkan, berpenampilan, cara dan kebiasaan makan, dan cara berperilaku sesuai dengan aturan yang di tuntut dalam suatu lingkungan atau situasi tertentu. Dalam hal ini komunikasi dan interaksi antara orang tua dan anak menjadi sangat penting keberadaannya. Oleh sebab itu, sejak awal dikatakan bahwa upaya penanaman dan pengembangan perilaku moral yang di lakukan orang tua pada anak tidak dapat di pisahkan dari proses sosialisasi yang terjadi diantara mereka (Dini ., 1996, halaman 133-143)`
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Kondisi Perkembangan Sosial Anak TK Yogya Kids dilihat melalui Perilaku Bermain

Studi Deskriptif Kondisi Perkembangan Sosial Anak TK Yogya Kids dilihat melalui Perilaku Bermain

keenam indikator tersebut indikator yang paling dominan dalam perkembangan sosial anak-anak TK Yogya Kids adalah aspek 5 yaitu mampu berperan dalam kelompok teman-teman seusianya. Hal ini sesuai dengan kemampuan anak-anak TK Yogya Kids untuk bisa berperan dengan cukup baik dalam kelompok sepermainannya. Selain itu metode pendidikan yang diterapkan TK Yogya Kids pada anak-anak didiknya yaitu membimbing dan mengarahkan mereka supaya memiliki kemampuan untuk bisa beradaptasi secara baik dengan adanya kemampuan untuk bisa menampilkan dirinya dan menentukan pilihannya sendiri tanpa harus dipengaruhi oleh teman-teman lain sesuai dengan dirinya. Kondisi ini juga dikuatkan oleh pendapat Youniss & Smollar (1985) dan Mueller & Cooper (1986) mengatakan bahwa sangat perlu adanya hubungan dengan peer (anak-anak yang usia dan tingkat kedewasaannya kurang lebih sama) dan teman-teman bagi perkembangan sosial anak. Dengan teman-teman sebaya, anak-anak belajar merumuskan dan menegaskan pendapat-pendapat mereka sendiri, menghormati pandangan teman-teman sebaya, bekerja sama mencari solusi atas ketidaksetujuan dan membangun standar-standar perilaku yang dapat diterima bersama.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Meningkatkan Keterampilan Senam Ritmik Melalui Media Simpai Pada Anak Kelompok B1 Di TK Negeri Pembina Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Upaya Meningkatkan Keterampilan Senam Ritmik Melalui Media Simpai Pada Anak Kelompok B1 Di TK Negeri Pembina Sukoharjo Tahun Ajaran 2013/2014.

gerakan yang lentur dan terstuktur. Senam ritmik dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat bantu. Senam ritmik yang dilakukan dengan benar akan membuat badan menjadi sehat dan juga lentur. Senam ritmik juga bermanfaat untuk melatih keseimbangan, kekuatan, kelincahan serta kelenturan tubuh. Proses ini akan berjalan dengan baik sejauh guru memberikan kegiatan ini secara tepat, tepat diartikan memberikan kebebasan kepada si anak untuk dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui gerak. Keterampilan senam akan lebih menarik lagi jika menggunakan media yang dapat membantu anak meningkatkan keterampilan senam ritmik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Alat Permainan Edukatif Terhadap Perkembangan Motorik Anak Pada Taman Penitipan Anak

Pengaruh Alat Permainan Edukatif Terhadap Perkembangan Motorik Anak Pada Taman Penitipan Anak

yaitu jenis peralatan yang digunakan, bagaimana pengalaman sebelumnya dan bagaimana pengajaran, semua faktor ini dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan motorik anak. 52 Juga sesuai dengan penelitian Ramey dkk mengenai pemantauan stimulasi, seperti yang di kutip oleh Caldwell yang membandingkan kelompok anak yang dititipkan di TPA yang diberikan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan kognitif, adaptasi sosial dan bahasa ternyata memiliki IQ yang lebih tinggi di bandingkan dengan kelompok anak yang tidak diberikan stimulasi. 53 Penelitian Kelly dkk (1989), seperti yang dikutip oleh Hurlock EB, melaporkan bahwa pada anak prasekolah menunjukkan peningkatan prestasi keterampilan motorik pada keterampilan melempar dari pre test hingga post test sebagai hasil pengajaran 5 minggu yang terdiri dari pengajaran langsung, sebaliknya kelompok kontrol yang menggeluti bermain bebas tidak memperoleh peningkatan yang berarti dalam perkembangan keterampilan motorik. 11 Hasil pre test dan post test skala perkembangan keterampilan motorik pada kelompok TPA I dan kelompok TPA II diperlihatkan pada tabel 6, dimana terjadi peningkatan hasil post test keterampilan motorik yang besar pada kelompok TPA II dibandingkan dengan hasil post test pada kelompok TPA-I.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK (LPPA)

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK (LPPA)

Perkembangan motorik Ridho berkembang sesuai usia perkembangannya, ananda terlihat mampu mengekspresikan diri melakukan gerakan jari tangan untuk kelenturan otot dan koordinasi mata (motorik halus)seperti menggunting kertas, mmebentuk berbagai bentuk menggunakan plastisin/playdough, meronce dengan manik-manikberdasarkan pola, menjahit menggunakan benang wol,

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...