Top PDF Model Hubungan Antara Volume Lalulintas Dengan Tarif Jalan Tol

Model Hubungan Antara Volume Lalulintas Dengan Tarif Jalan Tol

Model Hubungan Antara Volume Lalulintas Dengan Tarif Jalan Tol

Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut perlu didukung oleh peningkatan infrastruktur transportasi darat, khususnya jalan. Mengingat terbatasnya dana untuk pembangunan jalan, pemerintah telah mengundang investor untuk membangun jalan tol. Tarif tol dan volume lalulintas adalah dua faktor utama yang mempengaruhi pendapatan serta investasi jalan tol. Metode penentuan tarif berdasarkan pendekatan finansial perlu ditetapkan untuk memudahkan perhitungan manfaat dan pengeluaran biaya pembangunan jalan tol. Faktor yang mempengaruhi tarif tol dianalisis berdasarkan jumlah kendaraan dan tingkat pertumbuhan kendaraan. Teori elastisitas diterapkan dalam studi kasus untuk mengetahui pengaruh tarif tol pada volume lalulintas. Sebuah model volume lalulintas kritis dilakukan berdasarkan analisis terhadap berbagai faktor, seperti biaya konstruksi, biaya operasi, biaya pemeliharaan, waktu pengembalian, dan internal rate of return. Hasil yang diperoleh dari metode Jia dan metode PWF keduanya menunjukkan bahwa hubungan antara volume lalulintas dan tarif tol sangat sensitif, yang ditunjukkan oleh nilai elastis (E) sama dengan satu. Perbedaan volume lalulintas yang diperoleh menggunakan kedua metode tersebut sekitar 27% yang disebabkan perhitungan ganda nilai pajak pada metode Jia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MODEL HUBUNGAN ANTARA VOLUME LALULINTAS DENGAN TARIF JALAN TOL

MODEL HUBUNGAN ANTARA VOLUME LALULINTAS DENGAN TARIF JALAN TOL

Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut perlu didukung oleh peningkatan infrastruktur transportasi darat, khususnya jalan. Mengingat terbatasnya dana untuk pembangunan jalan, pemerintah telah mengundang investor untuk membangun jalan tol. Tarif tol dan volume lalulintas adalah dua faktor utama yang mempengaruhi pendapatan serta investasi jalan tol. Metode penentuan tarif berdasarkan pendekatan finansial perlu ditetapkan untuk memudahkan perhitungan manfaat dan pengeluaran biaya pembangunan jalan tol. Faktor yang mempengaruhi tarif tol dianalisis berdasarkan jumlah kendaraan dan tingkat pertumbuhan kendaraan. Teori elastisitas diterapkan dalam studi kasus untuk mengetahui pengaruh tarif tol pada volume lalulintas. Sebuah model volume lalulintas kritis dilakukan berdasarkan analisis terhadap berbagai faktor, seperti biaya konstruksi, biaya operasi, biaya pemeliharaan, waktu pengembalian, dan internal rate of return. Hasil yang diperoleh dari metode Jia dan metode PWF keduanya menunjukkan bahwa hubungan antara volume lalulintas dan tarif tol sangat sensitif, yang ditunjukkan oleh nilai elastis (E) sama dengan satu. Perbedaan volume lalulintas yang diperoleh menggunakan kedua metode tersebut sekitar 27% yang disebabkan perhitungan ganda nilai pajak pada metode Jia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Model Hubungan Volume Lalulintas Harian Dengan Kecelakaan Lalulintas Di Jalan Tol Antar-kota

Model Hubungan Volume Lalulintas Harian Dengan Kecelakaan Lalulintas Di Jalan Tol Antar-kota

Untuk suatu ruas jalan i dalam periode waktu j,  adalah suatu vektor koefisien regresi yang tidak diketahui dan dapat ditaksir dengan metode kemungkinan maksimum standar (Greene, 2000). Pada analisis ini, X mendeskripsikan karakteristik ruas jalan i ij pada periode waktu j. Satu batasan penting pada distribusi Poisson adalah bahwa varian dan rerata harus kurang lebih sama. Kemungkinan overdispersi (varian lebih besar dari rerata) selalu menjadi perhatian dalam pemodelan frekuensi kecelakaan dan bisa berakibat pada estimasi koefisien yang bias dan tidak efisien. Uji yang berbasis regresi sederhana oleh Cameron dan Trivedi (1986, 1990) dapat dilakukan untuk mendeteksi overdispersi dalam proses signifikansi koefisien overdispersi. Uji berbasis regresi ini melibatkan regresi kuadrat terkecil sederhana untuk menguji signifikansi koefisien overdispersi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Model Hubungan antara Angka Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Faktor Penyebab Kecelakaan pada Jalan Tol Purbaleunyi. (Hal. 124-132)

Model Hubungan antara Angka Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Faktor Penyebab Kecelakaan pada Jalan Tol Purbaleunyi. (Hal. 124-132)

Volume lalu lintas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun mengakibatkan semakin tingginya resiko kecelakaan lalu lintas di Jalan raya salah satunya pada Jalan Tol Purbaleunyi. Berdasarkan data yang didapatkan dari PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi tahun 2018, volume kendaraan yang melintasi Jalan Tol Purbaleunyi meningkat di setiap tahunnya dan disertai jumlah kecelakaan di setiap tahunnya, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut terkait penyebab utama dari kecelakaan tersebut agar dapat dilakukan cara pencegahan kecelakaan akibat faktor-faktor tersebut sehingga dapat menurunkan jumlah kecelakaan di tahun-tahun berikutnya. Gambar 1 menunjukkan peta lokasi penelitian tugas akhir yang dilakukan di sepanjang Jalan Tol Purbaleunyi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model Greenberg merupakan pendekatan terbaik untuk lalu lintas pada Jalan Tol Belmera. Berdasarkan model Greenberg diperoleh persamaan matematis hubungan antara kecepatan-kepadatan, volume-kepadatan, dan volume- kecepatan untuk arah Exit Gt. Tanjung Morawa sebagai berikut : S = 98,100 -16,700 Ln D, V = 98,100 D – 16,700 DLn D, V = 355,758 dan untuk arah Entrance Gt. Tanjung Morawa adalah sebagai berikut: S=

22 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menginvestigasi kinerja lalu lintas pada koridor Cawang- Tanjung Priok- Pluit yang diberi nama koridor: Ir. Wiyoto Wijono, M. Sc. sebagai bagian dari Jakarta Inter Urban Toll Roads ( JIUT). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan hubungan antara parameter lalu lintas (volume, kecepatan, dan kepadatan) dan menganalisis kondisi eksisting kinerja lalu lintas dengan model yang dikembangkan. Pada penelitian ini studi lalu lintas dibagi menjadi dua arah dengan 4 (empat) lokasi observasi. Studi dilakukan pada saat hari kerja ( one day survey ) ketika pengguna reguler mendominasi lalu lintas. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa Model Underwood merupakan model yang memiliki pendekatan terbaik pada koridor Wiyoto Wijono dan koridor ini memiliki kinerja lalu lintas yang baik kecuali pada satu segmen jalan yang menunjukkan kondisi sangat jenuh pada saat peak hour terjadi .
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model Greenberg merupakan pendekatan terbaik untuk lalu lintas pada Jalan Tol Belmera. Berdasarkan model Greenberg diperoleh persamaan matematis hubungan antara kecepatan-kepadatan, volume-kepadatan, dan volume- kecepatan untuk arah Exit Gt. Tanjung Morawa sebagai berikut : S = 98,100 -16,700 Ln D, V = 98,100 D – 16,700 DLn D, V = 355,758 dan untuk arah Entrance Gt. Tanjung Morawa adalah sebagai berikut: S=

1 Baca lebih lajut

Kata-kata Kunci: SATURN; simulasi; stated preference; tingkat pelayanan; variasi tarif tol. Abstract - Hubungan Antara Variasi Tarif Tol dengan Pendapatan dan Tingkat Pelayanan

Kata-kata Kunci: SATURN; simulasi; stated preference; tingkat pelayanan; variasi tarif tol. Abstract - Hubungan Antara Variasi Tarif Tol dengan Pendapatan dan Tingkat Pelayanan

Kurva permintaan (demand) adalah kurva yang menerangkan antara hubungan antara harga suatu produk dengan permintaan konsumen. Metode untuk memprediksi manfaat suatu proyek transportasi dikenal sebagai metode consumer-surplus. Konsepnya berdasarkan akibat adanya pengurangan harga yang dikeluarkan oleh konsumen untuk memperoleh dan menggunakan produk tertentu. Selisih harga awal dengan harga baru yang harus dikeluarkan merupakan penghematan (saving) bagi konsumen. Sementara itu sesuai dengan fungsi kurva demand maka akan terdapat perubahan volume. Sehingga manfaat total adalah perkalian jumlah volume baru dengan selisih harga yang terjadi. Hal ini terlihat pada Gambar 2. Dalam transportasi, harga (price) yang dimaksudkan dalam kurva demand adalah biaya total transportasi yang dikeluarkan oleh konsumen (pengguna jalan) yang terdiri atas biaya operasi kendaraan (BOK), nilai waktu dan biaya lainnya. Sedangkan volume (quantity) adalah volume konsumsi dari lalu lintas kendaraan, penumpang dan barang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menginvestigasi kinerja lalu lintas pada koridor Cawang- Tanjung Priok- Pluit yang diberi nama koridor: Ir. Wiyoto Wijono, M. Sc. sebagai bagian dari Jakarta Inter Urban Toll Roads ( JIUT). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan hubungan antara parameter lalu lintas (volume, kecepatan, dan kepadatan) dan menganalisis kondisi eksisting kinerja lalu lintas dengan model yang dikembangkan. Pada penelitian ini studi lalu lintas dibagi menjadi dua arah dengan 4 (empat) lokasi observasi. Studi dilakukan pada saat hari kerja ( one day survey ) ketika pengguna reguler mendominasi lalu lintas. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa Model Underwood merupakan model yang memiliki pendekatan terbaik pada koridor Wiyoto Wijono dan koridor ini memiliki kinerja lalu lintas yang baik kecuali pada satu segmen jalan yang menunjukkan kondisi sangat jenuh pada saat peak hour terjadi .
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG PENENTUAN NILAI VOLUME LALULINTAS MAKSIMUM MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELD PADA RUAS JALAN Km 4

STUDI TENTANG PENENTUAN NILAI VOLUME LALULINTAS MAKSIMUM MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELD PADA RUAS JALAN Km 4

Bagaimana karakteristik arus lalu lintas jalan Pajajaran arah Baranang Siang menuju Sukasari melalui hubungan antara kecepatan, kepadatan dan volume lalu lintas dengan menggunakan metode Greenshields. Bagaimana volume maksimum yang terjadi dengan menggunakan metode Greenshields.

6 Baca lebih lajut

Analisis Arus Lalulintas di Sebagian Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang

Analisis Arus Lalulintas di Sebagian Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang

Pada jalan Kaliurang memiliki tipe jalan 4/2UD dengan kapasitas dasar (Co) 6.000 smp/jam total dari dua arah. Sedangkan pada faktor penyesuaian kapasitas untuk lebar jalur lalu-lintas (FCw) dengan tipe jalan dua lajur tak terbagi dan lebar jalur lalu-lintas efektifnya (Wc) 6m dan Fcw nya bernilai 1.00 untuk jalan perkotaan. Pada faktor penyesuain kapasitas untuk pemisahan arah (FCsp) pada dua lajur 2/2 dengan perbandingan 50-50 dengan nilai 1.00. pada faktor penyesuaian kapasitas untuk hambatan sampingan (FCsf) dan tipe jalan di kaliurang 4/2 UD dengan kelas hambata M dan lebar bahu efektif Ws 1.0 dengan nilai M= 0.92 untuk jalan perkotaan. Pada jalan Kaliurang dalam faktor penyuasaian kapasitas untuk ukuran kota (FCcs) di Yogyakarta merupakan jumlah penduduk yang cukup dikategorikan sedang sebab banyaknya para pendatang yang bertempat tinggal di Yogyakarta dengan waktu yang lama dan jumlah penduduk Yogyakarta sendiri
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Jasa Marga Cabang Belmera dari tahun 2011 s/d 2013, peningkatan volume lalu lintas pada jalan Tol Belmera mencapai lebih dari 10% setiap tahunnya. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas pada jalan tol akan menimbulkan kelebihan kapasitas apabila tidak dilakukan pengontrolan. Terjadinya kelebihan kapasitas pada ruas jalan tol akan mempengaruhi kinerja lalu lintas yang tentunya akan berdampak langsung terhadap tingkat kenyamanan dan keamanan dari pengguna jalan tol.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Prediksi Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Tol Purbaleunyi

Pengembangan Model Prediksi Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Tol Purbaleunyi

Keberadaan median dengan spesifikasi khusus (lebar < 2,5 meter dan tinggi < 1,75 m) dengan spesifikasi khusus umumnya terdapat pada ruas Cipularang, dan sebagian besar dilengkapi dengan penghalang sinar. Pemasangan penghalang sinar dilakukan sebagai salah satu penanganan yang dilakukan untuk mengu- rangi tingkat kecelakan Pemasangan penghalang sinar ini menunjukkan bahwa segmen tersebut adalah segmen yang memiliki tingkat kecelakaan yang ting- gi, sehingga keberadaannya teridentifikasi dalam model yang dibangun. Namun model prediksi yang dibangun tidak dapat mengidentifikasi pengaruh dari median dengan spesifikasi khusus tersebut. Untuk mengetahui pengaruh dari median dan pengha- lang sinar perlu dilakukan studi sebelum dan sesudah pemasangan (before-after) pada segmen tersebut. Pada penelitian dilakukan perhitungan nilai ekstrim pada model yang dibangun dengan menggunakan dua kondisi. Angka kecelakaan lalu lintas untuk kondisi lintas harian rata-rata maksimum (20.339 kendaraan/ hari), derajat lengkung maksimum (3.54 radian), untuk ruas dengan median yang lebarnya<2.5 meter dan tingginya<1.75 meter adalah 14 kejadian kecel- akaan/3 tahun. Sedangkan untuk kondisi sebaliknya, prediksi kecelakaannya adalah 3 kecelakaan/3 tahun. Model yang dibangun dapat digunakan berdasarkan beberapa kondisi. Dari segi lokasi, model dapat digunakan pada lokasi dengan karakteristik yang sama dengan jalan tol Purbaleunyi. Hal ini juga berla- ku untuk segi waktu penggunaan model. Model dapat digunakan selama tidak ada perubahan besar pada lokasi studi, misalnya penambahan lajur atau adanya suatu penerapan kebijakan baru atau hal lain yang dapat mempengaruhi tingkat kecelakaan pada lokasi studi. Apabila terdapat perbedaan atau perubahan pada objek penelitian, maka model yang digunakan harus disesuaikan terlebih dahulu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EVALUASI MODEL PEMELIHARAAN PERKERASAN JALAN TOL SEMARANG-SOLO

EVALUASI MODEL PEMELIHARAAN PERKERASAN JALAN TOL SEMARANG-SOLO

Model pemeliharaan perkerasan pada sistem MMS merupakan suatu rangkaian penilaian dari volume lalu-lintas, prediksi tingkat pertumbuhan, beban lalu-lintas, kondisi fungsional, dan kondisi struktural. Selain masalah teknis, maka strategi pemeliharaan dan pembiayaan jalan dalam skala jaringan tersebut mutlak diperlukan berkenaan dengan optimasi yang dapat dilakukan.

8 Baca lebih lajut

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Analisis Pemodelan Hubungan Parameter Lalu Lintas pada Jalan Tol Belmera

Muyasir, et al. 2014. Analisa Perbandingan Kecepatan Kendaraan Aktual Terhadap Kajian MKJI Pada Ruas Jalan Berlajur Banyak Dalam Kota (Studi Kasus Pada Jalan T. Nyak Arief Banda Aceh).Jurnal Teknik Sipil Pascasarjanan Universitas Syiah Kuala, Vol.3 (4):2304-0253

2 Baca lebih lajut

Analisis Arus Lalulintas di Sebagian Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang

Analisis Arus Lalulintas di Sebagian Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang

Yogyakarta semakin bertambah jumlah kendaraan bermotor rata-rata per tahun sebesar 10.35%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemacetan lalulintas di daerah kajian dan menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya kemacetan lalulintas daerah kajian. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan perhitungan volume, kapasitas, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan. Hasil penelitian yaitu tingkat volume kendaraan pada jalan Kaliurang yaitu 1.707 smp/jam dan jalan Affandi 1.843 smp/jam. Kapasitas tertinggi yaitu jalan Affandi dengan nilai 6.365 smp/jam, maka derajat kejenuhan berada pada angka 0.3 pada masing-masing jalan sehingga tingkat pelayanan berada pada kategori B yaitu memiliki batas lingkup 0.20- 0.24 smp/jam yang dapat dikategorikan arus lalulintas lancar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENETAPAN TARIF TOL NUSA DUA - NGURAH RAI - BENOA TERKAIT PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA BADAN USAHA DENGAN PEMERINTAH DALAM PENGUSAHAAN JALAN TOL.

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENETAPAN TARIF TOL NUSA DUA - NGURAH RAI - BENOA TERKAIT PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH ANTARA BADAN USAHA DENGAN PEMERINTAH DALAM PENGUSAHAAN JALAN TOL.

Penetapan tarif tol merupakan wewenang Pemerintah yang dampaknya tidak hanya mengenai pengguna jalan tol, atau masyarakat pada umumnya dalam ranah publik, namun juga badan usaha selaku pihak yang mengadakan perjanjian dengan Pemerintah dalam ranah privat. Hal ini menyebabkan banyaknya aspek yang perlu diperhatikan saat menetapkan tarif tol. Salah satu aspek adalah kelayakan investasi, dimana keuntungan yang diterima badan usaha seharusnya sebanding dengan keuntungan yang dirasakan masyarakat. Lebih lanjut, pengaturan mengenai penyesuaian tarif tol berpotensi menyebabkan tarif tol tidak pernah turun. Bila masa konsesi telah berakhir dan tidak perlu ada pengembalian investasi untuk badan usaha seharusnya penyesuaian tarif tol yang ditetapkan dapat menjadi lebih rendah dari sebelum masa konsesi berakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa mengenai praktik penetapan tarif tol, khususnya Tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa terkait PP 15/2005 dan PPJT, serta mengetahui dan menganalisa keberlakuan Pasal 68 PP 15/2005 atas suatu ruas jalan tol yang masa konsesinya dalam PPJT telah berakhir.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Studi Kinerja Akses Jalan Tol Pasirkoja Akibat Dibukanya Jalan Tol Cipularang.

Studi Kinerja Akses Jalan Tol Pasirkoja Akibat Dibukanya Jalan Tol Cipularang.

Jalan tol merupakan salah satu kemajuan di bidang manajemen transportasi. Fasilitas jalan tol sangat membantu kelancaran arus lalu lintas, dan meningkatkan kenyamanan pengemudi dalam berkendaraan, dibandingkan dengan melalui jalan lainnya. Namun dalam perkembangannya, dimana jumlah pengguna jasa jalan tol semakin meningkat, sedangkan jumlah,dan ruas, dan jalan tol terbatas, dapat menyebabkan semakin berkurangnya kenyamanan dalam berkendaraan. Hal ini yang menyebabkan perlunya diketahui kinerja jalan tol pada saat sekarang ini.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBEBANAN JARINGAN JALAN PADA RUAS JALAN NASIONAL DENGAN ADANYA JALAN TOL DAN NON TOL MALANG -SURABAYA

PEMBEBANAN JARINGAN JALAN PADA RUAS JALAN NASIONAL DENGAN ADANYA JALAN TOL DAN NON TOL MALANG -SURABAYA

Fungsi utama dari jalan adalah sebagai prasarana lalu lintas atau angkutan guna Mendukung kelancaran arus barang dan jasa serta aktifitas masyarakat. Kenyataan dilapangan menunjukan bahwa pada jaringan jalan tertentu khususnya diperkotaan terjadi ketidak seimbangan antara tingkat pertumbuhan jalan dengan tingkat pertumbuhan kendaraan. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai pola pembebanan jaringan jalan pada koridor malang surabaya. Analisis perhitungan kinerja ruas jalan menggunakan tabel (MKJI 1997), kinerja ruas jalan malang, arah malang-surabaya V/C ratio adalah 1,0, arah malang- surabaya V/C ratio adalah 1,4, maka termasuk tingkat pelayanan E, kinerja ruas jalan Gadang, arah malang-surabaya V/C ratio adalah 0,37, arah Kepanjen-Lawang V/C ratio adalah 0,6, maka termasuk tingkat pelayanan B, kinerja ruas jalan surabaya, arah malang- surabaya V/C ratio adalah 0,23, arah surabaya-malang V/C ratio adalah 0,25, maka termasuk tingkat pelayanan B. Sedangkan untuk perhitungan pembebanan jaringan jalan menggunakan analisis metode kesetimbangan wadrop (Wadrop Equlibrium), sehingga pembebanan di bagi ketiga rute jalan yaitu: Jalan Eksisting pembebanan sebesar 8262 smp/hari, dengan waktu perjalanan sebesar 103,55 menit, Jalan pembebanan sebesar 49,571 smp/hari, dengan waktu perjalanan sebesar 102,67 menit, dan Jalan Tol pembebanan sebesar 107,404 smp/hari, dengan waktu perjalanan sebesar 78,30 menit.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

STUDI WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA JALAN TERHADAP TARIF TOL SOLO-NGAWI (STUDI KASUS : KARTASURA-NGAWI)

STUDI WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA JALAN TERHADAP TARIF TOL SOLO-NGAWI (STUDI KASUS : KARTASURA-NGAWI)

yang ditawarkan paling rendah dengan keadaan jalan non tol macet, sebesar Rp36.894,46 dengan model logit binomial dan Rp35.854,40 dengan model probit biner. WTP berdasarkan kategori menunjukkan hanya biaya transportasi per bulan yang berbanding lurus dengan nilai WTP. Besar pendapatan responden tidak berbanding lurus dengan WTP yang dikeluarkan. Berdasarkan kategori pekerjaan, responden karyawan swasta memiliki nilai WTP terbesar. Nilai WTP pada responden usia prduktif paling besar diantara rentang usia lain. Secara keseluruhan WTP respoden laki-laki lebih besar dibanding perempuan. Kata kunci: jalan tol, Willingness To Pay, binomial logit, probit biner, stated preference
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...