Top PDF Peran Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam pemberdayaan politik pelajar (studi kasus pengurus wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jakarta periode 1998 – 2010)

Peran Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam pemberdayaan politik pelajar (studi kasus pengurus wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jakarta periode 1998 – 2010)

Peran Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam pemberdayaan politik pelajar (studi kasus pengurus wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jakarta periode 1998 – 2010)

gimana PII menyikapi itu, seperti kita membimbing agar dia mau aktif dan memimpin OSIS selain melakukan perlawanan di luar. Setelah pulang dari Harkom setiap pelajar biasanya membuat kelompok-kelompok sendiri untuk mensikapi politik-politik nasional atau dia mensikapi kondisi daerahnya atau kondisi internal organisasi dan macem-macem. Karena itu menjadi ruang publik agar PII untuk terbuka membicarakan internal organisasi dan ekternal organisasi. Cara untuk meningkatkan partisipasi politik pelajar di kaderisasi itu yang paling kerasa, pola-pola pendekatannya andragogi. Jadi kita punya materi kemudian diskusi itulah, setelah itu biasanya mereka itu sadar. Setelah pulang dari training dia aktif, terlibat, yang paling terasa itu dia terlibat diproses-proses kegiatan disekolah mengkritisi kebijakan sekolah, kemudian mau terlibat dalam kepemimpinan di OSIS dan sebagainya, itu paling kerasa, dan itu kemudian yang menjadi mobilisasi kita, ketika dia sadar terhadap situasi politik sekolah, kemudian dia ingin mengembangkan diri, itu menjadi proses komunikasi,mobilisasi dan sebagainya. Sehingga terjadi proses masifasi gerakan dari bawah. Ini yang tidak ada dikelompok-kelompok lain dikalangan pelajar. Dalam aksi-aksi sosial kita sangat vokal, yang jelas pada saat itu yang karena eranya demo ya kita demo. Bisa dilihat dipoto-poto disanakan, misalkan 1999 kasus Ambon kita demo 3 ribu pelajar kita turun. Dan meminta kepada BJ habibi untuk menyelesaikan kasus ambon secara seadil-adilnya. itu murni PII semua. Setelah itu demo “reformasi konstitusi” , kalau FORKOT “reformasi total”, yaitu reformasi yang harus mengacu kepada standar konstitusional negara. Itu PII terlibat . belum kasus-kasus lain. Kasus Bulog Gate dan kasus-kasus lainnya itu menjadi media-media konstitusi politik PII pada saat itu.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

Kita dapat melihat dua hal yang menjadi kelemahan Mahasiswa. Pertama, aksi reformasi mahasiswa yang turun kejalan ialah bentuk dari reakreasi politik atau trend demokrasi atas ketidak puasaan pemerintah kepada rakyatnya. Kedua, mahasiswa terpisah dari potensi kekuatan rakyat.Untuk memulai suatu pergerakan, tentunya Mahasiswa harus membentuk golongan mahasiswa yang benar-benar mengerti tentang peran mahasiswa dalam membangun Pemerintah yang demokratis.Dengan demikian terbentuknya kekuatan dari mahasiswa yang mampu menyuarakan suara rakyat akan mampu memberikan peran mahasiswa sendiri dalam membangun pemerintahan yang benar-benar adil terhadap rakyatnya secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

3.7 Mengevaluasi peran pelajar, Mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 3.7.1 3.7.2 3.7.3 3.7.4 Menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa politik dan lahirnya Gerakan Pelajar dan Mahasis

Selain itu, Gerakan Mahasiswa Indonesia mendapatkan momentumnya saat terjadinya krisis moneter pada pertengahan 1997. Dimana harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat pun berkurang dan tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Mahasiswa berada didepan perubahan sebuah sejarah demokrasi dunia. Mahasiswa merupakan sebuah entitas spirit yang menggunakan intelektualitas dan dialektika yang maha dasyat kekuatannya. Mahasiswa memiliki kekuatan energi penuh dengan sifat kreatif, kritis dan dinamis serta kepekaan yang tinggi pada masalah sosial. Mahasiswa yang merupakan satu satuan karakter, mampu menjadi satu gerakan besar yang bukan saja memperjuangkan suatu tujuan, namun berupaya membuat sejarah baru dalam sebuah pembangunan masa depan suatu bangsa. Sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa memiliki peran vital dan menyeluruh sehingga oleh para pakar mahasiswa dikelompokkan dalam tiga fungsi pokok, yaitu : agent of change, social control and iron stock. Seperti yang sudah dibahas diatas, peran mahasiswa di era reformasi, merupakan sebuah kekuatan yang sejak dulu hadir, dari mulai persiapan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan hingga pada masa reformasi.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

S PKN  0904042 Table of content

S PKN 0904042 Table of content

Teguh Mahgditian, 2014 Peran Sekolah Dalam Membina Karakter Anti Kekerasan Di Kalangan Pelajar Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI[r]

2 Baca lebih lajut

S PKN  0904042 Bibliography

S PKN 0904042 Bibliography

Teguh Mahgditian, 2014 Peran Sekolah Dalam Membina Karakter Anti Kekerasan Di Kalangan Pelajar Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Kementrian[r]

3 Baca lebih lajut

Essay Mahasiswa dan Perubahan dan

Essay Mahasiswa dan Perubahan dan

Sejarah membuktikan bahwa pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan setiap bangsa. Berbagai peristiwa besar yang terjadi di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa di dalamnya. Demikian pula yang terjadi di Indonesia. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan mahasiswa didalamnya. Melalui berbagai organisasi mahasiswa yang ada, mahasiswa menyalurkan aspirasinya dengan daya nalar dan intelektualnya. Dimulai dengan Budi Utomo sebagai generasi awal kiprah kaum muda, mahasiswa Indonesia terus mencatatkan dirinya dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa runtuhnya rezim orde lama yang ditandai dengan turunnya Presiden Soekarno tidak bisa dilepaskan dari peran Organisasi Mahasiswa seperti KAPI ( Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia ), KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ), HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam), PII (Pelajar Islam Indonesia ), GPI ( Gerakan Pemuda Indonesia ),dll. Peran mereka sangat besar dalam menumbangkan rezim orde lama tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PELAJAR ISLAM INDONESIA(PII)DI JAWA TIMUR 1965-1987: STUDI TENTANG PERANAN ORGANISASI KADER.

PELAJAR ISLAM INDONESIA(PII)DI JAWA TIMUR 1965-1987: STUDI TENTANG PERANAN ORGANISASI KADER.

Terjadinya peristiwa Gestapu sesungguhnya bila ditela’ah secara mendalam karena kelengahan umat Islam tidak mampu mengawal negara dan bangsa dari penyusunan kekuatan komunis secara teratur untuk mencaplok seluruh bangsa dan negara. Bahwa pelanggaran Komunis/Marxisme/Leninisme dan pengukuhan kembali UUD 1945 bersama muqaddimah Piagam Jakartanya, meletakkan kewajiban berat kepada umat Islam, untuk menunjukkan kemampuan idiil dan materiil membina bangsa dan negara ke arah yang dicita-citakannya. Bahwa keadaan nasional dan internasional meminta kesungguhan kebulatan kaum muslimin untuk menggalang kesatuan imamah dan menyisihkan perbedaan-perbedaan kecil untuk memikul tanggungjawab yang besar yang diharapkan bangsa dan negara serta umat manusia. Menyadari akan hal-hal tersebut, kami Pelajar Islam Indonesia (PII) dalam Muktamar Nasional ke XI yang di selenggarakan dari tanggal 30 Agustus-4 September 1966 di kota Bandung dengan tema “Menjelang Masa Depan Gemilang”, dengan ini menyerukan panggilan suci kepada seluruh zuama dan ulama serta pemimpin-pemimpin Islam untuk bersama-sama mengambil prakarsa menciptakan kesatuan pimpinan perjuangan yang maksimal atau kesatuan irama dan langkah perjuangan yang minimal. 49
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PERAN MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN PEMBA

PERAN MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN PEMBA

Sebagai Ormas islam Tertua di Indonesia, Muhammadiyah harus merasa untuk menunaikan tanggung jawab itu paling pertama. Bagi Muhammadiyah, penunaian tanggung jawab ini adalah refleksi keimanan dan sekaligus komitmen kebangsaan. Dan komitmen ini telah dibuktikan oleh Muhammadiyah dengan ikut andil dalm memajukan kebudayaan dan peradaban pada bangsa ini, Faktanya dalam segala aspek kehidupan, baik Kehidupan Beragama, Berbangasa dan Bernegara, Muhammadiyah Telah hadir sebagai Agen Pembaharuan. Yang memberi pencerahan pada bangasa melalui gerakan pencerdasan, peningkatan kualitas kesehatan, dan kehidupan social, pemberdayaan tarap kehidupan ekonomi masyarakat, selain tentu pencerahan kehidupan keberagamaan umat Islam. Mungkin Tiadalah berlebihan kiranya untuk dikatakan bahwa Muhammadiyah, sebagai kekuatan masyarakat madani, telah ikut tampil sebagai problem solver atau penyelesai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Berikut adalah pembaharuan yang telah dilakukan Muhammadiyah untuk kemajuan Bangsa Indonesia dalam berbagai bidang.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T1 152010009 Daftar Pustaka

T1 152010009 Daftar Pustaka

Peran Tentara Pelajar Batalyon 200 Salatiga dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Salatiga Tahun 1945-1949.. Salatiga: Skripsi Jurusan Sejarah, FKIP, Universi[r]

4 Baca lebih lajut

S PSO 1005705 Bibliography

S PSO 1005705 Bibliography

Farida Aryani, 2014 Peran Peergroup Dalam Membentuk Gaya Hidup Konsumtif Remaja Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Pelajar Putri SMA Negeri [r]

7 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF SUNNAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU BINA PRIBADI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK DI SD ISLAM TERPADU FITRAH INSANI LANGKAPURA - Raden Intan Repository

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF SUNNAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU BINA PRIBADI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK DI SD ISLAM TERPADU FITRAH INSANI LANGKAPURA - Raden Intan Repository

Apa yang dilakukan pemerintah (pemegang dan pembuat kebijakan) selama ini, ternyata “membuahkan hasil”, kualitas SDM (Human Development Index) Indonesia „terjun bebas‟ berada di bawah Vietnam, atau nomor 4 dari bawah (nomor 102 dari 106 negara). Hasil survey PERS di 12 negara juga menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan terbawah, satu peringkat di atas Vietnam. Mengapa kualitas SDM kita sedemikian buruknya? Salah satu „biang‟ atau sebab utamanya adalah pemerintah kita sejak merdeka hingga kini tidak mempunyai visi dan strategi yang jitu dalam membawa bangsa ini melesat jauh ke depan. 9 Kerja besar di dunia pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan intistusi keluarga. Keluarga sebagai lingkungan terdekat adalah sebuah institusi yang memiliki tanggung jawab paling besar terhadap pendidikan anak. Orang tua adalah pihak yang memiliki peran dan tugas besar dalam mendidik dan membimbing anak menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan berakhlak mulia. Namun kondisi yang umum terjadi adalah bahwa orang tua kurang memahami tugas dan perannya. Orang tua kurang memiliki ilmu dan wawasan bagaimana mendidik anak sesuai arahan secara agama dan psikologis.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PENGURUS DAERAH PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) KOTA BANDA ACEH Periode 2009-2010

PENGURUS DAERAH PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) KOTA BANDA ACEH Periode 2009-2010

Dalam menyampaikan programnya kedepan PII tidak hanya memperkuat basis kadernya kedalam namun menyentuh persoalan-persoalan masyarakat secara umum. Langkah pertama yang diambil kader PII adalah bagaimana menghasilkan dan mengeksiskan kembali secara menyeluruh dengan mengarahkan programnya menyentuh kepada masyarakat yang bawah yang notabene adalah salah satu penggugat basis PII dimasyarakat bawah yaitu pelajar. Pelajar sebagai Agent of chage tentu memerlukan pembinaan-pembinaan dan pengarahan demi terwujudnya masyarakat madani dimasa yang akan datang. “ Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan” merupakan semboyan yang mau-tidak mau harus di terima oleh seluruh elemen masyarakat.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

T1 152010013 Daftar Pustaka

T1 152010013 Daftar Pustaka

Ani Olivia.2005. Peran Tentara Pelajar Batalyon 200 Salatiga Dalam Perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia Di Salatiga Tahun 1945-1949, Skripsi. Salatiga: Jurusan Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana

3 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Pembagian Hartawarisan Dalam Perkawinan Poligami Menurut Perspektif Hukum Waris Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 224 K Ag 2011)

Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Pembagian Hartawarisan Dalam Perkawinan Poligami Menurut Perspektif Hukum Waris Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 224 K Ag 2011)

& Khoiroh, Ummu, Poligami di Mata Islam, Putra Pelajar, Surabaya, 2001 Ali, Muhammad Daud,Hukum Islam, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, RajaGrafindo Perkasa, Jaka[r]

4 Baca lebih lajut

Bab 3 Membangun Jati Diri Keindonesiaan

Bab 3 Membangun Jati Diri Keindonesiaan

Sementara itu, pemuda terpelajar di Indonesia menyebarkan paham kebangsaan, mereka mengekspresikan melalui berbagai cara, antara lain melalui surat kabar, karya sastra, rapat umum, lagu-lagu, serikat buruh, maupun perlawanan terhadap kolonialisme. Pada saat itulah para pelajar dan pemuda terdidik itu mempunyai pandangan dengan cara tersendiri terhadap dunia mereka. Cara pandangan baru itulah yang membuka wawasan dan politik modern yang menjadi cikal bakal pergerakan bangsa dan tumbuhnya nasionalisme saat itu. Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai organisasi pergerakan baik lokal maupun nasional. Berbagai organisasi itu misalnya Sarekat Prijaji, Sarekat Dagang Islam, dan National-Indische Partij, di Jawa ada organisasi pemuda Budi Utomo, Tri Koro Dharmo diubah menjadi Jong Java. Munculnya organisasi pemuda itu mendorong pemuda-pemuda dari suku bangsa lain itu juga mendirikan organisasi kepemudaan seperti Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Minahasa. Kapankah organisasi-organisasi pemuda itu mulai berazaskan kebangsaan dan nasionalisme itu bangkit?. Pada uraian berikut ini kita akan belajar tentang pergerakan kebangsaan Indonesia, serta dinamikanya dari pandangan lokal hingga tumbuhnya kesadaran nasional.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Kisi-Kisi Soal dan Jadwal Ujian Sekolah Tingkat MTs TP 2014-2015 SKI

Kisi-Kisi Soal dan Jadwal Ujian Sekolah Tingkat MTs TP 2014-2015 SKI

-Teori masuknya islam di Indonesia -Peran daerah pesisir dalam proses masuknya islam ke Indonesia -Peran wali dan ulama -Keteladanan para tokoh dimasa per kembangan islam -Seni budaya[r]

2 Baca lebih lajut

S SEJ 1009176 Chapter5

S SEJ 1009176 Chapter5

Hubungan buruk antara Pemerintah dengan umat Islam memunculkan sikap curiga pemerintah terhadap umat Islam sehingga mendorong terjadinya konflik, antara lain berupa kasus-kasus pelarangan jilbab sebagaimana yang diangkat dalam penelitian ini. Munculnya semangat berjilbab di sekolah- sekolah negeri dipengaruhi oleh pemahaman yang cukup mendalam mengenai keislaman. Pehamaman-pemahaman tersebut mereka dapatkan dari kegiatan-kegiatan trainning yang diadakan oleh mahasiswa dan organisasi Islam. Pemahaman agama tidak hanya didapatkan dari dalam negeri saja tetapi meraka juga mendapatkan pemahaman agama dari luar seperti pemikiran Al-Ikhwan Al- Muslimin yang masuk ke Indonesia, antara lain lewat buku-buku terjemahan dan adanya peran Gerakan Tarbiyah terhadap perjuangan pelajar-pelajar berjilbab di sekolah-sekolah negeri dan dampak dari Revolusi Iran yang masuk ke Indonesia.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

S SEJ 1009176 Chapter1

S SEJ 1009176 Chapter1

Ditetapkannya Pancasila sebagai asas tunggal kehidupan sosial politik di Indonesia mungkin merupakan ujian politik terbesar yang diberikan Pemerintah Orde Baru terhadap umat Islam. Organisasi-organisasi pemuda yang menolak Pancasila sebagai asas tunggal seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pelajar Islam Indonesia (PII), walaupun kemudian dianggap sebagai organisasi terlarang oleh Pemerintah Orde Baru, tidak serta merta membubarkan diri mereka atau berhenti melakukan aktivitas. Sebagaimana dituturkan Damanik (2003, hlm.54), mereka "tetap bergerak sebagai „gerakan bawah tanah,‟ membuat training dan pembinaan-pembinaan bagi pemuda-pemuda Islam." Tekanan pemerintah justru membuat gerakan mereka jadi semakin ideologis dan kaderisasi yang mereka lakukan pada masa itu pada gilirannya melahirkan kader-kader muda yang militan. Kemunculan jilbab, yang menjadi tema penelitian ini, merupakan salah satu hasil dari kaderisasi dakwah yang gencar dilakukan pada masa-masa tersebut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

S SEJ 1009176 Abstract

S SEJ 1009176 Abstract

Intan Maenati, 2014 Gerakan Pelajar Dan Mahasiswa Islam Terhadap Larangan Penggunaan Jilbab Di Sekolah-Sekolah Negeri Tahun 1982-1991 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.u[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...