Top PDF Pelaksanaan Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

Pelaksanaan Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

Pelaksanaan Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

Aacheson dan Gall (1987) mengemukakan dasar supervisi klinis, meliputi (1) meningkatkan kualitas keterampilan intelektual dan performan guru secara spesifik; (2) kegiatan supervisi bertanggung jawab membantu guru untuk mengembangkan (a) kemampuan menganalisis proses pembelajaran berdasar data yang benar dan sistematis, (b) keterampilan menguji coba, mengadaptasi, dan memodifikasi kurikulum, dan (c) menggunakan teknik-teknik mengajar; (3) supervisi menekankan pada apa dan bagaimana guru mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran; (4) perencanaan dan analisis berpusat pada perumusan dan pengujian hipotesis pembelajaran berdasarkan bukti hasil observasi; (5) konferensi berkaitan dengan isu-isu mengenai pembelajaran; (6) konferensi sebagai umpan balik mengarah pada analissis konstruktif dan penguatan terhadap pola-pola yang berhasil; (7) observasi berdasarkan bukti bukan pada pertimbanga nilai substansial; (8) siklus perencanaan, analisa dan observasi secara berkelajutan dan komulatif; (9) supervisi mencerminkan proses memberi dan menerima yang dinamis, dimana posisi supervisor dan guru adalah kolega yang berupaya meneliti untuk menemukan pemahaman yang mengerti bidang pendidikan; (10) supervisi berpusat pada analisisis pembelajaran; (11) guru secara individual bebas dan bertanggung jawab dalam menganalisis dan menilai isu-isu, meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan kemampuan personal guru dalam mengajar; (12) proses supervisi dapat diterima, dianalisis dan dikembangkan sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan; (13) supervisor bertanggung jawab untuk menganalisis kegiatan supervisinya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH  DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU  Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD N 1 Ngrompak Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wo

KONTRIBUSI PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Kontribusi Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD N 1 Ngrompak Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wo

Kinerja adalah prestasi, menunjukkan suatu kegiatan atau perbuatan dan melaksanakan tugas yang telah diberikan (Supardi, 2013: 4). Menurut Wahyudi (2012: 103) kinerja dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah sebuah hasil atau prestasi yang menunjukkan suatu kegiatan atau perbuatan baik secara kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi. Sedangkan pengertian dari guru adalah salah satu penggerak dan pelaksana dalam kegiatan pembelajaran di sekolah (Kompri, 2015: 127). Menurut Undang-undang No.14 Tahun 2005: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Menurut Mulyasa dalam Supardi (2013: 28) mengungkapkankan bahwa guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Dari uraian tersebut, guru dapat diartikan sebagai faktor penting sebagai penggerak dan pelaksana dalam kegiatan pembelajaran yang mempunyai tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dilihat dari pengertian kinerja dan pengertian dari guru, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja guru adalah keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Implementasi Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Ganesa Satria Depok

Implementasi Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Ganesa Satria Depok

merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan. Dalam proses pembelajaran antara guru dan peserta didik tentunya dibutuhkan keterampilan dan kehati-hatian dalam pembelajaran. Untuk itu, guru membutuhkan supervisor dalam hal ini kepala sekolah untuk dapat membina dan menganalisa kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Misi utama supervisi pendidikan adalah memberi p e l a y a n a n k e p a d a g u r u u n t u k mengembangkan mutu pembelajaran, memfasilitasi guru, agar dapat mengajar dengan efektif, (Suhardan, 2010:43). Fathurrohman dan Suryana (2011:18), menjelaskan bahwa istilah supervisi diartikan untuk membangung, memperbaiki atau meningkatkan. Dalam aktivitas keseharian di sekolah, istilah supervisi diartikan selalu diartikan dengan supervisi pengajaran. Konsep kuno dari supervisi yaitu mencari kesalahan guru dalam melaksanakan tugas mengajar, sedangkan dalam konsep modern supervisi adalah usaha untuk memperbaiki situasi belajar mengajar yaitu supervisi sebagai bantuan bagi guru dalam meningkatkan kualitas mengajar untuk membantu peserta didik agar lebih baik dalam belajar (Syaiful Sagala, 2010: 89). Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa supervisi merupakan bagian dari manajamen dan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja guru dalam pengajaran. Supervisi klinis merupakan kegiatan yang tepat dilakukan untuk pembinaan bagi guru, hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Moris Cogan yang dikutip dari Jerry Makawimba (2013:30) “the rational and
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH NURUL IMAN DASAN MAKAM

PERAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH NURUL IMAN DASAN MAKAM

1) Teknik percakapan antar pribadi antara guru dengan kepala madrasah dilakukan dengan cara dialog dan bertukar pikiran atau ide mengenai kinerja yang telah dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan tugas di madrasah. Sahertian (2008: 100) menyatakan bahwa salah satu teknik supervisi percakapan pribadi yaitu percakapan pribadi antara supervisor dengan guru. Kepala madrasah secara langsung memberikan masukan dan memberikan solusi jika ada hal-hal yang tidak bisa diatasi oleh guru. Dalam interaksi tersebut, seorang guru diberikan kebebasan untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pelaksanaan Supervisi Klinis Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja Guru dalam Mengelola Pembelajaran di SD Kanisius Temanggung

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pelaksanaan Supervisi Klinis Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Kinerja Guru dalam Mengelola Pembelajaran di SD Kanisius Temanggung

SD Kanisius Temanggung dapat dikatakan diatas SD Kanisius yang lainnya. Dengan melihat prestasi bidang akademik yang kurang menonjol, maka kami mengadakan terobosan dibidang lain yang dapat ditonjolkan dalam promosi sekolah, yaitu dengan memperkuat dibidang ekstrakurikuler yaitu paduan suara yang beberapa kali mendapat prestasi kejuaraan.

167 Baca lebih lajut

PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA.

PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TEGALREJO YOGYAKARTA.

Supervisi memiliki fungsi kepengawasan dan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap dan kontinu. Soetopo (2001) dalam Jasmani dan Syaiful (2013: 33) mengemukakan bahwa tujuan pengawasan adalah (1) agar pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan, prosedur, serta perintah yang ditetapkan; (2) agar hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan; (3) agar sarana yang ada dapat didayagunakan secara efektif dan efisien; dan (4) agar diketahui kelemahan dan kesulitan organisasi kemudian dicari jalan perbaikan. Sedangkan pembinaan mengandung arti memberikan arahan atau tuntunan, bimbingan, saran dalam meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan mutu proses pembelajaran pada khususnya.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DENGAN KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR KEC. PERCUT SEI TUAN.

HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DENGAN KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR KEC. PERCUT SEI TUAN.

Berdasarkan pengamatan pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 101777 Desa Saentis Kec. Percut Sei Tuan, yang menggambarkan bahwa kinerja tidak sesuai dengan yang diharapkan atau kinerja guru belum optimal. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengamatan bahwa masih ada guru yang belum menguasai keempat kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru, contohnya; (1) guru menguasai bahan ajar, (2) guru mampu dalam mengelola pembelajaran dan kelas, (3) guru menggunakan media ketika mengajar, (4) guru mampu mengelola interaksi didalam kelas dan (5) pemahaman guru mengenai administrasi sekolah yang baik.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam

Efektivitas Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam

lapangan, sebagai pengelola maka guru harus mampu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat belajar dengan baik, dan sebagai evaluator maka guru harus mampu melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar siswa. Lebih lanjut Sardiman menjelaskan tugas dan peranan guru, antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran, merancanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan belajar siswa (Sardiman, 2010:142).Oleh karena itu, kinerja guru dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan seorang guru secara keseluruhan dalam periode waktu tetentu yang dapat diukur berdasarkan tiga indikator yaitu: penguasaan bahan ajar, kemampuan mengelola pembelajaran dan komitmen menjalankan tugas. Mencermati bentuk-bentuk kegiatan dalam implementasi kinerja guru, maka dapat disimpulkan bahwa guru selain menyampaikan materi pembelajaran di depan kelas, guru juga bertanggung jawab untuk mengembangkan kepribadian peserta didiknya. Istilah lain yang identik dengan guru adalah pendidik dan pengajar.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Sekolah Dasar (SD) Negeri 06 Ketahun merupakan salah satu sekolah favorit yang berada dikecamatan ketahun dengan jumlah siswa lebih dari lima ratus siswa yang mayoritas tenaga pendidik sudah bersertifikasi serta kepala sekolah merupakan salah satu kepala sekolah teladan. Dengan demikian tuntutan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik membutuhkan kemampuan professional dalam mengelola dan mengembangkan kinerjanya baik dalam proses pembelajaran maupun pengem- bangan keprofesian. Sejalan dengan kemampuan professional yang diperlukan oleh guru, kemampuan kepala sekolah dalam membina dan mengembangkan keprofesionalan guru dalam proses pembelajaran sangat diperlukan karena berdasarkan data prestasi siswa di SD tersebut merupakan sekolah yang mampu bersaing ditingkat kabupaten maupun kota.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar

organisasi tersebut lambat laun akan berubah menjadi kebiasaan contohnya dengan kegiatan– kegiatan, ritual (pengangkatan, promosi, dan pelepasan) dan simbol-simbol (bahasa, pakaian, logo, tulisan, benda-benda), serta bukti nyata (penegakan displin, pemberian penghargaan, kegiatan sosial, dan lain-lain). Motivasi kerja adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan bekerja individu atau kelompok terhadap pekerjaan guna mencapai tujuan. Motivasi kerja guru adalah kondisi yang membuat guru mempunyai kemauan/kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu melalui pelaksanaan suatu tugas. Motivasi guru akan menyuplai energi untuk bekerja/ mengarahkan aktivitas selama bekerja, dan menyebabkan seorang guru mengetahui adanya tujuan yang relevan antara tujuan organisasi dan tujuan pribadinya. Iklim sekolah merupakan kualitas dan frekuensi interaksi di
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU

DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI MTs. MUHAMMADIYAH 1 BANDAR LAMPUNG

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs. MUHAMMADIYAH 1 BANDAR LAMPUNG

Perkembangan MTs Muhammadiyah sejak awal berdirinya mengalami pasang surut dalam hal kuantitas peserta didik, hal ini disebabkan jumlah peserta didik yang tidak stabil sehingga dalam perjalanannya dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun MTs Muhammadiyah memiliki lulusan 102 orang alumni. Hal inilah yang kemudian mendorong Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah kota Bandar Lampung mengadakan perombakan pengelola sekolah, yang mana mulai tahun 1997 dipegang oleh Bapak Suradijo, S.Pd. Kemudian pada priode 2009-2014 Bapak Darlisman terpilih dan diberi amanah untuk menjadi Kepala Madrasah. harapanya adalah dengan kepemimpinan yang baru ini mampu memberikan angin segar untuk kemajuan madrasah dan dalam perjalananya dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan mampu bersaing serta kompetitif dengan sekolah lain.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Model Integrasi Praktik Supervisi Klinis dan Lesson Study Guru Sekolah Dasar dalam Menciptakan Pembelajaran Efektif

Model Integrasi Praktik Supervisi Klinis dan Lesson Study Guru Sekolah Dasar dalam Menciptakan Pembelajaran Efektif

Tahapan lanjutan pada proses supervisi klinis yaitu tahap post observation atau yang biasa disebut dengan tahap episode pertemuan balikan. Tahapan ini disepakati oleh guru di SD Al Irsyad Al Islamiyyah Malang beserta kepala sekolah sesegera mungkin guna menjaga ingatan yang masih segar dalam ingatan terkait proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Suasana yang terjadi di setiap episode pertemuan balikan di masing-masing guru yaitu terbuka, hangat, dan tidak terkesan kaku seperti penilaian kinerja yang kebanyakan ditakuti oleh pegawai. Keseluruhan episode pertemuan balikan dilaksanakan bukan dalam rangka mengadili, menilai, atau mendikte guru akan tetapi kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru yang disupervisi untuk menyatakan poin-poin apa saja yang dirasa menjadi kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri selama proses mengajar secara mandiri sekaligus menceritakan perasaan yang dirasa selama melaksanakan kegiatan supervisi. Setelah guru melakukan hal tersebut, kemudian supervisor melanjutkan dengan review pengamatan melalui instrumen dan catatan yang telah dibuat. Beberapa guru juga nampak diperlihatkan rekaman video dirinya mengajar oleh kepala sekolah, sehingga konfirmasi tersebut bisa dilihat ulang oleh guru yang bersangkutan. Pada kesempatan inilah, saran perbaikan dapat muncul dari kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Meulaboh.

Efektivitas Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Meulaboh.

Penilaian dilakukan untuk melihat sejauhmana proses pembelajaran yang berlangsung telah mencapai tujuan/ indikator yang telah ditetapkan. Penilaian hendaknya dapat melihat dan menampilkan profil anak secara utuh mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Kepala sekolah melakukan evaluasi supervisi, meliputi evaluasi terhadap uraian tugas dan evaluasi bukti-bukti dokumen, dengan cara melihat langusng terhadap bukti-bukti tugas yang telah dilaksanakan oleh guru kemudian memberikan masukan apabila terdapat kesalahan atau kurang sesuai dengan kriteria yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Pelaksanaan Supervisi Pengajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Smk Negeri 1 Banda Aceh

Abstrak: Supervisi pengajaran kepala sekolah dilakukan untuk pembinaan guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program supervisi pengajaran, pelaksanaan supervisi, teknik-teknik supervisi, tindak lanjut hasil supervisi, dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek Penelitian adalah kepala sekolah,wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa,1) Program supervisi pengajaran SMK Negeri 1 Banda Aceh disusun berorientasi pada bimbingan terhadap guru untuk meningkatkan kinerja guru melalui kompromi dan diskusi bersama guru. Dalam merumuskan tujuan kurang didukung oleh sarana penunjang dan strategi pelaksanaannya. 2) Pelaksanaan supervisi pengajaran ini mengikuti tahapan, yaitu perencanaan awal, pelaksanaan observasi, dan tahap akhir, proses pembelajaran menjadi efektif, namun belum tercapai semua guru disupervisi sesuai program. 3) Teknik-teknik yang digunakan oleh kepala sekolah adalah teknik individu, teknik kelompok dan supervisi klinis. 4) Tindak lanjut yang dilakukan adalah pemberian bantuan dan bimbingan kepada guru yang masih mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tugas sebagai guru, peningkatan profesional guru melalui kegiatan pertemuan guru mata pelajaran dan mengikuti pelatihan. Tetapi belum terlaksana sebagaimana rencana dalam program supervisi. 5) Faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah rendahnya kompetensi sebagian supervisor yang ditunjuk, adanya kegiatan di luar jadwal supervisi yang tidak direncanakan, sulit merubah kebiasaan lama.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya Pengawas Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Klinis

Upaya Pengawas Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Klinis

Pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan supervisi klinis sangat relevan digunakan, karena tidak menimbulkan suasana tegang, bahkan bisa memunculkan suasana keakraban dan keterbukaan antara individu atau kelompok yang disupervisi. Sementara itu selain pendekatan kolaboratif dalam supervisi klinis juga dapat digunakan pendekatan keagamaan, yakni pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan sebagai sebagai dasar dalam melaksanakan tugas kepengawasan. Pendekatan keagamaan ini sangat memungkinkan untuk digunakan, mengingat agama merupakan ajaran yang memuat nilai- nilai yang dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi tingkah laku dan perbuatan manusia. Mengingat fungsi dan peranan agama dalam kehidupan manusia tersebut. Nurtain (1998) misalnya, menyebutkan ada tujuh prinsip yang harus dipegang oleh pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi klinis yaitu : a) Berpusat pada guru, b) Hubungan guru dengan pengawas lebih interaktif dibandingkan direktif, c) Cenderung mengembangkan sikap demokratif ketimbang otoratif, d) Umpan balik dari proses pembelajaran guru diberikan dengan segera dan hasil atau kesimpulannya harus sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama, e) Layanan supervisi yang diberikan bersifat bantuan dengan tujuan meningkatkan kemampuan mengajar dan sikap profesional guru, f) Pusat perhatian pada saatberlangsungnyasupervisi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Upaya Pengawas Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Klinis

Upaya Pengawas Meningkatkan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Klinis

Pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan supervisi klinis sangat relevan digunakan, karena tidak menimbulkan suasana tegang, bahkan bisa memunculkan suasana keakraban dan keterbukaan antara individu atau kelompok yang disupervisi. Sementara itu selain pendekatan kolaboratif dalam supervisi klinis juga dapat digunakan pendekatan keagamaan, yakni pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan sebagai sebagai dasar dalam melaksanakan tugas kepengawasan. Pendekatan keagamaan ini sangat memungkinkan untuk digunakan, mengingat agama merupakan ajaran yang memuat nilai- nilai yang dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi tingkah laku dan perbuatan manusia. Mengingat fungsi dan peranan agama dalam kehidupan manusia tersebut. Nurtain (1998) misalnya, menyebutkan ada tujuh prinsip yang harus dipegang oleh pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi klinis yaitu : a) Berpusat pada guru, b) Hubungan guru dengan pengawas lebih interaktif dibandingkan direktif, c) Cenderung mengembangkan sikap demokratif ketimbang otoratif, d) Umpan balik dari proses pembelajaran guru diberikan dengan segera dan hasil atau kesimpulannya harus sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama, e) Layanan supervisi yang diberikan bersifat bantuan dengan tujuan meningkatkan kemampuan mengajar dan sikap profesional guru, f) Pusat perhatian pada saatberlangsungnyasupervisi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Pada Gugus I Uptd Dewantara Aceh Utara

Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Pada Gugus I Uptd Dewantara Aceh Utara

Kegiatan seperti ini emang sudah lazim dilakukan oleh setiap kepala sekolah di sekolahnya masing-masing, tetapi dalam cara pelaksanaannya mungkin masih kurang diperhatikan tujuan dan prinsip-prinsip supervisi. Sebagai kepala sekolah memiliki hak dan wewenang dalam menjalankan tugas, selama hak dan wewenang tersebut tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang- undangan yang diatur dalam pengelolaan sekolah, selama itu pula dapat memanfaatkan fungsi dan perannya sebagai kepala sekolah dalam menjalankan berbagai pendekatan, tehnik, dan tata cara pelaksanaan supervisi pendidikan di sekolah
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Manajemen Supervisi Kepala Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru

Manajemen Supervisi Kepala Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen supervisi kepala sekolah, dan faktor pendukung serta penghambat dalam upaya meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Klaci. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen supervi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SD Negeri Klaci meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Selain itu, faktor-faktor yang pendukung adalah kemampuan manajerial, gaya kepemimpinan situasional dan disiplin. Disamping itu, senioritas guru merupakan faktor penghambatnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMA AL-MA’SOEM JATINANGOR.

PENGARUH SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMA AL-MA’SOEM JATINANGOR.

a. Koefisien korelasi antara variabel X (Pelaksanaan Supervisi Klinis oleh Kepala Sekolah) terhadap variabel Y (Kinerja Mengajar Guru di SMA Al- Ma’soem Jatinangor Kabupaten Sumedang) dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment maka dihasilkan nilai sebesar 0,585, hasil perhitungan tersebut tergolong pada kategori korelasi cukup kuat dan koefisien determinasinya sebesar 4,73. Hal ini menunjukan bahwa adanya ketertarikan antara kinerja mengajar guru dengan supervisi klinis oleh kepala sekolah yang dapat digolongkan pada kategori cukup kuat. Serta menunjukan bahwa kinerja mengajar guru dipengaruhi oleh pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah sebesar 34,3% dan selebihnya 65,7% dipengaruhi oleh faktor lain. b. Uji keberartian koefisien variabel X terhadap variabel Y adalah
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI KLINIS DI SEKOLAH DASAR NEGERI I PUTATNGANTEN KARANGRAYUNG GROBOGAN Pengelolaan Supervisi Klinis Di Sekolah Dasar Negeri I Putatnganten Karangrayung Grobogan.

PENGELOLAAN SUPERVISI KLINIS DI SEKOLAH DASAR NEGERI I PUTATNGANTEN KARANGRAYUNG GROBOGAN Pengelolaan Supervisi Klinis Di Sekolah Dasar Negeri I Putatnganten Karangrayung Grobogan.

Hasil penelitian adalah (1) Perencanaan program supervisi akademik adalah penyusunan dokumen perencanaan pemantauan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan supervisi sekolah berfungsi sebagai pedoman kerja bagi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi di kelas, dan sebagai penjabaran program supervisi tahunan tersebut disusun program supervisi yang lebih operasional. (2) Pelaksanaan supervisi diarahkan pada kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Pelaksanaan supervisi disesuaikan dengan tehnik-tehnik supervisi dengan langkah: temu awal, pelaksanaan supervisi dan akhir supervisi. (3) Hasil supervisi berupa temuan-temuan tersebut berkaitan dengan siswa terkait dengan proses pembelajaran, khsusnya siswa yang kurang pandai disarankan untuk dilakukan bimbingan baik individual/kelompok, latihan-latihan/pekerjaan rumah, perbaikan pengajaran (remedial), sedangkan bagi siswa yang pandai diberikan pengayaan baik secara individu/kelompok. Umpan balik terhadap temuan yang berkaitan dengan guru antara lain guru kurang profesional, guru belum profesional, mendapat pembinaan dan penangan khusus agar menjadi guru yang profesional melalui pelatihan, penataran, membuat dan mempergunakan alat peraga, diikutsertakan dalam studi banding, dan rapat-rapat pertemuan baik intern maupun ekstern.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects