Top PDF Pemasungan Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Skizofrenia Di Rumah : Pengalaman Keluarga Di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Pemasungan Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Skizofrenia Di Rumah : Pengalaman Keluarga Di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Pemasungan Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Skizofrenia Di Rumah : Pengalaman Keluarga Di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah anggota keluarga yang tinggal bersama penderita skizofrenia yang dipasung dan didapat dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menggunakan tehnik Collaizi.

2 Baca lebih lajut

PEMASUNGAN TERHADAP ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH : PENGALAMAN KELUARGA DI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH.

PEMASUNGAN TERHADAP ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA SKIZOFRENIA DI RUMAH : PENGALAMAN KELUARGA DI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH.

Skizofrenia merupakan suatu gangguan psikis fungsional dengan ganggguan utama pada proses berfikir serta disharmoni. Penderita skizofrenia sering mengalami tindakan pemasungan oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mendalam tentang pengalaman keluarga dalam tindakan pemasungan pada anggota keluarga yang menderita skizofrenia di rumah di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

1 Baca lebih lajut

PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN   Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Skizofrenia Tak Terorganisir Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta.

PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Skizofrenia Tak Terorganisir Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta.

melaksanakan tugas keluarga dalam bidang kesehatan yaitu mengambil keputusan terhadap pengobatan, keluarga melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit, keluarga melakukan modifikasi lingkungan dalam upaya penyembuhan pasien, serta keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Selama merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia tak terorganisir terdapat respon ataupun perubahan yang dialami keluarga. Perubahan tersebut terjadi pada respon fisik, psikologis, stigma sosial, keadaan finansial keluarga, serta adanya respon spiritual keluarga. Pemecahan masalah yang dilakukan keluarga selama merawat terbagi menjadi mekanisme koping adaptif dan maladaptif, keluarga memiliki harapan tinggi terhadap kesembuhan pasien sehingga mereka selalu memberikan dukungan optimal selama fase perawatan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang bersifat merusak, melibatkan gangguan berfikir, persepsi, emosional dan gangguan perilaku. Peningkatan kasus skizofrenia membutuhkan penanganan dari berbagai pihak terkhusus keluarga penderita. Keluarga umumnya malu untuk mengakui salah seorang anggota keluarganya menderita skizofrenia karena adanya stigma negatif masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan keluarga sebagai caregiver. Tujuan penelitian ini mengeskplorasi pengalaman keluarga sebagai caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di rumah. Desain penelitian menggunakan metode fenomenologi, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah partisipan sepuluh orang. Analisa data menggunakan metode Colaizzi. Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini 1) Keluarga penderita skizofrenia (ayah, ibu, suami/istri, anak, saudara, atau anggota keluarga lain) yang merawat penderita skizofrenia di rumah, 2) Tinggal satu rumah dengan penderita skizofrenia, 3) Penderita skizofrenia yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa dan di izinkan untuk menjalani rawat jalan di Poli klinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M.Ildrem, Medan. Hasil penelitian ini diperoleh empat tema yaitu, (1) Mengenali perubahan perilaku, pemahaman tentang penyakit dan menentukan tindakan pengobatan, (2) Memenuhi kebutuhan dasar pasien skizofrenia, (3) Merasakan penderitaan selama merawat anggota keluarga yang menderita skizofrenia dirumah, (4) Mendapat hikmah dan harapan setelah merawat pasien skizofrenia di rumah. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa seluruh caregiver merasakan masa-masa sulit selama menjadi caregiver. Diharapkan bagi pelayanan keperawatan memberikan pendidikan bagi keluarga mengenai cara merawat penderita skizofrenia selama dirumah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Kualitas Hidup Caregiver dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di RS Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Chapter III VI

Caregiver yang merawat anggota keluarga dengan skizofrenia sebagianbesar berada pada rentang umur 41-54 tahun dan 55-65 tahun sebanyak 30 orang caregiver (34,5%), sebagian besar caregiver berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang caregiver (65,5%). Tingkat pendidikan caregiver paling dominan adalah SMA/Sederajat sebanyak 37 orang caregiver (42,5%), dengan jenis pekerjaan caregiver yang paling dominan ialah sebagai wiraswasta sebanyak 42 orang caregiver(48,3%), sebagian besar caregiver memiliki penghasilan Rp.1.000.000,- s.d Rp.3.000.000 setiap bulannya sebanyak 42 orang caregiver (55,2%). Berdasarkan hubungan caregiver dengan anggota keluarga, paling dominan caregiver adalah orang tua yang menjadi caregiver bagi anak mereka yang menderita skizofrenia sebanyak 41 orang caregiver (47,1%), dan sebagian besar caregiver telah merawat anggota keluarga mereka yang menderita
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan dan Peran Keluarga dalam Perawatan Anggota Keluarga yang Menderita Skizofrenia di Kelurahan Tegalrejo Salatiga

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan dan Peran Keluarga dalam Perawatan Anggota Keluarga yang Menderita Skizofrenia di Kelurahan Tegalrejo Salatiga

diobatkan ke dukun di Seraten Mbak biar sembuh total maksutnya.. tetangga ngasih tau katanya disitu bisa ngobatke kesurupan gitu, tempatnya kaya tempat penampungan ok, tapi kaya di penjara.. dulu B ditinggal selama tujuh bulan di tempat dukun itu.. Waktu itu ya tetap saya jenguk, istri saya tidak tega.. setiap hari dijenguk kesana.. Kalau kesana ya dibawakan makanan.. dibawakan pakaian dan tempat tidur baru, sampai semua perabotan rumah dan materi hampir habis untuk diantar kesana karena istri saya kepikiran terus.. tapi saya tidak perbolehkan istri saya jenguk kesana karena kondisinya yang tidak baik.. Takutnya istri saya tidak kuat melihat seperti itu, kan pikir saya demi kesembuhannya jadi ya saya kuat- kuatke (kuat-kuatkan) dia disana untuk tidak bawa dia pulang dulu..
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan Keluarga terhadap Pasien Skizofrenia Ditinjau dari Perspektif Budaya di Desa Tegalrejo Salatiga T1 462011055 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan Keluarga terhadap Pasien Skizofrenia Ditinjau dari Perspektif Budaya di Desa Tegalrejo Salatiga T1 462011055 BAB V

Menurut beberapa keluarga dengan pengobatan yang mereka pilih data menunjukkan dan membantu dalam kesembuhan anak-anaknya. Mereka menganggap pengobatan secara medis dan secara tradisional dapat mendukung dan membantu kesembuhan total pasien skizofrenia. Jadi, beberapa keluarga selain mencari pengobatan secara tradisional juga diimbangi dengan pengobatan medis. Karena menurut mereka yang terpenting adalah kesembuhan anak-anaknya, walaupun dengan cara apapun akan mereka lakukan.

5 Baca lebih lajut

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Pengan Keluarga Sebagai Caregiver Dalam Merawat Pasien Skizofrenia di Rumah

Keluarga sebagai unit terdekat individu memiliki kedekatan emosional yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari keluarga (Friedman, Bowden & Jones, 2010). Umumnya bila salah seorang anggota keluarga menderita sakit, keluarga juga akan turut merasakan beban masalah dari anggota keluarganya tersebut, dan cenderung turut campur tangan dalam mengatasi masalah serta mencari solusi bagi anggota keluarganya.

6 Baca lebih lajut

DUKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RELAPSE PADA SKIZOFRENIA (Studi Pada Individu yang Pernah Menderita Skizofrenia)

DUKUNGAN SOSIAL DARI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RELAPSE PADA SKIZOFRENIA (Studi Pada Individu yang Pernah Menderita Skizofrenia)

Kasus yang lainnya, yakni subjek yang kedua adalah MZ. MZ pernah menderita skizofrenia ± 7 tahun. Selama ± 7 tahun itu MZ selalu dirawat di rumah oleh keluarganya dan tidak pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa atau perawatan medis lainnya. Selama perawatan di rumah, MZ tetap mengkonsumsi obat-obat yang telah diberikan oleh dokter. Kejadian relaps pun sering dialami oleh MZ. Jadi disaat MZ relaps, keluarganya selalu berada di sampingnya. Hal tersebut membuat keluarganya menjadi terampil dalam merawat dan memperlakukan MZ. Keluarga MZ menjadi tahu saat-saat seperti apa yang menyebabkan MZ mengalami relaps, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat ketika MZ akan mengalami relaps. Selain itu keluarganya juga menjadi lebih mengerti tentang bagaimana cara memperlakukan MZ agar tidak mengalami relaps. Keuletan keluarga dalam merawat, memperlakukan dan memahami MZ membuahkan hasil. Lama-lama MZ menjadi dapat memahami dirinya sendiri dan menjadi tahu apa yang harus dilakukan saat akan mengalami relaps. Sehingga MZ dapat mengurangi kejadian relaps. Sudah hampir 1,5 tahun MZ tidak pernah mengalami fase relaps.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan dan Peran Keluarga dalam Perawatan Anggota Keluarga yang Menderita Skizofrenia di Kelurahan Tegalrejo Salatiga

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pandangan dan Peran Keluarga dalam Perawatan Anggota Keluarga yang Menderita Skizofrenia di Kelurahan Tegalrejo Salatiga

Praktik pengobatan alternatif masih digunakan masyarakat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit gangguan jiwa (skizofrenia). Hal itu disebabkan oleh pandangan bahwa penyakit pasien berkaitan dengan adanya pengaruh unsur gaib atau kekuatan supranatural sehingga pengobatan dilakukan dengan tujuan mengusir gangguan tersebut. Selain itu, nilai tradisi dan budaya yang kuat juga melatar belakangi pandangan keluarga pasien skizofrenia tentang penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya. Oleh sebab itu pengobatan alternatif menjadi pilihan pengobatan pertama bagi pasien gangguan jiwa (skizofrenia) karena gejala yang muncul dianggap sama dengan “kerasukan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan pandangan keluarga terhadap penyakit pasien skizofrenia, dan mendeskripsikan peran keluarga dalam memberikan perawatan untuk membantu proses penyembuhan pasien skizofenia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi yang dilakukan pada tiga orang caregiver pasien skizofrenia yang berdomisili di kelurahan Tegalrejo Salatiga. Hasil wawancara dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model Miles and Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan), serta dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pandangan keluarga tentang penyakit pasien skizofrenia dikaitkan dengan adanya gangguan mistik dan kekuatan supranatural, sehingga berdampak pada peran keluarga (caregiver) dalam memilih pengobatan pertama yaitu dengan mengutamakan pengobatan alternatif dan mengesampingkan pengobatan medis yang seharusnya diterima pasien agar mencapai peningkatan kesembuhan lebih awal. Kegagalan pengobatan alternatif mengakibatkan peralihan ke pengobatan medis, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan keluarga dan berdampak positif terhadap peran dalam perawatan pasien.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HALAMAN PERSETUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN FOKUS UTAMA ANGGOTA KELUARGA MENDERITA STROKE PADA KELUARGA Bp.S DI DESA KALICUPAK KIDUL KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

HALAMAN PERSETUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN FOKUS UTAMA ANGGOTA KELUARGA MENDERITA STROKE PADA KELUARGA Bp.S DI DESA KALICUPAK KIDUL KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rakhmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul Asuhan keperawatan Keluarga dengan Fokus Utama Keluarga Bp. S dengan Stroke di Desa Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Laporan Tugas Akhir ini terutama saya persembahkan untuk :

24 Baca lebih lajut

METODOLOGI PENELITIAN  Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

METODOLOGI PENELITIAN Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Penelitian ini akan menggali data secara mendalam mengenai Sikap dan persepsi keluarga penderita (Patton, 2009 dan Patilima, 2005). Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi, menganalisis isi dari jawaban semua responden.

6 Baca lebih lajut

Perawatan Penderita Hipertensi di Rumah oleh Keluarga Suku Batak dan Suku Jawa di Kelurahan Lau Cimba Kabanjahe

Perawatan Penderita Hipertensi di Rumah oleh Keluarga Suku Batak dan Suku Jawa di Kelurahan Lau Cimba Kabanjahe

Bila dilihat dari aspek Suku Jawa pada umumnya mengalami hipertensi karena faktor psikologis karena suku jawa lebih cenderung bekerja sebagai karyawan yang membuat mereka banyak tuntutan dalam kerja yang mengakibatkan stress dalam pekerjaan. Dari angka stress ditemukan bahwa 41,3 % menunjukkan Stress juga sangat erat merupakan masalah yang memicu terjadinya hipertensi dimana hubungan antara stress dengan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis peningkatan saraf dapat menaikan tekanan darah secara intermiten (tidak menentu). Stress yang berkepanjangan dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi (Dunitz, 2001).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Anggota Keluarga yang Menderita Asma di Rumah

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Anggota Keluarga yang Menderita Asma di Rumah

xi Teknik uji keabsahan menggunakan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan member check . Hasil penelitian ini yaitu pemberian dukungan keluarga partisipan 1 dan partisipan 5 sudah tinggi. Sedangan pemberian dukungan keluarga partisipan 2, partisipan 3 dan partisipan 4 masih memiliki kekurangan di beberapa aspek dukungan keluarga.

17 Baca lebih lajut

DESCRIPTION OF FAMILY BEHAVIOR ABOUT MENTAL ILLNESS PATIENT DEPRIVATION IN BOJONEGORO REGENCY IN 2017

DESCRIPTION OF FAMILY BEHAVIOR ABOUT MENTAL ILLNESS PATIENT DEPRIVATION IN BOJONEGORO REGENCY IN 2017

Keluarga sebagai unit pelayanan perawatan, dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau memperbaiki masalah- masalah kesehatan pada anggota keluarga yang sakit. Dalam memelihara anggota keluarga yang sakit terutama gangguan jiwa keluarga berperan untuk mengambil keputusan (Mubarak, 2011 : 94). Perilaku keluarga tersebut bisa dalam bentuk pemasungan. Perilaku pemasungan yang dilakukan oleh keluarga memiliki alasan cukup beraneka ragam diantaranya untuk mencegah perilaku klien melakukan tindakan kekerasan yang dianggap membahayakan bagi dirinya dan orang lain, mencegah klien meninggalkan r u m a h , m e n c e g a h b u n u h d i r i d a n ketidakmampuan keluarga menangani klien ketika sedang kambuh sehingga hal inilah yang mendorong perilaku pemasungan oleh keluarga (Suharto, 2014). Pemasungan yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

NASKAH PUBLIKASI Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Temanggung. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga penderita HIV/AIDS yang berada di Kabupaten Temanggung. Pengambilan sampel menggunakan teknik Area Probability Sample, dengan jumlah sampel sebanyak 15 keluarga penderita. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data digunakan untuk mengetahui sikap dan persepsi keluarga terhadap anggota keluarga yang menderita HIV/AIDS.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

PENDAHULUAN Sikap Dan Persepsi Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita Hiv/Aids Di Kabupaten Temanggung.

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. Virus HIV yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS . Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh (Safri, 2005).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PSIKOEDUKASI PADA KELUARGA YANG ANGGOTA KELUARGANYA MENDERITA SKIZOFRENIA DI TANA TORAJA

PSIKOEDUKASI PADA KELUARGA YANG ANGGOTA KELUARGANYA MENDERITA SKIZOFRENIA DI TANA TORAJA

Keluarga mengalami kesulitan dalam mengatasi dan membantu penderita skizofrenia karena penderita menunjukan gejala-gejala yang aneh dan mengganggu psikologis keluarga. Kesulitan tersebut bertambah oleh karena ketidaktahuan keluarga mengenai gangguan yang sedang dialami anggota keluarganya tersebut. Keluarga mencoba mencari penyebab terjadinya gangguan dan mencoba untuk mengatasinya. Tanpa pengetahuan adanya gangguan skizofrenia maka keluarga akan mendefinisikan penyebab serta cara mengatasinya dengan dipengaruhi oleh budaya serta kepercayaan yang ada di daerahnya. Penelitian akan diadakan di Tana Toraja Sulawesi Selatan, dimana budaya setempat mempercayai adanya arwah leluhur yang masih hidup atau adanya roh-roh penunggu di alam sekitar. Kepercayaan tersebut menjadi dasar keluarga mempercayai bahwa penyebab gangguan yang terjadi pada anggota keluarganya tersebut akibat dari gangguan dari roh-roh jahat yang ada di alam. Upaya-upaya yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil yang baik sehingga keluarga merasa stress akibat melihat serta menanggung penderita skizofrenia tersebut. Keluarga dapat menjadi putus asa dan membiarkan atau memilih untuk mengurung penderita-penderita skizofrenia. Keluarga tidak lagi memikirkan masa depan dari penderita, mereka tidak lagi berusaha agar penderita bisa lebih mandiri di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Persepsi Keluarga Terhadap Skizofrenia Di Rumah Sakit X.

Persepsi Keluarga Terhadap Skizofrenia Di Rumah Sakit X.

Persepsi merupakan proses diterimanya rangsangan melalui pancaindra sehingga individu mampu mengetahui, mengartikan, dan menghayati tentang sesuatu yang diamati, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri individu (Pelling, 2008; Sunaryo, 2013). Persepsi keluarga terhadap anggota keluarga yang mengalami skizofrenia merupakan salah satu faktor dalam mendukung kesembuhan pasien. Keluarga sudah seharusnya dapat mengurangi persepsi negatif dan diskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa dalam keluarga dan memberikan dukungan sosial kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial, dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Dengan terapi sosial ini akan sangat membantu penderita gangguan jiwa dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang menjadi stressor bagi penderita (Nash, 2005).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Konstruksi Makna Skizofrenia dan Perilaku Komunikasi Keluarga Pemasung Orang dengan Skizofrenia(ODS).

Konstruksi Makna Skizofrenia dan Perilaku Komunikasi Keluarga Pemasung Orang dengan Skizofrenia(ODS).

Hasil penelitian menunjukkan pemaknaan keluarga yang memasung ODS terhadap skizofrenia terbagi atas skizofrenia sebagai pengaruh supranatural dan skizofrenia sebagai penyakit. Pada kategori skizofrenia sebagai pengaruh supranatural, keluarga ODS memandang skizofrenia sebagai guna-guna, kesambet , turunan ilmu hitam, dan efek samping ilmu, sedangkan pada kategori skizofrenia sebagai penyakit keluarga memaknai skizofrenia sebagai hilang akal, gila, stres, depresi, sakit pada otak, dan penyakit tanpa nama.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...