Top PDF 3 Pemberdayaan Komite Sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta (Penelitian Dosen Muda 2008)

3 Pemberdayaan Komite Sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta (Penelitian Dosen Muda 2008)

3 Pemberdayaan Komite Sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta (Penelitian Dosen Muda 2008)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan program kerja komite sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta telah berjalan secara efektif. Hal ini ditandai dengan adanya pemahaman pengurus komite sekolah dan kepala sekolah terhadap tugas dan peran komite sekolah dan peran serta aktif komite sekolah dalam penyelenggaraan program kerja sekolah. (2) Pemberdayaan komite sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta dilakukan dengan berbagai upaya komunikasi intensif dan terbuka antara pihak sekolah dengan komite sekolah, dan pelibatan komite sekolah dalam penyelenggaraan program kerja sekolah yang bersifat strategis. (3) Faktor pendukung pelaksanaan program komite sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta meliputi: adanya komitmen yang tinggi dari komite sekolah untuk membantu sekolah; dukungan dana, ide, tenaga dan fasilitas yang memadai; terjalinnya komunikasi yang baik; koordinasi yang baik; latar belakang pendidikan anggota komite sekolah; dan kepala sekolah yang selalu proaktif. Faktor penghambat pelaksanaan program komite sekolah di SMA Unggulan Kota Yogyakarta adalah faktor kesibukkan pengurus komite sekolah dan jadwal/waktu pertemuan yang terbatas. (4) Secara umum kinerja komite sekolah berdampak positif terhadap terhadap mutu pendidikan di SMA Unggulan Kota Yogyakarta. Hal ini ditandai dengan adanya dukungan materiil maupun nonmateriil dalam berbagai program peningkatan mutu sekolah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemberdayaan komite sekolah di SMAN Unggulan kota YK

Pemberdayaan komite sekolah di SMAN Unggulan kota YK

Pengefektifan komite sekolah juga merupakan bagian dari konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang akan memberikan jaminan pelibatan stakeholders pendidikan dalam mendukung proses pendidikan secara lebih luas. MBS merupakan pola manajemen baru yang bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan yang lebih besar kepada sekolah (pengelola sekolah) untuk mengelola sekolah tersebut dalam rangka untuk meningkatkan mutu sekolahnya. Salah satu indikator keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan MBS dapat diidentifikasi: (1) adanya peningkatan otonomi atau kemandirian sekolah dalam mengelola sekolahnya; (2) adanya perubahan dalam sistem pengambilan keputusan ke arah pengambilan keputusan secara partisipatif, yang melibatkan semua komponen sekolah; (3) adanya peningkatan peran serta orangtua siswa dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan; dan (4) adanya upaya dalam perbaikan praktik pembelajaran, menuju pembelajaran yang efektif dalam rangka untuk meningkatkan mutu sekolah. Dengan demikian, keterlibatan orangtua siswa dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan implementasi MBS dalam rangka mewujudkan kemandirian sekolah. Komite sekolah diharapkan menjadi mitra satuan pendidikan yang dapat menyalurkan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

ANALISIS KETIMPANGAN KUANTITAS DAN KUALITAS CALON PESERTA DIDIK BARU SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA.

ANALISIS KETIMPANGAN KUANTITAS DAN KUALITAS CALON PESERTA DIDIK BARU SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA.

Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh selama 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Pada fase ini pemilihan sekolah menengah atas merupakan salah satu langkah awal dalam menentukan masa depan dan cita- cita peserta didik. Oleh karena itu, tidak heran apabila pada tahun ajaran baru orang tua begitu antusias dalam menggali kelemahan dan kelebihan berbagai SMA, khususnya SMA unggulan yang ada di kota Yogyakarta. Hal ini dilakukan supaya orang tua dan calon peserta didik baru tidak salah memilih tempat belajar yang akan dijadikan pondasi dalam meraih cita-cita yang diimpikan.
Baca lebih lanjut

222 Baca lebih lajut

Peran Serta komite sekolah dalam manajemen sekolah di SMA Swasta dan negeri sekotamadya Yogyakarta - USD Repository

Peran Serta komite sekolah dalam manajemen sekolah di SMA Swasta dan negeri sekotamadya Yogyakarta - USD Repository

Kemunculan komite didasari pada keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 004/U/2002, tanggal 2 April 2002. Sejak saat itu sebenarnya pemerintah sudah mewajibkan setiap sekolah membentuk komite sekolah. Pada tahun 2002 baru beberapa sekolah saja yang membentuk komite sekolah. Hal tersebut hanya terlihat di kota-kota seperti: Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Pada bulan April 2006, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia mulai membentuk komite sekolah sebagai tanggapan atas kemunculanya keputusan Mentri Pendidikan Nasional tahun 2002. Kemunculan komite sekolah terkesan lambat karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pada masyarakat dan orang tua murid. Walaupun terkesan lambat, namun sekolah unggulan sudah membentuk komite sekolah. Bahkan jika dibentuk secara benar, telah banyak peran dari kehadiran komite sekolah untuk perkembangan sekolah tersebut.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH  STUDI KASUS SD N 2 TANJUNGSARI KENDAL  Pemberdayaan Komite Sekolah Studi Kasus SD N 2 Tanjungsari Kendal.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH STUDI KASUS SD N 2 TANJUNGSARI KENDAL Pemberdayaan Komite Sekolah Studi Kasus SD N 2 Tanjungsari Kendal.

Simpulan dari penelitian ini antara lain (1) Dalam pelaksanaan pengembangan sekolah didukung dengan adanya strategi yang sesuia dengan kondisi sekolah. Strtaegi yang digunakan adalah strategi bottom up dan pelaksanaan TOT (training of Traner). Strategi bottom up dilakukan dengan cara sosialisasi kepada komite tentang peran dan fungsinya dalam pengembangan sekolah. Strategi bottom up juga dilakukan dengan cara anggota komite sekolah menghimpun informasi dari para orang tua siswa yang nantinya akan dibahas pada rapat komite yang membahas tentang pengembangan sekolah. Dan strategi TOT dilakukan oleh Dewan Pendidikan dan sekolah untuk meningkatkan pengetahuan komite sekolah tentang pendidikan. (2) Proses perencanaan pengembangan sekolah di SD N 2 Tanjungsari diawali dengan mengumpulkan informasi oleh komite sekolah dari para orang tua siswa. Informasi tersebut dijadikan landasan sekolah untuk menyusun visi, misi dan tujuan sekolah serta program pengembangan sekolah. Kedua, telaah diri dimana komite ikut serta melakukan evaluasi sekolah. Ketiga, pemilihan prioritas dan strategi pengembangan. Komite sekolah memberikan masukan tentang prioritas program yang harus dilakukan sekolah dan dengan menggunakan strategi apa. Keempat, penyusunan program pengembangan. Komite membuat program-program yang inovatif untuk perkembangan sekolah. Kelima, penyusunan RAPBS. Komite membantu sekolah dalam penggalan dana dari masyarakat.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA RONGGOLAWE KOTA SEMARANG.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA RONGGOLAWE KOTA SEMARANG.

Selain itu komite sekolah juga berperan serta dalam rangka transparansi penggunaan alokasi dana pendidikan termasuk dalam mengawasi penggunaan dana bantuan dari pusat yang mengalir ke sekolah agar lebih dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan dana baik yang berasal dari masyarakat maupun pemerintah dapat benar- benar efektif dan termonitor alokasinya, apakah sesuai dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang diajukan satuan pendidikan/sekolah. Di SMA Ronggolawe sendiri penggunaan atau pengelolaan dana sekolah yang berasal dari pusat atau pemerintah daerah memang diawasi oleh komite sekolah setiap pemasukan dan pengerluaran yang ada selalu dilaporkan kepada komite sekolah. Seperti halnya dikatakan oleh kepala sekolah, guru dan staf karyawan dalam wawancara dengan peneliti.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH  STUDI KASUS SD N 2 TANJUNGSARI KENDAL  Pemberdayaan Komite Sekolah Studi Kasus SD N 2 Tanjungsari Kendal.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH STUDI KASUS SD N 2 TANJUNGSARI KENDAL Pemberdayaan Komite Sekolah Studi Kasus SD N 2 Tanjungsari Kendal.

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Strategi pemberdayaan komite sekolah untuk pengembangan sekolah di SDN 2 Tanjungsari Kendal, (2) Perencanaan pengembangan sekolah melalui pemberdayaan komite sekolah di SDN 2 Tanjungsari Kendal.

12 Baca lebih lajut

STRATEGISTRATEGI Strategi Pengembangan Sekolah Unggulan SMA Batik I Surakarta.

STRATEGISTRATEGI Strategi Pengembangan Sekolah Unggulan SMA Batik I Surakarta.

This research method uses to approach qualitative. data collecting technique is done with interview deepens (indepth interviewing), participant observation and documentation. data analysis that used with model lnteraktif that is data rediction, data presentation and data conclusion or verification. Data validity verification execution there four criteria tests that used that is: (1) credibility (validity international), (2) transferability (external validity), (3) dependability (reabilitas), (4) confirmability (objectivity).

18 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU PADA SEKOLAH REGROUPING DI SD N UNGARAN 1 YOGYAKARTA.

KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU PADA SEKOLAH REGROUPING DI SD N UNGARAN 1 YOGYAKARTA.

3. Latar Belakang dibuatnya kebijakan pengembangan budaya mutu di SD N Ungaran 1 Yogyakarta pasca kebijakan regrouping yaitu; 1) adanya kesulitan para warga sekolah dalam melakukan adaptasi kembali dengan lingkungan sekolah pasca regrouping karena masih terbentuknya kelompok-kelompok atau gep sesuai dengan asal sekolahnya masing- masing, 2) masih adanya konflik di antara guru karena masih mengunggul-unggulkan sekolah asalnya masing-masing sehingga timbul saling ketidaksukaan, 3) dan sekolah belajar dari konflik-konflik yang terjadi pada sekolah lain yang diregrouping yang salah satunya adalah masalah pengelolaan sekolah yang kurang baik dan ketidaksiapan mereka terhadap kebijakan regrouping yang menyebabkan turunnya kualitas sekolah pasca regrouping. Sekolah sadar bahwa jika masalah-masalah tersebut tidak segera mendapatkan solusi maka bisa jadi kualitas SD N Ungaran 1 Yogyakarta dapat menurun. Sehingga kebijakan ini lebih tepat disebut sebagai upaya preventif terhadap penurunan kualitas SD N Ungaran 1 Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

237 Baca lebih lajut

PUSAT KURIKULKUM BALITBANG DEPDIKNAS Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat 10710 Telp. : 021-3804248, 3453440, Fax.: 021-3508084

PUSAT KURIKULKUM BALITBANG DEPDIKNAS Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat 10710 Telp. : 021-3804248, 3453440, Fax.: 021-3508084

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Manajemen strategi komite sekolah (3)

Manajemen strategi komite sekolah (3)

Pengaruh sebuah perusahaan jika tidak menerapkan konsep manajemen strategis ialah akan mengalami penurunan secara drastis terhadap perusahaan tersebut dikarenakan manajemen yang k[r]

12 Baca lebih lajut

 Format SK Komite Sekolah SD SMP SMA SMK SK KOMITE SEKOLAH

Format SK Komite Sekolah SD SMP SMA SMK SK KOMITE SEKOLAH

Muara Enim 31172 e-mail : smpn3rambangdangku@yahoo.com - website : www.10645145.siap-sekolah.com KEPUTUSAN KEPALA SMPN 3 RAMBANG DANGKU KECAMATAN RAMBANG DANGKU KABUPATEN MUARA ENIM [r]

4 Baca lebih lajut

3. Und Pmbuktian SMA Unggulan

3. Und Pmbuktian SMA Unggulan

PENGUMUMAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI NOMOR : 04.1/ULP-KK2/DIKNAS/2013 Sehubungan dengan Pengumuman e-Pelelangan Umum/e-Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi pada tanggal 16 s/d 22 Ap[r]

1 Baca lebih lajut

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap jabatan pekerjaan dengan kompetensi guru : survei pada guru di SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dan SMA Santa Maria Yogya

Hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan sikap guru terhadap jabatan pekerjaan dengan kompetensi guru : survei pada guru di SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Negeri 6 Yogyakarta, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dan SMA Santa Maria Yogya

Guru harus dapat membuat suatu keputusan tentang materi pelajaran dan metode yang akan digunakan. Keputusan- keputusan ini sendiri didasarkan pada sejumlah faktor yang meliputi mata pelajaran yang akan disampaikan, kebutuhan dan kemampuan siswa, serta seluruh tujuan yang akan dicapai. Bagaimana cara terbaik untuk mengajarkan perkalian pada anak SD? Buku apa yang akan digunakan untuk mengajar membaca siswa SMA? Yang manakah yang terbaik untuk mata pelajaran ini: ceramah, diskusi, belajar mandiri, atau menghafal? Guru membuat puluhan keputusan mengajar ini setiap minggu. Ditambah lagi para guru diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan oleh siswa mengenai mata pelajaran itu sendiri.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

Peran Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Deskriptif Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tebing Tinggi)

Peran Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Deskriptif Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tebing Tinggi)

Komite Sekolah SMA Negeri 3 Tebing Tinggi adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan SMA Negeri 3 Tebing Tinggi. Keberadaan Komite Sekolah ini sesuai dengan konsep dasar yang ditentukan oleh pemerintah yaitu pada Kepmendiknas nomor: 044/U/2002. Sesuai dengan tujuan dan perananan Komite Sekolah yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Komite Sekolah ini mulai dibentuk pada tahun 2003 yang lalu dan masih ada hingga saat ini.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH  DI   Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

There are three purposes of this research. (1) Describe the effort of school to empower parents for the implementation of school based manajemen . (2) Describe the effort of school to empower school committee for the implementation of school based manajemen. (3) Describe the effort of school to empower community leaders for the implementation of school based managemen. The technique of collecting data uses observation, interviews and documentation. Data analysis techniques uses data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The validity test uses triangulation. There are three results of this research. (1) involve parents in planning, implementation and evaluation of school programs. The empowering parents by (a) increase the participation. (b) communicate to get the support, (c) receive aspiration (d) involve in extracurricular activities. (2) increase the role and function of school committee. The empowering school committee by (a) hold a meeting once in three months (b) encourage committee to get education resources (c) involve the committee in evaluating progress. (d) act the complaint, criticisms, and aspirations. (3) increase the participation of community leaders. The empowering community leaders by doing activities such as the socialization of traffic rules, basic leadership training , juvenile delinquency and generation planning (genre).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

01 uu sisdiknas [Compatibility Mode]

01 uu sisdiknas [Compatibility Mode]

DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN MADRASAH DAN MADRASAH /... DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DAN M[r]

22 Baca lebih lajut

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL.

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD UNGGULAN AISYIYAH BANTUL.

Responden : Kenapa unggulan? Ada prinsip name make news, nama sudah keren jadi pertanyaan orang. Pilih nama yang baik, salah satunya ini. Unggulan-orang di dalamnya akan mengejar nama unggulan, akhirnya bias jadi favorit di Kota Bantul. Mengapa Aisyah? Aisyah adalah organisasi ibu-ibu Muhammadiyah, diberi kewenangan khusus untuk mendirikan sekolah saat Munas Malang. Lalu kita dirikan SD Aisyah. Dan sudah ada 29 SD Aisyyah di Indonesia. Di Jogja kita yang pertama. Ada 8 di pulau Jawa yg lain di Bengkulu, Makassar dll. Pertama kali di Nganjuk. Unggulan juga dimaknai ssebagai pencapaian hasil. Banyak sekolah yang mengejar aspek kognitif. Yang kita kembangkan tidak hanya kognitif saja, untuk mencapai unggulan tersebut. Pendidikan karakter. Aspek psikomotorik dan afektif juga kita kembangkan. Dan, UN juara di tingkat kecamatan Bantul sejak lulusan pertama waktu ujian masih gabung dengan Bantul Kota karena belum akreditasi untuk angkatan pertama.. Peneliti : Kemudian, pak. Apakah ada peran dari pihak lain dalam
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...